Anda di halaman 1dari 4

JARUM SUNTIK

Jarum suntik adalah sebuah alat yang digunakan oleh profesional medis untuk
mentransfer cairan kedalam atau keluar tubuh. Jarum suntik terbuat dari jarum yang
tengahnya berlubang yang menempel pada tabung dan sebuah plunger. Saat pegangan
plunger di tarik, cairan akan terhisap ke dalam tabung. Cairan dipaksa kelua dari tabung
ketika pegangan plungernya ditekan. Jarum suntik diciptakan pada pertengahan 1800 dan
sudah di improvisasi dengan perkembangan material dan disain baru. Sekarang, jarum suntik
telah menjadi alat medis yang sangat penting.
Jarum Suntik umumnya terbuat dari tabung Stainless Steel melalui proses yang di
sebut tube drawing dimana tabung ditarik melalui dies yang semakin kecil untuk membuat
jarum dimana ujungnya di bevelled untuk mempermudah penetrasi ke kulit.

1 Raw Materials
Karena

jarum

suntik

melakukan

kontak

langsung dengan bagian dalam tubuh, maka jarum


suntik dibuat dari biocompatible materials yang secara
farmakologi inert. Lalu jarum-jarum tersebut harus di
sterilisasi dan tidak mengandung racun. Banyak
material dengan tiper yang berbeda yang digunakan
untuk membuat berbagai jenis jarum suntik. Jarumnya
secara umum dibuat dari heat-treatable stainless steel
atau carbon steel. Banyak yang dilapis nikel untuk
mencegah korosi.Berdasarkan cara penggunaan jarum
suntik, badan dari tabung dapat dibuat dri plastik,
kaca, atau keduanya. Plastik juga digunakan untuk
membuat pegangan plungernya. Dan karet sitetis yang
fleksibel untuk membuat kepala plungernya.
Material utama dari stainless steelnya adalah
chromiom, chromium dipadukan dengan material lain akan membuat formasi dari lapisan
yang tipis secara mikroskopik dan pasif di permukaan logam yang mencegah oksidasi yang
membuat karat. Lapisan yang tak telihat secara kasat mata ini bisa melakukan perbaikan diri

(self repairing) di lingkungan yang normal, dengan kata lain jika permukaan jarum berbentuk
tabungnya rusak, lapisan akan membentuk kembali untuk memproteksi jarum dari oksidasi.
Kondisi dari lapisan ini dipermukaan tabung bisa ditingkatkan dengan proses yang disebut
passivation, dimana menghilangkan iron bebas dan kontaminasi dari permukaan tabung
jarum. Namun, jika dibiarkan mengalami kontak langsung dengan lingkungan tertentu sifat
self-repairing dari lapisan pasif tersebut bisa berkurang bergantung dari paduan dan faktor
eksternal.

Molybdenum juga biasanya ditambahkan sebagai paduan. Molybdenum

memberikan jarum kekuatan lebih dan menjadikan jarum lebih tajam.

2 PROSES MANUFAKTUR
2.1 Gambaran Proses Secara Umum
Jarum suntik dapat dibuat melalui dua proses yakni:
2.1.1

Welding
Untuk membuat jarum suntik yang bentuknya seperti tabung kecil yang terbuat dari
baja itu prosesnya harus dimulai dari membuat tabung yang besar dan tebal. Dimulai
dengan lembaran logam yang besar yang dimasukan ke beberapa jenis rollers yang
melengkungkan lempengan tersebut membuatnya menjadi tabung. Lalu tabung
tersebut melalui mesin penglas (welder) untuk mengelas sambungannya.

2.1.2

Seamless tube (tabung tanpa las)


Seamless tube atau tabung tanpa las di produksi dengan mengambil potongan logam
yang disebut billet, dipanaskan dan dibor untuk membuat lubang di tengahnya.
Pemboran dilakukan menggunakan laser.
Banyak yang mengganggap dengan teknologi laser lebih cepat dan lebih akurat, tetapi

pada kenyataannya standar yang diterapkan untuk memproduksi jarum suntik harus
menggunakan metode welding.

2.2 Proses
2.2.1Membuat Jarumnya
Semenjak ditemukannya pembuatan logam dalam bentuk strip dan plat, orang melakukan
prosses bending dan menyambungkan pinggirnya untuk membuat tabung (open seam tubes).
WELDING PROCESS

Welding diselesaikan di inert gas atmosphere sehingga menghasilkan produk yang


lebih bersih dan tahan korosi. Minyak sisa penarikan dibersihkan dengan mudah dengan cara
diflushed sebelum ke final sizing dari tabung untuk dibuat jarum suntik.
Menggunakam proses laser welding lebih merugikan dibanding menggunakan TIG (Tungsen
Inert Gas) proses. Menggunakan proses laser welding membutuhkan stok strip yang sangat
baik sekali dan tepat ukurannya. Perbedaan akan menghasilkan welding yang tidak benar.
Kebutuhan akan strip mentah yang perfect ini sendiri merupakan tantangan yang sangat
sulit untuk dijalankan mengingat jarum suntik diproduksi secara massal. Pada tingkat ini, satu
cacat micro di pinggir strip bisa membuat tabung yang cacat. Proses laser welding langsung
membuat tabung yang ukurannya mendekati ukuran hasil produk. Hal ini kelihatannya
memberikan keuntungan ekonomi dari proses pembuatan jarum suntik, tetapi sizing tanpa
menggunakan I.D. tooling, akan menghasilkan beberapa cacat yang tidak diinginkan
contohnya: a) homogenisasi total dari zona las di logam tidak bisa di capai, b)permukaan I.D.
yang kasar akan membuat masalah kebersihan.
Maka dari itu dipilih lah TIG Proses. Dalam TIG proses, busur dibakar diantara nonmelting tungsten electrode (non-consumeable electrode) dengan material yang ingin di
lakukan pengerjaan welding. Gas pelindung mengalir dari gas nozzle dan melindungi
elektrode.

TUBE DRAWING
Tabung hasil rolling dan welding tersebut kemudian memasuki proses tube drawing
karena ukuran masih relatif terlalu besar untuk dijadikan jarum suntik. Tube drawing adalah
proses pengerjaan logam dengan memperkecil ukuran tabung yang berdiameter besar menjadi
berdiameter lebih kecil dengan menggunakan alat yang disebut die. Seiring ditariknya tabung
melewati die, tabung akan meregang, menambahkan panjangnya dan mengecilkan
diameternya. Tabung di panaskan lalu di perlunak dengan proses yang disebut dengan
annealing. Setelah panas, tabung ditarik melalui alat yang disebut die yang memiliki lubang

dengan diameter yang lebih kecil dari tabung disebut dengan proses ekstrusi. Tabung melalui
proses ekstrusi melewati beberapa die yang makin lama luabang yang dimilikinya semakin
kecil sampai akhirnya diperoleh diameter yang diinginkan, cukup kecil untuk menembus
kulit. Terkadang ditaruh kawat yang memiliki ukuran tertentu di dalam tabung yang akan
dijadikan jarum suntik yang disebut mandrel. Halini untuk mencegah runtuhnya dinding
tabung seringing dilakukannya tube drawing. Die terakhir, die yang dilewati untuk
mendapatkan ukuran final dilewati tanpa adanya pemanasan dan disebut cold-working. Coldworking pada tabung yang sudah kecil ini menambahkan kekuatan dan kekakuannya.

Tube hasil proses tube-drawing diluruskan. Setelah di luruskan di potong sesuai


dengan panjang yang tepat, lalu di bersihkan. Lalu ujungnya diruncingkan dengan
menyemprotkan air berkecepatan tinggi untuk menghasilkan ujung yang miring (bevel) agar
jarum suntik tajam.