Anda di halaman 1dari 45

ADVERSE DRUG

REACTIONS
dr. YULIARNI, M.Kes
Bagian Farmakologi UNSRI

Types of ADRs
1. Berhubungan dengan mekanisme kerja obat
secara farmakologi, dapat dapat diduga
2. Tidak berhubungan dengan mekanisme kerja
obat secara farmakologi

ADVERSE DRUG REACTION
CARI ARTI NYA, DITANYA DI UJIAN!!!!
Dapat diperkirakan :
Intoksikasi
Efek samping
Interaksi obat
Tidak Dapat diperkirakan :

Alergi
Intoleransi
Idiosinkrasi

Efek samping obat yang berhubungan dengan
mekanisme kerja obat secara farmakologi
■ Sering disebut Efek samping obat tipe A
(augmented), dapat diduga sebelumnya.
■ Postural hypotension occurs with α-blockers
■ Bleeding with anticoagulants
■ Cardiac dysrhythmia with glycosides
■ Sedation with anxiolytics
■ Hypoglycemic coma from insulin
■ Intracerebral bleeding caused by
anticoagulants

g. paracetamol hepatotoxicity.primaquine-induced hemolysis in patients with G6PD deficiency) ■ Efek samping yang tidak dapat diduga (e.Efek samping obat yang tidak berhubungan dengan efek utama obat ■ Type B (‘bizarre’) ADRs ■ Dapat diduga bila diberi dalam dosis yang berlebihan (eg.thalidomide teratogenicity) ■ Predisposing disorder (eg. aminoglycoside ototoxicity) ■ During pregnancy (eg. aspirin induced tinnitus. anaphylaxis to penicillin ■ Pulmonary hypertension/valvular heart disease in association with the use of fenfluramin/ dexfenfluramin .

yang meliputi : toksisitas efek samping idiosinkrasi intoleransi .Adverse Drug Reaction (ADR) Alergi obat masuk kedalam penggolongan (adverse drug reaction).

DEFINISI ●Toksisitas obat adalah efek obat berhubungan dengan kelebihan dosis ●Efek samping obat adalah efek obat selain khasiat utama yang timbul karena sifat farmakologi obat atau interaksi dengan obat lain dalam dosis terapi .

DEFINISI ●Idiosinkrasi adalah reaksi obat yang tidak lazim. . ●Intoleransi adalah reaksi terhadap obat bukan karena sifat farmakologi. timbul karena proses non imunologi. yang tidak diharapkan dengan penyebab yang tidak diketahui dan relatif jarang terjadi.

ALERGI OBAT DEFINISI : Respon abnormal seseorang terhadap bahan obat atau metabolitnya melalui reaksi imunologi ( hipersensitivitas) yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat. .

Alergi Obat Reaksi sistem pertahanan tubuh yang berlebihan terhadap obat -->Terjadi karena Rx imunologik • Tidak dapat diperkirakan sebelumnya • Tidak tergantung dosis • Terjadi pada sebagian kecil penderita • Rx dari ringan (eritema) s/d paling berat (Anaphylactic Shock) .

serum sickness.Sifat-sifat Rx alergi : • Terdapat tenggang waktu antara kontak pertama dengan timbul efek • Dapat terjadi pada kontak ulangan walau dosis kecil • Rx dapat hilang bila obat dihentikan • Gejala yang terjadi ditandai sebagai Rx imunologik (Rash. anafilaksis. utikaria. angioedema) . asma.

mediated) (delayed cell mediated-Tcell mediated cytolysis) .Mekanisme terjadinya alergi Tipe I Tipe II Tipe III Tipe IV (immediate. IgE mediated) (cytotoxic) (immune complex.

.

reaksi exanthematous. sulfonamid IV Delayed-type reaction/ Cell mediated hypersensitivity Dermatitis contact. purpura Penisilin. reaksi photoallergic Mekanisme tersering Banyak obat (topikal & sistemik) . serum sickness Quinidin. hay fever NSAID (non steroids anti inflammation drug). sefalosporin. Ig G Hemolisis. salisilat. anafilaksis. II Cytotoxic reactions. angioedema. rifampisin III Immune complex reactions Vasculitis. sulfonamid. penisilin. chlorpromazine.Immunologically mediated reaction Tipe Reaksi Jenis reaksi Obat I IgE-dependent reactions Urtikaria.

rinitis. angioedema dan anafilaktik syok. streptomisin . IgE mediated) contoh : Reaksi anafilaktik : terjadi interaksi antara antigen dan antibodi ES : berupa urtikaria. asma bronkial.Tipe I (immediate. Obat penyebab : Penisilin.

ECZEMA URTICARIA FOOD ALLERGY .Reaksi Hipersensitivitas Tipe 1 ALLERGEN IgE SYNTHESIS MAST CELL DEGRANUL Mediator LOCAL ANAPHYLAXIS ALLERGIC RHINITS ASTHMA ATOPIC.

misalnya : ●Trombositopenia karena kinidin. kina. digitoksin dan rifampisin ●Anemia hemolitik karena pemberian penisilin. rifampisin. IgM atau IgA dalam sirkulasi dengan obat. membentuk kompleks yang akan menyebabkan sel lisis.Tipe II (Citotoxic) ●Interaksi antara antibodi IgG. kinin dan kinidin . sefalosporin.

Tipe III (immune complex. mediated) Interaksi antara antibodi IgG dengan antigen dalam sirkulasi. komplek yang terbentuk melekat pada jaringan dan menyebabkan kerusakan endotel kapiler. artritis. karena umumnya muncul setelah penyuntikan serum asing (ex :ATS) . ● ● Manifestasi berupa : demam. urtikaria dan ruam Rx ini dikenal dengan serum sickness.

. yaitu sensitisasi limposit T oleh komplek antigenhapten-protein yang baru menimbulkan Rx setelah kontak dengan suatu antigen yang menyebabkan inflamasi.Tipe IV (delayed cell mediatedTcell mediated cytolysis) Rx dengan media sel. ● Misal : ● Dermatitis kontak yang disebabkan salep anestesi lokal atau antibiotik .

sulfa. dll . fenergan. Penyebab alergi terbanyak adalah golongan penisilin. dilantin. asam mefenamat. dan pirazolon. fenotiazin. luminal (obat anti kejang). salisilat.Etiologi Alergi obat yang terbanyak melalui tipe I dan tipe IV. tridion.

antisera. yang disebut sebagai hapten.Alergi obat tergantung dari berat molekul. bersifat sangat imunogenik dapat langsung merangsang sistem imun tubuh. . Sebagian kecil obat mempunyai BM besar seperti insulin. Obat dengan BM kecil tidak dapat langsung merangsang sistem imun bila tidak bergabung dengan bahan lain untuk menimbulkan alergi.

urtika.dapat berupa gatal. Demam. dermatitis eksfoliatif. Penyakit jaringan ikat Sistemik lupus eritematosus (SLE) Erupsi kulit merupakan gejala klinis yang paling sering. dermatitis kontak. dan Sindroma Steven Johnson. reaksi fotosensifitas. dari ringan sampai berat. purpura. Satu macam obat dapat menimbulkan berbagai gejala pada seseorang.GEJALA KLINIS Gejala klinis alergi obat sangat bervariasi dan tidak spesifik . dan berbeda dengan orang lain. .

Urtikaria .

Dermatitis medikamentosa .

Sindroma Steven Johnson .

halothane) ■ Genetic polymorphism (isoniazid=INH.INH (obat typhii). androgens) .Hepatotoksisitas ■ Clinical hepatitis atau hanya peningkatan plasma aspartate transaminase (parasetamol. phenytoin=epilepsi) ■ Mekanisme tdk jelas (statins) ■ Cirrhosis hepatis (long-term low-dose methotrexate=obat kanker. iproniazid. dosis kecil jd obat rematik) ■ Reversible obstructive jaundice (chlorpromazine.

pengosongan GSH dan oxidative stress → sel nekrosis . st. 10 % kasus acute hepatitis (Eropa) ■ “fulminant liver failure”: halothane. paracetamol. ■ Chlorpromazine.Terjadi juga pada INH.Terdapat antibodies thd halothane carrier conjugate ■ Paracetamol : ■ Reactive metabolite (NAPBQI) membentuk ikatan covalent atau non covalent. ■ halothane-induced hepatic necrosis: Reactive metabolite halothane membentuk immunogen. setelah berinteraksi dg. phenytoin. macromolekul .Hepatotoxicity ■ 2–5 % icterus di RS (USA). sulfonamide: Membentuk complex dg garam empedu → precipitasi → cholestatic hepatis . androgens.

um.vask.yg akibatkan papillary/tubular necrosis ■ Pe(-)an vasodilator Pg akibatkan pe(+)an resist.ginjal & pe(-)an fungsi ginjal . tinggi krn urine dipekatkan ■ Rusak ginjal dpt dihasilkan dg mek. rusak sel.Nephrotoxicity ■ Ginjal terpapar obat/metabolit kons.

■ Bilateral renal artery stenosis: GFR tergtg pd AII-mediated vasoconstriction drpd arterioli efferent.-Pg sintesis. ■ Allergic interstitial nephritis o. mk.Nephrotoxicity ■ Peny. manifest setelah bbrp bulan-1 tahun pemakaian dlm btk ggl ginjal akut /nephrotic syndrome.hati/jantung:GFR tergtg pd vasodil.NSAIDs .NSAIDs me(-)i perfusi ginjal. Ggnan ginjal akut terjadi pd pemberian ACEI & reversible bila obat segera dihentikan. Penisilin jg bisa sbb-kan interstitial nephritis .jarang ttp berat.k. & gagal ginjal.

penggunaan analgetika berlebihan dlm waktu lama ■ Captopril : proteinuria pd ds tinggi o.k.k. glom.Nephrotoxicity ■ Analgesic nephropathy o.k. injury. vasokonstriksi ■ Parasetamol : nekrosis sel tubuli ginjal . yg juga disbb-kan obat2 yg memp.SHgroup (mis.penicilamine) ■ Ciclosporin:renal damage o.

biasanya diperlukan lbh dr 1 mutasi utk malignancy ■ Obat2 relatif jarang (ttp penting) menyebabkan birth defects dan kanker .Mutagenesis & carcinogenicity ■ Mutagenesis : perubahan genotipe suatu sel krn modifikasi DNA ■ Carcinogenesis : perubahan protooncogenes/tumor suppressor genes krn mutasi.

bile acid. dan krn itu dpt akibatkan Ca bila diberikan setlh genotoxic agent).oestrogen-dependent breast Ca & androgendependent prostatic Ca.Epigenetic carcinogens ■ Tdk akibatkan genetic damage.hidrokarbon & juga aktivitas promoter) ■ Co-carcinogens (tdk karsinogenik. ttp me(+) kemgknan timbulnya Ca dr kerusakan genetik sel ■ Ada bbrp tipe yi: promoters (tdk karsinogen. ttp me(+) resiko tumor dr kerskan genetik sel. & bbg arom.. mis. saccharin & asap rokok (carcinogenic arom. meningkatkan resiko Ca uterus. Phorbol esters. Terapi oestrogen jangka panjang dpt menginduksi hiperplasia endometrium. Phorbol esters.& aliphatic hydrocarbon ■ Hormon2 : mis. ok itu terapi replacement oestrogen pd wanita postmenopause harus disertai dg terapi progestogen secara cyclical . ttp me(+) efek genotoxic agents bila bersamaan).mis.

■ Karsinogen dibagi 2 kelompok : genotoxic carc.Karsinogenesis ■ Perubahan DNA adlh langkah 1 dlm proses karsinogenesis ■ Karsinogen adlh zat kimia yg sbb-kan kanker. dan dpt interaksi lgsg dg DNA atau bertindak belakangan me(+) kemungkinan timbulnya kanker akibat mutasi. . dan epigenetic carcinogens.

Obat-obat yg meningkatkan carcinogenesis ■ jarang / sedikit ■ yang penting: cytotoxic agents immuno .suppressants ■ yg lain-lain: phenylbutazone oestrogens tetracyclines pyrimetamine .

mis.tdk adanya anggota badan akibat thalidomide.kelinci).walaupun kerusakan DNA adlh faktor penting ■ Obat baru di-tes plg sdkt pd 1 species rodent & 1 species nonrodent (mis.Teratogenesis & drug-induced fetal damage ■ Teratogenesis=timbulnya ‘gross structural malformation’ pd janin.aksi teratogen tdk jelas.yi selama 3 bln pertama kehamilan setelah pembtkan blastocyst ■ Mek. . Kurang dr 1% congenital fetal defects diakibatkan obat pd ibu hamil ■ Gross malformation terjadi hanya bila teratogen diberikan selama organogenesis.

dapat menyebabkan kematian.Anafilaksis merupakan reaksi alergi sistemik yang berat. terjadi secara tiba-tiba sesudah terpapar oleh alergen atau pencetus lainnya TERJADI PADA SELURUH SISTEM .

Novartis foundation 2004: 103 . In Anaphylaxis.The causes of anaphylaxis 40 30 20 Percent of Cases 10 0 Food Drug/Bio Sting Allergen Exercise Idiopathic Golden DBK. Patterns of anaphylaxis: Acute & late phase features of allergic reactions.

palpitasi.Hidung . Kelainan EKG : gelombang T datar. & tersumbat Rasa tercekik. rasa tak enak yang sukar dilukiskan. suara serak.Larings Hidung gatal. mual. rasa gatal di hidung & palatum Pernapasan . aritmia. spasme Edema Batuk. bersin. sesak napas.Bronkus Kardiovaskular Gastrointestinal Pingsan. mengi.Lidah . takikardia. terbalik. atau tanda infark miokard Disfagia.Gejala & Tanda Anafilaksis Berdasarkan Organ Sasaran Sistem Gejala dan Tanda Umum Prodromal Lesu. peristaltik usus meninggi Urtika. muka atau ekstremitas Kulit Gatal. lemah. kolik. sesak. hipotensi sampai syok. lakrimasi Mata Gelisah. diare yang kadang disertai darah. kejang . rasa tak enak di dada & perut. sinkop. stridor. angioedema di bibir. muntah. edema. spasme .

Adakah riwayat alergi obat sebelumnya 3. Apakah pasien mempunyai risiko alergi obat 4. Adakah pengobatan pencegahan untuk mengurangi reaksi alergi . Apakah obat perlu diuji kulit dulu 5.Sebelum Memberikan Obat 1. Apakah indikasi memberikan obat 2.

Strategi ▪ ▪ ▪ ▪ Bila mungkin obat diberikan secara oral Sesudah memberikan suntikan pasien harus selalu diobservasi Beritahu pasien kemungkinan reaksi yang terjadi Sediakan obat/alat untuk mengatasi keadaan darurat .

Farmakologi klinik dan Farmakoterapi FK UNSRI .REFERENSI 1.Goodman & Gilman’s : The pharmacological Basis of Therapeutics 3.Farmakologi dan terapi FKUI 2.

Toxicity Effect ■ Toksisitas obat adalah efek obat berhubungan dengan kelebihan dosis ■ Uji Toksisitas suatu obat baru harus dilakukan sebelum obat dipasarkan. .

atau mengubahnya dg interaksi ‘noncovalent’ ■ Hepar/ginjal plg terpapar dg metabolit reaktif kadar tinggi.toksin ■ Kadar toksik obat/metabolit bisa sebabkan nekrosis atau apoptosis ■ Metabolit reaktif dpt membtk ‘covalent bonds’dg molekul target.k.Mekanisme kerusakan/kematian sel o. shg sering terjadi kerusakan. yg sering menjadi alasan utk menghentikan pengembangan obat baru bila ditemukan pd toxicity testing. .

pelepasan sel-sel epithel usus. dan AIDS ■ Pd embriogenesis membantu pembtkan organ2 dg menghilangkan sel-sel yg berlebihan dan tak diperlukan lagi. neurodegeneratif. kematian neutrophil yg time-expired) ■ Berperan dlm patofisiologi kanker. peny. .Apoptosis ■ ‘Cell suicide’ yg terdiri dr urutan kejadian yg diprogram secara genetik. ■ Mekanisme yg menghilangkan 10 miliar sel dari tubuh manusia dewasa setiap hari (a. regresi selsel mammae setelah laktasi. kardiovaskuler.l.auto-imun.

Karena tidak ada internal constituent (mis.komponen mitochondria. . dan sitoplasma menyusut. chromatin memadat. maka tdk ada reaksi inflammasi. diikuti transformasi sel menjadi suatu kumpulan zat terbungkus membran. fragmen DNA dll.enzim. yg dg cepat diphagocytosis oleh macrophages.Apoptosis (perubahan morfologis) ■ Sel-sel yg mati akan membulat.)yg keluar sel.