Anda di halaman 1dari 5

Belajar Geologi Pantai

Bentang alam pantai dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan :


Genesa (Johnson, 1919)
Pendekatan genesa (Vallentine, 1951)
Faktor-faktor pembentukannya (Shepard, 1948)
Adanya gerak-gerak tektonik (Catton, 1952)

Adapun keterangannya berdasarkan pembagiannya bentang alam sebagai


berikut:
1.
Klasifikasi pantai menurut Johnson (1919 Vide Thornbury, 1964),
berdasarkan genesa dibagi menjadi 4 macam pantai yaitu:
a.
Pantai tenggelam (submergence coast), pantai tenggelam (submergence
coast) ini terjadi karena tenggelamnya daratan atau naiknya muka air laut.
Cirri-ciri pantai tenggelam:
-

Di muka pantai ada pulau

Garis pantai tidak teratur

Teluk dalam

Lembah-lembah turun
Contoh : Pantai Ria (terjadi akibat erosi fluvial)
Pantai Fjord (terjadi akibat glasiasi)

b.
Pantai naik (emergence coast), pantai ini terjadi akibat majunya garis
pantai atau turunnya muka air laut.
Ciri-ciri pantai naik:
Di muka pantai terbentuk undak-undak pantai dan gosong pasir atau
tanggul-tanggul.
-

Garis pantai relatif lurus

Relief relatif rendah

c.
Pantai netral, adalah pantai yang tidak mengalami penenggelaman atau
penurunan.
Ciri-ciri pantai netral:

Garis pantai relatif lurus

Pantai landai, ombak tidak besar

Kadang-kadang terbentuk delta, bila suplai material melimpah


Contoh: Pantai delta
Pantai volkanik
Pantai terumbu koral

d.

Pantai campuran (compound)


Ciri-ciri pantai campuran:

Pantai menunjukan undak pantai

Lembah tenggelam, akibat turun dan naiknya muka air laut.

2.
Klasifikasi pantai menurut Vallentine (1951, Vide Thornbury, 1964) yang
dibagi berdasarkan pendekatan genesa dan adanya perubahan-perubahan
pantai saat ini.
a.

Pantai maju (prograding shore line) kemungkinan dapat terjadi karena,

Pantai naik (emergence coast), yaitu pantai yang terjadi karena adanya
pengangkatan dasar laut.

Pantai karena pengendapan dari laut (prograding).


Akibat organisme, terbentuk pantai koral atau pantai bakau.

Akibat bukan organisme, misal pengendapan oleh laut atau tanggultanggul pantai (off shore bar) dan lagoon.

Akibat pengendapan fluvial, misalnya : Pantai delta


Pantai dataran alluvial

b. Pantai mundur (retrograding shore line) kemungkinan dapat terjadi


karena,
-

Pantai yang tenggelam

Pantai yang mengalmi erosi glasial atau erosi topografi, lama-lama


menjadi turun, contohnya: Pantai Fjord di daerah Boothbay Maine.

Pantai yang menggalami erosi fluvial, berupa pantai pegunungan


perlipatan tua, contohnya: Pantai Ria di New Zealand.

- Pantai yang mengalami abrasi gelombang atau ombak (retrograding), tebing


mundur karena pukulan ombak (cliff borered), contohnya: Pantai Cliff Kapur di
Bitling Gap (England).

3.
Klasifikasi pantai menurut Shepard (1948) dibagi berdasarkan faktor-faktor
pembentuknya, berdasarkan pendekatan secara genesa atau perbedaan bentukbentuk awal (initial) dan juga bentuk-bentuk berikutnya (subquential).
a.

Pantai primer, stadia muda

b.

Pantai sekunder, stadia dewasa

a. Pantai primer, stadia muda ini dihasilkan oleh proses bukan asal laut
(nonmarine agencies).
Bentuk pantai yang tenggelam karena erosi dari daratan oleh sungai
(glasial).

Pantai erosi fluvial yang tenggelam (Pantai Ria).

Pantai karena tenggelamnya lembah glacial (Pantai Frojd).

Pantai yang terbentuk oleh endapan asal darat.

Pantai hasil pengendapan fluvial.

Pantai pengendapan glasial, sebagai morena yang tenggelam.

Pantai maju karena pengendapan angin (prograding sand dunes).

Pantai yang terbentuk oleh meluasnya tumbuh-tumbuhan pada pantai


(mangrove).
-

Pantai akibat aktivitas volkanik

Pantai yang dipengaruhi oleh aliran lava masa kini (recent lava flow), contoh:
di sekitar Kepulauan Hawaii.
Pantai amblesan volkanik dan pantai kaldera, contoh: Pantai yang terbentuk
oleh batuan vulkanik di Keanae, Hawaii.
-

Pantai yang terbentuk karena diastropisme atau tektonik yang bekerja.

Pantai yang terbentuk oleh tebing patahan atau gawir, pantai lurus dan
dalam.
Pantai yang terbentuk oleh perlipatan. Bila pantai sejajar sumbu lipatan,
terbentuk tebing pantai yang curam.

b.
Pantai sekunder, dengan stadia dewasa yang dihasilkan oleh proses asal
laut (marine agencies).
-

Bentuk pantai lurus, karena erosi gelombang.

Pantai terjal lurus karena erosi geolombang, dengan ciri-ciri: batuan


homogen dan dijumpai suatu dataran (wave cut bench).

Pantai yang berliku-liku, karena erosi gelombang, dengan ciri-ciri: batuan


tidak homogen dan ada teluk-teluk kecil.
-

Bentuk pantai karena pengendapan laut.

Pantai yang lurus karena pengendapan gosong pasir atau bar yang
memotong teluk dengan ciri-ciri: kemiringan kecil dan ombak cukup besar.

Pantai maju karena pengendapan laut dengan ciri-ciri: kemiringan cukup


besar, ombak sangat kuat, daerah laut terbuka, contohnya: daerah Pantai
Parangtritis.

Pantai dengan gosong pasir lepas pantai (off shore bar and long shore spits),
merupakan pantai yang terbentuk oleh sedimen-sedimen yang diendapkan arus
dan ombak di sepanjang pantai dengan ciri-ciri: daerahnya berrelief datar, slope
terhadap laut landai, ada teluk, laguna (off shore bar/spits)

Pantai terumbu koral

Terumbu tepi laut (fringing reef), terdapat di pantai, tertambat di daratan, bentuk
seperti sabuk dan mempunyai lebar beberapa feet.
Terumbu penghalang (barier reef), terdapat di lepas pantai (off shore) yang
dipisahkan dari daratan oleh laguna lebar 1/2-10 mil. Contoh terbesar Great
Barrier Reer di pantai Utara Australia.
Terumbu cincin (atoll), bentuknya seperti cincin yang mengurung laguna.

4.
Klasifikasi pantai menurut Cotton (1952 Vide Bloom, 1979), dengan dasar
pembagian gerakan-gerakan tektonik yang terjadi.
a.
Daerah pantai stabil, dipengaruhi oleh peneggelam daratan masa kini
(recent submergence).
b.
Daerah pantai yang labil atau mobil, dipengaruhi oleh adanya
pengangkatan atau penurunan daratan masa kini.
Contohnya: Pantai lipatan
Pantai patahan
Pantai Pengangkatan daratan masa kini

Penurunan muka laut