Anda di halaman 1dari 3

A.

Koreksi apungan (drift)

Koreksi apungan akibat adanya perbedaan pembacaan gravity dari stasiun yang sama pada
waktu yang berbeda, yang disebabkan karena adanya guncangan pegas alat gravimeter
selama
proses
transportasi
dari
suatu
stasiun
ke
stasiun
lainnya.

dimana

http://tikatgfusk.blogspot.com/2014/04/koreksi-data-gravity.html

Drift Correction (Koreksi Kemuluran Atau Apungan)


Koreksi drift dilakukan karena adanya kemuluran alat (pegas) ketika dilakukan
pengukuran. Setelah dipakai berulang-ulang pada satu hari survey maka pegas tersebut akan
mengalami kemuluran, untuk koreksinya adalah dengan kembali melakukan pengukuran di
titik base sesering mungkin. Pengukuran kembali di titik base dapat dilakukan setiap satu jam
sekali atau dua jam sekali tergantung kondisi yang terjadi di lapangan. Namun, semakin
sering melakukan pengukuran kembali maka akan semakin baik dalam mendapatkan data
untuk koreksi.
http://cutputrihandayani.blogspot.com/2014/04/macam-macam-koreksi-pada-metodegravity.html

B. Lacoste Romberg
Salah satu contoh gravimeter yang banyak digunakan adalah tipe Lacoste Romberg.
Gravimeter ini menggunakan metode jatuhan bebas, yaitu sesuai dengan benda yang
dijatuhkan ke dalam perlengkapan vakum. Objek yang jatuh itu diawasi dengan laser
interferometer yang berkejituan tinggi. Arah jatuhan untuk bahan yang digunakan dalam
metode jatuhan bebas adalah mengacu sepenuhnya kepada pegas aktif yang kokoh yang
disebut superspring.
http://agungbarus-mahasiswaunsyiah.blogspot.com/2014/04/v-behaviorurldefaultvmlo.html
C.
D.
E. Koreksi Udara Bebas (Free Air Correction)
Pengaruh ketinggian terhadap medan gravitasi bumi di hilangkan dengan koreksi ini.

Koreksi Udara Bebas (free-air correction)


Koreksi udara bebas merupakan koreksi akibat perbedaan ketinggian sebesar h dengan
mengabaikan adanya massa yang terletak diantara titik amat dengan sferoid referensi.
Koreksi ini dilakukan untuk mendapatkan anomali medan gayaberat di topografi. Untuk
mendapat anomali medan gayaberat di topografi maka medan gayaberat teoritis dan medan
gayaberat observasi harus sama-sama berada di topografi, sehingga koreksi ini perlu
dilakukan.
http://metoda-gravitasi-prosedurpenelitian.blogspot.com/

F. Koreksi Medan (Terrain Correction)


Pengaruh topografi yang relatif kasar dengan perbedaan elevasi yang besar, seperti
permukaan atau lembah di sekitar titik pengukuran dapat di hilangkan dengan koreksi ini.
Yang menyebabkan koreksi medan adalah:
Bagian lempeng datar dengan ketebalan yang sama dengan ketinggian titik ukur terhadap
permukaan speroid. Tarikan massa ini disebut efek Bouguer.

Bagian yang berada di atas atau bagian yang hilang di bawah permukaaan lempeng. Tarikan ini
dikatakan sebagai efek topografi (medan)
https://gigihwahyuakbar.wordpress.com/2010/10/12/koreksi-koreksi-anomali-gaya-berat/
(E-F)
G.

Anomali Bouguer
Anomali bouguer merupakan perbedaan harga gravitasi bumi sebenarnya
(gravitasi pengamatan di lapangan) dengan harga gravitasi model bumi homogen
teoritis di suatu datumreferensi tertentu.
http://www.scribd.com/doc/148718706/Anomali-Bouguer#scribd