Anda di halaman 1dari 11

ANATOMI FISIOLOGI JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

KELOMPOK II
1. DEWI SAPARINA
2. DICKY B. P
3. DISTI WULANSARI
4. DWI BUDIATI
5. DWI PURWANTI
6. ELI PURWATI
7. ENTIN SUPRIATIN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2013

ANATOMI FISIOLOGI
JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

JANTUNG
Jantung merupakan organ muscular berbentuk kerucut yang berongga. Panjangnya sekitar
10 cm dan berukuran satu kepalan tangan pemiliknya. Berat jantung sekitar 225 gr pada wanita
dan 310 gr pada pria.
Jantung berada dalam rongga toraks di area mediastinum ( ruang antara paru ). Jantung
terletak obliq. Letak jantung lebih condong ke sisi kiri daripada kanan tubuh, dan terdiri atas sisi
apeks ( bagian atas ) dan basal (bagian bawah ). Apeks terletak sekitar 9 cm ke kiri garis tengah
pada tinggi ruang interkosta ke 5, yakni sedikit dibawah putting susu dan sedikit lebih dekat
garis tengah. Basal berada setinggi iga ke 2.

Jantung terdiri dari tiga tipe otot utama yaitu otot atrium, otot ventrikel dan serat otot
khusus pengantar rangsangan, sebagai pencetus rangsangan. Tipe otot atrium dan ventrikel
berkontraksi dengan cara yang sama seperti otot tangka dengan kontaksi otot yang lebih lama.
Sedangkan serat khusus penghantar dan pencetus rangsangan berkontraksi dengan lemah sekali,
sebab serat serat ini hanya mengandung sedikit serat kontaktif. Serat ini menghambat irama
dan berbagai kecepatan konduksi, sehingga serat ini bekerja sebagai suatu system pencetus
rangsangan bagi jantung.
Fungsi umum otot jantung :
1. Sifat ritmisitas / otomatis
Otot jantung secara potensial dapat berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar. Jantung
dapat membentuk rangsangan (impuls) sendiri. Pada keadaan fisiologis sel sel miokardium
memiliki daya kontraktilitas yang tinggi.
2. Mengikuti hukum gagal atau tuntas
Bila impuls yang dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung
akan berkontraksi maksimal, sebab susunan otot jantung sensitive sehingga impuls jantung
segera mencapai semua bagian jantung. Jantung selalu berkontraksi dengan kekuatan yang
sama. Kekuatan kontraksi dapat berubah ubah bergantung pada faktor tertentu, misalnya
serat otot jantung, suhu, dan hormon tertentu.
3. Tidak dapat berkontraksi tetanik
Refraktor absolut pada otot jantung berlangsung sampai sepertiga masa relaksasi jantung
merupakan upaya tubuh untuk melindungi diri.
4. Kekuatan kontraksi dipengaruhi panjang awal otot
Bila seberkas otot rangka diregang kemudian dirangsang secara maksimal, otot tersebut akan
berkontraksi dengan kekuatan tertentu. Serat otot jantung akan bertambah panjang bila
volume diastoliknya bertambah. Bila peningkatan diastolik melampaui batas tertentu
kekuatan kontraksi akan menurun kembali.

Jantung terdiri atas tiga lapisan :


1. Pericardium

Pericardium memiliki dua sakus ( kantong / pembungkus ). Sakus terluar terdiri atas
jaringan fibrosa, sedangkan sakus terdalam terdiri atas lapisan membrane serosa ganda.
Sakus fibrosa terluar meluas ke tunika adventisia dari pembuluh darah besar di atasnya
dan melekat hingga diafragma dibawahnya. Sakus ini tidak elastic dan sifat fibrosa
mencegah distensi jantung berlebih. Lapisan luar membrane serosa, pericardium parietal,
melapisi sakus fibrosa. Lapisan dalam, pericardium visera, atau epikardium yang
berlanjut ke pericardium parietal, melekat pada otot jantung. Membrane serosa dilapisi
epitel gepeng. Sel ini menyekresi cairan serosa ke dalam ruang diantara lapisan parietal
dan visera, yang memungkinkan gerakan halus antar keduanya saat jantung berdetak.
2. Miokardium
Terdiri atas otot jantung. Gerakan otot jantung involunter. Setiap serat sel memiliki satu
inti sel dan satu atau lebih cabang. Miokardium paling tebal pada bagian apeks dan paling
tipis di bagian basal. Hal ini menunjukkan beban kerja tiap bilik berperan dalam
memompa darah. Miokardium paling tebal dibagian ventrikel kiri yang memiliki beban
kerja paling besar.
3. Endokardium
Endokardium melapisi bilik katup jantung. Lapisan ini merupakan membrane yang
tampak mengkilap, halus dan tipis yang memungkinkan aliran darah yang lancar ke
dalam jantung. Lapisan ini terdiri atas sel epithelium gepeng dan berlanjut ke pembuluh
darah yang melapisi endothelium.

RUANG RUANG JANTUNG


1

Atrium Dekstra
Atrium dekstra terdiri atas rongga utama dari aurikula diluar, sedangkan bagian dalam
membentuk suatu rigi krisata terminalis. Pada bagian utama atrium yang terletak posterior
terdapat rigi terdapat dinding halus yang secara embriologis berasal dari sinus venosus.
Bagian atrium yang terletak didepan rigi mengalami trabekulasi akibat berkas serabut otot
yang berjalan dari krista terminalis.

Muara yang terletak pada atrium kanan adalah sebagai berikut:


Vena kava superior pada ujung atasnya
Vena kava inferior pada ujung bawahnya
Sinus koronarius ( vena kecil yang mengalirkan darah dari jantung sendiri)
Sinus atrioventrikuler dekstra
Ventikel dekstra
Ventrikel kanan adalah ruang berdinding tebal yang membentuk sebagian besar sisi depan
jantung. Katup atrioventrikular dextra (tricupidalis) mengelilingi lubang atrioventrikular
kanan, pada sisi ventrikel. Katup ini, seperti katup jantung lain, terbentuk dari selapis tipis
jaringan fibrosa yang ditutupi pada setiap sisinya oleh endocardium. Katup trikuspidalis
terdiri dari tiga daun katup. Basis setiap daun katup melekat pada tepi lubang. Tepi bebas
setiap daun katup melekat pada chordae tendineae (tali jaringan ikat tipis) pada penonjolan
kecil jaringan otot yang keluar dari myocardium dan menonjol kedalam ventrikel. Lubang
pulmonalis kedalam arteria pulmonalis berada pada ujung atas ventrikel dan dikelilingi oleh

katup pulmonalis, terdiri dari tiga daun katup semilunaris,


Atrium sinistra
Atrium sinistra terdiri atas rongga utama dan aurikula yang terletak di belakang atrium
dekstra dan membentuk sebagian besar basis ( fasies posterior). Pada bagian belakang
atrium sinistra terdapat sinus obligue perikardium serosum dan perikardium fibrosum.
Bagian dalam atrium sinistra dan bagian aurikula mempunyai rigi otot seperti aurikula
kanan.

Muara atrium sinistra vena pulmonalis dari masing paru-paru bermuara pada

dinding posterior dan tidak mempunyai katup, osteum ventrikuler sinistra yang dilindungi
oleh valvula mitralis.
4

Ventrikel sinistra
Berhubungan dengan atrium sinistra melalui osteum atrioventikuler sinistra

dan aorta

melalui osteum aorta. Dinding ventrikel kiri tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.
Tekanan darah intraventrikular sinistra enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan
dari ventrikel kanan.
Vulvula mitralis ( trikuspidalis) melindungi osteum atrioventrikular yang terdiri
atas dua kuspis(anterior dan posterior). Kuspis anterior lebih besar dan terletak

diantara osteum atrioventrikular dan aorta.


Vulvula semilunaris aorta melindungi osteum aorta dan strukturnya sama dengan
vulvula semilunaris arteri pulmonalis, salah satu kuspis terletak di dinding aorta

membentuk sinus aorta anterior yang merupakan asal dari arteri koronaria dekstra
dan sinus posterior sinistra yang merupakan asal arteri koronaria sinistra.
KATUP KATUP JANTUNG
1

Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup (Trikuspid). Sedangkan katup yang terletak
diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup (Mitral). Katup
trikuspid dan katup mitral mencegah aliran balik darah yang berasal dari ventrikel menuju

ke atrium selama fase sistolik.


Katup Semilunar
a. Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari
b.

ventrikel kanan.
Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.

Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang
simetris. Katup semilunar berfungsi untuk mencegah aliran balik darah yang berasal dari
aorta dan arteri pulmonalis kembali ke ventrikel selama diastolik.
Katup katup tersebut menutup dan membuka secara pasif. Yaitu, katup katup ini akan
menutup sewaktu gradient tekanan balik mendorong darah kembali kebelakang, dan katup
katup ini membuka bila gradient tekanan kearah depan mendorong darah ke depan.
Dengan alasan anatomi yang jelas, penutupan katup atrioventrikular yang tipis dan mirip
selaput ini hampir tidak membutuhkan aliran balik darah, sedangkan katup semilunar yang jauh
lebih tebal membutuhkan aliran balik yang agak cepat selama beberapa milidetik untuk
menutup.
SISTEM KONDUKSI JANTUNG
1

Sinoatrial node (SA node)


Suatu tumpukan jaringan neuromuscular yang kecil berada didalam dinding atrium kanan
diujung krista terminalis. Nodus ini merupakan pendahulu dari kontraksi jantung. Dari sini
impuls diteruskan ke atrioventrikular node.

Atrioventrikular node (AV node)


Susunannya sama seperti sinoatrial node, berada didalam septum atrium dekat muara sinus
koronari. Impuls impuls diteruskan ke bundle atrioventrikular.

Bundle atrioventrikular
Mulai dari bundle AV berjalan kearah depan pada tepi posterior dan tepi bawah pars
membranasea septum interventrikulare. Pada bagian cincin yang terdapat pada atrium dan
ventrikel disebut anulus fibrosus, rangsangan terhenti 1/10 detik, selanjutnya menuju apeks
kordis dan bercabang dua:
a. Pars septalis dekstra
Melanjut kearah bundle AV didalam pars muskularis septum intraventrikular menuju ke
dinding depan intraventrikular.
b. Pars septalis sinistra
Berjalan diantara pars membranasea dan pars muskularis sampai disisi kiri septum
interventrikularis menuju basis M. Papilaris inferior ventrikel sinistra. Serabut
serabut pars septalis kemudian bercabang cabang menjadi serabut terminal (Serabut
purkinje)

Serabut penghubung terminal (Serabut purkinje)


Anyaman yang berada pada endocardium menyebar pada kedua ventrikel.

SARAF YANG MEMPERSARAFI JANTUNG


Jantung dipengaruhi oleh saraf autonom yang berasal dari pusat vaskular di medulla
oblongata. Saraf autonom ini terdiri atas saraf simpatik dan parasimpatik, yang kerjanya
berlawanan.
Saraf vagus (parasimpatik) mempersarafi terutama otot atrium, serta SA dan AV node.
Stimulasi saraf parasimpatik mengurangi laju impuls yang dihasilkan sehingga mengurangi laju
dan gaya denyut jantung.
Saraf simpatik mempersarafi SA dan AV node serta miokardium atrium dan ventrikel.
Stimulasi saraf simpatik meningkatkan laju dan gaya denyut jantung.
SIKLUS JANTUNG
Siklus jantung adalah urutan kejadian dalam satu denyut jantung. Siklus ini terjadi dalam
2 fase yaitu diastole dan sistole.
1

DIASTOLE
Diastole adalah periode istirahat yang mengikuti periode kontraksi.
a. Darah vena memasuki atrium kanan melalui vena cava superior dan inferior.
b. Darah yang teroksigenasi melewati atrium kiri melalui vena pulmonalis.

c. Kedua katup atrioventrikular (tricuspid dan mitral) tertutup dan darah dicegah untuk
memasuki atrium kedalam ventrikel.
d. Katup pulmonalis dan aorta tertutup, mencegah kembalinya darah dari arteri pulmonalis
kedalam ventrikel kanan dan dari aorta kedalam ventrikel kiri.
e. Kemudian dengan bertambah banyaknya darah yang memasuki kedua atrium, tekanan
didalamnya meningkat dan ketika tekanan didalamnya lebih besar dari ventrikel, katup
atrioventrikular terbuka dan darah mulai mengalir dari atrium kedalam ventrikel.
2

SISTOLE
Sistole adalah periode kontraksi otot. Berlangsung selama 0,3 detik.
a. Dirangsang oleh nodus sino-atrial, dinding atrium berkontraksi, memeras sisa darah dari
atrium kedalam ventrikel.
b. Ventrikel melebar untuk menerima darah dari atrium dan kemudian mulai berkontraksi.
c. Ketika tekanan dalam ventrikel melebihi tekanan dalam atrium, katup atrioventrikular
menutup. Chordae tendinea mencegah katup terdorong kedalam atrium.
d. Ventrikel terus berkontraksi. Katup pulmonalis dan aorta membuka akibat peningkatan
tekanan ini.
e. Darah menyembur keluar dari ventrikel kanan kedalam arteri pulmonalis dan darah dari
ventrikel kiri menyembur kedalam aorta.
f. Kontraksi otot kemudian berhenti, dan dengan dimulainya relaksasi otot, siklus baru
dimulai.

Setiap kontraksi diikuti periode refrakter absolut yang singkat saat tidak ada stimulus yang dapat
menghasilkan kontraksi, dan diikuti periode refrakter relative yang singkat saat kontraksi
membutuhkan stimulus yang kuat.
PEMBULUH DARAH
Ada tiga jenis pembuluh darah yaitu arteri, vena, dan kapiler
Arteri.
Arteri mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh, kecuali arteri pulmonalis. Arteri
mempunyai dinding yang kuat dan elastic, yang tersusun dari tiga lapisan.
1. Tunika intima/interna
Lapisan yang tipis, halus, dan pipih yang dilapisi jaringan epithelium skuamosa.
2. Tunika media

Lapisan yang terdiri atas otot polos dan sebagian jaringan fibrosa. Dalam arteri yang
berukuran lebih besar, jumlah serat elastic ini lebih banyak, dan sebaliknya lebih sedikit
pada arteri yang lebih kecil.
3. Tunika eksterna/adventisia
Lapisan ini terdiri atas jaringan fibrosa yang melindungi pembuluh darah.

Vena
Vena adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya CO2 dari tubuh ke jantung. Dinding
vena lebih tipis dari dinding arteri, tetapi memiliki tiga lapisan jaringan yang sama. Dinding vena
lebih tipis karena terdapat sedikit otot dan jaringan elastic di tunika media karena vena membawa
darah dengan tekanan yang lebih rendah daripada arteri. Saat vena terpotong , vena kolaps
sementara arteri yang memilikidinding yang lebih tebaltetap terbuka.
Sebagian vena memiliki katup, yang mencegah aliran balik darah, dan memastikan darah
mengalir ke jantung. Pintu (kuspid) katup berbentuk semilunar dengan cekungan menonjol ke
jantung. Katup banyak terdapat dalam vena ekstermitas, khususnya ekstermitas bawah di mana
darah harus berjalan jauh melewati gravitasi saat individu berdiri. Vena paling kecil disebut
venul.

Kapiler
Arteriol ( arteri berukuran paling kecil ) terkecil bercabang menjadi sejumlah pembuluh panjang
yang yang disebut kapiler. Dinding kapiler terdiri atas lapisan tunggal sel endothelium yang
memiliki membrane dasar tipis, yang dapat dilalui air dan substansi molekul kecil lainnya.
Molekul besar seperti protein plasma tidak dapat melalui dinding kapiler. Kapiler membentuk
jaringan pembuluh darah tipis yang besar, dimana menghubungkan arteriol terkecil dengan venul
terkecil. Kapiler terdiri atas satu lapisan jaringan epithelium skuamosa. Kapiler berfungsi dalam
pertukaran oksigen dan nutrien dengan materi sisa secara osmosis.

SIRKULASI DARAH
Sirkulasi darah yang terjadi ditubuh terdiri atas 2 bagian yaitu sirkulasi pulmonal dan sistemik.
1

Sirkulasi Pulmonal
Merupakan sirkulasi darah dari ventrikel kanan jantung ke paru dan kembali ke atrium
kiri. Di paru, karbondioksida diekskresikan dan oksigen diabsorpsi. Trunktus atau arteri
pulmonalis membawa darah yang miskin oksigen, meninggalkan bagian atas ventrikel
kanan jantung menuju ke atas dan bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri.
Arteri pulmonalis kiri menjalar ke dasar paru kiri dimana arteri ini bercabang menjadi
dua, dan setiap cabang memasuki masing masing lobus atas paru. Arteri pulmonalis
kanan menjalar ke dasar paru kanan dan bercabang menjadi dua, cabang yang lebih besar
membawa darah ke lobus medialis dan lobus basalis paru, sedangkan cabang yang lebih
kecil membawa darah ke lobus apeks paru.
Dalam paru, arteri bercabang menjadi arteri yang lebih kecil, yaitu arteriol dan kapiler.
Pertukaran gas terjadi antara darah di kapiler dan udara di alveoli paru. Pada setiap paru,
kapiler mengandung darah yang kaya oksigen bersatu pada akhirnya membentuk dua vena
pulmonalis.
Dua vena pulmonalis keluar meninggalkan masing masing paru, mengembalikan
darah yang kaya oksigen ke atrium kiri jantung. Saat sistole atrium, darah ini dipompa ke
ventrikel kiri, dan saat sistole ventricular, darah didorong ke aorta, arteri pertama dari
sirkulasi sistemik.

Sirkulasi Sistemik
Darah yang dipompa keluar dari ventrikel kiri dibawa oleh cabang cabang aorta
disekitar tubuh dan kembali ke atrium kanan jantung melalui vena cava superior dan
inferior.

CURAH JANTUNG
Pada keadaan normal (fisiologis) jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel kiri dan
ventrikel kanan sama besarnya. Bila tidak demikian akan terjadi penimbunan darah ditempat
tertentu, misalnya bila jumlah darah yang dipompakan ventrikel dekstra lebih besar dari ventrikel
sinistra. Jumlah darah tidak dapat diteruskan oleh ventrikel kiri ke peredaran darah sistemik
sehingga terjadi penimbunan darah di paru.
Jumlah darah yang dipompakan ventrikel dalam satu menit disebut curah jantung
(cardiac output) dan jumlah darah yang dipompakan ventrikel pada setiap kali diastole disebut

volume sekuncup (stroke volume). Dengan demikian curah jantung sama dengan isi sekuncup x
frekuensi denyut jantung per menit.

DAFTAR PUSTAKA

Gibson, John. M. D. (2003). Modern Physiology and Anatomy For Nurses 2 nd Edition. Jakarta :
EGC
Guyton, Arthur. C and John E. Hall. (2008). Medical Physiology 11 th Edition. Singapore :
Elsevier.
Ross and Wilson. (2011). Anatomy and Physiology in Health and Ilness 10th Edition. Singapore :
Elsevie.
Syaifuddin, Drs. H. (2011). Anatomi Fisiologi. Jakarta : EGC.