Anda di halaman 1dari 2

Lampiran

Peraturan Direktur Utama RSUD Kelet


Nomor : /DIR/In/20........
Tanggal :

KEBIJAKAN MANAJEMEN NYERI


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KELET PROPINSI JAWA TENGAH
Kebijakan Umum
1. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
2. Setiap petugas harus bekerja sesuai standar profesi, standar prosedur operasional yang
berlaku, etika profesi, etika umum dan menghormati hak pasien.
3. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan secara teratur dan kalibrasi sesuai
ketentuan yang berlaku.
4. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku
5. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan dalam K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
6. Pelayanan unit dilaksanakan dalam 24 jam kecuali unit-unit tertentu.
7. Penyediaan tenaga harus mengacu pada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin minimal satu
bulan sekali.
9. Semua unit wajib membuat laporan bulanan, triwulan dan tahunan.

Kebijakan Khusus
1. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan dilakukan
assessment apabila ada skala nyerinya.
2. Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri secara efektif
3. Assesment nyeri :
3.1. Numeric Scale untuk pasien kooperatif (usia 8 th, pasien sadar) dan pasien yang
dapat menggunakan angka untuk melambangkan intensitas nyeri yang dirasakannya
3.2. Face Scale / Wong Baker Scale untuk pasien anak anak umur 1 3 tahun (todler)
3.3. FLACC (Face, Legs, Activity, Cry, Consolability) untuk pasien neonatus dan pasien
tidak sadar
3.4. Assesment ulang nyeri harus dilakukan pada pasien yang dirawat lebih dari beberapa
jam dan menunjukkan adanya rasa nyeri dan atau sesuai kasus nyerinya setelah dilakukan
tata laksana nyeri

4. Tata laksana nyeri :


4.1. Skala nyeri 1-3 dilakukan tindakan mandiri perawat dengan cara mengajarkan relaksasi
distraksi.Bila dengan cara tersebut belum ada perbaikan maka dilakukan kolaborasi
medis untuk pemberian therapy farmaka (NSAID)
4.2. Mengajarkan tehnik relasasi distraksi adalah memberikan rasa nyaman kepada pasien
yang mengalami nyeri dengan tujuan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri,
menurunkan ketegangan otot & untuk menimbulkan perasaan aman dan nyaman
4.3. Skala nyeri 4-6 dilakukan kolaborasi medis untuk pemberian terapi.NSAID dan gol
OPIOID ringan
4.4. Skala nyeri 7-10 dilakukan kolaborasi medis untuk pemberian terapi.gol OPIOID.
Bila dengan cara tersebut belum ada perbaikan maka diusulkan ke dokter DPJP untuk
mengkonsultasikan ke tim therapy nyeri intervensi
5. Rumah sakit menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman dan prosedur
6. Rumah Sakit menyediakan Klinik Manajemen nyeri untuk manajemen nyeri sesuai
kebutuhan pasien,dengan surat konsul dari DPJP
7. Komunikasi dengan mendidik pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri dan gejala
dalam konteks pribadi, budaya dan kepercayaan agama masing-masing

Direktur Utama
RSUD Kelet Propinsi Jawa Tengah,

dr. Widyo Kunto,Mkes,MRS.