Anda di halaman 1dari 16

04.

Pengukuran Besaran Listrik VOLTMETER ARUS SEARAH DAN OHMMETER


Volt eter Arus Seara! Ta!anan Pengali Untuk mengukur besar beda potensial antara dua titik dalam sebuah rangkaian dc, digunakan voltmeter arus searah, dimana Voltmeter tersebut dihubungkan paralel dengan sumber tegangan atau komponen rangkaian, dan umumnya terminalnya harus diberi tanda positip ( + ) dan negatip ( - ), yang disebut polaritas. etoda pengukuran tegangan tersebut dengan penambahan tahanan, yaitu tahanan pengali. !enambahan tahanan seri atau pengali akan mengubah gerakan d"#rsonval men$adi sebuah voltmeter arus searah, seperti ditun$ukkan pada gambar 1. %ahanan pengali ber&ungsi untuk membatasi arus ke alat ukur agar tidak melebihi arus skala penuh ( 'dp ). (ilai tahanan pengali diperlukan untuk memperbesar batas ukur tegangan, dan ditentukan dari rangkaian seperti ditun$ukkan pada gambar 1.
Tahanan pengali +

4.1 4.1.1

)imana * 'm +
RS V Rm Im

arus de&leksi alat ukur tahanan dalam alat ukur tahanan pengali tegangan rangkuman mak simum dari alat ukur

,m + ,s + V +

Gambar 1

)ari rangkaian pada gambar 1, diperoleh * V + 'm ( ,s + ,m ) V - 'm ,m ,s + ----------------'m V + ------ - , m 'm -------..( 4 - 1 ) ,s 'm + V - 'm ,m

Umumnya, untuk batas ukur sedang sampai dengan .// V, tahanan pengali dipasang didalam kotak voltmeter, sedang untuk tegangan yang lebih tinggi, tahanan pengali dipasang pada sepasang $epitan kutub ( binding post ) diluar kotak, untuk mencegah kelebihan panas didalam kotak.

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

4.1.0

Volt eter Rangku an "an(a !enambahan se$umlah tahanan pengali dan sebuah saklar rangkuman ganda, membuat instrumen mampu digunakan untuk se$umlah rangkuman tegangan. !ada gambar 0 ditun$ukkan sebuah voltmeter rangkuman ganda.
R1 R2 R3 R4

V1 V2 + V3 V4 Gambar 2

Im Rm

)ari gambar 0 dapat dilihat bah1a rangkaian terdiri dari empat posisi * V 1, V0, V2, V4 dan empat tahanan pengali * ,1, ,0, ,2, ,4. (ilai tahanan pengali dapat ditentukan dengan eto(a sensiti*itas. 3ebuah variasi dari rangkaian pada gambar 0, ditun$ukkan pada rangkaian gambar 2, dimana tahanan pengali disusun dalam hubungan seri dan saklar pemilih di setiap posisi akan menghasilkan sebuah tahanan tertentu yang dihubung seri dengan tahanan ,m. 3istem ini mempunyai keuntungan, yaitu, semua tahanan pengali kecuali yang pertama memiliki tahanan standar, dan dapat diperoleh dipasaran dengan toleransi yang tepat. %ahanan pengali untuk rangkuman rendah ,4 adalah satu-satunya tahanan yang harus dibuat, agar memenuhi persyaratan rangkaian.
R1 V2 V3 V4 R2 R3 R4 Im + Rm

eto(a se&elu n)a atau dengan

V1 + -

Gambar 3

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

+onto! , *

3uatu gerak d"#rsonval mempunyai tahanan dalam ,m + 1// 4 dan arus skala penuh sebesar 1 m#, diubah men$adi sebuah voltmeter arus searah rangkuman ganda dengan batas ukur * / - 1/ V 5 / - ./ V 5 / - 0./ V 5 / - .// V, ( rangkaiannya seperti pada gambar 2 ).

%entukan *

(ilai tahanan pengali ,1, ,0, ,2 dan ,4

!enyelesaian * Pa(a rangku an - 0 . ,0 V / V4 ), tahanan total rangkaian * 1/ V ,% + -------- + 1 m# ,4 + ,% - ,m + 1/ 64 - 1// 4 + 77// 4 Pa(a rangku an - 0 . 00 V / V1 2 * ./ V ,% + -------- + 1 m# ,2 + ,% - ( ,4 + ,m ) + ./ 64 - 1/ 64 + 4/ 64 Pa(a rangku an - 0 . 300 V / V3 2 * 0./ V ,% + -------- + 1 m# ,0 + ,% - ( ,2 + ,4 + ,m ) + 0./ 64 - ./ 64 + 0// 64 Pa(a rangku an - 0 .000 V / V, 2 * .// V ,% + --------- + 1 m# ,1 + ,% - ( ,0 + ,2 + ,4 + ,m ) + .// 64 - 0./ 64 + 0./ 64 )ari contoh diatas hanya tahanan pengali rangkuman rendah ,4 yang memiliki nilai yang tidak standar. 4.3 4.0.1 Sensiti*itas Volt eter / S 2 Nilai O! 4er Volt / 5 6 V 2 !ada butir 4, ditun$ukkan bah1a arus de&leksi dicapai pada semua rangkuman $ika saklar dihubungkan ke rangkuman tegangan yang sesuai, seperti pada contoh 1, dimana arus sebesar 1 m# diperoleh pada tegangan 1/ V, ./ V, 0./ V dan .// V,
PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB
%r. S.O.D. Li

1/ 64

./ 64

0./ 64

.// 64

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

dan pada masing-masing rangkuman, perbandingan tahanan total terhadap tegangan rangkuman V selalu 1/// 4 8 V. Bentuk ,000 5 6 V inilah yang disebut dengan sensiti*itas *olt eter atau nilai ohm per volt. 3ebenarnya sensitivitas ( 3 ) adalah kebalikan daripada de&leksi skala penuh alat ukur, yaitu * 1 3 + ------'dp Meto(a Sensiti*itas * 3ensitivitas ( 3 ) dapat digunakan pada metoda sensitivitas, untuk menentukan tahanan pengali voltmeter arus searah !erhatikan rangkaian pada gambar 2, dimana * 3 + 3ensitivitas voltmeter ( 4 8 V ) V + ,m + ,s + rangkuman tegangan yang ditentukan posisi salkar tahanan dalam alat ukur ( ditambah tahanan-tahanan seri ) tahanan pengali ,% ,s + 3 9 V --------( 4 - 2 ) 4 --V --------( 4 - 0 )

)ari rangkaian pada gambar 2, diperoleh * + ( 3 9 V ) - ,m

!emakaian metoda sensitivitas diberikan pada contoh 0 diba1ah ini. +onto! 3 * 3oal pada contoh 1, dengan menggunakan metoda sensitivitas, tentukan nilai tahanan pengali ,1, ,0, ,2 dan ,4 !enyelesaian * 1 3 + ------- + 'dp 1 ---------- + 1/// 4 8 V /.//1 # - 1// 4 + - 1/ 64 + 77// 4 4/ 64 0// 64 0./ 64

,4 + ( 3 9 V ) - ,m + ( 1/// 4 8 V 9 1/ V ) ,2 + ( 3 9 V ) - ,m + ( 1/// 4 8 V 9 ./ V )

,0 + ( 3 9 V ) - ,m + ( 1/// 4 8 V 9 0./ V ) - ./ 64 + ,1 + ( 3 9 V ) - ,m + ( 1/// 4 8 V 9 .// V ) - 0./ 64 +

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

4.3.3

E7ek Pe &e&anan 3ensitivitas voltmeter arus searah merupakan &aktor penting dalam pemilihan sebuah alat ukur untuk pengukuran tegangan. 3ebuah voltmeter sensitivitas rendah akan memberikan pembacaan yang tepat untuk pengukuran tahanan-tahan rendah, akan tetapi untuk pembacaan tahanan tinggi tidak dapat dipercaya. :ika sebuah voltmeter dihubungkan antara dua titik di dalam sebuah rangkaian bertahanan tinggi, voltmeter bertindak sebagai shunt bagi rangkaian, sehingga memperkecil tahanan ekivalen dalam rangkaian tersebut, yang mempunyai arti bah1a voltmeter akan menghasilkan penun$ukan tegangan lebih rendah dari yang sebenarnya sebelum dihubungkan. ;&ek inilah yang disebut dengan e&ek pembebanan instrumen, terutama disebabkan oleh instrumen-instrumen sensitivitas rendah, dan e&ek ini ditun$ukkan pada contoh 2. +onto! 1 * Untuk mengukur tegangan antar u$ung-u$ung sebuah tahanan ./

64, tersedia dua buah voltmeter, diaman voltmeter 1 mempunyai sensitivitas 1/// 4 8 V dan voltmeter 0 mempunyai sensitivitas 0//// 4 8 V, dan keduanya digunakan pada rangkuman ./ V, rangkaian pengukuran ditun$ukkan pada gambar 4.
100 K

+ 150 V Gambar 4 50 K V

%entukan *

a. pembacaan tiap voltmeter b. kesalahan pembacaan dalam persentase sebenarnya

!enyelesaian * )ari rangkaian memperlihatkan bah1a tegangan pada tahanan ./ 64 adalah * ( ./ 64 8 1./ 64 ) 9 1./ V + ./ V :adi * ./ V adalah tegangan sebenarnya dari tahanan ./ 64 a. Voltmeter 1 * 3 + 1/// 4 8 V, mempunyai tahanan + ./ V81/// 48V + ./ 64 pada rangkuman ./ V, menghubungkan voltmeter antara tahanan ./ 64, menyebabkan tahanan paralel ekivalen men$adi 0. 64 dan tahan total rangkaian 10. 64.
PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB
%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

:adi beda potensial pada gabungan voltmeter dan tahanan ./ 64, menghasilkan penun$ukan voltmeter sebesar * V1 + ( 0. 64 8 10. 64 ) 9 1./ V + 2/ V Voltmeter 0 * 3 + 0//// 48V, mempunyai tahanan + ./ V 9 0/ 648V + 1 4 pada rangkuman ./ V, :ika voltmeter dihubungkan ke tahanan ./ 64, tahanan ekivalen paralel adalah 4<,= 64 dan tahanan total rangkaian adalah 14<,= 64. :adi beda potensial pada gabungan voltmeter dan tahanan ./ 64, menghasilkan penun$ukan voltmeter sebesar * V1 + ( 4<,= 64 8 14<,= 64 ) 9 1./ V + 4>,2= V b. 6esalahan pembacaan voltmeter 1 adalah * tegangan sebenarnya ? tegangan yang diukur @ kesalahan + -------------------------------------------------------------- 9 1// @ tegangan sebenarnya ./ V - 2/ V + ---------------------- 9 1// @ ./ V 6esalahan pembacaan voltmeter 0 adalah * tegangan sebenarnya ? tegangan yang diukur @ kesalahan + -------------------------------------------------------------- 9 1// @ tegangan sebenarnya ./ V - 4>,2= V + ---------------------4>,2= V dari hasil perhitungan diatas dapat dlsimpulkan bah1a * 1. Voltmeter dengan sensitivitas atau nilai ohm8volt lebih tinggi, memberikan hasil yang mendekati harga sebenarnya. 0. )alam pengukuran tegangan rangkaian-rangkaian bertahanan tinggi, sensitivitas merupakan &aktor yang penting. 'ean(alan (an ketelitian !asil 4engu8ian9 enarik * $ :ika suatu voltmeter arus searah yang tidak sensiti& tetapi mempunyai ketelitian tinggi dihubungkan diantara u$ung sebuah tahanan tinggi, secara teliti voltmeter mere&leksikan persyaratan tegangan yang dihasilkan oleh pembacaan. e &erikan suatu !al )ang 9 1// @ + 2,0> @ + 4/ @

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

6esalahan ter$adi karena manusia yang tidak menggunakan instrumen yang sesuai, terandalkan dan cukup sensiti&, sehingga tidak mengganggu yang diukur.

6egagalan terletak pada pemakai bukan pada instrumen yang ketelitiannya tinggi, pemakai yang berpengalaman dapat menentukan tegangan yang sebenarnya dengan penggunaan voltmeter yang tidak sensiti& tetapi teliti.

6etelitian ( accuracy ) selalu diperlukan dalam instrumen, sedang sensitivitas ( sensitivity ) hanya diperlukan dalam pemakaian khusus, dimana pembebanan mengganggu yang akan diukur.

Aontoh 4, menun$ukkan penggunaan sebuah voltmeter yang tidak sensiti&, tetapi teliti untuk melakukan pengukuran. +onto! 4 *3ebuah voltmeter memiliki sensitivitas 1// 48V dan mempunyai tiga skala * ./ V, 1./ V dan 2// V. :ika dihubungkan ke rangkaian ditun$ukkan pada gambar ., voltmeter membaca 4,=. V pada skala ./ V. %entukan * ,9
+ Rs 100 V S = 100 /V Rx Gambar 5 V 0 50 V 100 K

%ahanan ekivalen voltmeter pada tegangan ./ V * ,v + 1// 48V 9 ./ V + . 64 :ika ,p + tahanan paralel ,9 dan ,v, maka *

Vp ,p + Vs

4,=. 7.,2. ,p ,v ,v - ,p 4,><> 64 9 . 64 /,100 64

----- 9 ,s + ------- 9 1// 64 + 4,><> 64

:adi * ,9 + ---------+ ----------------------------- + 0// 64

)ari contoh 4 diatas, menun$ukkan bah1a pemakai harus menyadari kekurangan kekurangan instrumennya, akan tetapi masih dapat membuat toleransi dengan syarat mempunyai voltmeter yang teliti.

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

<

%indakan pencegahan yang harus diperhatikan dalam penggunaan sebuah voltmeter * 1. !eriksa polaritas, karena polaritas yang salah ( tebalik ), $arum penun$uk voltmeter menyimpang kesumbat mekanis dan dapat merusak $arum penun$uk. 0. Voltmeter dihubung paralel dengan rangkaian 8 komponen yang akan diukur tegangannya. 2. )alam penggunaan voltmeter rangkuman ganda, mula-mula gunakan rangkuman tertinggi dan turunkan sampai diperoleh pembacaan yang sesuai. 4. #mati pengaruh pembebanan, dan e&ek ini dapat diperkecil dengan menggunakan rangkuman setinggi mungkin ( dan sensitivitas paling tinggi ). 6etepatan pengukuran berkurang $ika penun$ukan berada pada skala yang lebih rendah. 4.2 Meto(a Volt eter $ A 4er eter Untuk pengukuran tahanan, cara yang popular adalah menggunakan metoda voltmeter - ampermeter, karena instrumen-instrumen ini umumnya tersedia di laboratorium. :ika tegangan V dihubungkan antara hu$ung-u$ung tahanan dan arus ( ' ) mengalir melalui tahanan tersebut, maka tahanan ,9 yang tidak diketahui, dapat ditentukan sebagai berikut * V ,9 + ---' !ersamaan ( 4 - 4 ), mempunyai arti bah1a tahanan ampermeter adalah nol dan tahanan voltmeter tidak terhingga. Pengukuran Ta!anan tinggi !ada gambar =, ampermeter mengukur arus beban ' 9 , sedang voltmeter lebih tepat mengukur tegangan sumber Vt. Aara yang benar untuk menhubungkan ampermeter dan voltmeter tergantung pada harga ,9 beserta tahanan dalam voltmeter dan ampermeter. Umumnya tahanan dalam ampermeter rendah dan tahanan dalam voltmeter tinggi.
I! + Tegangan s mber V! Gambar "
PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB
%r. S.O.D. Li

------.( 4 - 4 )

Ix I

V x Rx

#eban

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

>

:ika tahanan ,9 $auh lebih besar dari tahanan dalam ampermeter, maka kesalahan yang diakibatkan oleh penurunan tegangan pada ampermeter dapat diabaikan, dan tegangan Vt mendekati tegangan beban yang sebenarnya ( V9 ). :adi rangkaian yang ditun$ukkan pada gambar = paling cocok digunakan tahanan tinggi. Pengukuran Ta!anan Ren(a! !ada gambar <, voltmeter mengukur tegangan sebenarnya pada beban V9, sedang ampermeter lebih tepat mengukur arus sumber 't.
I! + Tegangan s mber V! Gambar $ I

untuk pengukuran nilai-nilai

:ika tahanan ,9 $auh lebih kecil


Ix

dari tahanan dalam voltmeter, maka arus yang dialirkan ke voltmeter tidak begitu mempengaruhi arus sumber, sehingga arus 't sangat mendekati arus beban '9 sebenarnya. :adi rangkaian yang ditun$ukkan pada gambar < paling cocok digu nakan untuk pengukuran nilai nilai tahanan tinggi.

Vx Rx

#eban

Pengukuran Ta!anan )ang Besarn)a ti(ak Diketa!ui !ada gambar >, dapat dilihat bah1a voltmeter dan ampermeter dihubungkan dalam dua cara pembacaan yang bersamaan, prosedurnya adalah sebagai berikut * Pengukuran ta!anan ren(a! * 1. Bubungkan voltmeter dengan ,9, dimana saklar pada posisi. 1 dan amati pembacaan
+ V! V 2 1 Rx &

ampermeter. 0. !indahkan saklar ke posisi. 0, $ika pembacaan ampermeter tidak berubah kembalikan saklar ke posisi 1. ( Ce$ala ini menun$ukkan pengukuran catat tahanan rendah arus ). dan 6emudian pembacaan

Gambar %

tegangan dan hitung harga ,9 menurut persamaan ( 4 - 4 ).

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

Pengukuran ta!anan tinggi * 2. :ika pembacaan ampermeter berkurang ketika memindahkan saklar dari posisi. 1 ke posisi. 0, biarkan voltmeter pada posisi. 0 , dan ge$ala ini menun$ukkan pengukuran tahanan tinggi. 6emudian catat pembacaan arus dan tegangan, hitung ,9 menurut persamaan ( 4 - 4 ). 4.4 O! eter

Untuk mengukur nilai suatu tahanan disamping menggunakan metoda Voltmeter#mpermeter $uga digunakan Dhmmeter. Dhmmeter dikelompokkan dalam dua $enis, yaitu * 1. Dhmmeter tipe seri 0. Dhmmeter tipe shunt 4.4.1 O! eter Ti4e Seri

Cambar 7 menun$ukkan rangkaian ohmmeter tipe seri satu rangkuman. Dhmmeter tipe seri, terdiri dari sebuah gerakan d"#rsonval yang dihubungkan seri dengan sebuah tahanan dan baterai ke sepasang terminal dan dihubungkan dengan tahanan yang tidak diketahui. #rus yang melalui alat ukur sebanding dengan tahanan yang tidak diketahui, dengan persyaratan kalibrasi diperhitungkan. Cambar 7 menun$ukkan rangkaian ohmmeter tipe seri satu rangkuman.
R1 Im Rm R2 I! + ( I2 & Rx #

)imana * ,1 + ,0 + ; + ,m + ,9 + tahanan pembatas arus. tahanan pengatur nol. Eaterai dalam alat ukur tahanan dalam d"#rsonval tahanan yang tidak diketahui.

Gambar '

:ika ,9 + /, terminal # dan E dihubung singkat dan arus paling besar mengalir dalam rangkaian. !ada kondisi ini tahanan shunt ,0 diatur sampai $arum penun$uk menun$ukkan skala penuh ( arus 'dp ) dan posisi ini ditandai dengan F / F ohm. :ika ,9 + G, terminal # dan E hubungan terbuka, dan arus didalam rangkaian men$adi nol, sehingga $arum menun$ukkan arus nol dan posisi ini ditandai dengan G pada skala. %anda skala diantara / dan G dapat ditentukan dengan menghubungkan beberapa tahanan ,9 yang berbeda, yang nilainya sudah diketahui.
PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB
%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

1/

eskipun ohmmeter tipe seri ini digunakan secara luas, tetapi memiliki neberapa kekurangan, diantaranya yang penting adalah * tegangan baterai yang berkurang secara perlahan-lahan karena 1aktu dihubung singkat. %ahanan shunt ,0 digunakan untuk mengatasi pengaruh perubahan baterai. Peren:anaan R; untuk (e7leksi setenga! skala o! sebagai tahanan pada posisi tahanan setengah skala. :ika arus skala penuh 'dp , tahanan ,m, tegangan baterai, dan nilai tahanan , h yang diinginkan diketahui, maka nilai ,1 dan ,0 dapat diketahui. :'ka ,h menyatakan arus H 'dp, maka tahanan yang tidak diketahui harus sama dengan dengan tahanan dalam total ohmmeter, yaitu * ,0 ,m ,h + ,1 + ----------,0 + ,m %ahanan total ke baterai adalah 0 ,h, dan arus baterai yang dibutuhkan untuk memberikan de&leksi setengah skala * ; 'h + -----0 ,h Untuk menghasilkan de&leksi skala penuh ( 't ) * ; 't + 0 'h + ----,h #rus shunt melalui tahanan ,0 adalah * '0 + 't - 'dp atau 'dp ,m ,0 + -----------'0 3ubsitusikan persamaan ( 4 - > ) kedalam persamaan ( 4 - 7 ), diperoleh * I ,0 + 'dp ,m ------------ + 't - 'dp
PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

dan umur, yang menyebabkan arus skala

penuh berkurang dan alat ukur tidak membaca F / F pada saat terminal # dan E

eter ti4e seri

!ada posisi ini, tahanan antara terminal # dan E ( gambar 7 ) dide&inisikan , h

-----.( 4 - . )

-----..( 4 - = )

-----..( 4 - < )

-----..( 4 - > ) '0 ,0 + 'dp ,m ------.( 4 - 7 )

%egangan shunt ( ;sh ) sama dengan tahanan gerakan ( ;m ), $adi * ;sh + ;m

'dp ,m ,h --------------; - 'dp ,m


%r. S.O.D. Li

------.( 4 - 1/ )

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

11

3elesaikan persamaan ( 4 - . ) untuk harga ,1, menghasilkan * ,0 ,m ,h + ,1 + ----------,0 + ,m 'dp ,m ,h ,1 + ,h -------------; +onto! 0 * 3ebuah ohmmeter pada gambar 7 menggunakan gerak dasar 4, membutuhkan arus skala penuh ./ ------( 4 -10 ) atau ,1 + ,h , 0 ,m --------, 0 + ,m ------( 4 - 11 )

3ubsitusikan persamaan ( 4 ? 1/ ) kedalam persamaan ( 4 ? 11 ), diperoleh *

1 m#, tegangan baterai 2 V,

tanda skala yang diinginkan untuk de&leksi setengah skala 0/// 4. %entukan * a. nilai ,1 dan ,0 b. nilai ,0 terbesar untuk mengkompensir penurunan tegangan sebesar 1/ @ dalam baterai. c. 6esalahan skala pada tanda 0 /// 4, ika tahanan ,0 diatur seperti pada butir b. !enyelesaian * a. #rus total baterai pada de&leksi skala penuh ( 't ) * ; 't + ,h '0 + 2 V + 1, . m# 0/// 4 ------ + ----------

#rus melalui tahanan pengatur nol ,0 * 't - 'dp + 1,. m# - 1 m# + /,. m# 'dp ,m ,0 + ---------'0 + 1 m# 9 ./ 4 ---------------------/,. m# + 1// 4 :adi, nilai tahanan ,0 adalah *

%ahanan parallel gerakan dan tahanan shunt ( ,p ) * ,0 ,m ,p + ------------ + ,0 + ,m 1// 9 ./ --------------- + 22,2 4 1// + ./ + 17==,< 4

(ilai tahanan pembatas arus ,1 * ,1 + ,h - ,p + 0/// - 22,2

b. !ada penurunan 1/ @ tegangan baterai *

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

10

; + 2 V - ( /,1 9 2 V ) + 2 - /,2 + 0,< V #rus total baterai men$adi * ; 't + ,h #rus shunt '0 * '0 + 't - 'm + 1,2. # - 1 m# + /,2. m# aka besar tahanan pengatur nol ,0 'dp ,m ,0 + ---------'0 + 1 m# 9 ./ 4 ---------------------/,2. m# + 142 4 0,< V + 1, 2. m# 0/// 4 ------ + ----------

c. %ahanan paralel gerak dan nilai ,0 yang baru men$adi * ,0 ,m ,p + ------------ + ,0 + ,m bertambah men$adi * ,h + ,t + ,p + 17==,< + 2< + 0//2,< 4 :adi nilai sebenarnya dan tanda setengah skala adalah 0//2,< 4, sedang tanda skala yang nyata adalah 0/// 4, maka persentase kesalahan * 0/// - 0//2,< @ kesalahan + ---------------------- 9 1// @ + - /,>1. @ 0//2,< %anda negatip menun$ukkan bah1a pembacaan alat ukur adalah rendah. 4.4.0 O! eter Ti4e S!unt 142 9 ./ --------------- + 2< 4 142 + ./

6arena tahanan setengah skala ,h + tahanan dalam total rangkaian, maka , h akan

Dhmmeter tipe shunt sesuai untuk pengukuran tahanan-tahanan yang sangat rendah dan tidak laJim digunakan. !ada gambar1/ ditun$ukkan rangkaian sebuah ohmmeter tipe shunt
R1 + ( S Gambar 10 # Im Rm Rx &

)imana * ; + ,1 + ,m + tegangan baterai 8 sumber tahanan pembatas arus tahanan dalam gerakan

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

12

:ika tahanan ,9 + / terminal # dan E dihubung singkat, maka arus melalui gerak d"#rsonval adalah nol, dan $ika , 9 + G terminal # dan E hubungan terbuka, maka arus hanya mengalir ke gerak d"#rsonval. #nalisis ohmmeter tipe shunt sama seperti ohmmeter tipe seri :ika ,9 + G, maka arus skal penuh 'dp * ; 'dp + ----------,1 + ,m 'dp ,1 + 'dp ,m + ; ; - 'dp ,m ,1 + -------------'dp atau atau 'dp ,1 + ; - 'dp ,m ; ,1 + ---- - ,m 'dp ------( 4 - 14 ) ------.( 4 - 12 )

Untuk setiap nilai ,9 yang dihubungkan ke terminal, arus melalui alat ukur berkurang sebesar * ; 'm + K -------------------------------------- L 9 ,1 + M ,m ,9 8 ( ,m + ,9 )N ; 'm + ,9 -------.( 4 -1. ) --------------------------------,1 ,m + ,9 ( ,1 + ,m ) #rus melalui alat ukur 'm pada setiap harga ,9 dibandingkan terhadap arus skala penuh 'dp * 'm 'dp !erde&inisi * ,1 ,m ,p + ----------,1 + ,m 3ubsitusikan persamaan ( 4 - 1< ) kedalam persamaan ( 4 - 1= ), diperoleh * ,9 3 + ----------,9 + ,p :ika persamaan ( 4 - 1> ) digunakan, alat ukur dapat dikalibrasi dengan menentukan 3 yang dinyatakan dalam ,9 dan ,p. -------( 4 - 1> ) -------.( 4 -1< ) ,9 ( ,1 + ,m ) -------.( 4 -1= ) ,1 (,m + ,9 ) + ,m ,9 3 + ---- + ------------------------------,9 -------------( ,m + , 9 )

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

14

!ada pembacaan setengah skala ( 'm + /,. 'dp ), persamaan ( 4 - 1. ) men$adi * ; /,. 'dp + ,h ------.( 4 -17 ) --------------------------------,1 ,m + ,h ( ,1 + ,m ) )imana ,h adalah tahanan luar yang mengakibatkan de&leksi setengah skala. Untuk menentukan nilai skala relati& pada nilai ,1 yang diketahui pembacaan setengah skala, dapat diperoleh dengan membagi persamaan ( 4 -12 ) dengan persamaan ( 4 -17 ), diperoleh * ,1 ,m ,h + ------------,1 + ,m Untuk menun$ukkan bah1a ohmmeter tipe shunt sangat sesuai untuk penguku- ran tahanan yang sangat rendah diberikan pada contoh =. +onto! < *rangkaian yang ditun$ukkan pada gambar 1/ menggunakan gerakan d"#rsonval 1/ m# dengan tahanan dalam . 4 dan tegangan baterai 2 V. )iinginkan untuk mengubah rangkaian dengan menambahkan sebuah tahanan paralel ,sh dengan gerakan, sehingga instrumen menun$ukkan /,. 4 pada setengah skala. %entukan * a. nilai tahanan shunt ,sh b. nilai tahanan batas ,1 !enyelesaian * a. Untuk de&leksi setengah skala * 'm + /,. 'dp + . m# %egangan pada gerakan adalah * ;m + . m# 9 . 4 + 0. mV 6arena tegangan ini $uga muncul pada ,9 , maka arus melalui ,9 * 0. m# '9 + ----------/,. 4 #rus melalui gerakan 'm ditambah arus melalui tahanan shunt ' sh harus sama dengan melalui tahanan yang tidak diketahui '9 , $adi * 'sh + '9 - 'm + ./ m# - . m# + 4. m# ;m %ahanan shunt ,sh + ------- + 'sh 0. mV 4. m# . 7 ---------- + ----- 4 + ./ m# ------..( 4 -0/ )

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

1.

b. #rus total baterai adalah 5 't + 'm + 'sh + '9 + . m# + 4. m# + ./ m# + 1// m# :adi penurunan 07<. mV ,1 + ------------ + 07,<. 4 1// m# tegangan pada tahanan batas ,1 adalah * 2/// mV ? 0. mV + 0.7<. mV, maka *

)a&tar !ustaka 1. Oiliam ). Aooper, F 'nstrumentasi ;lektronik dan %eknik !engukuran F :akarta, 3eptember 0//> 'r. 3.D.). Pimbong

PUSAT PEN"EMBAN"AN BAHAN A#AR$UMB

%r. S.O.D. Li

&ong

PEN"U'URAN BESARAN L%STR%'

1=