Anda di halaman 1dari 2

Golongan Mineral Sulfida

Kelompok sulfida merupakan kombinasi antara logam atau semilogam dengan belerang (S).
Biasanya terbentuk disekitar wilayah gunung api yang memiliki sulfur yang tinggi. Proses
mineralisasinya terjadi pada tempat-tempat keluarnya atau sumber sulfur. Unsur utama yang bercampur
dengan sulfur tersebut berasal dari magma kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya.
Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses
tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan
hidrotermal. Mineral kelas sulfida ini juga termasuk mineral-mineral pembentuk bijih (ores). Oleh
karena itu, mineral-mineral sulfida memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Beberapa penciri kelas
mineral ini adalah memiliki kilap logam karena unsur utamanya umumnya logam, massa jenis yang
tinggi dan memiliki tingkat atau nilai kekerasan yang rendah. Beberapa contoh mineral sulfida :
Argentite (Ag2S) , Kalkosit (Cu2S) , Bornite (Cu3FeS4) , Pyrite (FeS3) , Chalcocite(Cu2S), Galena
(PbS), Sphalerite (ZnS) dan Proustite (Ag3AsS3).
Contoh-contoh mineral sulfide beserta deskripsinya :

A. Galena (PbS)

Deskripsi galena :

Sistem Kristal
: Isometrik
Warna
: Abu-abu timbal
Goresan
: Abu-abu timbal
Cleveage & Fracture : { 001} sempurna
Kekerasan
: 2,5 Skala Mohs
Massa jenis
: 7,58 g/cm3
Genesa
: Terbentuk dalam batuan sedimen , urat-urat hidrotermal juga
pegmatite. Dapat pula ditemukan dalam deposi metamorfisme
kontak
Kegunaan
: Sumber logam timbal atau timah hitam
Tempat ditemukan
: S.Tuboh Palembang.

B. Pirit ( FeS2)

Deskripsi pirit :

Sistem Kristal

: Kubik

Warna

: Kuning terang muda

Goresan

: Hitam Kehijauan

Cleveage

: Tidak ada

Fracture

: Concoidal

Kekerasan

: 6 6,5 Skala Mohs

Berat jenis

: 5,1 g/cm3

Genesa

: Hasil sampingan suatu endapan hidrotermal ataupun


sebagai asesoris dalam beberapa jenis batuan

Kegunaan

Persebaran

: Untuk produksi dioksida belerang , untuk industri kertas, dan


di dalam pembuatan asam belerang
: Pulau Sulawesi, Kalimantan bagian tenggara, Maluku, dan Papua.