Anda di halaman 1dari 5

Klasifikasi

Berdasarkan BETT (Birmingham Eye Trauma Terminology), trauma pada mata diklasifikasikan
berdasarkan:
1. Tipe
Pembagian ini didasarkan pada mekanisme trauma. Harus ditentukan berdasarkan riwayat
yang diceritakan korban dan saksi.
2. Grade
Didasarkan pada kemampuan visual mata yang cedera pada pemeriksaan fisik.
3. Keberadaan APD (Afferent Papillary Defect) dan reverse APD
4. Zona luka
a. Open Globe Injury
I. Luka sampai pada kornea dan limbus
II. Luka pada 5 mm sklera anterior (tidak melibatkan retina)
III. Defek full-thickness yang bagian paling anteriornya adalah 5 mm di
bagian posterior limbus.
b. Closed Globe Injury
Klasifikasi didasarkan pada jaringan paling posterior yang mengalami gangguan.
I. Trauma superfisial di konjungtiva bulbi, sklera, atau kornea
II. Luka sampai pada aparatus lensa atau struktur di segmen anterior
III. Injury pada retina, vitreus, uvea posterior, dan nervus optikus
Klasifikasi lainnya didasarkan pada jenis objek yang menyebabkan trauma, yaitu:
1. Trauma tumpul
Trauma tumpul pada mata dapat diakibatkan benda yang keras atau benda yang tidak
keras, dimana benda tersebut dapat mengenai mata dengan keras (kencang) ataupun
lambat.
2. Trauma tembus bola mata
Trauma tembus bola mata merupakan keadaan yang gawat untuk bola mata, karena pada
keadaan ini kuman akan mudah masuk kedalam bola mata selain dapat mengakibatkan
kerusakan struktur-struktur penting bola mata. Trauma penetrasi dapat terjadi dengan
atau tanpa masuknya benda asing intraocular. Bila bersamaan dengan trauma tembus
dapat ditemukan benda asing intraocular, maka akan berakibat buruk pada mata misalnya
siderosis, kalkosis dan oftalmia simpatika.
3. Trauma tembus dapat berbentuk perforasi sclera dengan prolaps badan kaca disertai
perdarahan badan kaca. Perforasi sclera dapat juga disertai prolaps badan siliar.

Sebaiknya diketahui apakan trauma disebabkan oleh benda yang kotor, sehingga dapat
diramalkan dan dicegah kemungkinan endoftalmitis.
4. Trauma kimia
Secara umum trauma kimia yang dapat memberikan kerusakan pada mata yaitu :
- Trauma alkali (basa)
- Trauma asam
5. Trauma radiasi
Trauma radiasi adalah trauma mata yang disebabkan gelombnag sinar tak terlihat.
Perlindungan mata terhadap sinar yang terlihat adalah dengan berkedip atau secara reflex
dengan terjadinya miosis. Gelombang sinar yang tidak terlihat yang bergelombang
panjang dan pendek menembus jaringan dengan mudah.

Trauma Tumpul
Palpebra
Hematoma Palpebra
Definisi
Hematoma palpebra merupakan pembengkakan atau penimbunan darah di bawah kulit kelopak
akibat pecahnya pembuluh darah palpebra.
Etiologi
Sering disebabkan trauma tumpul kelopak. Trauma dapat akibat pukulan tinju, atau benda-benda
keras lainnya.
Manifestasi klinis
Bila perdarahan terletak lebih dalam dan mengenai kedua kelopak mata dan berbentuk kacamata
hitam, keadaan ini disebut hematom kaca mata. Hematoma kacamata sangat gawat. Keadaan ini
disebabkan pecahnya arteri oftalmika yang merupakan tanda fraktur basis kranii. Pada pecahnya
arteri oftalmika, darah masuk ke dalam kedua rongga orbita melalui fisura orbita. Karena darah
tidak dapat menjalar karena dibatasi septum orbita, kelopak mata akan membentuk gambaran
hitam pada kelopak seperti seseorang memakai kaca mata.
Penatalaksanaan
Hematom kelopak yang dini dapat diberikan kompres dingin untuk menghentikan perdarahan
dan menghilangkan rasa sakit. Bila telah lama, untuk memudahkan absorbsi darah dapat
dilakukan kompres hangat pada kelopak mata.

Konjungtiva
Edema Konjungtiva
Definisi
Jaringan konjungtiva yang bersifat berlendir dapat menjadi kemotik pada setiap kelainanya
seperti trauma tumpul.
Etiologi-patofisiologi
Bila kelopak mata terpajan ke dunia luar dan konjungtiva secara langsung terkena angin tanpa
dapat berkedip, maka keadaan ini telah dapat mengakibatkan edema konjungtiva. Kemotik
konjungtiva yang berat dapat mengakibatkan palpebra tidak menutup sehingga bertambah
rangsangan terhadap konjungtiva.
Manifestasi Klinis
Konjuntiva mengalami edema yang tidak menimbulkan gangguan penglihatan.
Penatalaksanaan
Dapat diberikan dekongestan untuk mencegah pembendungan cairan di dalam selaput lendir
konjungtiva

Hematoma Subkonjungtiva
Definisi
Terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada atau dibawah konjungtiva (arteri
konjungtiva dan arteri episklera).
Etiologi
Pecahnya pembuluh darah ini akibat batuk rejan, trauma tumpul basis kranii atau pada keadaan
pembuluh darah yang rentan dan mudah pecah misalnya pada usia lanjut, hipertensi,
arteriskerosis.

Manifestasi klinis
Pemeriksaan Funduskopi diperlukan bila tekanan bola mata rendah dengan pupil
lonjong disertai tajam penglihatan yang menurun dan hematoma subkonjungtiva maka
sebaiknya dilakukan eksplorasi bola mata untuk mencari kemungkinan adanya ruptur bulbus
okuli.

Penatalaksanaan
Pengobatan dini dilakukan kompres hangat, Perdarahan subkonjungtiva akan hilang atau
diabsorpsi dalam 1 2 minggu tanpa diobati.