Anda di halaman 1dari 9

PROSES INDUSTRI KIMIA INDUSTRI ASAM NITRAT

Disusun Oleh:
Jeanne Fransiska W Feri Firdiansyah Kurniawan Teguh W (1114010) (1114033) (1114036)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG 2013

Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah. Asam nitrat murni (100%) merupakan cairan tak berwarna dengan berat jenis 1.522 kg/m. Ia membeku pada suhu -42 C, membentuk kristal-kristal putih, dan mendidih pada 83 C. Ketika mendidih pada suhu kamar, terdapat dekomposisi (penguraian) sebagian dengan pembentukan nitrogen dioksida sesudah reaksi: 4HNO3 2H2O + 4NO2 + O2 (72C) yang berarti bahwa asam nitrat anhidrat sebaiknya disimpan di bawah 0 C untuk menghindari penguraian. Nitrogen dioksida (NO2) tetap larut dalam asam nitrat yang membuatnya berwarna kuning, atau merah pada suhu yang lebih tinggi. Sebagai mana asam pada umumnya, asam nitrat bereaksi dengan alkali, oksida basa, dan karbonat untuk membentuk garam, seperti amonium nitrat. Karena memiliki sifat mengoksidasi, asam nitrat pada umumnya tidak menyumbangkan protonnya (yakni, ia tidak membebaskan hidrogen) pada reaksi dengan logam dan garam yang dihasilkan biasanya berada dalam keadaan teroksidasi yang lebih tinggi.Karenanya, perkaratan (korosi) tingkat berat bisa terjadi. Perkaratan bisa dicegah dengan penggunaan logam ataupun aloi anti karat yang tepat. Asam nitrat memiliki tetapan disosiasi asam (pKa) 1,4: dalam larutan akuatik, asam nitrat hampir sepenuhnya (93% pada 0.1 mol/L) terionisasi menjadi ion nitrat NO3 dan proton terhidrasi yang dikenal sebagai ion hidronium, H3O+. HNO3 + H2O H3O+ + NO3Proses pembuatan Asam Nitrat (HNO3) Ada 2 macam : 1. Oksidasi NH3 dengan udara Proses pembuatan asam nitrat di industri dipelopori oleh Oswald (1901) dengan mengkonversi ammonia menjadi asam nitrat dengan membakar ammonia ditambah dengan katalis platina. Pada proses ini dibutuhkan suhu tinggi, NH3 dengan penambahan katalis diubah menjadi NO, yang kemudian didinginkan dan dioksidasi oleh udara menghasilkan

NO2. Nitrogen dioksida bereaksi dengan H2O untuk memproduksi HNO3 dan sedikit NO. NO diproduksi pada tahap 3 kemudian direcycle ke tahap 2. Reaksi: 4NH3 (g) + 5O2 4NO(g) + 6H2O(g) 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) 3NO2(g) + H2O(l) 2 HNO3- + NO(g) Proses: Udara dikompresikan menjadi 6,8 atm, disaring dan di panaskan menjadi 300oC. Amonia diuapkan dalam penguap steam dan selanjutnya dicampurkan dengan udara yang sudah dikompresi. Campuran antara udara dan Amonia dimasukan ke dalam reaktor yang berisi katalisator Platina 2- 10%. Pada reaksi ini konversi reaksi bahan untuk menjadi produk adalah 93 95%. Dari reaktor akan di hasilkan Nitric Oksode (NO). Hasil Nitric Okside kemudian direaksikan dengan oksigen supaya

terbentuk Asam Nitrat yang konsentrasinya 65%. Untuk memekatkan hasil, gas NO2 diserap 2. Proses Retort Dari Chili Salpoter direaksikan dengan H2SO4 menghasilkan HNO3. Cari ini tidak digunakan lagi karena biaya pemeliharaan dan perbaikan alat sangat mahal dan kurang efisien meskipun investasinya kecil. Reaksi : NaNO3 + H2SO4 Proses: Bahan baku Natrium Nitrat dan Asam Sulfat masuk reaktor tangki berpengaduk. Reaktor di panaskan secara isotermal pada suhu 150oC selama 10 jam. Konversi pembentukan asam Nitrat adalah 97%.Selama waktu itu NO2 dan air akan teruapkan. Uap Asam Nitrat di lewatkan di kondensor parsial, kemudian di pisahkan antara gas dan cairanya dalam separator. Cairan Asam Nitrat di dinginkan dengan menggunakan Cooler dan selanjutnya di simpan sebagai hasil Asam Nitrat. Konsentarsi diserap hasil adalah sebesar 90%. Gas yang tidak NaHSO4 + HNO3 dengan menggunakan H2SO4 dalam absorber. Hasil akhir

penyerapan berupa Asam Nitrat dengan kadar 95%.

terembunkan

dengan menggunakan air pada absorber. Hasil bawah

menghasilkan kadar Asam Nitrat 43%. Hasil samping reaktor berupa campuran

either cake. Bahan ini dapat di jual pada industri baja dan dapat juga di pakai sebagai bahan baku Asam Klorida bila di reaksikan dengan garam NaCl.

Berdasarkan uraian beberapa macam proses pembuatan Asam Nitrat tersebut, maka dipilih Proses Retort dalam pembuatan Asam nitrat dari Natrium Nitrat dan asam Sulfat dengan pertimbangan : 1. Proses ini menghasilkan konversi reaksi yang lebih tinggi tinggi. 2. Kondisi operasi mudah dicapai karena hanya memerlukan suhu dan tekanan yang rendah 3. Produk yang dihasilkan mempunyai kemurnian yang lebih tinggi. Uraian Proses Oksidasi NH3 dengan udara
NH3

Cara kerjanya: 1. Udara tekan 100 psig melalui kompresor (dingin) menyerap panas dari preheater dialirkan bersama-sama dengan NH3 gas kdalam converter 2. h opera i en an tin i katali ator Pt - Rh

3. Gas panas segera dialirkan kedalam preheater untuk didinginkan dengan menggunakan udara dingin dari kompresor. Selanjutnya dialirkan ke dalam hea ter. arena pana ma ih c k p tin i maka a i a ari a or er (t ) imana P

masih cukup tinggi dipergunakan untuk menyerap panas dari gas hasil dan panas ini dirubah menjadi kerjaa oleh turbin (selisih p). Sisa panas dimanfaatkan oleh Wh.B. untuk steam dan akhirnya untuk menguapkan NH3 di dalam evaporator NH3. an telah in in ini ( 4 4 absorber menghasilkan HNO3 60%. 4. Bila HNO3 berwarna coklat berarti NO2 lebih besar, dapat direduksi dengan udara Bentuk Konverter dan Prinsip Kerjanya - Campuran NH3 dan udara masuk dari puncak converter, turun kebawah melalui lapisan katalisator. Gas hasil didinginkan dengan udara dingin dan keluar gas outlet. - Pada waktu starting penyalaan permulaan dengan nyala H2 melalui H sampai suhu reaksi, lalu dimatikan Pemekatan HNO3 - Larutan HNO3 dengan kadar 60% merupakan campuran azeotrop, sehingga penyulingan hanya dapat dilakukan sampai kadar 68%. - Dalam industri dibutuhkan HNO3 pekat, maka salah satu cara ialah dengan pemekatan menggunakan H2SO4 pekat (karena mudah menyerap air) yang dipanaskan dengan uap secara langsung atau tidak langsung. Bila dipergunakan steam langsung : Digelembung dan sekaligus berfungsi sebagai mengaduk Proses Retort Natrium nitrat (NaNO3) padat dari gudang (G-1) dengan belt conveyor (BE1), selanjutnya dilewatkan Screw conveyor (SC-1) dan masuk ke rotary drier (RD) untuk mengurangi kadar air. Suhu masuk rotary drier RD = 35oC dan keluar pada 100oC, Selanjutnya dengan belt conveyor (BC2) dan bucket elevator (BE1),Natrium nitrat diumpankan ke reaktor (R1). Asam sulfat (H2SO4) 66oBe (93%) dari tangki penyimpan (T1) dipompa dan dilewatkan pemanas (HE1) untuk pemanasan pendahuluan dari 35oC menjadi 60oC dan kemudian masuk ke reaktor (R1). a ) ia or i en an H2O di dalam tangki

Reaktor di panaskan dengan saturated steam pada suhu 200oF secara isothermal, kondisi operasi reaktor pada 150oC (302oF), selama 10 jam. Gas hasil reaksi dalam reaktor pada keadaan lewat jenuh dilewatkan (HE1) untuk didinginkan, dan dialirkan ke kondensor (CD1) dengan menggunakan bowler (B-3). Pada suhu 95oC dalam tekanan 1 atm, sebagian gas hasil reaksi akan mengembun dan sebagian lagi tidak. Gas dan cairan ini selanjutnya dimasukan ke sparator (S1), dipisahkan antara gas dan cairan. Cairan dari sparator (S1) selanjutnya didinginkan dengan (HE-2) sampai suhu 40oC, kemudian masuk dalam accumulator (AC1), konentrasi asam nitrat hasil 76%. Gas yang tidak terembun pada kondensor (CD1) didinginkan dengan pendingin (HE2) menjadi 40oC dan di serap dengan air (H2O) pada 40oC dalam absorber (AB1). Pada absorber 1 terjadi absorbsi gas dengan reaksi kimia. Menara absorber (AB1) er pa menara B le dimasukan ke accumulator (AC1). Pada accumulator (AC2) yang ditambahkan asam nitrat dari hasil (AC1) dengan kosentrasi 68% untuk menaikan konsentrasi hasil. Selanjutnaya asam nitrat dipompakan ke tangki penyimpan T 2. Hasil samping berupa campuran antara NaHSO4, Na2SO4, NaCl yang berbentuk slurry encer dipompa dan disimpan pada tangki T 3 p an erkerja pa a tekanan 1

Atm. Hasil arbsorbsi berupa asam nitrat dengan kadar 65% yang selanjutnya

Gambar. Diagram alir kualitatif

Gambar. Diagram alir kuantitatif

Usaha untuk memperbesar hasil Kelompok 1 (a, b, c, d, e) Reaksi samping b, c, d (tidak diinginkan) Segi termodinamika 1. Reaksi okap yang dimana T lebih besar supaya K lebih besar dengan kenyataannya T le ih e ar ( ) pa a reak i ti ak er e er ke kiri.

2. O2 lebih besar yang dimana supaya reaksi b, d, tidak mengalami masalah pemingutan hasil, penguapan kurang efisien 3. P lebih besar dari 1 atm tidak berpengauh 4. Inert yang menguntungkan, menyerap panas 5. Hasil reaksi (a) segera dipisahkan supaya reaksi (c) tidak terjadi Segi kinetika 1. O2 besar 2. A besar yang terdapat pada turbulensi ( pengadukan), yang dimana reaksi samping (reaksi c), waktu kontak dengan katalisator lebih dari 1 detik 3. Reaksi ekso yang dimana T lebih besar supaya K le ih e ar ( 4. E kecil, katalisator : kadar Pt Rh (10%) NO sudah terurai menjad N2 + O2, pada T lebih besar sehinggga harus membekukan kesetimbangan. Caranya : it r kan menja i )

Kelompok 2 (e, f, g) Segi termodinamika 1. O2 besar 2. eak i o o kecil k le ih e ar ( le ih kecil ama en an ) 3. P besar yang digunakan untuk reaksi o dan g : menguntungkan Segi Kinetika 1. Reaksi exo : T besar supaya k lebih besar : ternyata k lebih besar cukup pada T kamar ( NO2 22 NO2 NO NO2 tidak terjadi)

Kesimpulan : Kelompok 1 1. O2 lebih besar 2. P lebih kecil atau sama dengan 1 atm 3. 2 2 Kelompok 2 1. O2 besar 2. P besar (100 psig) 3. le ih kecil ata ama en an

- Ternyata T dan P bertentangan - Perlu dipecah menjadi 2 kelompok (prosesnya) - Ada 3 alternatif a. Kelompok 1: tekanan rendah ( P normal) Kelompok 2: tekanan tinggi (P lebih besar) b. Kelompok 1 dan 2: tekanan sama: 1 atm (rendah) P lebih kecil Kelompok 1 dan 2: tekanan sama : 100 psig (tinggi) P lebih besar

Dari ketiga alternatif ini maka : Keadaan a : gas mengandung NO dan H2O sehingga bersifat sangat korosif dan mengakibatkan kompresor cepat rusak Keadaan b : untuk kelompok 2 bila p lebih kecil maka dibutuhkan ruangan yang sangat besar (tidak ekonomis) Keadaan c : ini paling menguntungkan dilaksanakan pada P = 100 psig, kelompok 1 dirugikan, tetapi secara keseluruhan menguntungkan karena biaya investasi kecil, alat-alat kecil dan hasil lebih baik. Reaksi a) sangat cepat, hasil segera diinginkan, disini dibutuhkan kecepatan alir besar.