Anda di halaman 1dari 8

Teknik Vokal

Teknik vokal adalah cara orang (manusia) menghasilkan suara yang baik, merdu dan indah sesuai keinginan pencipta lagu.Hal hal yang diperhatikan dalam teknik vokal adalah: 1. Tempo dan ketukan, adalah ketepatan waktu masuknya vokal sesuai birama dan cepat lambatnya lagu ( tempo ). Satuan kecepatan lagu adalah bpm ( beat per minute = ketukan per menit ). Sedangkan birama biasanya ditulis 2/4, 3/4, 4/4, 6/8 dsb yang menunjukkan jumlah ketukan setiap bar-nya. 2. Intonasi, adalah teknik vokal yang berhubungan ketepatan nada (pitch) sehingga suara jernih dan nyaring serta enak didengar. Dalam hal ini syarat-syarat yang diperlukan adalah pendengaran yang baik, kontrol pernafasan, dan rasa musikal. 3. Artikulasi, adalah pengucapan atau pengeluaran nada yang jelas, atau teknik untuk memproduksi suara yang baik dalam mengucapkan suara yang jelas, nyaring dan merdu sehingga terdengar indah. Factor yang yang diperhatikan dalam hal ini adalah;sikap badan, dan posisi mulut. 4. Pernafasan, adalah proses pengambilan, penyimpanan dan pengeluaran udara kembali. Pernafasan dalam bernyanyi ada tiga, yaitu pernafasan dada, pernafasan perut dan pernafasan diafragma. Pernafasan yang baik digunakan dalm menyanyi adalah menggunakan diafragma, karena dapat menghasilkan suara murni dengan nafas yang panjang serta memperkecil ketegangan pada dada, bahu, dan leher. 5. Pembawaan, adalah kemampuan penyanyi menyesuaikan dengan isi dan jiwa lagu yang hendak ditampilkan komponis. 6. Tangga nada, Tangga nada adalah susunan nada yang diatur menurut tinggi rendahnya sesuai jarak tertentu. Tangga nada mayor berawal dari nada do dan berpola interval (jarak): 1 - 1 - - 1 - 1 - 1 -

Tangga nada minor berawal dari nada la dan berpola interval (jarak): 1 - - 1 - 1 - - 1 - 1

Susunan tangga nada dan transposisi tangga nada mayor: Naturel 1# 1E 2# 2E 3# 3E 4# 4E 5# 5E 6# 6E 7# 7E C G F D Bes A Es E As B Des Fis Cis Ces = do = do = do = do = do = do = do = do = do = do = do = do Ges = do = do : : : : : : : : : : : : = do : : cdefgabc g a b c d e fis g f g a bes c d e f d e fis g a b cis d bes c d es f g a bes a b cis d e fis gis a es f g as bes c d es e fis gis a b cis dis e as bes c des es f g as b cis dis e fis gis ais b des es f ges as bes c des fis gis ais b cis dis eis fis : ges as bes ces des es f ges cis dis eis fis gis ais bis cis ces des es fes ges as bes ces

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 1

Susunan tangga nada dan transposisi tangga nada minor: Naturel A D G F E B Dst. = do = do = do = do = do = do : : : : : : abcdefga d e f g a bes c d g a bes c d es f g f g as bes c des es f e fis g a b c d e b cis d e fis g a b

SUARA MANUSIA Wilayah suara manusia terbatas baik tinggi maupun rendahnya yang Ambitus suara manusia dikelompokkan seperti berikut: 1. Suara anak-anak dibagi 2 yaitu: - Suara tinggi dengan ambitus : c - Suara rendah dengan ambitus : a 2. Suara dewasa wanita dibagi 3, yaitu: - Sopran dengan ambitus : c - Mezzo sopran dengan ambitus : a - Alto dengan ambitus : f 3. Suara dewasa pria dibagi 3, yaitu: - Tenor dengan ambitus : c - Bariton dengan ambitus : A - Bass dengan ambitus : F disebut ambitus suara.

f d a f d a f d

Setiap penyanyi memiliki range-nya masing-masing, secara umum ada soprano, alto, tenor dan bass. Bahkan di antara range tersebut masih ada lagi mezzo-soprano dan baritone, plus range soprano professional dan bass profesional yang berbeda sedikit. Untuk meminta seorang bass menyanyikan lagu untuk tenor tidak akan menghasilkan performa yang baik, melainkan akan terdengar maksa. Begitu juga meminta seorang soprano menyanyikan part alto. Selain itu salah satu kesalahfahaman yang banyak terjadi adalah jika sebuah kunci lagu terlalu tinggi, maka artinya dia belum cukup berlatih, wah wah, padahal tidak ada hubungannya antara berlatih dan berubah rangenya, seorang bass akan tetap menjadi seorang bass. Namun tentu saja ada beberapa orang yang memiliki bakat lebih dengan range vokal yang luar biasa, namun jarang. Dalam dunia musik profesional musisi akan selalu bertemu dengan transposisi (merubah key lagu) misalnya memainkan lagu Cinta Vina Panduwinata tetapi untuk dinyanyikan seorang laki-laki baritone, mau tidak mau key-nya harus dirubah karena jelas-jelas range vokal pria dan wanita berbeda, biasanya mulai coba key lain berjarak 4th. Atau misalnya seorang pianist mengiringi penyanyi wanita, memainkan lagu standard jazz dari sebuah realbook terkadang yang tertulis di realbook key-nya di Eb tetapi ia harus bisa merubah seketika bermain di Ab misalnya. Ada beberapa key yang dianggap tabu khususnya bagi pianis dan alat tiup karena tidak enak misalnya F#, E, atau B, jika key yang nyaman bagi penyanyinya di situ, bolehlah nego sedikit untuk pindah ke F, Eb, atau Bb. Selalu ada solusi untuk kenyamanan penyanyi dengan musisi. Salah satu cara melatih musisi untuk bisa melakukan transposisi secara spontan adalah melatih cara berpikir melihat kord lagu secara keseluruhan sebagai progresi kord dengan fungsi harmonisnya. Misalnya, susunan kord CMaj7, D-7, dan G7, dilihat sebagai Imaj7, II-7, dan V7.

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 2

Sehingga bermain di key apapun tetap saja mudah. Misal berubah ke key G, jadinya GMaj7, A7, dan D7 berdasarkan progresi fungsi harmonis I-II-V. Kesimpulannya, untuk menghasilkan performa musik yang maksimal dibutuhkan kerja sama yang baik antara setiap anggota grup. Lakukanlah apa yang masuk akal, jika lagunya ketinggian, turunkan, jika terlalu cepat, pelankan temponya, dsb. Jangan biarkan ego satu orang merusak penampilan satu grup. Teknik Vokal Yang Baik Dan Benar Kalimat judul di atas sering sekali saya dengar. Mengikutinya, adalah serangkaian kalimat lain yang tidak mudah difahami, seperti menyanyi dari perut, pernafasan yang rendah, lidah turun, tenggorokan dibuka, postur, resonansi dan bla bla bla. Saya belajar vokal sejak kecil, dan berkesempatan untuk berguru kepada beberapa orang yang sangat membantu saya dalam mendapatkan kemajuan yang saya inginkan. Saya pun telah mengajar vokal dalam beberapa tahun terakhir ini, selain untuk berbagi ilmu saya juga mengajar untuk belajar dan untuk memaksa diri saya untuk berlatih secara rutin. Pengalaman yang saya dapatkan dari semua itu membuat saya memandang kalimat teknik vokal yang baik dan benar secara berbeda dari sebelumnya. Teknik vokal membuat menyanyi menjadi lebih mudah, membuat suara kita semakin jelas dan bertenaga, meningkatkan stamina dalam bernyanyi, dan paling penting, mencegah kerusakan pada instrumen vokal kita yang tidak dijual di mana-mana ini. Setiap guru memiliki metode mereka masing-masing dalam mengajar teknik vokal. Bagi saya, satu kunci yang sangat penting mengenai hal ini adalah, jika menyanyi menyakitkan, stop. Pasti ada yang salah dengan sesuatu, entah itu teknik anda, atau jangan-jangan instrumen vokal anda mengalami kerusakan. Berikutnya yang saya jadikan aturan utama adalah sebelum dan saat anda bernyanyi, anda harus dalam keadaan relaks. Relaks akan mengoptimalkan pernafasan anda, dan memastikan tidak ada ketegangan otot yang tidak perlu dan membuang energi. Saya menyarankan kepada semua penyanyi, agar walau anda sudah berkarir sebagai vokalis, sebaiknya anda tetap mencari seorang pelatih vokal agar anda senantiasa diingatkan kembali untuk rutin berlatih dan menguatkan otot-otot instrumen vokal anda, demi meningkatkan terus performa vokal anda dan meningkatkan kesehatan anda secara umum. Melatih Articulator Vokal Instrumen vokal kita memiliki generator, producer, resonator, dan articulator. Articulator adalah mulut kita, termasuk di dalamnya lidah. Apa fungsinya? Ketika kita berbicara, kita membentuk kata-kata, dengan konsonan dan vokal a, i, u, e dan o, yang membentuk suara tersebut adalah bentuk mulut dan bibir kita, juga posisi lidah. Perhatikanlah bagaimana bentuk dan posisinya ketika kita mengucap misalnya a, atau mi, atau do, semuanya berbeda. Dalam menyanyi tentunya hal ini sangat penting, terutama jika lagu yang dinyanyikan ada liriknya. Kita juga mengetahui ada banyak otot yang terlibat dalam menggerakkan articulator kita. Dan seperti otot lainnya dalam tubuh kita, otot articulator juga perlu dilatih agar bisa berfungsi maksimal, khususnya bagi public speaker, announcer, dan tentunya vocalists. Dalam rutin saya ada beberapa pola yang digunakan. Salah satunya yang umum adalah dengan mengulang kalimat tip, tip, tip, tip of the tounge pola lainnya dengan will you, will you, will you, will you william untuk vokalis tentu dengan nada. Latihan lain adalah dengan ma, me, mi, mo, mu, ka, ke, ki, ko, ku, sa, se, si, so, su, dst. Beberapa latihan sederhana di atas akan melatih fleksibilitas articulator anda, dan membuatkan siap bekerja dengan maksimal sesuai kebutuhan anda. Selamat mencoba. Pernafasan: Diafragma Paru Ketika Anda menghirup nafas, bayangkan Anda mengisi paru-paru Anda dengan udara dengan mengisi bagian dasar terlebih dulu lalu terus ke atas seperti Anda mengisi botol minuman Anda

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 3

dengan air. Ketika pernafasan yang Anda lakukan benar, maka Anda akan merasakan bagian tekanan di perut bagian depan, samping, bahkan belakang, ini yang dikenal sebagai pernafasan 360 derajat atau lebih populer dengan istilah pernafasan diafragma, di mana otot diafragma berkontraksi maksimal seiring dengan pernafasan. Untuk mengetahui hal ini, posisikan pegangan Anda di perut bagian samping tepat di bawah rusuk dengan keempat jari-jari di depan dan ibu jari di belakang dan tarik nafas, usahakan agar bukan hanya perut bagian depan saja yang mengembang tetapi bagian samping dan belakang juga ikut mengembang, gunakan imajinasi Anda dan rasakan perbedaannya. Diafragma adalah otot besar yang terletak tepat di bawah tulang rusuk terakhir, yang menempel di tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada. Otot diafragma adalah otot utama yang digunakan saat menghirup nafas, ketika otot diafragma berkontraksi, ia bergerak ke bawah, yang menyebabkan tekanan udara di dalam paru-paru menurun dan menyebabkan masuknya udara. Pergerakan otot diafragma menyebabkan pergeseran pada organ perut menyebabkan perut mengembang. maka sebaiknya kita tidak menahan perut kita saat bernafas untuk memaksimalkan pernafasan kita saat bernyanyi. Untuk menghembuskan udara, hanya dengan melemaskan otot diafragma pada saat paru-paru sudah terisi penuh sudah cukup untuk mendorong udara keluar, namun untuk dapat menyanyi dengan baik, hal ini saja tidaklah cukup. Seorang vokalis sebaiknya mampu mengontrol tekanan udara di paru-paru, seberapa banyak dan seberapa cepat udara keluar masuk, dan bisa mempertahankan konsistensinya dengan menggunakan otot diafragma, inilah yang disebut sebagai support. Banyak penyanyi yang mengeluhkan diri mereka memiliki pernafasan yang dangkal. Hal ini disebabkan karena pada saat menghirup nafas, mereka tidak mengisi paru-paru mereka dari bagian dasar ke atas, melainkan langsung mengisinya di bagian atas, hal ini dapat terlihat ketika dada dan bahu kita naik pada saat menghirup nafas. Usahakan untuk memperhatikan dan menghindari hal ini.

Pernafasan Vokalis Ada beberapa aspek yang membentuk suara kita. Salah satu aspek terpenting dan menjadi kuda-kuda dalam menyanyi adalah pernafasan. Menyanyi yang baik memerlukan pernafasan yang kuat dan terkontrol. Bukankah tubuh kita bernafas secara otomatis dan kita tidak perlu lagi melatihnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, perhatikan perbedaan pernafasan sehari-hari untuk berbicara dengan pernafasan untuk menyanyi. Untuk berbicara, jika nafas kita habis, ya hirup saja nafas lagi dan masalah pun selesai, tapi dalam bernyanyi kita dituntut untuk menggunakan strategi dalam bernafas, menyesuaikan kapan menghirup, menghembus dan mempertahankan nafas sesuai dengan kebutuhan lagu dan lirik. Seseorang yang bukan vokalis tidak memiliki kebutuhan untuk dapat bernafas panjang. Bagaimana pernafasan yang baik untuk menyanyi? Pada dasarnya pernafasan yang baik adalah menghirup udara yang banyak dalam waktu yang singkat, dan tidak berbunyi keras. Selain itu, pernafasan sebaiknya didukung oleh postur tubuh yang baik sehingga tidak mengganggu lajunya udara yang keluar masuk. Mari kita melihat lebih lanjut bagaimana melatih pernafasan kita.

Mengambil Nafas: Dari Hidung Atau Dari Mulut? Nafas: Dari Hidung Atau Dari Mulut?

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 4

Banyak penyanyi bertanya, mana yang benar? Mengambil nafas dari hidung atau dari mulut? saya menjawab, keduanya benar. Berikut ini penjelasannya. Masing-masing metode memiliki sisi baik dan buruk tetapi keduanya bisa dilakukan saat bernyanyi. Sebetulnya, hidung lebih cocok untuk mengambil nafas karena hidung dilengkapi dengan saringan berupa bulu halus dan lendir. Selain itu, keuntungan mengambil nafas dari hidung adalah hal ini dapat membantu melembabkan pita suara. Hal ini penting ketika kita bernyanyi di dalam ruangan yang ber-AC yang cenderung membuat kering mulut dan tenggorokan. Namun sisi buruk dari metode ini adalah jalur rongga hidung yang lebih sempit dari rongga mulut, dan yang paling mengganggu adalah jika kita sudah terbiasa mengambil nafas dari hidung lalu hidung kita tiba-tiba mampet, atau kita terserang flu, maka hal ini menjadi masalah karena hidung tersumbat. Di sisi lain, mengambil nafas dari mulut akan membuat mulut dan tenggorokan anda cepat kering, tetapi rongga mulut yang besar memungkinkan kita untuk mengambil udara lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Bagusnya lagi, anda tidak perlu khawatir akan masalah hidung mampet dan sebagainya. Faktor lain yang berpengaruh kepada pemilihan metode di atas, adalah faktor lirik yang akan dinyanyikan. Misalnya anda akan menyanyikan kata Aku yang dimulai dengan huruf A dan posisi mulut terbuka, maka tentu lebih nyaman untuk mengambil nafas dari mulut karena posisi mulut siap untuk segera mengucap setelah itu. Sedangkan untuk contohnya kata My love yang dimulai dengan huruf M dengan posisi bibir tertutup rapat, maka lebih enak mengambil nafas dari hidung karena mulut tertutup untuk siap menyanyikan lirik tsb. Banyak pelatih vokal menganjurkan, untuk membiasakan mengambil nafas dari hidung dan dari mulut, dan dari keduanya secara bersamaan. Maksud dari bersamaan adalah kita mengambil nafas dari hidung, tetapi mulut kita terbuka sedikit untuk membuka jalan yang lebih luas, tetapi cukup membuka sedikit saja.

Antara Ciri Khas Dan Teknik Vokal

Hal ini sering kali menjadi pertanyaan bagi para vokalis yang telah berkarir cukup lama dan memiliki kebiasaan tertentu dalam bernyanyi sebelum mulai belajar vokal. Apakah seseorang bisa kehilangan ciri khas-nya setelah belajar vokal? Seorang kenalan saya bahkan telah menuduh seorang vokalis yang setelah belajar vokal secara formal, kemampuannya bernyanyi malah menurun. Jawaban saya adalah, hal itu bisa saja terjadi. Namun jika ia belajar secara menyeluruh, saya jamin kemampuan bernyanyi seseorang tidak akan menurun setelah belajar vokal. Yang banyak terjadi adalah, setelah beberapa pertemuan belajar vokal, mengetahui tentang kesehatan vokal, teknik yang benar, dsb. Seorang penyanyi yang telah memiliki kebiasaan tertentu secara natural akan berusaha melakukan beberapa penyesuaian. Tentu ia menginginkan vokalnya tetap prima dan meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi, jika tidak, dari awal mungkin ia tidak akan belajar. Nah, fase inilah yang biasanya memberikan kesan kemampuan seseorang menurun, atau seorang vokalis kehilangan ciri khas-nya. Dan fase ini pula biasanya seseorang yang belajar setengah-setengah akan berhenti belajar. Bagi penyanyi rock, justru belajar vokal adalah keputusan yang baik. Belajar vokal TIDAK bertujuan meluruskan gaya rock seseorang, melainkan membekali rocker tersebut dengan pengetahuan tentang instrumen vokalnya. Sehingga vokalis tersebut tahu betul apa yang ia lakukan dan melakukannya dengan penuh kesadaran. Selain itu, berbagai latihan teknik vokal akan memperkuat instrumennya tersebut, memperkuat dan ultimately, melindungi.

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 5

Saya bukan dokter, bukan pula penyanyi yang sangat bagus, namun saya tahu benar akibat jangka panjangnya jika instrumen vokal kita yang ringkih ini diberi tekanan terus menerus. Vokalnya bisa mengalami cidera, bahkan kehilangan suaranya secara permanen. Bagi seorang penyanyi rock untuk bisa menjaga vokalnya sampai tua, ia harus belajar bagaimana melakukan pemanasan vokal, bagaimana melakukan senam vokal sehari-hari, bagaimana teknik pernafasan, postur, dll. Untuk perbandingan, anda mungkin pernah mendengar yang namanya Parkour, yaitu seni kelincahan tubuh seperti Jackie Chan, yang memungkinkan seseorang untuk bisa melompat dari gedung ke gedung, mendarat dengan selamat dari ketinggian, dan memanjat tanpa bantuan apapun. Di balik semua itu, ada sesi latihan yang panjang dan keras, baik fisik dan mental. Seorang pelaku Parkour tidak akan melakukannya begitu saja kalau ingin selamat. Saran saya adalah bagi siapa saja yang telah bernyanyi cukup lama dan ingin belajar vokal, lakukanlah, dan lakukanlah secara serius sekalian. Latih teknik pernafasan anda, postur, dan sebagainya sehingga anda bisa melakukan semua itu tanpa berpikir lagi. Berlatih dengan teknik di ruang latihan. Namun saat di panggung, lupakan semuanya dan menyanyilah seperti biasa. Saya yakin anda akan tetap memiliki ciri khas anda, hanya, anda akan melakukannya dengan lebih baik dan lebih sehat.

Keuntungan Bermain Piano Bagi Vokalis

Saya selalu menganjurkan vokalis untuk bisa memainkan alat harmoni khususnya piano. Tidak perlu bisa bermain seperti seorang pianis, tetapi cukup sampai bisa mengiringi diri sendiri. Ada beberapa keuntungan yang bisa diraih dari kemampuan bermain piano, maka dari itu mahasiswa vokal di mana-mana biasanya wajib mengambil kelas minor piano. Berikut ini beberapa keuntungan tersebut. 1. Melatih pendengaran dan pitch Suara manusia tidak dituning seperti alat musik. Dengan bermain piano, telinga kita akan terbiasa dengan tuning standar, dan memperkecil kemungkinan menyanyi fals. 2. Melatih sense of harmony Suara manusia adalah single line melody instrument. Artinya suara kita sendiri tidak bisa membentuk kord. Dengan bermain piano, sense of harmony kita akan terlatih. Minor, major, diminished, dsb akan tergambar dengan jelas. Sangat membantu dalam berimprov, adlibs, dan aransemen pecah suara. 3. Memperdalam pengetahuan teori Dengan bermain piano mau tidak mau kita belajar tentang bagaimana membangun kord, apa itu inversi, interval, dsb. Apalagi tuts piano yang berjejer di depan mata, ada hitam dan putih, tidak seperti gitar sehingga secara visual jelas.

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 6

4. Memudahkan proses kreatif Banyak penyanyi yang menulis lagu hanya melodi saja dan harus tergantung kepada seorang pianis untuk menentukan harmoni dan kord. Dengan bermain piano kita memiliki kebebasan dalam menulis. 5. Bisa mengajar tanpa bantuan Seorang guru vokal sebaiknya bisa mengiringi muridnya. Walau dalam pengajar kadang ditemani pianis, paling tidak jika pianisnya berhalangan tidak menjadi masalah bagi guru tsb. 6. Bisa memberi arahan yang jelas pada band pengiring Seorang vokalis juga harus mampu menjadi band leader karena bagaimanapun dia harus diiringi musisi lain. Dengan bermain piano vokalis memiliki bahasa yang sama dengan pemain instrumen sehingga memudahkan komunikasi. Jika anda belum bisa bermain piano, mulailah belajar, its totally worth the effort. Dan tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Selamat berlatih!

PADUAN SUARA Paduan suara adalah penyajian musik vokal oleh 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakkan jiwa lagu yang dibawakan. Beberapa jenis paduan suara: 1. Akapella, adalah bentuk penyajian paduan suara tanpa iringan musik. 2. Unisono, adalah paduan suara dimana seluruh jenis suara menyanyikan nada yang sama ( not yang sama ). Pemimpin paduan suara Pemimpin paduan suara disebut dirigen /conductor, yang memimpin dengan mempergunakan pola gerakan tangan, gerakan tubuh, dan ekspresi wajah yang terangkum dalam ungkapan yang imajinatif. Pola gerakan tersebut adalah: Birama 2/4, birama , birama 4/4, birama 6/8. Dalam prakteknya tanda birama ditulis satu kali saja, yaitu di depan para nada yang pertama. Juga ditulis dengan lambang yang lain yaitu seperti: huruf C yang berarti birama 4/4 danhuruf C yang berarti birama 2/4. Contoh yang lain adalah apabila dirigen meminta paduan suara untuk mengecilkan suaranya, maka ia memberikan isyarat dengan gerakan tubuh yang condong ke depan. Dalam menyanyi tentu menemukan berbagai ketinggian nada, karenanya rongga resonansi kita telah dilengkapi oleh Allah, misalnya: Untuk menyanyikan nada / suara tinggi digunakan rongga resonansi di kepala. Untuk menyanyikan nada rendah digunakan rongga dada. Beberapa tanda dinamik yang biasa kita gunakan antara lain: Con bravura : berarti gagah perkasa pada lagu Indonesia Raya Con Fuoco : berarti dengan berapi-api Con brio : berarti dengan semangat

Cressendo

: semakin lama makin keras

Decressendo Staccato

: berarti berangsur-angsur melunak/ lembut : berarti dinyanyikan terputus-putus, seperti suara bola pingpong yang dijatuhkan ke lantai.

Fermata

: berarti dinyanyikan panjang ( dipanjangkan ), sesuai kehendak penyanyi /dirigen.

ppp pp

( pianissimo possible ) : artinya selunak-lunaknya ( pianissimo ) : artinya lunak sekali

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 7

p mp fff ff f mf

( piano ) ( mezzo piano ) ( fortissimo possible ) ( fortissimo ) ( forte ) ( mezzo forte )

: artinya lunak : artinya agak lunak : artinya sekeras-kerasnya : artinya keras sekali : artinya keras : artinya agak keras.

ALAT MUSIK Alat musik antara lain dapat digolongkan menurut fungsinya, yaitu a. Alat musik melodis, yaitu alat musik yang dapat memainkan satu nada dalam satu waktu, contoh ; suling, recorder. Terompet, saxophone, biola, cello, rebab, dll b. Alat musik harmonis, yaitu alat musik yang dapat memainkan banyak nada dalam satu waktu, contoh: gitar, piano, harmonica, pianika organ, akordeon, dll c. Alat musik ritmis, yaitu alat musik yang tidak bernada, yang dapat memberikan warna, sifat, suasana tertentu pada musik, contoh; rings bell, drum, kastanyet, wood block, maracas, tambur, tamburin, gendang, dll

TEORI DASAR MENYANYI


Disusun oleh: AGUS 8