Anda di halaman 1dari 6

Pada praktikum survey dan pemetaan hutan kali ini , kelompok saya berkesempatan untuk membuat peta kontur

kawasan wanagama petak 17. Peralatan yang kami gunakan antara lain : Kompas, klinometer, roll meter (raffia),dan gps. HAL 182 GPS ( Global Positioning System ), berfungsi menentukan titik koordinat dari titik-titik yang kita buat. Dalam menentukan titik koordinat, GPS sangat akurat, jika ia mampu menangkap banyak sinyal satelit. Karena kerjanya sangat tergantung pada sinyal satelit, jika keberadaannya tidak memungkinkan ia mendapat banyak sinyal, maka kerja GPS akan buruk (tidak akurat) dalam menentukan koordinat titik. Penggunaan GPS tersebut untuk memudahkan dalam pembuatan proyeksi data ke bentuk peta atau map. Pengambilan data dengan GPS dilakukan dengan membuat marking ditiap titik yang dilakukan averaging terlebih dahulu untuk mendapatkan akurasi yang maksimum. Berikutnya, klinometer, berfungsi untuk menentukan kemiringan medan, BEDA TINGGI MAUPUN JARAK HORIZONTAL (untuk digunakan sebagai pengukur jarak datar pada pengolahan data) yang memiliki besaran derajat (o), bernilai plus (+) jika elevasi naik dan bernilai minus (-) bila elevasi turun. LANJUT HAL 105 .Serta rollmeter untuk menghitung jarak antar titik (menghitung jarak lapangan). dengan menggunakan satuan meter (m). Jarak lapangan
ini berbeda dengan jarak datar pada proyeksi di peta, karena jarak datar (horizontal) di peta adalah perhitungan antara jarak lapangan dengan perbedaan kelerengan (elevasi) dengan menggunakan rumus trigonometri.Sehingga data jarak datar didapati untuk selanjutnya diproyeksikan ke bentuk peta. Apabila terjadi kesalahan

atau ketidakakuratan pada penggunaan klinometer, terletak pada factor manusia (human error), adanya keterbatasan penglihatan saat mengamati skala dan objek tembakan. Selain menentukan kemiringan, dalam prakteknya, kita juga menentukan sudut elevasi yang dibentuk antara titik kita dengan arah utara, yaitu dengan mengguanakan kompas. Kompas berfungsi untuk pengukur sudut azimuth mengikuti arah mata angin dan memiliki besaran derajat (o). Kelemahan penggunaan kompas dapat disebabkan dua factor, factor alat yang tidak menunjukkan arah utara denga tepat, atau factor pengamat yang tidak akurat dalam mengamati skala kompas dan objek tembakan. Peta kontur secara umum itu apa? Peta kontur adalah peta yang menggambarkan ketinggian tempat dengan menggunakan garis kontur. Peta kontur menggambarkan kenyataan (realitas) tiga dimensi ke dalam bentuk peta dua dimensi.Garis kontur adalah garis yang menghubungkan atau berbentuk dari titik-titik yang memilki ketinggian yang sama terhadap suatu datum ( permukaan air laut ). Pada peta, garis kontur merupakan garis yang tertutup atau garis yang tidak boleh berhenti kecuali pada tepi peta.Ketinggian antara dua kontur disebut interval kontur. Pada peta kontur, nilai interval kontur selalu tetap. Sifat-sifat kontur anatara lain : 1. 2. 3. 4. 5. garis kontur selalu horizontal dan tegak lurus terhadap arah aliran dan drip terrain Semua garis kontur adalah tertutup Semakin curam kelerengan semakin rapat garis konturnya Pada sungai, garis kontur membelok kearah hulu Bila kontur interval terlalu besar, bikit-bukit kecil tidak tergambar (tergeneralisasi)

6. 7. 8. 9.

Ada hubungan erat antara kontur interval dan skala peta Referensi ketinggiannya adalah permukaan laut Kontur interval biasanya dalam ukuran meter atau feet Garis kontur tidak dapat bercabang (terpisah jadi dua) atau selalu berpotongan atau membentuk spiral 10. Setiap 4 atau 5 kontur digambarkan dengan garis yang lebih tebal ( kontur indeks) 11. Kontur tambahn (auxiliary/supplementary contour) digambarkan dengan garis putusputus 12. Apabila kekurangan data maka hasilnya berupa garis bentuk (form line), orientasi absolutnya tidak jelas (tidak tentu)

Metode perolehan data menggunakan metode teresterial. Lanjut hal 66 buku merah kecil Pengambilan data dilakukan di Wanagama petak 17.Data yang diambil berupa nilai kelerengan, sudut azimuth dan koordinat.Sudut azimuth adalah sudut yang dibentuk dari utara yang bit dari arah kanan. Jarak datar yang digunakan sejauh 5 meter.Nilai negative pada kelerengan menunjukkan bahwa keadaan tempat yang turun . Sebaliknya nilai positif menunjukkan bahwa keadaan tempat tersebut naik atau menanjak. Untuk menghitung beda tinggi dapat dapat diperoleh dari perkalian antara panjang lereng dengan sinus sudut lereng. Panjang lereng didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan clinometers sedangkan sudut lereng didapatkan dari hasil pengukuran menggunakan kompas. Analisis data excel : Untuk data kompas,klinometer dan rollmeter yang diperoleh dilapangan kemudian diolah menggunakan MsExcel untuk dicari BEDA TINGGI .dan koordinat data. BT= Beda tinggi, Beda tinggi didapatkan dari : jarak datar (JD) x tan (alfa). Dx merupakan perpindahan secara horizontal, nilai negatif menunjukkan perpindahan ke kiri dan positif perpindahan ke kanan. Sedangkan Dy merupakan

BT dan koordinat tersebut diubah ke bentuk data sistem proyeksi UTM agar dapat ditampilakan pada software ArcGis yang pada pengolahan data tersbut masih dikonversi lagi menjadi data poligon yang dapat dibaca di GoogleEarth. Hal demikian juga berlaku pada data GPS yang sudah dalam bentuk sistem UTM. Dari keseluruhan data tersebut dapat dilihat/dibandingkan dengan data sebenarnya berupa citra satelit di GoogleEarth. X adalah garis yang sejajar dengan garis lintang. Nilai X yang didapatkan berasal dari nilai koordinat UTM.

Koordinat UTM adalah.. (cari sendiri!!!! JANGAN KAYAK Early, MANJA cuyuuuung :p Nilai Y adalah garis yang sejajar dengan garis bujur. Nilai Y idem ya cuyuuung, hal 46 Nilai Z Analisis Kontur :

) hal 46

Garis yang saling terhubung menujukkan adanya persamaan ketinggian (atau warna yang sama menunjukkan ketinggian yang sama). UTM adalah hal 46 buku panduan Dewasa ini, metode proyeksi UTM (Universal Transverse Mercartor) telah digunakan hampir di seluruh dunia, terutama untuk pembuatan peta-peta skala besar. Di Indonesia, akhir-akhir ini juga telah dipraktekkan untuk membuat peta-peta topografi skala 1 : 25.000 dan 1 : 50.000 dengan proyeksi UTM. Proyeksi Universal Transverse Mercator ( UTM ) Adalah salah satu proyeksi peta yang dapat menjelaskan proyeksi pada suatu area dengan lebih detail, UTM berlaku umum dan dapat dijadikan standar dalam pembuatan peta. Konsep proyeksi UTM : a. Proyeksi ini merupakan pengembangan dari proyeksi Transverse Mercator yang dikemukakan oleh Gauss-Kruger. Proyeksi ini mencakup daerah yang terletak diantara 840 LU- 800 LS. Satuan pengukurannya adalah meter. b. Bumi dibagi dalam 60 zona masing-masing 60 secara membujur dimana tiap zona diberi notasi angka diurutkan dari barat ketimur. Zona 1 mempunyai batas sebelah barat di 1800 meridian. Sedangkan zona 60 mempunyai batas timur juga di 1800 meridian. c. Secara melintang, bumi dibagi kedalam 20 zona masing-masing selebar 80. Tiap zona diberi notasi huruf capital mulai dari zona C sampai zona X di utara. Di dalam pemetaan, juga dikenal sistem koordinat. sistem koordinat merupakan suatu parameter yang menunjukkan bagaimana suatu objek diletakkan dalam koordinat. Ada tiga system koordinat yang digunakan pada pemetaan yakni : 1.Sistem Koordinat 1 Dimensi 2.Sistem Koordinat 2 Dimensi. 3.Sistem Koordinat 3 Dimensi.

Kalau kita memperhatikan sebuah peta, kita akan melihat garis-garis membujur (menurun) dan melintang (mendatar) yang akan membantu kita untuk menentukan posisi suatu tempat di muka bumi.Garis-garis koordinat tersebut memiliki ukuran (dalam bentuk angka) yang dibuat berdasarkan kesepakatan. Perpotongan antara garis bujur dan garis lintang yang disebut dengan koordinat peta. Sistem koordinat merupakan kesepakatan tata cara menentukan posisi suatu tempat di muka bumi ini. Dengan adanya sistem koordinat, masyarakat menjadi saling memehami posisi masing-masing di permukaan bumi. Dengan sistem koordinat pula, pemetaan suatu wilayah menjadi lebih mudah. Sistem Koordinat Pengenalan tentang sistem koordinat sangat penting agar dapat me nggu nak a n GP S se c a r a o pt imum. Se t ida k nya ada du a klasifikasi tentang sistem koordinat yang dipakai oleh GPS maupun dalam pemetaan yaitu : sistem koordinat global yang biasa disebut sebagai koordinat Geografi dan sistem koordinat didalam bidang proyeksi. -Sistem Koordinat Geografi Diukur dalam lintang dan bujur dalam besaran derajat desimal, derajad menit desimal, atau derajad menit detik. Lintang diukur terhadap equator sebagai titik Nol (0o sampai 90o positif ke arah utara dan 0o sampai 90o negatif kearah selatan). Bujur diukur berdasarkan titik Nol di Greenwich 0o sampai 180o kearah timur dan 0o sampai 180o kearah barat. Koordinat di dalam bidang proyeksi merupakan koordinat yang dipakai pada sistem proyeksi tertentu. Umumnya berkaitan erat dengan sistem proyeksinya, walaupun adakalanya (karena itu memungkinkan) digunakan. Untuk menyatakan posisi sebuah benda di dalam ruang, dibutuhkan suatu sistem koordinat yang memiliki pusat koordinat (origin) dan sumbu koordinat (axis). Sistem koordinat yang paling dasar/sederhana adalah Kartesian (Cartesian). Jika kita berbicara ruang 2 dimensi, maka koordinat Kartesian 2 dimensi memiliki pusat di O dan 2 sumbu koordinat yang saling tegaklurus, yaitu x dan y. Dalam Gambar 1, titik P dinyatakan dalam koordinat x dan y. -Siatem Koordinat didalam bidang proyeksi Membicarakan sistem koordinat dalam bidang proyeksi tidak dapat terlepas dari datum yang digunakan. Ada dua macam datum yang umum digunakan dalam Nurmadina, 06781 Page 11 pe r pe t a a n ya it u d a t um ho r iso nt a l d a n da t um ve r t ika l. Datum horisontal dipakai untuk menentukan koordinat peta (X,Y), sedangkan datum vertikal untuk menentukan elevasi (peta topografi) ataupun kedalaman (peta batimetri). Perhitungan dilakukan dengan transformasi matematis tertentu. Dengan demikian t r a ns fo rma s i a nt a r da t um, a nt a r s is t em pr o yek s i, da n antar sistem koordinat dapat dilakukan

Sistem koordinat bujur-lintang (atau dalam bahasa Inggris disebut latitude-longitude), terdiri dari dua komponen yang menentukan, yaitu : 1. Garis dari atas ke bawah (vertikal) yang menghubungkan kutub utara dengan kutub selatan bumi, disebut juga garis lintang (latitude). 2. Garis mendatar (horizontal) yang sejajar dengan garis khatulistiwa, disebut juga garis bujur (longitude).

Peta, sebagai pembangun kesepahaman antar pihak, perlu mengikuti aturan dan standar baku atau universal. Dalam penetapan koordinat, perlu ditentukan terlebih dahulu lokasi atau posisi koordinat awal atau 0 (nol) yang disepakati oleh semua pihak. Dengan demikian dibutuhkan datum. Datum geodetik atau referensi permukaan atau georeferensi adalah parameter acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi. Datum geodetik diukur menggunakan metode manual hingga yang lebih akurat lagi menggunakan satelit. Terdapat berbagai macam datum, antara lain datum horizontal, datum vertikal, datum lokal (untuk luasan area sempit), datum regional (beberapa negara hingga mencakup satu benua), datum global. Contoh datum lokal yang terakhir dikembangkan di Indonesia adalah Datum Geodetik Indonesia 1995 (DGN 95). Sedangkan datum global yang paling banyak dipakai hingga saat ini adalah World Geodetic System 1984 (WGS 84) Hal 23 keslahan hasil buku merah Hasil akhir dari peta kontur dari praktikum kali ini sedikit menyimpang dari yang seharusnya. Peta kontur seharusnya berbentuk persegi tetapi pada kenyataanya tidak persegi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran di lapangan. Kesalahan tersebut antara lain: Kesalahan dalam pembacaan arah kompas akan menghasilkan suatu deviasi (penyimpangan) jalur dari arah yang telah dipilih. Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh: (a) Cara memegang kompas yang tidak benar. (b) Tidak hati-hati saat memeriksa arah jalur. Kesalahan pembacaan kelerengan menyebabkan suatu kesalahan pandangan ketinggian (vertikal). Kesalahan ini bisa disebabkan oleh: (a) Penggunaan alat-alat yang tidak dikalibrasi. (b) Kesalahan dalam memberikan tanda yang benar (+/-) pada catatan, (c) Yang dicatat derajat, bukan persentase. (d) Pencatat bertubuh lebih tinggi (atau lebih rendah) dibandingkan

pemegang tali, tetapi ia membaca kelerengan pada ketinggian mata pemegang tali. Hasilnya memang hanya merupakan kesalahan kecil tetapi sifatnya konsisten sehingga pada akhir survei jalur kesalahan tersebut menjadi signifi kan. Ketika menutup jalur balik sepanjang jalur ke dua terhadap batas ikat, jarak harus sama. Bila lebih panjang atau lebih pendek, namun arahnya benar, maka besar kemungkinan ada kesalahan pengukuran jarak. Seluruh pembacaan kelerengan pada mitranya harus berada pada titik yang sama. Catatan yang salah, tidak lengkap atau tidak jelas adalah sumber kesalahan yang umum terjadi saat memplot data lapangan.

Catatan yang salah, tidak lengkap atau tidak jelas adalah sumber kesalahan yang umum terjadi saat memplot data lapangan. Data spasial mempunyai pengertian sebagai suatu data yang mengacu pada posisi, obyek, dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi. Data spasial merupakan salah satu item dari informasi, dimana didalamnya terdapat informasi mengenai bumi termasuk permukaan bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir Terdapat dua model dalam data spasial, yaitu model data raster dan model data vektor. Model data raster mempunyai struktur data yang tersusun dalam bentuk matriks atau piksel dan membentuk grid . Model raster memberikan informasi spasial terhadap permukaan di bumi dalam bentuk gambaran yang di generalisasi. Secara konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling sederhana. Model data vektor merupakan model data yang paling banyak digunakan, model ini berbasiskan pada titik (points) dengan nilai koordinat (x,y) untuk membangun obyek spasialnya. Obyek yang dibangun terbagi menjadi tiga bagian lagi yaitu berupa titik (point), garis (line), dan area (polygon).