Anda di halaman 1dari 3

o

PENERIMAAN YANG MENURUT SAK MERUPAKAN PENGHASILAN TETAPI MENURUT UNDANG-UNDANG PPh BUKAN OBYEK PPh. Contoh : Dividen yang diterima oleh PT sebagai WP DN, BUMN, BUMD serta Koperasi, dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan/berkedudukan di Indonesia dengan syarat tertentu.

PENERIMAAN YANG MENURUT SAK BUKAN MERUPAKAN PENGHASILAN TETAPI MENURUT UNDANG-UNDANG PPh MERUPAKAN OBYEK PPh. Contoh : Penerimaan hibah/bantuan dari pihak-pihak yang ada hubungan istimewa.

PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL Catatan : Wajib Pajak Tetap Berkewajiban melampirkan Laporan Keuangandalam penyampaian SPT Tahunan PPh. BEDA TETAP BIAYA

PENGELUARAN YANG MENURUT SAK MERUPAKAN BEBAN TETAPI MENURUT UNDANG-UNDANG PPh TIDAK BOLEH DIKURANGKAN DARI PENGHASILAN BRUTO Contoh : Pasal 9 UU PPh YANG DIKENAKAN PPh FINAL BEDA TETAP YANG MURNI

BIAYA UNTUK MENDAPATKAN, MENAGIH DAN MEMELIHARA PENGHASILAN YANG BUKAN MERUPAKAN OBJEK PAJAK. BIAYA UNTUK MENDAPATKAN, MENAGIH DAN MEMELIHARA PENGHASILAN YANG DIKENAKAN PPh FINAL Catatan : Bagi wajib pajak yang memperoleh penghasilan yang bukan merupakan objek pajak atau penghasilan yang dikenakan PPh Final dan penghasilan yang dikenakan PPh tarif pasal 17 wajib memisahkan biaya langsung. Untuk biaya tidak langsung harus dialokasikan secara proporsional berdasarkan penghasilan bruto.

PENGGANTIAN/IMBALAN SEHUBUNGAN DENGAN PEKERJAAN/JASA YANG DIBERIKAN DALAM BENTUK NATURA/KENIKMATAN, KECUALI PENYEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN UNTUK SELURUH PEGAWAI DAN KENIKMATAN DI DAERAH TERTENTU DAN YANG BERKAITAN DENGAN PELAKSANAAN PEKERJAAN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI KEUANGAN.

o o o o

BANTUAN/SUMBANGAN SANKSI ADMINISTRASI PERPAJAKAN KERUGIAN USAHA DARI LUAR NEGERI RUGI KARENA PENJUALAN/PENGALIHAN AKTIVA DAN/ATAU HAK YANG DIMILIKI YANG TIDAK DIPERGUNAKAN DALAM KEGIATAN USAHA DALAM RANGKA MENDAPATKAN, MENAGIH, DAN MEMELIHARA PENGHASILAN.

PPh PASAL 26 YANG DITANGGUNG OLEH PEMBERI PENGHASILAN, KECUALI DALAM MENGHITUNGNYA MENGGUNAKAN METODE GROSS UP. (PPh 26 ATAS DIVIDEN TIDAK BOLEH DENGAN METODE GROSS UP)

BEDA TETAP YANG DISEBABKAN TIDAK DIPENUHI SYARAT-SYARAT KHUSUS


o

BIAYA PERJALANAN Biaya perjalanan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya perjalanan pegawai perusahaan untuk kepentingan perusahaan yang dilengkapi dengan bukti-bukti sah, misal : surat tugas, tiket, kuitansi hotelatau bukti pembayaran ke Biro Perjalanan.

BIAYA PROMOSI Biaya promosi yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya promosi yang didukung bukti pemasangan/pemuatan iklan, pembuatan barang-barang promosi dll. Biaya promosi harus dibedakan dengan sumbangan.

BIAYA ENTERTAINMENT Biaya entertainment yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya entertainment yang benar-benar dikeluarkan (FORMAL) ada hubungannya dengan kegiatan usaha wajib pajak dan dibuatkan daftar nominatif (dilampirkan di SPT Tahunan PPh) Isi Daftar Nominatif meliputi : Nomor urut, Tanggal, Nama, Tempat, Alamat, Jenis dan Jumlah Entertainment yang diberikan, serta Nama, Posisi, Nama Perusahaan, dan Jenis Usaha Relasi yang di entertain.

BIAYA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Biaya penelitian dan pengembangan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah hanya biaya penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia.

KERUGIAN PIUTANG Selain Bank dan SGU, Piutang yang dapat dihapuskan adalah piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dan dibuatkan daftar nominatif (dilampirkan di SPT Tahunan PPh) BEDA TETAP YANG DISEBABKAN PRAKTIK-PRAKTIK AKUNTANSI YANG TIDAK SEHAT Baik menurut SAK maupun Undang-Undang PPh tidak mengakuinya sebagai beban.

Keperluan pribadi pemilik atau pemegang saham dan keluarganya yang dibayar perusahaan dan dibukukan sebagai beban usaha. Keperluan pribadi pegawai perusahaan yang dibayar perusahaan dan dibukukan sebagai beban usaha. BEDA WAKTU MERUPAKAN PERBEDAAN PEMBEBANAN BIAYA TIAP-TIAP TAHUN BUKU/TAHUN PAJAK KARENA PERBEDAAN METODA YANG DIGUNAKAN, TETAPI SECARA KESELURUHAN JUMLAH YANG DIBEBANKAN SEBAGAI BIAYA ADALAH SAMA. Contoh :

1. Penyusutan/Amortisasi

2. Penilaian Persediaan 3. Penyisihan Kerugian Piutang, kecuali untuk Bank dan Sewa Guna Usaha dengan Hak Opsi, Cadangan Untuk Usaha Asuransi, Cadangan pembangunan sarana/prasarana untuk yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan; serta Cadangan Biaya Reklamasi untuk Usaha Pertambangan 4. Laba Rugi selisih Kurs 5. Laba Rugi atas Penilaian Efek 6. Laba Rugi atas Penyertaan Saham http://bloglinda92.wordpress.com/2011/10/31/beda-tetap-permanent-difference-beda-waktutemporary-difference/

Anda mungkin juga menyukai