Anda di halaman 1dari 9

REMEDIASI UKDI BAGIAN BEDAH

Kasus untuk soal no 1-2


Seorang laki-laki berusia 35 tahun, datang ke UGD RS dengan keluhan keluar benjolan di buah zakar kiri yang tidak dapat masuk
kembali sejak tadi malam Sebelumnya benjolan di buah zakar kiri tersebut dapat keluar masuk sejak 3 tahun yang lalu. Keluar bila
mengedan dan masuk bila berbaring. Sejak tadi malam yang dirasakan benjolan keluar dan tidak dapat dimasukkan kembali,
muntah tidak ada, kentut masih bisa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: keadaan umum komposmentis, Tekanan Darah 130/80
mmHg, denyut nadi 84 x/mnt, frekuensi napas 20x/mnt, Suhu 37C
Status Lokalis : Regio Scrotalis Sinistra :
Inspeksi : Benjolan sebesar buah mangga, warna kulit sama dengan
sekitarnya
Palpasi : Massa ukuran 8 x 6 cm, batas atas tak tegas,kenyal,mo
bile,nyeri tekan positif
Transiluminasi test negatif

1. Apa diagnosis yang mungkin untuk pasien ini?
A. Henia inguinalis lateralis sinistra inkarserata
B. Hernia inguinalis sinistra irreponibilis
C. Hernia Scrotalis sinistra irreponibilis
D. Hernia scrotalis sinistra inkarserata
E. Hernia scrotalis sinistra strangulata

2. Dari anamnesa, apakah gejala yang dialami pasien di atas?
A. Strangulata
B. Ileus Paralitik
C. Ileus Obstruktif
D. Obstruktif letak tinggi
E. Normal peristaltik usus

3. Apa yang menyebabkan benjolan tidak dapat masuk kembali?
A. Cincin
B. Cairan
C. Isi hernia
D. Letak hernia
E. Kantong hernia

4. Apakah membedakan antara hernia inguinalis leteralis dan medialis?
A. Segitiga Hasselbach
B. Ligamentum Paupart
C. Ligamentum inguinale
D. Funikulus spermatikus
E. Vasa epigastrica inferior

Kasus untuk soal no 5-7
Seorang perempuan berusia 48 tahun, datang ke RS dengan keluhan sakit perut sebelah kanan atas sejak 3 hari yang lalu. Badan
terasa demam. Mual dan muntah. Diriwayatkan, nyeri mulai dirasakan sejak 6 bulan yang lalu, kumat-kumatan. Nyeri dirasakan
terutama setelah makan makanan yang berlemak. Pada pemeriksan fisik didapatkan keadaan umum baik, compos mentis, tinggi
badan 160 cm, berat badan 80 kg. Nyeri spontan dan nyeri tekan pada hypochondrium dextra.
5. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, saat ditekan perut pasien daerah kanan atas, pasien inspirasi, pasien menghentikan
tarikan nafasnya karena nyeri, dikenal sebagai:
A. Callots sign
B. Murphys sign
C. Doughnut sign
D. Hartman pouch
E. Kiernan phenomen





6. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien di atas?
A. Cholangitis
B. Cholesistitis
C. Cholelithiasis
D. Obstruksi jaundice
E. Cholangio carcinoma

7. Berapakah nilai normal bilirubin total?
A. 0,3 1,0 mg/dL
B. 3,0 10 mg/dL
C. 1,0 3,0 mg/dL
D. 0,3 10 mg/dL
E. 1,0 10 mg/dL

Kasus untuk soal no 8-9
Seorang laki-laki berusia 50 tahun, datang ke dokter dengan keluhan kuning pada bagian putih bola matanya sejak 1 bulan yang
lalu. Seluruh badannya terasa gatal. Kencing seperti air teh. Sering terasa mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
KU baik, sklera ikterik, mucosa mulut kekuningan, bekas garukan di seluruh tubuh. Hepar membesar, konsistensi kenyal, vesica
fellea membesar ringan. Pada pemeriksaan USG didapatkan acoustic shadow di saluran bilier ekstrahepatal, echostruktur hepar
normal, hepatomegali ringan, pelebaran duktus biliaris intra dan ekstrahepatal.
8. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut?
A. Cholelithiasis
B. Klatskin tumor
C. Hepatitis fulminan
D. Choledocolithiasis
E. Ca caput pancreas

9. Apa pemeriksaan radiologis dan pencitraan pilihan untuk kasus di atas?
A. ERCP
B. Barium meal
C. MRI abdomen
D. CT scan abdomen
E. Barium follow through

Kasus untuk soal no 10-14
Seorang laki-laki berusia 54 tahun, dibawa ke UGD.RS dengan keluhan tidak bisa kentut dan BAB sejak 2 hari yang lalu.
Pada pemeriksaan dokter didapatkan:
Regio Abdomen: cembung,darm counter +, defans muscular -, metallic sound +
Colok Dubur: Teraba massa keras di daerah rectum.

10. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
A. Peritonitis
B. Tumor recti
C. Ileus paralitik
D. Carcinoma recti
E. Ileus obstruksi ec tumor recti

11. Apa tindakan awal yang harus dilakukan pada pasien ini?
A. Infus
B. Clisma
C. Antibiotika
D. Laparatomi
E. Foto BNO 3 posisi







12. Apakah pemeriksaan yang dapat membedakan antara peritonitis dan ileus obstruktif pada seorang dengan nyeri perut dan
kembung?
A. Colok dubur
B. Lingkar perut
C. USG Abdomen
D. Perkusi abdomen
E. Foto polos abdomen

13. Seorang bayi laki-laki, baru lahir, dibawa orangtuanya ke UGD RS dengan usus terlihat keluar dari umbilicus dan usus tidak
terbungkus. Apakah diagnosis yang mungkin pada pasien ini?
A. Urachus
B. Omphalokel
C. Gastroschizis
D. Hernia umbilikalis
E. Ductus Persistent

14. Seorang bayi perempuan berusia 1 minggu, dibawa ibunya ke UGD RS dengan keluhan muntah-muntah. Keluhan disertai
perut kembung. Pada gambaran radiologis tampak double bubble pada foto polos abdomen. Apakah diagnosis yang paling
mungkin pada pasien ini?
A. Ileus Paralitik
B. Atresia Gaster
C. Stenosis jejenum
D. Atresia duodenum
E. Stenosis duodenum

15. Seorang laki laki laki berusia 40 tahun, dibawa ke UGD RS dengan keluhan nyeri abdomen kiri dan sakit saat buang air kecil
sejak 3 hari yang lalu. Keluhan mual (+), muntah (-) disetai demam subfebris sejak 3 hari yang lalu. Sebelumnya pasien sudah
minum obat yang dibeli warung hanya berkurang sementara dan timbul kembali. Apa pemeriksaan radiologi yang paling tepat
untuk pasien tersebut?
A. BNO tanpa persiapan
B. Pemeriksaan OMD
C. BNO 3 posisi
D. CT scan
E. MRI

Kasus untuk soal no 16-17
Seorang perempuan berusia 55 tahun, dibawa ke UGD RS dengan keluhan tidak bisa buang air besar dan flatus sejak 3 hari yang
lalu. Selain itu pasien merasa perutnya begah dan mual. Sebelumnya pasien mengaku pernah BAB berdarah beberapa kali. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan abdomen supel, bising usus meningkat. Berdasarkan pemeriksaan dicurigai adanya ileus obstruktif.
16. Apakah pemeriksaan radiologi yang paling tepat dilakukan untuk menilai pasien tersebut?
A. BNO/Foto polos abdomen tanpa persiapan
B. Ultrasonografi abdomen
C. MRI abdomen
D. BNO 3 posisi
E. Colon inloop

17. Pada pasien diatas di dapatkan hasil dari pemeriksaan radiologi adanya ileus obstruktif, maka apakah pemeriksaan lanjutan
yang paling tepat untuk menilai penyebab timbulnya hal tersebut?
A. Ultrasonografi abdomen
B. CT scan abdomen
C. Barium enema
D. MRI abdomen
E. BNO IVP

18. Modalitas pemeriksaan radiologis sering kali dibutuhkan untuk membantu menegakkan diagnosis klinis kelainan pada traktus
digestivus, Manakah pernyataan yang benar dibawah ini?
A. Foto polos abdomen membantu melihat penyebab obstruksi usus
B. Foto polos abdomen 3 posisi dapat memperlihatkan penyebab obstruksi usus
C. Pada foto polos abdomen 3 posisi tidak dapat menilai adanya pneumoperitneum
D. Foto polos abdomen supine dapat memperlihatkan adanya air fluid level pada kelainan ileus obstruksi
E. Foto polos abdomen left lateral decubitus dapat memperlihatkan pnemoperitoneum pada kelainan perforasi

19. Seorang laki-laki berusia 35 tahun, dibawa ke UGD RS dengan keluhan sakit perut, muntah-muntah, secara klinis diduga
ileus obstruksi dgn perforasi. Bagaimanakan gambaran radiologis foto polos abdomen 3 posisi yang mungkin tampak pada
pasien ini?
A. Dilatasi usus lokasi di perifer abdomen dengan adanya air fluid level yang multiple, step ladder dan adanya udara
subdiafragma
B. Dilatasi usus dan terlihat haustrae dengan adanya air fluid level yang multipel, step ladder
C. Dilatasi usus lokasi di sentral abdomen dengan adanya air fluid level yang multipel, step ladder
D. Adanya udara bebas subdiafragma pada posisi duduk/ tegak
E. Adanya perselubungan abnormal di abdomen bawah

20. Penderita mengalami nyeri perut hebat, muntah-muntah, pada pemeriksaan fisik didapatkan defans muskular di abdomen,
dicurigai mengalami perforasi usus. Dilakukan pemeriksaan foto polos abdomen 3 posisi dan diharapkan terlihat:
A. Udara bebas intraperitoneal di subdiafragma pada posisi supine
B. Gambaran penebalan dinding dgn udara dalam usus yang besar
C. Gambaran udara bebas di daerah pelvis pada posisi setengah duduk
D. Gambaran udara bebas intraperitoneal di antara dinding abdomen dan hepar pada posisi left lateral decubitus
E. Gambaran udara bebas intraperitoneal terletak antara lien dan dinding abdomen pada posisi left lateral decubitus

KASUS UNTUK SOAL NO 21-24
Seorang laki-laki berumur 55 tahun, datang dengan keluhan luka di telapak kaki sebelah kanan sejak sebulan ini. Sebelumnya
daerah tersebut sudah lama mengalami penebalan (kapalan) dan akhirnya terlihat kemerahan di dasarnya . Pasien menderita sakit
kencing manis sejak 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan kulit kaki kering, pada plantar pedis dekstra terdapat ulkus
bulat, diameter 4cm, tepi jaringan nekrotik dan pus, dasar fascia dan tulang. Jempol kaki miring kearah lateral. Hitam/gangren jari
kaki III. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan osteomyelitis digiti III pedis dekstra.
21. Apakah salah satu penyebab terjadinya ulkus pada pasien tersebut di atas?
A. Gangguan saraf sensorik
B. Kelainan pembuluh limfatika
C. Infeksi yang berat pada tulang
D. Pengobatan yang tidak adekwat
E. Kelainan faktor pembekuan darah

22. Termasuk kriteria Wagner derajat berapakah luka pasien tersebut di atas?
A. Wagner I
B. Wagner II
C. Wagner III
D. Wagner IV
E. Wagner V

23. Apa terapi yang tepat untuk pasien tersebut di atas?
A. Amputasi digiti
B. Nekrotomi dan skin graft
C. Debridement dan disartikulasi
D. Pemberian antibiotika sistemik
E. Rawat luka dengan kompres rivanol

24. Apa pencegahan yang dapat dilakukan terhadap terjadinya luka di kaki penderita ini?
A. Pemakaian kaos kaki steril
B. Pengurangan aktifitas kaki
C. Pemakaian alas kaki yang tepat
D. Pemakaian tabir surya pada kaki
E. Mengoleskan pelembab di sela jari kaki

25. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan bila BAK harus mengedan. Pemeriksaan fisik :
preputium kecil dan terjadi retraksi penis.
Apakah kelainan pada pasien ini ?
A. Phimosis
B. Epispadia
C. Hipospadia
D. Hipoplasia
E. Hiperplasia
26. Seorang laki-laki, berusia 35 tahun datang berobat ke UGD dengan keluar benjolan di buah zakar kiri yang tidak dapat masuk
kembali sejak tadi malam, disertai muntah, nyeri di lipat paha kiri, tidak bisa kentut dan buang air besar. Sebelumnya benjolan
tersebut masih dapat keluar masuk sejak tiga tahun terakhir. Benjolan keluar bila mengedan, dan masuk kembali bila
berbaring. Pemeriksaan fisik: Keadaan umum sedang, kesadaran kompos mentis, tekanan darah: 130/80 mmHg, denyut nadi
100 x/menit, frekuensi napas 24 x/menit, suhu 37
o
C. Status lokalis pada regio scrotalis sinistra: inspeksi terdapat benjolan
sebesar buah mangga, warna kulit hiperemis dari sekitarnya; palpasi: massa ukuran 8x6x6 cm, batas atas tegas, kenyal,
mobile, nyeri tekan positif. Transiluminasi test: negatif.
Apakah diagnosis yang oaling mungkin untuk pasien ini?
A. Hernia scrotalis sinistra ireponibilis
B. Hernia scrotalis sinistra inkarserata
C. Hernia scrotalis sinistra strangulate
D. Hernia inguinalis sinistra irreponibilis
E. Hernia inguinalis lateralis sinsistra inkarserata

27. Seorang laki-laki, berusia 45 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan BAB berdarah. Sejak satu tahun yang lalu, saat
buang air besar sering mengeluarkan darah. Darah menetes setelah feses keluar. Anus dirasakan penuh, kadang disertai
rasa gatal. Keluhan tersebut makin lama makin bertambah. Sejak 6 bulan yang lalu, dirasakan ada benjolan yang keluar pada
saat BAB dan menghilang sendiri selesai BAB.
Kelainan tersebut ditimbulkan karena adanya kelainan pada:
A. A.Hemoroidales inferior
B. A.Hemoroidales superior
C. Pleksus hemoroidales inferior
D. Pleksus hemoroidales superior
E. Pleksus hemoroidales medialis

28. Seorang laki-laki, berusia 65 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan BAB berlendir berdarah sejak 2 tahun yang lalu.
Keluhan dirasakan semakin memberat. Sejak 6 bulan yang lalu pasien BAB seperti kotoran kambing. Pasien merasa tidak
nyaman jika buang air besar, pasien sering merasakan ingin buang air besar tetapi tidak mengeluarkan kotoran.
Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
A. Polip rekti
B. Karsinoma rekti
C. Crohns disease
D. Kolitis ulserativa
E. Hemoroid interna grade I

29. Seorang laki-laki, berusia 26 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas, jatuh dari sepeda motor. Kepala terbentur jalan aspal.
Korban pingsan di tempat kejadian selama empat menit, kemudian segera dibawa ke UGD Puskesmas terdekat. Pada saat
diperiksa, pasien muntah-muntah 3 kali. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penurunan kesadaran. Dokter juga menemukan
adanya hematom di sekitar kedua mata (racoon eyes), dan battles sign di belakang telinga. Dokter menyarankan pasien
dirujuk ke RSUD.
Berdasarkan tanda-tanda klinis yang ada, kemungkinan pasien mengalami:
A. Fraktur basis cranii
B. Perdarahan epidural
C. Perdarahan subdural
D. Fraktur calvaria cranii
E. Perdarahan subarachnoid

30. Seorang laki-laki, berusia 20 tahun, dibawa dalam mobil pick-up dalam keadaan penuh luka di wajah. Pada allo anamnesis
didapatkan bahwa 15 menit sebelum masuk rumah sakit pasien mengendarai sepeda motor dengan menggunakan helm
standar, menabrak bagian belakang truk. Pada pemeriksaan fisik tampak wajah pasien penuh darah.
Komplikasi yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa dengan cepat pada kasus tersebut adalah:
A. syok kardiogenik karena kesakitan
B. sumbatan jalan nafas karena lidah jatuh
C. syok distributif karena kekurangan oksigen
D. syok hipovolemik karena kekurangan darah
E. sumbatan jalan nafas karena pasien mengalami okslusi kelas 1




31. Seorang bayi, berusia 2 hari, dibawa orangtuanya ke dokter dengan keluhan perut kembung dan muntah hijau. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan: BB 4 kg, tidak didapatkan anus.
Jika harus dilakukan tindakan bedah, maka tindakan yang dikerjakan pertama kali adalah:
A. PSAR
B. Soave
C. Colostomi
D. Laparatomi
E. Milking procedure

32. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, dibawa orangtuanya ke dokter dengan keluhan perut kembung sejak 1 hari yang lalu,
diawali muntah-muntah berwarna hijau, nyeri perut, tidak bisa buang angin dan tidak bisa buang air besar. Pemeriksaan fisik:
BB: 15 kg, keadaan umum komposmentis, denyut nadi 120 x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, suhu 37,5C. Status lokalis
regio abdomen: cembung, Palpasi: massa (-), defans muskular (-), nyeri tekan (+), Perkusi: timpani; Auskultasi: bising usus
meningkat.
Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
A. volvulus
B. invaginasi
C. meterorismus
D. ileus obstruktif letak tinggi
E. ileus obstruktif letak rendah

33. Seorang laki-laki, berusia 25 tahun dibawa ke UGD RS oleh keluarganya dengan penurunan kesadaran. Dari anamnesis
diketahui, 2jam smRS pasien mengalami kecelakaan tergelincir dari sepeda motornya di tikungan yang basah. Karena tak
pakai helm, pasien dikatakan oleh penolongnya hanya menderita luka lecet di pelipis-samping kepala dan pingsan sebentar
kemudian siuman lagi. Pasien sempat dibawa ke Puskesmas terdekat kemudian dibolehkan rawat jalan. Setelah lebih kurang
1 jam di rumah pasien mengeluh pusing, muntah-muntah dan akhirnya tak sadarkan diri. Pada Pf didapatkan GCS E3V3M5
dan vulnus ekskoriasi pada regio temporal kiri.
Dari kondisi klinis di atas, tkemungkinan pasien mengalami perdarahan :
A. Epidural
B. Subdural
C. Subaraknoid
D. Intraserebral
E. Intraventrikuler

34. Seorang wanita, 24 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan luka bakar. Dua puluh menit sebelum tiba di Puskesmas,
pasien terperangkap di dalam dapur rumah yang terbakar karena ledakan kompor. Pasien terperangkap di dalam rumah
selama 15 menit sebelum tetangga berhasil membawa keluar. Pada pemeriksaan di dapatkan bulu alis dan hidung terbakar,
seluruh permukaan dada depan, perut bagian depan dan kedua lengan tampak menderita luka bakar. Tampak ada bagian
bula dan sebagian tampak seperti lilin.
Apa penyebab pertama kematian yang harus diperhatikan pada pasien tersebut?
A. Syok hipovolemik
B. Trauma inhalasi
C. Trauma thoraks
D. Trauma abdomen
E. Fraktur costa

KASUS UNTUK SOAL NO 35-36
Seorang laki-laki, berusia 43 th datang berobat ke Unit Gawat Darurat RS dengan keluhan kejang dan mulut sukar dibuka.
Sebelumnya 5 hari yang lalu kaki kirinya terkena beling kaca di halaman rumahnya. Pada saat diantar berobat oleh keluarganya
pasien sadar,luka di kakinya sudah tidak berdarah lagi.
35. Apakah diagnosis yang mungkin untuk penderita ini?:
A. Tetanus
B. Meningitis
C. Epilepsi
D. Rabies
E. Encephalitis





36. Apa tindakan pertama untuk pasien ini?
A. Debridement luka
B. ATS 1500 i.u
C. ATS 20.000 i.u
D. Antibiotika broad spectrum
E. Luka dijahit

37. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke RS dengan keluhan adanya benjolan di leher depan sebelah kanannya. Benjolan sudah
dirasa selama setahun ini. Pasien mengeluh suaranya serak dan mulai susah untuk menelan makanan. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan benjolan di leher depan sebelah kanan yang bergerak terbatas saat pasien menelan. Ukuran 7x5x5cm
3
,
permukaan berbenjol-benjol, yang keras. Tak nyeri bila ditekan.
Diagnosis kerja dari kondisi klinis di atas
A. Struma nodusa
B. Struma endemik
C. Karsinoma tiroid
D. Struma nodulokistika
E. Hashimotos disease

38. Seorang laki-laki, berusia 60 tahun, datang berobat ke poliklinik dengan keluhan tidak bisa buang air kecil sejak 12 jam yang
lalu. Awalnya buang air kecilnya sering terganggu seperti : harus mengedan,pancaran kencingnya lemah dan sering
terbangun malam hari untuk buang air kecil. Dokter yang memeriksanya melakukan pemeriksaan colok dubur setelah
terpasang kateter dan didapati prostat teraba membesar, bernodul keras, permukaan tidak rata. Apakah diagnosis yang
mungkin untuk penderita ini?
A. Retensio urin
B. Batu buli-buli
C. Suspek Karsinoma Prostat
D. Lower urinary tract syndrome
E. Hiperplasia jinak kelenjar prostat

39. Seorang anak laki-laki usia 3 tahun datang ke IGD bersama ibunya karena tersiram air panas di lengan kanannya. Setelah
dilakukan pemeriksaan awal terlihat adanya vesikula dan bula serta kulit yang memerah dan basah dari siku hingga batas
pergelangan tangannya.
Berapa persen perkiraan luka bakarnya?
A. 2.25 %
B. 3.75 %
C. 4.5 %
D. 7 %
E. 9 %

40. Seorang laki-laki, usia 24 tahun dibawa ke unit gawat darurat RS dalam keadaan tidak sadar akibat terjatuh dari lantai dua
saat hendak merapikan kabel listrik pada rumah yang dibangunnya. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik di telapak tangan
kirinya terdapat luka bakar 3x3 cm berwarna hitam, tidak didapatkan denyut nadi, reflex cahaya positif, ukuran pupil normal,
tidak ada pergerakan dinding dada. Selain itu ditemukan deformitas pada tungkai kanan dan perdarahan dari telinga dan
lubang hidungnya.
Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan?
A. Stabilisasi breathing
B. Resusitasi jantung paru
C. Segera merujuk penderita
D. Imobilisasi tungkai kanan
E. Manuver airway dengan jaw trust










41. Seorang laki-laki, usia 17 tahun, dibawa ke unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri sekali pada betis kiri akibat
kecelakaan lalu lintas satu jam yang lalu. Ia mengendarai sepeda motor dalam kecepatan tinggi bertabrakan dengan bajaj.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan pembengkakan, tampak pucat, teraba keras dan mulai parastesia di regio cruris sinistra,
tidak ada luka terbuka. Saat dilakukan dorsofleksi jari-jari kaki sinistra pasien mengeluh sangat kesakitan. Foto ronsen
menunjukkan fraktur di tulang tibia dan fibula kominutif. Dokter menduga telah terjadi sindrom kompartemen. Apakah dasar
diagnosis tersebut?
A. Parestesia
B. Tampak pucat
C. Nyeri dorsofleksi jari kaki
D. Pembengkakan cruris sinistra
E. Fraktur tibia dan fibula kominutif

42. Seorang perempuan berusia 70 tahun, datang ke dokter dengan keluhan nyeri mendadak pada pangkal paha kanan, terutama
bila berjalan. Kemudian dilakukan foto tulang femur dan hip joint, ternyata tampak fraktur tulang. Dimanakah letak kelainan
tersebut yang paling sering terjadi ?
A. Caput femur
B. Colum femur
C. Intertrochanter
D. Ramus inferior pubis
E. Ramus superior pubis

43. Seorang laki-laki berusia 29 tahun, dibawa ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas setelah mengalami
kecelakaan lalu lintas 1 jam yang lalu. Pasien mengeluh sesak nafas dan makin lama makin nyeri Pemeriksaan fisik: keadaan
umum tampak sakit berat, pucat, tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit frekuensi napas pasien 30
kali/menit, temperatur 36C. Ditemukan jejas di dada kanan. Pemeriksaan rontgen thorax menunjukkan sebelah kanan lebih
tampak berkabut (opaq) merata sedangkan yang sebelah kiri normal. Kedua gambaran paru pasien mengembang normal.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut ?
A. Flail chest
B. Pneumothoraks
C. Hematothoraks
D. Contusio pulmonum
E. Tension pneumothoraks

44. Seorang laki-laki, berusia 25 tahun, dibawa ke Unit Gawat darurat karena mengalami kecelakaan lalu-lintas terjatuh dari
sepeda motor dengan riwayat daerah selangkangannya terkena stang motor. Pemeriksaan fisik: Airway, Breathing dan
Circulation baik. Regio Pelvis: inspeksi: jejas di daerah suprapubik, bulging (+),hematoma penis dan skrotum. Ada bercak
darah di meatus uretra eksterna yang sudah mengering. Palpasi: nyeri tekan daerah suprapubik,kistik
Apakah keadaan emergensi pada pasien ini?
A. Nyeri
B. Hematuria
C. Retensio urin
D. Fraktur pelvis
E. Ruptur uretra

45. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun, dibawa ke Unit gawat darurat RS dengan keluhan nyeri di lengan bawah kiri
bagian sepertiga tengah, keluhan didahului terjatuh dilantai kamar mandi sejak 1 hari yang lalu. Pemeriksaan fisis didapatkan
bengkak pada antebrachii sinistra, nyeri tekan, krepitasi sulit dinilai. Tidak didapatkan adanya angulasi, rotasi, maupun
shortening. Apakah jenis fraktur yang paling mungkin didapatkan pada pasien ini?
A. Smiths fracture
B. Fatique fracture
C. Galeazzis fracture
D. Greensticks fracture
E. Monteggias fracture







46. Seorang perempuan berusia 59 tahun, dibawa ke doter dengan keluhan nyeri yang sangat di pergelangan tangan kanan.
Keluhan didahului jatuh dengan posisi tangan menunpu lantai. Pemeriksaan fisis: bengkak pada pergelangan tangan kanan,
tidak ada gangguan neurovascular. Pemeriksaan radiologis didapatkan fraktur distal radius, dengan fragmen distal dislokasi
kea rah dorsal. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
A. Fraktur Smith
B. Fraktur Colles
C. Dislokasi wrist joint
D. Subluksasi metacarpophalangeal
E. Avulsi processus styloideus radii

47. Seorang perempuan berusia 28 tahun, dating ke dokter dengan keluhan benjolan di pantat kirinya sejak 3 tahun yang lalu.
Benjolanmula-mula kecil, sekarang sudah sebesar telur bebek. Pemeriksaan fisis: didapatkan massa di region gluteus
sisnistra, diameter 5 cm, batas tegas, bebeas bergerak, permukaan rata, tidak nyeri tekan, kenyal, dan terdapat
pseudofluktuasi. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien di atas?
A. Lipoma
B. Fibroma
C. Ganglion
D. Atheroma
E. Limfadenopati

48. Seorang laki-laki berusia 35 tahun, dating ke doker dengan keluhan benjolan di pergelangan tangan kiri sejak setahun
terakhir. Benjolan terasa pegal terutama saat berakfititas menggunakan pergelangan tangannya. Pemeriksaan fisis: terdapat
massa kistik di pergelangan tangan bagian depan radial, bentuk bulat, diameter 1 cm, terfiksir, wana kulit normal. Nyeri (+)
saat ditekan. Pemeriksaan radiologis normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini?
A. Lipoma
B. Verucca
C. Ganglion
D. Neuroma
E. Kista sebacea

49. Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dating ke dokter dengan keluhan benjolan berjumlah banyak di leher kanan dan kiri sejak 3
bulan yang lalu. Seminggu yang lalu, salah satu benjolan di leher kiri meradang dan pecah mengeluarkan cairan kental putih
kekuningan. Keluhan tidak disertai riwayat batuk lama, Pada pemeriksaan fisis didapatkan benjolan berderet seperti sate dan
ulkus dengan dasar cairan kekuningan di leher kiri. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
A. Leukemia
B. Scrofuloderma
C. Limfoma maligna
D. Limfoma Hodgkin
E. Limfoma Non Hodgkin

50. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dating ke poliklinik dengan keluhan benjolan di payudara kiri sejak 2 minggu yang lalu.
Pada awal munculnya benjolan, payudara bengkak, kemeahan, dan nyeri sudah mereda. Demam tidak ada. Pasien sedang
menyusui bayinya yang berumur 3 bulan, dan sekarang sudah harus kembali bekerja, sehingga jarnag menyusui. Pada
pemeriksaan fisis: terdapat massa di kuadran lateral bawah, ukuran 3X5 cm, kulit di atasnya kemerahan, fluktuasi (+), nyeri
tekan (+). Apakah tindakan pilihan untuk pasien ini?
A. Eksisi
B. Ekstirpasi
C. De bulking
D. Insisi drainase
E. Marsupialisasi