Anda di halaman 1dari 21

ANATOMI SIRKULUS WILLISI

Oleh:
Okky Nafiriana 030.10.214
Sely Fauziah 030.10.248
PEMBIMBING :
dr. Ananda Setiabudi, SpS

ANATOMI SIRKULUS WILLISI


Terletak di dalam fossa

interpeduncularis basis
cranii
Dibentuk oleh :
Arteri carotis interna,
arteri communicans
anterior, arteri cerebri
anterior, arteri
communicans posterior,
arteri cerebri posterior,
dan arteri basilaris.

Arteria Carotis Interna


dimulai pada bifurcatio

arteria carotis communis

terdapat dilatasi setempat

yang disebut sinus


caroticus

Arteri carotis interna lalu

berjalan naik menuju ujung


medial sulcus lateralis
cerebri

di sini, arteria carotis

interna terbagi dua menjadi


arteri cerebri anterior dan
arteria cerebri media.

CABANG-CABANG Arteri Carotis


Interna
1. Arteria ophthalmica

memperdarahi mata dan struktur orbita lainnya,


daerah frontal kulit kepala, sinus ethmoidalis,
sinus frontalis, dan dorsum nasi
2. Arteria communicans posterior
berjalan ke arah posterior di atas nervus
oculomotorius untuk bergabung dengan arteria
cerebri posterior sehingga ikut membentuk
circulus Willisi

CABANG-CABANG Arteri Carotis


Interna

3. Arteria choroidealis anterior

Arteri ini terletak di distal dari a. Communicans


posterior

Arteria ini membentuk cabang kecil untuk strukturstruktur di sekitarnya, termasuk crus cerebri, corpus
geniculatum laterale, tractus opticus, dan sebagian
capsula interna.
4. Arteria cerebri anterior

Cabang kortikal memperdarahi seluruh permukaan


medial cortex cerebri di bagian posterior hingga
mencapai sulcus parieto occipitalis,

memperdarahi "area tungkai" gyrus precentralis

Cabang sentral memperdarahi bagian nucleus


lentiformis, nucleus caudatus, dan capsula interna.

CABANG-CABANG Arteri Carotis


Interna

5. Arteria cerebri media

cabang terbesar arteria carotis interna

berjalan ke lateral di dalam sulcus lateralis cerebri

memperdarahi seluruh permukaan lateral


hemispherium, kecuali daerah yang disuplai oleh
arteria cerebri anterior, polus occipitalis, dan
permukaan inferolateral hemispherium cerebri, yang
diperdarahi oleh arteria cerebri posterior

memperdarahi seluruh daerah motorik kecuali "area


tungkai"

ARTERI VERTEBRALIS
Pada

pinggir bawah
pons,
arteria
vertebralis
beranastomosis
dengan
arteria
vertebralis
sisi
kontralateral
untuk
membentuk
arteria
basilaris

Cabang arteri vertebralis


Arteria inferior posterior cerebelli
cabang terbesar arteria vertebralis
memperdarahi permukaan inferior vermis,
nuclei centrales cerebelli, dan permukaan
bawah hemispherium cerebelli

ARTERI BASILARIS
terbentuk dari

gabungan kedua
arteria vertebralis
Pada pinggir atas

pons, arteria ini


bercabang menjadi
dua arteria cerebri
posterior

Cabang-cabang arteri basilaris


1. Arteria inferior anterior cerebelli
memperdarahi bagian anterior dan inferior
cerebellum
2. Arteria superior cerebelli
memperdarahi permukaan superior cerebellum
Arteria superior cerebelli juga menyuplai pons,
glandula pinealis, dan velum medullare superior
3. Arteria cerebri posterior
Cabang-cabang kortikal menyuplai permukaan
inferolateral dan medial lobus temporalis serta
permukaan lateral dan medial lobus occipitalis
(korteks visual)

Cabang-cabang arteri basilaris


Cabang-cabang sentral memperdarahi bagian-

bagian talamus dan nucleus lentiformis, serta


mesencephalon, glandula pinealis, dan corpus
geniculalum mediale
Ramus choroidea masuk ke dalam cornu
inferius ventriculi lateralis serta memperdarahi
plexus choroideus dan plexus choroideus
ventriculi tertii

Gejala penyumbatan arteri karotis interna


Buta mendadak (amaurosis fugaks)
Disfagi bila gangguan terletak pada sisi

dominant
Hemiparese kontra lateral dan dapat
disertai sindrom Horner pada sisi
sumbatan.

Sindrom Horners adalah suatu sindrom yang terdiri dari kelainan berupa
masuknya bola mata, ptosis kelopak mata atas, kelopak mata atas sedikit naik,
kontraksi dari pupil, penyempitan dari fissura palpebra, anhidrosis dan warna
kemerahan di sisi wajah yang sakit, disebabkan oleh paralisa saraf-saraf simpatis
servikal.
Sindroma Horners juga disebut dengan Bernards Syndrome, Bernard-Horners
Syndrome dan Horners Ptosis. (2)

Gejala penyumbatan arteri serebri


anterior
Hemiparese kontralateral dengan kelumpuhan

tungkai lebih menonjol


Gangguan mental (bila lesi di frontal)
Gangguan sensibilitas pada tungkai yang lumpuh
Inkontinensia
(kelemahan sfingter
kandung kemih)
Kejang

Gejala penyumbatan arteri serebri


media
Bila sumbatan di pangkal arteri terjadi hemiparese

yang sama
Bila tidak di pangkal, lengan lebih menonjol
Hemihipestesi
kontralateral
Gangguan fungsi luhur (afasia, agrafia, apraksi)

Gejala penyumbatan pada arteri


serebri posterior
Hemianopsia homonym kontralateral dari sisi lesi
Hemiparesis kontralateral
Hilangnya rasa sakit, suhu, sensorik propioseptif

(termasuk rasa getar) kontralateral


(hemianestesia)

sumbatan pada arteri vertebralis :


Bila sumbatan pada sisi yang dominan dapat
terjadi sindrom Wallenberg. Sumbatan pada sisi
yang tidak dominan seringkali tidak menimbulkan
gejala

gangguan pada a.serebelli posterior


inferior
Sindrom Wallenberg, berupa ataksia sereberal pada

lengan dan tungkai di sisi yang sama dan reflek kornea


hilang pada sisi yang sama.
Sindrom horner sesisi dengan lesi
Disfagia
Nistagmus
Hemiparese alternans

TERIMA KASIH