Obsgyn 1
Obsgyn 1
Hodge 1 Hodge 3
Pada tepi atas simfisis Sejajar spina ischiadica
Hodge 2 Hodge 4
Pada tepi bawah simfisis Ujung bawah os coccygeus
Penurunan Kepala Janin
Periksa luar Periksa dalam Keterangan
5/5 H1 Kepala diatas PAP, mudah digerakkan
4/5 H 1-2 Sulit digerakkan, bagian terbesar kepala
belum masuk panggul
3/5 H 2-3 Bagian terbesar kepala sudah masuk
panggul
2/5 H3 Bagian terbesar kepala sudah masuk
panggul
1/5 H 3-4 Kepala didasar panggul
0/5 H4 perineum
Kriteria Panggul Sempit
• Pintu atas panggul • Pintu tengah panggul
• Diameter transversa < 11 cm • Distansia interspinarum <9,5 cm
• Diameter anteroposterior < 10 cm • Pintu Bawah Panggul
• Konjugata diagonalis < 11,5 cm • Distansia intertuberosum < 8 cm
• Distansia anteroposterior < 11,5 cm
• Konjugata vera < 9,5 cm • Distansia intertuberosum + diameter
sagital posterior < 15 cm
Tanda Kehamilan Presumptif
1. Mual dan muntah
Morning sickness → >> estrogen dan beta HCG, << motilitas gaster pagi hari memberat dengan
bau menusuk, emosi tidak stabil.
Beri makanan ringan mudah dicerna
2. Rasa kencang dan nyeri pada payudara
Pembesaran payudara, vaskularisasi bertambah banyak, proliferasi asinus dan ductus.
Pengaruh estrogen dan progesterone
3. Amenorrhea
Penyebab lain : ketidakseimbangan ovarium hipofisis, stres, obat-obatan, penyakit kronis
A. Linea nigra
B. Striae gravidarum
Chadwick’s sign
Tanda Kehamilan Definite
DJJ • Laenec (UK 17-18 minggu)
• Doppler (UK 12 minggu)
Rontegenografi • Tulang tampak 12-14 minggu
• Jika terdapat keragu-raguan dan mendesak
Rumus: Rumus:
(tanggal HPHT), (Bulan (tanggal HPHT+ (siklus-21)), (Bulan
HPHT-3), (tahun HPHT +1) HPHT-3), (tahun HPHT +1)
Rumus McDonald
Taksiran usia kehamilan Taksiran Berat Janin
• Ukur simfisis pubis hingga TFU dengan • TBJ = (TFU – n) x 155 gram
pita meter n=12 (kepala belum masuk PAP)
• Usia Kehamilan (minggu) n=11 (kepala sudah masuk PAP)
= Tinggi Fundus x 8 : 7
Rumus Bartholomew
CATATAN PRANATAL
Nuligravida:
Pasien yang saat ini tidak hamil dan belum pernah hamil sebelumnya
Perawatan Gravida:
Antenatal
Pasien yang sedang hamil saat ini atau, sudah pernah hamil sebelumnya,
tanpa memandang outcome kehamilannya
Nulipara:
- Awal Wanita yang tidak pernah menyelesaikan kehamilannya melewati uk 20
- Lanjutan minggu (abortus / kehamilan ektopik) atau tidak pernah hamil sebelumnya
Primipara:
Wanita yang telah melahirkan 1 kali, baik dengan janin hidup atau mati
dengan usia kehamilan ≥ 20 minggu
Multipara:
Wanita yang telah melahirkan lebih dari 1 kali, baik dengan janin hidup atau
mati dengan usia kehamilan ≥ 20 minggu
DURASI KEHAMILAN NORMAL
Durasi rerata kehamilan yang dihitung
dari HPHT hampir mendekati 280 hari
atau 40 minggu
Perkiraan hari lahir biasanya dihitung
dengan rumus Naegele jika siklus haid
teratur
Kehamilan dibagi menjadi 3 periode:
Trimester 1 sampai uk 14 minggu
Trimester 2 sampai uk 28 minggu
Trimester 3 uk 29 minggu s/d 42
minggu
Anamnesis
1. Memastikan Identitas Pasien, 3. Menanyakan riwayat penyakit
termasuk usia dahulu / saat ini :
6. Menanyakan riwayat kehamilan
• Usia < 20 tahun atau > 35 tahun •Tekanan darah tinggi diastolik
sebelumnya:
• Status pernikahan ≥90mmHg
•Cara persalinan sebelumnya
•kelainan darah, imunitas, kelainan
•IUFD atau stillbirth
tulang belakang
2. Menanyakan Keluhan saat ini: •keguguran berturut-turut ≥3 kali
•keganasan
TS 1 -Tanda kehamilan, mual muntah, •berat bayi lahir <2500 gr atau >4000
•epilepsi
pusing gram
•isoimunisasi Rh (-)
TS 3 – kontraksi palsu, nyeri perut, cepat •kembar
•penyakit paru: asma, TBC
lelah, gerak anak, ppv, adanya tanda •hipertensi/preeklampsia/eklampsia
•penyakit jantung
bahaya, mis. sesak/demam/pandangan •diabetes mellitus
•penyakit ginjal
kabur/kejang •riwayat perdarahan saat melahirkan
•penyakit diabetes mellitus, tiroid
Resiko tinggi IMS •operasi Caesar
•riwayat Pengguna narkoba
Pola makan •operasi ginekologi
•Penyakit HIV, sifilis, hepatitis B dan C
Kondisi psikologi
KDRT 4. R. HPHT (rumus naegele) 7. Menanyakan riwayat kontrasepsi
Kebiasaan merokok - alkohol 5. R. pernikahan (berapa kali dan yang pernah digunakan
berapa lama)
Pemeriksaan Fisik
1. Memastikan tanda vital jika didapatkan nilai yang abnormal
2. Memastikan status nutrisi :
• Keadaan umum
• TB ibu <145 cm
• Kesadaran compos mentis
• BB naik >2kg dalam 1 bulan pada trimester I
• TD > 130/90 mmHg, TD < 90/60 mmHg
• BB tidak naik sama sekali pada trimester II-III
• N > 90x/menit, atau N< 60x/menit
• BMI > 30
• RR > 24x/menit
• LILA <23,5 cm
• T > 37,2oC
Triple elimination
Antenatal Care
Sikap Sikap
Langkah 2 (inpartu
kala 1 / 2)
(belum
inpartu)
- VT / PDV
Sikap pengawasan:
Langkah 3 Sikap utama /
antara - Pengawasan 10 - Versi luar
- Akhiri kehamilan
- Pengawasan 9
A. Kehamilan :
- Induksi persalinan Sikap antara :
Sikap utama :
- Bedah sesar / histerotomi - VT / PDV
B. Persalinan - Tunggu / evaluasi
- Amniotomi
- Pervaginam : versi ekstraksi, ekstraksi - Pimpin mengejan
- Versi luar
bokong / kaki, ekstraksi vakum / forseps - Akhiri persalinan
- Partus percobaan
- Perabdominam : bedah sesar /
histerotomi
Kala 1 Kala 2
Dilakukan pengawasan 10 : Dilakukan pengawasan 9 :
1. KU 1. KU
2. His 2. His
3. Tekanan darah 3. Tekanan darah
4. Djj 4. Djj
5. Nadi 5. Nadi
6. Ppv 6. Ppv
7. Pernafasan 7. Pernafasan
8. Bandle ring 8. Bandle ring
9. Suhu 9. Suhu
[Link]-tanda inpartu kala II
Partus Normal
Partus normal adalah partus : Partus fisiologis : sama dengan
o dengan kekuatan ibu sendiri (spontan) partus normal, dimana ibu
o bayi tunggal, hidup, intra uterine berusia 20-30 tahun, dengan
paritas < 5
o genap bulan
o letak belakang kepala
o berat bayi lahir 2500 – kurang dari 4000
gram
o berlangsung kurang dari 18 jam
o tidak ada komplikasi pada kala I, II, III, dan IV
Indikasi SC
1. Fetal distress
2. Plasenta previa totalis
3. Panggul sempit:
4. Sudah pernah SC 2x
5. Letak lintang
6. Tumor yang menghalangi jalan lahir
7. Pada kehamilan sesudah operasi vaginal (misal operasi fistel)
8. Ibu menderita herpes genitalis
9. Ada indikasi mengakhiri persalinan dimana syarat pervaginam tak terpenuhi,
atau cara pervaginam gagal
[Link] posterior
[Link] ganda
Engaged
Descent
Flexion
Internal rotation
Cardinal
Extention
Movement External rotation
Expulsion
1. INFORMASI TENTANG IBU
Partograf
• Lengkapi identitas,waktu kedatangan, catat waktu KK pecah
2. KEADAAN JANIN
• Alat untuk memantau kemajuan • Dicatat DJJ , Air Ketuban , Penurunan Kepala Janin.
A) DJJ catat tiap 30’ (lebih sering bila FD)
persalinan dan membantu
B) Warna Air Ketuban
menentukan keputusan dalam
Nilai warna air ketuban dengan VT, catat dibawah lajur DJJ
penatalaksanaan U ketuban Utuh (belum pecah)
• Alat bantu yg digunakan selama J Ketuban sudah pecah, warna jernih
M Ketuban sudah pecah, warna kecoklatan bercampur mekoniun
fase aktif persalinan.
D Ketuban sudah pecah bercampur darah
• Catatan grafik mengenai K Ketuban sudah pecah dan kering
kemajuan persalinan untuk C) Molase ( Penyusupan Kepala Janin )
memantau keadaan ibu dan janin. Sebagai indikator penting untuk menilai seberapa jauh kepala bayi
bisa menyesuaikan dengan tulang panggul ibu. Skor yang dipakai
• Sebagai alat bantu yg tepat 0 Tulang cranium janin terpisah ,sutura mudah melewati Panggul
untuk memantau keadaan janin 1 Tulang kepala janin hanya saling bersentuhan
dan ibu selama dalam proses 2 Tulang kepala janin saling tumpamg tindih , tapi masih dapat
dipisahkan
persalinan 3 Tulang kepala janin tumpang tindih , tidak dapat dipisahkan
Partograf
3. KEMAJUAN PERSALINAN
• Dicatat lajur kedua dalam Partograf Pencatatan selama fase aktif persalinan dimulai
A) Pembukaan serviks digaris waspada.
Dicatat tiap 4 jam ( dilakukan lebih sering bila Jika pembukaan mengarah ke sebelah kanan
ada tanda penyulit ). garis waspada (pembukaan kurang dari
Catat dengan tanda X. 1cm/jam) maka harus dipertimbangkan adanya
penyulit .
B) Penurunan terbawah janin Pertimbangkan dirujuk jika berada di Faskes
Diperiksa tiap 4 jam, lebih sering kalau ada Primer.
penyulit. • Garis BERTINDAK tertera sejajar garis Waspada
C) GARIS WASPADA dan GARIS BERTINDAK Jika pembukaan seviks berada disebelah kanan
• Garis WASPADA dimulai pada Pembukaan garis bertindak , maka Persalinan harus diakhiri.
serviks 4 cm. Dan berakhir pada titik dimana
pembukaan 1 cm perjam.
Partograf
4. JAM DAN WAKTU 6. OBAT OBATAN DAN CAIRAN YANG
A) Waktu fase aķtif mulainya persalinan DIBERIKAN
Disediakan kotak yg diberi angka 1 - 16, Dibawah lajur kotak observasi kontraksi
setiap kotak menyatakan jam. uerus tertera lajur kotak untuk mencatat
B) Waktu aktual saat pemeriksaan Oksitosin dan obat-obatan lainnya,
dilakukan
Dibawah lajur kotak , tertera kotak untuk 7. KESEHATAN DAN KENYAMANAN IBU
mencatat watu aktual periksa. Dilakukan pencatatn TTV ibu (nadi per 1/2
jam, suhu per 2 jam, TD per 4 jam),
5. KONTRAKSI UTERUS volume urin, protein dan aseton urin per
2 jam.
Dibawah lajur waktu , terdapat lajur kotak
dengan tulisan “kontraki per 10 menit:”
Setiap kotak menyatakan satu kontraksi.
Partograf
Partograf
Halaman 2
Asuhan Persalinan Normal
KALA I
Parameter Frekuensi pada fase laten Frekuensi pada fase aktif
Indikasi Episiotomi:
• Perineum rigid
• Pertolongan persalinan kala II primi
• Patologi (tumor, sikatrik)
• Indikasi tertentu: bayi besar, distosia
bahu, forceps, gawat janin
Kala III
Injeksi Oksitosin
• Injeksi oksitosis 10 unit IM pada 1/3 bawah paha kanan bagian luar
Masase Uteri
• Cek tonus uteri
Komplikasi
Induksi Persalinan
Usaha untuk menimbulkan prose persalinan (belum inpartu menjadi inpartu)
• Indikasi Darurat:
- HT gestational berat, komplikasi janin akut, IUGR berat, penyakit
maternal bermakna, korioamnionitis
• Indikasi Segera (Urgent)
- KPD saat aterm atau dekat aterm, DM tidak terkontrol, penyakit
isoimun saat aterm/dekat aterm
• Indikasi Tidak Segera (Non Urgent)
- Kehamilan post term, DM terkontrol, riwayat IUFD
Bishop score
Nilai Bishop ≥ 6
• Bisa berhasil induksi dan persalinan pervaginam
Nilai Bishop <6
• Seleksi pasien untuk induksi persalianan dengan letak vertex
• Dipakai pada kehamilan 36 minggu atau lebih
Proses Induksi/Akselerasi
Kimia
Prostaglandin E2 (PGE2) gel atau pesarium
Prostaglandin E1 (PGE1): misoprostol atau
cytotec tab 100-200 mcg
Membrane
Oksitosin IV
Stripping
Protokol dosis rendah (1 – 4 mU/menit)
atau dosis tinggi (6 – 40 mU/menit)
Mekanik
• Kateter Transservikal (Kateter Foley)
• Dilator Servikal Higroskopik (Batang
Laminaria)
• Stripping membrane Kateter Foley
• Induksi Amniotomi Transervikal
• Stimulasi puting susu
Induksi Persalinan
Oksitosin Misoprostol
• 2.5 - 5 unit Oksitosin dilarutkan dalam 500 ml kristaloid • Intravagina dosis 25µg pada
dan diberikan dengan dosis awal 10 tetes per menit. fornix posterior dan dapat
• Naikkan jumlah tetesan sebesar 10 tetes permenit diulang pemberian setelah 6
setiap 30 menit sampai tercapai kontraksi uterus yang jam bila kontraksi uterus
adekuat. masih belum terdapat.
• Jika terjadi hiperstimulasi (lama kontraksi > 60 detik • Bila dengan dosis 2 x 25 µg
atau lebih dari 4 kali kontraksi per 10 menit) hentikan masih belum terdapat
infus dan kurangi hiperstimulasi dengan pemberian: kontraksi uterus, berikan
• Terbutalin 250 mcg IV perlahan selama 5 menit ulang dengan dosis 50µg.
atau
• Dosis maks adalah 4 x 50 µg
• Salbutamol 5 mg dalam 500 ml cairan RL 10 tetes ( 200 µg )
permenit
Penyebab Persalinan Macet
Kala 1 Kala 2
Kala 3 Kala 4
Penegakkan Diagnosis
• Kesulitan melahirkan wajah dan dagu
• “Turtle sign” Kepala bayi melekat erat di vulva
atau bahkan tertarik kembali
• Kegagalan paksi luar kepala bayi
• Kegagalan turunnya bahu
Turtle Sign
Tatalaksana
Manuver
McRoberts
Penekanan Suprapubis
(Anterior Shoulder
Disimpaction – Manuver
Massanti)
Rotasi Internal Melahirkan lengan posterior
(Wood Maneuver) (Manual removal of posterior
arm – Manuver Schwartz)
Komplikasi
• Cedera Pleksus brakhialis (C5-T1)
• Fraktur humerus dan klavikula
• Hipoksia bayi
• Perdarahan post partum
• Robekan perineum derajat 3-4
• Ruptur uteri
• Fistula rektovaginal
Prolaps Tali Pusat Faktor resiko
• Tali pusat keluar dari uterus sebelum janin Multiparitas, BBL < 2500 gram, prematur, presentasi
• Khas pada VT teraba denyut sungsang, polihidramnion, plasenta letak rendah
Peningkatan tekanan darah sekurang-kurangnya 140 mmHg sistolik atau 90 mmHg diastolic
pada dua kali pemeriksaan berjarak 4-6 jam pada wanita yang sebelumya normotensi
Preeklampsia Berat Tekanan darah > 160/110 mmHg pada usia kehamilan > 20 minggu +
Tes celup urin menunjukkan proteinuria +2 atau pemeriksaan protein kuantitatif
menunjukkan hasil > 5g/24 jam; atau disertai keterlibatan organ lain:
Eklampsia
Manifestasi Klinis
• Diawali gejala prodromal eklampsia Nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan,
muntah-muntah, nyeri ulu hati
• Kejang umum atau koma
• Tidak ada kemungkinan penyebab lain (misal epilepsi, SAH, meningitis)
Komplikasi
• Ibu :
Sianosis, aspirasi, perdarahan otak dan kegagalan jantung, lidah tergigit,
perdarahan/ablasio retina
• Janin :
Asfiksia mendadak akibat spasme pembuluh darah, solusio plasenta, persalinan prematur
Tatalaksana
• Tatalaksana definitive Persalinan, berapapun usia kehamilan
• Memperhatikan ABC dan stabilisasi tanda vital
MgSO4 intravena
Dosis rumatan 6 g MgSO4 (15 ml MgSO4 40%, larutkan dalam 500 ml larutan Ringer Laktat/ Ringer
asetat) 28 tetes/ menit selama 6 jam dan diulang hingga 24 jam setelah persalinan atau
kejang berakhir
MgSO4 intramuskular
Dosis Awal 5 g MgSO4 50% IM di kuadran superolateral gluteus kiri dan kanan
Dosis rumatan 5 g MgSO4 50% IM di kuadran superolateral gluteus bergiliran setiap 4 jam, dan diulang
hingga 24 jam setelah persalinan atau kejang berakhir
Ringkasan
Preeklampsia PEB Superimposed HT HT Kronis
ringan PE Gestasional
TD ≥ 140/90 TD ≥ 160/110 HT sebelum UK 20 TD ≥ 140/90 TD ≥ 140/90
setelah UK 20 setelah UK 20 minggu setelah UK 20 sebelum
minggu minggu minggu kehamilan
Dan Dan Dan Tanpa Atau
Proteinuria ≥ 300 Proteinuria ≥ 2 Onset baru Proteinuria TD tinggi sebelum
mg/24 jam atau ≥ gr/24 jam atau ≥2+ proteinuria 300 UK 20 minggu
1+ pada urin mg/24 jam pada
tamping 24 jam kehamilan
Atau Atau
Terganggunya HT dan proteinuria TD kembali normal TD persisten
fungsi organ sejak < 20 minggu < 12 minggu sampai > 12
postpartum minggu post
partum
Tatalaksana PreEklampsia & Eklampsia
Antihipertensi
Ibu dengan HT berat perlu mendapat terapi anti HT
Ibu dengan terapi anti HT saat antenatal lanjutkan hingga persalinan
Anti HT dianjurkan untuk HT berat pasca persalinan
- DOC: nifedipin, nikardipin, dan metildopa
- Kontra Indikasi: ARB inhibitor, ACE inhibitor dan klortiazid
dr. Angela
Jl. Jambu no 88
SIP. 190244582910
Semarang, 29 Agustus 2020
Edema paru
• Edema paru: sesak napas, hipertensi, batuk berbusa, ronki basah halus pada basal
paru pada ibu dengan PEB
• Tatalaksana
Posisikan ibu dalam posisi tegak
Oksigen
Furosemide 40 mg IV
• Bila produksi urin masih rendah (<30 ml/jam dalam 4 jam) pemberian
furosemid dapat diulang.
• Ukur Keseimbangan cairan. Batasi cairan yang masuk
Mual muntah berlebihan yang terjadi pada awal kehamilan menyebabkan keadaan
dehidrasi, gangguan asam-basa, dan elektrolit
Penegakkan Diagnosis
• Mual muntah berat, dehidrasi, ketidak seimbangan elektrolit
• Berat badan turun >5% dari berat sebelum hamil
• Dapat disertai ketonuria
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Lemah, penurunan nafsu Apatis, nadi cepat dan kecil, Gangguan kesadaran (delirium-
makan dan BB, nyeri oliguria, keton (+), nadi 100- koma), ikterus, sianosis,
epigastrium, nadi 100x/menit, 140 x/menit, bilirubin urin (+) nistagmus
tanda dehidrasi
Tatalaksana
• Pertahankan kecukupan nutrisi ibu
• Anjurkan istirahat
• Doksilamin 10 mg + vitamin B6 4 tablet/hari
• Dapat ditambahkan dimenhidrinat 50-100 mg PO atau sup, 4-6 kali sehari; atau
Prometazin 5-10 mg 3-4 kali/hari PO atau supp
• Bila belum teratasi tapi tidak dehidrasi, dapat ditambahkan :
Klorpromazin 10-25 mg per oral atau 50-100 mg IM tiap 4- 6 jam
Prometazin 12,5-25 mg per oral atau IM tiap 4-6 jam
Metoklopramid 5-10 mg per oral atau IM tiap 8 jam
Ondansetron 8 mg per oral tiap 12 jam
Bila terjadi tanda dehidrasi, pasang kanula intravena dan berikan cairan sesuai dengan
derajat hidrasi ibu dan kebutuhan cairannya, lalu:
Berikan suplemen multi vitamin IV
Berikan dimenhidrinat 50 mg dalam 50 ml NaCl 0,9% IV selama 20 menit, setiap 4-6 jam
sekali
Bila perlu, tambahkan salah satu obat berikut ini:
Klorpromazin 25-50 mg IV tiap 4-6 jam
Prometazin 12,5-25 mg IV tiap 4-6 jam
Metoklopramid 5-10 mg tiap 8 jam per oral
Bila perlu, tambahkan Metilprednisolon 15-20 mg IV tiap 8 jam; atau Ondansetron 8 mg
selama 15 menit IV tiap 12 jam atau 1 mg/ jam terus-menerus selama 24 jam
Perdarahan Awal Kehamilan
Early pregnancy
hemorrage
Plano test
(+)
Abortus
Kematian janin dalam kandungan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin
< 500 gram (WHO : < 22 minggu)
Penegakkan Diagnosis
• Adanya perdarahan pervaginam (mulai bercak hingga
jumlah banyak)
• Perut nyeri dan kaku
• Pengeluaran sebagian atau seluruh hasil konsepsi
• Serviks dapat terbuka/tertutup
• Ukuran uterus tidak sesuai usia kehamilan
Pemeriksaan Penunjang
USG memastikan ada tidaknya sisa jaringan dan
menentukan tindakan selanjutnya
Klasifikasi Abortus
Tatalaksana Umum
• Periksa tanda-tanda syok
• Bila terdapat tanda-tanda sepsis/dugaan
abortus dengan komplikasi, diberikan
kombinasi antibiotika sampai ibu bebas
demam 48 jam (pilih salah satu) :
Ampicillin 2 g IV/IM kemudian 1 g
setiap 6 jam
Gentamisin 5 mg/kgBB IV setiap 24
jam
Metronidazole 500 mg IV tiap 8 jam
• Segera rujuk ke rumah sakit
Tatalaksana Missed Abortion
Usia Kehamilan < 12 minggu • Evakuasi dengnan AVM atau sendok kuret
Usia Kehamilan 12-16 minggu • Pastikan serviks terbuka, bila perlu lakukan pematangan serviks
sebelum dilatasi dan kuretase
• Evakuasi dengan tang abortus dan sendok kuret
Komplit
Honeycomb/ Parsial
snow storm appearance * = hasil konsepsi
Pemantauan
• Pemeriksaan HCG serum tiap 2 minggu
• Bila menetap/naik dalam 2x pemeriksaan berurut-turut dirujuk untuk kemoterapi
• HCG urine yang belum negative setelah 8 minggu dirujuk
• Setelah hCG normal cek tiap bulan selama 6 bulan, kemudian tiap 2 bulan selama 1
tahun
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
Kehamilan yang terjadi di luar kavum uteri
TATALAKSANA
• Restorasi cairan tubuh dengan cairan
kristaloid NaCl 0,9% atau RL (500 Ml
dalam 15 menit pertama) atau 2 L
dalam 2 jam pertama
• Segera rujuk ke RS
2. Habitus/sikap (attitude)
Hubungan antara bagian janin satu dengan
yang lainya.
Contoh : extensi penuh
3. Position
Hubungan antara bagian tertentu fetus (ubun-ubun
kecil, dagu, mulut, sakrum, punggung) dengan
bagian kiri, kanan, depan, belakang atau lintang
terhadap jalan lahir.
Left occiput transverse
Malpresentasi Janin
• Sumbu panjang tegak lurus atau hamper tegak lurus dengan panjang ibu.
• Bahu menjadi bagian terendah, disebut juga presentasi bahu/acromion.
Diagnosa
• Perut melebar ke samping
• Palpasi : bagian besar (kepala dan bokong) teraba di samping, fundus dan bagian
bawah rahim kosong.
Pinggul FLEKSI
Lutut Keduanya ekstensi 1 ekstensi, 1 fleksi Keduanya fleksi
Cara pertolongan partus
Mauriceau Maneuver
(melahirkan kepala)
Tatalaksana
Skor untuk menilai keberhasilan persalinan • Persalinan sudah maju dan pembukaan
sungsang secara pervaginam sudah lengkap
• Bayi preterm yang kemungkinan hidup kecil
• Bayi kedua pada kehamilan kembar