Anda di halaman 1dari 36

Tumbuh Kembang

Dentokraniofasial
Area, arah dan waktu pertumbuhan
kraniofasial :

1. Kranium
2. Kompleks naso-maksilari
3. Mandibula
Herlia Nur Istindiah. Drg., M.Si., Sp.Orto
Area, Arah & Waktu Pertumbuhan
Kranium
Kranium :
Tempurung
kranii (cranial
vault)
Dasar kranii
(cranial base)
Sumber : Sobotta
Tempurung kranii
(Cranial vault)
Area :
Sutura kranial
Remodeling permukaan
dalam dan luar
Arah : keatas, lateral, posterior
Pusat pertumbuhan : sutura
Pertumbuhannya dipengaruhi
oleh pertumbuhan otak
Sumber : Sobotta
Basis kranii (Cranial base)
Pertumbuhan basis kranium merupakan
interaksi dari proses :
Cortical drift & remodeling
Pemanjangan sinkondrosis
Pertumbuhan sutura
Pusat pertumbuhan : sinkondrosis
Pertumbuhannya dipengaruhi oleh
pertumbuhan otak
Cortical drift & remodeling
Remodeling menghasilkan
perubahan ukuran, bentuk
& hubungan tulang
Resorpsi permukaan
dalam memberikan tempat
bagi pertumbuhan otak
Drifting foramen magnum
menyesuaikan dengan
pertumbuhan otak
Sumber : Sobotta
Pemanjangan sinkondrosis
Sinkondrosis
merupakan area
utama pertumbuhan
basis kranii
Letak sinkondrosis
menentukan arah
pertumbuhan :
kedepan & kebawah
Setiap sinkondrosis
mempunyai waktu
osifikasi yang berbeda
Sumber : Proffit
Sinkondrosis spheno-occipital :
Area pertumbuhan utama pada basis kranii
Aktif sampai usia 12-15 th

Sumber : Proffit
Pertumbuhan sutura pada kranium
Jenis :
Spheno frontal
Fronto temporal
Spheno ethmoid
Fronto ethmoid
Fronto zygomatic
Letak sutura mempengaruhi arah
pertumbuhan basis kranii

Waktu pertumbuhan basis kranii :
Bayi : mencapai 55 60% ukuran dewasa
Usia 4 7 th : mencapai 94% ukuran dewasa
Usia 8 13 th : mencapai 98% ukuran dewasa
Area, arah & waktu pertumbuhan
kompleks naso-maksilari
Kompleks nasomaksilari berhubungan
dengan basis kranii melalui sutura shg
searah dg pertumbuhan basis kranii
Pertumbuhan & perkembangannya
menyesuaikan dg :
Pertumbuhan basis kranii
Pertumbuhan sutura
Pusat pertumbuhan nasomaksilari

Sutura
Tuberositas maksilari
Tulang alveolar
Sumber : Rakosi

Pertumbuhan kompleks nasomaksilari
merupakan interaksi dari proses :
Displacement
Pertumbuhan pada sutura
Remodeling permukaan tulang
Displacement : kedepan & kebawah
Secondary displacement Primary displacement
Sumber : Rakosi
Pertumbuhan pada sutura
Primary displacement
kompleks nasomaksilari :
Dipengaruhi
pertumbuhan jaringan
lunak


Displacement kedepan
& kebawah
Sumber : Rakosi
Sumber : Proffit

Displacement
menyebabkan ruang
diantara sutura



Tulang baru terbentuk
Sumber : Rakosi
Remodeling permukaan tulang
Remodeling diperlukan karena
adanya pergerakan kebawah
& kedepan
Remodeling selektif
menyebabkan :
Ukuran bertambah besar
Perubahan bentuk tulang
Membatasi pertumbuhan
keanterior

Sumber : Proffit
Remodeling selektif
pd os Zygomatic :
wajah melebar

Remodeling selektif
pd palatal vault :
wajah bertambah
tinggi
Sumber : Proffit
Remodeling selektif maksila :
Resorpsi dasar rongga
hidung ~ deposisi area
palatal
Panah : area concave
anterior maksila


Maksila bergerak kebawah &
membatasi pergerakan
kedepan
Sumber : Rakosi
Palatum bertambah lebar
karena deposisi lateral
palatum
Erupsi gigi : deposisi tulang
alveolar shg maksila
bertambah tinggi &
palatum bertambah dalam


Maksila bertambah lebar,
panjang & dalam
Sumber : Proffit
Displacement maksila
Primary displacement Secondary displacement
Sumber : Rakosi
Pertumbuhan tuberositas
maksilaris :
Fossa pterigopalatina &
PTM bergeser ke posterior

Maksila memanjang A-P &
menebal utk
mempersiapkan erupsi
molar
Sumber : Rakosi
Waktu pertumbuhan kompleks
nasimaksila
< 7
th
dipengaruhi
pertumbuhan basis
kranii
7-15 th, 1/3
pertumbuhan
dipengaruhi basis
kranii. Sisanya
dipengaruhi
pertumbuhan sutura
Sumber : Proffit
Area, arah & waktu pertumbuhan
mandibula
Kondilus merupakan pusat
pertumbuhan utama
Pertumbuhannya mencapai
puncak pd usia 12,5 14 th
Pertumbuhan kondilus
dipengaruhi :
Pertumbuhan jaringan lunak (A):
primary displacement
Pergerakan fossa mandibularis
(B): secondary displacement

A
B
Sumber : Rakosi
Remodeling mandibula


Maksila bertambah panjang
keposterior


Ramus : remodeling
tepi anterior
Pemanjangan korpus
~ pemanjangan
maksila

Sumber : Rakosi
Primary displacement mandibula

Pertumbuhan kondilus
keatas & keposterior
Pertumbuhan tepi
posterior ramus
keposterior

Ramus bertambah lebar
Mandibula bergerak
kebawah & kedepan
Sumber : Rakosi
Secondary displacement mandibula
Pertumbuhan fossa basis
kranii bag tengah
Mandibula bergerak
kedepan & kebawah

Pergerakan kedepan tidak
sebesar maksila
Relasi kelas II
maksilomandibula
Pertumbuhan ramus kearah horisontal
Pertumbuhan kondilus
menyebabkan
displacement anterior
mandibula
Ramus displacement
keposterior sampai didapat
penyesuaian dlm arah
horisontal
Penyesuaian ini juga
memperbaiki discrepancy
inter rahang dlm arah
sagital
Sumber : Rakosi
Penyesuaian oklusi
Gigi rahang bawah &
tulang alveolar bergerak
keatas untuk membentuk
oklusi

Gigi anterior rahang
bawah bergerak kelingual
Deposisi tulang diarea
dagu
Sumber : Rakosi
Kepentingan klinis
Memodifikasi pertumbuhan maksila
sebelum sutura palatina mediana
menutup
Sumber : Proffit
Penggunaan alat ekstra oral utk
memodifikasi pertumbuhan maksila
Sumber : Proffit
Modifikasi pertumbuhan mandibula
Sumber : Proffit
Modifikasi pertumbuhan mandibula
Sumber : Nanda
Waktu pertumbuhan mandibula
Pertumbuhan
mandibula relatif
tetap sebelum
pubertas
Pada tabel :
Ramus
meninggi 1-2
mm/th
Corpus
memanjang 2-3
mm/th Sumber : Proffit
Waktu pertumbuhan rahang pada arah
lebar, panjang & tinggi
Pertumbuhan arah lebar selesai dahulu,
kemudian panjang dan terakhir tinggi
Pertumbuhan lebar rahang termasuk
lebar lengkung gigi selesai sebelum
remaja
Pertumbuhan panjang & tinggi rahang
melewati masa pubertas
Wanita : pertumbuhan maksila kebawah &
kedepan melambat sekitar 14-15 th (2-3 th
stl menstruasi pertama)

Pertumbuhan tinggi wajah lebih lama
dibandingkan pertumbuhan pertumbuhan
panjang wajah
Pertumbuhan vertikal mandibula lebih lambat
Peningkatan tinggi wajah ~ erupsi gigi
berlangsung seumur hidup
Pada pria, pertumbuhan tinggi wajah berlanjut
sampai usia awal 20-an, kemudian melambat
Pada wanita, laju pertumbuhan melambat lebih
awal dibanding pria.