STATISTIKA DASAR
KELOMP
12
OK
1. Hidayati
2. Lia Sari Rahmatin
3. Nita Yulia Meirlyn
4. Nurjihatul Rizkia
5. Rani Apriyanti
6 Rubiyatna Sakaroni
CHI KUADRAT (X2)
Pengertian
Chi Kuadrat (X2) satu sampel, adalah teknik
statistik yang digunakan untuk menguji
hipotesis deskriptif bila dalam populasi terdiri
atas dua atau lebih klas, data berbentuk
nominal dan sampelnya besar.
Rumus dasar chi kuadrat
contoh chi kuadrat
Contoh 1 untuk dua kategori :
Salah satu organisasi perempuan ingin mengetahui
apakah wanita berpeluang yang sama dengan pria
untuk menjadi kepala desa. Untuk itu maka perlu
dilakukan penelitian. Populasi penelitian adalah
masyarakat Desa Pringgodani. Calon yang satu adalah
wanita dan calon yang kedua adalah pria. Sampel
sebagai sumber data diambil secara random
sebanyak 300 orang. Dari sampel tersebut ternyata
200 orang memilih pria dan 100 orang memilih
wanita.
Cont..
Berdasarkan hal tersebut maka:
1. Judul penelitiannya dapat berbentuk : Peluang pria dan
wanita untuk menjadi kepala desa
2. Variabelnya dalam penelitian itu adalah : kepala desa
3. Sampel
Penelitian menggunakan satu kelompok sampel masyarakat
dengan jumlah anggota 300, terdiri dua kategori, yaitu 200
pemilih calon kades pria dan 100 pemilih calon kades
wanita.
4. Tempat penelitian di desa pringgodani
5 Hasil pengumpulan data ditunjukkan pada tabel 2.2
TABEL 2.2
DATA PEMILIH CALON KEPALA DESA
Alternatif calon
Frekuensi yang
Frekuensi yang
kepala desa
diperoleh
diharapkan
Calon pria
200
150
Calon wanita
100
150
Jumlah
300
300
6. Hipotesis yang diajukan
Ho
: frekuensi/jumlah masyarakat yang memilih
calon kades pria dan wanita adalah sama (cades pria
dan wanita berpeluang sama untuk dipilih menjadi
kades)
Ha
: frekuensi/jumlah masyarakat yang memilih
calon kades pria dan wanita adalah tidak sama (cades
pria dan wanita berpeluang berbeda untuk dipilih
menjadi kades)
Dalam hal ini :
Ho
: p1 = p2 = 0,5
Ha
: p1 p2 0,5
7. Ketentuan pengujian hipotesis :
Bila harga chi kuadrat hitung lebih kecil (<)
dari harga chi kuadrat table pada taraf
kesalahan tertentu, maka Ho diterima dan
Ha ditolak. Tetapi sebaliknya bila harga chi
kuadrat hitung lebih besar atau sama
dengan tabel maka Ha diterima.
8. Hasil pengumpulan data
Untuk dapat membuktikan hipotesis dengan
rumus 2.3 tersebut, maka data yang
terkumpul perlu disusun ke dalam tabel 2.3
9. Pengujian hipotesis
Untuk dapat menghitung besarnya chi kuadrat
(X2) dengan menggunakan rumus 2.3, maka
diperlukan tabel penolong seperti yang
ditunjukkan pada tabel 2.4 berikut.
TABEL 2.4
TABEL PENOLONG UNTUK MENGHITUNG CHI KUADRAT DARI 300
ORANG SAMPEL
Alternatif
fo
fh
fo-fh
(fo-fh)2
pilihan
(fo-fh)2
fh
Pria
200
150
50
2500
16,67
Wanita
100
150
-50
2500
16,67
Jumlah
300
300
5000
33,33
Catatan : Disini frekuensi yang diharapkan (fh) untuk kelompok yang memilih
pria dan wanita = 50%. Jadi 50% x 300 = 150
Berdasarkan perhitungan dengan
menggunakan tabel di atas ternyata harga chi
kuadrat hitung = 33,33
Untuk dapat membuat keputusan tentang
hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak,
maka harga chi kuadrat tersebut perlu
dibandingkan dengan chi kuadrat tabel
dengan dk dan taraf kesalahan tertentu.
Derajat kebebasan untuk chi kuadrat tidak
tergantung pada jumlah individu dalam
sampel. Derajat kebebasan akan tergantung
pada kebebasan dalam mengisi kolom-kolom
pada frekuensi pada frekuensi yang
diharapkan (fh) setelah disusun kedalam tabel
berikut ini.
Kategori
a
(a+b)
(m+n)
Dalam hal ini fo harus sama dengan fh. Jadi (a+b) =
(m+n). dengan demikian kita tidak mempunyai
kebebasan untuk menetapkan frekuensi yang
diharapkan (fh) = (m + n). jadi kebebasan yang
dimiliki tinggal satu yaitu kebebasan dalam
menetapkan m atau n. jadi untuk model ini derajat
kebebasannya (dk) = 1.
Berdasarkan dk = 1 dan taraf kesalahan yang kita
tetapkan 5% maka harga chi kuadrat tabel =
3,841. (lihat tabel VI dalam lampiran). Ternyata
harga chi kuadrat hitung lebih besar dari tabel
(33,33 > 3,841). Sesuai ketentuan kalau harga chi
kuadrat hitung lebih besar dari tabel, maka Ho
ditolak dan Ha diterima. Jadi kesimpulannya,
hipotesis nol yang diajukan bahwa peluang pria
dan wanita sama untuk dipilih menjadi kepala
desa di desa itu ditolak. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa masyarakat di kabupaten
itu cenderung memilih pria menjadi kepala desa.
10. Saran yang diberikan :
Kelompok wanita tidak perlu mencalonkan
menjadi kades
PENGUJIAN HIPOTESIS KOMPARATIF 2
SAMPEL BERPASANGAN
Teknik statistik Non-parametris yang
digunakan untuk menguji hipotesis komparatif
sampel berpasangan bila datanya berbentuk
nominal adalah Mc Nemar Test dan untuk
data ordinal adalah Sign Test
Mc Nemar Test
Teknik statistik ini digunakan untuk menguji
hipotesis komparatif dua sampel yang
berkorelasi bila datanya berbentuk
nominal/diskrit. Rancangan penelitian
biasanya berbentuk before after. Jadi
hipotesis penelitian merupakan perbandingan
antara nilai sebelum dan sesudah ada
perlakuan/treatmen (membuktikan ada
tidaknya perubahan).
Sebagai panduan untuk menguji signifikasi setiap perubahan,
maka data perlu disusun ke dalam tabel segi empat ABCD seperti
berikut:
sebelum
sesudah
-
A dan D adalah jumlah total orang yang berubah, dan B dan C yang tidak berubah.
Ho = (A + D) berubah dalam satu arah, dan merupakan frekuensi yang diharapkan di
bawah Ho pada kedua sel yaitu A dan D.
Test Mc Nemar berdistribusi chi kuadrat (X2), oleh karena itu
rumus yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah rumus
Chi kuadrat, rumus dasarnya adalah
fo = banyak frekuensi yang diobservasi
dalam kategori ke I
fh = banyak frekuensi yang diharapkan
dibawah Ho dalam kategori ke I
Diperlukan adanya koreksi kontinuitas supaya rumus
tersebut semakin baik, sehingga rumus tersebut
menjadi:
Contoh soal
Suatu perusahaan ingin mengetahui pengaruh sponsor yang
yang diberikan dalam suatu pertandingan olah raga
terhadapnilai penjualan barangnya. Dalam penelitian ini
digunakan sampel yang diambil secara random yang jumlah
anggotanya 200. Sebelum sponsor diberikan, terdapat50
orang yang membeli barang tersebut, dan 150 orang tidak
membeli. Setelah sponsor diberikan dalam pertandingan olah
raga, ternyata dari 200 orang tersebut terdapat 125 yang
membeli dan 75 orang tidak membeli. Dari 125 orang tersebut
terdiri atas pembeli tetap 40 orang dan yang berubah dari
yang tidak membeli menjadi membeli ada 85 orang.
Selanjutnya dari 75 orang yang tidakmembeli itu terdiri atas
yang berubah dari yang membeli menjadi tidak membeli itu
terdiri atas 10 orang, dan yang tetap tidak membeli ada 65
orang.
Langkah-langkah penelitian menggunakan
Mc Nemar Test
1. Merumuskan judul penelitian,
Pengaruh sponsor terhadap nilai penjualan barang atau perbedaan
penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor
2. Menentukan variabel independen dan dependen
a. Variabel independennya adalah pemberian sponsor
b. Variabel dependennya adalah peningkatan penjualan barang
3. Menentukan rumusan masalah penelitian
Adakah pengaruh positif dan signifikan sponsor terhadap penjualan
barang, atau adakah perbedaan penjualan sebelum dan sesudah
ada sponsor?
4. Menentukan jumlah anggota sampel yang dipakai
Jumlah sampel yang dipakai sebelum dan sesudah diberikan
sponsor tetap = 200 orang (jadi dua kelompok sampel berpasangan)
Langkah-langkah penelitian
menggunakan Mc Nemar Test
5. Mendesain penelitian:
Dipilih secara random 200
anggota sampel, sebelum
diberi sponsor: 50 orang
membeli dan 150 orang
tidak membeli
Diberi
sponsor
Dari sampel yang 200itu, setelah
diberikan sponsor, 125 yang membeli dan
75 tidak membeli. Dari 125 itu pembeli
tetap 40 dan yang baru 85. Dari 75orang
yang tidak membeli, yang berubah dari
yang membeli menjadi tidak membeli 10
orang, dan tetap tidak membeli 65.
6. Menentukan tempat penelitian : dipertunjukan
pertandingan olah raga
Langkah-langkah penelitian
menggunakan Mc Nemar Test
7. Menentukan langkah-langkah penelitian:
Mencari pertunjukan pertandingan sepak bola. Mengambil 200 penonton sebagai
sampel secara random. Ke 200 penonton ituditawari untuk membeli barang,
dicatat siapa yang membeli dan tidak membeli. Setelah itu ke 200 orang itu diberi
hadiah (sponsor). Setelah diberi hadiah, maka ke 200 orang itu ditawari lagi untuk
membeli barang yang sama, dicatat siapa yang membeli dan membeli, siapa
pembeli tetap dan pembeli baru, siapa yang berubah dari membeli menjadi tidak
membeli dan siapa yang tetap tidak membeli.
8. Merumuskan hipotesis
a. Ho : tidak terdapat perbedaaan jumlah penjualan sebelum dan sesudah ada
sponsor
b. Ha : terdapat perbedaan jumlah penjualan sebelum dan sesudah ada sponsor
9. Menentukan kriteria pengujian hipotesis
Ha diterima bila harga Chi kuadrat hitung lebih kecil dari harga tabel pada taraf
kesalahan tertentu
Langkah-langkah penelitian menggunakan Mc Nemar
Test
10. Menyajikan data
Data yang telah terkumpul, selanjutnya disusun dalam tabel seperti berikut
Sebelum ada sponsor
Setelah ada sponsor
125 = 40 + 85
(40 tetap, 85 berubah)
75 = 65 + 10
(65 tetap, 10 berubah)
Membeli 50
Tidak membeli 150
200
200
11. Menguji hipotesis
Untuk mempermudah perhitungan, maka harga dalam tabel disusun kembali
menjadi
Perilaku konsumen
membeli
Tidak membeli
Tidak membeli
85 (A)
65 (B)
membeli
40 (C)
10 (D)
Dapat dibaca: tidak membeli menjadi membeli 85, tetap membeli 40, tetap
tidak membeli 65, membeli menjadi tidak membeli 10
Langkah-langkah penelitian
menggunakan Mc Nemar Test
Jadi,
Jadi harga hitung = 57,642
Harga Chi Kuadrat hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan
harga Chi Kuadrat Tabel. Bila dk = 1 dan taraf kesalahan 5%, maka
harga Chi Kuadrat Tabel = 3,894. Ketentuan pengujian adalah : bila
Chi Kuadrat hitung lebih kecil dari Chi kuadrat Tabel, maka Ho
diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan perhitungan di atas ternyata
harga Chi Kuadrat Hitung lebih besar daripada tabel (57,642 >
3,894). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima.
Langkah-langkah penelitian
menggunakan Mc Nemar Test
12. Menarik kesimpulan
Jadi terdapat perbedaan yang signifikan nilai penjualan
setelah dan sebelum ada sponsor, dimana setelah ada
sponsor pembelinya semakin meningkat. Karena
pembeli sesudah ada sponsor jumlahnya meningkat,
maka hal itu berarti sponsor yang diberikan pada
pertandingan olah raga mempunyai pengaruh yang
nyata terhadap nilai penjualan.
13. Memberikan saran
Sponsor perlu terus menerus diperluas, karena dapat
meningkatkan nilai penjualan secara signifikan
BAB 4
PENGUJIAN HIPOTESIS KOMPERATIF
DUA SAMPEL INDEPENDEN
BAB 4
PENGUJIAN HIPOTESIS KOMPERATIF
DUA SAMPEL INDEPENDEN
Statistic non-parametris yang digunakan untuk
menguji hipotesis komperatif dua sampel
independen bila datanya berbentuk nominal
adalah : Chi kuadrat, Fisher Extract Probability
test, dan selanjutnya bila datanya berbentuk
ordinal adalah Median Test, Mann Whitney-U
Test, Kolmogorov-Smirnov, Wolfowitz.
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
Chi kuadrat digunakan untuk menguji hipotesis
komparatif dua sampel bila datanya berbentuk
nominal dan sampelnya besar. Cara perhitungan
dapat mneggunakan rumus yang telah ada, atau
dapat menggunakan tabel kontingensi 2x2 ( dua
baris x dua kolom/tabel 4.1). pada bab ini
diberikan contoh penggunaan tabel kontingensi
untuk menghitung harga Chi Kuadrat, karena
lebih mudah.
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
TABEL KONTINGENSI
Frekuensi pada :
Sampel
Jumlah sampel
Obyek 1
Obyek 2
Sampel A
a+b
Sampel B
c+d
Jumlah
a+c
b+d
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
contoh 1:
penelitian dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan
antara tingkat pendidikan masyarakat dengan jenis bank
yang dipilih untuk menyimpan uangnya. Pendidikan
masyarakat dikelompokkan menjadi dua, yaitu lulusan
SLTA dan Perguruan Tinggi. Sampel pertama sebanyak 80
orang lulusan SLTA, dan sampel kedua sebanyak 70 orang
lulusan Perguruan Tinggi. Berdasarkan angket yang
diberikan kepada sampel lulusan SLTA , maka dari 80
orang itu yang memilih Bank Pemerintah sebanyak 60
orang dan Bank Swasta sebanyak 20 orang. Selanjutnya
dari sampel lulusan Perguruan Tinggi, dari 70 orang itu
yang memilih Bank Pemerintah sebanyak 30 orang dan
Bank Swasta sebanyak 40 orang ( data fiktif ).
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
Berdasarkan hal tersebut, maka :
Judul penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
Kecendrungan Masyarakat Dalam Memilih Jenis Bank
Variable penelitiannya adalah :
Tingkat pendidikan sebagai variable independen
Jenis bank sebagai variable dependen
Rumusan Masalah
Adakah perebdaan dua kelompok masyarakat dalam memilih jenis bank ? atau adakah hubungan tingkat
pendidikan dengan jenis Bank yang dipilih?
Sampel Penelitian
Terdiri dua kelompok sampel independen yaitu kelompok lulusan perguruan tinggi dengan jumlah 70 orang dan
kelompok lulusan SLTA dengan jumlah 80 orang.
Hipotesis :
Ho : tidak dapat perbedaan tingkat pendidikan masyarakat dalam memilih dua jenis Bank ( atau tidak ada
hubungan antara jenjang pendidikan dengan jenis Bank yang dipilih).
Ha : Terdapat perbedaan tingkat pendidikan masyarakat dalam memilih dua jenis Bank ( atau ada hubungan antara
jenjang pendidikan dengan jenis Bank yang dipilih).
Kriteria pengujian hipotesis
Terima Ho bila harga Chi kuadrat hitung lebih kecil dari harga Chi kuadrat tabel, dengan dk = 1 dan taraf kesalahan
tertentu.
Penyajian Data
Data hasil penelitian tersebut selanjutnya disusun ke dalam tabel 4.2 berikut.
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
TABEL 4.2
TINGKAT PRESTASI KERJA KARYAWAN
Sampel
Jenis Bank
Jumlah sampel
Bank Pemerintah
Bank Swasta
Lulusan PT
60
20
80
Lulusan SLTA
30
40
70
Jumlah
90
60
150
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
Kesimpulan :
Jadi terdapat perbedaan tingkat pendidikan
dalam memilih jenis Bank, dimana lulusan
SLTA cenderung memilih bank pemerintah dan
lulusan perguruan tinggi cenderung memilih
Bank Swasta.
Saran:
Bank swasta perlu mempromosikan ke
masyarakat yang berpendidikan SLTA.
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
Contoh 2 :
Dilakukan penelitian untuk mengetahui
bagaimana peluang dua orang untuk menjadi
Bupati di kabupaten tertentu. Calonnya adalah
Abas dan Bakri. Setelah diadakan survey
pengumpulan pendapat yang setuju dengan
Abas 60 orang dan yang tidak 20 orang.
Sedangkan untuk Bakri yang setuju 50 orang dan
yang tidak 25 orang. Dari data tersebut
selanjutnya disusun ke dalam tabel 4.2 berikut.
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
Berdasarkan hasl tersebut maka :
Judul penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
Peluang Abas dan Bakri untuk Menjadi Bupati
Variable penelitiannya adalah : Bupati
Rumusan Masalah :
Adakah perbedaan peluang Abas dan Bakri untuk menjadi Bupati ?
Sampel terdiri dari :
Dua kelompok masyarakat yang setuju dan tidak setuju dengan Bakri dan Abas. Jumlah
sampel untuk Abas = 80 orang dan untuk Bakri = 75 orang.
Hipotesis :
Ho : peluang Abas dan Bakri sama untuk menjadi bupati atau tidak terdapat perbedaan
pendapat diantara masyarakat terhadap dua calon Bupati tersebut.
Ha : peluang Abas dan Bakri tidak sama untuk menjadi bupati atau terdapat perbedaan
pendapat diantara masyarakat terhadap dua calon Bupati tersebut.
Kriteria Pengujian Hipotesis
Terima Ho bila harga Chi kuadrat hitung lebih kecil dari harga Chi kuadrat tabel.
Penyajian Data
Data yang telah terkumpul disajikan dalam tabel 4.3 berikut :
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
TABEL 4.4
FREKUENSI PEMILIH ABAS DAN BAKRI
Kelompok
Persetujuan
Jumlah sampel
Setuju
Tidak Setuju
Abas
60
20
80
Bakri
50
25
75
Jumlah
110
45
155
A. Chi Kuadrat (x2 ) dua sampel
B. Fisher Exact Probability Test
Test ini digunakan untuk menguji signifikansi
hipotesisi komparatif dua sampel kecil
independen bila datanya berbentuk nominal.
Untuk sampel yang besar diunakan Chi Kuadrat
(x2). Untuk memudahkan perhitungan dalam
pengujian hipotesis, maka data hasil
pengamatan perlu disusun kedalam tabel
kontingensi 2 x 2 seperti berikut.
B. Fisher Exact Probability Test
Kelompok
Kelompok
II
II
Jumlah
Jumlah
Jumlah
A+ B
C+D
n
B. Fisher Exact Probability Test
Contoh :
Disinyalir ada kecendrungan para Birokrat lebih
menyukai mobil berwarna gelap, dan para Akademisi
lebih menyukai warna terang. Untuk membuktikan
hal tersebut telah dilakukan pengumpulan data
dengan menggunakan sampel yang diambil secara
random. Dari 8 orang Birokrat yang diamati, 5 orang
bermobil warna gelap dan 3 orang bermobil warna
terang. Selanjutnya dari 7 orang akademis yang
diamati, 5 orang menggunakan mobil warna terang
dan 2 orang warna gelap.
B. Fisher Exact Probability Test
Berdasarkan hal tersebut, maka :
Judul penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
Kecendrungan Birokrat dan Akademisi dalam memilih warna mobil.
Variable penelitiannya adalah : warna mobil.
Rumusan Masalah :
Adakah perbedaan akademisi dan birokrat dalam memilih warna mobil.
Sampel : birokrat 8 orang, akademisi 7 orang.
Hipotesis :
Ho : Tidak terdapat perbedaan antara birokrat dan akademisi dalam memilih
warna mobil.
Ha : Terdapat perbedaan antara birokrat dan akademisi dalam memilih warna
mobil.
Kriteria pengujian hipotesis :
Ho diterima bila harga p hitung lebih besar dari taraf kesalahan yang ditetapkan.
Penyajian Data
Data yang diperoleh selanjutnya disususun seperti dalam tabel 4.4 berikut.
B. Fisher Exact Probability Test
TABEL 4.4
KESUKAAN WARNA MOBIL ANTARA BIROKRAT DAN AKADEMISI
Kelompok
Gelap
Terang
Jumlah
Birokrat
Akademisi
Jumlah
15
B. Fisher Exact Probability Test
Test Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel
adalah tes yang digunakan untuk mengetahui
apakah dua sampel bebas (independent)
berasal dari populasi yang sama.
tes Kolmogorov Smirnov dua sampel secara
prinsip memperhatikan kesesuaian antara dua
distribusi kumulatif.
Test Kolmogorov-Smirnov Dua Sampel
Asumsi :
Digunakan untuk menguji komparativ dua
sampel independen
Data berbentuk ordinal yang telah tersusun
pada tabel distribusi frekuensi kumulatif
dengan menggunakan klas-klas interval.
Rumus yang digunakan adalah :
D = Maksimum [ Sn1(X) Sn2 (X) ]
Contoh soal
Dilakukan penelitian untuk membandingkan
produktivitas operator mesin CNC (Computered
Numerical Controlled) lulusan SMK mesin dan SMU
IPA. Pengamatan dilakukan pada sampel yang dipilih
secara random. Untuk lulusan SMK 10 orang dan juga
untuk lulusan SMU 10 orang. Produktivitas kerja
diukur dari tingkat kesalahan kerja selama 4 bulan.
Judul penelitian : Perbandingan produktivitas kerja
karyawan lulusan SMK daan SMU.
Variabel penelitian :
Jenis pendidikan (SMK-SMU) variable independen.
Produktivitas kerja variable dependen.
Rumusan
masalah
Adakah
perbedaan
produktivitas kerja yang signifikan antara karyawan
lulusan SMU dan SMK.
Sampel : karyawan lulusan SMK berjumlah 10
orang dan lulusan SMK sebanyak 10 orang.
Hipotesis :
Ho : tidak terdapat perbedaan produktivitas yang
signifikan antara karyawan lulusan SMK dan SMU.
Ha : Tidak terdapat perbedaan produktivitas yang
signifikan antara karyawan lulusan SMK dan SMU.
Kriteria pengujian hipotesis :
Ho diterima bila KD hitung KD table
Penyajian data
Tabel tingkat
kesalahan kerja
operator mesin CNC
Lulusan SMK dan
SMU dalam %
NO
Lulusan SMK
Lulusan SMA
1.0
3.0
2.0
4.0
1.0
8.0
1.0
2.0
3.0
5.0
1.0
6.0
2.0
3.0
1.0
5.0
5.0
7.0
10
5.0
8.0
Total
22.0
51.0
Perhitungan : Data disusun dalam
table distribusi frekuensi kumulatif.
\
Perhitungan : Data disusun dalam table distribusi
frekuensi kumulatif.
Tabel Tingkat Kesalahan Kerja Operator Mesin CNC Lulusan SMK
No
Interval
Frekuensi (f)
Kumulatif
1-2
3-4
5-6
10
7-8
10
Tabel Tingkat Kesalahan Kerja Operator Mesin CNC Lulusan SMU
No
Interval
Frekuensi (f)
Kumulatif
1-2
3-4
5-6
7-8
10
Tabel penolong untuk pengujian dengan
Kolmogorov-Smirnov
Kesalahan Kerja
1-2 %
3-4 %
5-6 %
7-8 %
S10 (X)
7/10
1/10
2/10
0/10
S10 (X)
1/10
3/10
3/10
3/10
Sn1X-Sn2X
6/10
2/10
1/10
3/1-0
Kelompok
Berdasarkan perhitungan pada tabel tersebut
terlihat bahwa selisih yang terbesar [Sn1XSn2X] = 6/10.
Dm,n = maksimum [Sn1X-Sn2X] . m .n
= 0.6. 10. 10 =60
Dtabel : 70
Jadi, Ho diterima karena 60 70l
Kesimpulan : Produktivitas kerja karyawan
lulusan SMK tidak berbeda dengan lulusan
SMU.
Saran
menjadi
Pengangkatan
operator
karyawan
mesin
CNC
menggunakan lulusan SMU atau SMK.
untuk
dapat
THANK
YOU