Anda di halaman 1dari 15

TUGAS 4 Responsi Komputasi Geodetik II

Eka Fitriani Hanandya Ajeng

(151 12 093) (151 12 097)

TEKNIK GEODESI DAN GEOMATIKA FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam ilmu Geodesi, kita tak pernah lepas dari data-data yang cukup banyak dan membutuhkan pengolahan data untuk setiap analisisnya. Hal tersebut yang mendasari adanya berbagai macam metode pengukuran untuk pengolahan data seperti Least Square, pembobotan, dan perambatan kesalahan. Selain itu, kenyataan bahwa bumi mengalami pergerakan dinamis, membuat bidang Geodesi lebih ditantang untuk mendalami metode pengukuran lain untuk menyelesaikan fenomena kedinamisan bumi tersebut. Seperti yang kita ketahui, bahwa Bumi ini terdiri dari beberapa lempeng tektonik. Dan lempeng-lempeng di muka bumi yang berjumlah sekitar lebih dari 20 lempeng utama dan lempeng-lempeng kecil lainnya mengalami pergerakan setiap tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah perhitungan yang dapat memodelkan pergerakan lempeng. Penentuan pergerakan lempengan tersebut dijelaskan oleh Leonhard Euler (1776) melalui teorema Euler fixed point yang menyatakan bahwa setiap pergerakan pada permukaan bumi dapat direpresentasikan sebagai rotasi dari titik rotasi kutub yang dipilih yang disebut dengan Euler Pole. Selain dengan metode Euler Pole, metode lain yang biasa digunakan untuk mendukung proses pengolahan datanya adalah Velocity Model. Kedua model tersebut bertujuan untuk menjawab distorsi pengukuran akibat adanya pergerakan dari lempeng bumi. Hal inilah yang mendasari kami membuat laporan ini yaitu untuk mengetahui dan memahami bagaimana menyelesaikan masalah yang terkait dengan pergerakan lempeng bumi dengan menggunakan Euler Pole dan Velocity Model, serta menggabungkannya dengan 3 metode sebelumnya yang pernah dipelajari, yaitu Least Square, pembobotan dan perambatan kesalahan. Dalam pengolahan data, kami menggunakan bantuan perhitungan aplikasi MATLAB.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, timbul persoalan yang perlu diketahui yaitu bagaimanakah cara pengolahan data yang ada dengan menggunakan Euler Pole dan Velocity Model serta menentukan efek dari perambatan kesalahan dalam perhitungan.

1.3. Tujuan Menentukan nilai serta menentukan , , beserta lintang dan bujur dengan menggunakan Euler Pole , dan pada suatu titik yang ada di permukaan bumi.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Least Square Least Square merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai taksiran dari koefisien regresi. Dengan menggunakan metode ini, hasil yang didapatkan lebih baik karena meminimumkan nilai variansi dari parameter yang akan dicari. Secara matematis, metode ini dapat dirumuskan sebagai berikut. y = (ATA)-1 (ATL)

2.2 Perambatan Kesalahan Perambatan kesalahan merupakan metode sederhana untuk menentukan kesalahan sebuah nilai. Dimana nilai tersebut dihitung dengn menggunakan dua atau lebih nilai terukur dan dengan menyertakan perkiraan kesalahan yang diketahui. Nilai yang ingin diketahui ditentukan secara tidak langsung dari pengamatan langsung sehingga setiap nilai parameter yang dihitung menggunakan data pengamatan akan selalu mengandung kesalahan yang dirambatkan dari kesalahan pengamatan tersebut. Hasil dari perhitungan ini akan memperngaruhi nilai variansi dari parameter sehingga akan berpengaruh terhadap nilai ekstrapolasi. Perambatan kesalahan memiliki keterkaitan dengan pembobotan. Pembobotan muncul karena adanya kebutuhan untuk mengontrol kualitas dari persamaan yang diperoleh. Nilai bobot berbanding terbalik dengan variansi pengamatan.

2.3 Pembobotan Pembobotan adalah ukuran yang kita berikan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari parameter yang didapatkan. Semakin besar bobot yang diberikan, akan semakin baik nilai yang didapatkan. Secara matematis, pembobotan dapat dirumuskan sebagai berikut. y = (ATPA)-1 (ATPL) , dengan P adalah matriks bobot.

2.4 Euler Pole Euler Pole merupakan perhitungan yang memodelkan pergerakan lempeng atau blok di tempat titik pengamatan berada. Penentuan pergerakan lempeng tersebut dapat dijelaskan oleh Leonhard Euler (1776) melalui teorema Euler fixed point yang menyatakan bahwa setiap pergerakan pada permukaan bumi dapat direpresentasikan sebagai rotasi titik rotasi kutub yang dipilih. Titik inilah yang biasa disebut Euler Pole. Para ahli menggunakan teorema ini guna memahami pergerakan dari tektonik lempeng. Euler Pole menjelaskan pergerakan lempeng yang satu missal lempeng B relatif terhadap lempeng yang lainnya, misal A. Maka, pergerakan lempeng B diletakkan pada kerangka referensi A. Kecepatan rotasi suatu lempeng dinyatakan dengan, dimana adalah rotasi yang dialami lempeng. Kecepatan
A B.

rotasi dari lempeng B relatif terhadap lempeng A dilambangkan dengan

Dengan

informasi itu dapat ditentukan kecepatan di suatu titik pada lempeng B relative terhadap lempeng A dan dapat diformulasikan dengan rumus berikut. v=A dimana R adalah jari-jari bumi dan
BR

sin

adalah sudut antara titik dengan sumbu rotasi. Ilustrasi

dari Euler Pole ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Dengan rumus Euler Pole :

[ ]=[

][

][

Dimana : = tan-1 ( ) = tan-1 ( ) =

2.5 Velocity Model Velocity Model merupakan model yang dipakai untuk perhitungan yang mendekati pergerakan lempeng bumi. Model ini dapat dirumuskan sebagai berikut. = = =

[ ]=[

][

][

BAB III PENGOLAHAN DATA

Dari data yang diberikan, kita diminta untuk menghitung nilai kecepatan sudut dalam arah sumbu x, y, dan z beserta lintang, bujur dan kecepatan sudut dengan menggunakan metode Euler Pole. Data yang diberikan adalah sebagai berikut.

Bujur (djrt) 103.5203 108.8909 106.1759 102.1055 101.7176

Lintang (djrt) -1.6156 0.86279 -1.88066 6.226192 3.170944

Ve (m/tahun) 0.03016 0.029934 0.028875 0.032058 0.030904

Vn (m/tahun) -0.00363 -0.00737 -0.00742 -0.00441 -0.00363

sig.Ve (m/tahun) 0.000108 0.00247 0.00217 0.0011 0.00113

sig.Vn (m/tahun) 8.22E-05 0.00186 0.00141 0.0008 0.00085

Sites JMBI TABA TANJ GETI KTPK

Langkah-langkah untuk menentukan nilai

adalah dengan menggunakan prinsip

Least Square, pembobotan, perambatan kesalahan serta Euler Pole. Setelah itu, maka akan didapatkan nilai = 8.86544424218889 x 1011 rad/year = 2.82455181677054 x 109 rad/year = 4.80082965552326 x 109 rad/year Kemudian, dari data yang telah diperoleh, kita bisa menentukan nilai lintang, bujur serta keceparan sudut dengan Euler Pole yang besar nilainya adalah sebagai berikut : Lintang = 7.37682408248944, Bujur = 120.353907809232, = 5.57080945259614 x 109 yaitu :

Dari data di atas, selanjutnya kita dapat mencari besar kecepatan pergerakan dalam arah N, E dan U untuk lokasi titik-titik yang nilai koordinatnya telah diketahui dengan perhitungan Velocity Model.

[ ]=[

][

][

Maka, hasil yang akan diperoleh : = 2.79185090755087 x 109 rad/year = 4.76737748401343 x 109 rad/year = 7.15261065670194 x 1010 rad/year

Vn JMBI TABA TANJ GETI KTPK 7.23651352416832 x 106 0.000256568326790313 0.000241764774599681 8.82023498540649 x 106 0.000268618854130501

Ve 0.000266960389368811 4.22421504758494 x 106 0.000280498614438487 0.000254781548767434 2.7113533274422 x 105

BAB IV ANALISIS DAN KESIMPULAN

4.1 Analisis Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan setiap nilai yang dicari mengandung error atau kesalahan. Ini disebabkan karena setiap pengukuran memiliki nilai error dalam hal ini nilai error yang terkandung harus nilai random error saja. Salah satu cara untuk meminimalisir kesalahan bisa dilakukan dengan metode perataan perambatan kesalahan. Ini dilakukan agar hasil yang didapat mengandung kesalahan yang tidak terlalu besar.

4.2 Kesimpulan Dari pengolahan data di atas, dapat disimpulkan bahwa : = 8.86544424218889 x 1011 rad/year = 2.82455181677054 x 109 rad/year = 4.80082965552326 x 109 rad/year Lintang = 7.37682408248944 Bujur = 120.353907809232 = 5.57080945259614 x 109

Soal Bonus = 2.79185090755087 x 109 rad/year = 4.76737748401343 x 109 rad/year = 7.15261065670194 x 1010 rad/year

Vn JMBI TABA TANJ GETI KTPK 7.23651352416832 x 106 0.000256568326790313 0.000241764774599681 8.82023498540649 x 106 0.000268618854130501

Ve 0.000266960389368811 4.22421504758494 x 106 0.000280498614438487 0.000254781548767434 2.7113533274422 x 105

DAFTAR PUSTAKA

Chapra, S.C. dan Raymond P.C. (2010). Numerical Methods for Engineers 6th edition. McGraw-Hill: New York. ISBN 978-0-07-340106-5. Ghilani, C.D. dan Paul R.W. (1996). Adjustment Computations: Statistics and Least Squares in Surveying and GIS. John Wiley & Sons, Inc: Canada. ISBN 0-471-16833-5.

LAMPIRAN

Dalam pengerjaan, kami menggunakan bantuan program MATLAB untuk proses penghitungan. Berikut ini script yang kami gunakan pada program MATLAB.

clc clear all format long g datakg='datakg(2).xlsx'; B= xlsread(datakg,'A2:A6'); L= xlsread(datakg,'B2:B6'); ve= xlsread(datakg,'C2:C6'); vn= xlsread(datakg,'D2:D6'); sdve= xlsread(datakg,'E2:E6'); sdvn= xlsread(datakg,'F2:F6'); %mengubah nilai derajat ke radian for i=1:length(B) b(i,1)=degtorad(B(i)); end for i=1:length(L) l(i,1)=degtorad(L(i)); end %mendefinisikan matriks A for i=1:length(b) a(i,1)= -sin (l(i))*cos (b(i)); end A1=a(1); A4=a(2); A7=a(3); A10=a(4); A13=a(5); for i=1:length(b) c(i,1)= -(sin(b(i))*sin(l(i))); end C1=c(1); C4=c(2); C7=c(3); C10=c(4); C13=c(5); for i=1:length(b) d(i,1)= cos (l(i)); end D1=d(1); D4=d(2); D7=d(3); D10=d(4); D13=d(5);

A2=f(1); A5=f(2); A8=f(3); A11=f(4); A14=f(5); for i=1:length(b) g(i,1)= cos (b(i)); end C2=g(1); C5=g(2); C8=g(3); C11=g(4); C14=g(5); for i=1:length(b) h(i,1)= cos (b(i))*cos (l(i)); end A3=h(1); A6=h(2); A9=h(3); A12=h(4); A15=h(5); for i=1:length(b) j(i,1)= cos (l(i))*sin (b(i)); end C3=j(1); C6=j(2); C9=j(3); C12=j(4); C15=j(5); for i=1:length(b) k(i,1)= sin (l(i)); end D3=k(1); D6=k(2); D9=k(3); D12=k(4); D15=k(5); D2=0; D5=0; D8=0; D11=0; D14=0;

a1=[A1 C1 A2 C2 A3 C3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

D1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 D2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 D3 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A4 C4 D4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A5 C5 D5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A6 C6 D6 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A7 C7 D7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A8 C8 D8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A9 C9 D9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A10 C10 D10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A11 C11 D11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A12 C12 D12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A13 C13 D13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A14 C14 D14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 A15 C15 D15];

%menggunakan ellipsoid WGS 84, sehingga sumbupanjang=6378137; sumbupendek=6356752; eksentrisitas=sqrt((sumbupanjang^2-sumbupendek^2)/sumbupanjang^2); %nilai normalnya for i=1:length(l) N(i,1)=sumbupanjang/sqrt(1-(eksentrisitas)^2*sin(l(i))); end %titik X,Y, dan Z for i=1:length(l) X(i,1)=N(i)*cos(l(i))*cos(b(i)); Y(i,1)=N(i)*cos(l(i))*sin(b(i)); Z(i,1)=(N(i)*(1-eksentrisitas))*sin(l(i)); end %matriks X,Y, dan Z a2=[0 Z(1) -Y(1) -Z(1) 0 X(1) Y(1) -X(1) 0 0 Z(2) -Y(2) -Z(2) 0 X(2) Y(2) -X(2) 0 0 Z(3) -Y(3) -Z(3) 0 X(3) Y(3) -X(3) 0 0 Z(4) -Y(4) -Z(4) 0 X(4) Y(4) -X(4) 0 0 Z(5) -Y(5) -Z(5) 0 X(5) Y(5) -X(5) 0]; %matriks kecepatan vu = [0; 0; 0; 0; 0]; V=[vn(1) ve(1) 0 vn(2) ve(2) 0 vn(3) ve(3) 0 vn(4) ve(4) 0 vn(5)

ve(5) 0]; %menghitung nilai bobot P=[1/sdvn(1)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdve(1)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdvn(2)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdve(2)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdvn(3)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdve(3)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdvn(4)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdve(4)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdvn(5)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1/sdve(5)^2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0]; %menganggap perkalian matriks cosinus dengan matriks X,Y,Z dengan aa aa=a1*a2; %hitung nilai kecepatan sudut w=inv(aa'*P*aa)*(aa'*P*V); wx=w(1) wy=w(2) wz=w(3) %nilai lintang,bujur,dan tinggi lintang1=-(inv(tan((wz)/sqrt(wx^2+wy^2)))); lintang=radtodeg(lintang1) bujur1=(inv(tan(wy/wx))); bujur=radtodeg(bujur1) nilaiw=sqrt(wx^2+wy^2+wz^2) %soal bonus wx1=nilaiw*cos(lintang1)*cos(bujur1) wy1=nilaiw*cos(lintang1)*sin(bujur1) wz1=nilaiw*sin(lintang1) %nilai normalnya Norm=sumbupanjang/sqrt(1-(eksentrisitas^2)*sin(lintang1)); %titik X,Y, dan Z Xbaru=Norm*cos(lintang1)*cos(bujur1); Ybaru=Norm*cos(lintang1)*sin(bujur1); Zbaru=(Norm*(1-eksentrisitas))*sin(lintang1); %matrik X,Y, dan Z a4=[0 Zbaru -Ybaru -Zbaru 0 Xbaru Ybaru -Xbaru 0 0 Zbaru -Ybaru -Zbaru 0 Xbaru Ybaru -Xbaru 0 0 Zbaru -Ybaru -Zbaru 0 Xbaru Ybaru -Xbaru 0 0 Zbaru -Ybaru -Zbaru 0 Xbaru Ybaru -Xbaru 0 0 Zbaru -Ybaru -Zbaru 0 Xbaru Ybaru -Xbaru 0]; aabaru=a1*a4; wbaru=[wx1 wy1

wz1]; %nilai kecepatan nilaiV=aabaru*wbaru; VnJMBI=nilaiV(1) VeJMBI=nilaiV(2) VnTABA=nilaiV(3) VeTABA=nilaiV(4) VnTANJ=nilaiV(5) VeTANJ=nilaiV(6) VnGETI=nilaiV(7) VeGETI=nilaiV(8) VnKTPK=nilaiV(9) VeKTPK=nilaiV(10)