Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN DISKUSI TUTORIAL BLOK REPRODUKSI SKENARIO 1 HAMILKAH AKU?

KELOMPOK 6

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Achmad Nurul H. Adya Sitaresmi Atika Sugiarto Dzulfiar N. U. Ery Radiyanti Fery Ardi K. Ratna Sariyatun Rezza Dwi Haryanto Rifqi Hadyan

(G0011003) (G0011005) (G0011043) (G0011079) (G0011085) (G0011091) (G0011165) (G0011169) (G0011171) (G0011183)

10. Rizqa Febriliany P.

TUTOR Endang Sri Hardjanti, dr., M.Or

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Skenario I Hamilkah Aku? Seorang perempuan 20 tahun datang ke PUSKESMAS PONED dengan keluhan mual muntah hebat terutama pagi hari. Penderita badannya lemah sampai tidak bisa beraktivitas. Sejak tiga hari yang lalu, mengeluarkan darah pervaginam sedikit-sedikit. Penderita menikah 3 bulan yang lalu dan sejak itu haidnya tidak datang, payudara terasa tegang. Sebelumnya haid teratur tiap bulan dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Sudah 3 tahun ini penderita mengonsumsi rokok dan alkohol. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vital sign normal, mulut kering dan turgor kulit menurun, fundus uteri teraba 1 cm di atas simfisis. Hasil pemeriksaan inspekulo tampak portio livid dan ostium uteri eksternum (OUE) tertutup dan keluar darah segar. Pada vagina toucher: uterus sebesar telur bebek, tidak nyeri tekan, sarung tangan lender darah (+). Dokter tersebut menyarankan agar penderita dirawat inap.

B. Menetapkan/mendefinisikan masalah 1. Mual muntah hebat pada pagi hari 2. Badan lemah tidak bisa beraktivitas 3. 3 hari yang lalu keluar darah pervaginam sedikit-sedikit 4. Menikah 3 bulan yang lalu, haid tidak dating 5. Payudara tegang 6. Sebelumnya haid teratur 7. Tidak pakai kontrasepsi 8. 3 tahun konsumsi rokok dan alcohol 9. Vital sign normal 10. Fundus uteri teraba 1 cm di atas simfisis 11. Pemeriksaan inspekulo: portio livid, OUE tertutup dan keluar darah 12. Vagina toucher: uterussebesar telur bebek, tidak nyeri tekan, sarung tangan lendir darah + 13. Dokter sarankan rawat inap

C. Rumusan Analisis Masalah


2

Analisis masalah yang dapat kami sampaikan berkaitan dengan masalah yang sudah ditetapkan adalah sebagai berikut: 1. Mengapa mual muntah hebat di pagi hari? 2. Mengapa badan jadi lemah sampai tidak bisa beraktivitas? 3. Apa hubungannya sejak nikah tidak haid tapi keluar darah pervaginam? Mengapa dan bagaimana payudara tegang? 4. Apa penyebab darah pervaginam? 5. Perbedaan darah haid (fisiologis) dengan darah patologis? 6. Bagaimana fisiologi menstruasi? 7. Apa hubungannya kebisaaan konsumsi rokok dan alkohol sejak tiga tahun yang lalu? 8. Bagaimana fisiologi kehamilan? 9. Jenis, cara kerja, dan efek samping alat kontrasepsi? 10. Bagaimana hubungan penggunaan alat kontrasepsi dengan haid? 11. Apa saja tanda-tanda kehamilan dan dengan pemeriksaannya? 12. Mengapa vital sign terlihat normal tetapi mulut kering dan turgor kulit menurun? 13. Apakah maksud tinggi fundus uteri 1 cm di atas simfisis? Berapakah nilai normalnya? 14. Apakah indikasi hasil pemeriksaan inspekulonya? 15. Apa maksud/arti dari hasil vagina toucher? 16. Apakah dapat disimpulkan pasien hamil? 17. Mengapa dokter hanya menyarankan rawat inap? Bagaimana penatalaksanaan pada penderita?

D. Tujuan Penulisan 1. Memahami ilmu-ilmu dasar kedokteran sistem reproduksi terutama yang berkaitan dengan skenario. 2. Mampu menerapkan ilmu-ilmu dasar kedokteran dan ilmu kedokteran klinik sistem reproduksi untuk memecahkan masalah dalam skenario. 3. Mengetahui penjelasan secara medis berbagai permasalahan pada pembahasan skenario ini seperti: - Mual muntah hebat di pagi hari - Badan jadi lemah sampai tidak bisa beraktivitas
3

- Hubungan sejak nikah tidak haid tapi keluar darah pervaginam dan bagaimana payudara bisa tegang - Penyebab darah pervaginam - Dan masalah-masalah yang yang telah disampaikan pada rumusan analisis masalah di atas

E. Manfaat Penulisan Penulisan laporan ini diharapkan dapat sebagai sarana pembelajaran mahasiswa dalam rangka mempelajari dan memahami ilmu-ilmu dasar kedokteran dan ilmu kedokteran klinik sistem reproduksi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Hiperemesis Gravidarum Mual dan muntah terjadi pada 1 dari 1000 kehamilan, 60-80% primigravida & 40-60% multigravida. Apabila mual dan muntah sampai menyebabkan pekerjaan sehari-hari terganggu & keadaan umum mjd buruk maka kondisi ini disebut sebagai hiperemesis gravidarum. Faktor predisposisi dari hiperemesis gravidarum yaitu primigravida, mola hidatidosa (hormon HCG meningkat), masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal dan perubahan metabolik akibat hamil serta resistensi yg menurun dari ibu (faktor organik), alergi, dan faktor psikologik. Hiperemesis menyebabkan dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit. Dehidrasi menyebabkan kadar Na dan Cl darah menurun, Cl urin juga menurun, hemokonsentrasi menyebabkan aliran darah ke jaringan menurun sehingga kadar O2 dan makanan ke jaringan turun dan timbunan zat toksik di jaringan meningkat, selain itu juga dapan menyebabkan penurunan kalium sehingga frekuensi muntah meningkat. Akibat hiperemesis, cadangan karbohidrat dan lemak habis, oksidasi lemak tidak sempurna menimbulkan ketosis sehingga asam aseton asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah meningkat. Dapat juga mengakibatkan robekan sel lendir esofagus dan lambung (sindroma Mallory-Weiss) sehingga terjadi perdarahan gastrointestinal. Hiperemesis gravidarum terbagi atas beberapa derajat sesuai dengan tanda dan gejala yang dialaminya, yaitu : 1. Derajat 1 Muntah terus menerus (muntah > 3-4 kali/hari, dan mencegah dari masuknya makanan atau minuman selama 24 jam) yang menyebabkan ibu menjadi lemah, tidak ada nafsu makan, berat badan turun (2-3 kg dalam 1-2 minggu), nyeri ulu hati, nadi meningkat sampai 100x permenit, tekanan darah sistolik menurun, tekanan kulit menurun dan mata cekung. 2. Derajat 2 Penderita tampak lebih lemah dan tidak peduli pada sekitarnya, nadi kecil dan cepat, suhu kadang-kadang naik dan mata sedikit kuning. Berat badan turun dan mata menjadi cekung, tekanan darah turun, pengentalan darah, urin berkurang, dan konstipasi. Pada napas dapat tercium bau aseton.
5

3.

Derajat 3 Keadan umum lebih parah, muntah berhenti, kesadaran menurun sampai koma, nadi kecil dan cepat, suhu meningkat, dan tekanan darah turun. Pada jabang bayi dapat terjadi ensefalopati Wernicke dengan gejala: nistagmus, penglihatan ganda, dan perubahan mental. Keadaan ini akibat kekurangan zat makanan termasuk vitamin B kompleks. Jika sampai ditemukan kuning berarti sudah ada gangguan hati. Tatalaksana hiperemesis gravidarum sangat beragam tergantung dari beratnya

gejala yang terjadi. Tatalaksana dini dapat berpengaruh baik pada pasien. Ketika menatalaksana ibu dengan HG, pencegahan serta koreksi kekurangan nutrisi adalah prioritas utama agar ibu dan bayi tetap dalam keadaan sehat. Pasien dapat dirawat karena mual dan muntah yang berlebihan disertai koreksi untuk gangguan elektrolit dan cairan. Pemberian nutrisi oral (melalui mulut) dapat diberikan pada pasien secara perlahan-lahan, dimulai dengan makanan cair, kemudian meningkat menjadi makanan padat dalam porsi kecil yang kaya akan karbohidrat.

B. Perdarahan pervaginam Perdarahan per-vaginam merupakan peristiwa keluarnya darah melalui vagina. Penyebab keluarnya darah ini dibagi menjadi : 1. Penyebab Fisiologis Perdarahan per-vaginal yang bersifat fisiologis yaitu perdarahan periodik yang mengalir sebagai debit dari rahim wanita. Contoh dari perdarahan fisiologis yaitu menstruasi. Menstruasi disebabkan oleh adanya perubahan hormonal yang mengatur siklus menstruasi yang berjalan secara fisiologik. 2. Penyebab Patologis Perdarahan per-vaginal yang bersifat patologis merupakan perdarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi dengan jumlah yang abnormal. Penyebab dari terjadinya perdarahan jenis ini dapat dibedakan menjadi : a. Perdarahan tidak berbahaya 1) Perdarahan pada saat trimester pertama kehamilan. 2) Perdarahan akibat melekatnya sel ovum yang sudah dibuahi di permukaan endometrium. Biasanya darah keluar dalam jumlah yang sedikit. Hal ini dikarenakan melekatnya sel ovum ke lapisan kompakta endometrium hanya membuat perlukaan saja.
6

3) Perdarahan yang diakibatkan oleh perubahan hormonal pada masa kehamilan. Darah keluar dalam jumlah yang sedikit dan biasa terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan. b. Perdarahan berbahaya 1) Perdarahan karena terjadi abortus. Penyebab abortus meliputi faktor genetik, kelainan kongenital uterus (anomali duktus Mulleri, septum uterus, mioma uteri), autoimun (SLE), defek fase luteal (faktor endokrin eksternal, sintesis LH yang tinggi), infeksi (bakteri, virus, parasit, spirokaeta), hematologik, serta lingkungan (alkohol, rokok, karbon monoksida). Macam-macam abortus yaitu abortus iminens, abortus insipiens, abortus kompletus, abortus inkompletus, missed abortion, abortus habitualis, abortus infeksiosus, serta abortus septik. Pada kasus di skenario, pasien diduga mengalami abortus iminens, ditandai dengan perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih baik di dalam kandungan. 2) Perdarahan karena terjadi blighted ovum, yaitu kehamilan yang tidak sempurna karena yang tumbuh hanyalah kantung janinnya saja tanpa disertai adanya janin di dalamnya. 3) Perdarahan akibat terjadinya kehamilan ektopik. 4) Perdarahan akibat adanya mola hidatidosa.

C. Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita Sistem hormon wanita meliputi Hipotalamus yang menghasilkan

Gonadothropin Releasing Hormon (GnRH), Hipofisis Anterior yang menghasilkan Follicle-Stimulating Hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH), dan Ovarium yang menghasilkan Estrogen dan Progesteron. Saat lahir, dalam ovarium terdapat berjuta folikel, dan sebelum puber tinggal 300.000-400.000. Saat itu masing-masing ovum dilapisi selapis sel granulosa, disebut folikel primordial. Sepanjang masa kanak-kanak, Sel granulosa berfungsi memberi makan untuk oosit dan mensekresikan OMI (Oocyte Maturation Inhibitor), yang menahan ovum tetap dalam fase porfase. Setelah pubertas, karena rangsangan FSH dan LH, folikel berkembang menjadi folikel primer folikel antral folikel

vesikuler folikel matang (Graaf). Estrogen siklus mempunyai efek umpan balik positif. Hanya satu folikel yang mengalami pematangan penuh, yang lain atresia. Proses atresia penting, karena hanya membuat satu folikel tumbuh sampai cukup besar untuk berovulasi. Folikel yang matang mencapai diameter 1-1,5 cm. Ovulasi biasa terjadi pada hari ke-14 sebelum menstruasi berikutnya. Penting adanya LH Surge (lonjakan LH), untuk terjadinya ovulasi. LH diyakini sebagai ovulatory hormon. LH surge merangsang reseptor Progesteron, dan juga pelepasan PG dan Histamin. PGE dan Histamin menyebabkan vasodilatasi, peningkatan permeabelitas kapiler, oedema, dan kontraksi otot polos, dan rusaknya serabut kolagen sehingga terjadi pelepasan ovum dari folikel. Oviduct / Fallopian tube, menggerakkan oocyt menuju uterus dengan aktifitas silia dan kontraksi otot tuba. Setelah ovum keluar, sel granulosa dan teka interna yang tertinggal berubah menjadi sel lutein, keseluruhan disebut korpus luteum, dan proses ini disebut luteinisasi. Korpus luteum akan memproduksi lebih banyak progesteron dan juga estrogen. Serta mensekresi hormon inhibin, yang menghambat sekresi gonadotropin. Bila tidak ada kehamilan, korpus luteum involusi setelah 12 hari. Setelah korpus luteum involusi, sekresi hormon progesteron, estrogen, dan inhibin berkurang, sehinga menghilangkan umpan balik negatif terhadap hipofisis untuk mensekresikan FSH dan LH. Dan dimulailah siklus ovarium pada bulan berikutnya. Endometrium terdiri atas dua lapis, yaitu lapisan fungsional (yang mengelupas saat menstruasi) dan lapisan basal (tidak mengelupas saat menstruasi). Tiga siklus endometrium yaitu : 1. Proliferasi Disebut juga fase pra ovulasi/fase folikuler/fase estrogen, karena dengan pengaruh estrogen endometrium mengalami proliferasi. Sel stroma, sel epitel berproliferasi, kelenjar serta pembuluh darah baru tumbuh, lendir cervix encer dan elastis. Terjadi pada pertengahan awal dari siklus bulanan wanita. 2. Sekresi Kelenjar tumbuh lebih berkelok-kelok dan mensekresi susu uterus yang cocok untuk pertubuhan janin. 3. Deskuamasi/menstruasi

Korpus luteum berinvolusi sehingga kadar hormon ovarium (estrogen dan progesteron) turun dengan tajam dan menyebabkan lapisan fungsional menstruasi. endometrium Darah mengelupas dan terjadi darah perdarahan arteri, yang

menstruasi

merupakan

mengandung sisa jaringan, prostaglandin dan fibrinolisin.

D. Kontrasepsi Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Dalam upaya untuk menurunkan atau mencegah tingkat kehamilan ada berbagai macam. Ada dua jenis kontrasepsi, yaitu: Kontrasepsi non-hormonal. Kontrasepsi hormonal.

Kontrasepsi non-hormonal ada tiga macam :

Kontrasepsi teknik. Misalnya dengan menyusui. Menyusui 24 jam (full breast-feeding) selama enam bulan pertama usia bayi akan berpengaruh pada pencegahan ovulasi, jelas Biran. Ditambah lagi, wanita menyusui juga belum mendapat haid.

Kontrasepsi mekanik. Kontrasepsi mekanik, yakni dengan spiral (IUD) dan kondom. IUD merupakan alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim. Tapi spiral ada efeknya, yakni menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, perdarahan di luar masa menstruasi. Atau darah menstruasi yang keluar lebih banyak dari biasanya. Sementara kondom berfungsi sebagai pemblokir sperma masuk ke vagina. Tapi, ini pun bisa gagal. Biasanya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama. Kondom juga mudah robek jika tergores kuku atau benda tajam lain. Pemasangan kondom pun butuh waktu, selain bisa mengurangi sensasi seksual.

Metode sterilisasi.

Metode sterilisasi, yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Metode ini efektif bagi yang ingin mencegah kehamilan secara permanen, bukan sementara. Kontrasepsi ini mempengaruhi kadar estrogen dan progesteron yang dapat mencegah ovulasi, sehingga akan mencegah kehamilan. Namun, kontrasepsi hormonal tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang hamil, punya kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor pada rahim. Yang termasuk kontrasepsi hormonal adalah pil kombinasi, suntik, susuk, juga koyo KB. KB suntik memang praktis dan murah, tapi punya kelemahan, bisa mengganggu siklus haid. Begitu pula susuk yang ditanam di bawah kulit lengan. Praktis, tapi efeknya membuat nyeri lengan dan seringkali bermasalah saat proses pencabutan. Koyo KB ditempelkan di kulit setiap minggu. Sayang, bagi yang berkulit sensitif, koyo ini sering menimbulkan alergi. Hingga saat ini, yang paling dianggap efektif adalah pil kombinasi atau biasa disebut oral contraception (OC). OC merupakan kombinasi estrogen dan progesteron berdosis rendah. Kelebihan OC adalah bisa bekerja dengan berbagai cara sekaligus, antara lain mencegah terjadinya ovulasi, mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma tidak bisa masuk ke rahim, serta membuat dinding rongga rahim tidak siap untuk menerima dan menghidupi hasil pembuahan. Syaratnya, harus disiplin. Dengan disiplin, perlindungan terhadap terjadinya kehamilan bisa mencapai 100 persen. Selain itu, cara ini juga fleksibel, bisa dihentikan kapan saja. Jika ingin hamil, bisa langsung berhenti minum pil. Penggunaan pil ini juga relatif praktis dibandingkan suntik yang masih memungkinkan terjadinya syok. Keuntungan lain, OC bisa mengurangi risiko kehamilan di luar kandungan, karena tidak terjadi ovulasi. OC juga bisa mengurangi risiko terjadinya kista ovarium, penyakit radang panggul, dan mengurangi gejala pre-menstruasi berat seperti kejang perut dan nyeri. OC juga dapat melindungi wanita terhadap osteoporosis, serta perlindungan terhadap kanker ovarium dan endometrium, sehingga akan meningkatkan kualitas hidup manusia. Kontrasepsi hadir dalam berbagai metode dan efektivitas. Meskipun berbeda, tujuan mereka satu yaitu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Beberapa jenis kontrasepsi juga melindungi terhadap penyakit menular seksual (PMS), yaitu : 1. Kondom.
10

Kata kondom berasal dari kata Latin condus yang berarti baki atau nampan penampung. Kondom adalah semacam kantung yang Anda sarungkan ke penis ereksi sebelum melakukan hubungan seksual. Kondom dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk. Kondom memiliki kelebihan melindungi dari PMS dan tidak memengaruhi hormon. Kekurangannya adalah efektivitasnya. Sekitar 2-15% wanita masih hamil meskipun pasangannya menggunakan kondom. Selain itu, banyak pria merasakan berkurangnya sensasi seksual dengan pemakaian kondom. 2. Kondom wanita. Kondom wanita adalah sebuah kantung berlubrikasi dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Sebuah cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang meliputi pembukaan vagina (vulva) dan memberikan perlindungan tambahan. Kondom wanita sangat efektif bila digunakan dengan benar. Kondom wanita memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak memengaruhi hormon dan tidak menimbulkan alergi (karena terbuat dari polyurethane, bukan lateks). Kondom ini juga dapat dipasang jauh sebelum melakukan hubungan seksual (sampai 8 jam sebelumnya) sehingga tidak perlu jeda selama bermesraan. Kerugiannya adalah beberapa orang merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena dapat menyebabkan posisinya bergerak keluar. 3. Diafragma. Diafragma adalah topi karet lunak yang dipakai di dalam vagina untuk menutupi leher rahim (pintu masuk ke rahim). Fungsinya adalah mencegah sperma memasuki rahim. Agar diafragma bekerja dengan benar, penempatan diafragma harus tepat. Diafragma seefektif kondom, namun dapat dicuci dan digunakan lagi selama satu sampai dua tahun. Kekurangannya, Anda harus menempatkan diafragma sebelum berhubungan seks (sampai 24 jam sebelumnya) dan mencopotnya setelah enam jam. Beberapa wanita mungkin kesulitan menyisipkankannya dan memiliki reaksi alergi (karena terbuat dari lateks).
11

4.

Pil KB. Pil KB atau kontrasepsi oral berisi bentuk sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh: estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut mengatur siklus menstruasi wanita. Pil KB bekerja dengan dua cara. Pertama, menghentikan ovulasi (mencegah ovarium mengeluarkan sel telur). Kedua, mengentalkan cairan (mucus) serviks sehingga menghambat pergerakan sperma ke rahim. Pil KB sangat bisa diandalkan (efektivitasnya mencapai 99%). Pil KB juga memberikan kendali di tangan wanita untuk mencegah kehamilan. Kekurangan Pil KB adalah tidak melindungi terhadap PMS, harus diambil setiap hari sesuai jadwal (tidak boleh terlewatkan barang sehari pun agar efektif), dan menambah hormon sehingga meningkatkan risiko trombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual dan efek samping lainnya. Pil KB tidak boleh diambil oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit liver, dan penyakit jantung.

5.

Susuk (Implan). Susuk KB adalah batang kecil berisi hormon yang ditempatkan di bawah kulit di bagian lengan wanita. Batang itu terbuat dari plastik lentur dan hanya seukuran korek api. Susuk KB terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon seperti pada pil KB selama tiga tahun. Selama jangka waktu itu Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda menginginkan anak, susuk KB dapat dicopot kapan pun dan Anda pun akan kembali subur setelah satu bulan. Biaya murah dan pemakaian yang tidak merepotkan adalah keunggulan lain susuk KB. Kekurangannya, menyebabkan sakit kepala dan jerawat pada beberapa wanita, tidak melindungi terhadap PMS dan sekitar 20% wanita tidak lagi mendapatkan haid atau haidnya menjadi tidak teratur.

6.

Kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik atau injeksi adalah suntikan hormon yang mencegah kehamilan. Setiap tiga bulan sekali Anda mendapatkan suntikan baru. Selama periode tersebut, menstruasi Anda normal. Keunggulan kontrasepsi suntik adalah keandalannya yang setara dengan pil KB atau susuk dan Anda hanya
12

perlu memikirkan kontrasepsi setiap 3 bulan sekali. Kelemahannya, Anda tidak terlindungi terhadap PMS dan mendapatkan hormon. Anda juga tidak bisa menghentikannya tiba-tiba karena hormon selama tiga bulan tetap aktif di dalam tubuh. Anda mungkin perlu waktu lama untuk subur kembali. 7. AKDR (IUD). ADKR (alat kontrasepsi dalam rahim/Intrauterine divice) atau dalam bahasa populernya disebut spiral adalah alat kontrasepsi kecil yang ditempatkan dalam rahim wanita. Ada dua jenis AKDR: AKDR tembaga yang terbuat dari plastik kecil dengan tembaga meliliti batangnya dan AKDR progestogen yang berbentuk T kecil dengan silinder berisi progestogen di sekeliling batangnya. Walaupun telah digunakan lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan, cara kerja AKDR masih belum sepenuhnya dipahami. AKDR memengaruhi gerakan dan kelangsungan hidup sperma dalam rahim sehingga mereka tidak dapat mencapai sel telur untuk membuahi. AKDR juga mengubah lapisan rahim (endometrium) sehingga tidak cocok untuk kehamilan dan perkembangan embrio janin. Efektivitas AKDR adalah 98%, hampir sama dengan pil KB. Keunggulan AKDR adalah berjangka panjang (minimal lima tahun), mudah mempertahankan (Anda tidak mungkin lupa menggunakannya), lebih murah dibandingkan kontrasepsi lain (lebih mahal pada awalnya, tetapi lebih murah dalam jangka panjang) dan jika Anda ingin hamil, kesuburan Anda dapat dikembalikan dengan cepat setelah Anda melepaskannya. AKDR progestogen memiliki manfaat tambahan mengurangi perdarahan haid. Kekurangan AKDR adalah bila gagal dan wanita menjadi hamil, perangkat ini harus dibuang sesegera mungkin karena meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, ada risiko kecil infeksi setelah pemasangan AKDR, kehamilan ektopik dan berbagai efek samping seperti menstruasi tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan jerawat. 8. Sterilisasi. Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria (vasektomi), vas deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi
13

ditutup sehingga sel telur tidak keluar. Keuntungan sterilisasi adalah Anda tidak akan perlu memikirkan kontrasepsi selamanya. Kekurangannya, sifatnya permanen (tidak bisa dibatalkan), tidak memberikan perlindungan terhadap PMS, dan memerlukan operasi mayor. Perlu diingat bahwa tidak ada kontrasepsi yang 100% efektif. Masih ada 1% kemungkinan kehamilan pasca sterilisasi, bahkan bertahun-tahun setelah operasi dilakukan.

E. Fisiologi, Tanda, serta Perubahan pada Kehamilan Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Kehamilan normal berlangsung dalma waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi ke dalam 3 trimester, trimester kesatu dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu, dan trimester ketiga 13 minggu. Tanda-tanda kehamilan meliputi : Tanda-tanda presumtif adalah perubahan fisiologik pada ibu atau seorang perempuan yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil. Tanda-tanda tidak pasti atau terduga hamil adalah perubahan anatomic dan fisiologik selain dari tanda-tanda presumtif yang dapat dideteksi atau dinkenali oleh pemeriksa. Tanda-tanda pasti kehamilan adalah data atas kondisi yang mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan direkam oleh pemeriksa (misalnya denyut jantung janin, gambarna sonogram janin, dan gerakan janin/quickening, fenomena bandul/ballottement).

Perubahan-perubahan selama kehamilan meliputi : Tanda Chadwick Perubahan menjadi keunguan atau kebiruan pada vagina, vulva, dan serviks yang terjadi sebagai akibat dari peningkatan vaskularisasi dan hyperemia pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva. Perubahan ini juga meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos. Perubhan ini mengakibatkan bertambah panjangnya dinding vagina.

Tanda Goodell
14

Adalah perubahan konsistensi (yang dianalogikan dengan konsistensi bibir) serviks dibandingkan dengan konsistensi kenyal (dianalogikan dengan ujung hidung) pada saat hamil.

Tanda Hegar Adalah pelunakan dan kompresibilitas ismus serviks sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan apabila ismus ditekan dari arah yang berlawanan. Hal ini menyebabka berkurangnya kemampuan bagian ini untuk menahan beban yang disebabkan oleh pembesaran uterus dan sebagai kompensasinya, uterus terjatuh ke depan (hiperantefleksio) dalam tiga bulan pertama kehamilan (uterus masih sebagai organ pelvic). Hal ini melatarbelakangi terjadinya dorongan mekanik fundus uteri ke kandung kemih sehingga timbul gejala sering berkemih selama periode trimester pertama. Gejala ini berkurang setleah usia kehamilan memasuki trimester kedua diamna uterus semakin membesar dan keluar dari rongga perliv sehingga tidak lagi terjadi dorongan fundus pada kandung kemih.

Kontraksi Braxton Hicks Adalah lain kehamilan yang disebabkan oleh terjadinya pembesaran uterus dan peningkatan aktomiosin di dalam miometrum. Kontraksi bersifat non-ritmik, sporadic, tandap disertai rasa nyeri, mulai timbul sejak kehamilan enam minggu.

Striae gravidarum Perubahan pada kulit dinding perut menjadi berwarna kemerahan, kusam, dan kadang-kadang juga mengenai daerah payudara dan paha. Selain itu, ditemukan juga garis berwarna perak berkilau yang merupkaan sikatrik dari striae sebelumnya. Pigmentasi berlebihan juga kadang ditemukan dan menghilang setelah persalinan.

Perubahan pada payudara Pada awal kehamilan, perempuan akan meraukan payudaranya mejadi lunak, lalu bertambah besar seiring umur kehamilan. Vena-vena di bawah kulit akan lebih terlihat. Puting lebih besar, kehitaman, dan tegak. Setelah bulan pertama keluar kolostrum. Kelenjar Montgomery, yaitu kelenjar sebsea dari areola, akan membesar dan cenderung untuk menonjol keluar.

15

Perubahan Metabolik Terjadi peningkatan jumlah cairan selama kehamilan yang diinduksi oleh rendahnya ambang rasa haus dan sekresi vasopressin. Penambahan tekanan vena di bagian bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial vena kava yang bermanifestasi pada adanya pitting edema di kaki dan tungkai terutama pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan osmotic koloid di interstisial juga mengakibatkan edema pada kehamilan. Pada kehamilan normal akan terjaid hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan kadar insulin, hiperglkemia postprandial dan hiperinsulinemia. Konsentrasi lemak, lipoprotein, dan apolipoprotein dalam plasma akan meningkatn selama kehamilan. akhir

Sistem Kardiovaskular Pada minggu ke-5 cardiac output akan meningkat sebagai upaya utuk mengurangi resistensi vascular sistemik. Kapasitas vakular akan meningkat untuk memnuhi kebutan. Perubahan estrogen dan progesterone juga akan menyebabkan terjadinya vasodilatsi dan penurunan resistensi vascular perifer. Pembesaran uterus akan menekan vena kava inferior dan aorta bawah, sehingga mengurangi darah balik vena ke jantung. Akibatnya terjadi penurunan preload dan cardiac output sehingga akan menyebabkan terjadinya hipotensi arterial yang dikenal dengan sindrom hipotensi supine. Pada trimester terakhir, posisi terlentang akan membuat fungsi ginjal menurun jika dibandingkan posisi miring. Sehingga ibu hamil tidak dianjurkan dalam posisi terlentang pada akhir kehamilan.

Traktus Digestivus Pembesaran dan penekanan uterus menimbulkan penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus dan penurunan sekresi asam hidroklorid dan peptin di lambung sehingga akan menimbulkan gejala berupa pyrosis (heartburn) yang disebabkan oleh refluks asam lambung ke esophagus bawah sebagai akibat perubahan posisi lambung dan menurunnya tonus sfingter esophagus bagian bawah. Mual terjadi sebagai akibat penurunan asam hidroklorid dan penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan motilitas usus besar. Gusi menjadi hiperemis dan lunak sehingga mudah terjadi perdarahan. Epulis dan hemorrhoid juga sering terjadi.
16

Traktus urinarius Pada bulan-bulan pertama, kandung kemih yang tertekan menjadikan sering berkemih. Kondisi ini makin berkurang seiring makin lamanya usia kehamilan dimana uterus keluar dari rongga panggul. Ginjal akan membesar, glomerular filtration rate, dan renal plasma flow juga akna meningkat. Glukosuria merupakan hal yang umum, tetapi kemungkinan adanya diabetes mellitus tetap harus diperhitungkan. Proteinuria dan hematuria merupakan hal yang abnormal. Pada fungsi renal akan dijumpai peningkatan creatinine clearance lebih tinggi 30%.

Sistem Endokrin Hormon prolaktin akan meningkat 10 x lipat pada saat kehamilan aterm. Sebaliknya, setelah persalinan konsentrasinya pada plasma akan menurun. Kelenjar tiroid membesar. Sementara hormon paratiroid menurun pad atrimester pertama dan kemudian meningkat secara progresif. Kelenjar adrenal akan mengecil, sedangkan hormon androstenedion, testosterone, dioksikortikosteron, aldosteron, dan kortisol akan meningkat. Sementara itu, dehidroepiandrosteron sulfat akan meningkat.

Sistem musculoskeletal Terjadi lordosis yang profresif akibat kompensasi dari pembesaran uterus ke posisi anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke depan ke arah dua tungkai. Sendi sakroillikaka, akrooksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya, diperkirakan akibat pengaruh hormonal.

Fatigue Fatigue (kelelahan) muncul sebagai akibat penuruan Basal Metabolic Rate (BMR) pada trimester pertama kehamilan. Hal ini berangsur menghilang seiring meningkatnya metabolisme janin.

Fisiologi Kehamilan Dengan terjadinya fertilisasi, maka korpus luteum akan dipertahankan. Korpus luteum berfungsi menghasilkan progesterone untuk menyiapkan impalntasi di dinding

17

uterus. Nantinya fungsi in akan diambil alhih oleh plasenta. Pada proses ini terjadi peningkatan suhu karena aktivitas progesterone. Konsentrasi estrogen dan progesterone yang meningkat membuat payudara tegang, pigmentasi kulit dan pembesaran uterus. human Chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar uji umunologik kehamilan. Hormon ini disekresi oleh sel sinsitiotrofoblast. Korionik somatotropin (human Placental Lactogen/hPL) dengan mautan laktogenik akan merangsang perutmbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolic yang mengiringnya.

Uji Hormonal Kehamilan hCG disekeresi oleh sinsitiotrofoblas pada awal kehamilan dan beredar dalam sirkulasi, serta disekresi melalui urine. Hormon ini deteksi pada sekitar 26 hari setelah konsepsi dan peningkatan sekresinya sebanding meningkatnya usia kehamilan di antara 30-60 hari. Produksi puncaknya ada pada usia 60-70 hari dan kemudian menurun secara bertahap dan menetap hingga akhir kehamilan setelah usia kehamilan 100-300 hari. Kadar hCG yang rendah dijumpai pada kehamilan ektopikdan abortus iminens. Sebaliknya, sekresi yang tinggi dapat dijumpai pada kehamilan majemuk, mola hidatidosa, dan korio karsinoma. Karena akurasi pemeriksaan hCG adalah 9598% dan tidak spesifik untuk kehamilan, maka uji hormonal tidak digolongkan sebagai tanda pasti kehamilan.

F. Diagnosis Banding Perdarahan Pervaginam Selama Kehamilan Perdarahan yang terjadi selama kehamilan umumnya bersifat patologis, namun ada juga yang normal seperti tanda Hartmann (perdarahan akibat implantasi blastokista ke dalam endometrium). Berdasarkan waktu terjadinya, perdarahan yang terjadi selama kehamilan dapat dibagi menjadi (Tarigan, 2004): Perdarahan pada kehamilan kurang dari 20 minggu, misalnya disebabkan oleh abortus imminens, kehamilan ektopik terganggu (KET), mola hidatidosa, dan abortus yang lain. Perdarahan pada kehamilan lebih dari 20 minggu, misalnya disebabkan oleh plasenta previa atau solusio plasenta.

18

Adapun abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin mampu hidup di luar rahim (< 500 gram atau < 20-22 minggu). Hal-hal yang dapat menyebabkan abortus (Prawirohardjo dan Wiknjosastro, 2009; Tarigan, 2004): Kelainan perkembangan zygot 49% dengan degenerasi embrio (blighted ovum) 50 60 % disebabkan kelainan kromosom dari hasil konsepsi. Faktor maternal Penyakit infeksi Gangguan nutrisi yang berat Penyakit kronis, seperti diabetes mellitus, lues Alkoholik dan perokok Anomali uterus dan serviks incompetentio orificium uteri internum, myoma uteri Gangguan immunologis Trauma fisik atau mental Jenis dan derajat abortus: DIAGNOSIS Abortus imminens DERAJAT Perdarahan Sedikit hingga sedang Serviks Tertutup Besar uterus Sesuai umur kehamilan Abortus insipiens Sedang hingga banyak Terbuka Sesuai umur Kehamilan atau lebih kecil Abortus inkomplit Sedikit hingga banyak Terbuka Lebih kecil dari umur kehamilan Abortus komplit Sedikit tidak ada atau Lunak (terbuka atau tertutup) Lebih kecil dari umur kehamilan Kram Keluar jaringan Uterus lunak Sedikit/kram (-) Uterus kenyal
19

Gejala lain Plano tes(+) Kram Uterus lunak Kram Uterus lunak

Missed abortion

Sedikit dengan warna kehitaman

Agak kenyal dan tertutup

Lebih kecil dari umur kehamilan

Gejala kehamilan menghilang Uterus tidak membesar

G. Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan Tes Kehamilan Tergantung pada adanya hCG human chorionic gonadotropin dalam serum atau urine maternal

Tes kehamilan urine Tes aglutinasi Tes aglutinasi inhibisi Dipstick Rapid atau simple test berbasis enzyme labelled monoclonal antibodies assay untuk mendeteksi kadar hCG urine yang rendah

Positif palsu : 1. Proteinuria 2. Hematuria 3. Saat ovulasi ( reaksi silang dengan LH ) 4. Tirotoksikosis ( TSH tinggi ) 5. Hari hari pertama pasca abortus 6. Penyakit trofoblas 7. Tumor penghasil hCG Negatif palsu : 1. Missed Abortion 2. Kehamilan ektopik 3. Kehamilan sangat dini 4. Air seni disimpan terlalu lama dalam suhu ruang 5. Pengobatan dengan obat tertentu Tes kehamilan serum:
1.

Radioimmunoassay dari b -subunit of hCG.


20

2. 3. 4.

Radio receptor assay. Enzyme- linked immunosorbent assay (ELISA). Dapat digunakan untuk urine dan serum.

Sensitivitas tes kehamilan Lowest hCG detectable (mIU/ml) I - Urine A - Slide B - Tube II - Serum A - Radioimmunoassay B - Radiorecepter III - ELISA 500-2500 75-1000 300-500 100-200 50 Minimum Day post ovulatory 17-26 14-22 9 9 7-10

Tes kehamilan menjadi negatif :


1. 2. 3.

Satu minggu pasca persalinan 2 minggu pasca abortus 4 minggu pasca evakuasi mola

Penggunaan tes kehamilan :


1. 2. 3. 4.

Diagnosis kehamilan Diagnosa kematian mudigah Diagnosis kehamilan ektopik Diagnosis dan tindak lanjut penyakit trofoblas gestasional

Pemeriksaan Ultrasonografi
1. 2.

Kantung kehamilan dapat dideteksi sejak 4 5 minggu amenorea. Detak jantung janin terlihat sejak kehamilan 7 minggu

21

BAB III PEMBAHASAN

1. Mual muntah hebat di pagi hari: Merupakan mekanisme fisiologis kehamilan (trimester I). Berkaitan erat dengan HcG (Human Chorionic Gonadotropin) yang dihasilkan oleh sel-sel sinsitio trofoblas plasenta memilki aktivitas mirip LH karena susunan kimianya yang mirip. Berkaitan pula dengan perubahan hormonal sehingga menyebabkan kadar estrogen meningkat drastic lalu akan menimbulkan efek penurunan motilitas usus dan perlambatan pengosongan lambung. Mayoritas terjadi pada pagi hari, tergantung kondisi ibu hamilnya tidak jarang kasus hiperemis ini ditemukan saat malam hari. HcG juga berkaitan erat dengan peran penting blastokista Dibagi menjadi 3 derajat: I : muntah terus > 3-4 hari, kondisis tubuh lemah, BB turun, nadi naik II : pasien tampak lebih lemah, nadi kecil dan cepat III : kondisi umum parah, muntah berhenti bisa sampai koma

2. Badan jadi lemah sampai tidak bisa beraktivitas Kondisi hiperemis ini menyebabkan cairan dalam tubuh berkurang sehingga elektrolit-elektrolit dalam tubuh juga berkurang drastis sehingga mengakibatkan dehidrasi akhirnya kondisi tubuh menjadi lemah.

3. Hubungan sejak nikah tidak haid tapi keluar darah pervaginam? Mengapa dan bagaimana payudara tegang Payudara tegang berkaitan dengan produksi hormone esrogen dan progesterone yang berdampak pada susunan jaringan penyusun, vasa limfatica, dan stroma payudara. Estrogen : untuk perkembangan stroma payudara, melunakkan serviks,

memberi feed back negatif pada FSH Progesterone : memperbanyak folikel payudara, merangsang penebalan

endometrium pada awal kehamilan, pada usia kehamilan yang lama hormone ini juga dihasilkan oleh plasenta.

4. Penyebab darah pervaginam: Bisa fisiologis : menstruasi


22

Patologis

- tidak berbahaya : kehamilan trimester I dengan darah yang keluar sedikit - berbahaya : abortus, mola hidatidosa, kehamilan ektopik

Abortus sendiri berkaitan dengan faktor genetik karena kegagalan menempel di korpus uteri, juga bisa karena lingkungan seperti rokok dan alcohol, serta bisa juga karena infeksi.

5. Perbedaan darah haid (fisiologis) dengan darah patologis Darah haid Darah patologis : merupakan proses fisiologis yang terjadi pada wanita : darah berbau dan spotting tidak jernih

6. Fisiologi menstruasi Ovarium hasilkan ovum lalu melalui tuba fallopi (oviduct) akan terjadi fertilisasi di dalamnya, setelah itu akan menuju ke uterus dan menempel pada dinding endometrium lalu akan meluruh karena kadar progesterone turun sehingga terjadi withdrawal atau bisaa disebut menstruasi. Normalnya terjadi siklus pada 20-45 hari, jika lebih atau kurang kemungkinan mengalami infertilitas.

7. Hubungan kebisaaan konsumsi rokok dan alkohol dengan kehamilan Konsumsi alcohol dan rokok akan berakibat fatal pada ibu hamil maupun janinnya, seperti FAS (Fetal Alcohol Syndrome) yaitu berupa keguguran pada ibu hamil, maupun cacat saat berhasil dilahirkan.

8. Fisiologi kehamilan Apabila sel ovum dibuahi sperma akan terjadi pembelahan di tuba fallopi yang akan didorong kearah uterus oleh sel-sel bersilia pada dinding epitelnya. Lalu, menempel pada uterus lalu akan terjadi nidasi (implantasi) lalu akan berkembang membentuk embrio terbentuk di tuba fallopi. Setelah terjadi fertilisasi, untuk mentranspor ovum yang telah dibuahi oleh sperma melalui sisa bagian tuba fallopii ke dalam cavum uteri membutuhkan waktu 35 hari. Transpor ini terutama dipengaruhi oleh arus cairan yang lemah di dalam tuba akibat kerja sekresi epitel ditambah kerja epitel bersilia yang melapis tuba; silia tersebut selalu bergerak ke arah uterus. Kontraksi yang lemah dari tuba fallopii juga memungkinkan pergerakan ovum.
23

Selama ovum ditranspor ke uterus, dalam perjalanannya ovum terus berkembang hingga pada akhirnya terbentuk blastokista. Setelah mencapai uterus, blastokista yang sedang berkembang bisaanya tetap tinggal di dalam cavum uteri selama 1-3 hari lagi sebelum berimplantasi di endometrium, sehingga implantasi baru terjadi kira-kira pada hari ke-5-7 setelah ovulasi. Sebelum implantasi, blastokista mendapat makanan dari sekresi endometrium uterus. Implantasi merupakan hasil kerja dari sel-sel trofoblas yang berkembang di seluruh permukaan blastokista. Sel-sel ini menyekresikan enzim proteolitik yang mencerna dan mencairkan sel-sel endometrium uterus. Sekali implantasi terjadi, selseltrofoblas dan sel-sel yang berdekatan lainnya (dari blastokista dan endometrium uterus) berproliferasi dengan cepat, membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan. Sel-sel trofoblas pada plasenta akan menghasilkan hormone chorionic gonadothropin (HCG) yang berfungsi memelihara korpus luteum gravidarum hingga plasenta mampu menyekresi sendiri hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah yang cukup untuk memelihara kehamilan (Guyton dan Hall, 2007).

9. Jenis, cara kerja, dan efek samping alat kontrasepsi Suntik KB ada yang 4 mingguan juga ada 12 mingguan, pertimbangan penggunaan tergantung kondisi pasien. Macam KB yang dikenal sekarang ini adalah KB Mantap yang terdiri dari vasektomi, tubektomi, IUD dan KB Tidak Mantap seperti hormonal, pantang berkala, dan kondom.

10. Hubungan penggunaan alat kontrasepsi dengan haid Hubungan kontrasepsi khususnya hormonal sangat mempengaruhi siklus bulanan haid, bisa untuk mengatur maupun mengganggu siklus haid. Efek yang dominan untuk kontrasepsi hormonal adalah karena kandungan estrogennya yang berefek mual muntah, retensi cairan, hingga pusing karena hipertensi.

11. Tanda-tanda kehamilan dan dengan pemeriksaannya Tanda-tanda kehamilan: Mual, muntah, payudara tegang, hiperpigmentasi, Chadwick sign, Hegar sign. Dalam sumber pustaka lain, tanda-tanda kehamilan dibedakan menjadi: a. Tanda presumptive b. Tanda kemungkinan hamil
24

c. Pasti (+) hamil Pemeriksaan untuk tes kehamilan antara lain: USG, test pack, Galli mainini, tes darah, HcG Juga terdapat Kala sebagai untuk menilai kesiapan persalinan Kala I Kala II Kala III Kala IV : pembukaan serviks : pengeluaran janin : pengeluaran plasenta : observasi 2 jam setelah partus

12. Vital sign terlihat normal tetapi mulut kering dan turgor kulit menurun Gejala ini berkaitan erat dengan keluhan pasien yang mengeluhkan kondisinya hiperemis yang menyebabkan cairan dalam tubuh berkurang sehingga elektrolitelektrolit dalam tubuh juga berkurang drastis sehingga mengakibatkan dehidrasi akhirnya kondisi tubuh menjadi lemah. Dehidrasi ini juga ditandai dengan mulut kering dan turgor kulit yang menurun, elastisisitasnya berkurang, sehingga jika ditarik kulit kembali ke normal akan memakan waktu yang lama.

13. Maksud tinggi fundus uteri 1 cm di atas simfisis dan nilai normalnya Tinggi fundus uteri 1 cm di atas simfisis mengindikasikan usia kehamilan kurang lebih telah mencapai 12 minggu. Pada pemeriksaan kehamilan (Galimaini maupun tick test) didapatkan hasil positif karena peran HcG dimana rantai subunit dan subunit yang menyebabkan hormone ini memiliki aktivitas mirip Luteinizing Hormone (LH) dimana salah satu fungsinya adalah menjaga keutuhan korpus luteum.

14. Indikasi hasil pemeriksaan inspekulonya Dari hasil pemeriksaan inspekulo tampak portio livid, OUE tertutup, serta keluar darah segar menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Namun bisa juga merupakan tanda abortus imminens.

15. Maksud/arti dari hasil vagina toucher Pemeriksaan ini berguna untuk menilai usia janin dan menilai persiapan persalinan.

16. Apakah dapat disimpulkan pasien hamil?

25

Dari data dan informasi pada skenario, uterus sebesar telur bebek. Keadaan ini mengindikasikan bahwa ada janin di uterus. Sedangkan, tidak ditemukan nyeri pada pemeriksaan dapat menyingkirkan kemungkinan lain seperti keganasan, kehamilan ektopik, maupun abortus.

17. Mengapa dokter hanya menyarankan rawat inap? Bagaimana penatalaksanaan pada penderita? Pasien disarankan rawat inap supaya bisa bedrest untuk memperbaiki keadaan umum, juga untuk memantau kebisaaan merokok dan alcohol agar mulai menghentikan pola hidup tersebut karena dapat membahayakan janin yang sedang dikandungnya.

26

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan Dari data dan informasi pada skenario, dapat disimpulkan bahwa ada janin di uterus, menunjukkan bahwa pasien hamil. Tidak ditemukan nyeri pada pemeriksaan dapat menyingkirkan kemungkinan lain seperti keganasan, kehamilan ektopik, maupun abortus. Penatalaksanaan yang dapat diberikan kepada pasien untuk sementara ini adalah menangani keadaan umum pasien, seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

B. Saran Sebaiknya pada pasien perlu dilakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis pasti, seperti pemeriksaan USG. Dokter juga perlu menyarankan kepada pasien untuk menghentikan kebiasaan merokoknya karena dapat menyebabkan abortus pada janin yang sedang dikandungnya.

27

DAFTAR PUSTAKA

Azhari. 2008. Masalah Abortus dan Kesehatan Reproduksi Perempuan. Palembang: Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNSRI. Dorland, W.A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Guyton, Arthur C, John E Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC Sarwono P. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Sarwono P. 2011. Ilmu Kandungan Edisi 3. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Price, Sylvia Anderson. 2005. Patofisiologi:Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2. Jakarta: EGC. http://www.ibudanbalita.net/106/kelebihan-dan-kekurangan-metode-kontrasepsi.html

28