Anda di halaman 1dari 3

TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK

Terapi oksigen hiperbarik adalah terapi medis dimana pasien dalam suatu rungan menghirup oksigen murni
100% bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) antara 18 22 psi tergantung kebutuhan, semula terapi ini dikhususkan
untuk penyelam yang mengalami kelainan atau penyakit akibat penyelaman. Tapi kemudian dikembangkan untuk terapi
penyakit klinis serta dapat meningkatkan kebugaran, dan secara klinis telah terbukti.
Terapi oksigen hiperbarik pertama kali diperkenalkan oleh Behnke pada tahun 1930. Saat itu terapi oksigen
hiperbarik hanya diberikan kepada para penyelam untuk menghilangkan gejala penyakit dekompresi (Caissons Disease),
emboli gas dan keracunan gas yang timbul akibat perubahan tekanan udara saat menyelam.

EFEK TERAPI

Efek yang didapatkan dari terapi HBOT ada dua yang pertama efek mekanik dan kedua efek fisiologis. Efek
fisiologis dapat dijelas kan melalui mekanisme oksigen yang terlarut plasma. Pengangkutan oksigen ke jaringan meningkat
seiring dengan peningkatan oksigen terlarut dalam-plasma.
Efek mekanik meningkatnya tekanan lingkungan atau ambient yang memberikan manfaat penurunan volume
gelembung gas atau udara seperti pada terapi penderita dekompresi akibat kecelakaan kerja penyelaman dan gas
emboli yang terjadi pada beberapa tindakan medis rumah sakit.
Akibat peningkatan tekanan parsial oksigen dalam darah dan jaringan yang memberikan manfaat terapeutik:
bakteriostatik pada infeksi kuman anaerob, detoksikasi pada keracunan karbon monoksida, sianida dan
hidrogensulfida, reoksigenasi pada kasus iskemia akut, crush injury, compartment syndrome maupun kasus
iskemia kronis, luka yang tidak sembuh, nekrosis radiasi, skin graft preparation dan luka bakar.
Efek Fisiologis Prinsip yang dianut secara fisiologis adalah bahwa tidak adanya O2 pada tingkat seluler akan
menyebabkan gangguan kehidupan pada semua organisme. Oksigen yang berada di sekeliling tubuh manusia
masuk ke dalam tubuh melalui cara pertukaran gas. Fase-fase respirasi dari pertukaran gas terdiri dari fase
ventilasi, transportasi, utilisasi dan difusi. Dengan kondisi tekanan oksigen yang tinggi, diharapkan matriks
seluler yang menopang kehidupan suatu organisme mendapatkan kondisi yang optimal.
PROSES TERAPI
Proses terapi HBOT (HiperBaric Oxygen) tergolong sederhana. Diawali dengan konsultasi dokter dan
pemeriksaan fisik untuk menentukan ada tidaknya kontraindikasi mengikuti terapi HBOT. Selanjutnya pasien masuk ke
dalam chamber hiperbarik untuk menghirup oksigen murni. Selama mengikuti terapi, pasien akan didampingi oleh
perawat yang berpengalaman dibawah pengawasan dokter ahli. Selama mengikuti terapi, pasien akan didampingi oleh
perawat yang berpengalaman di bawah pengawasan dokter ahli hiperbarik. Bahkan ada Rumah Sakit tertentu memakai
jumbo hyperbaric chamber sehingga bisa beberapa orang sekaligus dan dapat melaksanakan senam dan bergoyang
mengikuti alunan musik yang diputar oleh operator.

Menurut data WHO, Indonesia merupakan negara berpolusi tertinggi ketiga di dunia setelah Mexico dan
Thailand. Hingga saat ini penyakit paru dan saluran pernafasan di Indonesia sudah menjadi pembunuh utama (Jakarta
Post) setelah penyakit jantung pada tahun 1997. Demikian pula kebiasaaan tinggal di ruangan ber AC yang disertai dengan
berbagai macam asap rokok, akan membuat udara pernafasan semakin tercemar. Suka atau tidak suka udara pernafasan
yang kita hirup adalah udara pernafasan yang sangat tidak sehat, baik ketika kita berada di dalam maupun di luar ruangan.
Hyperbaric Oxygen therapy (HBOT) adalah terapi dengan memberikan oksigen 100% saat bernafas pada tekanan lebih
dari satu atmosfir melalui media ruang udara bertekanan tinggi (RUBT). Terapi ini juga merupakan satu-satunya metode
terapi oksigen yang paling ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula karena didukung oleh bukti-bukti
dari hasil penelitian, serta selama proses terapi selalu dipantau oleh dokter ahli hiperbarik..
MANFAAT TERAPI HBOT
LUKA BAKAR
Pemberian terapi HBOT sebagai terapi tambahan pada penderita luka bakar dapat diberikan pada 24 jam pertama untuk
mencegah perluasan luka bakar, sedangkan pemberian pada hari berikutnya bermanfaat untuk menurunkan resiko infeksi
dan mempercepat penyembuhan luka.
LUKA PENDERITA KENCING MANIS
Luka pada penderita kencing manis merupakan salah satu komplikasi yang paling ditakuti karena sulit disembuhkan.
Paling sering terjadi di kaki dan disebabkan oleh bakteri anaerob. Pemberian terapi HBO dapat mematikan bakteri tersebut
dan mempercepat penyembuhan luka.
LUKA PASCA OPERASI
Terapi HBO dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi.
Penyembuhan telapak tangan yang terputus setelah operasi penyambungan
Penyembuhan ujung amputasi kaki pada penderita DM.
KEBUGARAN DAN KECANTIKAN
Pemberian terapi HBO dapat meningkatkan dan mempertahankan kebugaran tubuh, menghilangkan kelelahan serta dapat
meningkatkan elastisitas kulit dan peremajaan sel-sel tubuh.
Terapi HBO juga berguna untuk :
Keracunan gas CO
Cangkokan kulit
Osteomyelitis
Meningkatkan Konsentrasi Oxygen pada seluruh jaringan tubuh bahkan pada aliran darah yang berkurang.
Rehabilitasi pasca stroke
Merangsang pertumbuhan pembulu h darah baru untuk meningkatkan aliran darah pada sirkulasi yang berkurang.
Mampu membunuh bakteri,terutama bakteri anaerob seperti clostridium perfingens ( penyebab penyakit gangren).
Mampu menghentikan aktifitas bakteri ( bakteri ostatik).
Antara lain bakteri E coli dan pseudomonas sp. Yang umumnya ditemukan pada luka-luka mengganas.
Mampu menghambat produksi racun alfa toksin.
Memperbaiki fungsi ereksi pada penderita diabetes.
Tubuh menjadi segar,badan tidak mudah lelah,gairah hidup meningkat,tidur lebih enak dan pulas.
Radionekrosis.
Meningkatkan motilitas sperma pada kasus infertilitas.
Alergi.