Anda di halaman 1dari 1

Nama: Stepvandi Ang

NIM : 00000003960

UPH
SINOPSIS
Film " Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck"

Sinopsis
Zainuddin seorang pemuda yatim piatu yang tidak bersuku kembali ke tanah kelahiran
ayahnya di Minangkabau. Sesampainya disana ia bertemu dengan seorang wanita yang
memikat hatinya. Wanita tersebut bernama Hayati, seorang kembang di desanya yang
menjadi kebanggaan keluarga. Zainuddin yang tidak mempunyai suku menjadi terkucilkan
dari warga suku Minangkabau dan keluarga Hayati pun tidak setuju Hayati bersama dengan
Zainuddin. Sampai akhirnya hubungan mereka harus berakhir setelah rapat adat
Minangkabau memutuskan akan menikahkan Hayati dengan seorang pemuda bangsawan dari
Padangpanjang. Setelah mengetahui Hayati sudah resmi menikah dengan pemuda bangsawan
tersebut ia memutuskan untuk pergi merantau ke jakarta agar dapat melupakan Hayati dan
terus melanjutkan hidupnya. Sampai suatu hari takdir mempertemukan mereka kembali di
Opera Teroseir karya Zainuddin. Akankah Zainuddin dapat bersama dengan Hayati lagi?
Ataukah kisah cinta mereka berakhir di saat tenggelamnya kapal van der wijck?
Pesan Moral
1. Janganlah membuat janji yang tidak dapat kau penuhi
2. Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain karena setiap manusia pasti pernah
melakukan kesalahan.
3. Dendam dan kebencian tidak akan menyelesaikan masalah.
4. Penyesalan datangnya belakangan.
5. Jangan hanya karena putus cinta kita menyia-nyiakan masa depan.
Opini
Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merupakan karya yang sangat bagus. Hal
tersebut karena film tersebut dapat menyampaikan pesan yang terkandung seperti cinta
sejati, adat istiadat, maupun agama dengan sangat baik melalui ekspresi, tingkah laku
maupun dialog antar pelakunya. Film ini pun alur ceritanya jelas dan tidak dibuat berteltele. Film ini pun mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah hanya karena masalah
percintaan tetapi kita harus terus mengejar cita-cita yang ingin dicapai. Efek dan latar yang
diapaki pun cukup bagus dimana menggunakan latar tahun 60-70an setelah masa
penjajahan di Indonesia.