Anda di halaman 1dari 81

1

Jadwal Pemeliharaan Bulanan Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi


No 1 2 3 4 5 KOMPONEN / PERAWATAN Tinggi pemukaan minyak Bushing Tangki radiator Pemadam kebakaran Pengukuran beban CARA PELAKSANAAN Periksa tinggi permukaan minyak pada indikator tangki Periksa apakah ada yang retak pecah, dan kebocoran minyak Periksa apakah ada suara-suaratidak normal, kebocoran minyak Periksa alat pemadam kebakaran seperti botol-botol BCF, dan lain lain, masih baik / berfungsi atau tidak Ukuran arus dan tegangan sekunder, ukur arus primer dengan tang amper meter.
2

Jadwal Pemeliharaan Bulanan


Dilaksanakan dalam keadaan tidak bertegangan
No 1 2 3 4 5 6 7 8 KOMPONEN / PERAWATAN Tinggi permukaan minyak Bushing Tangki Radiator Pemadam Kebakaran Arrester Spark Gap Pentanahan Terminal Uatama CARA PELAKSANAAN Periksa tinggi permukaan minyak pada indikator tangki Periksa apakah ada yang retak pecah, kotor dankebocoran minyak Periksa apakah ada suara-suara tidak normal, kebocoran minyak Periksa alat pemadam kebakaran seperti botol-botol BCF, CO2 dan lain lain masih baik / berfungsi atau tidak Periksa dan bersihkan apakah kondisinya masih baik atau tidak Periksa apakah jaraknya masih memenuhi syarat Periksa semua baut penghubung bila ada yang kendur kencangkan, ukur tahanan pentahannya Periksa apakah ada baut yang kendor kencangkan

Minyak Trafo

10 11

Tahanan Isolasi Tempat Kedudukan Transformator

Ambil contoh dan periksa ke laboraturium : warnanya kotoran kadar air, kekentalan (viskositas) yang terkandung dalam minyak Periksa tahanan isolasi antara belitan, belitan dengan tanah Periksa pondasinya apakah ada keretakan 3 Periksa rangka / penyangga

Jadwal Pemeliharaan Bulanan


Dilaksanakan dalam keadaan beroperasi
No KOMPONEN / PERAWATAN CARA PELAKSANAAN

Kawat Penghantar

o o o
o o o o o o o o o o

Bebaskan kawat penghantar deri tegangan Pasang peralatan grounding pada kawat tersebut Periksa kondisi kawat
Bersihkan kawat dari benda asing Pasang repair slove atau armor-grip apabila ada kawat yang rusak Periksa andongan kawat Periksa ikatan kawat pada isolatorPeriksa klem sambungan baut bautnya Periksa jarak aman dari penghantar sesuai aturan / ketentuan Bersihkan dari debu dan kotoran yang menempel pada isolator Periksa apakah ada yang cacat atau pecahLakukan penggantian untuk isolator yang rusak Kencangkan baut baut penguatnya dsb Periksa posisi tiangUntuk tiang besi bila catnya rusak di cat kembali Ganti apabila tiang mulai keroposPasang schoor apabila posisi tiang miring akibat tarikan kawat dan sebagainya

Isolator

Tiang

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BEBAS TEGANGAN


Pemeliharaan dengan metoda PDKB memang

belum dimungkinkan. Instalasi dilengkapi dengan sistem cadangan Jaringan yg akan dipelihara secara ekonomis tidak terlalu mengguntungkan dan secara sosial tidak berdampak negatif. SDM dan sarana yg diperlukan untuk pemeliharaan dengan PDKB belum tersedia.

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BEBAS TEGANGAN


Keuntungannya Terjadinya kecelakaan terhadap sentuhan tegangan listrik dapat dihindarkan. Pekerjaan dimungkinkan dapat dilaksanakan dengan kondisi cuaca hujan. Peralatan kerja, alat bantu kerja dan peralatan K3 harganya lebih murah. Beaya pekerjaan pemeliharaan lebih murah. Kerugiaannya Akibat pemadaman berarti energi tidak tersalurkan / terjual menjadi lebih besar sebanding dengan lamanya pekerjaan
6

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BEBAS TEGANGAN


Ketentuan bekerja pada keadaan tidak bertegangan

Pelaksana pekerjaan harus mempunyai kompetensi yang dibutuhkan Petugas untuk pembebasan tegangan harus mempunyai surat tugas dari atasan yang berwenang Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus bebas dari tegangan Sarana pemutusan sirkit dipasang rambu peringatan Melaksanakan pemeriksaan tegangan untuk memastikan keadaan bebas tegangan Perlengkapan listrik yang dikerjakan harus dibumikan secara baik Mengunci peralatan yang mungkin dapat dimasukkan / dikeluarkan Bagian perlengkapan yang telah dibebaskan dari tegangan dan akan dibuang sisa muatan listriknya, harus diperiksa secara teliti .

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN ( PDKB )


Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi ( TR / TM ) yang dilaksanakan dimana obyeknya dalam keadaan aktip bekerja atau bertegangan Contoh : Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi Pengukuran beban dan tegangan gardu

PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN ( PDKB ) Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan
Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang dibutuhkan Memiliki surat ijin kerja Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam

keadaan mabuk Saat bekerja harus berdiri pada tempat yang berisolasi dan andal Mempergunakan perkakas yang berisolasi dan andal Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan dengan tangan telanjang Keadaan cuaca tidak mendung / hujan Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan, lembab dan sangat panas

TEGANGAN ( antara fasa dan bumi ) DALAM KV 1 12 20 70 150 220 500

JARAK MINIMUM AMAN KERJA DALAM cm 50 60 75 100 125 160 300


10

PELAPORAN PADA PEKERJAAN PEMELIHARAAN


Fungsi pelaporan
Menilai unjuk kerja jaringan, ranting / rayon dst. Mengetahui kondisi jaringan / gardu. Menentukan tindakan untuk memperbaiki kwalitas dan keandalan

jaringan. Memperkirakan kebutuhan material dan biaya pemeliharaan.

11

PELAPORAN PADA PEKERJAAN PEMELIHARAAN


Kejadian yang perlu dilaporkan
Pemadaman Karena gangguan atau direncanakan. Jumlah pelanggan yang padam. Sebab pemadaman. Kwh yang tak tersalurkan. Pemakaian material untuk mengatasi gangguan.
Prosedur pengamanan dalam pekerjaan pada instalasi

tegangan tinggi. Pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Pengoperasian kembali.


12

Pemasangan / Pemeliharaan saluran udara


Tiang miring dan penguatnya.

Travers
Isolator (retak). Kawat pengikat dan klem penjepit. Kawat / konduktor. Andongan dan jarak aman konduktor. Pengujian tahanan isolasi saluran.

13

Teknik pengangkatan dan pengangkutan tiang

14

Menaruh tiang di kendaraan/Truk

15

Cara pemindahan tiang

16

Cara peletakan tiang

17

Penggalian lubang tiang


2 x diameter tiang

1 / 6 panjang tiang

Kemiringan 45

18

Cara penggantian tiang

LUBANG GALIAN

19

Cara mendirikan tiang dengan tenaga orang

20

Cara mendirikan tiang dengan tenaga orang

21

Cara mendirikan tiang baru menggunakan Crane-hidraulic

22

Menguatkan pondasi tiang

23

24

25

26

Pemeliharaan / penggantian kawat Alasan pemeliharaan. Lendutan / andongan / saging kawat melebihi batas maksimalnya. Kawat diganti (diperbesar ukuranya). Kawat rantas/putus.

27

Andongan :
Jarak antara posisi terendah dari kawat yang
terbentang dengan posisi dimana kawat tersebut ditopang / disangga, digantungkan oleh tiang . Dipengaruhi oleh: Bahan kawat.

Ukuran kawat.
Suhu sekitar. Lebar gawang.
28

Kuat tarik kawat


Tarikan pada kawat yang diijinkan antara 10 s/d 60% dari ultimate tensile strength . Kuat tarik pada kawat jangan melebihi beban kerja tiang. Kuat tarik pada saat penarikan kawat dipengaruhi oleh : bahan kawat, ukuran kawat, suhu sekitardan lebar gawang. Kuat tarik pada kawat dapat diukur dengan menggunakan dinamo meter .

29

Jarak aman
Jarak minimum yang diperbolehkan antara bertegangan dengan jaring lain atau benda lain. jaring

JARAK AMAN UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH DAN TEGANGAN RENDAH MINIMUM DALAM SATUAN METER NO RUANG BEBAS UDARA 400 V 20 K V

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
30

Hantaran udara menyeberang jalan ka Hentaran udara menyeberang jalan raya Hantaran udara ketanah (lapangan) Hantaran udara ujung pohon Hantaran udara sepanjang jalan raya Hantaran udara sepanjang jalan kota Hantaran udara ke kawat telepon Hantaran ke kabel Hantaran ke jtr (sutr) Hantaran ke sekur

8,23 5,48 4,56 1 4,56 5,48 1,20 0,60 0,60 0,60

8,54 6,09 6,09 2,5 6,09 6,09 1,80 1,20 1,20 1,20

Penegangan kawat
Kawat yang digunakan : bahannya,

penampangnya, modulus kenyalnya, kuat tariknya dan koefisien muai panjangnya. Jarak rentangan. Suhu keliling saat penegangan. Tekanan angin saat penegangan.

31

Cara penggelaran dan penarikan kawat ( stringing )

Gunakan perkakas kerja dan peralatan K3 sesuai kebutuhan. Tiang sudah terpasang kuat. Traverse sudah terpasang kuat. Isolator terpasang pada travers. Semua tiang (tiang terminal, sudut dan afspannya) harus memakai schoor sebelum menggela Minimal 2 arm rollers pada tiang-tiang pada waktu penggelaran penarikan.
32

Pada waktu menggelar diharuskan agar kawat ditarik dari bagian tengah tiang afspan. Agar posisi traverse tidak mudah berubah sehingga kawat hanya dipotong menurut panjang yang diperlukan. Penarikan kedua kawat pinggir harus dilaksanakan bersama dan balance running blocks atau rollers selalu dipakai sampai pada waktu kawat-kawat diberi tensi dan lendutan tertent Harus menyediakan tenaga yang cukup untuk kontrol kecepatan putar dari drum kabel
33

34

Penegangan kawat ( Saging )

Mula-mula 2 ( dua ) penghantar bagian luar atau bila memungkinkan semua penghantar ditarik bersama-sama supaya seimbang dengan menggunakan takel oleh seorang petugas yang berada pada salah satu ujung kawat. Seorang petugas memeriksa dengan menggunakan papan bidik lendutan

35

Petugas pemeriksa lendutan memberikan kode kepada petugas penegangan dengan menggunakan bendera .

36

37

TABEL S A G MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR) YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181 EXPANSION COEF. PER C = 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5 CROSS SECTION (sqmm) = 65,82

TEMP.(C) Wc. (daN/m) ST.(daN/mm2) SPAN (m)

: : :

10 0.492

15

20

22

24

26

28

30

32

34

60

7 SAG ( mm) 135 182 234 292 355 422 495 571 652 736 825 917 1012 44 60 79 99 123 149 177 207 241 276 314 355 398 49 66 87 109 135 163 194 228 264 303 344 388 435 51 69 90 114 141 170 202 237 274 315 358 403 451 53 72 94 119 147 177 211 247 286 328 372 419 469 55 75 98 124 153 185 220 257 298 341 387 436 488 58 79 103 130 160 194 230 269 311 356 404 454 508 61 83 108 137 168 203 240 281 325 372 421 474 529 64 87 114 143 176 213 252 295 340 389 440 495 552 68 92 120 151 186 224 265 309 357 407 460 517 576 187 239 295 354 416 482 550 622 696 772 851 932 1016

30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90

38

TABEL HORIZONTAL PULL MV 150 AAAC (BARE CONDUCTOR) YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 406 EXPANSION COEF. PER C = 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 15,8 CROSS SECTION (sqmm) = 147,1
TEMP.(C) Wc. (daN/m) ST.(daN/mm2) SPAN (m) : : : 10 0.679 7 HORIZONTAL PULL (daN) 950 956 962 969 977 965 993 1002 1011 1021 1030 1040 1050 1060 1070 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 1030 934 935 935 936 936 37 937 938 939 939 940 941 942 943 944 896 897 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 909 910 856 859 860 861 862 863 864 866 867 869 870 872 873 875 877 820 821 822 824 825 827 828 830 832 834 836 833 840 842 844 783 784 785 787 789 790 792 795 797 799 802 804 807 809 812 745 746 748 750 752 755 750 760 762 765 768 771 774 777 781 707 709 711 714 716 719 722 725 728 732 735 739 742 746 750 670 672 675 678 681 684 688 691 695 699 703 707 711 716 720 244 260 275 290 304 318 331 344 357 369 381 393 404 415 426 15 20 22 24 26 28 30 32 34 60

39

30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95 100

TABEL HORIZONTAL PULL MV 70 AAAC (BARE CONDUCTOR) YOUNG MODULUS (daN/mm2) = 5700 SPECIFIC WEIGNT (daN/m) = 181 EXPANSION COEF. PER C = 000023 DIAMETER OF COND (mm) = 10,5 CROSS SECTION (sqmm) = 65,82
TEMP.(C) Wc. (daN/m) ST.(daN/mm2) SPAN (m) : : : 10 0.492 7 HORIZONTAL PULL (daN) 436 442 448 455 462 469 477 485 493 500 508 517 525 461 461 461 461 461 461 461 461 461 461 461 461 461 418 418 418 419 419 419 419 420 420 420 421 421 421 401 401 402 402 402 403 403 403 404 404 405 405 406 684 384 385 385 386 386 387 387 388 389 389 390 391 367 368 368 369 369 370 371 371 372 373 374 375 376 350 351 351 352 353 354 355 355 356 358 359 360 361 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 344 345 346 316 317 318 319 320 322 323 324 326 327 329 330 332 300 301 302 303 305 306 308 309 311 313 314 316 318 109 116 123 129 136 142 148 154 159 165 170 175 180 15 20 22 24 26 28 30 32 34 60

30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90
40

Pemeliharaan / Penggantian Kabel Saluran Udara

Alasan Pemeliharaan / perbaikan :

Kabel rusak / putus. Kabel Terkelupas. Andongan rendah karena tiang miring. Traves/Bracket patah. Brakcket lepas. Klem penjepit kabel rusak.

41

Kabel digantung pada roll, ditarik dari haspelnya dan ujung kabel diikatkan pada strain-clamp

42

Kabel ditegangkan, pangkal kabel diikatkan pada strain-clamp, kabel diikatkan pada suspension-clamp

43

44

45

PEMASANGAN KABEL TANAH Penentuan jalan lintasan kabel


Kabel sebaiknya ditanam pada tanah umum (Negara) dibawah trotoar, berm jalan atau melintang jalan raya

Arah belokan kabel adalah sekurang kurangnya 15 kali diameter kabel bagian luar Bilamana kabel tersebut merupakan kabel 3 x 1 core, diameter gabungannya adalah sebagi ukuran yang dijadikan patokan
46

PEMASANGAN KABEL TANAH

Pekerjaan galian

1,00 m dibawah trotoir jalan orang. 1,10 m dibawah jalan kendaraan .

Untuk kedalaman batas antara 30 - 60 cm ditambahkan perlindungan mekanis buis beton.


Untuk kedalaman kurang dari 30 cm di buatkan ducting dan ditutup dengan rapat beton bertulang atau besi UNP 12, UNP 14 .

47

PEMASANGAN KABEL TANAH

Beton buis
48

Ducting kabel

PEMASANGAN KABEL TANAH Lebar galian . Sekurang kurangnya harus 0.40 m namun lebar sebenarnya harus disesuaikan dengan banyaknya kabel yang akan diletakan didalam galian seperti dinyatakan berikut ini .

Jumlah kabel 1.& 2 3 4 5 6 n


49

Lebar galian 0.4 m 0.6 m 0.8 m 1m 1.2 m n

PEMASANGAN KABEL TANAH

Pembuatan Lubang / Trase Galian


Jalan-jalan utama dilakukan dengan mengebor. Jalan-jalan kecil dilakukan dengan menggali .

50

Keadaan keadaan khusus saat pekerjaan galian Apabila ditemukan kabel-kabel atau sambungannya ( kotak sambung / junction box)
Pindahkan / letakkan kabel-kabel itu pada bagia sisi galian.
Memindahkan dan menopang kabel harus kuat agarbila

tertekan bagian alat-alat sambungan kabel itu tidak akan lepas / copot. Kotak-kotak sambung ( junction box ) diangkat dengan sangat hati-hati dan segera ditopang. Selama berlangsungnya pekerjaan, kotak-kotak sambung (junction box) tidak boleh sampai itu tergoncang. Apabila bagian itu diurug kembali, maka kabel-kabel itu berikut peralatannya ditempatkan kembali pada kedudukan semula.
51

Keadaan keadaan khusus saat pekerjaan galian harus lewat dibawah jaringan pipa yang ada dengan jarak kurang 20 cm, kabel harus diletakkan turun sedikit secara miring sehingga kabelnya tidak melengkung malampaui batas yang ditentukan (bending radiusnya).

52

Jalan masuk ke bangunan-bangunan, toko-toko dan garasi harus tetap disediakan lintasan

53

Crossing jalan raya


Kabel harus melintasi / menyebrangi jalan

secara tegak lurus dengan garis tengah jalan . Pelaksaanaan pekerjaan crossing jalan agar didahulukan untuk menghindari kabel terlalu lama diluar galian. Lubang galian harus terdiri dari bagian-bagian (tiga bagian untuk badan jalan yang lebar) yang satu sama lain dibatasi oleh satu atau dua blok tanah asal yang harus disisakan untuk referensi permukaan badan jalan dan mempertahankan daya tahan mekanis terhadap tekanan akibat lalu lintas.
54

55

Perlindungan terhadap kabel


Pada lintasan lintasan penyeberangan jalan kabel

akan dilindungi dengan PVC jenis AW tebal 6 mm berdiameter dalam 15 cm.


Pada jalan yang akan dilalui kendaraan berat pipa-

pipa itu harus diamankan dengan adukan beton .


Pipa pipa disusun secara teratur satu atau dua

deretan bertingkat.
Kabel-kabel

yang sudah digelar ditutup menggunakan pipa paruhan berdiameter dalam 15 cm didempetkan dan diikat dengan kawat besi dan dilapisi beton.

56

Pipa-pipa pelindung harus dilebihkan panjangnya melebihi badan jalan paling tidak 50 cm, tetapi pipa itu harus berakhir pada trotoir apabila arah kabel itu akan membelok setelah menyebrangi jalan . Ujung-ujung pipa cadangan harus ditutup dengan penyumbat terbuat dari beton tipis. Pada setiap pipa harus ada tangkai besi yang di galvanisir, bergaris tengah 6 mm untuk memudahkan penarikan kabel.
57

Lintasan diatas kali / sungai Untuk lebar kali kurang dari 6 m


Lintasan kabel harus terpasang dengan jarak

minimum 40 cm diatas permukaan air maximum.


Bila kedalaman kali kurang dari 1 m tidak

diperkenankan membuat lintasan diatasnya, lintasan harus dilaksanakan di bawah tanah.


Kabel harus dipasangkan pada besi kanal UNP

10 sesuai diameter kabel dengan ikatan las, kemudian dibelitkan kawat berduri .
58

Lintasan diatas kali / sungai Untuk lebar kali lebih dari 6 m


Dibuat jembatan konstruksi dengan syarat syarat teknis sebagai berikut :
1. Perlu di perhatikan letak sambungan dari konstruksi

baja sebaiknya terletak pada 1/5 L (L = panjang bentang)


2. Perlu diperhatikan letak dari tiang penyangga ditengah

sungai harus kuat


3. Lintasan jembatan sekurangkurangnya 1 m diatas

permukaan air maksimum


4. Pedoman dan peraturan pelaksanaan pekerjaan
59

5. Pekerjaan dilaksanakan sesuai bestek dan lampiran lampirannya serta ketentuan ketentuan yang berlaku anatara lain standar konstruksi PLN PBI 55 dan ketentuan PEMDA setempat. 6. Seluruh rancangan konstruksi jembatan didisain minimal untuk 4 kabel core 240 mm2 kekuatan ini dicantumkan diprasasti yang ditempelkan di pondasi jembatan sehingga memudahkan petugas / perencana 60 jaringan listrik.

Tiang penyangga ditengah sungai agar memenuhi hal-hal dibawah ini


Konstruksi kuat dan hemat. Kondisi tanah pada lokasi tiang akan dipancang cukup baik sehingga tiang kokoh . Tidak menghambat kotoran (sampah) yang mengalir bersama air. Tidak ada aliran air arus yang deras. Usahakan letaknya sejajar dengan tiang jembatan yang ada telah di sisi hilir.

61

62

Pengangkutan dan penanganan rol / haspel

Untuk pengangkut jumlah kabel lebih dari satu haspel dari gudang PLN ke gudang proyek pada periode waktu bersamaan harus dengan truk dalam keadaan terikat dan diberi ganjal untuk menghindari kabel menggelinding, jika truk harus menggunakan forklift atau dengan kran truk untuk hal tersebut ini harus memakai besi penyangga untuk menghindari kerusakan haspel .

Cara pengangkutan lain adalah dengan menggunakan trailer kabel yang dapat dimanfaatkan sekaligus untuk penggelaran.

63

64

Kabel akan diangkut haspelnya harus dalam keadaan baik. Untuk panjang kabel kurang dari 25 m dapat diangkut tanpa haspel dalam hal ini kabel di bentuk menyerupai koil dengan radius minimum 2 m. Dilarang menjatuhkan kabel dari atas truk. Peletakan haspel / trriler tidak diperkenankan mengganggu kelancaran arus lalu lintas pemakai jalan .

65

Cara penggelaran kabel tegangan menengah


Periksa keadaan sepanjang galian, kedalaman galian harus

66

sesuai dengan rencana kebutuhan kabel yang akan ditanam Periksa peralatan kerja yang disediakan Penggelaran kabel dilarang dimulai sebelum peralatan kerja lengkap dan tenaga kerja yang diperlukan siap. Termasuk tersedianya sarana penunjang lain Cara perlakuan penggelaran kabel tegangan menengah untuk 3 core atau 1 core pada dasarnya sama dan dilakukan setelah galian kabel mencapai 1 haspel Khusus untuk kabel jenis single core dan three single core tanpa amour harus lebih hati-hati karena tidak dilengkapi perisai baja bilamana kena goresan atau benturan mudah sekali terluka Pada konstruksi / pengelaran 1 core pada saat manual 4 m harus dilaksanakan transposisi (twisted)

Penandaan kabel
Setiap kabel tergelar harus ditempelkan / ikatkan

tanda identifikasi Pemberian nama ini melalui timah lebel yang dipasang pada kabel yang mencantumkan nama penyulang bulan tahun penggelaran nama kontraktor

67

Pekerjaan Galian Setelah Penggelaran Kabel


Posisi kabel di dalam galian pada umumnya kabel

itu digelar diatas lapisan pasir selurus-lurusnya. Disarankan untuk penyambungan agar panjang kabel itu dilebihkan antara 0,5 s/d 1 m.

68

69

Batu Pengaman
Batu pengaman adalah batu peringatan dengan

ukuran 450 x 300 x 40 mm dengan kekuatan lentur 150 kg/cm2. Batu batu bertanda peringatan dipasang / diletakan berderetan diatas lapisan pasir 10 cm diatas kabel. Tujuan pemasangan batu pengaman adalah untuk memberikan tanda bahwa di bawah batu pengaman tersebut terpasang kabel listrik, agar bagi pihak lain tidak mengganggunya.
70

Pengurugan kembali
Pengurugan kembali diatas kabel di daerah tanah

keras mengandung batu-batuan kabel harus ditutup lapisan pasir setebal 10 cm, Pada tanah merah atau berpasir tidak mengandung batu-batuan setidak-tidaknaya untuk ketinggian 40 cm diatas kabel tidak diperlukan tambahan pasir urug baru Pengurugan kembali diatas batu pengaman dilaksanakan bertahap setiap setebal kira-kira 20 cm dengan bagian-bagian awal, tanah galian yang baik Pada tanah lempung lapisan tanah lempung terakhir sekurang-kurangnya 10 cm dibawah permukaan tanah biasa pengurugan kembali menggunakan batubatuan reruntuhan puing 71

Bagian atas dari galian yang diurug kembali itu harus menonjol lebih tinggi 5 cm dari permukaan tanah. Bahan bahan yang berlebihan harus disingkirkan segera setelah pengurugan kembali . Lokasi pekerjaan harus dibersihkan selamba-lambatnya 1 hari setelah pekerjaan penguruganselesai . Permukaan jalan harus diperbaiki sesuai dengan spesifikasi ketentuan dan peraturan yang berlaku.
72

Patok Peringatan
Untuk

kawasan pemukiman yang padat sepanjang lintasan kabel, pada trotoir jalan dengan jarak setiap 100 meter harus dipsang tanda peringatan terbuat dari bahan beton, ditanamkan dengan ketinggian sama dengan trotoir jalan. Untuk daerah urban/masih berkembang dipasang patok dengan ketinggian 20 cm diatas muka tanah

73

Pemasangan Jointing
Adalah menyambung kabel dengan tipe atau

jenis kabel yang sama atau tidak sama, yang


diharapkan kemampuan sambungan tersebut

mempunyai kekuatan baik elektrik maupun


mekanik tidak berbeda dengan kondisi kabel yang masih utuh.

74

Alasan pemasangan jointing


Panjang maksimal kabel yang tersedia

tidak cukup untuk salurab yang diperlukan. Kerusakam kabel akibat gangguan operasi.

75

Jenis material jointing


Jenis pita, yaitu material dibuat seperti pita,

duimana untuk pemasangannya harus dililitkan Jenis selongsong ciut panas, yaitu material dibuat dengan bentuk selongsong dari bahan thermo plastik dengan ukuran diameter yang lebih besar dari pada ukuran diameter kabel, tetapi dengan dipanaskan selongsong akan menciut sampai merapat pada kabel. Premoulded, yaitu jointing dibuat dalam bentuk jadi, pengerjaannya yang terustama adalah penyambungan inti kabel saja.
76

Pemasangan Terminating
Untuk mencegah
Terjadinya rambatan listrik dari inti kabel

yang bertegangan ke bagian lapisan semikonduktor dan lapisan metalik yang

dihubungkan ke pentanahan.
Timbulnya stress antara inti kabel dengan

sistem pentanahan dan inti yang lain, yang


77

berakibat terjadi loncatan listrik (Flash-Over) .

Jenis terminasi berdasarkan cara pengerjaannya


Ciut panas

Ciut dingin
Premoulded

78

Ketentuan Pemasangan Jointing dan Terminating


Ada 2 ( dua ) tahapan penting .

Tahapan persiapan kabel .


Tahapan pemasangan material jointing dan

termninating . Ketentuan umum . Ketentuan khusus .

79

Ketentuan umum
Menjaga kebersihan kabel .

Mencegah terjadinya kecelakaan pada

orang karena benda tajam dan api.

80

Ketentuan khusus
Mengikuti

sepenuhnya petunjuk dari pabrikan jointing / terminating Menggunakan api dari gas elpiji, harus hati-hati pengaturan panasnya

81