Anda di halaman 1dari 25

LEMBAR PENGESAHAN REFERAT

LEMBAGA KESEHATAN ANGKATAN LAUT


Judul referat Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik terhadap
Peningkatan Volume Maksimal Oksigen Paru-paru telah diperiksa dan
disetujui sebagai salah satu tugas baca dalam rangka menyelesaikan
studi kepaniteraan Dokter Muda di bagian Lembaga Kesehatan Angkatan
Laut.

Mengetahui,
Pembimbing

Letkol Laut (K) dr. Djati Widodo, EP., M.Kes.

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan rahmatNya, referat Lembaga Kesehatan Angkatan Laut
yang berjudul Pengaruh Terapi Oksigen Hiperbarik terhadap Peningkatan
Volume Maksimal Oksigen Paru-paru ini dapat terselesaikan. Referat ini
kami susun sebagai bagian dari proses belajar mengajar.
Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada dosen pengajar dan semua pihak yang telah membantu kami
mengerjakan referat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kami sadar bahwa referat ini masih jauh dari sempurna, karena itu
kami terbuka atas saran dan kritik yang dapat meningkatkan kinerja kami.
Kami berharap referat ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan
bagi siapa saja yang membaca.

Surabaya, 02 Februari 2015

Penyusun

ii

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Teknologi dalam bidang ilmu kedokteran semakin dituntut
kemajuannya. Karena kesehatan adalah harta terbesar bagi
setiap individu. Untuk itu berbagai macam penelitian lebih lanjut
dilakukan guna memajukan tingkat kesehatan makhluk hidup,
khususnya manusia. Selain obat-obatan kimia, perkembangan
pada peralatan medis juga diperlukan untuk kemajuan pada ilmu
kedokteran. Bidang engineering juga mengambil bagian penting
dalam

upaya

pengembangan

peralatan

medis

untuk

menyembuhkan penyakit. Salah satu peralatan medis yang dapat


dikembangkan dari sisi engineeringnya adalah ruang udara
bertekanan tinggi atau yang sering disebut ruangan hiperbarik
(Hyperbaric Chamber). Ruangan hiperbarik digunakan untuk
tempat dilakukannya terapi oksigen hiperbarik atau disebut
Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). Terapi oksigen hiperbarik ini
merupakan penggunaan oksigen pada tingkat tekanan yang lebih
tinggi. Rata-rata tekanan terapi oksigen hiperbarik dilakukan
mencapai tekanan 3 ATA.
Terapi oksigen hiperbarik bisa menjadi terapi perawatan
utama maupun perawatan alternatif untuk menyembukan berbagai
macam penyakit, baik penyakit yang bersifat serius maupun
pernyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan lebih cepat.
Penggunaan terapi ini sangat bervariasi pada tekanannya. Hingga
saat ini telah banyak penelitian yang dilakukan terhadap metode
perawatan ini dalam bidang medis.
Terapi oksigen hiperbarik bertujuan untuk meningkatkan
jumlah molekul oksigen yang masuk ke dalam tubuh melaui
pernafasan maupun pori-pori atau jaringan luar tubuh. Dengan
meningkatnya oksigen yang dihirup, maka jumlah oksigen yang

terlarut di dalam darah semakin meningkat. Oksigen diangkut oleh


darah ke seluruh sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Banyak
fungsi-fungsi sel dan jaringan tubuh yang bergantung pada
oksigen, sehingga meningkatkan kemampuan sel-sel dan jaringanjaringan tubuh untuk membelah atau beregenerasi, membunuh
kuman penyakit, dan masih banyak lagi.. Indikasi-indikasi pada
terapi oksigen hiperbarik dibahas pada landasan teori.
Ruangan

hiperbarik

adalah

ruangan

tempat

dimana

dilakutan terapi oksigen hiperbarik. Ruangan ini dibangun untuk


menahan kenaikan tekanan internal ketika udara ataupun oksigen
dikompresikan langsung ke dalam ruangan hiperbarik hingga
mencapai tekanan tertentu di atas tekanan atmosfir normal pada
durasi waktu tertentu. Biasanya ruangan hiperbarik berbentuk
silindris, bulat, ataupun persegi panjang. Di dalam ruangan ini,
pasien menghirup oksigen murni (O 2 100%) yang bertekanan
selama menjalani terapi. Biasanya terapi oksigen hiperbarik
diberikan pada 2,4 hingga 2,8 ATA dalam durasi 60 hingga 90
menit. Ada dua tipe utama ruangan hiperbarik: ruangan hiperbarik
monoplace dan ruangan hiperbarik multiplace. Ruangan hiperbarik
monoplace adalah ruangan terapi hanya untuk satu orang,
sedangkan ruangan hiperbarik multiplace adalah ruangan terapi
untuk dua orang atau lebih. Namun sebenarnya banyak sekali jenis
terapi hiperbarik yang disebabkan karena variasi penggunaannya
sangat banyak.

Gambar 1.1 Salah Jenis Bentuk Pressure Chamber

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Anatomi
Saluran nafas manusia dapat di bagi menjadi 2 yaitu :
Saluran nafas bagian atas dan bagian bawah. Dimana saluran
nafas bagian atas terdiri atas nasal, cavum nasi, faring, dan laring,
sedangkan saluran nafas bagian bawah terdiri dari trakea, bronkus,
bronkiolus, dan alveolus.
Pulmo

manusia

berbentuk

kerucut/piramid

dan

berjumlah

sepasang, dibungkus oleh pleura dan terletak di dalam cavum thorax.


Bagian apex paru terletak setinggi costa 1, sedangkan pada bagian basis
dibatasi oleh diafragma.
Pulmo dextra memiliki 3 lobus yaitu superior, medius dan inferior
danPulmo sinistra memiliki 2 lobus yaitu superior dan inferior.
Selain itu Bronchus pulmo dextra lebih lebar,vertikal dan lebih pendek
dibanding dengan bronkus pulmo sinistra.
Vaskularisasi pada pulmo yaitu vasa bronchialis dan vasa
pulmonalis dan dinervasi oleh plexus pulmonalis yang terdiri dari n.vagus
dan truncus simpatikus, sedangkan sirkulasi limfatik terdapat pada
bronchopulmonary lnn yang menuju ke tracheobronchial lnn, paratracheal
lnn dan duct.limfatikus yang akhirnya bermuara pada v.brachiocephalica.
2.2 Histologi Paru
1. Bronkus
Bronkus

intrapulmonary

tampak

bulat

dan

tidak

memperlihatkan bagian posterior yang rata seperti yang terlihat


pada trakea atau bronkus ekstrapulmonar. Di bagian posterior
tersebut terdiri dari lempeng-lempeng tulang rawan hialin yang
bentuknya tidak beraturan dan sebagian melingkari lumen secara
lengkap. Lempeng tulang rawan hialin dikitari oleh jaringan ikat
pada fibrosa yang mengandung banyak serat elastin.
2. Bronkiolus
Suatu bronkiolus dianggap sebagai suatu

saluran

penghantar bergaris tengah 1mm atau kurang, terbenam di dalam


sedikit jaringan ikat dan di kelilingi oleh jaringan pernafasan.
4

Bronkiolus mempunyai ciri tidak mengandung tulang rawan,


kelenjar, dan kelenjar limfe, hanya terdapat adventisia tipis yang
terdiri dari jaringan ikat. Lamina propria terutama oleh berkas otot
polos yang cukup menyolok serta serat-serat elastic. Epitel yang
membatasi bronkiolus besar merupakan epitel silindris bersilia
dengan sedikit sel goblet, dan pada brionkiolus kecil (kira-kira 0,3
mm), sel goblet hilang dan sel bersilia merupakan sel kubis atau
silindris rendah. Diantara sel-sel itu, tersebar sejumlah sel silindris
berbentuk kubah, tidak bersilia, bagian puncaknya menonjol ke
dalam lumen, yang disebut sel bronkiolar atau sel Clara. Sel ini
bersifat sebagai sel sekresi dengan reticulum bergranula di basal,
suatu aparat Golgi di atas inti dan di dalam sitoplasma apical
terdapat granula-granula secret serta reticulum tidak bergranula
yang menyolok.
3. Bronkiolus Respiratorius
Bronkiolus Respiratorius

merupakan

saluran

pendek,

bercabang-cabang, panjangnya 1-4mm, biasanya bergaris tengah


kurang dari 0,5mm, berasal dari bronkiolus terminalis. Dinding
bronkiolus respiratorius diselingi oleh kantung-kantung (alveoli)
tempat terjadinya pertukaran gas. Jumlah alveoli meningkat dan
terletak

lebih

berdekatan

dengan

bercabangnya

bronkiolus

respiratorius.
Bronkiolus respiratorius yang lebih besar dilapisi oleh epitel
kubis bersilia yang akan menjadi epitel selapis kubis pada saluran
yang lebih kecil dan dilanjutkan dengan epitel selapis gepeng yang
membatasi alveolus pada muara alveolus. Di luar lamina epitel,
dindingnya disusun oleh anyaman berkas otot polos dan jaringan
ikat fibroelastis
4. Duktus Alveolaris
Duktus Alveolaris adalah saluran berdinding tipis, berbentuk
kerucut, dilapisi oleh epitel selapis gepeng. Di luar epitel,
dindingnya dibentuk oleh jaringan fibroelastis. Di sekeliling muara
duktus alveolaris terdapat banyak alveolari tunggal dan sakus

alveolaris (sekelompok alveoli). Serat-serat otot polos Nampak


menyolok terutama pada muara alveoli dan sakus alveolaris
Duktus alveolaris bermuara ke dalam atria, yaitu suatu ruang
tidak teratur atau gelembung tempat alveoli dan sakus alveolaris
bermuara.
5. Sakus Alveolaris
Sakus alveolaris adalah multikular, yaitu sekelompok alveoli
yang bermuara ke dalam suatu ruangan pusat sedikit lebih besar.
Di seputar muara atria, sakus alveolaris dan alveoli terdapat jalajala penyokong terdiri dari serat-serat elastin dan serat-serat
retikulin. Serat-serat elastin memungkinkan alveoli mengembang
pada saat inspirasi dan mengerut seperti kontraksi pada saat
ekspirasi. Sedangkan serat retikulin mencegah pengambangan
yang berlebihan serta mencegah kerusakan pada jaringan paru
yang halus.
6. Alveoli
Alveoli bentuknya polyhedral atau heksagonal, tanpa satu
dindingnya yang memungkinkan difusi udara dari bronkiolus
respiratorius, duktus alveolaris, atria atau sakus alveolaris. Alveoli
yang

berdampingan

dipisahkan

oleh

septum

interalveolaris,

masing-masing alveolus dilapisi epitel gepeng yang sangat halus


tapi

sempurna.

memungkinkan

Terdapat
hubungan

celah
antara

pada
dua

septum
alveoli

sehingga

yang

saling

berdampingan disebut porus alveolaris. Septum interalveolaris


dibungkus pada masing-masing permukaannya oleh epitel tipis
yang membatasi alveoli serta mengandung banyak pleksus kapiler
di dalam kerangka jaringan ikat penyokongnya. Sel utama yang
terletak di dalam septum interalveolaris ada tiga jenis yaitu:
a. Sel alveolar gepeng (tipe I) atau sel epitel permukaan
b. Sel alveolar besar (tipe II) atau sel septa
c. Sel endotel
2.3 Fisiologi Paru
Fisiologi umum respirasi terdiri atas dua proses yang terintegrasi,
yaitu respirasi eksternal (external respiration) dan respirasi internal
(internal respiration). Respirasi eksternal terdiri atas semua proses yang

berhubungan

dengan

pertukaran

gas

yaitu

antara

oksigen

dan

karbondioksida antara cairan interstisial (darah) dengan lingkungan luar.


Tujuan dari respirasi eksternal tergantung pada kebutuhan tiap-tiap sel.
Respirasi

internal

adalah

absorpsi

oksigen

dan

menghasilkan

karbondioksida oleh sel-sel tersebut.


Sedangkan respirasi eksternal sebagai berikut:
1. Ventilasi: bernafas yang berhubungan dengan perjalanan udara
(gas) dari atau ke paru.
2. Difusi: absorpsi gas (udara) antara membrane alveoli dan
pembuluh darah alveoli (alveolar cappilary), serta antara dinding
pembuluh darah antara darah dan jaringan-jaringan lain.
3. Transpor: merupakan transport oksigen dan karbondioksida antara
kapiler alveoli dan membrane kapiler pada jaringan lain.
Macam-macam volume paru
Terdapat 4 volume paru pada manusia, yang bila semuanya
di

jumlahkan,

sama

dengan

volume

maksimal

paru

yang

mengembang. Arti dari masing-masing volume ini adalah sebagai


berikut :

1.

Volume tidal
Adalah volume udara udara yang diinspirasi atau diekspirasi

setiap kali bernapas normal; yang besarnya kira-kira 500 mililiter


pada laki-laki dewasa.
2.

Volume cadangan inspirasi


Adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah

dan diatas volume tidal normal bila dilakukan inspirasi kuat;


biasanya mencapai 3000 mililiter.
3.

Volume cadangan ekspirasi


Adalah volume udara maksimal yang dapat diekspirasi

melalui ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi tidal normal; jumlahnya


normalnya adalah 1100 mililiter.

4.

Volume residu
Adalah volume udara yang masih tetap berada dalam paru

setelah ekspirasi paling kuat; volume ini besarnya kira-kira 1200


mililiter.
Volume dan kapasitas paru-paru pada wanita lebih kecil 20-25% daripada
pria, dan lebih besar lagi pada orang yang atletis dan bertubuh besar
daripada orang yang bertubuh kecil.

2.4 HIPERBARIK
Definisi
Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) adalah suatu cara
pengobatan dimana pasien masuk ke dalam suatu ruangan tertutup
(chamber) yang disebut RUBT (Ruang Udara Bertekanan Tinggi )
kemudian diberi tekanan yang lebih besar dari tekanan udara
normal yaitu lebih dari 1 atm (atmosfer) dan bernafas dengan
oksigen murni (100%). Terapi ini dapat merupakan terapi utama
atau terapi penunjang untuk berbagai pengobatan penyakit dan
dapat dikombinasikan dengan terapi medis konvensional.
Ruangan Hiperbarik
Adalah ruang berbentuk seperti kapsul yang terbuat dari
baja dan aluminium yang memiliki lubang jendela akrilik.
Ruangan/chamber terdiri dari ruang dengan dua pintu, satu untuk
ke luar chamber dan satu ke ruang utama dari chamber, yang
dapat diberi tekanan masing-masing sehingga memungkinkan
pasien untuk masuk atau keluar ruang utama chamber saat masih
bertekanan.
Adanya airlock memungkinkan obat-obatan, instrumen atau
makanan dimasukkan ke dalam ruang utama chamber. Melalui
televisi sirkuit tertutup, teknisi dan staf medis di luar chamber dapat
memantau keadaan di dalam ruangan chamber. Komunikasi dua
arah antara bagian dalam chamber dan bagian luar dapat dilakukan
melalui intercom. Karbondioksida scrubber terdiri dari sebuah
kipas yang mengalirkan gas di dalam ruang melalui soda lime
canister. Panel kontrol di luar chamber digunakan untuk membuka
dan menutup katup yang memungkinkan udara untuk memasuki
atau meninggalkan ruangan serta oksigen yang dipasok untuk
masker.

Sejarah
Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) pertama kali oleh Behnke
1930 digunakan untuk rekompresi (mengembalikan tekanan) para
penyelam untuk menghilangkan simptom penyakit dekompresi
(Caissons Disease) setelah menyelam. Penyakit dekompresi
adalah penyakit yang terjadi karena perubahan tekanan. Misalnya
saat kita menyelam atau kalo kita naik pesawat terbang tekanan
naik), akan terjadi pelepasan dan mengembangnya gelembunggelembung gas dalam organ. Jika kita kembali ke tekanan awal,
maka akan terjadi perubahan tekanan yang dapat menganggu
fungsi beberapa organ tubuh/penyakit dekompresi.
Pemakaian Oksigen Hiperbarik dikembangkan sebagai
komplemen terhadap efek radiasi pada perawatan kanker oleh
Churchill Davidson pada tahun 1950 selain dikenal sebagai
perawatan penunjang selama pembedahan jantung, perawatan gas
gangrene klostridial, dan perawatan terhadap keracunan karbon
monoksida. Oksigen hiperbarik mulai dikenal untuk menunjang
penyembuhan luka pada tahun 1965 pada korban luka akibat
ledakan

pada

tambang

minyak

dengan

keracunan

karbon

monoksida diketahui dengan penggunaan oksigen hiperbarik,


penyembuhan terjadi lebih cepat.
Dasar dari terapi hiperbarik sedikit banyak mengandung
prinsip fisika. Teori Toricelli yang mendasari terapi digunakan untuk
menentukan tekanan udara 1 atm adalah 760 mmHg. Dalam
tekanan udara tersebut komposisi unsur-unsur udara yang
terkandung di dalamnya mengandung Nitrogen (N 2) 79 % dan
Oksigen (O2) 21%. Dalam pernafasan kita pun demikian. Pada
terapi hiperbarik oksigen ruangan yang disediakan mengandung
Oksigen (O2) 100%. Terapi hiperbarik juga berdasarkan teori fisika
dasar dari hukum-hukum Dalton, Boyle, Charles dan Henry.
Sedangkan prinsip yang dianut secara fisiologis adalah
bahwa tidak adanya O2 pada tingkat seluler akan menyebabkan

10

gangguan kehidupan pada semua organisme. Oksigen yang


berada di sekeliling tubuh manusia masuk ke dalam tubuh melalui
cara pertukaran gas. Fase-fase respirasi dari pertukaran gas terdiri
dari fase ventilasi, transportasi, utilisasi dan diffusi. Dengan kondisi
tekanan oksigen yang tinggi, diharapkan matriks seluler yang
menopang kehidupan suatu organisme mendapatkan kondisi yang
optimal.
Mekanisme kerja
Sistem kerja TOHB, pasien dimasukkan dalam ruangan
dengan tekanan lebih dari 1 atm, setelah mencapai kedalaman
tertentu disalurkan oksigen murni (100%) kedalam ruang tersebut .
Ketika kita bernapas dalam keadaan normal, udara yang kita hirup
komposisinya terdiri dari hanya sekitar 20% adalah Oksigen dan
80%nya adalah Nitrogen.
Pada TOHB, tekanan udara meningkat sampai dengan 2 kali
keadaan nomal dan pasien bernapas dengan oksigen 100%.
Pemberian oksigen 100% dalam tekanan tinggi, menyebabkan
tekanan yang akan melarutkan oksigen kedalam darah serta
jaringan dan cairan tubuh lainnya hingga mencapai peningkatan
konsentrasi 20 kali lebih tinggi dari normal.
Oksigenasi ini dapat memobilisasi penyembuhan alami
jaringan, hal ini merupakan anti inflamasi kuat yang merangsang
perkembangan pembuluh darah baru, dapat membunuh bakteri dan
mengurangi pembengkakan.
Manfaat hiperbarik
Manfaat awal dari terapi ini adalah untuk mengobati
penyelam laut dalam yang menderita akibat emboli udara. Setelah
banyak penelitian medis dan tes, para ilmuwan telah menemukan
lebih banyak penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan
TOHB, misalnya: cedera kepala, cerebral palsy, stroke dan bahkan

11

kelelahan kronis, luka diabetes dan autis. Karena tekanan tinggi,


oksigen murni diambil oleh tubuh lebih cepat. Oksigen ini akan
tersaturasi dalam darah pada tingkat yang jauh lebih tinggi dan
diserap oleh setiap sel, otot dan jaringan yang ada pada tubuh.
Hal ini disebabkan adanya tekanan yang tinggi mendorong sirkulasi
sehingga oksigen akan terbawa ke tiap sel dan konsentrasi oksigen
dalam sel cukup tinggi. TOHB ebih popular pada akhir ini karena
memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan
dengan terapi yang menggunakan obat-obatan.
Manfaat TOHB antara lain :
1. Mengurangi

volume

gelembung

gas

pada

penyakit

dekompresi
2. Meningkatkan penyaluran oksigen pada jaringan yang
kekurangan oksigen
3. Mendorong / merangsang pembentukan pembuluh darah
baru
4. Menekan pertumbuhan kuman
5. Mendorong pembentukan jaringan dan meningkatkan daya
bunuh kuman oleh sel darah putih.
6. Mengeleminasi dan menurunkan zat beracun.
7. Meningkatkan konsentrasi oksigen pada seluruh jaringan
tubuh, bahkan pada aliran darah yang berkurang
8. Merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru untuk
meningkatkan aliran darah pada sirkulasi yang berkurang.
9. Menyebabkan
pelebaran
arteri
rebound
sehingga
meningkatkan diameter pembuluh darah, dibanding pada
permulaan terapi.
10. Merangsang fungsi adaptif pada peningkatan superoxide
dismutase (SOD), merupakan salah satu antioksidan dalam
tubuh untuk pertahanan terhadap radikal bebas dan
bertujuan mengatasi infeksi dengan meningkatkan kerja sel
darah putih sebagai antibiotic pembunuh kuman.
Fungsi TOHB Dalam Terapi Penyakit
Terapi Primer:
Penyakit Dekompresi

12

Emboli Gas
Keracunan CO

Terapi Sekunder

Kerusakan jaringan akibat radiasi


Gas Gangren
Osteoradionecrosis
Akut ischemia dan crush injuries
Luka Bakar
Anemia Akut
Luka Bakar yang sukar sembuh
Skin Flap
Osteomyelitis
Ulcus / Gangren pada diabetes
Tuli mendadak + Tinitus
Patah tulang
Rehabilitasi motilitas sperma pada infertilitas
Kebugaran dan estetika

Manfaat TOHB untuk Kebugaran


Dengan bertambahnya usia, kita berupaya untuk terus dapat
mempertahankan kebugaran. TOHB dapat meningkatkan energi
secara keseluruhan, meningkatkan kemampuan kognitif dan
kesehatan dengan memerangi radikal bebas yang bersifat racun
dan berbahaya, membantu meningkatkan metabolisme, dan
membuat kulit dan rambut menjadi lebih sehat dan berkilau.
Peran TOHB dalam kebugaran adalah dengan:

Menurunkan asam laktat


Meningkatkan kekuatan otot
Meningkatkan kapasitas latihan fisik

KONSUMSI OKSIGEN MAKSIMAL (VO2max)


Definisi
VO2max adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat
dikonsumsi selama aktivitas fisik yang intens sampai akhirnya
13

terjadi kelelahan. Karena VO2max ini dapat membatasi kapasitas


kardiovaskuler seseorang, maka VO2max dianggap sebagai
indikator terbaik ketahanan aerobik.
VO2Max juga dapat diartikan sebagai kemampuan maksimal
seseorang untuk mengkonsumsi oksigen selama aktivitas fisik pada
ketinggian

yang

setara

dengan

permukaan

laut.

VO 2max

merefleksikan keadaan paru, kardiovaskuler, dan hematologik


dalam pengantaran oksigen, serta mekanisme oksidatif dari otot
yang melakukan aktivitas. Selama menit-menit pertama latihan,
konsumsi oksigen meningkat hingga akhirnya tercapai keadaan
steady state di mana konsumsi oksigen sesuai dengan kebutuhan
latihan. Bersamaan dengan keadaan steady state ini terjadi pula
adaptasi ventilasi paru, denyut jantung, dan cardiac output.
Keadaan di mana konsumsi oksigen telah mencapai nilai maksimal
tanpa bisa naik lagi meski dengan penambahan intensitas latihan
inilah yang disebut VO2max. Konsumsi oksigen lalu turun secara
bertahap

bersamaan

dengan

penghentian

latihan

karena

kebutuhan oksigen pun berkurang.


Secara teori, nilai VO2Max dibatasi oleh cardiac output,
kemampuan sistem respirasi untuk mengantarkan oksigen ke
darah, atau kemampuan otot untuk menggunakan oksigen. Dengan
begitu, VO2max pun menjadi batasan kemampuan aerobik, dan
oleh sebab itu dianggap sebagai parameter terbaik untukmengukur
kemampuan aerobik (atau kardiorespirasi) seseorang. VO 2max
merupakan nilai tertinggi dimana seseorang dapat mengkonsumsi
oksigen selama latihan, serta merupakan refleksi dari unsur
kardiorespirasi dan hematologik dari pengantaran oksigen dan
mekanisme oksidatif otot.
Orang dengan tingkat kebugaran yang baik memiliki nilai
VO2max lebih tinggi dan dapat melakukan aktivitas lebih kuat
dibanding mereka yang tidak dalam kondisi baik.

14

Satuan
VO2max dinyatakan sebagai volume total oksigen yang
digunakan permenit (ml/menit). Semakin banyak massa otot
seseorang,

semakin

banyak

digunakan

selama

latihan

perbedaan

ukuran

tubuh

pula

oksigen

maksimal.
dan

massa

(ml/menit)

Untuk
otot,

yang

menyesuaikan
VO 2max dapat

dinyatakan sebagai jumlah maksimum oksigen dalam mililiter, yang


dapat digunakan dalam satu menit per kilogram berat badan
(ml/kg/menit).

Satuan

ini

yang

akan

dipergunakan

dalam

pembahasan selanjutnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai VO 2max
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai VO 2max
dapat disebutkan sebagai berikut.
1. Umur
Penelitian cross-sectional dan longitudinal nilai VO 2max pada
anak usia 8-16 tahun yang tidak dilatih menunjukkan kenaikan
progresif

dan

linier

dari

puncak

kemampuan

aerobik,

sehubungan dengan umur kronologis pada anak perempuan


dan laki-laki. VO2max anak laki-laki menjadi lebih tinggi mulai
umur 10 tahun, walau ada yang berpendapat latihan ketahanan
tidak terpengaruh pada kemampuan aerobik sebelum usia 11
tahun.
Puncak nilai VO2max dicapai kurang lebih pada usia 18-20
tahun pada kedua jenis kelamin. Secara umum, kemampuan
aerobik turun perlahan setelah usia 25-28 tahun. Penelitian dari
Jackson AS et al. menemukan bahwa penurunan rata-rata
VO2max per tahun adalah 0.46 ml/kg/menit untuk pria (1.2%)
dan 0.54 ml/kg/menit untuk wanita (1.7%). Penurunan ini terjadi
karena

beberapa

hal,

termasuk

reduksi

maksimal dan isi sekuncup jantung maksimal.


.2. Jenis kelamin

15

denyut

jantung

Kemampuan aerobik wanita sekitar 20% lebih rendah dari pria


pada usia yang sama. Hal ini dikarenakan perbedaan hormonal
yang menyebabkan wanita memiliki konsentrasi hemoglobin
lebih rendah dan lemak tubuh lebih besar. Wanita juga memiliki
massa otot lebih kecil daripada pria . Mulai umur 10 tahun,
VO2max anak laki-laki menjadi lebih tinggi 12% dari anak
perempuan. Pada umur 12 tahun, perbedaannya menjadi 20%,
dan pada umur 16 tahun VO2max anak laki-laki 37% lebih tinggi
dibanding anak perempuan.
Sehubungan dengan jenis kelamin wanita, Lebrun et al dalam
penelitiannya tahun 1995 pada 16 wanita yang mendapat
latihan fisik sedang, melakukan pengukuran serum hormon
estradiol

dan

progesteron

untuk

memantau

fase-fase

menstruasi. Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa VO 2max


absolut meningkat selama fase folikuler dibanding dengan fase
luteal.
3. Suhu
Pada fase luteal menstruasi, kadar progesteron meningkat.
Padahal progesteron memiliki efek termogenik, yaitu dapat
meningkatkan

suhu

basal

tubuh.

Efek

termogenik

dari

progesteron ini rupanya meningkatkan BMR, sehingga akan


berpengaruh

pada

kerja

kardiovaskuler

dan

akhirnya

berpengaruh pula pada nilai VO 2max. Sehingga, secara tidak


langsung, perubahan suhu akan berpengaruh pada nilai
VO2max.
4. Keadaan latihan
Latihan fisik dapat meningkatkan nilai VO 2max.Namun begitu,
VO2max ini tidak terpaku pada nilai tertentu, tetapi dapat
berubah sesuai tingkat dan intensitas aktivitas fisik. Contohnya,
bed-rest lama dapat menurunkan VO2max antara 15%-25%,
sementara latihan fisik intens yang teratur dapat menaikkan

16

VO2max dengan nilai yang hampir serupa. Latihan fisik yang


efektif bersifat endurance (ketahanan) dan meliputi durasi,
frekuensi, dan intensitas tertentu7. Sehingga dengan begitu
dapat dikatakan bahwa kegiatan dan latar belakang latihan
seorang atlet dapat mempengaruhi nilai VO 2max-nya.
Faktor-Faktor yang Menentukan Nilai VO2Max
1. Fungsi paru
Pada saat melakukan aktivitas fisik yang intens, terjadi
peningkatan kebutuhan oksigen oleh otot yang sedang bekerja.
Kebutuhan oksigen ini didapat dari ventilasi dan pertukaran
oksigen dalam paru-paru. Ventilasi merupakan proses mekanik
untuk memasukkan atau mengeluarkan udara dari dalam paru.
Proses ini berlanjut dengan pertukaran oksigen dalam alveoli
paru dengan cara difusi. Oksigen yang terdifusi masuk dalam
kapiler paru untuk selanjutnya diedarkan melalui pembuluh
darah ke seluruh tubuh. Untuk dapat memasok kebutuhan
oksigen yang adekuat, dibutuhkan paru-paru yang berfungsi
dengan baik, termasuk juga kapiler dan pembuluh pulmonalnya.
Pada seorang atlet yang terlatih dengan baik,

konsumsi

oksigen dan ventilasi paru total meningkat sekitar 20 kali pada


saat ia melakukan latihan dengan intensitas maksimal. Dalam
fungsi paru, dikenal juga istilah perbedaan oksigen arteri-vena
(A-VO2 diff). Selama aktivitas fisik yang intens, A-VO2 diff akan
meningkat karena oksigen darah lebih banyak dilepas ke otot
yang sedang bekerja, sehingga oksigen darah vena berkurang.
Hal

ini

menyebabkan

pengiriman

oksigen

ke

jaringan

meningkat hingga tiga kali lipat daripada kondisi biasa.


Peningkatan A-VO2 diff terjadi serentak dengan peningkatan
cardiac output dan pertukaran udara sebagai respon terhadap
olah raga berat.

17

2. Fungsi kardiovaskuler
Respon kardiovaskuler yang paling utama terhadap aktivitas
fisik adalah peningkatan cardiac output. Peningkatan ini
disebabkan oleh peningkatan isi sekuncup jantung maupun
heart rate yang dapat mencapai sekitar 95% dari tingkat
maksimalnya. Karena pemakaian oksigen oleh tubuh tidak
dapat

lebih

dari

kecepatan

sistem

kardiovaskuler

menghantarkan oksigen ke jaringan, maka dapat dikatakan


bahwa sistem kardiovaskuler dapat membatasi nilai VO2max.
3. Sel darah merah (Hemoglobin)
Karena dalam darah oksigen berikatan dengan hemoglobin,
maka kadar oksigen dalam darah juga ditentukan oleh kadar
hemoglobin yang tersedia. Jika kadar hemoglobin berada di
bawah normal, misalnya pada anemia, maka jumlah oksigen
dalam darah juga lebih rendah. Sebaliknya, bila kadar
hemoglobin lebih tinggi dari normal, seperti pada keadaan
polisitemia, maka kadar oksigen dalam darah akan meningkat.
Hal ini juga bisa terjadi sebagai respon adaptasi pada orangorang yang hidup di tempat tinggi. Kadar hemoglobin rupanya
juga dipengaruhi oleh hormon androgen melalui peningkatan
pembentukan sel darah merah. Laki-laki memiliki kadar
hemoglobin sekitar 1-2 gr per 100 ml lebih tinggi dibanding
wanita.
4. Komposisi tubuh
Jaringan lemak menambah berat badan, tapi tidak mendukung
kemampuan untuk secara langsung menggunakan oksigen
selama olah raga berat.
Pengukuran VO2max

18

Untuk mengukur VO2max, ada beberapa tes yang lazim


digunakan.

Tes-tes

ini

haruslah

dapat

diukur

dan

mudah

dilaksanakan, serta tidak membutuhkan ketrampilan khusus untuk


melakukannya. Tes ergometer sepeda dan treadmill adalah dua
cara yang paling sering digunakan untuk menghasilkan beban
kerja. Meskipun begitu,step test ataupun field test juga dapat
dilakukan untuk kepentingan yang sama.
1. Ergometer Sepeda
Dilakukan dengan menggunakan sepeda statis yang dikayuh
untuk mendapatkan beban kerja.Beban kerja dapat diberikan
secara kontinyu atau intermiten. Ergometer sepeda ini dapat
mekanik atau elektrik, serta dapat digunakan dalam posisi tegak
lurus maupun supinasi. Dipasang EKG untuk merekam beban
kerja, serta dilakukan pengukuran tekanan darah probandus
pada permulaan dan akhir pembebanan. Nilai VO 2max bisa
didapat dengan menggunakan nomogram Astrand, khususnya
menggunakan skala beban kerja. Beban kerja dapat dinyatakan
dalam unit standar, sehingga hasil tes dapat dibandingkan satu
sama lain.
.

2.

Treadmill
Beberapa protokol yang dapat digunakan dalam pemeriksaan
dengan treadmill adalah : (1) Metode Mitchell, Sproule, dan
Chapman, (2) Metode Saltin-Astrand, dan (3) Metode OSU.
Keuntungan menggunakan treadmill meliputi nilai beban kerja
yang konstan, kemudahan mengatur beban kerja pada level
yang diinginkan, serta mudah dilakukan karena hampir semua
orang terbiasa dengan keahlian yang dibutuhkan (berjalan dan
berlari). Meskipun demikian, karena alatnya mahal dan berat,
tes ini tidak praktis dilakukan di tempat kerja melainkan di
tempat kebugaran yang memiliki fasilitas treadmile.

19

Pengaruh TOHB terhadap VO2max


Belum ditemukan penelitian secara langsung penelitian
tentang pengaruh hiperbarik terhadap VO 2max, tetapi terdapat
penelitian tentang perbandingan VO 2max penyelam dan bukan
penyelam dimana ada korelasi antara hiperbarik dan menyelam
yaitu mengalami tekanan yang lebih dari 1 ATA. Disimpulkan
bahwa:

Rerata faal paru pada penyelam laki-laki lebih besar dibanding

laki-laki bukan penyelam.


Rerata ambilan oksigen maksimal pada laki-laki penyelam lebih

besar dibanding laki-laki bukan penyelam.


Semakin tua umur dan semakin besar indeks massa tubuh akan

semakin turun nilai ambilan oksigen maksimal.


Latihan yang teratur akan meningkatkan ambilan oksigen
maksimal.
Dan manfaat terapi hiperbarik sendiri yang bermacam-

macam seperti,menurunkan asam laktat, meningkatkan kekuatan


otot,meningkatkan kapasitas latihan fisik, secara tidak langsung
meningkatkan VO2max seseorang karena hiperbarik bekerja
dengan cara menyuplai oksigen 100% dengan tekanan tinggi
keseluruh jaringan sehingga meningkatkan kemampuan otot dan
untuk recovery otot. Terapi hiperbarik biasa digunakan untuk
pemulihan cepat pasca atlet berlomba.

20

BAB III
KESIMPULAN
Terapi

hiperbarik

sangat

berperan

dalam

berbagai

macam

pengobatan penyakit. Dengan cara kerja yang digunakan mampu


menyalurkan oksigen dengan maksimal, selain membantu pengobatan
secara tidak langsung memberikan efek lain yaitu kebugaran bagi yang
sedang menjalani terapi. Yaitu peningkatan VO 2Max, sehingga memiliki
tingkat

kebugaran

lebih

baik,

baik

digunakan

untuk

atlet

yang

membutuhkan recovery cepat karena padatnya jadwal bertanding, tetapi


VO2Max dipengaruhi juga beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, fungsi
paru dan kardiovaskular seseorang.

21

DAFTAR PUSTAKA
1. Astorin T, Robergs R, Ghiasvand S, Marks D, Burns S. Incidence of
the Oxygen Plateauat VO2 max during Exercise Testing to Volitional
Fatigue. Journal of The American Society of Exercise Physiologists.
2000; 3:2
2. Guyton, A.C., dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.
Edisi 11. Jakarta: EGC
3. Junqueira,LC., 2007.Histology Dasar: teks dan atlas. Edisi 10.
Jakarta : EGC.
4. http://elektromedik.blogspot.com/2012/11/terapi-hbot-hiperbaricoxygen-theraphy.html#sthash.vIm3YyWy.dpuf
5. http://en.wikipedia.org/wiki/Hyperbaric_medicine
6. http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/02/25/terapihiperbarik-oksigen-solusi-sehat-tni-angkatan-laut-surabaya/
7. http://pkhi.blogspot.com/p/artikel.html
8. http://sehatnegeriku.com/menkes-terima-brevert-kehormatankesehatan-penyelaman-dan-hiperbarik/
9. http://yulikyeppeo.wordpress.com
10. Uliyandari Adhikarmika: Pengaruh Latihan

Fisik

Terprogram

Terhadap Perubahan Nilai Konsumsi Oksigen Maksimal (VO2max)


Pada Siswi Sekolah Bola Voli Tugu Muda Semarang Usia 11-13
Tahun: Meta-Analisi, Universitas Diponegoro .2009. P. 12

22