Anda di halaman 1dari 21

BAB I

Pendahuluan
Menyontek, satu kata yang tentunya sudah sangat familiar
di telinga kita. Apalagi jika kita masih berstatus sebagai pelajar,
baik pelajar SD, SMP sampai mahasiswa. Bahkan mungkin
banyak diantara kita sudah melakoninya, terutama saat ujian
atau test. Lebih parah lagi, kegiatan nyontek tersebut sudah
dianggap sebagai budaya yang laten, susah sekali untuk
diberantas.Mungkin begitulah cermin dunia pendidikan kita.

Menyontek adalah kebiasaan buruk yang harus


dihindari.Terutama bagi kaum pelajar. Kebiasaan menyontek
harus segera diberantas karena dapat merugikan berbagai pihak.
Tentu saja pihak penyontek dan yang dicontek.

Tidak belajar, tidak tahu hari ini akan ada ulangan, gugup,
tidak tahu persis bahan yang akan dites adalah alasan-alasan
yang paling sering diucapkan murid jika hasil test / ulangan
mereka buruk. Sampai saat ini kebanyakan murid masih takut
apabila mendengar jadwal ulangan. Sebenarnya para guru dapat
merubah keadaan ini karena seperti alat bantu mengajar yang
lain, ulangan /test juga dapat dijadikan senjata guru untuk
meningkatkan antusiasme murid-murid dalam belajar. Untuk
menuju arah itu maka pertama kali para guru harus sudah
mengetahui target topik yang harus dipelajari oleh murid
sebelum memulai mengajar.

Menyontek menurut Wikipedia Encyclopedia sebagai suatu


tindakan tidak jujur yang dilakukan secara sadar untuk
menciptakan keuntungan yang mengabaikan prinsip keadilan. Ini
mengindikasikan bahwa telah terjadi pelanggaran aturan main
yang ada.
Widiawan-seorang pemerhati pendidikan di Universitas Petra
Surabaya-menyetujui pengertian menyontek atau menjiplak atau
ngepek (cheating) menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
karangan W.J.S. Purwadarminta yang dipertegas lagi dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Depdikbud
sebagai suatu kegiatan mencontoh/meniru/mengutip tulisan,
pekerjaan orang lain sebagaimana aslinya.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 1


Menyontek
Bahkan dia menambahkan pengertian menyontek dari
bahasa Inggrisnya cheat, diartikan sebagai act in a dishonest
way to win an advantage or profit dalam Oxford Advanced
Learner’s Dictionary of Current English karangan A.S. Hornby.
Artinya suatu tindakan yang tidak jujur untuk meraih keuntungan
tertentu.
Abdullah Alhadza-Rektor Universitas Muhamadyah Kendari-
menyetujui pendapat dari Bower (1964) yang mendefinisikan
cheating sebagai “manifestation of using illigitimate means to
achieve a legitimate end (achieve academic success or avoid
academic failure),” maksudnya cheating adalah perbuatan yang
menggunakan cara-cara yang tidak sah untuk tujuan yang
sah/terhormat yaitu mendapatkan keberhasilan akademis atau
menghindari kegagalan akademis.

Bower ini juga senada dengan Deighton (1971) yang


menyatakan “Cheating is attempt an individuas makes to attain
success by unfair methods.” Maksudnya, menyontek adalah
upaya yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan
keberhasilan dengan cara-cara yang tidak jujur.
Dalam konteks pendidikan atau sekolah, beberapa perbuatan
yang termasuk dalam kategori menyontek antara lain adalah
meniru pekerjaan teman, bertanya langsung pada teman ketika
sedang mengerjakan tes/ujian, membawa catatan pada kertas,
pada anggota badan atau pada pakaian masuk ke ruang ujian,
menerima dropping jawaban dari pihak luar, mencari bocoran
soal, arisan (saling tukar) mengerjakan tugas dengan teman,
menyuruh atau meminta bantuan orang lain dalam
menyelesaikan tugas ujian di kelas atau tugas penulisan paper
dan take home test. Bahkan dalam Ujian Nasional (UN) yang
barusan diadakanpun telah berkembang melalui teknologi tinggi
semisal handphone dengan memakai jaringan GSM, ataupun
Bluetooth.
spektakuler.

Berdasarkan uraian di atas maka yang dimaksud dengan


cheating dalam tulisan ini adalah segala perbuatan atau trik-trik
yang tidak jujur, perilaku tidak terpuji atau perbuatan curang
yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai keberhasilan
dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik terutama yang
terkait dengan evaluasi/ujian hasil dengan mengabaikan aturan
MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 2
Menyontek
dan kesepakatan yang ada. Menyontek bisa terjadi apabila
seseorang berada dalam kondisi underpressure, atau apabila
dorongan atau harapan untuk berprestasi jauh lebih besar dari
pada potensi yang dimiliki.

Menyikapi persoalan cheating sebagai suatu perilaku.


Perilaku cheating banyak diakibatkan oleh pengaruh kelompok
dimana orang cenderung berani melakukan karena melihat
orang lain di kelompoknya juga melakukan. Apabila
kecenderungan ini berlangsung secara terus-menerus, maka
menyontek akan menjadi kebiasaan seseorang, yang akan
ditransfer tidak hanya pada kegiatan sekolah lainnya tetapi
kepada kegiatan kemasyarakatan pada umumnya berdasarkan
prinsip transfer of learning. Pada akhirnya, menyontek akan
menimbulkan kehancuran di masa mendatang.

1.1 Tujuan ulangan dan tes dalam proses belajar


mengajar.
1. Mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi
pelajaran. Maksudnya hasil ulangan bisa dijadikan sumber
referensi bagi sang guru dan wali murid untuk mengetahui
kemampuan siswa dalam penyerapan materi pelajaran
yang telah disampaikan bapak/ibu guru yaitu dengan cara
melihat hasil ulangan tersebut. Hasilnya baik ataukah
buruk, walaupun hal ini kurang efektif karena belum tentu
hasilnya dari cara yang jujur atau dengan selingan
menyontek (kurang jujur).

2. Melatih siswa disiplin dalam belajar. Maksudnya dengan


diadakannya sebuah ulangan atau tes, terkadang mereka
merasa cemas mendapat nilai yang jelek dan takut
dimarahi orang tua. Dengan dorongan hal itu mereka akan
berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil yang
memuaskan. Tapi terkadang beberapa siswapun ada yang
bersikap tak acuh, karena mereka bisa melakukan jalan
pintas lebih praktis dan mudah yaitu menyontek dari
pekerjaan teman.

3. Mengetahui sampai dimana kemampuan siswa didalam


penguasaan materi pelajaran.
MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 3
Menyontek
4. Mengetahui keberhasilan siswa di dalam penyerapan
materi pelajaran yang selama ini telah disampaikan
pengajar.

5. Menjadi senjata guru untuk meningkatkan antusiasme


murid-murid dalam belajar.

6. Sebagai alat bantu mengajar untuk guru.

7. Melatih daya ingat siswa dalam menyerap pelajaran.


Maksudnya dengan dilakukannya ulangan maka siswa
akan berusaha mempelajari dan berusaha mengingat
materi pelajaran yang diujikan.

8. Sebagai bukti secara tertulis kemampuan siswa dan hasil


prestasinya selama ini.

9. Melatih siswa untuk mengejar berbagai macam tipe soal


yang berbeda. Maksudnya semakin banyak dilakukan
ulangan, maka semakin banyak pengetahuan siswa
tentang berbagai macam tipe soal dari pelajaran tersebut,
dan pengetahuan siswa akan pelajaran itu semakin
mendalam.

10. Untuk menganalisa hasil mengajar guru. Maksudnya hasil


ulangan juga dapat memberikan masukan positif kepada
guru, karena dapat memberikan gamabaran seberapa
sukses guru dalam mengajar. Hasil ulangan juga
membuka wawasan yang dapat digunakan guru untuk
memperbaiki cara mengajar mereka. Dengan menentukan
apakah memang ada pola tertentu untuk bisa sukses atau
gagal, maka para guru dapat mengidentifikasi kekuatan-
kekeuatan yang mereka miliki dalam mengajar berikut
kelemahannya dan juga rencana mengajar yang lebih
baik. Dengan cara ini maka dapat disimpulkan bahwa
ulangan/tes memang dapat membantu memperbaiki cara
mengajar guru dari hulu ke hilir. Semua langakah yang
telah disebut di atas akan membantu guru untuk tetap
terfokus pada :

• Topik yang akan diajarkan pada murid.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 4


Menyontek
• Seberapa baik murid dalam belajar.

• Bagaimana menjadikan murid lebih aktif dan


semangat dalam belajarnya.

1.2 Gambaran perbuatan menyontek di kalangan


siswa tertentu saat ulangan/tes.
Kalau diamati, orang yang menyontek memang kadang
memperoleh nilai yang tinggi daripada orang yang diconteki. Jika
kita memberikan jawaban, berarti kita mengajari dia untuk
membodohi dirinya sendiri. Aspek lain yang muncul, siswa yang
belajar sungguh-sungguh kecewa. Sebab, hasilnya malah lebih
rendah dari orang yang menyontek.

Dengan menyontek, bukan memberikan motivasi untuk


belajar. Tetapi, membiarkan teman bermalas-malasan tanpa mau
berusaha sendiri. Saya kira alangkah baiknya, jika tata tertib
(tatib) yang ada di sekolah juga mengatur kedisiplinan siswa
termasuk menyontek.

Dalam tatib tersebut, diatur bagaimana tatib melakukan


ujian. Begitu pula dengan sanksi yang akan diberikan jika ada
murid yang kedapatan membawa krepekan atau sontekan.
Selama ini, sanski yng diberikan sangat ringan. Seperti
mengerjakan tugas atau hukuman fisik lainnya. Bahkan kalau
ketahuan membawa contekan, paling-paling contekannya
dibuang. Atau, ditegur lain kali jangan menyontek lagi. Itu saja.
Apa dampaknya? Siswa tak akan takut lagi menyontek. Akhirnya,
perilaku sejenis menyontek itu terbawa saat siswa dewasa. Saat
dewasa, ia punya jabatan di pemerintah, di politik, di BUMN.
Akhirnya, yang bersangkutan suka berbohong, menipu atau
mengakali anggaran untuk cari tambahan penghasilan. Meyontek
dan korupsi hampir sama nilainya. Sama-sama ingin hasil yang
baik atau besar dalam waktu cepat, tanpa mau berusaha dengan
jalan atau langkah sesuai prosedur. Korupsi, menipu dan
berbohong dianggap biasa seperti waktu sekolah dulu.

Tak ada hukuman dan tak ada norma yang membatisinya.


Jelas, dalam menyontek akan membuat siswa dan mahasiswa
menjadi ‘kebal’ . “Nggak apa-apa, besok nyontek lagi. Paling

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 5


Menyontek
Cuma ketahuan dan diambil kerpekannya,” kata seorang
mahasiswa dengan bangga. Akhirnya, menyontek dianggap
perbuatan biasa. Bukan hal yang memalukan dan rendah. Ke
depan sanksi bagi pelajar dan mahasiswa yang menyontek harus
memberi efek jera. Artinya, jika dihukum waktu menjadi pelajar
atau mahasiswa, maka ia takut untuk mengulanginya.
Kecurangan kembali mewarnai pelaksanaan UN tahun ini. Tidak
hanya pelajar yang melakukan kecurangan. Bahkan kecurangan
dilakukan oleh guru, administrasi sekolah dan Kepala Sekolah.
Tulisan ini akan membahas tentang kecurangan yang dilakukan
oleh pelajar atau biasa disebut menyontek. Terkejut karena hal
ini, rasanya sudah tidak. Di tahun-tahun yang lalu juga terjadi hal
serupa. Tapi tentunya kita tidak ingin hal ini terus terulang.

Sering bertemu para pelajar mendiskusikan hal-hal diluar


mata pelajaran, ternyata mengasyikan. Biasanya diskusi
mengenai problem keremajaan dan hal-hal lain seputar “sekolah
kehidupan”. Rasanya diskusi saya ini bisa jadi bahan pemikiran
mengenai bagaimana kondisi remaja kita saat ini. Meskipun
kecurangan seringkali dilakukan oleh oknum, tidak semua, tapi
bagaimanapun juga hal ini adalah kesalahan yang tidak bisa
dibiarkan dan harus diselesaikan.

Satu kali saya mengajukan pertanyaan ke beberapa forum


pelajar di sekitar 4 sekolah dalam setahun ini mengenai
menyontek dan korupsi. Empat sekolah tersebut adalah SMA
Negeri, SMA Swasta dan dua SMP Negeri. Meskipun ini bukan
data ilmiah. Setidaknya secara pribadi kita dapat memperoleh
gambaran mengenai bagaimana pandangan siswa terhadap
menyontek . Saya harap nantinya ada penelitian ilmiah juga
tentang hal ini.

Pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah “siapa yang


pernah menyontek saat ujian?”. Jawaban yang saya peroleh ari
keempat sekolah tersebut rata-rata hampir sama. Jawabannya
sangat mengejutkan yaitu bahwa lebih dari separuh siswa
mengangkat tangannya. Artinya hampir semua siswa tersebut
pernah menyontek.

Lalu pertanyaan saya lanjutkan dengan menanyakan


mengapa mereka menyontek. Kebanyakan jawaban adalah “Agar
nilainya baik, sehingga orang tua senang.”,namun ada juga yang

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 6


Menyontek
menjawab “Belum siap dan tidak begitu mengerti dengan materi
pelajaran tersebut” dan beberapa jawaban-jawaban sejenis.

Saya melanjutkan dengan mengajukan pertanyaan


“Sebenarnya menyontek itu bagaimana? Boleh atau tidak”.
Jawaban mereka rata-rata adalah tersenyum, kemudian
berceloteh ini dan itu. Ada yang mengatakan “Boleh saja, kan
niatnya baik” atau “Sama gurunya nggak apa-apa, asal tidak
ketahuan” atau “Iya sih, nggak boleh, tapi gimana”.

Pertanyaan saya alihkan kepada hal lain, “Kita sering


mendengar istilah korupsi “Bagaimana menurut kalian?”. Ada
yang menjawab, “Korupsi itu merugikan, soalnya mengambil
sesuatu yang bukan hakya” atau “Korupsi merugikan negara ,
soalnya mengambil kekayaan negara, sehingga memperlambat
pembangunan” dan jawaban sejenis intinya mengenai korupsi.
Lalu saya tekankan dengan pertanyaan, “Jadi korupsi itu harus
dibasmi, harus dihentikan?”. Dan mereka menjawab dengan
mantap, “Iya”.

Pertanyaan terakhir yang saya ajukan kepada mereka


adalah “Apa perbedaan antara menyontek dan korupsi?”. Dan
jawaban yang saya peroleh ternyata beragam. Kebanyakan
tertawa tersindir. Namun ada juga yang berusaha membela diri,
“Yang kita conteki tidak merasa keberatan, jadi kita tidak
mengambil sesuatu yang bukan haknya. Itu sah-sah saja.” Atau
jawaban-jawaban sejenis. Yang kalau kita kembalikan ke hati kita
yang paling jujur, pasti jawabannya adalah “Tidak ada beda
antara menyontek dan korupsi”. Saya pun melanjutkan dengan
menekankan pada sebuah pertanyaan, “Jadi kalau kita memang
benar-benar ingin menghentikan korupsi di negeri tercinta ini,
salah satunya adalah dengan menghentikan menyontek. Bahkan
saya berani menjamin bahwa selama adik-adi semua masih
menyontek, korupsi tidak akan bisa biberangus dari negeri kita
ini”.

Pernyataan terakhir saya ini biasanya mendapat sorakan


dari para pelajar. Entah itu sepakat atau bahkan menolak.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 7


Menyontek
1.3 Pentingnya ditumbuhkan pribadi yang
cerdas dan jujur dengan tidak menyontek di
kelas
Jujur merupakan sikap yang dianjurkan oleh agama, ia selalu
bersanding dengan kebenaran yang harus dikawal dan
ditegakkan. Jujur mempunyai banyak manfaat dan khasiat bagi
pelakunya baik di dunia maupun di alhirat. Setidaknya ada
beberapa manfaat bagi orang yang jujur yaitu :

• Manfaat jujur di masa sekarang dan mendatang :

1. Dia akan merasa puas dan bangga atas hasil yang


diusahakannya sendiri.

2. Membuat perasaan menjadi bahagia dan tenang.

3. Disukai banyak orang.

4. Banyak orang mau bergaul dengan kita .

5. Dipercaya banyak orang.

6. Menjadi modal sukses bagi orang itu sendiri.

7. Siswa akan terbiasa bersikap jujur di mana saja,


kapan saja, dan pada siapa saja.

8. Membuat hidup kita terarah dan teratur.

9. Mendapat keberkahan dari usahanya.

10.Selamat dari bahaya walau pada awalnya ia


dihalangi berbagai masalah.

11.Pada akhirnya, orang jujur akan sukses di karirnya


nanti

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 8


Menyontek
BAB II
Permasalahan
Bertolak dari uraian di atas dapt ditarik permasalahan :

2.1 Apa sajakah sebab siswa menyontek ?

2.2 Bagaimana cara mengatasi agar siswa tidak menyontek ?

2.3 Apa sajakah manfaat kejujuran bagi pengembangan


pribadi siswa ?

2.4 Apa sajakah dampak menyontek bagi sang pelaku dan


orang lain ?

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 9


Menyontek
BAB III
Pembahasan Masalah

3.1 Uraian tentang sebab-sebab siswa menyontek


ditinjau dari segi siswa, guru, materi pelajaran,
dan penilaian ataupun faktor orang tua.

1. Faktor siswa :

a. Siswa yang sudah memliki kebiasaan.

Siswa yang sudah terbiasa menyontek akan


mengentengkan materi pelajaran, karena dia menganggap
walaupun tidak belajar mereka juga dapat memperoleh
nilai yang baik dengan menyontek atau umumnyab
mencari jalan pintas supaya nilai mereka memuaskan.

b. Siswa yang tidaj belajar atau malas belajar.

Siswa kebanyakan malas belajar karena terlalu asik


dengan kegiatan mereka yang lain. Apalagi, pada zaman
seperti ini, teknologi semakin maju dan membuat mereka
sibuk akan kemajuan teknologi itu sendiri dan melupakan
kewajiban mereka. Ada juga yang merasa ketinggalan
zaman bila tidak mengikuti perkembangan yang ada.

c. Siswa yang kurangmerasa percaya diri.

Kebanyakan, para siswa merasa kurang percaya diri akan


kemampuan dirinya sendiri. Mereka juga berpikir bahwa
jawabannya itu kurang tepat dan merasa ragu-ragu dengan
jawabannya itu. Hal ini juga bisa dikarenakan kurangnya
siswa memahami materi pelajaran.
MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 10
Menyontek
d. Siswa memiliki teman untuk berbagi jawaban.

Mempunyai teman untuk berbagi jawaban merupakan hal


yang dibutuhkan oleh para siswa. Kebiasaan ini dilakukan
karena menjadi sesuatu hal yang sudah menjadi tradisi di
kalangan siswa siswi jaman sekarang.

e. Siswa yang terlalu mengendalikan teman.

Siswa yang menyontek biasanya teralu menganggap


bahwa jawaban temannya selalu benar. Padahal itu belum
tentu.

2. Faktor Guru :

a. Guru yang kurang tegas pada murid.

Hal ini membuat siswa akan menganggap remeh sang guru


dan dia akan merasa bahwa dia bebas menyontek dari
temannya dan mengira gurunya tida akan menghukum
atau memberi sanksi.

b. Guru yang mematok nilai tinggi.

Ini akan membuat siswa merasa tertekan dan akan


berusaha menghalalkan segala cara untuk mendapat nilai
yang menjadi titik aman atau diatas patokan nilai yang
ditetapkan sang guru.

c. Guru yang memanjakan murid.

Hal ini juga akan membuat siswa akan menganggap remeh


sang guru karena ia mengira gurunya akan
memanjakannya dan tidak akan melakukan apa-apa atas
apa yang ia lakukan.

d. Guru yang dalam menyampaikan materi kurang jelas.

Guru yang dalam mengajar kurang jelas akan membuat


siswa-siswinya kurang paham dan kurang mendalami
materi yang dijelaskan sang guru. Sehingga saat ulangan
sang siswa kebingungan pada materi yang diujikan dan
mengambil jalan pintas yang lebih mudah dan praktis
daripada belajar, yaitu menyontek jawaban temannya.
MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 11
Menyontek
3. Faktor Materi Pelajaran :

a. Belum tuntasnya materi pelajaran.

Belum terselesainya materi pelajaran merupakan salah


satu faktor yang nantinya,beum tuntasnya materi pelajaran
membuat siswa tidak mengerti bahan yang nantinya
diujikan

b. Jumlah materi terlalu banyak.

Faktor ini tak kalah pentingnya dengan faktorpertama,jika


jumlah materi yang diujikan terlalu banyak maka siswa
juga akan merasa terbebani dengan itu,tak heran beberapa
siswa memilih membuat kepekan,untuk mempermudah
proses menjawab soal

4. Faktor Penilaian :

a. Standart nilai yang terlalu tinggi.

Standart nilai yang terlalu tinggi juga menyebabkan siswa


melakukan aksi menyontek untuk mendapat nilai yang
maksimum.

b. Perbedaan skor tiap soal.

Tak jarang soal yang lebih sulit adalah soal yang memiliki
skor yang cukup banyak,sangat menggiurkan bagi
siswa,dan jika pada soal tersebut salah maka tak heran
nantinya kalau sang siswa mendapat nilai yang kurang
memuaskan.

5. Faktor Orang Tua :

a. Kurangnya pengawasan orang tua.

Orang tua yang terlalu yakin dan percaya akan anaknya,


membuat orang tua jarang mengawasi anaknya dalam
belajar. Sehingga anaknya dapat menyalahgunakan
kepercayaan orang tuanya.

b. Terlalu menuntut anak.


MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 12
Menyontek
Kebanyakan, orang tua terlalu menuntut anaknya untuk
mendapat nilai yang bagus. Bisa karena orang tua gengsi,
atau sebagainya. Tapi orang tua tersebut tidak pernah
mencoba untuk membimbing anaknya dalam belajar.
Sehingga anaknya merasa tertekan dan akhirnya
menggunakan segala cara untuk memenuhi target nilai
orang tua.

c. Kurangnya kepedulian orang tua.

Umumnya orang tua memiliki kesibukan masing-masing


dengan karirnya. Sehingga orang tua jarang mengawasi
perilaku dan kebiasaan anaknya. Dan akhirnya anaknya
pun tidak peduli dengan nilainya, karena orang tua itu
sendiri juga tidak peduli dengan nilai anaknya.

d. Kurangnya prinsip kejujuran dalam keluarga.

Prinsip kejujuran dalam keluarga sebenarnya sudah


ditanamkan, namun terkadang dalam kenyataannya orang
tua melanggar prinsip tersebut. Hal ini menyebabkan
tertanamnya prinsip kejujuran dalam diri anak berkurang.
Sehingga anak menjadi meremehkan prinsip kejujuran itu
sendiri.

3.2 Uraian cara-cara agar mengatasi agar siswa


tidak menyontek.
1. Faktor pribadi :

a. Bangkitkan rasa percaya diri.

b. Arahkan self concept ,ereka ke arah yang lebih


proposional.

c. Biasakan mereka berpikir lebih realistis dan tidak ambisius.

d. Tumbuhkan kesadaran hati nurani yang mampu


mengontrol naluri besrerta desakan logis rasionalitas
jangka pendek yang bermuara kepada perilakunya.

e. Tanamkan kebenaran Firman Tuhan bahwa menyontek


adalah dosa.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 13


Menyontek
f. Belajar menerima kegagalan hidup sebagai bagian proses
perkembangan yang harus dilewati.

g. Berikan dorongan untuk membaca kisah-kisah kesuksesan


dari tokoh-tokoh besar, entrepreneur, bahkan dari orang-
orang invalid yang berhasil dengan perjuangannya sendiri.

h. Membuat sistem belajar yang menarik bagi dirinya.

2. Faktor Lingkungan dan Kelompok :

Ciptakan kesadaran disiplin dan etik kelompok yang sarat


dengan pertimbangan moral.

3. Faktor Sistem Evaluasi :

a. Buat instrumen evaluasi yang valid dan reliable (yang


tepat dan tetap)

b. Terapkan cara pemberian skor yang benar-benar objekti.

c. Lakukan pengawasan yang ketat dan tidak kompromi


ataupun pilih kasih.

d. Bentuk soal disesuaikan dengan perkembangan


kematangan peserta didik.

4. Faktor Guru :

a. Berlaku objektif dan terbuka dalam pemberian nilai.

b. Bersikap rasional dan tidak melakukan kecurangan dalam


memberikan tugas ujian/tes.

c. Tunjukkan keteladanan dalam perilaku moral.

d. Berikan umpan balik atas setiap penugasan.

e. Menyusun metode belajar-mengajar yang tidak monoton,


atau dikemas dengan cara penyampaian yang menarik. Hal
ini juga akan membuat guru tidak bosan mengajar, karena
selalu ada hal-hal baru yang menarik dan membuat siswa
bersemangat.

f. Guru perlu memahami tujuan atau target pemahaman dari


suatu mata pelajaran dan diimplementasikan pada sat
mengajar, sehingga siswa dapat mencerna manfaat dari
MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 14
Menyontek
pelajaran yang diterimanya. Hal ini juga akan memotivasi
siswa untuk berusaha memahami pelajaran.

g. Tumbuhkan sikap positif dari murid.

Untuk mengurangi ketegangan murid sebelum tes/ulangan


maka sebaiknya para guru telah menjelaskan sedini
mugkin fungsi ulangan/tes kepada murid-murid dan sistem
penilaian yang akan diterapkan. Informasikan kepada para
murid bahwa :

Ulangan/tes akan membantuu memfokuskan proses belajar


murid. Katakan pada murid bahwa : Apabila kamu
mengetahui topik apa saja yang akan diuji, maka kamu
akan mengetahui topik-topik yang penting dan harus
dikuasai sehingga jadwal belajar kamu akan lebih teratur
dan terfokus. Ulangan/tes merupakan kesempatan untuk
mengekspresikan pengetahuan yang telah dipelajari.
Katakan pada murid bahwa : Inilah saatnya bagi kamu
untuk menunjukkan hasil kerja keras dan belajar kamu
selama ini.

Ulangan/tes akan membantu guru mengetahui topik yang


belum dikuasai murid. Katakan pada murid bahwa :
Ulangan juga akan membantu kamu karena dari ulangan
bisa terlihat topik mana saja yang masih perlu dikuasai
lebih lanjut dan juga bisa lahir ide cara belajar yang lebih
kreatif agar topiknya menjadi lebih dipelajari.

h. Buat kalender jadwal ulangan.

Apabila memungkinkan buatlah kalender jadwal ulangan


dan berikan kepada tiap murid salinan dari kalender
tersebut. Kemudian minta setiap murid untuk mengisi
sendiri tanggal ulangan berikut topik atau material yang
akan diuji. Informasikan juga kepada orang tua mengenai
visi ulangan ini. Hal ini penting karena kebanyakan orang
tua menilai bahwa hasil ulangan adalah gambaran tingkat
kecerdasan anak mereka dan juga akan berpengaruh
terhadap kesempatan belajar anak mereka di kemudian
hari. Masih banyak orang tua yang tidak segan-segan
bertanya kepada anak mereka : Mengapa kamu hanya
mendapat delapan? Atau kapan jadwal ulangan yang akan

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 15


Menyontek
datang.

Karenanya berikan kepada tiap orang tua kalender jadwal


ulangan yang telah di isi dan selain itu informasikan juga
kepada mereka kebijakan penilaian yang diterapkan di
sekolah berikut pandangan para guru dalam menilai hasil
jawaban murid di ulangan. Dengan berbekalkan penjelasan
yang lengkap dari guru, maka orang tua nantinya akan
dapat membantu anak mereka dalam mempersiapkan diri
menjelang ulangan atau tes.

i. Selain itu tanyakan kepda murid topik mana yang paling


susah untuk dikuasai dan juga rencana belajar mereka
untuk emecahkan masalah ini. Selain mendorong murid
untuk menjadi lebih aktif dalam proses belajar, cara ini
juga dapat membantu guru untuk merencanakan topik apa
yang akan diajarkan dalam jam pelajaran terakhir sebelum
ulangan.

3.3 Uraian tentang kejujuran untuk kepribadian


siswa.
Setidaknya ada beberapa manfaat bagi orang yang jujur yaitu :

• Manfaat jujur di masa sekarang dan mendatang :

1. Dia akan merasa puas dan bangga atas hasil yang


diusahakannya sendiri.

2. Membuat perasaan menjadi bahagia dan tenang.

3. Disukai banyak orang.

4. Banyak orang mau bergaul dengan kita .

5. Dipercaya banyak orang.

6. Menjadi modal sukses bagi orang itu sendiri.

7. Siswa akan terbiasa bersikap jujur di mana saja, kapan


saja, dan pada siapa saja.

8. Membuat hidup kita terarah dan teratur.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 16


Menyontek
9. Mendapat keberkahan dari usahanya.

10.Selamat dari bahaya walau pada awalnya ia dihalangi


berbagai masalah.

11.Pada akhirnya, orang jujur akan sukses di karirnya nanti.

BAB IV
Penutup

4.1 Sebab-sebab siswa menyontek.


Secara kesimpulan sebab sebab siswa menyontek pada
dasarnya karena kurang adanya motivasi dari sang siswa untuk
berlatih jujur, kurangnya dukungan dari orang tua karena para
orang tua siswa sibuk akan karirnya masing-masing tapi mereka
menuntut anaknya untuk mendapat nilai bagus dan prestasi
yang membanggakan sehingga siswa merasa tertekan akan
tuntunan orang tua yang salah tersebut. Ditambah lagi dengan
materi yang terlalu banyak dan sulit yang diberikan guru,
membuat pikiran siswa terbebeani dan akhirnya siswa cenderung
menghalalkan segala cara baik jelek maupun baik demi
mendapat nilai yang optimal, salah satunya adalah menyontek.
Walau terpaksa mereka melakukannya dengan rasa terpaksa.

4.2 Cara mengatasi siswa menyontek.


Secara kesimpulan menyontek dapat diatasi darisiswa
sendiri seperti mempersiapkan diri dan mental fisik maupun
psikis sebelum menghadapi tes, dan juga percaya pada diri
sendiri dengan tidak mengandalkan teman. Dari segi guru dan
materi, guru seharusnya dapat memberi materi pelajaran lebih
mendalam hingga para siswa dapat mengerti sepenuhnya, dan
sebaiknya guru meningkatkan pengawasan juga memberi sanksi
pada siswa yang menyontek. Dari segi orangtua, lebih baik
orangtua mau ikut campur dalam membimbing siswa, juga lebih
menerapkan prinsip kejujuran dalam keluarga.

4.3 Manfaat kejujuran bagi pengembangan


MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 17
Menyontek
pribadi siswa.
Secara kesimpulan jujur itu sangat penting. Dengan
mengembangkan pribadi jujur, kita akan terbiasa jujur. Kita pun
menjadi dipercaya orang lain dan perasaan selalu tenang.
Dengan kejujuran kita dapat memperoleh hasil yang memuaskan
walaupun tidak memuaskan. Jadi kejujuran itu sangat penting
karena kejujuran adalah kepastian untuk menuju hidup yang
diidamkan. Hendaklah mulai dari saat ini juga kita bersama-sama
menerapkan perilaku hidup jujur.

Saran
1. Sebaiknya bagi para siswa yang telah menjalani tradisi
ini(sakaw mencontek) sesegara mungkin menghilangkan
kebiasaan yang buruk tersebut.

2. Sebaiknya bagi siswa yang belum pernah melakukan


tradisi ini, jangan sekali-sekali untuk mencoba. Bagai obat
psikotropika sekali mencoba maka akan merasa ketagihan,
begitu halnya dengan menyontek.

3. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa, sudah


seharusnya kita sadar akan pentingnya pribadi yang jujur.

4. Sebaiknya siswa memegang teguh prinsip bahwa kejujuran


adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.

5. Sebaiknya siswa belajar berbuat jujur dari hal yang terkecil


seperti berbicara.

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 18


Menyontek
DAFTAR GAMBAR

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 19


Menyontek
DAFTAR PUSTAKA
1. cara mengatasi menyontek:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?
qid=20090302053714AAhha5T

2. pentingnya ditumbuhkan pribadi yan gjujur dan


cerdas: http://nona2na.multiply.com/journal/item/41

3. Gambaran perbuatan menyontek:


http://guswan76.wordpress.com/2008/04/26/guru-
pionir-kejujuran

http://dir.zroups.yahoo.com/group/cfbe/message/36594

4. manfaat kejujuran: http://www.google.co.id/search?

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 20


Menyontek
hl=id&q=manfaat+kejujuran+bagi+siswa&btnG=Telus
uri&meta=

5. cara mengatasi wabah menyontek:


http://tunggulsma1.blogspot.com/2008/11/cara-
mengatasi-wabah-menyontek.html

http://id.answers.yahoo.com/question/index?
qid=20090302053714AAhha5T

6.gambar menyontek
http://images.google.com/imgres?
imgurl=http://yudaharja.com/wp-
content/uploads/2008/08/menyontek.jpg&imgrefurl=http://yudah
arja.com/buka-buku-saat-ujian-legal-atau-
ilegal.htm&usg=__lGOhc649-
kH1JizwLx29UeVd1No=&h=278&w=362&sz=14&hl=id&start=7&
um=1&tbnid=NDSObxIsVZ386M:&tbnh=93&tbnw=121&prev=/i
mages%3Fq%3Dmenyontek%26hl%3Did%26client%3Dopera
%26rls%3Den%26sa%3DX%26um%3D1

Harsono, Boedi.Manfaat Jujur. Jakarta : Djambatan.


2007

Iman, Sudiyat. Beberapa makalah tak jujur awal


korupsi, Jakarta 1982

MAKALAH |Mengembangkan Pribadi Jujur Dengan Tidak 21


Menyontek