Anda di halaman 1dari 6

KERACUNAN DENGAN TINDAKAN TERAPINYA

(Farmakologi dan Terapi edisi IV)

No

NAMA ZAT

Alkohol

Anilin
(Asetanilid,
fenasetin,
Asetaminofen))

Antihistamin

Arsen trioksida

PERKIRAA
N DOSIS
LETAL

TANDA DAN GEJALA

Muntah, delirium dan depresi SSP

6-20 g

Akut
:
methemoglobinemia
dengan
sianosis. Darah berwarna coklat, kulit
dingin, tekanan darah turun, nadi lemah,
pernapasan cepat, dangkal. Delirium dan
perangsangan SSP. Koma
Kronik : Nefritris menahun, anemia
Depresi SSP sampai koma. Kejang disusul
dengan depresi pernapasan. Mulut kering.
Takikardidia

200-300
mg

Akut : Tenggorokan tercekik dan sukar


menelan. Kolik usus, dinding perut sakit,
diare berdarah, muntah, oliguria, kejang,
koma dan syok.
Kronik : Lemah, mual. Gejala seperti koriza
akut.
Stomatitis,
salivasi,
dermatitis,
arsenic melanosis. Edema lokal pada
kelopak mata dan pergelangan kaki.
Keratosis
palmaris
dan
plantaris,
hepatomegali, sirosis, kerusakan ginjal dan

TERAPI

Simtomatik, Beri kopi tubruk, emetik dengan


mustrad satu sendok makan dalam air atau
garam dapur
Vitamin C 1 g IV.
Biru metilen 1 % 1 mg/kg/BB IV, perlahan
lahan
Simtomatik dengan perhatian terhadap
sirkulasi dan pernapasan
Hentikan obat dan selanjutnya simtomatik
Simtomatik, perhatikan pernapasan. bila
kejang diberi antikonvulsan, gunakan 3-4ml
tiopental 2-5%, secara IV. Luminal tidak
boleh diberikan
Morfin untuk menghilangkan nyeri. Bilas
lambung. Beri susu. Berikan BAL 2,5
mg/kgBB IM, tiap 4 jam sampai 10 mg/kgBB
Berikan BAL 2,5 mg/kgBB IM, diulangi
sampai 4 kali. Bila gejala timbul kembali,
pengobatan diulangi lagi.

Asam dan basa


kuat (HCl,
H2SO4, KOH,
NAOH)
Asam borat

No

NAMA ZAT

Aspirin

Atropin
(alkaloid
beladona dan
anti kolinergik
lain)
Barbiturat :
fenobarbital

10

Pentobarbital
dan
sekobarbital

11

Bensin

ensefalalopati.
Korosif

15 g

PERKIRAA
N DOSIS
LETAL
20-30 g

500-1000
mg

5g

3g

Simtomatik : beri susu. Bila tertelan dalam


larutan
pekat,
jangan
melakukan
bilaslambung.

Muntah, diare, suhu badan menurun, rasa Simtomati ; diuresis paksa


lemah. Sakit kepala, tidak tenang, rash
eryhemateus

TANDA DAN GEJALA

TERAPI

Hiperventilasi, keringat, muntah, delirium, Simtomatik (awasi pernapasan). Beri susu.


kejang dan koma. Akhirnya depresi napas.
Bilas lambung dengan Na-bikarbonat 5%,
vitamin K bila ada perdarahan. Antikonvulsi
tidak boleh diberikan
Mulut kering, kulit merah dan panas mirip Simtomatik : beri susu. Bilas lambung
beledru pada perabaan; penglihatan kabur dengan
air.
Kateter
uri.
Perhatikan
dan midriasis; takikardia, retensi urin, pernapasan dan sistem kardiovaskuler
delirium, halusinasi dan koma
Refleks berkurang, depresi pernapasan,
koma, syok. Pupil kecil, dilatasi pada
akhirnya.
Sama
dengan
fenobarbital,
hanya
berlangsung lebih pendek

Bilas lambung walaupun sudah lebih dari 4


jam. Tinggakan 30 g larutan MgSO4 dalam
usus. Beri kopi tubruk
Diuresis paksa hanya pada keracunan
fenobarbital. Hemodialisa paling baik. Bila
perlu diberikan 2 ml niketamid untuk
memperbaiki pernapasan.
Inhalasi atau oral : mual, muntah, sakit Simtomatik : epinefrin dan norepinefrin tidak
2

kepala, penglihatan sentral dan depresi boleh diberikan karena bisa menimbulkan
napas.
fibrilasi ventrikel
Kronik : Lihat keracunan timbal
12

Bromida
(Karbromat,
Bromisovalum)

13

Dipiron

14

Fenol

15

Insektisida
Golongan
organofosfat
misalnya
DDVP,
diazinon,
malation
dan
paration
NAMA ZAT

No

16

17

Golongan
karbamat
(karbanil,
Baygon)
Golongan

Akut : Jarang, karena dimuntahkan.


Subakut atau kronik : muntah, sakit perut,
gelisah, delirium dan kelainan mental serta
neurologik lain; dapat menjurus ke bunuh
diri. Koma.
Angioneurotik edema dan kelainan kulit,
eksitasi, kadang-kadang agranulositosis.

1g

Setiap
dosis
berbahaya

PERKIRAA
N DOSIS
LETAL

Korosif (sel lendir mulut dan usus), sakit


hebat, muntah, koma & syok kerusakan
ginjal
Keracunan lewat oral, inhalasi dan kontak
kulit;muntah,
diare,
hipersalivasi,
bronkokonstriksi, keringat banyak, miosis,
bradikardia (kadang-kadang takikardia);
tensi menurun, kejang atau paralisis.
Depresi pernapasan.

Bila mungkin beri oral : NaCl atau NH4Cl 6


g/hari. HCT 2x25 mg atau furosemide 40 mg.

Simtomatik
:
Gejala-gejala
kulit
dan
angioneurotik
edema
dapat
diberikan
antihistamin dan 0,3 ml epinefrin 1 permil
subkutan
Simtomatik : Beri susu. Bilas lambung
dengan hati-hati, bila aada gunakan oleum
olivarum.
Bersihkan jalan napas. Berikan segera 2 mg
atropin sulfat IV diulang tiap 10-15 menit
sampai terlihat muka merah, hipersalivasi
berhenti dan bradikardi berubah menjadi
takikardia dan kulit tidak berkeringat lagi.
Observasi pasien terus menerus dan bila
gejala kembali, ulangi pemberian atropin.

TANDA DAN GEJALA

TERAPI

Seperti organofosfat

Beri cepat atropin sulfat 2 mg IV, diulangi


tiap 10-15 menit sampai atropinisasi penuh

DDT 15-30 Kejang,

tremor,

koma

kemudian

dapat Simtomatik. Bilas lambung dan tinggalkan


3

18
19

organoklorin
g
timbul paralisis
misalnya
Enrin : 1,5
aldrin, BHC,
g
DDT, dieldrin,
endrin, klordan,
tiodan dnan
toksafe
Jamur
Tergantung jenis jamur : Gejala muskarinik
atau degenerasi sel hepar dan ginjal
Jengkol
Kolik ureter dan renal, hematuria, oliguria,
kadang-kadang anuria dengan bahaya
uremia

20

Kalium
permanganat

21
22

Kamfer
Karbon
monoksida
Karbon
tetraklorida

23

24

Kodein
lain)

25

Marihuana
(ganja)

2 g oral

2-10 ml

(opiat

Tinggi
sekali

larutan Mg SO4 30 g. Fenobarbital 100-200


mg IM atau 5-10 mg diazepam IV.

Atropin sulfat 2 mg SK dan simtomatik

Natrium bikarbonat 4 x 2 g per oral sehari.


Bila ada anuria pengobatan tersebut di atas
tidak berguna. Obatilah sebagai pasien
uremia.
Kristal : bekerja korosif (larutan : tidak Beri putih telur, susu dan laksan, bilas
berbahaya), muntah, nadi lermah, kulit lambung. Persiapan untuk trakeotomi.
dingin, kolaps dan edema glotis.
Kejang
Simtomatik, luminal 100-200 mg IM
Sakit kepala, koma, depresi pernapasan Pernapasan buatan dengan O2 murni di
dan syok (oronasal mask)
bawah tekanan
Mual, muntah, sakit kepala, kulit dingin, Simtomatik. Pernapasan buatan dengan O2
kejang, koma, fibrilasi ventrikel. Gangguan infus glukosa epinefrin dan norepinefrin
fungsi hati dan ginjal. Kematian karena tidak boleh diberikan.
depresi napas.
Mual, muntah, pusing, kulit dingin, pupil Bila ada depresi napas, berikan nalokson HCl
kecil. Depresi napas koma
5-10 mg. Bila tidak ada depresi napas
simtomatik saja.
Menyerupai keracunan atropin dengan Simtomatik. Tidak berbahaya kesadaran
perbedaan (lihat atropin): halusinasi nyata pulih setelah - 1 hari tanpa amnesia.
sebelum koma, mulut kering tidak begitu
hebat; retensi urin tidak ada; midriasis
tidak jelas.
4

No

NAMA ZAT

26

Metilalkohol
(dalam bahan
bakar : 5-10 %)

27

Minyak tanah

28

29

30

31
32

PERKIRAA
N DOSIS
LETAL
30 ml

TANDA DAN GEJALA

TERAPI

Setelah periode laten 8-32 jam : depresi


SSP, asidosis, retinitis, buta, sakit kepala,
sakit perut, kulit dingin, mengigau, koma.
Bradikardia menandakan prognosis buruk.

Diuresis
paksa.
Simtomatik
dengan
memperbaiki asidosis, pernapasan diawasi.
Berikan etilalkohol untuk menghambat
oksidasi metanol. Berikan asam nikotin IV
untuk diatasi arteri retina, sesudah koma
diatasi.
Aspirasi dalam paru-paru paling berbahaya. Bilas lambung tidak boleh. Simtomatik saja.
Iritasi saluran cerna. Depresi SSP dengan Berikan O2 under pressure, bila ada edema
depresi napas, muntah : aspirasi dengan paru. Antibiotika profilaktik
akibat dispnea, asfiksia, udem paru dan
pneumonitis dan kadang-kadang kejang.
Seperti kodein
Seperti kodein

120-150
ml Dua
sendok
teh bila
teraspirasi
Morfin
120-150
mg 60 mg
berbahaya
Natrium
2-5 g
Kolik
usus,
muntah,
diare,
kejang
fluorida (racun
tetaniform; paralisis pernapasan
kecoa)
Natrium
30
ml Bila pekat lebih berbahaya dan bersifat
hipoklorit
larutan 15 korosif pada selaput lendir. Perforasi
(pemutih
%
lambung, perdarahan, syok dan striktur
pakaian, bukan
(kemudian)
detergen)
Natrium nitrit
1g
Hipotensi,
sianosis
karena
methemoglobinemia, kejang dan koma
Nikotin
60 mg= 3 Sakit kepala, pusing, tremor, kejang
batang
paralisis pernapasan, koma
sigaret
yang
dilarutkan

Berikan infus glukosa 5 % dan CaCl2 10 % IV


(bisa diulangi). Simtomatik, berikan Alhidroksida gel secara oral.
Simtomatik, beri susu, putih telur atau MgO.
Jangan diberi Na-bikarbonat. Bilas lambung
harus hati-hati.

Bilas lambung. Berikan 500 mg vitamin C IV.


Biru metilen 1 %, 1 mg/kgBB IV.
Tidak ada antidotum. Bilas lambung dan
laksan dengan

dalam air
33

Nitrogen
dioksida (NO2)

No

NAMA ZAT

34

Reaksi obat

35

Sebagai gas menimbulkan iritasi mata dan Berikan jalan napas.


saluran napas. Udem paru, dispnea, prednison dosis besar.
bronkiolitis obliterans, koma

PERKIRAA
N DOSIS
LETAL

TANDA DAN GEJALA

Berikan

O2

dan

TERAPI

Bermacam-macam reaksi kulit; demam Beri 0,3 ml adrenalin 1 %, subkutan, harus


obat, angioneurotik udem, reaksi serum, diulangi tiap 7-10 menit sampai ada perbaikan.
Antihistamin deksametason 2x1 mg oral selama
reaksi anafilaktik dan lain-lain

36

Sianida
(singkong)
Timbal

Mual, muntah, pernapasan cepat, delirium,


sianosis, koma
Akut : jarang
Kronik :sakit kepala, rasa logam dalam
mulut. Garis biru pada gusi, sakit perut
(kolik), diare, anemia, basophillic stipping
dari
eritrosit.
Paralisis
dan
kejang.
Koproporfirinuria, kelainan radiologik pada
tulang.

37

Tingtur yodium

38

Warfarin atau 1derivat


2mg/kgBB
dikumarol
(racun tikus)

30-60 ml

4 hari.
Beri segera 50 ml Na tiosulfat 25 % IV.

Berikan 1 g CaNa2 EDTA dalam infus 500 ml


glukosa 5 % dua kali sehari selama 3 hari.
Ca glukonat 2 g IV. Laksan dengan MgSO4.
Luminal 100-200 mg IM bila ada kejang atau
diazepam IV.

Bila pekat bersifat korosif. Hipotensi, Berikan air tajin dan susu dengan segera. Bilas
lambung dengan larutan Na-tiosulfat 10%
takikardia, delirium, stupor, nefritis
Vitamin K 50 mg IM atau 3 kali 50 mg oral sehari
Perdarahan kulit dan mukosa