0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
858 tayangan4 halaman

Analisis Kelayakan Ekowisata Mangrove

1. Dokumen tersebut membahas empat analisis yang digunakan dalam perencanaan pengembangan wisata yaitu analisis superimpose, analisis kesesuaian ekologis, analisis daya dukung, dan analisis SWOT.

Diunggah oleh

Edmund Teofano
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
858 tayangan4 halaman

Analisis Kelayakan Ekowisata Mangrove

1. Dokumen tersebut membahas empat analisis yang digunakan dalam perencanaan pengembangan wisata yaitu analisis superimpose, analisis kesesuaian ekologis, analisis daya dukung, dan analisis SWOT.

Diunggah oleh

Edmund Teofano
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Analisis Superimpose
Analisis ini merupakan alat untuk mengetahui kondisi fisik dasar kawasan
perencanaan pengembangan dengan melakukan overlay beberapa peta sehingga akan
terlihat tingkat kelayakan pemanfaatan lahan di kawasan perencanaan.
2. Analisis Kesesuaian Ekologis
Kegiatan wisata yang akan dikembangkan hendaknya disesuaikan dengan
potensi sumberdaya dan peruntukannya. Setiap kegiatan wisata mempunyai
persyaratan sumberdaya dan lingkungan yang sesuai objek wisata yang akan
dikembangkan. Rumus yang digunakan untuk kesesuaian wisata pantai dan wisata
bahari adalah (Yulianda, 2007):
IKW=

( Nmax
) 100

Keterangan:
IKW
= indeks kesesuain ekositem untuk ekowisata mangrove, sesuai 83-100%,
Sesuai Bersyarat 50%-83%,tidak sesuai <50%
Ni
= Nilai parameter ke-i (Bobot x Skor).
Nmaks
= Nilai maksimum dari kategori wisata mangrove (39).
Penentuan kesesuaian berdasarkan perkalian skor dan bobot yang diperoleh dari
setiap parameter. Kesesuaian kawasan dilihat dari tingkat persentase kesesuaian yang
diperoleh penjumlah nilai dari seluruh parameter. Kesesuaian wisata pantai kategori
wisata mangrove mempertimbangkan 5 parameter dengan 4 klasifikasi penilaian.
Parameter kesesuaian wisata pantai kategori wisata mangrove antara lain: ketebalan
mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut, dan obyek biota.
Parameter Bobo
t
Ketebalan 5
mangrove
Kerapata
n
Mangrov
e
m2)

(100

Kategor

Sko

Kategor

i Baik

i Cukup r

>500

Baik
>200-

500
>10-15

15-25

Sko

Kategor

Sko

Kategor

Sko

i cukup r

i Buruk

Buruk
50-200

>50

5-10

<5

Jenis

>5

3-5

1-2

e
Pasang

0-1

>1-2

>2-5

>5

Surut (m)
Objek

Ikan

Ikan

Ikan

Salah

Mangrov

Biota

udang

udang

kepiting

kepiting

moluska

moluska

moluska

satu
biota air

reptile
burung
3. Analisis Daya Dukung
Analisa daya dukung ditujukan untuk pengembangan wisata bahari dengan
memanfaatkan potensi sumberdaya pesisir, pantai dan pulau-pulau kecil secara lestari.
Mengingat pengembangan wisata bahari tidak bersifat mass tourism, mudah rusak
dan ruang untuk pengunjung sangat terbatas, maka perlu penentuan daya dukung
kawasan. Metode yang diperkenalkan untuk menghitung daya dukung pengembangan
ekowisata alam adalah dengan menggunakan konsep Daya Dukung Kawasan (DDK).
DDK adalah jumlah maksimum pengunjung yang secara fisik dapat ditampung di
kawasan yang disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan pada
alam dan manusia. Perhitungan DDK dalam bentuk rumus adalah sebagai berikut
(Yulianda, 2007):
DDK=

Lp Wt

Keterangan :
DDK = Daya Dukung Kawasan (orang/hari).
K = Potensi ekologis pengunjung per satuan unit area (orang).
Lp = Panjang area yang dapat dimanfaatkan (m).
Lt = Unit area untuk kategori tertentu (m).
Wt= Waktu yang disediakan oleh kawasan untuk kegiatan wisata dalam satu hari
(jam/hari).
Wp = Waktu yang dihabiskan oleh pengunjung untuk setiap kegiatan
tertentu (jam/hari).

Kegiatan

o
1

Wisata Mangrove

Waktu yang

Total waktu 1

dibutuhkan (Wp)

hari
(jam/hari)

(jam/hari)
2

4. Analsis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi pengelolaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
SWOT adalah singkatan dari lingkungan internal Strengths dan Weaknesses serta
lingkungan eksternal Opportunities dan Threats. Analisis SWOT membandingkan
antara faktor eksternal dan internal (Rangkuti, 2005).
Hal pertama yang dilakukan dalam menentukan matriks SWOT adalah mengetahui
faktor strategi internal (IFAS) dan faktor strategi eksternal (EFAS)(Rangkuti, 2005).
Penentuan berbagai faktor, bobot setiap faktor dan tingkat kepentingan setiap faktor
didapatkan dari hasil wawancara dengan orang-orang yang berkompeten dibidangnya
dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan agar sifat obyektif dari
analisis ini dapat diminimalkan.
a) Cara penentuan faktor strategi Internal:
1) Menentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan dari
kegiatan pengelolaan.
2) Memberi bobot masing-masing faktor tersebut sesuai dengan tingkat kepentingannya.
Jumlah seluruh bobot harus sebesar 1,00.
3) Menghitung rating (kolom 3) untuk

masing-masing

faktor

berdasarkan

pengaruh/respon faktor-faktor tersebut terhadap pengelolaan ekosistem


4) Mengalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh
faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasil dari perkalian ini akan berupa skor
pembobotan untuk masing-masing factor.
b) Cara penentuan faktor strategi eksternal:
1) Menentukan faktor-faktor yang menjadi peluang serta ancaman dari kegiatan
pengelolaan.
2) Memberi bobot masing-masing faktor tersebut sesuai dengan tingkat kepentingannya.
Jumlah seluruh bobot harus sebesar 1,00.
3) Menghitung rating (kolom 3) untuk

masing-masing

faktor

berdasarkan

pengaruh/respon faktor-faktor tersebut terhadap pengelolaan ekosistem mangrove di

Pulau Tanakeke (nilai : 4 = sangat penting, 3 = penting, 2 = cukup penting, 1 = kurang


penting).
4) Mengalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3 untuk memperoleh
faktor pembobotan dalam kolom 4. hasilnya akan berupa skor pembobotan untuk
masing-masing faktor.
c) Pembuatan Matriks SWOT
Setelah matriks IFAS dan EFAS selesai, selanjutnya unsur-unsur tersebut
dihubungkan dalam matrik untuk memperoleh beberapa alternatif strategi. Matriks ini
memungkinkan empat kemungkinan stategi.

IFAS

STRENGHTS
Tentukan factor

WEAKNESS
Tentukan factor

Kekuatan Internal

Kelemahan Internal

OPPORTUNIES
Tentukan Faktor

S-O
Strategi Menggunakan

W-O
Strategi meminimalkan

peluang Eksternal

Kekuatan untuk

kelemahan untuk

EFAS

THREATS
Tentukan Faktor
Ancaman Eksternal

Memanfaatkan Peluang memanfaatkan peluang


S-T
W-T
Menggunakan kekuatan Strategi meminimalkan
untuk mengatasi

kelemahan untuk

ancaman

mengurangi ancaman

A. Variable Perancanaan
Variable perencanaan merupakan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan yang
dikaitkan dengan tempat dan waktu yang merupakan dasar suatu perencanaan dan
merupakan alat bantu dalam mengambil keputusan.
Variable dipakai sebagai input yang akan diolah menjadi informasi dengan alat analisa.

Anda mungkin juga menyukai