Anda di halaman 1dari 33

Diagnosa

Cephalopelvic Disproportion
dan Penatalaksanaannya

Aini Izzati binti Abd Gaffar


102012493

Seorang perempuan berusia 25 tahun sudah


sejak kemarin mules-mules dan ditolong oleh
dukun beranak tetapi anaknya belum lahir
juga. Akhirnya keluarganya membawanya ke
RS untuk mendapat pertolongan.

Kasus

ANAMNESIS

Identitas penderita
Riwayat penyakit sekarang
pasien mules-mules sejak 14 jam, dan ditolong dukun beranak,
namun anaknya belum lahir juga
Riwayat penyakit dahulu
Apakah ada riwayat kelainan jantung, paru, hati, ginjal, DM,
hipertensi dan kelainan lain yang dapat berpengaruh pada
kehamilan?
Riwayat kehamilan
Riwayat persalinan yang lalu, seperti abortus, partus
prematurus,kematian janin dan anak besar
riwayat DM pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat BBL >
4500 gr dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil
* Pasien dengan kehamilan pertama, usia kehamilan 9 bulan

Riwayat keluarga
Ditanyakan adakah ahli keluarga yang menderita DM,hipertensi
(herediter)
Riwayat menstruasi
Kapan haid terakhir? Kapan menarche? Apakah siklus haid
teratur? Apakah ada dysmenorrhea?
Riwayat Sosial
Apakah ada merokok dan minuman alcohol? Apakah ada
meminum jamu atau obat dari bidan?
Riwayat Obstetrik
Sudah berapa kali menikah? Sudah berapa kali hamil,
melahirkan? Apakah ada berlaku aborsi?
*Pasien baru pertama kali hamil, G1P0A0

PEMERIKSAAN

Keadaan Umum
Kesadaran
Tanda-tanda Vital
Status Obstetrikus
1. Abdomen
o Inspeksi : melihat apakah ada lesi kulit , luka bekas jahitan SC
o Palpasi
Leopold I : menentukan tinggi fundus uteri di bawah processus
xyphoideus
Leopold II : menentukan letak punggung janin
Leopold III : menentukan bagian terbawah dari janin (kepala)
Leopold IV : menentukan apakah kepala sudah masuk pintu atas panggul

o Perkusi :
o Auskultasi : mendengarkan denyut jantung janin

2. Pemeriksaan dalam
Serviks ( pembukaan, pendataran, ketebalan )
Bagian terendah anak & posisinya
Raba bagian apa yang terendah dari janin yang turun
Bila kepala : teraba keras, bulat dan teraba sutura serta
ubun-ubun kecil/besar
Penurunan sesuai dengan bidang Hodge
Apakah terdapat caput succedaneum & seberapa besarnya
Apakah ada bagian-bagian anak yang turun disamping
kepala : misal tangan/lengan menumbung, atau tali pusat
Bila bokong teraba lunak dan sakrum sebagai
denominatornya
Apakah air ketuban sudah pecah ataupun tidak?

3. Pemeriksaan panggul ( pelvimetri klinis )


Untuk evaluasi pintu atas panggul, panggul tengah dan pintu
bawah panggul.
Menilai ukuran melintang dari PBP
- Masukkan kedua jari pada liang sanggama, tekankan pada
arcus pubis.
- Regangan 2 jari tadi apakah masih dapat ditambah 1 jari lagi
- Bila dapat keadaan normal sudut lengkung kemaluan > 90
Meraba promontorium
- Dicoba dengan 2 jari yang ada di liang sanggama
- bila promontorium dapat dicapai ada dugaan kesempitan
panggul
- Normal : promontorium tidak tercapai

Meraba linea inominata


- Diperiksa apakah linea inominata teraba seluruhnya
- Bila ya maka dugaan panggul sempit
Meraba ligamentum sakro spinosum
- Diukur panjangnya ligamentum sakro spinosum
- Normal : panjang 2 jari atau lebih, bila kurang 2 jari
maka dugaan panggul sempit
Meraba spina ischiadika
- Diperiksa spina ischiadika menonjol.
- Jarak antara spina ischiadika memberi gambaran
tentang keadaan panggul tengah.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pelvimetri radiologis
o memberi pengukuran yang tepat dua diameter penting
yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan
klinis yaitu :
o diameter transversal pintu atas
o diameter antara spina isiadika
o Jarang dilakukan bahaya pajanan radiasi, biaya mahal
X-RAY PELVIMETRY
USG
MRI

WORKING DIAGNOSIS :
CEPHALOPELVIC
DISPROPORTION

Keadaan yang menggambarkan


ketidaksesuaian antara kepala janin dan
panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar
melalui vagina
Disebabkan oleh panggul sempit, janin yang
besar ataupun kombinasi keduanya

Definisi

Diagnosa CPD

Klasifikasi klinis membagi CPD kepada 3 tipe:


CPD absolut : dikarenakan obstruksi
mekanikal yang permanen daripada ibu,
seperti panggul sempit, spondylolisthesis,
atau tumor
CPD sementara : disebabkan janin seperti
janin yang besar atau terjadinya hidrosefalus
pada janin
CPD relatif : malposisi atau malpresentasi dari
janin

ETIOLOGI

BENTUK PANGGUL

Pintu Atas Panggul (PAP)

AP < 10 cm
Transversa <12 cm
Pelvimetri klinis :
Conjugata diagonalis
<11.5 cm
**Conjugata vera :
CD 1.5cm = 10.5 cm

Panggul Tengah
Diam interspinorum <8cm

Pintu Bawah Panggul


(PBP)
Distansia intertuberosum <8cm

Pelvimetri Klinis

Janin Besar
4000gram
Postmaturitas
kepala janin besar atau kepala keras yang
biasanya terjadi pada tidak dapat memasuki
pintu atas panggul
Bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul
Malposisi atau malpresentasi

Kelainan Janin

Penyempitan pelvis ibu (PAP/Panggul


tengah/PBP)
Kelainan pada janin
(besar/malposisi/malpresentasi)

Pemanjangan masa kelahiran/ pemanjangan


kala 2

Gawat janin

PATOFISIOLOGI

Penelitian Gessesssew dan Mesfin di RS Adigrat


Zonal tahun 2001 diperoleh 195 kasus partus
tak maju, 114 kasus terjadi pada wanita usia 2034 tahun dengan proporsi 58,4%, 60 kasus terjadi
pada wanita usia > 34 tahun dengan proporsi
30,8% dan 21 kasus terjadi pada wanita usia <
20 tahun dengan proporsi 10,8%.

EPIDEMIOLOGI

Persalinan percobaan (Trial of labor) setelah


dilakukan penilaian ukuran panggul serta
hubungan antara kepala janin dan panggul,
diperkirakan
bahwa
persalinan
dapat
berlangsung pervaginan dengan selamat
hanya dilakukan pada letak belakang kepala
umur kehamilan <42 minggu

PENATALAKSANAAN

Pada kesempitan panggul berat dengan


kehamilan aterm, atau CPD yang nyata,
kesempitan panggul ringan apabila ada
komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan
letak janin yang tak dapat diperbaiki
Pada janin normal SC

Seksio Caesaria (SC)

Pada janin meninggal


- Simfisiotomi
- Kleidotomi
- Kraniotomi

Ketuban pecah dini


Pembukaan serviks yang abnormal
Bahaya ruptur uterus
Fistula
Sepsis puerferalis
Perubahan-perubahan tulang-tulang kranium
dan kulit kepala
Kematian Janin

KOMPLIKASI

tergantung kepada penanganan pada pasien

PROGNOSIS

DIAGNOSIS BANDING
Lilitan Tali Pusat

terjadi karena gerak janin yang berlebihan, tali


pusat yang panjang, janin kecil dan
polihidramnion
bisa terjadi di bagian mana saja di tubuh janin,
tetapi yang tersering ialah di bagian leher
(nuchal cord)
Jumlah lilitan di leher bisa sekali (terjadi pada
21.3% kehamilan) atau lebih dari sekali lilitan
(terjadi pada 3.4% kehamilan)
dapat menimbulkan bradikardia dan hipoksia
janin, dan bila jumlah lilitan lebih daripada sekali,
akan meningkatkan mortilitas perinatal.
USG lilitan tali pusat diketahui dengan melihat
adanya satu atau lebih bagian tali pusat yang
melingkari leher janin. Pemeriksaan akan lebih
jelas dengan Color Doppler.

Lilitan tali pusat yang erat menyebabkan


gangguan kompresi pada pembuluh darah
umbilical, dan bila berlangsung lama akan
menyebakan hipoksia janin
Nuchal cord induksi persalinan dan
augmentasi, pemanjangan kala 2 dan
abnormalitas denyut jantung janin
Tarikan tali pusat pendek karena lilitan tali
pusat pada leher gangguan aliran nutrisi
dengan akibat fetal distres
Turunnya kepala janin ke PAP fetal distres
- lilitannya makin erat, sampai meninggal jika
tindakan terlambat.

Di lapangan, memprediksi CPD masih


menjadi masalah. Tiada diagnosa pasti untuk
CPD, dengan banyaknya pelaporan yang
menunjukkan korelasi yang sedikit antara
indikator pelvimetri dan kasus-kasus yang
terjadi. Evaluasi klinis saat intrapartum prediksi
yang berharga untuk CPD, yang bisa
didiagnosa hanya setelah trial of labor
dilakukan. Indikasi paling baik untuk kapasitas
pelvis ibu, adalah janin sendiri, seperti yang
dikatakan Pinard, the fetal head is the best
pelvimeter.

KESIMPULAN