Anda di halaman 1dari 50

BAB V

STANDAR AKUNTANSI
PEMERINTAH

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


1
DEFINISI
Standar Akuntansi Pemerintah :
Adalah konsep2 akuntansi yang diterapkan
dalam menyusun dan menyajikan laporan
keuangan pemerintah.

Dasar Hukum Standar Akuntansi Pemerintah :


Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi Pemerintah
2
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
KOMPONEN SAP

SAP terdiri atas :


- 1 (satu) Kerangka Konseptual

- 11 (sebelas) Pernyataan Standar Akuntansi

Pemerintah (PSAP)

3
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH
(PSAP)
 PSAP No 01 Penyajian Laporan Keuangan
 PSAP No 02 Laporan Realisasi Anggaran
 PSAP No 03 Laporan Arus Kas
 PSAP No 04 Catatan atas Laporan Keuangan
 PSAP No 05 Akuntansi Persediaan
 PSAP No 06 Akuntansi Investasi
 PSAP No 07 Akuntansi Aset Tetap
 PSAP No 08 Akuntansi Konstruksi dlm Pengerjaan
 PSAP No 09 Akuntansi Kewajiban
 PSAP No 10 Akuntansi ttg Koreksi Kesalahan
 PSAP No 11 Laporan Keuangan Konsolidasian
4
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 01:


PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


5
RUANG LINGKUP
 Laporan keuangan untuk tujuan umum
yang disusun dan disajikan dengan basis
kas untuk pos-pos pendapatan, brlanja,
transfer, dan pembiayaan, serta basis
akrual untuk pengakuan pos-pos aset,
kewajiban, dan ekuitas dana.

6
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
BASIS AKUNTANSI
 Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan
keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk
pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan
pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan
aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
 Entitas pelaporan yang menyelenggarakan
akuntansi dan menyajikan laporan keuangan
dengan menggunakan basis akrual tetap
menyajikan Laporan Realisasi Anggaran
berdasarkan basis kas.

7
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Tujuan Laporan Keuangan
 Tujuan umum laporan keuangan adalah
menyajikan informasi mengenai posisi
keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan
kinerja keuangan suatu entitas pelaporan
yang bermanfaat bagi para pengguna dalam
membuat dan mengevaluasi keputusan
mengenai alokasi sumber daya.

8
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
TANGGUNG JAWAB
PELAPORAN KEUANGAN

Tanggung jawab penyusunan dan


penyajian laporan keuangan
berada pada pimpinan entitas

9
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
KOMPONEN-KOMPONEN
LAPORAN KEUANGAN
 Komponen laporan keuangan pokok:
 Laporan Realisasi Anggaran;

 Neraca;

 Laporan Arus Kas; dan

 Catatan atas Laporan Keuangan.

 Komponen laporan keuangan tersebut


disajikan oleh setiap entitas pelaporan,
kecuali Laporan Arus Kas yang hanya
disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.

10
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 02:


LAPORAN REALISASI ANGGARAN

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


11
ISI LAPORAN REALISASI
ANGGARAN
 Laporan Realisasi Anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-
pos sebagai berikut:
(a) Pendapatan (e) Penerimaan Pembiayaan
(b) Belanja (f) Pengeluaran pembiayaan
(c) Transfer (g) Pembiayaan neto
(d) Surplus atau defisit (h) SILPA/SIKPA

 Pos, judul, dan sub jumlah lainnya disajikan dalam Laporan


Realisasi Anggaran apabila diwajibkan oleh PSAP ini, atau
apabila penyajian tsb diperlukan untuk menyajikan Laporan
Realisasi Anggaran secara wajar.

12
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI PENDAPATAN
 Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum
Negara/Daerah
 Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis pendapatan
 Transfer masuk adalah penerimaan uang dari entitas pelaporan
lain, misalnya penerimaan dana perimbangan dari pemerintah
pusat dan dana bagi hasil dari pemerintah provinsi
 Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu
dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat
jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
 Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan
mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur mengenai
badan layanan umum

13
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI BELANJA
 Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari
Rekening Kas Umum Negara/Daerah
 Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran
pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban
atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan
 Dalam hal badan layanan umum, belanja diakui
dengan mengacu pada peraturan perundangan yang
mengatur mengenai badan layanan umum
 Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi
(jenis belanja), organisasi, dan fungsi

14
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI SURPLUS/DEFISIT
Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan
belanja selama satu periode pelaporan dicatat
dalam pos Surplus/Defisit

15
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI PENERIMAAN
PEMBIAYAAN
 Penerimaan pembiayaan diakui pada saat
diterima pada Rekening Kas Umum
Negara/Daerah
 Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)

16
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI PENGELUARAN
PEMBIAYAAN
Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat
dikeluarkan dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah

17
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI PEMBIAYAAN
NETO
Selisih lebih/kurang antara penerimaan dan
pengeluaran pembiayaan selama satu periode
pelaporan dicatat dalam pos Pembiayaan Neto

18
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 03:


LAPORAN ARUS KAS

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


19
Tujuan Pelaporan Arus
Kas
memberikan informasi mengenai
sumber, penggunaan dan
perubahan kas dan setara kas
selama suatu periode akuntansi dan
saldo kas dan setara kas pada
tanggal pelaporan

20
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ENTITAS PELAPORAN
ARUS KAS
 Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas
akuntansi yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan wajib menyampaikan
laporan pertanggungjawaban berupa L/K.
 Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan
menyajikan laporan arus kas adalah unit
organisasi yang mempunyai fungsi
perbendaharaan (Departemen Keuangan)

21
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKTIVITAS OPERASI
 Indikator yg menunjukkan kemampuan operasi
pemerintah dlm menghasilkan kas yg cukup utk
membiayai aktivitas operasionalnya di masa yg akan
datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari
luar
 Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga
yg sifatnya sama dgn persediaan, yg dibeli utk dijual,
maka perolehan dan penjualan surat berharga tsb
diklasifikasikan sbg aktivitas operasi

22
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Operasi)
Terutama diperoleh dari :
 Penerimaan Perpajakan;

 PNBP;

 Penerimaan Hibah;

 Penerimaan Bagian Laba perusahaan

negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan


 Transfer masuk

23
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ARUS KELUAR KAS
(Aktivitas Operasi)
Terutama digunakan untuk pengeluaran :
 Belanja Pegawai;

 Belanja Barang;

 Bunga;

 Subsidi;

 Hibah;

 Bantuan Sosial;

 Belanja Lain-lain/Tak Terduga;dan

 Transfer keluar

24
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKTIVITAS INVESTASI

Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran


kas yang bertujuan untuk meningkatkan dan
mendukung pelayanan pemerintah dimasa yang
akan datang

25
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKTIVITAS INVESTASI
 Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset non
keuangan terdiri dari :
(a) Penjualan Aset Tetap;
(b) Penjualan Aset Lainnya.

 Arus keluar kas dari aktivitas investasi aset non


keuangan terdiri dari :
(a) Perolehan Aset Tetap;
(b) Perolehan Aset Lainnya.

26
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Investasi)
Terutama diperoleh dari :
 Penerimaan Perpajakan;

 PNBP;

 Penerimaan Hibah;

 Penerimaan Bagian Laba perusahaan

negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan


 Transfer masuk

27
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKTIVITAS PEMBIAYAAN
 Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau
penggunaan surplus anggaran, yang bertujuan
memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas
pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak
lain di masa yang akan datang.

28
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Pembiayaan)
 Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara
lain:
(a) Penerimaan Pinjaman;
(b) Penerimaan Hasil Penjualan SUN;
(c) Penerimaan dari Divestasi;
(d) Penerimaan Kembali Pinjaman;
(e) Pencairan Dana Cadangan.

29
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
ARUS KELUAR KAS
(Aktivitas Pembiayaan)
 Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara
lain:
(a) Penyertaan Modal Pemerintah;
(b) Pembayaran Pokok Pinjaman;
(c) Pemberian Pinjaman Jangka Panjang; dan
(d) Pembentukan Dana Cadangan.

30
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKTIVITAS NON ANGGARAN
Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
bruto yang tidak mempengaruhi anggaran
pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah.
Arus Masuk Kas:
 Penerimaan PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
 Kiriman Uang Masuk
Arus Keluar Kas:
 Pengeluaran PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
 Kiriman Uang Keluar
31
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
TRANSAKSI BUKAN KAS
 Transaksi investasi dan pembiayaan yang tidak
mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran
kas dan setara kas tidak dilaporkan dalam
Laporan Arus Kas.
 Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam
CaLK

32
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 04:


CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN


33
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
Agar dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan membandingkannya
dengan laporan keuangan entitas lainnya, CaLK sekurang-kurangnya disajikan
dengan susunan sbb :
 Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro,
pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala
dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;
 Ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan;
 Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-
kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-
transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
 Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh PSAP yang belum
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;
 Pengungkapan informasi utk pos-pos aset dan kewajiban yg timbul
sehubungan dgn penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan
rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas;
 Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang
tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
 Daftar dan skedul
34
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
HAL-HAL PENTING DALAM
CALK
1. CALK adalah unsur Laporan Keuangan Pokok
dan Wajib, bukan tambahan.
2. CALK bagian tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan
3. Setiap entitas wajib menyajikan CALK
4. Fungsi CALK :
Menjelaskan unsur2 dlm Laporan Keuangan
yang lain dgn referensi silang

35
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 05 :
AKUNTANSI PERSEDIAAN

36
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi Persediaan
Pengungkapan
Pengakuan  Kebijakan akuntansi
 Diakui pada saat yang digunakan dalam
diterima atau hak Pengukuran pengukuran
kepemilikannya persediaan,
Biaya perolehan apabila  Penjelasan lebih lanjut
dan/atau
kepenguasaannya diperoleh dengan persediaan,
berpindah, pembelian,  Kondisi persediaan,

 Pada akhir periode Biaya standar apabila  Hal-hal lain yang perlu
akuntansi, diperoleh dengan diungkapkan berkaitan
persediaan dicatat memproduksi sendiri, dengan persediaan,
berdasarkan hasil Nilai wajar, apabila misalnya persediaan
inventarisasi fisik diperoleh dengan cara yang diperoleh melalui
dan dinilai dengan lainnya seperti hibah atau rampasan.
harga pembelian donasi/rampasan.
terakhir.

37
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 06 :
AKUNTANSI INVESTASI

38
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi Investasi
Pengungkapan
Pengakuan
Pengukuran Kebijakan akuntansi

yang digunakan dalam


Suatu pengeluaran
 Investasi jk pendek (saham penentuan nilai
kas/aset diakui sbg
investasi
investasi jika memenuhi & obligasi jk pendek)
salah satu kriteria : dicatat sebesar nilai  Jenis-jenis investasi

 Kemungkinan masa
perolehannya. (permanen dan non
permanen)
manfaat ekonomi/sosial Investasi jk pendek non-
di masa depan dapat saham (deposito jk  Perubahan harga pasar

diperoleh pemerintah pendek) dicatat sebesar (investasi jk pendek


 Nilai perolehan/nilai
nilai nominal deposito tsb maupu jk panjang)
wajar dapat diukur scr  Investasi jk panjang  Penurunan nilai

reliabel (memadai) permanen (penyertaan investasi yang


pemerintah) dan non signifikan dan
permanen (obligasi jk penyebabnya
panjang) dicatat sebesar  Penggunaan nilai wajar
perolehannya thd investasi dan alasan
penerapannya 39
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 07 :
AKUNTANSI ASET TETAP

40
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi Aset Tetap
Pengungkapan
Pengakuan  Dasar penilaian yang
digunakan utk
Suatu aset diakui sbg aset
tetap jika aset tsb Pengukuran nenentukan nilai aset
berwujud dan memenuhi Aset tetap dinilai dengan tetap
 Rekonsiliasi jumlah
kriteria : biaya perolehan (cost)
 Masa manfaat > 12 bln
pada awal dan akhir
 Apabila cost tidak
periode (penambahan,
 Biaya perolehan aset memungkinkan, maka aset pengurangan, mutasi
dapat diukur tetap dinilai berdasarkan lainnya)
 Tidak untuk dijual dlm nilai wajar pada saat  Informasi penyusutan
operasi normal perolehan
aset tetap
 Diperoleh/dibangun dgn
 Kapitalisasi yang
maksud utk digunakan berkaitan dgn aset
tetap

41
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 08 :
AKUNTANSI KONSTRUKSI DLM
PENGERJAAN

42
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi Konstruksi dalam Pengerjaan
Pengungkapan
Pengukuran  Disajikan di Neraca sebesar
Pengakuan  Swakelola: biaya yang
nilai moneternya,
 Rincian kontrak konstruksi
 Aset tersebut dimaksudkan berhubungan langsung
dalam pengerjaan berikut
untuk digunakan dalam dengan kegiatan
tingkat penyelesaian dan
operasional pemerintah/ konstruksi dan biaya yang
jangka waktu
dimanfaatkan oleh masyarakat dapat diatribusikan pada
penyelesaiannya; Nilai
dalam jangka panjang dan oleh kegiatan pada umumnya
karenanya diklasifikasikan kontrak konstruksi dan
dan dapat dialokasikan ke
dalam aset tetap. sumber pembiayaanya;
konstruksi
 Biaya perolehannya dapat
Jumlah biaya yang telah
 Kontrak: termin yang telah dikeluarkan;Uang muka
diukur secara andal dan masih dibayarkan kepada kontraktor kerja yang diberikan; dan
dalam proses pengerjaan. sehubungan dengan tingkat Retensi.
 Dipindahkan ke aset tetap penyelesaian pekerjaan dan
setelah pekerjaan konstruksi pembayaran klaim kepada
tersebut dinyatakan selesai dan kontraktor/pihak ketiga
siap digunakan sesuai dengan sehubungan dengan
tujuan perolehannya. pelaksanaan kontrak
konstruksi.
43
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 09 :
AKUNTANSI KEWAJIBAN

44
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi Kewajiban
Pengungkapan
 Disajikan di Neraca sebesar
Pengakuan nilai moneternya,
 Kewajiban diakui pada saat Pengukuran  Utang pemerintah harus
diungkapkan secara rinci
dana pinjaman diterima dalam bentuk daftar skedul
dan/atau pada saat kewajiban  Kewajiban dicatat sebesar
nilai nominal utang untuk memberikan
timbul
 Kewajiban dlm mata uang
informasi yang lengkap
bagi pengguna informasi
asing dikonversi dalam
nilai rupiah dgn kurs BI
 Untuk meningkatkan
pada tanggal neraca alanisisnya, informasi2
utang pemerintah harus
disajikan dalam CaLK.

45
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 10 :
AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN,
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI,
DAN PERISTIWA LUAR BIASA

46
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
AKUNTANSI KOREKSI KESALAHAN,
PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, DAN
PERISTIWA LUAR BIASA
Peristiwa LB :
Koreksi : Peristiwa LB harus memenuhi
 Thd setiap kesalahan harus syarat2 sbb :
dilakukan koreksi segera
setelah diketahui Perubahan :  Tidak mrp kegiatan normal
entitas
 Koreksi yang terjadi pada  Perubahan kebijakan  Tidak diharapkan terjadi
periode berjalan, baik akuntansi dilakukan hanya dan tidak diharapkan
mempengaruhi posisi kas atau jika terdapat penerapan terjadi berulang
tidak, dilakukan dgn pembetulan kebijakan akuntansi  Berada di luar
pd akun ybs dlm periode berbeda dgn kebijakan kendali/pengaruh entitas
berjalan yang diwajibkan oleh SAP, 
 Koreksi yang terjadi pada
Memiliki dampak yng
atau jika diperkirakan
periode 2 sebelumnya, dan signifikan thd realisasi
perubahan tsb akan
mempengaruhi posisi kas, anggaran atau posisi
menghasilkan informasi
apabila L/K belum diterbitkanm yang lebih andal/baik aset/kewajiban
dilakukan dgn pembetulan pd dalam penyajian L/K
akun ybs dlm periode ybs. entitas tsb.

47
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 11 :
AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN

48
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Akuntansi L/K Konsolidasian
Definisi
 LK Konsolidasian pada Penyajian
pemerintah pusat sebagai  Prosedur
LK Konsolidasian terdiri
entitas pelaporan mencakup atas LRA, Neraca, dan  LK Konsolidasian
LK seluruh entitas akuntansi, CaLK dilaksanakan dgn cara
termasuk LK Badan  LK Konsolidasian disajikan
menggabungkan dan
Layanan Umum (BLU) menjumlahkan akun2 yang
utk periode pelaporan
LK Konsolidasian adalah diselenggarakan oleh

yang sama dgn periode
suatu laporan keuangan pelaporan keuangan
entitas pelaporan dgn
yang mrp gabungan entitas pelaporan dan entitas pelaporan lainnya
seluruh LK entitas berisi jml komparatuif dgn dengan atau tanpa
pelaporan sehingga tersaji periode sebelumnya mengeliminasi akun2
sebagai entitas tunggal timbal balik (resiprokal)

49
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
Terima Kasih…

50
KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN