0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan95 halaman

Obsgyn 1

Dokumen tersebut membahas tentang obstetri dan ginekologi yang mencakup pelvimetri, penurunan bagian terendah janin, penurunan kepala janin, kriteria panggul sempit, tanda-tanda kehamilan, perhitungan usia kehamilan, catatan prnatal, dan anamnesis serta pemeriksaan fisik pada kehamilan.

Diunggah oleh

dr. Riri Putria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
124 tayangan95 halaman

Obsgyn 1

Dokumen tersebut membahas tentang obstetri dan ginekologi yang mencakup pelvimetri, penurunan bagian terendah janin, penurunan kepala janin, kriteria panggul sempit, tanda-tanda kehamilan, perhitungan usia kehamilan, catatan prnatal, dan anamnesis serta pemeriksaan fisik pada kehamilan.

Diunggah oleh

dr. Riri Putria
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

OBSTETRI DAN GINEKOLOGI 1

Pelvimetri Pintu Atas Panggul

Conjugata vera : 9,5-11 cm


Conjugata diagonalis : 11,5 cm

Pintu Tengah Panggul

Merupakan daerah tersempit dari panggul


Diameter interspinosum : 9,5-10,5 cm

Pintu Bawah Panggul

Merupakan daerah tersempit dari panggul


Diameter anteroposterior : 11,5-12 cm
Penurunan Bagian
Terendah Janin
Station 0 adalah spina
ischiadica (Hodge 3)

Hodge 1 Hodge 3
Pada tepi atas simfisis Sejajar spina ischiadica

Hodge 2 Hodge 4
Pada tepi bawah simfisis Ujung bawah os coccygeus
Penurunan Kepala Janin
Periksa luar Periksa dalam Keterangan
5/5 H1 Kepala diatas PAP, mudah digerakkan
4/5 H 1-2 Sulit digerakkan, bagian terbesar kepala
belum masuk panggul
3/5 H 2-3 Bagian terbesar kepala sudah masuk
panggul
2/5 H3 Bagian terbesar kepala sudah masuk
panggul
1/5 H 3-4 Kepala didasar panggul
0/5 H4 perineum
Kriteria Panggul Sempit
• Pintu atas panggul • Pintu tengah panggul
• Diameter transversa < 11 cm • Distansia interspinarum <9,5 cm
• Diameter anteroposterior < 10 cm • Pintu Bawah Panggul
• Konjugata diagonalis < 11,5 cm • Distansia intertuberosum < 8 cm
• Distansia anteroposterior < 11,5 cm
• Konjugata vera < 9,5 cm • Distansia intertuberosum + diameter
sagital posterior < 15 cm
Tanda Kehamilan Presumptif
1. Mual dan muntah
Morning sickness → >> estrogen dan beta HCG, << motilitas gaster pagi hari memberat dengan
bau menusuk, emosi tidak stabil.
Beri makanan ringan mudah dicerna
2. Rasa kencang dan nyeri pada payudara
Pembesaran payudara, vaskularisasi bertambah banyak, proliferasi asinus dan ductus.
Pengaruh estrogen dan progesterone
3. Amenorrhea
Penyebab lain : ketidakseimbangan ovarium hipofisis, stres, obat-obatan, penyakit kronis

A. Linea nigra

B. Striae gravidarum

Akibat stimulasi MSH


oleh estrogen
Tanda Kehamilan Probable
Tanda chadwick Perubahan warna kebiruan atau ungu pada cervix, vagina, dan
labia karena penigkatan vaskularisasi. Muncul pada minggu ke 6-8
gestasi
Tanda goodel Perkunakan portio vaginalis cervix larena peningkatan
vaskularisasi
Tanda hegar Perlunakan pada segmen bawah Rahim (antara uterus dan cervix)

Goodell’s sign Hegar’s sign

Chadwick’s sign
Tanda Kehamilan Definite
DJJ • Laenec (UK 17-18 minggu)
• Doppler (UK 12 minggu)
Rontegenografi • Tulang tampak 12-14 minggu
• Jika terdapat keragu-raguan dan mendesak

USG  3-5 minggu: gestational sac


 6-7 minggu: polus embryonal
 8-9 minggu: gerak janin
 9-10 minggu: plasenta, dll
 2 gestational sac di minggu ke 6  gemelli

Fetal EKG 12 minggu dengan fetalkardiografi


Perhitungan usia kehamilan
Hari Perkiraan Lahir (HPL)
• Dihitung bedasarkan HPHT ibu
• Konfirmasi usia kehamilan ibu  palpasi abdomen atau pemeriksaan USG

Rumus Naegle Rumus Parikh


Siklus mens 28 hari Siklus mens bukan 28 hari
• Ovulasi hari ke 14 • Ovulasi: 14 hari sebelum mens
berikutnya

Rumus: Rumus:
(tanggal HPHT), (Bulan (tanggal HPHT+ (siklus-21)), (Bulan
HPHT-3), (tahun HPHT +1) HPHT-3), (tahun HPHT +1)
Rumus McDonald
Taksiran usia kehamilan Taksiran Berat Janin
• Ukur simfisis pubis hingga TFU dengan • TBJ = (TFU – n) x 155 gram
pita meter n=12 (kepala belum masuk PAP)
• Usia Kehamilan (minggu) n=11 (kepala sudah masuk PAP)
= Tinggi Fundus x 8 : 7

• Usia kehamilan (bulan)


= Tinggi Fundus x 2 : 7
USG

Rumus Bartholomew
CATATAN PRANATAL
Nuligravida:
Pasien yang saat ini tidak hamil dan belum pernah hamil sebelumnya

Perawatan Gravida:

Antenatal
Pasien yang sedang hamil saat ini atau, sudah pernah hamil sebelumnya,
tanpa memandang outcome kehamilannya
Nulipara:
- Awal Wanita yang tidak pernah menyelesaikan kehamilannya melewati uk 20
- Lanjutan minggu (abortus / kehamilan ektopik) atau tidak pernah hamil sebelumnya
Primipara:
Wanita yang telah melahirkan 1 kali, baik dengan janin hidup atau mati
dengan usia kehamilan ≥ 20 minggu

Multipara:
Wanita yang telah melahirkan lebih dari 1 kali, baik dengan janin hidup atau
mati dengan usia kehamilan ≥ 20 minggu
DURASI KEHAMILAN NORMAL
Durasi rerata kehamilan yang dihitung
dari HPHT hampir mendekati 280 hari
atau 40 minggu
Perkiraan hari lahir biasanya dihitung
dengan rumus Naegele jika siklus haid
teratur
Kehamilan dibagi menjadi 3 periode:
 Trimester 1 sampai uk 14 minggu
 Trimester 2  sampai uk 28 minggu
 Trimester 3  uk 29 minggu s/d 42
minggu
Anamnesis
1. Memastikan Identitas Pasien, 3. Menanyakan riwayat penyakit
termasuk usia dahulu / saat ini :
6. Menanyakan riwayat kehamilan
• Usia < 20 tahun atau > 35 tahun •Tekanan darah tinggi diastolik
sebelumnya:
• Status pernikahan ≥90mmHg
•Cara persalinan sebelumnya
•kelainan darah, imunitas, kelainan
•IUFD atau stillbirth
tulang belakang
2. Menanyakan Keluhan saat ini: •keguguran berturut-turut ≥3 kali
•keganasan
TS 1 -Tanda kehamilan, mual muntah, •berat bayi lahir <2500 gr atau >4000
•epilepsi
pusing gram
•isoimunisasi Rh (-)
TS 3 – kontraksi palsu, nyeri perut, cepat •kembar
•penyakit paru: asma, TBC
lelah, gerak anak, ppv, adanya tanda •hipertensi/preeklampsia/eklampsia
•penyakit jantung
bahaya, mis. sesak/demam/pandangan •diabetes mellitus
•penyakit ginjal
kabur/kejang •riwayat perdarahan saat melahirkan
•penyakit diabetes mellitus, tiroid
Resiko tinggi IMS •operasi Caesar
•riwayat Pengguna narkoba
Pola makan •operasi ginekologi
•Penyakit HIV, sifilis, hepatitis B dan C
Kondisi psikologi
KDRT 4. R. HPHT (rumus naegele) 7. Menanyakan riwayat kontrasepsi
Kebiasaan merokok - alkohol 5. R. pernikahan (berapa kali dan yang pernah digunakan
berapa lama)
Pemeriksaan Fisik
1. Memastikan tanda vital jika didapatkan nilai yang abnormal
2. Memastikan status nutrisi :
• Keadaan umum
• TB ibu <145 cm
• Kesadaran compos mentis
• BB naik >2kg dalam 1 bulan pada trimester I
• TD > 130/90 mmHg, TD < 90/60 mmHg
• BB tidak naik sama sekali pada trimester II-III
• N > 90x/menit, atau N< 60x/menit
• BMI > 30
• RR > 24x/menit
• LILA <23,5 cm
• T > 37,2oC

3. Pemeriksaan status generalis :


• Wajah dan tungkai bengkak/pitting edema atau curiga DVT
• Pemeriksaan mata : konjungtiva pucat, sclera ikterik
• Pemeriksaan leher : peningkatan JVP, pembesaran kelenjar tiroid, pembesaran
KGB
• Pemeriksaan payudara
• Pemeriksaan Jantung : adanya bunyi jantung tambahan
• Pemeriksaan Paru : adanya bunyi paru tambahan
• Pemeriksaan abdomen : bekas operasi, shifting dullness, bising usus, nyeri ulu hati
• Pemeriksaan ekstremitas : edema tungkai, venektasi
Pemeriksaan Fisik (2)
4. Pemeriksaan obstetri:

Lakukan palpasi uterus untuk menentukan


a) Besar dan konsistensi uterus
b) Menilai gerakan janin
c) Bagian janin, letak dan presentasi : perasat Leopold I-IV, knebel ahfeld dan budin
d) Mengukur TFU untuk menentukan taksiran berat janin : TBJ <2500 gr atau >4000 gr pada
kehamilan aterm
e) Menilai braxton hicks dan his (frekuensi dalam 10 menit dan durasi)

Lakukan auskultasi untuk menilai denyut jantung janin


< 100x/m, DJJ >160x/m

Pemeriksaan dalam vagina sesuai indikasi


• Inspeksi : ada tanda radang, keganasan
• Inspekulo : ada tanda radang, keputihan
• Vaginal Touche : massa di vagina, serviks, uterus, adneksa
Antenatal Care

Triple elimination
Antenatal Care

• Berguna untuk menghindari risiko


komplikasi pada kehamilan dan persalinan.
• Anjurkan pada ibu hamil untuk melakukan
ANC komprehensif minimal 4 kali selama
kehamilan, termasuk minimal 1 kali diantar
oleh suami atau anggota keluarga.
Nutrisi dalam kehamilan

Kalori • Ibu hamil: 2300 kkal


• Ibu menyusui: 2800 kkal
Protein Ibu hamil membutuhkan 30 gram/hari
Kalsium • Keburuhan 1.5 – 2 gram/hari
Zat besi Kebutuhan akan besi sekitar 60 mg/hari

Asam folat • Kebutuhan sekitar 400 mcg/hari


• Idealnya mulai dikonsumsi 2 bulan sebelum hamil
Asuhan Persalinan Normal
• Usia kehamilan cukup bulan (37 – 42 weeks)
• Persalinan terjadi spontan
• Presentasi belakang kepala
• Berlangsung tidak lebih dari 18 jam
• Tidak ada komplikasi pada ibu dan janin
• Pada persalinan normal  4 fase
• Kala 1
Fase laten: pembukaan serviks 1-3 cm, berlangsung ± 8 jam
Fase aktif: pembukaan serviks 4-10 cm, berlangsung ± 6 jam
• Kala 2: pembukaan lengkap sampai bayi lahir
Primigravida: 1 jam
Multigravida: 2 jam
• Kala 3: segera setelah bayi lahir sampai plasenta lahir lengkap, ± 30 menit
• Kala 4: segera setelah lahirnya plasenta – 2 jam post partum
Fase laten Fase aktif
Pembukaan mencapai Pembukaan dari 4 cm sampai lengkap (+10 cm), berlangsung
3 cm, berlangsung sekitar 6 jam
sekitar 8 jam Terbagi atas:
• Fase akselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 3 cm sampai 4
cm
• Fase dilatasi maksimal (sekitar 2 jam), pembukaan 4 cm
sampai 9 cm
• Fase deselerasi (sekitar 2 jam), pembukaan 9 cm sampai
lengkap (+10 cm)
LANGKAH PHANTOM
Langkah 1 DIAGNOSIS

Sikap Sikap
Langkah 2 (inpartu
kala 1 / 2)
(belum
inpartu)

- VT / PDV
Sikap pengawasan:
Langkah 3 Sikap utama /
antara - Pengawasan 10 - Versi luar
- Akhiri kehamilan
- Pengawasan 9

A. Kehamilan :
- Induksi persalinan Sikap antara :
Sikap utama :
- Bedah sesar / histerotomi - VT / PDV
B. Persalinan - Tunggu / evaluasi
- Amniotomi
- Pervaginam : versi ekstraksi, ekstraksi - Pimpin mengejan
- Versi luar
bokong / kaki, ekstraksi vakum / forseps - Akhiri persalinan
- Partus percobaan
- Perabdominam : bedah sesar /
histerotomi
Kala 1 Kala 2
Dilakukan pengawasan 10 : Dilakukan pengawasan 9 :
1. KU 1. KU
2. His 2. His
3. Tekanan darah 3. Tekanan darah
4. Djj 4. Djj
5. Nadi 5. Nadi
6. Ppv 6. Ppv
7. Pernafasan 7. Pernafasan
8. Bandle ring 8. Bandle ring
9. Suhu 9. Suhu
[Link]-tanda inpartu kala II
Partus Normal
Partus normal adalah partus : Partus fisiologis : sama dengan
o dengan kekuatan ibu sendiri (spontan) partus normal, dimana ibu
o bayi tunggal, hidup, intra uterine berusia 20-30 tahun, dengan
paritas < 5
o genap bulan
o letak belakang kepala
o berat bayi lahir 2500 – kurang dari 4000
gram
o berlangsung kurang dari 18 jam
o tidak ada komplikasi pada kala I, II, III, dan IV
Indikasi SC
1. Fetal distress
2. Plasenta previa totalis
3. Panggul sempit:
4. Sudah pernah SC 2x
5. Letak lintang
6. Tumor yang menghalangi jalan lahir
7. Pada kehamilan sesudah operasi vaginal (misal operasi fistel)
8. Ibu menderita herpes genitalis
9. Ada indikasi mengakhiri persalinan dimana syarat pervaginam tak terpenuhi,
atau cara pervaginam gagal
[Link] posterior
[Link] ganda
Engaged
Descent
Flexion
Internal rotation
Cardinal
Extention
Movement External rotation
Expulsion
1. INFORMASI TENTANG IBU

Partograf
• Lengkapi identitas,waktu kedatangan, catat waktu KK pecah
2. KEADAAN JANIN
• Alat untuk memantau kemajuan • Dicatat DJJ , Air Ketuban , Penurunan Kepala Janin.
A) DJJ catat tiap 30’ (lebih sering bila FD)
persalinan dan membantu
B) Warna Air Ketuban
menentukan keputusan dalam
Nilai warna air ketuban dengan VT, catat dibawah lajur DJJ
penatalaksanaan U  ketuban Utuh (belum pecah)
• Alat bantu yg digunakan selama J  Ketuban sudah pecah, warna jernih
M  Ketuban sudah pecah, warna kecoklatan bercampur mekoniun
fase aktif persalinan.
D  Ketuban sudah pecah bercampur darah
• Catatan grafik mengenai K  Ketuban sudah pecah dan kering
kemajuan persalinan untuk C) Molase ( Penyusupan Kepala Janin )
memantau keadaan ibu dan janin. Sebagai indikator penting untuk menilai seberapa jauh kepala bayi
bisa menyesuaikan dengan tulang panggul ibu. Skor yang dipakai
• Sebagai alat bantu yg tepat 0  Tulang cranium janin terpisah ,sutura mudah melewati Panggul
untuk memantau keadaan janin 1  Tulang kepala janin hanya saling bersentuhan
dan ibu selama dalam proses 2  Tulang kepala janin saling tumpamg tindih , tapi masih dapat
dipisahkan
persalinan 3  Tulang kepala janin tumpang tindih , tidak dapat dipisahkan
Partograf
3. KEMAJUAN PERSALINAN
• Dicatat lajur kedua dalam Partograf Pencatatan selama fase aktif persalinan dimulai
A) Pembukaan serviks digaris waspada.
Dicatat tiap 4 jam ( dilakukan lebih sering bila Jika pembukaan mengarah ke sebelah kanan
ada tanda penyulit ). garis waspada (pembukaan kurang dari
Catat dengan tanda X. 1cm/jam) maka harus dipertimbangkan adanya
penyulit .
B) Penurunan terbawah janin Pertimbangkan dirujuk jika berada di Faskes
Diperiksa tiap 4 jam, lebih sering kalau ada Primer.
penyulit. • Garis BERTINDAK tertera sejajar garis Waspada
C) GARIS WASPADA dan GARIS BERTINDAK Jika pembukaan seviks berada disebelah kanan
• Garis WASPADA dimulai pada Pembukaan garis bertindak , maka Persalinan harus diakhiri.
serviks 4 cm. Dan berakhir pada titik dimana
pembukaan 1 cm perjam.
Partograf
4. JAM DAN WAKTU 6. OBAT OBATAN DAN CAIRAN YANG
A) Waktu fase aķtif mulainya persalinan DIBERIKAN
Disediakan kotak yg diberi angka 1 - 16, Dibawah lajur kotak observasi kontraksi
setiap kotak menyatakan jam. uerus tertera lajur kotak untuk mencatat
B) Waktu aktual saat pemeriksaan Oksitosin dan obat-obatan lainnya,
dilakukan
Dibawah lajur kotak , tertera kotak untuk 7. KESEHATAN DAN KENYAMANAN IBU
mencatat watu aktual periksa. Dilakukan pencatatn TTV ibu (nadi per 1/2
jam, suhu per 2 jam, TD per 4 jam),
5. KONTRAKSI UTERUS volume urin, protein dan aseton urin per
2 jam.
Dibawah lajur waktu , terdapat lajur kotak
dengan tulisan “kontraki per 10 menit:”
Setiap kotak menyatakan satu kontraksi.
Partograf
Partograf
Halaman 2
Asuhan Persalinan Normal
KALA I
Parameter Frekuensi pada fase laten Frekuensi pada fase aktif

Produksi urin, protein, Tiap 2-4 jam


aseton
Tekanan darah, suhu Setiap 4 jam Setiap 4 jam

Pembukaan serviks Setiap 4 jam Setiap 4 jam


Penurunan Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Nadi Setiap 30 menit Setiap 30-60 menit
DJJ Setiap 30 menit Setiap 30 menit
Kontraksi normal Setiap 30 menit 1-2x/jam, Setiap 30 menit 3-
20” 4x/10’/30-40”
Kala II
• Pembukaan serviks lengkap Penanganan:
• Kepala janin tampak di vulva • Kosongkan vesika urinaria
dengan diameter 5-6 cm • Mengatur posisi partus (posisi saat mengejan)
• Jaga kenyamanan ibu, asupan nutrisi, rehidrasi
• Ajarkan cara mengejan
• Cek DJJ saat dan setelah kontraksi

Indikasi Episiotomi:
• Perineum rigid
• Pertolongan persalinan kala II primi
• Patologi (tumor, sikatrik)
• Indikasi tertentu: bayi besar, distosia
bahu, forceps, gawat janin
Kala III
Injeksi Oksitosin
• Injeksi oksitosis 10 unit IM pada 1/3 bawah paha kanan bagian luar

Peregangan tali pusat terkendali


• Jika plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit  10 IU oksitosis IM  30 menit
plasenta belum lahir  rujuk atau manual plasenta

Masase Uteri
• Cek tonus uteri

Tanda plasenta lepas:


• Semburan darah banyak tiba-tiba
• Uterus globular
• Tali pusat memanjang
Faktor Persalinan
3P
• Power
- His (kontraksi ritmis
otot polos uterus),
kekuatan mengejan
ibu, keadaan
kardiovaskular
respirasi metabolik
ibu.
• Passage
- Keadaan jalan lahir
• Passenger
- Keadaan janin (letak,
presentasi,
ukuran/berat janin,
ada/tidak kelainan
anatomik mayor)
Nifas (Puerperium)
Uterus: involusi sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil

Bekas implantasi: placental bed mengececil karena kontraksi cavum uteri


Jalan lahir sembuh dalam 6-7 hari
Lochia: cairan sekret berasal dari cavum uteri
a. Lochia rubra (cruenta): 2 hari postpartum berwarna merah
b. Lochia sanguinolenta: hari ke 3-7 postpartum; berwarna merah kuning
berisi darah dan lender
c. Lochia serosa  hari ke 7-14 postpartum; berwarna kuning tidak berdarah
Persalinan Lama
Persalinan Berasal dari 3 masalah, yaitu :
Patologis • Power : His tidak adekuat (< 2x/10 menit,
durasi < 40 detik)
• Passage : Panggul sempit, tumor, dll
Persalinan Persalinan • Passenger : malpresentasi, malposisi, janin
lama Macet besar
Kala II memanjang
Kala I fase aktif tidak ada kemajuan penurunan
Distosia, grafik bagian terendah janin dalam
Persalinan Persalinan pembukaan serviks waktu :
berada pada antara • Maks 2 jam nulipara dan 1 jam
vakum forceps garis waspada dan multi
bertindak atau sudah • Maksimal 3 jam nulipara dan 2 jam
memotong garis multi pada pasien dengan anestesi
bertindak epidural
Kelainan Kala I fase aktif
Persalinan Lama
Nulipara Multipara
• Kemajuan pembukaan cervix pada  Kemajuan pembukaan cervix pada
fase aktif < 1.2 jam fase aktif < 1.5 cm/jam
• Kemajuan turunnya bagian  Kemajuan turunnya bagian
terendah < 1 cm/jam terendah < 2 cm/jam

Persalinan Tak Maju


Nulipara Multipara
• Fase deselerasi memanjang (> • Fase deselerasi memanjang (>
3jam) 1jam)
• Tidak ada pembukaan > 2 jam • Tidak ada pembukaan > 2 jam
• Tidak ada penurunan bagian • Tidak ada penurunan bagian
terendah janin > 1 jam terendah > 1 jam
Tatalaksana
• Kelainan Pembukaan Serviks 
Rujuk ke RS, dukungan dan
terapi ekspektatif
• Partus Macet  Rujuk RS,
Lakukan infus oksitosin
Obat Uterotonik
Ekstraksi Forsep
Syarat ekstraksi cunam:
• Presentasi belakang kepala atau muka dengan dagu di
depan, atau kepala menyusul pada sungsang
• Pembukaan lengkap
• Penurunan kepala O/5 (Hodge IV)
• Kontraksi baik dan ibu tidak gelisah
• Ketuban sudah pecah
• Dilakukan di RS rujukan
Ekstraksi Vakum
Syarat ekstraksi vakum:
 Presentasi belakang kepala (vertex)
 Janin aterm
 Pembukaan lengkap
 Kepala di Hodge III-IV atau 1/5-2/5
 Pasien masih bisa meneran
Rule of Three
Kegagalan - 3 tarikan pada 3 kontraksi tidak ada kemajuan
vakum - 3 kali lepas
- Setelah 30 menit tidak ada kemajuan

Komplikasi
Induksi Persalinan
Usaha untuk menimbulkan prose persalinan (belum inpartu menjadi inpartu)

• Indikasi Darurat:
- HT gestational berat, komplikasi janin akut, IUGR berat, penyakit
maternal bermakna, korioamnionitis
• Indikasi Segera (Urgent)
- KPD saat aterm atau dekat aterm, DM tidak terkontrol, penyakit
isoimun saat aterm/dekat aterm
• Indikasi Tidak Segera (Non Urgent)
- Kehamilan post term, DM terkontrol, riwayat IUFD
Bishop score

Nilai Bishop ≥ 6
• Bisa berhasil induksi dan persalinan pervaginam
Nilai Bishop <6
• Seleksi pasien untuk induksi persalianan dengan letak vertex
• Dipakai pada kehamilan 36 minggu atau lebih
Proses Induksi/Akselerasi
Kimia
 Prostaglandin E2 (PGE2) gel atau pesarium
 Prostaglandin E1 (PGE1): misoprostol atau
cytotec tab 100-200 mcg

Membrane
 Oksitosin IV

Stripping
 Protokol dosis rendah (1 – 4 mU/menit)
atau dosis tinggi (6 – 40 mU/menit)

Mekanik
• Kateter Transservikal (Kateter Foley)
• Dilator Servikal Higroskopik (Batang
Laminaria)
• Stripping membrane Kateter Foley
• Induksi Amniotomi Transervikal
• Stimulasi puting susu
Induksi Persalinan
Oksitosin Misoprostol
• 2.5 - 5 unit Oksitosin dilarutkan dalam 500 ml kristaloid • Intravagina dosis 25µg pada
dan diberikan dengan dosis awal 10 tetes per menit. fornix posterior dan dapat
• Naikkan jumlah tetesan sebesar 10 tetes permenit diulang pemberian setelah 6
setiap 30 menit sampai tercapai kontraksi uterus yang jam bila kontraksi uterus
adekuat. masih belum terdapat.
• Jika terjadi hiperstimulasi (lama kontraksi > 60 detik • Bila dengan dosis 2 x 25 µg
atau lebih dari 4 kali kontraksi per 10 menit) hentikan masih belum terdapat
infus dan kurangi hiperstimulasi dengan pemberian: kontraksi uterus, berikan
• Terbutalin 250 mcg IV perlahan selama 5 menit ulang dengan dosis 50µg.
atau
• Dosis maks adalah 4 x 50 µg
• Salbutamol 5 mg dalam 500 ml cairan RL 10 tetes ( 200 µg )
permenit
Penyebab Persalinan Macet
Kala 1 Kala 2

• Gangguan His/ Power: • Distosia bahu


• Inersia uteri persalinan lama • Kala II memanjang
• Kontraksi uterus hipertonik
• Inkoordinasi kontraksi uterus
• Gangguan Passage
• Disproprosi kepala-panggul
• Gangguan Passenger
• Malposisi, malpresentasi
• Disproporsi kepala-panggul
Permasalahan di Kala 3 dan 4

Kala 3 Kala 4

• Retensio Plasenta • Perdarahan Post


partum
• Atonia uteri (Tone)
• Robekan (Tissue)
• Jaringan (Tissue)
• Faktor koagulasi
(thrombin)
Distosia ec. Kelainan Tenaga
His Normal: mulai dari fundus menjalar ke korpus, dominasi di fundus dan disertai
relaksasi yang merata
• Jenis Kelainan His
- Inersia Uteri (Kontraksi Uterus Hipotonik)
• His lemah, pendek, jarang  tidak adekuat untuk mebuka serviks dan mendorong janin
- His terlalu kuat (Kontraksi Uterus Hipertonik)
• His terlalu kuat dan terlalu efisien sehingga persalinan terlalu cepat
- Incoordinate uterine contraction
• Tidak ada koordinasi antara kotraksi bagian atas, tengah dan bawah; tidak ada dominasi fundus
• Faktor predisposisi
- Primigravida, terutama primi tua
- Kelainan letak janin/disporposi fetopelviks
- Peregangan rahim yang berlebihan: gemeli, hidramnion
Distosia Bahu
• Keadaan dimana setelah kepala dilahirkan, bahu anterior tidak dapat lewat di bawah
simfisis pubis
• Faktor penyebab terbanyak : makrosomia (Ibu dengan DM/obesitas, kehamilan postterm)

Penegakkan Diagnosis
• Kesulitan melahirkan wajah dan dagu
• “Turtle sign”  Kepala bayi melekat erat di vulva
atau bahkan tertarik kembali
• Kegagalan paksi luar kepala bayi
• Kegagalan turunnya bahu

Turtle Sign
Tatalaksana
Manuver
McRoberts

Penekanan Suprapubis
(Anterior Shoulder
Disimpaction – Manuver
Massanti)
Rotasi Internal Melahirkan lengan posterior
(Wood Maneuver) (Manual removal of posterior
arm – Manuver Schwartz)

Komplikasi
• Cedera Pleksus brakhialis (C5-T1)
• Fraktur humerus dan klavikula
• Hipoksia bayi
• Perdarahan post partum
• Robekan perineum derajat 3-4
• Ruptur uteri
• Fistula rektovaginal
Prolaps Tali Pusat Faktor resiko

• Tali pusat keluar dari uterus sebelum janin Multiparitas, BBL < 2500 gram, prematur, presentasi
• Khas  pada VT teraba denyut sungsang, polihidramnion, plasenta letak rendah

Occult prolapse Tali pusat terkemuka Tali pusat menumbung


Tali pusat di samping Tali pusat di samping Tali pusat di samping
kepala/pelvis, tidak dalam kepala/pelvis, teraba lebih kepala/pelvis, teraba lebih
jangkauan jari saat VT rendah dari bagian bawah janin, rendah dari bagian bawah janin,
ketuban intak (+) ketuban intak (-)
Algoritma Tatalaksana

Knee chest position


HIPERTENSI DALAM
KEHAMILAN
Hipertensi pada Kehamilan SKDI

Peningkatan tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolic
pada dua kali pemeriksaan berjarak 4-6 jam pada wanita yang sebelumya normotensi

Waktu Muncul Proteinuria Keterangan


Hipertensi Kronik Sebelum kehamilan (-) Menetap setelah persalinan
Superimposed Sebelum UK 20 (+1) Ada riwayat hipertensi kronik
Preeklampsia minggu
Hipertensi Setelah UK 20 minggu (-) Hilang setelah persalinan
Gestasional
Preeklampsia Tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik/90 mmHg diastolic +
Protein urin >300 mg dalam 24 jam; atau tes urin dipstick positif 1

Preeklampsia Berat Tekanan darah > 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu +
Tes celup urin menunjukkan proteinuria +2 atau pemeriksaan protein kuantitatif
menunjukkan hasil > 5g/24 jam; atau disertai keterlibatan organ lain:
Eklampsia
Manifestasi Klinis
• Diawali gejala prodromal eklampsia  Nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan,
muntah-muntah, nyeri ulu hati
• Kejang umum atau koma
• Tidak ada kemungkinan penyebab lain (misal epilepsi, SAH, meningitis)

Komplikasi
• Ibu :
Sianosis, aspirasi, perdarahan otak dan kegagalan jantung, lidah tergigit,
perdarahan/ablasio retina
• Janin :
Asfiksia mendadak akibat spasme pembuluh darah, solusio plasenta, persalinan prematur
Tatalaksana
• Tatalaksana definitive  Persalinan, berapapun usia kehamilan
• Memperhatikan ABC dan stabilisasi tanda vital
MgSO4 intravena

Dosis Awal 4 g (10 ml MgSO4 40% dalam 10 cc aquades) selama 20 menit

Dosis rumatan 6 g MgSO4 (15 ml MgSO4 40%, larutkan dalam 500 ml larutan Ringer Laktat/ Ringer
asetat) 28 tetes/ menit selama 6 jam dan diulang hingga 24 jam setelah persalinan atau
kejang berakhir

MgSO4 intramuskular

Dosis Awal 5 g MgSO4 50% IM di kuadran superolateral gluteus kiri dan kanan

Dosis rumatan 5 g MgSO4 50% IM di kuadran superolateral gluteus bergiliran setiap 4 jam, dan diulang
hingga 24 jam setelah persalinan atau kejang berakhir
Ringkasan
Preeklampsia PEB Superimposed HT HT Kronis
ringan PE Gestasional
TD ≥ 140/90 TD ≥ 160/110 HT sebelum UK 20 TD ≥ 140/90 TD ≥ 140/90
setelah UK 20 setelah UK 20 minggu setelah UK 20 sebelum
minggu minggu minggu kehamilan
Dan Dan Dan Tanpa Atau
Proteinuria ≥ 300 Proteinuria ≥ 2 Onset baru Proteinuria TD tinggi sebelum
mg/24 jam atau ≥ gr/24 jam atau ≥2+ proteinuria 300 UK 20 minggu
1+ pada urin mg/24 jam pada
tamping 24 jam kehamilan
Atau Atau
Terganggunya HT dan proteinuria TD kembali normal TD persisten
fungsi organ sejak < 20 minggu < 12 minggu sampai > 12
postpartum minggu post
partum
Tatalaksana PreEklampsia & Eklampsia
Antihipertensi
 Ibu dengan HT berat perlu mendapat terapi anti HT
 Ibu dengan terapi anti HT saat antenatal  lanjutkan hingga persalinan
 Anti HT dianjurkan untuk HT berat pasca persalinan
- DOC: nifedipin, nikardipin, dan metildopa
- Kontra Indikasi: ARB inhibitor, ACE inhibitor dan klortiazid

Pemberian Magnesium Sulfat Syarat Pemberian MgSO4


 Loading Dose • RR > 16x/menit
 Injeksi 4 g IV bolus (MgSO4 20%) 20 • Refleks patella (+)
• Urin output >100 cc/ 4 jam
cc selama 5 menit (Jika tersedia atau >0,5 ml/kgBB/jam
MgSO4 40% berikan 10 cc • Tersedia Ca Glukonas 10%
diencerkan dengan 10 cc aquadest) (sebagai antidotum)
Pilihan Anti Hipertensi
Contoh Resep PreEklampsia & Eklampsia
Contoh : Ny. Cinta 25 tahun UK 25 minggu dengan PE

dr. Angela
Jl. Jambu no 88
SIP. 190244582910
Semarang, 29 Agustus 2020

R/ Metildopa 500 mg tab no. X


S 2 dd tab I

Pro : Ny. Cinta


Usia : 25 tahun
HELLP SYNDROME (Hemolysis, ELevated
liver enzyme, Low Platelet count)
Hemolysis (at least two of these)
• Abnormal peripheral smear (schistocytes, burr cell, echinocytes, etc)
• Increased total bilirubin (mostly indirect) > 1.2 mg/dl
• Low serum haptoglobin level
• Drop in hemoglobin level unrelated to blood loss

Elevated liver enzymes


• Increased transaminases (AST and ALT> 70 IU/L
• Increased lactate dehydrogenase > 600 IU/L
• Increased total bilirubin > 1.2 mg/dl
Thrombocytopenia
• Platelet count < 100.000 – 150.000
Tatalaksana
Algoritma terminasi
kehamilan
preeklampsia
Tatalaksana Khusus

Edema paru
• Edema paru: sesak napas, hipertensi, batuk berbusa, ronki basah halus pada basal
paru pada ibu dengan PEB
• Tatalaksana
 Posisikan ibu dalam posisi tegak
 Oksigen
 Furosemide 40 mg IV
• Bila produksi urin masih rendah (<30 ml/jam dalam 4 jam) pemberian
furosemid dapat diulang.
• Ukur Keseimbangan cairan. Batasi cairan yang masuk

HELLP syndrome: terminasi kehamilan


Algoritma manajemen ekspektatif
Pemantauan
Komplikasi hipertensi pada kehamilan
Pada Ibu
• Kejang (eklampsia)
Pada Janin
• HELLP Syndrome
• PJT akibat penurunan
• Solusio plasenta
perfusi ke uterus & plasenta
• Oligohidramnion
• Oksigenasi fetal rendah
dampak neurologis
Hiperemesis Gravidarum SKDI

Mual muntah berlebihan yang terjadi pada awal kehamilan  menyebabkan keadaan
dehidrasi, gangguan asam-basa, dan elektrolit
Penegakkan Diagnosis
• Mual muntah berat, dehidrasi, ketidak seimbangan elektrolit
• Berat badan turun >5% dari berat sebelum hamil
• Dapat disertai ketonuria
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Lemah, penurunan nafsu Apatis, nadi cepat dan kecil, Gangguan kesadaran (delirium-
makan dan BB, nyeri oliguria, keton (+), nadi 100- koma), ikterus, sianosis,
epigastrium, nadi 100x/menit, 140 x/menit, bilirubin urin (+) nistagmus
tanda dehidrasi
Tatalaksana
• Pertahankan kecukupan nutrisi ibu
• Anjurkan istirahat
• Doksilamin 10 mg + vitamin B6 4 tablet/hari
• Dapat ditambahkan dimenhidrinat 50-100 mg PO atau sup, 4-6 kali sehari; atau
Prometazin 5-10 mg 3-4 kali/hari PO atau supp
• Bila belum teratasi tapi tidak dehidrasi, dapat ditambahkan :
 Klorpromazin 10-25 mg per oral atau 50-100 mg IM tiap 4- 6 jam
 Prometazin 12,5-25 mg per oral atau IM tiap 4-6 jam
 Metoklopramid 5-10 mg per oral atau IM tiap 8 jam
 Ondansetron 8 mg per oral tiap 12 jam
Bila terjadi tanda dehidrasi, pasang kanula intravena dan berikan cairan sesuai dengan
derajat hidrasi ibu dan kebutuhan cairannya, lalu:
 Berikan suplemen multi vitamin IV
 Berikan dimenhidrinat 50 mg dalam 50 ml NaCl 0,9% IV selama 20 menit, setiap 4-6 jam
sekali
 Bila perlu, tambahkan salah satu obat berikut ini:
 Klorpromazin 25-50 mg IV tiap 4-6 jam
 Prometazin 12,5-25 mg IV tiap 4-6 jam
 Metoklopramid 5-10 mg tiap 8 jam per oral
 Bila perlu, tambahkan Metilprednisolon 15-20 mg IV tiap 8 jam; atau Ondansetron 8 mg
selama 15 menit IV tiap 12 jam atau 1 mg/ jam terus-menerus selama 24 jam
Perdarahan Awal Kehamilan
Early pregnancy
hemorrage

ABORTUS MOLA KET

TFU > UK, Nyeri goyang


USG:honeycomb
appearence portio (+)

Plano test
(+)
Abortus
Kematian janin dalam kandungan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin
< 500 gram (WHO : < 22 minggu)
Penegakkan Diagnosis
• Adanya perdarahan pervaginam (mulai bercak hingga
jumlah banyak)
• Perut nyeri dan kaku
• Pengeluaran sebagian atau seluruh hasil konsepsi
• Serviks dapat terbuka/tertutup
• Ukuran uterus tidak sesuai usia kehamilan

Pemeriksaan Penunjang
USG  memastikan ada tidaknya sisa jaringan dan
menentukan tindakan selanjutnya
Klasifikasi Abortus

Tatalaksana Umum
• Periksa tanda-tanda syok
• Bila terdapat tanda-tanda sepsis/dugaan
abortus dengan komplikasi, diberikan
kombinasi antibiotika sampai ibu bebas
demam 48 jam (pilih salah satu) :
 Ampicillin 2 g IV/IM kemudian 1 g
setiap 6 jam
 Gentamisin 5 mg/kgBB IV setiap 24
jam
 Metronidazole 500 mg IV tiap 8 jam
• Segera rujuk ke rumah sakit
Tatalaksana Missed Abortion

Usia Kehamilan < 12 minggu • Evakuasi dengnan AVM atau sendok kuret

Usia Kehamilan 12-16 minggu • Pastikan serviks terbuka, bila perlu lakukan pematangan serviks
sebelum dilatasi dan kuretase
• Evakuasi dengan tang abortus dan sendok kuret

Usia Kehamilan > 16 minggu • Lakukan pematangan serviks


• Lakukan evakuasi dengan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml
NaCl 0,9%/Ringer laktat dengan kecepatan 40 tetes/menit
hingga terjadi ekspulsi hasil konsepsi
• Bila dalam 24 jam evakuasi tidak terjadi, evaluasi kembali
sebelum merencanakan evakuasi lebih lanjut
Jenis Abortus lain
Abortus Rekuren
• Abortus spontan berturut-turut selama 3 kali atau lebih
• Penyebab: anomali kromosom
Abortus Septik
• Komplikasi dari abortus kriminalis
 Tanda dan Gejala
• Demam
• Sekret vagina berbau
• AL > 11 ribu atau <4 ribu
• Dapat terjadi syok septik
• Terapi
 Evakuasi segera produk konsepsi, spectrum luas parenteral, tangani syok jika
terjadi
Mola Hidatidosa
Penyakit trofoblastik gestasional dimana terjadi perubahan hidropik pada vili korionik akibat proliferasi
trofoblas
Klasifikasi
Mola Hidatidosa Komplit Mola Hidatidosa Parsial

Perdarahan pervaginam Perdarahan pervaginam


Mual muntah hebat Mual muntah lebih ringan
Ukuran uterus lebih besar dari seharusnya Ukuran uterus kecil/sesuai usia
Peningkatan hCG 100.000 mIU/mL Peningkatan hCG tidak terlalu tinggi
DJJ (-)  janin tidak terbentuk DJJ (+)/(-)  janin seringkali terbentuk
Kariotipe 46, XX atau XY Kariotipe 69, XXY atau XXX
Lebih sering komplikasi keganasan Jarang komplikasi keganasan
Pemeriksaan Penunjang
• Darah lengkap, beta hCG kuantitatif
• Diagnostik  USG

Komplit
Honeycomb/ Parsial
snow storm appearance * = hasil konsepsi

Karakteristik Komplit Parsial


Jaringan embrionik (-) (+) tidak sempurna
Pembengkakakn hidatidiform vili korionik Difus Fokal
Hiperplasi tropoblas Difus Fokal
Scaloping korionik (-) (+)
Inklusi stroma tropoblas (-) (+)
Tatalaksana
• Suction dan kuretase dengan kuret tumpul  dilakukan pemeriksaan PA pada seluruh
jaringan
• Setelah 7-10 hari  dilakukan kuret tajam
• Mencegah kehamilan minimal 1 tahun

Pemantauan
• Pemeriksaan HCG serum tiap 2 minggu
• Bila menetap/naik dalam 2x pemeriksaan berurut-turut  dirujuk untuk kemoterapi
• HCG urine yang belum negative setelah 8 minggu  dirujuk
• Setelah hCG normal  cek tiap bulan selama 6 bulan, kemudian tiap 2 bulan selama 1
tahun
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Kehamilan yang terjadi di luar kavum uteri

GEJALA DAN TANDA


• Riwayat terlambat haid/gejala & tanda hamil
• Akut abdomen
• Perdarahan pervaginam (bisa tidak ada)
• Nyeri goyang porsio
• Keadaan umum: bisa baik hingga syok dan
penurunan kesadaran
• Kadang disertai febris

Sivalingam VN. Diagnosis and management of ectopic pregnancy. 2011


KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

TATALAKSANA
• Restorasi cairan tubuh dengan cairan
kristaloid NaCl 0,9% atau RL (500 Ml
dalam 15 menit pertama) atau 2 L
dalam 2 jam pertama
• Segera rujuk ke RS

Panduan Pengelolaan Persalinan Preterm. POGI.2011


Malpresentasi Janin
1. Situs/letak (Lie) : hubungan sumbu panjang janin
dan ibu.
a. Situs memanjang atau membujur.
b. Situs melintang
c. Situs miring
Malpresentasi Janin

2. Habitus/sikap (attitude)
Hubungan antara bagian janin satu dengan
yang lainya.
Contoh : extensi penuh

3. Position
Hubungan antara bagian tertentu fetus (ubun-ubun
kecil, dagu, mulut, sakrum, punggung) dengan
bagian kiri, kanan, depan, belakang atau lintang
terhadap jalan lahir.
Left occiput transverse
Malpresentasi Janin

4. Presentasi (presentation) : bagian


terbawah dari janin.
Contoh : presentasi bahu, bokong, kepala,
dahi, muka.
Malpresentasi Janin
Presentasi kepala, terdiri atas :
• Vertex presentation (letak
belakang kepala)
• Sincipital presentation (letak
puncak)
• Brow presentation
(presentasi dahi)
• Face prentation (presentasi
muka)
Letak Lintang

• Sumbu panjang tegak lurus atau hamper tegak lurus dengan panjang ibu.
• Bahu menjadi bagian terendah, disebut juga presentasi bahu/acromion.
Diagnosa
• Perut melebar ke samping
• Palpasi : bagian besar (kepala dan bokong) teraba di samping, fundus dan bagian
bawah rahim kosong.

• Persalinan akan macet.


• Lakukan versi luar bila permulaan inpartu dan ketuban intak.
• Bila ada kontraindikasi versi luar atau versi luar gagal lakukan SC
• Lakukan pengawasan terhadap prolapse funiculi dan ruptur uteri.
A. Dorsoanterior
B. Dorsoposterior
PRESENTASI DAHI
keadaan dimana kedudukan kepala berada diantara fleksi maksimal dan defleksi maksimal
• Pada umumnya merupakan kedudukan yg sementara dan
sebagian besar akan berubah menjadi presentasi muka atau
belakang kepala
• Penyebabnya CPD, janin besar, anensefal, tumor didaerah
leher,multiparitas dan perut gantung
Diagnosis : diraba sutura frontalis, pakal hidung dan lingkaran
orbita. Mulut dan dagu tidak dapat diraba.
• Biasanya penurunan dan persalinan macet. Konversi kearah
verteks atau muka jarang terjadi. Persalinan spontan dapat
terjadi jika bayi kecil atau mati dgn maserasi
• Bila janin hidup lakukan SC
• Bila janin mati, pembukaan belum lengkap  SC
• Bila pembukaan lengkap  lakukan embriotomi
Irmansyah, Frizar. Malpresentasi dan Malposisi
Presentasi Muka
SKDI

Kepala dalam kedudukan defleksi maksimal sehingga occiput


tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah
menghadap kebawah
Etiologi
Penggul sempit, janin besar, multiparitas, lilitan tali pusat
Diagnosis
• Palpasi  teraba kepala sangat menengadah, cekung punggung
kepala sangat menudik, belakang kepala sangat menonjol
• Pemeriksaan dalam  teraba dagu, mulut, hidung, orbita

Tatalaksana Dagu anterior Dagu posterior


• Persalinan pervaginam Sectio Caesaria
• Bila kemajuan persalinan lambat dapat
diberikan oksitosin; dapat dibantu forceps
SKDI
Letak Sungsang Faktor Resiko
Prematuritas, gemelli, hidramnion,
Janin terletak memanjang dengan kepala di fundus
hydrocephalus, plasenta previa, CPD
ateri dan bokong di bagian bawah cavum uteri

Bokong Murni Bokong kaki Bokong Sempurna

Pinggul FLEKSI
Lutut Keduanya ekstensi 1 ekstensi, 1 fleksi Keduanya fleksi
Cara pertolongan partus

Bracht spontan Lovset Maneuver

Mauriceau Maneuver
(melahirkan kepala)
Tatalaksana

Zatuchni Andros Score Persalinan pervaginam hanya bila

Skor untuk menilai keberhasilan persalinan • Persalinan sudah maju dan pembukaan
sungsang secara pervaginam sudah lengkap
• Bayi preterm yang kemungkinan hidup kecil
• Bayi kedua pada kehamilan kembar

Sectio Caesaria direkomendasikan pada


• Presentasi bokong pada primigravida
• Double footling breech
• Pelvis kecil/malformasi
• Janin sangat besar
• Bekas SC dengan indikasi CPD
Skor <= 3  disarankan untuk SC

Anda mungkin juga menyukai