Anda di halaman 1dari 2

MEMBANTU MOBILISASI PASIEN

PEMPROV DKI JAKARTA


RSU KECAMATAN
CILINCING

No. Dokumen
PPI/01/RSUKCil
Prosedur Umum
Keperawatan

Pengertian

Tujuan

Kebijakan
Prosedur

SPO RSUK CilincingPage 14

Revisi
0

Halaman
1/3
Ditetapkan oleh
DIREKTUR

TanggalTerbit
1 April 2015
dr.Netty Siahaan, M.KM
NIP. 196104241987112001
Tindakan keperawatan melatih pasien berjalan dengan atau tanpa
bantuan, di dalam upaya memulihkan kembali aktivitas yang
biasa mereka lakukan.
1. Untuk meningkatkan stamina fisik pasien dalam persiapan
dan post operasi atau pengobatan.
2. Untuk hiburan/pengalihan perhatian dari rutinitas RS.
3. Untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan
mengembalikan homeostasis.
4. Untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia dan
kontraktur.
Pasien dalam tahap pemulihan aktivitas dapat dibantu untuk
mobilisasi. Dilakukan oleh perawat, petugas fisioterapi, keluarga.
Persiapan Alat :
1. Ikat pinggang.
Pelaksanaan :
1. Sebelum memulai proses ambulasi, pasien harus mendapat
penjelasan dengan tepat apa yang akan dilakukan, apa yang
diharapkan darinya, apa keterbatasannya, bila ada pasien
akan dianjurkan untuk berpartisipasi ( misalnya : kalau
pasien fraktur kaki kanan jangan menggunakan kaki kanan
untuk berjalan, atau jari jangan exstensikan anggota gerak
yang terganggu ).
2. Siapkan semua peralatan sebelum memulai prosedur ini
karena hal ini akan mengurangi penundaan dan mencegah
keletihan pasien yang tidak perlu..
3. Bila perlu, berikan anelgetik 30 menit sebelum melakukan
ambulasi yang diprogramkan.
4. Berikan posisi pasien duduk di tempat tidur.
5. Jelaskan pada pasien untuk melakukan latihan-latihan

Unit Terkait

SPO RSUK CilincingPage 15

isometris ( jelaskan bahwa ia harus mengkontraksi ototototnya, perlahan-lahan, menghitung sampai merelaksasi
otot-ototnya, dan kemudianmengulanginya ).
Dorong lututnya ke arah matras.
Rapatkan kedua bokong.
Dorong matras ke bawah dengan kedua tangan, dan
perlahan-lahan angkat bokongnya.
6. Anjurkan pasien untuk memulai latihan ini dengan
melakukannya 5-6 kali setiap jam dan kemudian menambah
jumlah kontraksi, relaksasi juga frekuensi latihan.
7. Pastikan area mobilisasi bebas halangan.
8. Cuci tangan (sosial).
9. Bantu pasien duduk di sisi tempat tidur sehingga ia dapat
memperoleh keseimbangan.
10. Bantu pasien untuk berdiri secara perlahan-lahan dan dengan
hati-hati selama dibantu, perawat meletakkan satu tangan di
bawah axila dan tangan lain di lengan atas.
11. Ambulasikan pasien sejauh pasien dapat mentoleransi.
12. Berikan pujian atas usaha pasien, walaupun mungkin hanya
sedikit yang dilakukannya.
13. Kaji secara kontinyu respon pasien terhadap latihan : postur
langkah, nadi dan pernapasan.
14. Mengembalikan pasien ke tempat tidurnya dan diskusikan
rencana latihan yang lebih berat dari latihan yang baru saja
diperolehnya untuk mobilisasi yang akan datang.
15. Tinggalkan pasien dalam keadaan rapi, aman, dan nyaman.
16. Cuci tangan (sosial)
17. Catat hasil ambulasi.
Instalasi Penunjang/Fisioterapi