Anda di halaman 1dari 9

16 Tugas Pendamping Desa 2015, Kawal

Kewenangan Lokal-Desa dan Hak Asal Usul


Rakornas Kementerian Desa PDTT, 31 Maret sampai dengan 1 April 2015 telah meluncurkan skema
kebijakan pendampingan desa. Apa sebenarnya tugas, langkah kerja dan hasil kerja para pendamping
desa?
Tugas Pokok Pendamping Desa
Tugas pokok Pendamping Desa yang utama adalah mengawal implementasi UU Desa dengan
memperkuat proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat desa.
Fungsi Pendamping Desa
1. fasilitasi penetapan dan pengelolaan kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa
berdasarkan hak asal-usul
2. fasilitasi penyusunan dan penetapan peraturan desa yang disusun secara partisipatif dan
demokratis
3. fasilitasi pengembangan kapasitas para pemimpin desa untuk mewujudkan kepemimpinan desa
yang visioner, demokratis dan berpihak kepada kepentingan masyarakat desa
4. fasilitasi demokratisasi desa
5. fasilitasi kaderisasi desa
6. fasilitasi pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan desa
7. fasilitasi pembentukan dan pengembangan pusat kemasyarakatan (community center) di desa
dan/atau antar desa
8. fasilitasi ketahanan masyarakat desa melalui penguatan kewarganegaraan, serta pelatihan dan
advokasi hukum
9. fasilitasi desa mandiri yang berdaya sebagai subyek pembangunan mulai dari tahap
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan desa yang dilaksanakan secara
partisipatif, transparan dan akuntabel
10. fasilitasi kegiatan membangun desa yang dilaksanakan oleh supradesa secara partisipatif,
transparan dan akuntabel
11. fasilitasi pembentukan dan pemngembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)
12. fasilitasi kerjasama antar desa dan kerjasama desa dengan pihak ketiga
13. fasilitasi pembentukan serta pengembangan jaringan sosial dan kemitraan.

Pendamping Desa berkualifikasi sarjana dengan kompetensi pemberdayaan masyarakat desa maupun
pembangunan infrastruktur desa memiliki tugas untuk mengawal implementasi UU Desa.
Pendampingan spesifik sesuai keahlian ditentukan secara bersama oleh semua pendamping desa
berdasarkan kondisi obyektif yang ada di desa-desa yang didampingi. Secara garis besar rincian tugas
pokok, langkah kerja dan hasil kerja pendampingan dari para pendamping desa berkualifikasi sarjana
adalah sebagai berikut.
Tugas Pokok 1: memfasilitasi penetapan dan pengelolaan kewenangan lokal berskala desa
dan kewenangan berdasarkan hak asal- usul.
Langkah kerja:
1. fasilitasi musyawarah antar desa untuk advokasi penyusunan Peraturan Bupati/Walikota
tentang kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak asal- usul.
2. fasilitasi musyawarah desa untuk membahas kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan
desa berdasarkan hak asal- usul.
3. fasilitasi penetapan kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak
asal- usul dalam bentuk Peraturan Desa.
4. fasilitasi pelaksanaan kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak
asal- usul.
Hasil Kerja:
1. tersusunnya Peraturan Bupati/Walikota tentang kewenangan lokal berskala desa dan
kewenangan desa berdasarkan hak asal-usul.
2. tersusunnya Peraturan Desa tentang kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa
berdasarkan hak asal-usul.
3. terlaksananya kewenangan lokal berskala desa dan kewenangan desa berdasarkan hak asalusul.
Tugas Pokok 2: memfasilitasi penyusunan dan penetapan peraturan desa.
Langkah Kerja:
1. fasilitasi penyusunan peraturan desa untuk hal-hal strategis di desa
2. fasilitasi masyarakat desa menyampaikan aspirasi dalam penyusunan peraturan desa
3. fasilitasi pelaksanaan penyusunan peraturan desa secara partisipatif dan demokratis
4. pelatihan teknis penyusunan peraturan desa
Hasil Kerja:
1. terlaksananya penyusunan peraturan desa secara partisipatif dan demokratis
2. tersusunnya peraturan desa

Tugas Pokok 3: memfasilitasi kepemimpinan desa.


Langkah Kerja:
1. fasilitasi diskusi pengembangan kepemimpinan desa
2. fasilitasi terbentuknya kepemimpinan desa yang visioner, inovatif dan progressif
3. fasilitasi pengem-bangan kapasitas kepemimpinan desa.
Hasil Kerja:
1. adanya diskusi pengembangan kepemimpinan desa
2. adanya kepemimpinan desa yang visioner, inovatif dan progresif
3. adanya kepemimpinan desa yang terlatih
Tugas Pokok 4: memfasilitasi demokratisasi desa.
Langkah Kerja:

fasilitasi pemetaan kondisi sosial politik dan demokrasi di desa.

fasilitasi proses demokratisasi desa berlandaskan kearifan lokal (swadaya gotong royong).

fasilitasi musyawarah desa yang demokratis.

Hasil Kerja:

adanya peta sosial- politik desa

adanya demokratisasi desa berdasarkan kearifan lokal

adanya musyawarah desa yang demokratis

Tugas Pokok 5: memfasilitasi kaderisasi desa.


Langkah Kerja:

fasilitasi analisis kebutuhan pembentukan kader desa

fasilitasi pembentukan kader desa

fasilitasi pengembangan kapasitas calon kader desa dan/atau kader desa

fasilitasi pengorganisasian kader desa

Hasil Kerja:

adanya daftar kebutuhan kader desa

adanya kader desa yang dibentuk

adanya kader desa yang terlatih dan terdidik dalam mendinamisir pembangunan dan
pemberdayaan desa.

adanya pengorganisasian kader desa

Tugas Pokok 6: memfasilitasi lembaga kemasyarakatan desa


Langkah kerja:

fasilitasi identifikasi lembaga kemasyarakatan di desa.

fasilitasi penyusunan skema pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyara-katan desa


sesuai kondisi obyektif desa

fasilitasi pengembangan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa

Hasil kerja:

adanya peta lembaga kemasyarakatan di desa

adanya skema pembentukan dan pengembangan lembaga kemasyarakatan di desa.

adanya pengembangan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa

Tugas Pokok 7: memfasilitasi pusat kemasyarakatan (community center) di desa dan/ atau antar desa.
Langkah kerja:

fasilitasi identifikasi potensi sumberdaya dalam rangka pembentukan dan pengembangan pusat
kemasyarakatan di desa dan kecamatan

fasilitasi promosi manfaat pembentukan pusat kemasyarakatan di desa dan kecamatan

fasilitasi pembentukan pusat kemasyarakatan (community center) di desa dan kecamatan

fasilitasi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui pusat kemasyarakatan


di desa dan kecamatan

Hasil kerja:

adanya peta sumberdaya untuk pembentukan pusat kemasyarakatan di desa dan kecamatan

adanya promosi pembentukan pusat kemasyarakatan

adanya pusat kemasyarakatan yang terbentuk di desa dan kecamatan

adanya kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pusat


kemasyarakatan

Tugas Pokok 8: memfasilitasi ketahanan masyarakat desa


Langkah kerja:

fasilitasi identifikasi potensi sumberdaya dan masalah yang berkaitan dengan ketahanan
masyarakat desa

fasilitasi pembelajaran kewarganegaraan,

fasilitasi pembelajaran demokrasi desa,

fasilitasi pendidikan hukum,

fasilitasi advokasi hukum,

fasilitasi advokasi kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat desa

fasilitasi pengembangan Paralegal

Hasil Kerja:

adanya peta potensi sumberdaya dan masalah ketahanan masyarakat desa

adanya penguatan kewarganegaraan

adanya pembelajaran demokratisasi desa

adanya ketaatan hukum

adanya bantuan hukum kepada desa

adanya kebijakan desa yang berpihak kepada kepentingan masyarakat desa

adanya paralegal

Tugas Pokok 9: memfasilitasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan pembangunan desa
yang dikelola secara partisipatif.
Langkah Kerja:

fasilitasi perencanaan pembangunan dan anggaran desa

fasilitasi pelaksanaan pembangunan desa

fasilitasi evaluasi pelaksanaan pembangunan desa

fasilitasi pengawasan pembangunan desa berbasis komunitas

Hasil Kerja

adanya RPJMDesa, RKPDesa, DURKPDesa, dan APBDesa

adanya swakelola pembangunan desa yang partisipatif, transparan dan akuntabel

adanya laporan pertanggung- jawaban pelaksana pembangunan desa di dalam musyawarah


desa

adanya pengawasan pembangunan berbasis komunitas dan audit sosial oleh masyarakat desa

Tugas Pokok 10: memfasilitasi Pendamping Lokal Desa (PL Desa).


Langkah Kerja: fasilitasi peningkatan kapasitas PL Desa melalui bimbingan teknis dan pelatihan.
Hasil Kerja: adanya PL Desa yang terdidik dan terlatih oleh Pendamping Desa
Tugas Pokok 11: memfasilitasi desa melaksanakan kegiatan- kegiatan pembangunan desa.
Langkah Kerja:
Fasilitasi desa untuk mampu melaksanakan kegiatan pembangunan desa sesuai dengan kondisi
obyektif desa, dengan jenis kegiatan prioritas meliputi: pengelolaan pelayanan sosial
dasar, pengembangan usaha ekonomi Desa, pemberdayaan masyarakat Desa, pendayagunaan sumber
daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana Desa, dan pemberdayaan
masyarakat Desa.
Hasil Kerja: terlaksananya kegiatan pembangunan desa sesuai prioritas kebutuhan dan sesuai dengan
kondisi obyektif desa.
Tugas Pokok 12: memfasilitasi pembangunan kawasan perdesaan secara terpadu dan partisipatif.
Langkah Kerja:

fasilitasi indentifikasi program dan kegiatan pembangunan kawasan perdesaan

fasilitasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan
kegiatan pembangunan kawasan perdesaan

fasilitasi perlindungan aset-aset desa yang terkena dampak pelaksanaan pembangunan kawasan
perdesaan

Hasil Kerja:

adanya daftar program dan kegiatan pembangunan kawasan perdesaan

adanya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kawasan


perdesaan

adanya perlindungan aset- aset desa yang terkena dampak pelaksanaan pembangunan kawasan
perdesaan

Tugas Pokok 13: memfasilitasi pembentukan dan pengembangan BUMDesa.


Langkah Kerja:

fasilitasi indentifikasi potensi sumberdaya dalam rangka pembentukan dan pengembangan


BUMDesa

fasilitasi promosi dan sosialisasi manfaat pendirian BUMDesa

fasilitasi pendirian BUMDesa

fasilitasi pengembangan kapasitas pengelola BUMDesa

fasilitasi pengembangan usaha BUMDesa

fasilitasi pengembangan modal usaha BUMDesa

fasilitasi pengembangan jaringan pemasaran hasil usaha BUMDesa

Hasil Kerja:

adanya peta potensi sumberdaya dalam rangka pembentukan dan pengembangan BUMDesa

adanya promosi dan sosialisasi BUMDesa

adanya pendirian BUMDesa

adanya pengembangan kapasitas pengelola BUMDesa

adanya pengembangan usaha BUMDesa

adanya pengembangan modal usaha BUMDesa

adanya pengembangan jaringan pemasaran hasil usaha BUMDesa

Tugas Pokok 14: memfasilitasi kerjasama antar desa.


Langkah Kerja:

identifikasi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD)dan Musyawarah Antar Desa (MAD)

fasilitasi pembentukan BKAD dan MAD sesuai dengan UU Desa

fasilitasi program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang
dikelola melalui mekanisme kerjasama antar desa

Hasil Kerja:

adanya data BKAD dan MAD

adanya BKAD dan MAD yang dibentuk sesuai UU Desa

adanya program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dikelola
melalui mekanisme kerjasama antar desa

Tugas Pokok 15: memfasilitasi kerjasama desa dengan pihak ketiga


Langkah Kerja:

identifikasi pihak ketiga (LSM, perusahaan swasta, perguruan tinggi, dll) yang potensial untuk
diajak bekerjasama oleh desa

fasilitasi pembentukan kerjasama desa dengan pihak ketiga

fasilitasi program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang
dikelola melalui mekanisme kerjasama desa dengan pihak ketiga

Hasil Kerja:

adanya data pihak ketiga yang potensial untuk diajak bekerjasama oleh desa

adanya perjanjian kerjasama desa dengan pihak ketiga

adanya program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dikelola
melalui mekanisme kerjasama desa dengan pihak ketiga

Tugas Pokok 16: memfasilitasi pembentukan serta pengembangan jaringan sosial dan kemitraan
Langkah Kerja:

fasilitasi identifikasi para pihak dan pemangku kepentingan (stakeholder) yang potensial untuk
difasilitasi membentuk forum mitra desa

fasilitasi promosi dan sosialisasi tentang forum mitra desa sebagai media pengembangan
jaringan sosial dan kemitraan

fasilitasi pembentukan forum mitra desa

fasilitasi program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang
dikelola melalui mekanisme jaringan sosial dan kemitraan

Hasil Kerja:

adanya daftar para pihak dan pemangku kepentingan yang potensial difasilitasi membentuk
forum mitra desa

adanya promosi dan sosialisasi tentang forum mitra desa

adanya forum mitra desa yang terbentuk

adanya program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang dikelola
melalui mekanisme jaringan sosial dan kemitraan

Melihat seluruh rangkaian tugas, fungsi, langkah kerja dan hasil kerja pendampingan desa, karakter
calon pendamping desa berorientasi politik pemberdayaan (village driven development). Para

pendamping bergerak secara organizer dan bukannya sebagai mandor yang membawa janji-janji dan
segebok uang.***
By apih;disadur dari jaringan komunikasi desa