Anda di halaman 1dari 8

MOMEN INERSIA PENAMPANG

RETAK
Susunan bahan pembentuk struktur beton adalah bahan beton dan
batang tulangan baja. Sehingga dari dua unsur bahan utama yang
berbeda sifatnya, membentuk mekanisme kerja sama struktural
didalam komponen. Susunan bahan tersebut disebut susunan bahn
komposit. Bahan komposit tersebut pada suatu saat akan mengalami
retak, akibatnya akan terjadi perubahan momen inersia. Momen
inersia penampang pada keadaan retak disebut dengan momen inersia
penampang retak (

). Untuk menghitung

beton bertulang dapat


digunakan metode transformasi luas penampang bahan.
Luas penampang batang tulangan baja yang terdapat pada komponen
struktur digantikan dengan suatu luasan beton fiktif setara

yang
dianggap mampu menahan gaya tarik.
Berdasarkan teori mekanika bahan, dimana apabila dua bahan elastik
berbeda mengalami regangan yang sama, teganagn yang terjadi pada
masing-masing bahan akan setara dengan nilai banding modulus
elastisitasnya.


Berikut adalah gambar diagram tegangan dan regangan pada balok












dimana :

= Tegangan baja tarik


= tegangan tarik beton teoritis


= Modulus elastisitas baja


= Modulus elastisitas beton


Kemudian dikembangkan hubungan regangan sebagai berikut

2
=

dan
2
=


Dari persamaan tersebut didapat

sebagai berikut ;


Penampang Balok Diagram Regangan Diagram Tegangan
Dimana

sama dengan n maka

= n




Dalam SK SNI T-15-1991-03 ditentukan bahwa besarnya nilai n ditetapkan dengan
pembulatan terdekat dari nilai perbandingan kedua modulus elastisitas tersebut.
Sesuai dengan teori mekanika bahan yang telah dijelaskan diawal dapat disimpulkan
dari persamaan di atas bahwa



dengan melakukan beberapa substitusi didapatkan

= n

adalah luas penampang batang tulangan yang ditransformasikan menjadi luas


fiktif beton setara. Maka penampang lintang yang terdiri dari dua macam bahan
dianggap dan diperhitungkan menjadi satu macam bahan saja.
Berikut gambar penampang Transformasi :














Resultante gaya-gaya pada batabg tulangan dianggap bekerja pada pusat
titik berat kedudukan kelompok tulangan yang berjarak d dari serat tepi
tertekan, demikian pula resultante gaya luas beton fiktif yang
menggantikannya dianggap menempati kedudukan yang sama.
Penetapan letak garis netral pada penampang balok
transformasi dilakukan dengan menggunakan
persamaan keseimbangn momen statis luas efektif
terhadap serat tepi terdesak. Sehingga didapat letak
garis netral (y) sebagai berikut :

y =

1 +
2

1

Dengan ditetapkannya letak garis netral, momen
inersia penampang retak (

) dapat dihitung
dengan menggunakan rumus transformasi, seperti
yang telah dikenal pada teori mekanika bahan.
Contoh 8.1
Hitunglah momen inersia penampang retak untuk penampang lintang
seperti tampak pada gambar berikut













dimana As = 1290 mm, n = 9 (Tabel A-7), fc = 20 MPa
Penyelesaian :
Dengan mengacu pada penampang lintang transformasi, penentuan kedudukan
garis netral dilakukan sebagai berikut :
y =

1 +
2

1 =
9 (1290)
200
1 +
2 200 (430)
9 (1290)
1

y = 172,80 mm

momen inersia penampang retak :

= 1/3 b y + n As (d y )

= 1112008219 mm4


untuk penampang balok dengan tulangan desak, luasan baja desak juga
ditransformasikan menjadi beton fiktif. Penetapan letak garis netral serta
perhitungan momen inersia penampang retak juga dilakukan sepertia langkah
diatas. Batang tulangan baja desak menempati daerah beton desak, yang seperti
diketahui daerah ini harus dimanfaatkan seefektif mungkin dalam rangka
menghimpun potensi kekuatan penampanng bahan.
Dengan sendirinya pengurangan luas beton desak untuk ditempati luas
batanagan tulangan desak seberapapun kecilnya akan berpengaruh terhadap
perhitungan, mengingat daerah desak beton adalah potensial untuk
menghitung kekuatan penampang. Dengan demikian transformasi luasan
penampang batang tulangan desak menjadi luas beton efektif (n 1)As.
Hasil transformasi penampang akan menjadi sebagai berikut :