Anda di halaman 1dari 12

PERMASALAHAN YANG DIALAMI PADA USIA REMAJA

Disusun

Riyanti Octaviani Nainggolan 06111001012

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur, saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat anugerahNya saya dapat membuat makalah ini. Saya berharap makalah ini dapat memberikan suatu dampak positif. Melihat hal-hal yang terjadi di sekitar kita akhir-akhir ini, dimana remaja adalah masa peralihan dari kanak kanak menuji dewasa. Pada masa remaja terjadi permasalahan inilah yang berdampak negatif pada remaja. Di sini saya akan membahas tentang Permasalahan Permasalahan yang Dialami pada usia Remaja. Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lengkap dan mendetail mengenai remaja dan prmasalahannya. Mengenai betapa pentingnya, tujuan dan hasil-hasil yang akan kita dapatkan dari pembuatan makalah ini. Semoga setiap kata dan tulisan yang ada dalam makalah ini dapat memberi kontribusi yang nyata untuk membawa kehidupan kita bersama ke arah yang lebih baik.

Inderalaya, 1 Juni 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata pengantar................................................................................................................... i Daftar Isi........................................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.......................................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Permasalahan Remaja............................................................................................. 3 2.2 Fakta Permasalahan yang Pada Umumnya Terjadi Pada Usia Remaja.............................. 5 2.3 Cara Mengatasi Permasalahan Remaja.................................................................... 6 2.4 Cara Mengatasi Permasalahan Khususnya Remaja............................................................ 7

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan......................................................................................................................... 8 3.2 Saran.................................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 9

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Remaja adalah waktu manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja adalah masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga. Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu tak lain adalah persiapan mengemban tugas pembangungan pada masa yang akan datang, masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa. Disatu pihak remaja berusaha berlomba - lomba dan bersaing dalam menimba ilmu, tetapi dilain pihak remaja berusaha menghancurkan nilai nilai moralnya sebagai manusia. Hal ini sangat memprihatinkan bagi kita semua. Memang tingkah laku mereka hanyalah merupakan masalah kenakalan remaja, tetapu lama-kelamaan menuju suatu tindakan kriminalitas yang sangat meresahkan.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan pokok

yang akan diteliti dan dianalisis oleh penulis dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Apa saja permasalahan yang dialami pada usia remaja? 2. Bagaimana mengatasi permasalahan pada usia remaja? 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup dalam makalah ini akan menguraikan tentang permasalahan yang dihadapi pada usia remaja dan bagaimana mengatasinya. 1.4 Manfaat dan Tujuan Adapun manfaat dari penulisan ini adalah untuk membantu penulis dan semua pihak untuk memahami mengenai beberapa hal, antara lain : 1. Memberikan sumbangan pemikiran dalam usaha pengembangan ilmu di bidang pendidikan tentang permasalahan yang dialami pada usia remaja. 2. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya para mahasiswa tentang cara mengatasi permasalan pada usia remaja. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk membantu penulis dan semua pihak untuk memahami mengenai beberapa hal, antara lain : 1. Mengetahui permasalahan yang dialami pada usia remaja. 2. Mengetahui cara cara mengatasi permasalahan yang dihadapi remaja.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Permasalahan Remaja Pada umunya masalah remaja ini dilakukan oleh anak yang berumur antara 12-21 tahun. Masa remaja merupakan masa dimana sedang beralihnya masa anak anak menuju masa kedewasaan. Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan dalam mencari jati diri mereka sebenarnya. Adapun masalah yang dihadapi remaja masa kini antara lain : a. Kebutuhan akan figur teladan Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat nasihat bagus yang tinggal hanya kata kata indah. b. Sikap apatis Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang bersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya. c. Kecemasan dan kurangnya harga diri Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk pelarian (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya). d. Ketidakmampuan untuk terlibat Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.

e. Perasaan tidak berdaya Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari jalan pintas, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah. f. Pemujaan akan pengalaman sebagian besar tindakan tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang pengalaman.

Masalah yang dihadapi remaja akan memberikan bentuk perbuatan dari permasalahan tersebut. Adapun bentuk bentuk dari perbuatan yang anti sosial antara lain : a. Anak anak muda yang berasal dari golongan orang kaya yang biasanya memakain pakaian yang mewah, hidup hura hura dengan pergi ke diskotik merupakan gaya hidup mewah yang tidak selaras dengan kebiasaan adat timur. b. Di sekolah, misalnya dengan melanggar tata tertib sekolah seperti bolos, terlambat masuk kelas, tidak mengerjakan tugas dan lain sebagainya. c. Ngebut, yaitu mengendarai mobil atau motor ditengah-tengah keramaian kota dengan kecepatan yang melampaui batas maksimum yang dilakukan oleh para pemuda belasan tahun. d. Membentuk kelompok (genk genk) anak muda yang tingkah lakunya sangat menyimpang dengan norma yang berlaku di masyarakat, seperti tawuran antar kelompok.

2.2 Fakta Permasalahan yang Pada Umumnya Terjadi Pada Usia Remaja 1. Seks Bebas

Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan.Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Kelompok remaja yang masuk tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun, dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa.Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah berhubungan seksual. 2. Merokok

Dimasa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing.Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya. 3. Penyalahgunaan Narkoba dan Alkoholisme

Narkoba dan minuman yang mengandung alkohol mempunyai dampak terhadap sistem syaraf manusia yang menimbulkan berbagai perasaan. Sebagian dari narkoba itu meningkatkan gairah, semangat dan keberanian, sebagian lagi menimbulkan perasaan mengantuk, yang lain bisa menyebabkan rasa tenang dan nikmat sehingga bias melupakan segala kesulitan. Oleh karena efek-efek itulah beberapa remaja menyalahgunakan narkoba dan alcohol. Apabila dalam dosis yang berlebihan bias membuat ketergantungan pada remaja yang memakainya. 4. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja adalah perilaku yang dilakukan oleh remaja yang menyimpang dari atau melanggar hukum. Kenakalan remaja ada 4 jenis (Jensen, 1985:417) : 1. Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian, perkosaan, perampokan, pembunuhan, dan lain-lain. 2. Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, dan lain-lain.

3. Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak orang lain: pelacuran, penyalahgunaan obat. Di Indonesia mungkin dapat juga dimasukkan hubungan seks sebelum menikah dalam jenis ini. 4. Kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka dan sebagainya. Pada usia mereka, perilaku-perilaku mereka memang belum melanggar hukum dalam arti yang sesungguhnya karena yang dilanggar adalah status-status dalam lingkungan primer (keluarga) dan sekunder (sekolah) yang memang tidak diatur oleh hukum secara terinci. Akan tetapi, kalau kelak remaja ini dewasa, pelanggaran status ini dapat dilakukannya terhadap atasannya di kantor atau petugas hukum di masyarakat

2.3

Cara Mengatasi Permasalahan Remaja Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar

tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa. Beberapa aturan untuk mengatasi masalah antara orang tua dan remaja perlu dipertimbangkan adalah: 1. Bertanggung jawab atas masalah Anda - untuk membuat penilaian dan menciptakan perbedaan yang menyatakan bagaimana hal tersebut, bukan bagaimana Anda ingin mereka menjadi. 2. Jangan biarkan fokus negatif pada masalah membanjiri perspektif positif pada hubungan, sehingga memungkinkan ketidakpuasan menyeret Anda ke bawah. 3. Ketika dilanda masalah, mengambil inisiatif positif dan memberikan kontribusi positif untuk menjaga hubungan gizi dengan perasaan yang baik untuk mendukung Anda melalui apa yang dapat menjadi waktu yang sulit dan tidak menguntungkan.

2.4 Cara Mengatasi Permasalahan khususnya Remaja Kiat-kiat bagi remaja agar dapat mencegah dan mungkin mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada masa remaja diantaranya: 1. Ikuti organisasi atau perkumpulan pemuda baik yang formal (Gerakan Pramuka, Karang Taruna, dan sebagainya), maupun yang informal (kelompok pemuda RT/RW, kelompok belajar, dan sebagainya). Organisasi atau perkumpulan ini hendaknya yang bermanfaat bagi perkembangan diri sendiri maupun bermanfaat bagi khalayak umum. Bukan justru mengikuti kelompok-kelompok seperti geng, kumpulan orang begadang. 2. Salurkan minat dan kemampuan (bakat) pada bidang-bidang tertentu. Dengan adanya kemampuan khusus ini (misalnya dalam bidang teater, musik, olahraga, baca puisi), maka seorang remaja dapat mengembangkan kepercayaan dirinya. Hal itu karena iamenjadi terpandang (mendapatkan status dimata kawan-kawannya) dengan adanya kemampuan itu. 3. Bergabung dengan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Seperti kegiatan pengajian, Rohis, Rokat. 4. Bertanya pada orang-orang terdekat, yang dipandang bijak dan dapat dipercaya dengan baik untuk memperoleh suatu informasi yang benar terhadap suatu hal yang menyangkut perkembangan diri. Seperti orang tua, guru, konselor, ulama. 5. Hubungi dan atau mintalah bantuan konselor jika mengalami masalah yang tidak dapat dipecahkan sendiri. Baik menyangkut masalah pribadi-sosial, belajar, keluarga, karier, maupun agama.

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan Dari masalah dan pemecahan masalah yang diuraikan di atas, dapatlah diuraikan

beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut : 1. Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik dan psikis yang cepat. 2. Masalah yang dihadapi remaja masa kini adalah Kebutuhan akan figur teladan, Sikap apatis, Kecemasan dan kurangnya harga diri, Ketidakmampuan untuk terlibat, Perasaan tidak berdaya, Pemujaan akan pengalaman. 3. Fakta Permasalahan yang pada umumnya terjadi pada usia remaja diantaranya adalah seks bebas, merokok, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan alkoholisme. 4. Beberapa aturan untuk mengatasi masalah antara orang tua dan remaja yakni Bertanggung jawab atas masalah, mengambil inisiatif positif dan memberikan kontribusi positif serta jangan biarkan fokus negatif pada masalah membanjiri perspektif positif pada hubungan. 3.2 Saran Adapun saran yang penulis sampaikan yaitu : 1. Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa. 2. Para orang tua harus memperhatikan anak remajanya agar tercipta komunikasi yang baik. 3. Bagi para remaja, mulailah berfikir efisien dan positif dan jauhkanlah untuk berfikir negatif agar kesuksesan selalu datang kepada anda.

DAFTAR PUSTAKA

Sarwono, Sarlito Wirawan. 2008. Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada. remaja-dan-permasalahannya-part-1 (online) http://nuritaputranti.wordpress.com/2008/02/19/remaja-dan-permasalahannya-part-1/ Lily. 2008. Seks Bebas=Tabu? (online), (http://permasalahanremaja.blogspot.com/2008/11/seks-bebas-tabu.html, Lily. 2008. Rokok=Perusak=Gaul (online). (http://permasalahanremaja.blogspot.com/2008/11/rokok-perusak-gaul.html, http://himcyoo.wordpress.com/2011/05/29/remaja-dan-permasalahannya/