Anda di halaman 1dari 10

5 Universitas Indonesia

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. DEMAM
2.1.1. Definisi
Demam adalah keadaan dimana temperatur rektal >38
0
C. Menurut American
Academy of Pediatrics (AAP) suhu normal rektal pada anak berumur kurang dari 3
tahun sampai 38
0
C, suhu normal oral sampai 37,5
0
C. Pada anak berumur lebih dari
3 tahun suhu oral normal sampai 37,2 C , suhu rektal normal sampai 37,8
0
C.
Sedangkan menurut NAPN (National Association of Pediatric Nurse) disebut demam
bila bayi berumur kurang dari 3 bulan suhu rektal melebihi 38
0
C. Pada anak umur
lebih dari 3 bulan, suhu aksila dan oral lebih dari 38,3
0
C.
6
Demam mengacu pada peningkatan suhu tubuh yang berhubungan langsung dengan
tingkat sitokin pirogen yang diproduksi untuk mengatasi berbagai rangsang,
misalnya terhadap toksin bakteri, peradangan, dan rangsang pirogenik lain. Bila
produksi sitokin pirogen secara sistemik masih dalam batas yang dapat ditoleransi
maka efeknya akan menguntungkan tubuh secara keseluruhan; tetapi bila telah
melampaui batas kritis tertentu maka sitokin ini membahayakan tubuh. Batas kritis
sitokin pirogen sistemik tersebut sejauh ini belum diketahui.
8

2.1.2. Mekanisme Demam
Sebagai respons terhadap rangsangan pirogenik,maka monosit, makrofag, dan sel-sel
Kupffer mengeluarkan suatu zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (IL-1,
TNF, IL-6 dan interferon) yang bekerja pada pusat termoregulasi hipotalamus untuk
meningkatkan patokan termostat. Hipotalamus mempertahankan suhu di titik patokan
yang baru dan bukan di suhu tubuh normal. Sebagai contoh, pirogen endogen
meningkatkan titik patokan menjadi 38,9
0
C, hipotalamus merasa bahwa suhu normal
prademam sebesar 37
0
C terlalu dingin, dan organ ini memicu mekanisme-
mekanisme respon dingin untuk meningkatkan suhu tubuh.
5,8

Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
6

Universitas Indonesia







Berbagai laporan penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan suhu tubuh
berhubungan langsung dengan tingkat sitokin pirogen yang diproduksi untuk
mengatasi berbagai rangsang. Rangsangan eksogen seperti eksotoksin dan
endotoksin menginduksi leukosit untuk mengeluarkan pirogen endogen, dan yang
poten diantaranya adalah IL-1 dan TNF, selain IL-6 dan interferon (IFN). Pirogen
endogen ini akan bekerja pada sistem syaraf pusat pada tingkat Organum
Vasculosum Laminae Terminalis (OVLT) yang dikelilingi oleh bagian medial dan
lateral nucleus preoptik, hipotalamus anterior, dan septum palusolum. Sebagai
respons terhadap sitokin tersebut maka pada OVLT terjadi sintesis prostaglandin,
terutama prostaglandin E2 melalui metabolisme asam arakidonat jalur
siklooksigenase 2 (COX-2), dan menimbulkan peningkatan suhu tubuh terutama
demam.
9
Mekanisme demam dapat juga terjadi melalui jalur non prostaglandin melalui sinyal
aferen nervus vagus yang dimediasi oleh produk lokal macrophage inflammatory
protein-1 (MIP-1), suatu kemokin yang bekerja secara langsung terhadap
hipotalamus anterior. Berbeda dengan demam dari jalur prostaglandin, demam
melalui aktivitas MIP-1 ini tidak dapat dihambat oleh antipiretik.
8,9

Menggigil ditimbulkan agar dengan cepat meningkatkan produksi panas, sementara
vasokonstriksi kulit juga berlangsung untuk dengan cepat mengurangi pengeluaran
Endotoksin,
Peradangan,
Rangsangan pirogenik
lain
Sitokin
Area preoptik
hipotalamus
Prostaglandin
Demam
Monosit,
Makrofag, sel-sel
Kupffer
Meningkatkan titik
penyetelan suhu
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
7

Universitas Indonesia
panas. Kedua mekanisme tersebut mendorong suhu naik. Dengan demikian,
pembentukan demam sebagai respons terhadap rangsangan pirogenik adalah sesuatu
yang disengaja dan bukan disebabkan oleh kerusakan mekanisme termoregulasi.
8

2.1.3. Penerapan Klinis
Demam pada anak dapat diukur dengan menempatkan termometer ke dalam anus,
mulut, telinga, serta dapat juga di ketiak segera setelah air raksa diturunkan, selama
satu menit dan dikeluarkan untuk segera dibaca.
6
Pengukuran suhu mulut aman dan
dapat dilakukan pada anak usia di atas 5 tahun. Pengukuran ini juga lebih akurat
dibandingkan dengan suhu ketiak. Pengukuran suhu ketiak (aksila) mudah dilakukan,
namun hanya menggambarkan suhu perifer tubuh yang sangat dipengaruhi oleh
vasokonstriksi pembuluh darah dan keringat sehingga kurang akurat. Pengukuran
suhu melalui anus atau rektal cukup akurat karena lebih mendekati suhu tubuh yang
sebenarnya dan paling sedikit terpengaruh suhu lingkungan, namun pemeriksaannya
tidak nyaman bagi anak. Pengukuran suhu melalui telinga (infrared tympanic)
keakuratannya masih diperdebatkan oleh para ahli.
3,6
Pemeriksaan suhu tubuh dengan perabaan tangan tidak dianjurkan karena tidak
akurat sehingga tidak dapat mengetahui dengan cepat jika suhu mencapai tingkat
yang membahayakan. Pengukuran suhu inti tubuh yang merupakan suhu tubuh yang
sebenarnya dapat dilakukan dengan mengukur suhu dalam tenggorokan atau
pembuluh arteri paru. Namun ini sangat jarang dilakukan karena terlalu invasif.
3
Adapun kisaran nilai normal suhu tubuh adalah
3
:
Suhu oral, antara 35,5 37,5 C
Suhu aksila, antara 34,7 37,3 C
Suhu rektal, antara 36,6 37,9 C
Suhu infrared tympanic, antara 35,7 37,5 C
Suhu tubuh yang diukur di mulut akan lebih rendah 0.5-0.6C (1F) dari suhu rektal.
Suhu tubuh yang diukur di ketiak akan lebih rendah 0.8-1.0C (1.5-2.0F) dari suhu
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
8

Universitas Indonesia
oral. Suhu tubuh yang diukur di timpani akan 0.5-0.6C (1F) lebih rendah dari suhu
ketiak.
6
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, demam mempunyai manfaat melawan
infeksi. Namun demam juga memberikan dampak negatif diantaranya terjadi
peningkatan metabolisme tubuh, dehidrasi ringan, dan dapat membuat anak sangat
tidak nyaman. Penanganan demam sebaiknya tidak hanya berpatokan pada tingginya
suhu, tetapi apabila anak tidak nyaman atau gelisah sehingga dapat mengganggu
penilaian, demam perlu diobati.
3
Selain pemberian antipiretik, terapi suportif yang dapat dilakukan oleh orangtua pada
anak yang demam diantaranya
3,6
:
Meningkatkan asupan cairan. Memperbanyak minum dapat mencegah
dehidrasi. Pemberian minum dapat berupa air, susu, ASI, kuah sup, atau jus
buah.
Mengompres anak dengan air hangat. Mengompres juga dapat dilakukan
dengan merendam anak di air hangat sambil membasuh badan anak.
Mengompres/merendam anak dengan air hangat dapat membantu
menurunkan suhu terutama apabila dilakukan setelah pemberian antipiretik.
Namun apa bila anak menggigil atau semakin tidak nyaman, jangan
melakukan pengompresan. Pengompresan dengan air dingin hanya dilakukan
jika panas pada anak disebabkan oleh suhu lingkungan yang tinggi (heat
stroke). Pengompresan dengan alkohol harus dihindari karena alkohol akan
diserap oleh kulit dan dihirup pernapasan, dapat menyebabkan koma.
Sebaiknya orangtua mempertimbangkan untuk menghubungi/mengunjungi dokter
bila
3
:
Demam pada anak usia di bawah 3 bulan
Demam pada anak yang mempunyai penyakit kronis dan defisiensi sistem
imun
Anak gelisah, lemah, atau sangat tidak nyaman
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
9

Universitas Indonesia
Demam berlangsung lebih dari 3 hari (> 72 jam)
Petunjuk lainnya untuk membawa anak ke dokter tergambar dalam pedoman yang
diajukan oleh RS Anak di Cincinnati, tampilan anak demam dibagi atas
6
:
Tampilan baik:
o Anak bisa senyum, tidak gelisah, sadar, makan baik, menangis kuat
namun dapat dibujuk.
o Tidak ada tanda-tanda dehidrasi.
o Perfusi perifer baik, ekstremitas kemerahan dan hangat.
o Tidak ada kesulitan bernapas.
Tampilan sakit, mulai dipertimbangkan untuk ke dokter:
o Masih bisa tersenyum, gelisah dan menangis, kurang aktif bermain,
nafsu makan kurang.
o Dehidrasi ringan atau sedang.
o Perfusi perifer masih baik.
Tampilan toksik (sesuai Baraff dkk) merupakan gambaran klinis yang sejalan
dengan kriteria sindrom sepsis (antara lain letargi, tanda penurunan perfusi
jaringan, atau adanya hipo/hiperventilasi, atau sianosis), harus segera dibawa
ke dokter.
Menurut NAPN (National Association of Pediatric Nurse) bahwa demam pada bayi
di bawah 8 minggu harus mendapat perhatian khusus dan mungkin membutuhkan
perawatan rumah sakit. Bila anak tampak baik, kemungkinan infeksi bakteri <3%.
Bila tampak sakit, kemungkinan infeksi bakteri 26%, dan bila tampak toksik,
kemungkinan infeksi bakteri 92%.
Dianjurkan oleh AAP (American Academy of Pediatrics), bila anak berumur <2
bulan dengan suhu rektal >37,9
0
C, bayi berumur 3-6 bulan dengan suhu >38,3
0
C atau
berumur >6 bulan dengan suhu >39,4
0
C, segera menghubungi dokter. Bila anak
berumur >1 tahun, demam tetapi bisa makan, minum, tidur, dan bermain seperti
biasa, tidak perlu segera ke dokter, cukup dengan pengobatan di rumah oleh
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
10

Universitas Indonesia
keluarga. Pemberian antipiretik tidak perlu dilakukan bila suhu anak di bawah
38,3
0
C, kecuali ada riwayat kejang demam.
6


2.2. ANTI PI RETI K
7,10,11
Demam pada anak merupakan suatu keadaan yang sering menimbulkan kecemasan,
stres, dan fobia tersendiri bagi orangtua. Oleh karena itu, ketika anak demam
orangtua seringkali melakukan upaya-upaya untuk menurunkan demam anak. Salah
satu upaya yang sering dilakukan orangtua untuk menurunkan demam anak adalah
dengan pemberian obat penurun panas/antipiretik seperti parasetamol, ibuprofen, dan
aspirin.
7
Ada beberapa golongan antipiretik di Indonesia, yaitu
11
:
Golongan antipiretik murni. Termasuk dalam golongan ini adalah
asetaminofen (Parasetamol, Tempra, Termorex, Panadol, dll), asetosal
(Bodrexin, dll), dan ibuprofen (Proris, dll)
Golongan chlorpromazine
Golongan aminopyrin dan fenacetin
Pada umumnya antipiretik terpilih untuk bayi dan anak adalah golongan antipiretik
murni karena antipiretik golongan ini dapat menurunkan demam pada saat demam
dan tidak menyebabkan suhu yang sangat rendah bila tidak ada demam. Golongan
kedua dapat menyebabkan suhu rendah pada anak yang tidak demam, sedangkan
golongan ketiga bersifat antipiretik pada dosis rendah dan bersifat hipotermik pada
dosis tinggi. Golongan kedua dan ketiga dipakai berdasarkan petunjuk dokter dan
tidak dijual secara bebas.
11
Antipiretik yang banyak digunakan dan dianjurkan adalah parasetamol, ibuprofen,
dan aspirin (asetosal).
3,10,11
Oleh karena itu antipiretik yang akan dibahas lebih lanjut
adalah ketiga jenis obat tersebut.
2.2.1. Parasetamol (Asetaminofen)
3,6,10
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
11

Universitas Indonesia
Parasetamol merupakan obat pilihan pada anak-anak.
3
Efek anti inflamasi
parasetamol hampir tidak ada. Di Indonesia, parasetamol tersedia sebagai obat bebas,
misalnya Panadol, Bodrex , INZA, dan Termorex. Parasetamol memiliki sifat
analgesik yang menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang.
Parasetamol menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme yang diduga juga
berdasarkan efek sentral. Parasetamol merupakan penghambat prostaglandin yang
lemah. Efek iritasi, erosi, dan perdarahan lambung tidak terlihat pada obat ini,
demikian juga gangguan pernapasan dan keseimbangan asam basa.
10
Di Indonesia penggunaan parasetamol sebagai analgesik dan antipiretik telah
menggantikan penggunaan salisilat. Sebagai analgesik, parasetamol sebaiknya tidak
diberikan terlalu lama karena kemungkinan menimbulkan nefropati analgesik.
10
Dosis yang dianjurkan adalah 10-15 mg/kg/kali setiap 4-6 jam (4 kali/hari).
3,10

Parasetamol terbukti efektif dan aman apabila diberikan sesuai dosis yang
direkomendasikan. Efek samping yang mungkin timbul adalah reaksi
hipersensitivitas berupa eritema atau urtikaria dengan gejala yang lebih berat berupa
demam dan lesi pada mukosa (sindroma steven johnson).
3,10
Hepatotoksisitas dapat
terjadi pada dosis toksis yaitu dosis tunggal 10-15 gram parasetamol.
10
Pemberian
parasetamol secara bersamaan dengan ibuprofen dapat meningkatkan resiko
gangguan hati dan ginjal.
3
NAPN juga menegaskan agar tidak memberi kombinasi
selang-seling parasetamol dan ibuprofen kecuali atas petunjuk dokter.
6
2.2.2 Ibuprofen
3,6,10
Ibuprofen merupakan golongan obat antiinflamasi non steroid (OAINS) yang sering
digunakan sebagai antipiretik pada anak. Obat ini bersifat analgesik dengan daya
antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama seperti aspirin. Dosis
yang dianjurkan adalah 5-10 mg/kg/kali setiap 6 8 jam (3 4 kali/hari). Ibuprofen
juga terbukti efektif dan aman sebagai antipiretik, namun tidak dianjurkan pada anak
usia dibawah 6 bulan atau diberikan dalam jangka waktu lama.
3,6,10
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
12

Universitas Indonesia
Efek antiinflamasinya terlihat pada dosis 1200-2400 mg sehari. Ibuprofen oral sering
diresepkan dalam dosis yang lebih rendah (<2400mg/hari), yang pada dosis ini
mempunyai kemanjuran analgesik tetapi kurang bersifat antiinflamasi. Ibuprofen
relatif lebih lama dikenal dan tidak menimbulkan efek samping serius pada dosis
analgesik, maka ibuprofen dijual sebagai obat generik bebas di berbagai negara
antara lain Amerika Serikat dan Inggris. Ibuprofen tersedia di toko obat dalam dosis
lebih rendah dengan berbagai merek, salah satunya ialah Proris.
10
Iritasi gastrointestinal dan pendarahan terjadi, sekalipun tidak sesering seperti dengan
aspirin. Pemakaian ibuprofen bersamaan dengan aspirin mungkin menurunkan efek
antiinflamasi total. Di samping gejala-gejala gastrointestinal (yang bisa dimodifikasi
dengan meminum obat tersebut bersama makanan), ruam kulit, pruritus, tinitus,
pusing, sakit kepala, meningitis aseptis (khususnya pada pasien dengan lupus
eritematosus sistemik), dan retensi cairan telah dilaporkan.
10
Ibuprofen dapat
diberikan untuk anak berumur > 6 bulan, namun jangan diberikan pada anak dengan
dehidrasi atau sering muntah.
3,6,10
2.2.3 Aspirin
3,10
Aspirin atau asam asetilsalisilat atau asetosal adalah suatu jenis obat dari keluarga
salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri),
antipiretik (terhadap demam) dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek
antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah
serangan jantung. Beberapa contoh aspirin yang beredar di Indonesia ialah
Bodrexin, Inzana.
10
Aspirin merupakan obat yang efektif untuk mengurangi demam, namun tidak
direkomendasikan pada anak.
3,6,10
Aspirin, karena efek sampingnya merangsang
lambung dan dapat mengakibatkan perdarahan usus maka tidak dianjurkan untuk
demam ringan.
6
Efek samping seperti rasa tidak enak di perut, mual dan perdarahan
saluran cerna biasanya dapat dihindarkan bila dosis per hari tidak lebih dari 325 mg.
Penggunaan bersama antasid atau antagonis H2 dapat mengurangi efek tersebut.
10
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
13

Universitas Indonesia
Aspirin juga dapat menghambat aktivitas trombosit (berfungsi dalam pembekuan
darah) dan dapat memicu risiko perdarahan sehingga tidak dianjurkan untuk
menurunkan suhu tubuh pada demam berdarah dengue.
10
Pemberian aspirin pada
anak dengan infeksi virus terbukti meningkatkan risiko Sindroma Reye, sebuah
penyakit yang jarang yang ditandai dengan kerusakan hati dan ginjal. Oleh karena
itu, tidak dianjurkan untuk anak berusia < 16 tahun.
3,6,10
2.3. PENGETAHUAN DAN PERI LAKU ORANGTUA TERKAI T DENGAN
PEKERJ AAN
Perilaku manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi
manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan
tindakan. Dengan kata lain, perilaku merupakan respon/reaksi seorang individu
terhadap stimulus yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Respon ini dapat
bersifat pasif (tanpa tindakan: berfikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif
(melakukan tindakan). Sesuai dengan batasan ini, perilaku kesehatan dapat
dirumuskan sebagai segala bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan
lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan, dan sikap tentang
kesehatan, serta tindakannya yang berhubungan dengan kesehatan.
5
Pada masa yang akan datang di Indonesia akan terjadi perubahan dari negara agraris
menjadi negara industri. Dengan terjadinya peralihan itu, mengakibatkan banyak
tenaga kerja yang kemungkinan tidak akan tertampung di sektor industri, sehingga
sebagian besar diantaranya akan terjun ke lapangan kerja informal. Sementara itu,
karena adanya perbaikan pendidikan dan perhatian terhadap perempuan
menyebabkan semakin meningkatnya tenaga kerja perempuan, baik di sektor formal
maupun informal.
13
Hal ini menyebabkan tingginya kemungkinan kedua orangtua
anak bekerja. Pekerjaan pun menjadi faktor lingkungan yang cukup berpengaruh
dalam menenttukan pola perilaku seseorang khususnya orangtua.
Dari hasil pengolahan data Badan Pusat Statistik yaitu Survei Sosial Ekonomi
Nasional 2004, ternyata di perkotaan sebagian besar ibu usia kurang dari 40 tahun
yang mempunyai anak, hanya mengurus rumah tangga saja (63,3%) dan yang
Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009
14

Universitas Indonesia
bekerja hanya 29,6% saja. Sedangkan di pedesaan, ibu (dengan kriteria di atas) yang
mengurus rumah tangga saja sekitar 52,7% dan yang bekerja sekitar 41,1%.
12,13

Pekerjaan akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan atau sosioekonomi yang
berkaitan dengan daya beli dan akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu
pekerjaan dan jam kerja juga mempengaruhi jumlah interaksi anak dan orangtua,
serta akses informasi yang didapatkan oleh orangtua mengenai demam pada anak.
Jenis pekerjaan orangtua juga mungkin dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikannya
yang turut andil dalam pengetahuan orangtua. Oleh karena itu perbedaan tingkat
pekerjaan ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan
perilaku orangtua dalam memberikan obat penurun panas pada anak.
12,13
2.4 KERANGKA KONSEP


Gambaran pengetahuan ..., Baitil Atiq, FK UI., 2009