Anda di halaman 1dari 26

7 Kejahatan Cybercrime terbesar di dunia

http://keltu12.blogspot.com/2013/04/7-cyber-crime-terbesar-didunia.html
Kejahatan di dunia maya (cyber crime) sekarang berada di urutan
kedua setelah kejahatan narkoba, baik dilihat dari nilai keuntungan
materi yang diperolehnya, maupun kerugian dan kerusakan bagi
para korbannya.
Meskipun beritanya sudah berulang kali disiarkan oleh media,
tampaknya ketiadaan kesadaran publik menjadi keuntungan bagi
pihak pencuri-pencuri itu, dan hal ini dibuktikan oleh fakta bahwa
banyak orang masih bisa dicuri hanya dengan trik-trik online yang
sederhana. Sebagian situs menggiring anda melalui suatu lika-liku
implementasi digital paling berbahaya di dunia, maka berhatihatilah dengan kegiatan online anda.
Berikut ini adalah 7 besar kriminal-kriminal di dunia maya, meskipun
nama-nama mereka adalah samaran, tapi mereka nyata adanya.
1. Kodiak
Tahun 1994, Kodiak mengakses rekening dari beberapa pelanggan
perusahaan besar pada bank utama dan mentransfer dana ke
rekening yang telah disiapkan oleh kaki tangan mereka di Finlandia,
Amerika Serikat, Jerman, Israel dan Inggris. Dalam tahun 2005, dia
dijatuhi hukuman dan dipenjara selama tiga tahun. Diperkirakan
Kodiak telah mencuri sebesar 10,7 juta dollar.
2. Don Fanucci
Di usia 15 tahun, Don Fanucci melakukan suatu rangkaian serangan
pada bulan Februari 2000 terhadap beberapa situs web komersil
ber-traffick tinggi. Dia dihukum tahanan kota di tempat tinggalnya,
Montreal, Quebec, pada 12 September 2001 selama delapan bulan
dengan penjagaan terbuka, satu tahun masa percobaan,
pembatasan pemakaian Internet, dan denda. Kerusakan ekonomi
secara global sebagai akibat serangan-serangannya itu diyakini
mencapai 7,5 juta hingga 1,2 milyar dollar.
3. Pox
Salah satu pencipta virus e-mail Love Bug (iloveyou), Pox, diduga
telah menginfeksi dan melumpuhkan lebih dari 50 juta komputer
dan jaringan pada 4 Mei 2000. Virus tersebut juga menyerang
komputer-komputer milik Pentagon, CIA dan organisasi-organisasi
besar lainnya dan menyebabkan kerugian berjuta-juta dolar akibat
kerusakan-kerusakan. Karena Pilipina tidak mempunyai undang-

undang yang melawan kejahatan hacking komputer, Fox tidak


pernah didakwa atas kejahatan-kejahatannya.
4. Mishkal
Mishkal dituduh sebagai salah satu godfather pemalsu kartu kredit
di Eropa Timur. Dia dan rekanan-rekanannya dituduh memproduksi
secara masal kartu kredit dan debet palsu. Pada satu titik, mereka
dilaporkan memiliki pendapatan hingga 100.000 dollar per hari. Dia
ditangkap namun kemudian dibebaskan setelah enam bulan
ditahan, dan dengan segera dicarikan kedudukan di pemerintahan
Ukrainia sebuah posisi yang akan memberikan kepadanya
kekebalan otomatis dari penuntutan lebih lanjut.
5. The Wiz dan Piotrek
The Wiz, 23 tahun, dan Piotrek, 27 tahun, dari Chelyabinsk, Rusia,
dihukum untuk sejumlah tuntutan perkomplotan, berbagai kejahatan
komputer, dan penipuan mengikat melawan lembaga-lembaga
keuangan di Seattle, Los Angeles dan Texas. Di antaranya, mereka
mencuri database dari sekitar 50.000 kartu kredit. Keduanya
didenda dan dihukum sedikitnya tiga tahun penjara.
6. Roper, Red_Skwyre, dan Dragov
Tiga orang ini adalah inti dari jaringan kejahatan dunia maya
dengan memeras uang dari bank-bank, Kasino-kasino internet, dan
berbagai bisnis berbasis web lainnya. Strategi mereka sederhana,
yakni meng-hack dan menahan proses transaksi rekening untuk
sebuah tebusan sebesar 40.000 dollar. Didakwa menyebabkan
kerusakan langsung lebih dari 2 juta poundstarling dan kerusakankerusakan tidak langsung sekitar 40 juta poundstarling. Dalam
bulan Oktober 2007, trio itu dinyatakan bersalah dan dijatuhi
hukuman delapan tahun penjara.
7. Bandit
Bandit memanipulasi kira-kira 500.000 komputer dan
menyewakannya untuk aktivitas kejahatan. Dia ditangkap pada
bulan November 2005 dalam sebuah operasi FBI, dan dihukum 60
bulan penjara, dan diperintahkan untuk menyerahkan sebuah mobil
mewahnya seharga 58.000 dollar yang berasal dari hasil
kejahatannya. Dia juga diperintahkan untuk membayar 15.000
dollar sebagai ganti rugi kepada pemerintah Amerika Serikat untuk
komputer-komputer militer yang terinfeksi.

Contoh Kasus Kejahatan di dunia internet


http://melinblogs.blogspot.com/2012/06/contoh-kasus-kejahatan-di-dunia.html

1. Pencurian
dan
internet milik orang lain.

penggunaan account

Pencurian account ini berbeda dengan pencurian secara fisik karena


pencurian dilakukan cukup dengan menangkap user_id dan
password saja. Tujuan dari pencurian itu hanya untuk mencuri
informasi saja. Pihak yang kecurian tidak akan merasakan
kehilangan. Namun, efeknya akan terasa jika informasi tersebut
digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut
akan membuat semua beban biaya penggunaan account oleh si
pencuri dibebankan kepada si pemilik account yang sebenarnya.
Kasus ini banyak terjadi di ISP (Internet Service Provider). Kasus
yang pernah diangkat adalah penggunaanaccount curian yang
dilakukan oleh dua Warnet di Bandung.
Kasus lainnya: Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan
dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu
layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs Aspal, jika
nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situs-situs tersebut,
identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN)
dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun
menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia,
tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi
perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk
keuntungan.
Persoalan tidak berhenti di situ. Pasalnya, banyak nasabah BCA
yang merasa kehilangan uangnya untuk transaksi yang tidak
dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu kebobolan karena
menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat lain
yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID
dan PIN pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya,
seperti tipuan nasabah telah memenangkan undian dan harus
mentransfer sejumlah dana lewat Internet dengan cara yang telah
ditentukan penipu ataupun saat kartu ATM masih di dalam mesin
tiba-tiba ada orang lain menekan tombol yang ternyata
mendaftarkan nasabah ikut fasilitas Internet banking, sehingga user
ID dan password diketahui orang tersebut.
Modus
kejahatan
ini
adalah
penyalahgunaan user_ID dan password oleh seorang yang tidak
punya hak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke
dalam cybercrime sebagai
kejahatan
abu-abu.
Kasus cybercrime ini merupakan jenis cybercrime uncauthorized
access dan hacking-cracking. Sasaran dari kasus ini termasuk ke

dalam jenis cybercrimemenyerang hak milik (against property).


Sasaran dari kasus kejahatan ini adalahcybercrime menyerang
pribadi (against person).
Beberapa solusi untuk mencegah kasus di atas adalah:
* Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan.
Penggunaan enkripsi yaitu dengan mengubah data-data yang
dikirimkan sehingga tidak mudah disadap (plaintext diubah
menjadi chipertext). Untuk meningkatkan keamanan authentication
(pengunaan user_id dan password), penggunaan enkripsi dilakukan
pada tingkat socket. Hal ini akan membuat orang tidak bias
menyadap data atau transaksi yang dikirimkan dari/ke server WWW.
Salah
satu
mekanisme
yang
popular
adalah
dengan
menggunakan Secure
Socket
Layer (SSL)
yang
mulanya
dikembangkan oleh Nerscape. Selain server WWW dari netscape,
server WWW dari Apache juga dapat dipakai karena dapat
dikonfigurasikan agar memiliki fasilitas SSL dengan menambahkan
software tambahan, sperti open SSL.

Penggunaan Firewall
Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga agar akses
dari orang tidak berwenang tidak dapat dilakukan. Program ini
merupakan perangkat yang diletakkan antara internet dengan
jaringan internal. Informasi yang keluar dan masuk harus
melalui atau melewati firewall. Firewall bekerja dengan
mengamati paker Intenet Protocol (IP) yang melewatinya.
Perlunya CyberLaw
Cyberlaw merupakan istilah hukum yang terkait dengan
pemanfaatan TI. Istilah lain adalah hukum TI (Low of IT),
Hukum Dunia Maya (Virtual World Law) dan hukum Mayantara.
Melakukan pengamanan sistem melalui jaringan dengan
melakukan pengaman FTP, SMTP, Telnet dan pengaman Web
Server.

2. Penyerangan terhadap jaringan internet KPU


Jaringan internet di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum
sempat down(terganggu) beberapa kali. KPU menggandeng
kepolisian untuk mengatasi hal tersebut. Cybercrime kepolisian
juga sudah membantu. Domain kerjasamanya antara KPU dengan
kepolisian, kata Ketua Tim Teknologi Informasi KPU, Husni Fahmi di
Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng , Jakarta Pusat (15 April
2009).
Menurut Husni, tim kepolisian pun sudah mendatangi Pusat Tabulasi
Nasional KPU di Hotel Brobudur di Hotel Brobudur, Jakarta Pusat.
Mereka akan mengusut adanya dugaan kriminal dalam kasus
kejahatan dunia maya dengan cara meretas. Kamu sudah
melaporkan semuanya ke KPU. Cybercrime sudah datang, ujarnya.

Sebelumnya, Husni menyebut sejak tiga hari dibuka, Pusat Tabulasi


berkali-kali diserang oleh peretas. Sejak hari lalu dimulainya
perhitungan tabulasi, samapai hari ini kalau dihitung-hitung, sudah
lebuh dari 20 serangan, kata Husni, Minggu(12/4).
Seluruh penyerang itu sekarang, kata Husni, sudah diblokir alamat
IP-nya oleh PT. Telkom. Tim TI KPU bias mengatasi serangan karena
belajar dari pengalamn 2004 lalu. Memang sempat ada yang ingin
mengubah tampilan halaman tabulasi nasional hasil pemungutan
suara milik KPU. Tetapi segera kami antisipasi.
Kasus di atas memiliki modus untuk mengacaukan proses pemilihan
suara
di
KPK.
Motif
kejahatan
ini
termasuk
ke
dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal ini
dikarenakan para penyerang dengan sengaja untuk melakukan
pengacauan pada tampilan halaman tabulasi nasional hasil dari
Pemilu. Kejahatan kasus cybercrime ini dapat termasuk jenis data
forgery, hacking-cracking, sabotage and extortion, atau cyber
terorism.
Sasaran
dari
kasus
kejahatan
ini
adalah cybercrime menyerang pemerintah (against government)
atau bisa juga cybercrime menyerang hak milik (against property).
Beberapa cara untuk menanggulangi dari kasus:
Kriptografi : seni menyandikan data. Data yang dikirimkan
disandikan terlebih dahulu sebelum dikirim melalui internet. Di
komputer tujuan, data dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga
dapat dibaca dan dimengerti oleh penerima. Hal ini dilakukan
supaya pihak-pihak penyerang tidak dapat mengerti isi data
yang dikirim.
Internet Farewell: untuk mencegah akses dari pihak luar ke
sistem internal. Firewall dapat bekerja dengan 2 cara, yaotu
menggunakan filter dan proxy. Firewall filter menyaring
komunikasi agar terjadi seperlunya saja, hanya aplikasi tertentu
saja yang bisa lewat dan hanya komputer dengan identitas
tertentu saja yang bisa berhubungan. Firewall proxy berarti
mengizinkan pemakai dalam untuk mengakses internet seluasluasnya, tetapi dari luar hanya dapat mengakses satu komputer
tertentu saja.
Menutup service yang tidak digunakan.

Adanya sistem pemantau serangan yang digunakan untuk


mengetahui adanya tamu/seseorang yang tak diundang
(intruder) atau adanya serangan (attack).
Melakukan back up secara rutin.
Adanya pemantau integritas sistem. Misalnya pada sistem UNIX
adalah programtripwire. Program ini dapat digunakan untuk
memantau adanya perubahan pada berkas.
Perlu
adanya cyberlaw: Cybercrime belum
sepenuhnya
terakomodasi dalam peraturan / Undang-undang yang ada,

penting adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter


dari cybercrime ini berbeda dari kejahatan konvensional.
Perlunya Dukungan Lembaga Khusus: Lembaga ini diperlukan
untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan
sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan
riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime.

3. Kejahatan kartu kredit yang


transaksi online di Yogyakarta

dilakukan

lewat

Polda DI Yogyakarta menangkap lima carder dan mengamankan


barang bukti bernilai puluhan juta, yang didapat dari merchant luar
negeri. Begitu juga dengan yang dilakukan mahasiswa sebuah
perguruan tinggi di Bandung, Buy alias Sam. Akibat perbuatannya
selama setahun, beberapa pihak di Jerman dirugikan sebesar 15.000
DM (sekitar Rp 70 juta).
Para carder beberapa waktu lalu juga menyadap data kartu kredit
dari dua outlet pusat perbelanjaan yang cukup terkenal. Caranya,
saat kasir menggesek kartu pada waktu pembayaran, pada saat
data berjalan ke bank-bank tertentu itulah data dicuri. Akibatnya,
banyak laporan pemegang kartu kredit yang mendapatkan tagihan
terhadap transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan kartu kredit oleh orang
yang tidak berhak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke
dalam cybercrime sebagai tindakan murni kejahatan. Hal ini
dikarenakan si penyerang dengan sengaja menggunakan kartu
kredit
milik
orang
lain.
Kasus cybercrime ini
merupakan
jenis carding. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam
jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran
dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi
(against person).
Beberapa solusi untuk mencegah kasus di atas adalah:
Perlu
adanya cyberlaw: Cybercrime belum
sepenuhnya
terakomodasi dalam peraturan / Undang-undang yang ada,
penting adanya perangkat hukum khusus mengingat karakter
dari cybercrime ini berbeda dari kejahatan konvensional.
Perlunya Dukungan Lembaga Khusus: Lembaga ini diperlukan
untuk memberikan informasi tentang cybercrime, melakukan
sosialisasi secara intensif kepada masyarakat, serta melakukan
riset-riset khusus dalam penanggulangan cybercrime.
Penggunaan
enkripsi
untuk
meningkatkan
keamanan.
Penggunaan enkripsi yaitu dengan mengubah data-data yang
dikirimkan sehingga tidak mudah disadap (plaintext diubah
menjadi chipertext).
Untuk
meningkatkan
keamanan

authentication (pengunaan user_id dan password), penggunaan


enkripsi dilakukan pada tingkat socket.

Kesimpulan:
Bahwa kejahatan dalam dunia maya, cyber crime di Indonesia sudah
ada undang-undang yang berlaku. Sehingga siapa saja yang
melakukan kejahatan dalam dunia internet akan mendapatkan
sangsi hingga perdata hingga pidana.
http://freezcha.wordpress.com/2011/02/27/contoh-kasuscybercrime-bagian1/

Bareskrim Bongkar Kejahatan lewat "E-mail"


Antarnegara
Jumat, 12 September 2014 | 13:33 WIB

http://nasional.kompas.com/read/2014/09/12/13335791/Bare
skrim.Bongkar.Kejahatan.lewat.E-mail.Antarnegara
JAKARTA, KOMPAS.com Badan Reserse Kriminal Polri kembali
membongkar kasus kejahatan lintas negara yang menggunakan
modus penipuan melalui surat elektronik (e-mail fraud). Kasus
kejahatan ini melibatkan Kelvin Kamara, seorang warga Nigeria yang
sebelumnya telah ditahan untuk kasus kejahatan yang sama.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol
Kamil Razak menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Juni 2013 lalu.
Saat itu, sebuah perusahaan di Guangzhou, Tiongkok, Yantai
Newstar Aero Hydraulics Com Ltd, melakukan kerja sama
perdagangan dengan dua perusahaan di Amerika Serikat, Delavan
AG Pumps Inc dan McNeilus Companies. Proses perdagangan itu
dilakukan melalui e-mail newstar@xxxxx.cn.
"Pelaku melakukan intercept antara perusahaan di AS yang bekerja
sama dengan perusahaan di China. Hacker ini mengetahui
kebiasaan dari hubungan e-mail antar-perusahaan, kata Kamil di
Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/9/2014).
Ketika dua perusahaan AS itu akan melakukan pembayaran, pelaku
yang sejak awal telah menyiapkan akun email palsu,newstar@xxxxx.co, meminta kepada mereka untuk
mengalihkan pembayaran. Pelaku berdalih, rekening perusahaan
yang berada di Tiongkok dalam proses diaudit.
Kamil melanjutkan, pelaku meminta agar kedua perusahaan itu
membayar ke rekening Bank Mandiri atas nama PT Kendiva yang
berada di Indonesia. Pelaku menyebut perusahaan itu merupakan
kantor cabangnya yang ada di Indonesia.

Jumlah uang yang ditransfer kedua perusahaan masing-masing


sebesar Rp 2,3 miliar untuk Delavan AG Pumps dan Rp 1,03 miliar
untuk McNeilus.
"Setelah ditransfer, uang itu kemudian ditarik tunai dan
dibelanjakan oleh rekan tersangka," kata Kamil.
Dalam perkara ini, Bareskrim menangkap empat orang, yaitu RA,
WL, SP dan MHC. RA merupakan istri Kelvin yang bertugas
menyediakan rekening tersebut. Sementara itu, WL merupakan
pihak yang meminjamkan rekening Bank Mandiri atas nama PT
Kendiva yang digunakan untuk menampung uang Kelvin.
SP merupakan pemilik rekening Bank Mandiri yang juga merupakan
direktur perusahaan PT Kendiva. Atas setiap transaksi yang
dilakukan, SP memperoleh imbalan sebesar 5 persen dari nilai
transaksi.
"MHC adalah orang yang dihubungi Kelvin untuk membuka rekening
Bank Mandiri dan Bank BCA. Rekening tersebut digunakan untuk
menerima transfer dari rekening PT Kendiva," katanya.
Ia menambahkan, atas kejahatan ini, kelima orang itu disangka
dengan :
1. Pasal 3 dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak
Pidana Pencucian Uang, dan atau
2. Pasal 378 KUHP dan atau
3. Pasal 85 UU 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau
4. Pasal 45 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), juncto Pasal 30 ayat
(1), ayat (2), dan atau ayat (3), juncto Pasal 51 ayat (1) dan
ayat (2), juncto Pasal 36 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik.

CONTOH KASUS KEJAHATAN DI DUNIA MAYA/


INTERNET
Dibawah ini akan dijelaskan jenis jenis dan contoh yang
membahas cybercrime :
1. Unauthorized Access
Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki
atau menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer secara
tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem
jaringan komputer yang dimasukinya. Probing dan port merupakan
contoh kejahatan ini.
Contoh Kasus :
Kita tentu belum lupa ketika masalah Timor Timur sedang hangathangatnya dibicarakan di tingkat internasional, beberapa website
milik pemerintah RI dirusak oleh hacker (Kompas, 11/08/1999).
Beberapa waktu lalu, hacker juga telah berhasil menembus masuk
ke dalam data base berisi data para pengguna jasa America Online
(AOL), sebuah perusahaan Amerika Serikat yang bergerak dibidang
ecommerce yang memiliki tingkat kerahasiaan tinggi (Indonesian
Observer, 26/06/2000). Situs Federal Bureau of Investigation (FBI)
juga tidak luput dari serangan para hacker, yang mengakibatkan
tidak
berfungsinya
situs
ini
beberapa
waktu
lamanya
(http://www.fbi.org).
2. Illegal Contents
Merupakan kejahatn yang dilakukan dengan memasukkan data
atau informasi ke internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak
etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau menggangu
ketertiban umum, contohnya adalah penyebaran pornografi.
Contoh Kasus :

Pada tahun 2008, pemerintah AS menangkap lebih dari 100 orang


yang diduga terlibat kegiatan pornografi anak. Dari situs yang
memiliki
250
pelanggan
dan
dijalankan di
Texas,
AS,
pengoperasiannya dilakukan di Rusia dan Indonesia. Untuk itulah,
Jaksa Agung AS John Ashcroft sampai mengeluarkan surat resmi
penangkapan terhadap dua warga Indonesia yang terlibat dalam
pornografi yang tidak dilindungi Amandemen Pertama. Di Indonesia,
kasus pornografi yang terheboh baru-baru ini adalah kasusnya ArielLuna-Cut Tari.
3. Penyebaran virus secara sengaja
Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan
email. Sering kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak
menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain
melalui emailnya.
Contoh Kasus :
Perusahaan peranti lunak, Microsoft dan Norton, Selasa
(23/3/2010), menginformasikan adanya ancaman penyusupan virus
baru lewat surat elektronik (e-mail) yang merusak data komputer
pengguna layanan internet, seperti Yahoo, Hotmail, dan AOL
(American OnLine).
Virus itu masuk ke surat elektronik dalam bentuk program
presentasi Power Point dengan nama Life is Beautiful. Jika Anda
menerimanya, segera hapus file tersebut. Karena jika itu dibuka,
akan muncul pesan di layar komputer Anda kalimat: it is too late
now; your life is no longer beautiful. (Sudah terlambat sekarang,
hidup Anda tak indah lagi).
4. Data Forgery
Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data
pada dokumen-dokumen penting yang ada di internet. Dokumendokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau lembaga yang
memiliki situs berbasis web database.
Contoh Kasus :

Data Forgery Pada E-Banking BCA


Dunia perbankan melalui Internet (e-banking) Indonesia,
dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang
hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung
ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet
banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain
dengan nama mirip http://www.klikbca.com (situs asli Internet
banking BCA), yaitu domain :
http://www.klik-bca.com
http://www.kilkbca.com
http://www.clikbca.com
http://www.klickca.com
http://www.klikbac.com
Isi situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya
security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form)
palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka
nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh
Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas
personal (PIN) dapat di ketahuinya.

5. Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion


Cyber Espionage merupakan kejahatan yang memanfaatkan
jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap
pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer pihak
sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis kejahatan yang
dilakukan
dengan
membuat
gangguan,
perusakan
atau
penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem
jaringan komputer yang terhubung dengan internet.
Contoh Kasus :
munculnya sendmail worm (sekitar tahun 1988) yang
menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk
sebuah Computer Emergency Response Team (CERT). Semenjak itu
di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of
contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT
merupakan CERT Indonesia.

6. Cyberstalking
Kejahatan jenis ini dilakukan untuk mengganggu atau
melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya
menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan
tersebut menyerupai teror yang ditujukan kepada seseorang dengan
memanfaatkan media internet. Hal itu bisa terjadi karena
kemudahan dalam membuat email dengan alamat tertentu tanpa
harus menyertakan identitas diri yang sebenarnya.
Contoh Kasus :
Misalnya e-mail yang berisi ajakan bergabung dengan suatu
website, email yang berisi ajakan untuk membeli produk tertentu,
mail yang berisi kontes / undian berhadiah, misalnya dengan subject
YOU HAVE WON $1,000,000 , LOTTERY NATIONAL UK , FREE
LOTTO INTERNATIONAL , YOU WON YAHOO LOTTO PROMOTION
$1,000,
EASY MONEY ,WIN CASH ONLINE ,FREE JACKPOT , dan
sekarang makin gencar menawarkan produk paket Adobe Suite
yang dilengkapi dengan attachment pdf.
7. Carding
Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri
nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi
perdagangan di internet.
Contoh Kasus :
Kartu Kredit Polisi Mabes Kena Sikat
detikcom Jakarta, Kejahatan memang tak pandang bulu, terlebih
kejahatan di internet. Di dunia maya ini, Polisi dari Markas Besar
Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pun kebobolan kartu
kredit. Brigjen Pol Gorries Mere, yang saat ini menyandang jabatan
Direktur IV Narkoba Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri,
dikabarkan menjadi korban kasus carding. Sampai berita ini
diturunkan, Gorries Mere tidak berhasil dihubungi untuk diminta

konfirmasinya. Ketika dikonfirmasi ke Setiadi, Penyidik di Unit


Cybercrime Mabes Polri, pihaknya membenarkan hal itu.
8. Hacking dan Cracker
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya
minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan
bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang
sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut
cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang
yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif.
Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas,
mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs
web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target
sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of
Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan
melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat
memberikan layanan.
Contoh Kasus :
Pada tahun 1983, pertama kalinya FBI menangkap kelompok
kriminal komputer The 414s(414 merupakan kode area lokal
mereka) yang berbasis di Milwaukee AS. Kelompok yang kemudian
disebut hacker tersebut melakukan pembobolan 60 buah komputer,
dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga
komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Salah seorang
dari antara pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena
testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman
masa percobaan.
9. Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting merupakan kejahatan yang dilakukan dengan
mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian
berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga
yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah kejahatan dengan
membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama
domain orang lain. Nama tersebut merupakan nama domain
saingan perusahaan.
Contoh Kasus :

Contoh kasus yang beredar di international adalah kasus Yahoo


yang menuntut OnlineNIC atas aksi cybersquatting pada 500 nama
domain yang mirip atau dapat membingungkan para penggunanya
termasuk
yahoozone.com,
yahooyahooligans.com
dan
denverwifesexyahoo.com.
10. Hijacking
Hijacking merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil
karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy
(pembajakan perangkat lunak).
Contoh Kasus :
Polri menangkap dua tersangka pembajakan hak cipta softaware
dari perusahaan PT Surya Toto Indonesia (STI) dan PT MA di wilayah
Jabodetabek. Mereka, Sintawati, manajer dan Yuliawansari, direktur
marketing PT STI perusahaan yang bergerak dibidang IT. Akibat
perbuatan kedua tersangka, merugikan pemegang lisensi resmi
pemegang hak cipta software senilai US$2,4 miliar. Dari PT STI,
polisi menyita 200 lebih software ilegal yang diinstal dalam 300 unit
komputer. Sedangkan dari PT MA, Polri juga menyita 85 unit
komputer yang diduga telah diinstal ke berbagai software yang hak
ciptanya dimiliki Business Software Alliance (BSA). Polisi juga
berhasil menemukan barang bukti software ilegal yang hak ciptanya
dimiliki anggota BSA, antara lain program Microsoft, Symantec,
Borland, Adobe, Cisco System, Macromedia dan Autodesk. Program
tersebut
telah
digandakan
tersangka.
Para
tersangka
menggandakan program tersebut dan mengedarkannya kemudian
menjualnya kepada pihak lain. Mereka dari satu perusahaan, yakni
PT STI, kata Kabid Penum Humas Polri Kombes Bambang Kuncoko
kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (1/11).

Sumber
: http://niaas8.wordpress.com/2012/04/05/maraknyakejahatan-didunia-maya/

10 contoh kasus Cyber Crime yang pernah terjadi beserta


modus dan analisa penyelesaiannya
http://nu2ges.blogspot.com/p/blog-page_9245.html
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya
kejahatan yang disebut dengan CyberCrime atau kejahatan melalui jaringan
Internet. Munculnya beberapa kasus CyberCrime di Indonesia, seperti
pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data
orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan
perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga
dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik
materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer
orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang
menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah
menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik
kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan
internet dan intranet.
Berikut adalah 10 contoh kasus Cyber Crime yang pernah terjadi beserta
modus dan analisa penyelesaiannya:
KASUS 1 :
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer
sebagaimana diberitakan Suara Pembaharuan edisi 10 Januari 1991 tentang
dua orang mahasiswa yang membobol uang dari sebuah bank swasta di
Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan menggunakan sarana
komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah
berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang
komunikasi dan informasi global yang dikenal dengan internet.
Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni criminal, kejahatan
jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.
Penyelesaiannya, karena kejahatan ini termasuk penggelapan uang pada bank
dengan menggunaka komputer sebagai alat melakukan kejahatan. Sesuai

dengan undang-undang yang ada di Indonesia maka, orang tersebut diancam


dengan pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus
perbuatan yang dilakukannya.
KASUS 2 :
Kasus ini terjadi saat ini dan sedang dibicarakan banyak orang, kasus video
porno Ariel PeterPan dengan Luna Maya dan Cut Tari, video tersebut di
unggah di internet oleh seorang yang berinisial RJ dan sekarang kasus ini
sedang dalam proses.
Pada kasus tersebut, modus sasaran serangannya ditujukan kepada
perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai
tujuan penyerangan tersebut.
Penyelesaian kasus ini pun dengan jalur hukum, penunggah dan orang yang
terkait dalam video tersebut pun turut diseret pasal-pasal sebagai berikut,
Pasal 29 UURI No. 44 th 2008 tentang Pornografi Pasal 56, dengan hukuman
minimal 6 bulan sampai 12 tahun. Atau dengan denda minimal Rp 250 juta
hingga Rp 6 milyar. Dan atau Pasal 282 ayat 1 KUHP.
KASUS 3 :
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar
untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana
meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksiaksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker
ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya
untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup
yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain,
pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan
target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of
Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan
target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.
Pada kasus Hacking ini biasanya modus seorang hacker adalah untuk menipu
atau mengacak-acak data sehingga pemilik tersebut tidak dapat mengakses

web miliknya. Untuk kasus ini Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada
kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain,
seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
KASUS 4 :
Carding, salah satu jenis cyber crime yang terjadi di Bandung sekitar Tahun
2003. Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor
kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di
internet. Para pelaku yang kebanyakan remaja tanggung dan mahasiswa ini,
digerebek aparat kepolisian setelah beberapa kali berhasil melakukan
transaksi di internet menggunakan kartu kredit orang lain. Para pelaku, ratarata beroperasi dari warnet-warnet yang tersebar di kota Bandung. Mereka
biasa bertransaksi dengan menggunakan nomor kartu kredit yang mereka
peroleh dari beberapa situs. Namun lagi-lagi, para petugas kepolisian ini
menolak menyebutkan situs yang dipergunakan dengan alasan masih dalam
penyelidikan lebih lanjut.
Modus kejahatan ini adalah pencurian, karena pelaku memakai kartu kredit
orang lain untuk mencari barang yang mereka inginkan di situs lelang barang.
Karena kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan dibidik dengan
pelanggaran Pasal 378 KUHP tentang penipuan, Pasal 363 tentang Pencurian
dan Pasal 263 tentang Pemalsuan Identitas.
KASUS 5 :
Penyebaran virus dengan sengaja, ini adalah salah satu jenis kasus cyber
crime yang terjadi pada bulan Juli 2009, Twitter (salah satu jejaring social
yang sedang naik pamor di masyakarat belakangan ini) kembali menjadi
media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun
Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower.
Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran
malware di seantero jejaring social. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus
2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika
pengguna mengkliknya, maka otomatis mendownload TrojanDownloader.Win32.Banload.sco.

Modus serangannya adalah selain menginfeksi virus, akun yang bersangkutan


bahkan si pemiliknya terkena imbas. Karena si pelaku mampu mencuri nama
dan password pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu
merugikan orang lain, seperti permintaan transfer uang . Untuk penyelesaian
kasus ini, Tim keamanan dari Twitter sudah membuang infeksi tersebut. Tapi
perihal hukuman yang diberikan kepada penyebar virusnya belum ada
kepastian hukum.
KASUS 6 :
Cybersquatting adalah mendaftar, menjual atau menggunakan nama domain
dengan maksud mengambil keuntungan dari merek dagang atau nama orang
lain. Umumnya mengacu pada praktek membeli nama domain yang
menggunakan nama-nama bisnis yang sudah ada atau nama orang orang
terkenal dengan maksud untuk menjual nama untuk keuntungan bagi bisnis
mereka . Contoh kasus cybersquatting, Carlos Slim, orang terkaya di dunia itu
pun kurang sigap dalam mengelola brandingnya di internet, sampai
domainnya diserobot orang lain. Beruntung kasusnya bisa digolongkan
cybersquat sehingga domaincarlosslim.com bisa diambil alih. Modusnya
memperdagangkan popularitas perusahaan dan keyword Carlos Slim dengan
cara menjual iklan Google kepada para pesaingnya. Penyelesaian kasus ini
adalah dengan menggunakan prosedur Anticybersquatting Consumer
Protection Act (ACPA), memberi hak untuk pemilik merek dagang untuk
menuntut sebuah cybersquatter di pengadilan federal dan mentransfer nama
domain kembali ke pemilik merek dagang. Dalam beberapa kasus,
cybersquatter harus membayar ganti rugi uang.
KASUS 7 :
Salah satu contoh kasus yang terjadi adalah pencurian dokumen terjadi saat
utusan khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipimpin Menko
Perekonomian Hatta Rajasa berkunjung di Korea Selatan. Kunjungan tersebut
antara lain, guna melakukan pembicaraan kerja sama jangka pendek dan
jangka panjang di bidang pertahanan. Delegasi Indonesia beranggota 50
orang berkunjung ke Seoul untuk membicarakan kerja sama ekonomi,
termasuk kemungkinan pembelian jet tempur latih supersonik T-50 Golden

Eagle buatan Korsel dan sistem persenjataan lain seperti pesawat latih jet
supersonik, tank tempur utama K2 Black Panther dan rudal portabel
permukaan ke udara. Ini disebabkan karena Korea dalam persaingan sengit
dengan Yak-130, jet latih Rusia. Sedangkan anggota DPR yang membidangi
Pertahanan (Komisi I) menyatakan, berdasar informasi dari Kemhan, data
yang diduga dicuri merupakan rencana kerja sama pembuatan 50 unit
pesawat tempur di PT Dirgantara Indonesia (DI). Pihak PT DI membenarkan
sedang ada kerja sama dengan Korsel dalam pembuatan pesawat tempur KFX
(Korea Fighter Experiment). Pesawat KFX lebih canggih daripada F16. Modus
dari kejahatan tersebut adalah mencuri data atau data theft, yaitu kegiatan
memperoleh data komputer secara tidak sah, baik digunakan sendiri ataupun
untuk diberikan kepada orang lain. Indentity Theft merupakan salah satu
jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan. Kejahatan
ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage. Perbuatan melakukan
pencurian dara sampai saat ini tidak ada diatur secara khusus.
KASUS 8 :
Perjudian online, pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan
perjudian. Seperti yang terjadi di Semarang, Desember 2006 silam. Para
pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan system member yang
semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi HP ke
0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat
internet dan HP untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga
Italia dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh
yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp 100 ribu bisa
mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain
judi online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi
menjerat para pelaku yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU
7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari 5 tahun.
KASUS 9 :
Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain . Salah satu
kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account
pelanggan mereka yang dicuri dan digunakan secara tidak sah. Berbeda

dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup


menangkap userid dan password saja. Hanya informasi yang dicuri.
Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang
dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang
tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya
penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang
pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di
Bandung.
KASUS 10 :
Probing dan port scanning . Salah satu langkah yang dilakukan cracker
sebelum masuk ke server yang ditargetkan adalah melakukan pengintaian.
Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan port scanning atau
probing untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target.
Sebagai contoh, hasil scanning dapat menunjukkan bahwa server target
menjalankan program web server Apache, mail server Sendmail, dan
seterusnya. Analogi hal ini dengan dunia nyata adalah dengan melihat-lihat
apakah pintu rumah anda terkunci, merek kunci yang digunakan, jendela
mana yang terbuka, apakah pagar terkunci (menggunakan firewall atau tidak)
dan seterusnya. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan
pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah
mencurigakan. Apakah hal ini dapat ditolerir (dikatakan sebagai tidak
bersahabat atauunfriendly saja) ataukah sudah dalam batas yang tidak dapat
dibenarkan sehingga dapat dianggap sebagai kejahatan?
Berbagai program yang digunakan untuk melakukan probing atau
portscanning ini dapat diperoleh secara gratis di Internet. Salah satu program
yang paling populer adalah nmap (untuk sistem yang berbasis UNIX, Linux)
dan Superscan (untuk sistem yang berbasis Microsoft Windows). Selain
mengidentifikasi port, nmap juga bahkan dapat mengidentifikasi jenis
operating system yang digunakan.
Sumber : http://deluthus.blogspot.com/2011/02/8-contoh-kasus-cybercrime-yang-pernah.html dan
http://keamananinternet.tripod.com/pengertian-definisi-cybercrime.html

Kasus Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime) Pada Bank BCA


Komang Anom Budi Utama. 13110912.
Yunnisa Mutiara Sari. 18110792.
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi
Universitas Gunadarma
2014
ABSTRAK
Dalam dunia maya (internet), masalah keamanan adalah satu hal yang sangat
diperlukan. Karena tanpa keamanan bisa saja data-data dan sistem yang ada di internet
bisa dicuri oleh orang lain. Seringkali sebuah sistem jaringan berbasis internet memiliki
kelemahan atau yang sering disebut juga lubang keamanan (hole).
Apabila lubang tersebut tidak ditutup, pencuri bisa masuk dari lubang itu. Pencurian data
dan sistem dari internet termasuk kedalam kasus kejahatan komputer. Istilah dalam
bahasa Inggrisnya : Cybercrime. Jadi Cybercrime adalah kejahatan yang dilakukan
didalam jaringan internet.
Salah satu contoh cybercrime yang ada di Indonesia yaitu kejadian yang terjadi pada
tahun 2001 dimana dunia internet banking diributkan oleh kasus pembobolan internet
banking milik bank BCA. Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB
Bandung dan juga merupakan salah satu karawan media online (satunet.com) yang
bernama Steven Haryanto.
PENDAHULUAN
Kejahatan dunia maya (Inggris : cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada
aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran, atau
tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain
adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredir/carding,
confidence fraund, penipuan identitas, pornografi anak, dll. Banyak para ahli yang
mendefinisikan arti dari cybercrime diantaranya yaitu :
Forster dan Morrison mendefinisikan kejahatan komputer sebagai aksi kriminal
dimana komputer digunakan sebagai senjata utama.
Girasa (2002) mendefinisikan cybercrime sebagai aksi kejahatan yang
menggunakan teknologi komputer sebagai komputer utama.
Tavani (2000) memberikan definisi cybercrime yang lebih menarik yaitu kejahatan
dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan menggunakan teknologi cyber
dan terjadi di dunia cyber.
Selama ini dalam kejahatan konvensional, dikenal adanya dua jenis kejahatan,
diantaranya adalah :
1. Kejahatan kerah biru (blue collar crime)

Kejahatan ini merupakan jenis tindakan kriminal yang dilakukan secara konvensional
seperti misalnya perampokan, pencurian, pembunuhan dan lain-lain.
2. Kejahatan kerah putih (white collar crime)
Kejahatan jenis ini terbagi dalam empat kelompok kejahatan, yakni kejahatan korporasi,
kejahatan birokrat, malpraktek, dan kejahatan individu.
Berdasarkan jenis aktivitas yang dilakukannya, cybercrime dapat digolongkan menjadi
beberapa jenis sebagai berikut :
Unauthorized Acces
Merupakan kejahatan yang terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam
suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin, atau tanpa sepengetahuan
dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Contoh dari tindakan kriminal
ini adalah Probingdan port.
Illegal Contents
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan cara memasukkan data atau informasi ke
internet tentang suatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap sebagai
melanggar hukum atau menggangu ketertiban pada masyarakat umum, contohnya
adalah penyebaran pornografi atau berita yang tidak benar.
Penyebaran virus secara sengaja
Penyebaran virus pada umumnya dilakukan dengan menggunakan sebuah email. Sering
kali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian
dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
Data Forgery
Kejahatan jenis ini dilakukan dengan tujuan memalsukan data pada dokumen-dokumen
penting yang ada di internet. Dokumen-dokumen ini biasanya dimiliki oleh institusi atau
lembaga yang memiliki situs berbasis web database.
Cyber Espionage, Sabotage, and Extortion
Cyber Espionage merupakan sebuah kejahatan dengan cara memanfaatkan jaringan
internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki
sistem jaringan komputer pihak sasaran. Sabotage and Extortion merupakan jenis
kejahatan yang dilakukan dengan membuat gagguan, perusakan atau penghancuran
terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung
dengan internet.
Cyberstalking
Kejahatan jenis ini dilakukan untuk menggangu atau melecehkan seseorang dengan
memanfaatkan komputer, seperti misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan secara
berulang-ulang. Kejahatan jenis ini dilakukan untuk menggangu atau melecehkan

seseorang dengan memanfaatkan komputer, seperti misalnya menggunakan e-mail dan


dilakukan secara berulang-ulang.
Carding
Carding merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik
orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.
Hacking dan Cracker
Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk
mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan
kapabilitasnya. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari
pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan
virus, hingga pelumpuan target sasaran.
Cybersquatting and Typosquatting
Cybersquatting merupakan sebuah kejahatan yang dilakukan dengan cara mendaftarkan
domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada
perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Adapun typosquatting adalah
kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama
domain orang lain.
Hijacking
Hijacking merupakan salah satu bentuk kejahatan yang melakukan pembajakan hasil
karya orang lain.Yang paling saring terjadi adalah Software Prifacy (pembajakan
perangkat lunak).
Cyber Terorism
Tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau
warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.
METODE PENULISAN
Dalam pembuatan jurnal ini menggunakan metode studi literatur yaitu membaca
referensi dari jurnal-jurnal, portal berita yang sudah ada dengan menggunakan media
internet.

PEMBAHASAN
Pada tahun 2001, internet banking diributkan oleh kasus pembobolan internet banking
milik bank BCA. Kasus tersebut dilakukan oleh seorang mantan mahasiswa ITB
Bandung dan juga merupakan salah satu karawan media online (satunet.com) yang
bernama Steven Haryanto.
Pada dasarnya, kasus klikbca merupakan kasus domain name yang memanfaatkan

kesalahan ketik yang mungkin dilakukan oleh nasabah. Steven Haryanto membeli
domain-domain yang srupa www.klikbca.com dimana isi dari tiap situs palsu tersebut
sangat mirip dengan situs asli BCA. Kunci dan keberhasilan dari kasus ini adalah apabila
terjadi salah ketik oleh nasabah. Berdasarkan hal ini, maka kasus klikbca.com
merupakan kasus typosquatting dan bukan phishing.
Typosquatting pada intinya adalah suatu tindakan membeli dan mengoperasikan namanama domain yang merupakan hasil variasi suatu nama domain yang telah terkenal,
dengan harapan situs tersebut dikunjungi oleh pengguna internet karena adanya
kesalahan eja atau ketik dari situs asli yang memang ingin dikunjungi oleh pengguna.
Sedangkan phishing adalah suatu tindakan mengirimkan email kepada pengguna
internet dengan menyatakan bahwa email tersebut berasal dari sebuah perusahaan
besar atau terkenal ataupun lembaga keuangan dimana kemungkinan besar si pengguna
memiliki account. Email tersebut akan meminta pengguna masuk ke dalam sebuah
website palsu dan hanya digunakan untuk mencuri informasi-informasi pribadi.
Dengan demikian, jelas terlihat dari pengertian tersebut bahwa memang antara
typosquatting dengan phishing terdapat persamaan yang cukup mencolok yaitu
penggunaan website palsu yang meniru website asli dari pihak yang telah terpercaya
atau terkenal. Namun apabila diperhatikan lebih jauh, terlihat pula perbedaan yang cukup
menonjol, yaitu cara yang digunakan. Phishing menggunakan email-email palsu sebagai
cara untuk menipu dan menjerat calon korbannya, sedangkan typosquatting tidak
menggunakan email, melainkan memanfaatkan kemungkinan kesalahan ketik dan eja
yang sangat mungkin dilakukan oleh pengguna internet.
Dalam hal kasus klikbca, karena tampilan dari website palsu serupa dengan website
aslinya, maka dalam penyelesaiannya dapat diterapkan UU Hak Cipta karena menjiplak
secara keseluruhan tampilan dalam suatu situs dan UU Merek karena dalam website
palsu tersebut juga menampilkan logo BCA yang telah didaftarkan sebagai merek oleh
pihak BCA.
Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada
situs Master Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik
memberi perhatian pada kesalahan pengetikan situs, bukan untuk mengeruk
keuntungan.

KESIMPULAN
Kejahatan dunia maya (Inggris : cybercrime) adalah istilah yang mengacu kepada
aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran, atau
tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain
adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredir/carding,
confidence fraund, penipuan identitas, pornografi anak, dll.

Pada dasarnya, kasus klikbca merupakan kasus domain name yang memanfaatkan
kesalahan ketik yang mungkin dilakukan oleh nasabah. Steven Haryanto membeli
domain-domain yang srupa www.klikbca.com dimana isi dari tiap situs palsu tersebut
sangat mirip dengan situs asli BCA. Kunci dan keberhasilan dari kasus ini adalah apabila
terjadi salah ketik oleh nasabah. Berdasarkan hal ini, maka kasus klikbca.com
merupakan kasus typosquatting dan bukan phishing.
Tercatat 130 nasabah tercuri data-datanya, namun menurut pengakuan Steven pada
situs Master Web Indonesia, tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik
memberi perhatian pada kesalahan pengetikan situs, bukan untuk mengeruk
keuntungan.
REFERENSI
www.4law.co.il/indo1.pdf [Tanggal Akses : 30 Maret 2014]
rtechno.netai.net/Cybercrime.pdf [Tanggal Akses : 1 April 2014]
http://www.hukumonline.com/klinik/detail/c14936/klikbca.com-typosquatting-atauphishing [Tanggal Akses : 1 April 2014]
repository.usu.ac.id/bitstream/.../4/Chapter%20ll.pdf [Tanggal Akses : 1 April 2014]