Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester I

208
Memahami Kedudukan
Garis dan Sudut
egiatan K 4.1
Garis dan
Sudut
a. Menemukan konsep titik, garis, dan bidang
Dalam ilmu Geometri, terdapat beberapa istilah atau sebutan yang tidak memiliki
defnisi (undefned terms), antara lain, titik, garis, dan bidang.Meskipun ketiga istilah
tersebut tidak secara formal didefnisikan, sangat penting disepakati tentang arti
istilah tersebut.
Perhatikan gambar berikut ini.
Titik tidak memiliki ukuran, biasanya dideskripsikan menggunakan tanda noktah,
seperti pada gambar di atas. Penamaan titik menggunakan huruf kapital, seperti titik
A, titik B, titik C, dan sebagainya.
Sedangkan, garis direpresentasikan oleh suatu garis lurus dengan dua tanda panah di
setiap ujungnya yang mengindikasikan bahwa garis tersebut panjangnya tak terbatas.
Suatu bidang direpresentasikan oleh permukaan meja atau dinding. Pada Gambar 4.1
bidang α memiliki luas yang tak terbatas.
Selanjutnya, beberapa konsep dasar dalam geometri juga harus dipahami tanpa
didefnisikan. Salah satu diantaranya, konsep letak suatu titik pada suatu garis atau
pada suatu bidang.
Mari perhatikan gambar di bawah ini.
A
Titik A
R
S
g
Garis g atau garis RS (
RS

)
K
M
L
α
Bidang α atau bidang KLM
Gambar 4.1: Representasi titik A, garis g dan bidang α
Matematika 209
l
A
m
B
a) Titik A pada garis l a) Titik B di luar garis m
Gambar 4.2 Posisi titik terhadap garis
2. Posisi titik terhadap bidang
Gambar 4.3 Posisi titik terhadap bidang
Titik C pada bidang α Titik D di luar bidang β
C
D
α β
3. Titik-titik segaris
Dua atau lebih dikatakan segaris jika titik-titik tersebut terletak pada garis yang sama.
Pada Gambar 4.3 titik A dan titik B dikatakan segaris, karena sama-sama terletak pada
garis l.
B
A
l
Titik A dan B pada garis l
Gambar 4.4 Titik-titik segaris (koliner)
4. Titik-titik sebidang
Dua atau lebih dikatakan sebidang jika titik-titik tersebut terletak pada bidang yang
sama. Pada Gambar 4.5 titik C dan titik D dikatakan sebidang, karena sama-sama
terletak pada bidang β.
Gambar 4.5 Titik-titik sebidang (koplanar)
C D
Titik C pada bidang α
β
Titik C dan D pada bidang β
1. Posisi titik terhadap garis
Kelas VII SMP/MTs Edisi Revisi Semester I
210
Sumber: Kemdikbud
Gambar 4.6 Jembatan sebagai penghubung dua daerah
yang terpisah
A B
Gambar 4.6 di samping
ini adalah kondisi daerah
yang dihubungkan
oleh sebuah jembatan.
Jembatan merupakan
struktur penghubung
antara dua tempat yang
terpisah.
Jembatan berperan
sebagai penghubung dua
daerah yang dipisahkan
oleh sungai. Andaikan sisi
kiri sungai sebagai titik A,
sisi kanan sungai sebagai titik B, dan ruas garis AB merepresentasikan jembatan itu
sendiri. Adanya ruas garis AB menjadikan dua titik A dan B terhubung. Jika titik A
merupakan titik pangkal ruas segmen garis AB, maka titik B merupakan titik ujung
ruas garis AB.
Masalah lain yang akan kita pahami berikutnya
adalah cahaya yang dihasilkan senter. Mari
cermati Gambar 4.7.
Mari kita fokus pada cahaya yang memancar
lurus dan besar (garis kuning). Tentunya, pangkal
dari cahaya tersebut adalah senter. Jika kita hanya
perhatikan pada gambar, kita dapat menentukan
ujung cahaya, tetapi pada kejadian sebenarnya
cahaya tersebut tidak memiliki ujung.
Jadi pada kejadian ini, kita menemukan suatu
pengamatan terhadap objek yang memiliki titik
awal, tetapi tidak memiliki ujung.
Dari tiga kajian di atas, terdapat dua pemahaman yang berkaitan dengan garis, segmen garis,
dan sinar garis (sinar).
Secara geometri, ketiga istilah tersebut kita deskripsikan sebagai berikut.
Gambar di bawah ini adalah garis yang melalui titik A dan B disebut garis AB,
dinotasikan AB. Tanda panah pada kedua ujung AB artinya dapat diperpanjang
sampai tak terbatas.
A
B
garis AB ( AB)
Sumber: Kemdikbud
Gambar 4.7 Senter menyala pada
malam hari.
Matematika 211
Gambar di bawah ini adalah ruas garis (segmen) AB, disimbolkan AB , dengan titik
A dan B merupakan titik ujung ruas garis AB.
ruas garis AB ( AB )
A B
Sinar AB, disimbolkan AB, memiliki titik pangkal A, tetapi tidak memiliki titik
ujung.
sinar AB (
AB
)
B
A
Perlu kalian ingat bahwa AB sama dengan BA, AB sama dengan BA, tetapi AB
tidak sama dengan BA.
A B
sinar BA (
BA
)
Jika titik C terdapat di antara titik A dan B, maka CA dan CB merupakan dua sinar
yang berlawanan
A C B
b. Kedudukan Garis
Pembahasan pada buku ini, kalian akan lebih banyak menggunakan garis daripada
dua yang lain. Alasannya, semua kajian matematika harus berlaku secara umum,
bukan hanya pada sebagian. Selanjutnya kita akan mengkaji posisi satu garis dengan
garis yang lain.
Ayo
Kita Amati
Masalah 4.1
Dayu dan Risky, dua remaja yang tinggal di kota Solo, berencana mengikuti kegiatan
sekolah yang diadakan di Jl. Dorowati No. 17. Mereka masih tergolong orang baru di
kota ini. Dayu tinggal di Jl. Slamet Riyadi, sedangkan Risky tinggal tidak jauh dari
alun-alun utara. Dengan diberikan peta seperti pada Gambar 4.6, bagaimana pilihan
rute perjalanan Dayu dan Risky untuk menuju lokasi kegiatan?

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful