Anda di halaman 1dari 5

SABAR MENGHADAPI UJIAN HIDUP

Posted 23 Mei 2009 by jalandakwahbersama in TASAWUF. Ditandai:TASAWUF. 15 Komentar


Ketahuilah, ujian dan cobaan di dunia merupakan sebuah keharusan, siapa pun tidak bisa terlepas
darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan
merupakan tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT
Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan
satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak satu pun diantara kita yang
mampu menghalau ketentuan tersebut.
Keimanan, keyakinan, tawakkal dan kesabaran yang kokoh amatlah sangat kita butuhkan dalam
menghadapi badai cobaan yang menerpa. Sehingga tidak menjadikan diri kita berburuk sangka
kepada Allah SWT terhadap segala Ketentuan-Nya.
Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT
harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah
menurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Allah
sebagaimana tertulisa dalam firman-Nya : Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk
ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang
terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta
digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orangorang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan
Allah amatlah dekat. (QS. Al Baqarah : 214)
Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang
muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya. Sebagaimana dalam firman-Nya :
Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS. Al Imran : 146)
Macam-Macam Kesabaran
Ibnul Qoyyim mengatakan dalam Madarijus Salikin : Sabar adalah menahan jiwa dari keluh
kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh serta menahan anggota badan dari berbuat
tasywisy (tidak lurus). Sabar ada tiga macam, yaitu sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah,
sabar dari maksiat, dan sabar dari cobaan Allah.
Tingkatan sabar :
1. Sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena takut ancaman Allah, Kita harus selalu berada
dalam keimanan dan meninggalkan perkara yang diharamkan. Yang lebih baik lagi adalah, sabar
dari meninggalkan kemaksiatan karena malu kepada Allah. Apabila kita mampu muraqabah
(meyakini dan merasakan Allah sedang melihat dan mengawasi kita) maka sudah seharusnya
kita malu melakukan maksiat, karena kita menyadari bahwa Allah SWT selalu melihat apa yang
kita kerjakan. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, di surah Al Hadid ayat 4 .. Dan

Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan
2. Tingkatan sabar yang kedua adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, dengan
terus-menerus melaksanakannya, memelihara keikhlasan dalam mengerjakannya dan
memperbaikinya. Dalam menjalankan ketaatan, tujuannya hanya agar amal ibadah yang
dilakukan diterima Allah, tujuannya semata-mata ikhlas karena Allah SWT.
Ada Beberapa Hal Yang Akan Menuntun Seorang Hamba Untuk Bisa Sabar Dalam
Menghadapi Ujian Dan Cobaan, Sebagai Berikut :
1. Sebaiknya kita merenungkan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Dan Allah menimpakan ujian
atau musibah-musibah tersebut mungkin disebabkan dosa-dosa kita . Sebagaimana firman Allah
SWT : Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Asy
Syuro : 30).
Apabila seorang hamba menyadari bahwa musibah-musibah yang menimpa disebabkan oleh
dosa-dosanya. Maka dia akan segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa
yang telah dilakukannya
Dan Nabi Muhammad saw bersabda: Tak seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal
tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan
perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang
menggugurkan daun-daunnya. (HR Bukhari dan Muslim). Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai
penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi.
2.. Kita harus menyakini dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah selalu ada bersama kita. Dan
Allah telah memberikan jaminan untuk kita dalam surah Al Baqarah ayat 286, bahwa Allah
tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Dan Allah cinta dan
ridha kepada orang yang sabar. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya sbb: dan sabarlah
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Anfal : 46) Dan Firman-Nya :
Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS.Al Imran : 146)
Bersabarlah maka kita akan melihat betapa dekatnya kelapangan
Barangsiapa yang muraqabah (merasa diawasi) Allah dalam seluruh urusan, ia akan menjadi
hamba Allah yang sabar dan berhasil melalui ujian apapun dalam hidupnya. Kesabaran yang
didapatkan ini, berdasarkan pada petunjuk Allah dalam Al Quran, surah At Thur ayat 48 : Dan
bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam
penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun
berdiri Dan ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mengharapkan Allah, maka Allah akan ada
dimana dia mengharap.
3. Kita harus mengetahui bahwa jika kita bersabar, maka akan mendatangkan ridha Allah, karena
ridha Allah SWT, terdapat dalam kesabaran kita, terhadap segala ujian dan ketentuan takdir-Nya,
yang kurang kita sukai.

Keutamaan Sabar
Sabar memiliki kedudukan tinggi yang mulia dalam agama Islam. Oleh karena itu, Al Imam
Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah dari keimanan dan setengahnya lagi adalah
syukur. Lebih jelasnya, akan diuraikan beberapa penyebutan ash-shabr dalam Al Quran dengan
uraian yang ringkas sebagai berikut:
1. Sabar Merupakan Perintah Mulia Dari Rabb Yang Maha Mulia
Allah SWT berfirman : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,.. (QS. Al-Baqarah: 153)
dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan
kuatkanlah kesabaranmu,.. (QS.Ali Imran: 200)
Konteks (kandungan) dari kedua ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari
Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya.
Terlebih lagi, Allah SWT kuatkan perintah sabar tersebut dalam ayat yang kedua. Barangsiapa
yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT
2. Pujian Allah SWT Terhadap Orang-Orang Yang sabar
Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana
firman-Nya: .. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang
bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 177)
Dalam kitab Madarijus Salikin 2/152 Al Imam Ibnul Qayyim, mengutarakan bahwa ayat yang
seperti ini banyak terdapat dalam Al Quran. Sehingga keberadaan sabar dalam menghadapi
ujian dan cobaan dari Allah adalah benar-benar menjadi barometer keimanan dan
ketakwaan kepada Allah SWT.
3. Mendapat Kecintaan Dari Allah SWT
Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah
SWT. Dan Allah mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan yang mendapatkan
kecintaan-Nya adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari-Nya. Sebagaimana
ditegaskan dalam firman-Nya
.., dan Allah itu menyukai/mencintai orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran: 146)
.Dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, seperti tertulis dalam firman-Nya:
..dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. (QS. AlAnfal: 46)
Yang dimaksud dengan Allah bersama orang-orang yang sabar adalah penjagaan dan
pertolongan Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang sabar. Sebagaimana pula
diterangkan dalam hadits berikut ini:
Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran. (HR.
At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu Abbas ra)

4.. Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang Yang Sabar


Allah SWT senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat dan hidayah-Nya kepada orang-orang
yang sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari Allah mereka kembalikan
urusannya kepada Sang Pencipta, yang memilikinya.
Sifat mulia yang dimiliki orang yang sabar ini dikisahkan oleh Allah dalam firman-Nya disurah
Al Baqarah, ayat 156-157 : orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun (esungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepadaNya-lah kami kembal). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Atas dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, dianjurkan mengucapkan
kalimat ini, dan ini yang dinamakan dengan kalimat istirja (pernyataan kembali kepada Allah
SWT). Kalimat istirja akan lebih sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan doa yang
diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad saw sebagai berikut :Ya Allah, berilah ganjaran atas
musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.
Barangsiapa yang membaca kalimat istirja dan berdoa dengan doa di atas niscaya Allah
SWTakan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. (Hadits
riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah.)
Suatu ketika Ummu Salamah ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di medan
perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan doa ini, sehingga Allah SWT memenuhi janjiNya dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik pendamping yaitu
Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengingkari janji-Nya.
5.. Mendapatkan Ganjaran Yang Lebih Baik Dari Amalannya
Allah SWT memberikan ganjaran bagi orang yang sabar melebihi usaha atau amalan yang ia
lakukan. Sebagaimana firman-Nya :
Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang
yang sabar. (An Nahl: 126)
Dalam ayat lainnya, Allah SWT menjanjikan akan memberikan jaminan kepada orang yang
sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa batas). Sebagaimana firman-Nya : Katakanlah: Hai
hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik
di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orangorang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar: 10)
6.. Mendapat Ampunan Dari Allah SWT
Selain Allah memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar,
Allah juga memberikan ampunan kepada mereka. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya :
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka
itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (Hud: 11)

Dari Aisyah, beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Tidak ada suatu musibah pun yang
menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya.
Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya. (HR. Al-Bukhari no. 3405 dan
Muslim 140-141/1062)
7.. Mendapat Martabat Tinggi Di Dalam Surga
Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak mendapatkan martabat
yang tinggi dalam Surga. Allah SWT berfirman : Mereka itulah orang yang dibalasi dengan
martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan
penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (Al Furqaan: 75)
8.. Sabar Adalah Jalan Terbaik
Semua uraian di atas menunjukkan bahwa sabar ialah jalan yang terbaik bagi siapa saja yang
menginginkan kebaikan dunia dan akhiratnya.
Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah saw bersabda :
Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang
demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat
kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan
menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa
batas. Sebagaimana firman Allah SWT Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang
dicukupkan ganjaran/pahala mereka tanpa batas. (Az Zumar: 10)
Coba kita renungkan, bukankah kita selalu mampu untuk bisa sabar dalam menerima ujian-Nya
yang berupa nikmat hidup? Maka sudah seharusnya kita juga harus bisa sabar dalam menerima
unjian-Nya yang berupa kehilangan nikmat hidup, istilahnya, jangan mau terima yang enak-enak
saja.
Jadi kita sebaiknya harus bisa bersabar dalam menghadapi segala macam ujian dalam hidup kita,
terutama setelah kita mengetahui keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi hamba-Nya
yang bersabar.

Anda mungkin juga menyukai