Anda di halaman 1dari 4

Granulosit dan Agranulosit beserta fungsinya

SISTEM PEREDARAN DARAH Sel darah putih (leukosit) Leukosit berukuran lebih besar daripada eritrosit, bentuknya tidak tetap (ameboid).Besarnya bervariasi 8-15 , jumlahnya 6.000-11.000 tiap mm3 serta memiliki intisel.Leukosit dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: A. Granulosit Jumlahnya hampir 75% dariseluruh leukosit, plasmanya mengandung granula (butir-butir halus), dibuat didalam sumsum merah oleh jaringan retikulo endotelium.Granulosit merupakan sel fagosit, memakan benda asing, terutama bakteri.Oleh karena itu, granulosit dapat menembus dinding kapiler, disebut diapedesis serta masuk ke jaringanjaringan.Apabila terjadiluka, granulosit akan berkumpul pada luka untuk memakan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.Granulosit yang mati akan berkumpul berupa nanah. Macam-macam sel yang terdapat kedalam tipe granulosit antara lain : 1. Neutrofil Ciri-ciri : Plasma bersifat netral bentuk bermacam-macam, bersifat fagosit Jumlah (sel/mm3) : 3.000 7.000 Tempat pembentukan : Jaringan Limfoid , kelenjar limfa Masa Hidup : 6 jam beberapa hari Fungsi : Memfagosit / memakan bakteri 2. Eosinofil Ciri-ciri : Bersifat asam, berbintik kemerahan, jumlah meningkat selama terjadi infeksi Jumlah (sel/mm3) :100 400 Tempat Pembentukan : sumsum tulang Fungsi : mencegah alergi, menghancurkan antigen-antibodi Masa Hidup : 8 12 Hari 3. Basofil Ciri-ciri : Bersifat basa, berwarna kebiruan, bersifat fagosit Jumlah (sel/mm3) : 20 50 Tempat Pembentukan : Sumsum tulang Masa Hidup : Beberapa jam beberapa hari Fungsi : Melepaskan zat pencegah alergi, mengandung heparin (zat anti koagulan) B. Agranulosit Plasma agranulosit tidak mengandung granula (butiran), intinya relative besar, jumlahnya 25%. Macam-macam sel darah putih yang termasuk kedalam tipe agranulosit antara lain: 1. Limfosit Ciri-ciri : Berinti satu, tidak dapat bergerak bebas, berwarna biru pucat Jumlah (sel/mm3) : 1.500 3.000 Tempat Pembentukan : Limfa dan tulang Masa Hidup : Beberapa jam beberapa tahun Fungsi : Mengaktifkan system kekebalan 2. Monosit Ciri-ciri : Berinti satu berukuran besar, berbentuk bulat panjang, dapat bergerak cepat, bersifat fagosit Jumlah (sel/mm3) : 100 700 Tempat Pembentukan : Sumsum tulang Masa Hidup : Beberapa Bulan

Fungsi : Fagositosit, berkembang menjadi makrofag. Sel darah putih ibarat serdadu penjaga tubuh dari serangan musuh. Jika kita terluka, maka sel darah putih ini akan berkumpul di bagian tubuh yang terkena luka, agar tidak ada kuman penyakit yang masuk melalui luka itu. Fungsi tersebut didukung oleh kemampuan leukosit untuk bergerak amoeboid (seperti Amoeba) dan sifat fagositosis (memangsa atau memakan). Jika ada kuman yang masuk, maka dia akan segera melawannya. Dapat digambarkan, bahwa akan terjadi pertarungan antara kuman dengan sel darah putih. Timbulnya nanah pada luka itu merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, kuman, sel-sel tubuh, dan cairan tubuh. Sel darah putih mempunyai nukleus dengan bentuk yang bervariasi. Ukurannya berkisar antara 10 nm25 nm. Fungsi sel darah putih ini adalah untuk melindungi badan dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh. Untuk membedakan strukturnya dari sel darah merah, cobalah Anda perhatikan Gambar sel darah putih Salah satu sel darah putih Jumlah sel darah putih lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700. Pada tubuh manusia, jumlah sel darah putih berkisar antara 6 ribu9 ribu butir/mm3, namun jumlah ini bisa naik atau turun. Faktor penyebab turunnya sel darah putih, antara lain karena infeksi kuman penyakit. Pada tubuh seseorang yang menderita penyakit tifus, sel darah putihnya hanya berjumlah 3 ribu butir/mm3. Kondisi sel darah putih yang turun di bawah normal disebut leukopeni. Pada kondisi ini seseorang harus diberikan obat antibiotik untuk meningkatkan daya tahan dan keamanan tubuh. Apabila tidak, maka orang tersebut dapat meninggal dunia. Pada orang yang terkena kanker darah atau leukemia, sel darah putih bisa mencapai 20 ribu butir/mm3 atau lebih. Kondisi di mana jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebutleukositosis. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler. Macam-macam Sel Darah Putih (Leukosit) Berdasarkan ada atau tidaknya granula di dalam sitoplasmanya, leukosit dibagi menjadi leukosit tidak bergranula (agranulosit) dan leukosit bergranula (granulosit). a) Agranulosit Agranulosit merupakan leukosit yang tidak memiliki granula pada sitoplasmanya. Terdapat dua jenis agranulosit, yaitu limfosit dan monosit. Limfosit adalah leukosit yang tidak dapat bergerak dan memiliki satu inti sel. Limfosit berfungsi dalam membentuk antibodi. Limfosit berukuran antara 814 mikrometer. Monosit berukuran lebih besar daripada limfosit, yaitu 1419 mikrometer. Monosit memiliki inti berbentuk menyerupai ginjal. b) Granulosit Granulosit merupakan leukosit yang memiliki granula pada sitoplasmanya. Berdasarkan sifat-sifat granul yang dimilikinya, granulosit dibedakan menjadi tiga, yaitu neutrofil, basofil, eosinofil. Neutrofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna netral. Basofil memiliki granul-granul yang dapat menyerap zat warna bersifat basa. Adapun granul-granul pada eosinofil dapat menyerap zat warna yang bersifat asam. Jumlah leukosit pada manusia sekitar 5.00010.000 dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan jumlah eritrosit. Limfosit biasa diproduksi di jaringan limfa dan di sumsum tulang. Leukosit hanya berumur beberapa hari saja, bahkan beberapa jam. Tabel Macam Sel Darah Putih Agranulosit No 1 2 Agranulosit Monosit Limfosit Keterangan Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat panjang. Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Selain itu dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil

Tabel Macam Sel Darah Putih Granulosit No 1 Granulosit Netrofil Keterangan Bersifat fagosit, intinya bermacam-macam, dengan bentuk bermacam-macam pula antara lain batang, bengkok, dan bercabang-cabang. Selsel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa beserta tampak berwarna ungu. 2 Basofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biri. Warna biru ini disebabkan karena sel basofil menyerap pewarna basa 3 Eosinofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah. Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah. Granulasit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap kuman-kuman penyakit. Dengan kemampuannya sebagai fagosit mereka memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. Dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam mengitari seluruh bagian tubuh. Dengan cara ini ia dapat: 1) mengepung daerah yang terkena infeksi 2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup 3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran.

Macam-macam sel darah putih, yaitu (a) limfosit, (b) monosit, (c) neutrofil, (d) basofil, dan (e) eosinofil Granulosit juga mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya. Dengan cara ini jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan memungkinkan untuk penyembuhan. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, yaitu peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatan sel darah putih tersebut tidak berhasil dengan baik, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi kuman-kuman yang sudah mati.

sel darah pitih agranulosit dan granulosit


Sel darah putih dibuat di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar limfe. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler. Macam Sel Darah Putih Agranulosit 1. Monosit Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat panjang. 2. Limfosit

Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Sel ini dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil. Macam Sel Darah Putih Granulosit 1. Netrofil Bersifat fagosit, intinya bermacam-macam, dengan bentuk bermacam-macam pula antara lain batang, bengkok, dan bercabang-cabang. Sel-sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Sel golongan ini mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa serta tampak berwarna ungu. 2. Basofil Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biru. Warna biru ini disebabkan karena sel basofit menyerap pewarna basa. 3. Eosinofi Bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah. Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Sel ini menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah. Granulasit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap kuman-kuman penyakit. Dengan kemampuannya sebagai fagosit mereka memakan bakteri-bakteri hidup yang masuk ke peredaran darah. Pada waktu menjalankan fungsi ini mereka disebut fagosit. Dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam mengitari seluruh bagian tubuh. Dengan cara ini ia dapat: 1) mengepung daerah yang terkena infeksi 2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup 3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran. Granulosit juga mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya. Dengan cara ini jaringan yang rusak atau terluka dapat dibuang dan memungkinkan untuk penyembuhan. Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, yaitu peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila kegiatan sel darah putih tersebut tidak berhasil dengan baik, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi kuman-kuman yang sudah mati.