Anda di halaman 1dari 4

Seorang ibu hamil muda bernama ibu A di usia kehamilan enam bulan datang

dengan ibunya memeriksakan kandungannya didokter spesialis kandungan. Karena


di usia kehamilannya yang ke enam ini mulai muncul berbagai keluhan-keluhan
seperti nyeri dan berbagai keluhan lain.
Dokter : Selamat siang ibu. Ada yang bisa saya bantu? Saya dokter gabby. Kalau
boleh tau nama ibu siapa?
Mama nya ina : Selamat siang dok, saya dengan ibu iin dan ini anak saya Ina, iya
dok saya datang mau memeriksakan kandungan anak saya sekaligus ingin
konsultasi tentang beberapa keluhan yang di rasakan oleh anak saya.
Dokter : ohh oke baik ibu. Keluhan-keluhan apa saja yang ibu ina rasakan di usia
kehamilan yang keenam ini ?
Ina : saya sering merasa mual dan muntah, seluruh bagian badan terasa nyeri
apabila melakukan aktivitas yg berat, gelisah dan susah tidur.
Dokter : sudah berapa lama itu terjadi ibu ina ?
Mama nya Ina : iya dok dan anak saya juga nafsu makannya mulai menurun.
Terkadang dia hanya mau minum susu. Berat badannya juga sdh tampak menurun.
Ina : iya dok itu semua berlangsung hamper selama 1 bulan lebih. Semenjak
menginjak usia kehamilan 6 dan 7.
Sebulan sebelum ina ke dokter dia sering mengeluh kepada mama nya bahwa
seluruh bagian badannya nyeri apabila melakukan aktifitas yang berat , sering
merasa mual bahkan sampai muntah. Ibunya hanya berusaha untuk memenuhi
nutrisi anak nya yg sedang hamil. Dan biasa nya ibunya juga hanya mengajarkan
teknik relaksasi agar ina tidak cepat merasa lelah.
Ina : mama kenapa yah semakin masuk usia kehamilan ke 6 seluruh bagian badan
saya terasa nyeri?
Iin : iya mungkin itu karena faktor usia kandungan yang sudah masuk pada bulan2
menjelang kelahiran. Maka dari itu ina jangan terlalu memaksakan untuk bekerja
terlalu berat.
Ina : iya mama. Semakin lama semakin bertambah beban di perut.
Semenjak keluhan ina kepada mama nya akhir nya ibu iin membawa ina untuk
konsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mengetahui keadaan bayi yang
ada dalam perut ina dan untuk mengetahui kenapa sampai timbul keluhan yang
dirasakan oleh ina.
Dokter : ohh seperti itu yah ibu. Baiklah kalau begitu ibu tunggu sebentar yah saya
akan memanggil perawat.

Dokter pun memanggil kedua asisten perawatnya untuk membantunya


memeriksakan keadaan ibu ina.
Ses oan : selamat siang ibu ina. Saya dengan ses oan ses fitri yang akan mambantu
dokter untuk memmeriksakan kondisi fisik ibu ina.
Ses fitri : iya ibu saya dengan ses fitri akan mengukur tekanan darah ibu. Permisi
yah ibu, tolong lengannya di luruskan di meja yah.
Ibu ina : jadi ses berapa tekanan darah saya? Apakah itu normal?
Ses fitri : tekanan darah ibu sekarang ini 130/90 ibu. Iya itu bisa dibilang normal ibu
karena sekarang ibu sedang mengandung.
Ses oan : oke ibu sekarang ibu boleh berbaring diatas tempat tidur? Karena dokter
akan mulai memeriksa kondisi ibu.
Ibu ina : oke ses. Terima kasih.
Tidak lama kemudian dokter pun datang dan memeriksakan kondisi ibu ina.
Dokter : oke ibu. Bagaimana sekarang, apa yang ibu rasakan jika berbaring dengan
posisi ini? Apakah nyaman menurut ibu?
Ibu ina : kalo posisi datar seperti ini sya merasa sesak dokter dan dada nyeri.
Dokter : oke baiklah saya akan tambahkan dengan 2 bantal. Suster oan tolong
tambahkan 2 bantal di bawah kepala ibu ina. Bagaimana dengan posisi yang
sekrang?
Sus oan : baik dokter.
Ibu ina : iya dokter kalau dlm posisi seperti ini terasa nyaman dan tidak sesak.
Dokter : oke ibu jadi ini yang dinamakan posisi semi fowler. Jadi ketika ibu dirumah
ketika ibu mau tidur usahakan untuk mengubah posisi ibu jadi semi fowler seperti
ini.
Ibu ina : oke baik dokter.
Dokter : sekarang saya akan memeriksakan kandungan ibu yah. Tolong suster fitri
bantu untuk membukakan kancing baju dari ibu ina.
Ses fitri : baik dokter.
Dokter : oke terimakasih suster.
Dokter mengambil stetoskopnya dan mulai melakukan pengkajian mendengar bunyi
jantung dan mendengarkan pergerakan bayi yang ada di dalam perut ibu ina.

Dokter : baiklah ibu. Semua nya sudah selesai. Silahkan baju nya di rapihkan dan
ibu akan dibantu oleh perawat untuk bangun dari tempat tidur.
Ibu ina : baik terimakasih dokter.
Tak lama setelah semua nya dirapihkan dokter kembali ke meja kerja nya. Dan
memanggil ibu ina dan mama nya untuk duduk membahas keluhannya tentang
mual muntah.
Mama nya ina : bagaimana dokter dengan hasil pemeriksaan tadi ? apakah semua
baik2 saja?
Dokter : iya ibu semua baik2 saja. Kondisi ibu ina baik2 saja dan kondisi bayi juga
baik2 saja. Hanya saya ibu ina seperti nya mengalami yang namanya kekurangan
nutrisi.
Mama nya ina : syukurlah dokter. Iya dokter karena nafsu makan nya sudah
menurun semenjak sebulan yang lalu, karena rasa mual dan muntah yang
dirasakannya.
Dokter : iya itulah penyebabnya sampai ibu ina kekurangan nutrisi. Mari ibu ina
silahkan duduk.
Ibu ina : iya dokter bagaimana dengan nutrisi kebutuhan tubuh saya. Makanan
seperti apakah yang harus saya konsumsi untuk menghilangkan rasa mual saya?
Dokter : apakah selama masa kehamilan ibu ina pernah mengkonsumsi jus buah
dan sayuran?
Ibu ina : belum pernah dokter. Karena takut muntah.
Dokter : oke sperti itu yah ibu. Kalau begitu selepas dari tempat ini ibu mulai lah
untuk konsumsi jus buah segar. Karena ibu sebelumnya belum pernah mencoba nya
maka ibu terlebih dahulu sudah takut akan mual. Mulailah dengan jus jeruk atau
pun semangka.
Ibu ina oke dokter baiklah saya akan coba.
Mama nya ina : baik dokter saya akan membantu untuk mngontrol nutrisi
kebutuhan anak saya. Terima kasih banyak dokter sudah banyak member
pengetahuan kepada kami.
Ibu ina : iya terima kasih dokter untuk bantuan nya dan untuk edukasinya. Terima
kasih juga buat perawat yg sudah membantu.
Dokter : iya sama-sama ibu. Itu memang sudah menjadi tugas dan tanggu jawab
kami sebagai tim medis. Dan kalau boleh minggu depan jangan lupa untuk datang
control lagi kondisi ibu yah.

Ibu ina : baiklah dokter kami akan kembali lagi minggu depan untuk memeriksakan
kondisi apakah ada perubahan atau tidak. Sekali lagi terimakasih dokter,
Mama nya ina : iya dokter permisi kami sudah mau pulang yah.
Dokter dan perawat : iya ibu hati-hati dijalan.