Anda di halaman 1dari 6

I.

SEJARAH BERDIRINYA DINASTI


ABBASIYAH

Dinasti Abbasiyah atau Kekalifahan Abbasiyah adalah


Kekhalifahan kedua Islam yang berkuasa di Baghdad,Irak.Dinamakan
Dinasti Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah
keturunan Abbas bin Abdul Muthalib,paman Nabi Muhammad
saw.Berdirinya Dinasti Abbasiyah bermula dari gerakan kecil dan
rahasia sekelompok orang yang bertempat di kota kecil
Hamimah.Meskipun kecil,para tokoh gerakan ini mempunyai visi yang
besar dan jelas,yaitu meruntuhkan Dinasti Ummayah dan mendirikan
Dinasti Abbasiyah.

A.Propaganda yang Dilakukan oleh Muhammad bin

Ali
Awalnya Muhammad bin Ali mengumpulkan dukungan kuat
dari rakyat agar mendukung Keluarga Nabi Muhammad saw ini.Sebagai
basis pergerakan,Muhammad bin Ali menjadikan pusat kota Kufah
sebagai pusat penyebaran propagandanya.Pengambilan kota ini
sebagai pusat pergerakan didasari atas letak geografisnya yang sangat
strategis yang dapat dijadikan sebagai benteng pertahanan apabila
terjadi serangan dari pasukan Bani Ummayah.Semula Propaganda
Muhammad bin Ali tidak menggunakan nama Bani Abbas tetapi
menggunakan nama Bani Hasyim.Penggunaan nama Bani Hasyim
bertujuan untuk menghindari terjadinya perpecahan antara mereka
dengan kelompok Syiah.Strategi ini menambah kekuatan yang lebih
besar yang memadukan antara pendukung fanatic Ali bin Abi Thalib
dengan para pendukung dari kelompok lain.
Untuk melaksanakan propaganda tersebut,mereka
mengangkat 12 orang propagandis yang terkenal yang tersebar di
berbagai daerah seperti Khurasan,Kufah,Irak,Mekkah,dan beberapa
tempat strategis lainnya.Diantaranya yang dikembangkan dalam
propaganda tersebut adalah isu keadilan yang selama itu diterapkan
oleh pemerintahan pusat dinasti Bani Ummayah yang berpusat di
Damaskus.Dari sekian banyak propagandis yang terkenal dan berhasil
menarik banyak pengikut adalah Abu Muslim al-Khurasani.Dia adalah
seorang tokoh yang merasa dirugikan di Dinasti Bani Ummayah.Ia
berhasil menarik simpati masyarakat khususnya didaerah Khurasan
Persia.Masyarakat Marwa menyampakaikan sumpah setia kepada Abu
Muslim sehingga Abu Muslim semakin Kuat.
1

Melihat posisi Marwan bin Muhammad semakin


terpojok,Akhirnya Marwan bin Muhammad,penguasa terakhir dari
Dinasti Bani Ummayah menyelamatkan diri dari kejaran massa yang
sedang marah menuju Mesir.Di Mesir inilah,tepatnya di Fustat Marwan
bin Muhammad tewas terbunuh pada tahun 132 H/720 M.
Terbunuhnya Khalifah terakhir dari Dinasti Bani Ummayah
ini,menandai era baru dalam perjalanan sejarah pemerintahan
Islam,karena kekuasaan dengan sendirinya pindah ke kekuasaan
baru,yaitu para penguasa yang berasal dari keturunan Hasyim atau
keturunan Abbas yang kemudian dinasti ini disebut DINASTI BANI
ABBASIYAH.
Selama masa pergerakan,terdapat lima tokoh yang sangat
berjasa dalam penggulingan kekuasaan dinasti Bani
Ummayah,diantaranya:
1. Muhammad bin Ali
2. Ibrahim bin Muhammad bin Ali
3. Abu Abbas al-Saffah
4. Abu Jafar al-Mansur
5. Abu Muslim al-Khurasani

B. FAKTOR YANG MENYEBABKAN PROPAGANDA


MUHAMMAD BIN ALI DITERIMA OLEH MASYARAKAT

Propaganda Muhammad bin Ali mendapat sambutan luar biasa


dari Masyarakat terutama dari kalangan Mawali.Hali itu terjadi karena
beberapa faktor :
1) Kelompok Mawali kecewa dengan dinsasti Bani
Umayah.karena mereka tidak adil dalam penempatan
posisi pelapisan sosial.
2) Pecahnya persatuan antar suku-suku bangsa Arab
dengan lahirnya fanatisme antara Arab Utara.(Arab
Mudhariyah dengan Arab Himyariyah)
3) Timbulnya kekecewaan kelompok agama terhadap
pemerintahan dinasti bani ummayah yang dianggap
sekuler.Mereka menginginkan pemimpin Negara yang
memiliki pengetahuan,wawasan dan interegritas
keagamaan yang mumpuni
4) Perlawanan dari kelompok Syiah yang menuntut hak
mereka atas kekuasaan yang pernah dirampas oleh
dinasti bani umayah.Mereka tidak mudah melupakan
peristiwa Karbala yang menewaskan keturunan Ali bin
Abi Thalib
2

II. TOKOH YANG TERLIBAT DALAM


DINASTI BANI ABBASIYAH
Tokoh tokoh penting yang terlibat dalam pembentukan Daulah
Abbasiyah adalah sebagai berikut:
1) Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas
Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas yang memulai
dakwah Abasiyyah. Pendahulu para Khalifah. Mempunyai kening
bekas sujud dijuluki Abu Abdullah, Ibunya Aliyah binti Ubaidillah
bin Abbas. Muhammad bin Ali tumbuh dan besar di daerah
Hina.Muhammad bin Ali meninggal pada tahun 122 H dan di
makamkan di samping makam ayahnya di daerah Hamimah. Dan
menurut Waqidi Muhammad bin Ali meninggal pada tahun 125 H
atau Sekitar 70 Tahun.Muhammad bin Ali dikenal sebagai orang
cerdas dan kuat pendirian menggulingkan Daulah Umayyah dan
mendirikan Daulah Abbasiyah adalah cita-cita besarnya,geraknya
diawali dengan membentuk gerakan rahasia dan memilih kaderkader yang dipercaya mampu menjalankannya.
2) Ibrahim bin Muhammad
Ia dilahirkan di Madinah dari budak perempuan milik Nabi yakni
Mariyah Al Qibthiyyah pada bulan Jumadil Ula atau pada bulan
Jumadil Akhir tahun ke 9 Hijriyyah. Dan ia meninggal dunia pada
tanggal 29 Syawal di tahun ke 10 Hijriyyah, yakni pada hari
terjadinya gerhana matahari di Madinah dalam usia menyusui,
yakni dalam umur 16 atau 18 bulan. Lalu dikebumikan di Baqi.
Tugasnya ialah meneruskan dan menjalankan gerakan rahasia
pembentukan Daulah seorang panglima bernama Abu Muslim Al
Khurasani untuk memimpin masyarakat Khurasan menentang
Daulah Umayyah.
3) Abdullah bin Muhammad
3

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Ali bin


Abdullah bin Abbas.Ia adalah khalifah pertama dari Daulah
Abbasiyah yang bermarkas di Kuffah (Irak).Abdullah bin
Muhammad (721 - 754) merupakan pemimpin salah satu cabang
Bani Hashim, yang menisbatkan nasabnya kepada Hasyim, buyut
Nabi Muhammad, melalui al-Abbas, paman Nabi SAW.
4) Abu Jafar Al Mansur
Abu Jafar Al Mansur (712775).Ia dilahirkan di al-Humaymah,
kampung halaman keluarga Abbasiyah setelah migrasi
dari Hejaz pada tahun 687-688. Ayahnya adalah, Muhammad,
cicit dari Abbas; ibunya bernama Salamah al-Barbariyah, adalah
wanita dari suku Barbar.Abu Jafar Al Mansur merupakan saudara
As Safah yang pindah ke Kufah untuk merintis dan
memperjuangkan berdirinya Daulah Abbasiyah.ia adalah tangan
kanan yang paling dipercaya oleh As Safah dan ia yang
kemudian menjadi khalifah setelah As Safah wafat.

III. LAMA MASA DINASTI ABBASIYAH


DAN LAMA PERIODE DINASTI
ABBASIYAH
Bani Abbasiyah berdiri pada tahun 132-656 H/720-1258 M.
Bani Abbasiyah berhasil memegang kekuasaan selama 5,5 abad atau
lebih jelasnya lagi 524 Tahun yang diperintah oleh 37 orang
khalifah.Sementara,Gerakan rahasia dimulai pada tahun 100-129
H/718-746 M.
Selama dinasti Bani Abbasiyah berdiri pola pemerintahan yang
diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan
budaya. Berikut adalah Periode pada Dinasti Bani Abbasiyah :
1. Periode Pertama (132 H/750 M 232 H/847 M) ,disebut sebagai
periode pengaruh Persia pertama atau Masa semenjak lahirnya
dinasti Abbasiyah tahun 132 H/750 M sampai meninggalnya
khalifah Al-Watsiq 232 H/847 M.
Masa ini diawali sejak Abul Abbas menjadi khalifah dan
berlangsung selama satu abad hingga meninggalnya khalifah Al-Watsiq.
4

Periode ini dianggap sebagai zaman keemasan Bani Abbasiyah. Hal ini
disebabkan karena keberhasilannya memperluas wilayah
kekuasaan.Wilayah kekuasaannya membentang dari laut Atlantik hingga
sungai Indus dan dari laut Kaspia hingga ke sungai Nil. Pada masa ini ada
sepuluh orang khalifah yang cukup berprestasi dalam penyebaran Islam
mereka adalah khalifah Abul Abbas ash-shaffah(750-754 M), Al-Mansyur
( 754-775 M), Al-Mahdi (775-785 M), Al-Hadi (785-786 M), Harun Al-Rasyid
(786-809 M), Al-Amin (809 M), Al-Mamun (813-833 M), Ibrahim (817 M),
Al-Mutasim (833-842 M), dan Al-Wasiq (842-847 M).
2. Periode Kedua (232 H/847 M 334 H/945 M) disebut sebagai
periode pengaruh Turki pertama atau Masa awak khalifah AlMutawakkil pada tahun 232 H/847 M sampai berdirinya Daulah
Buwaihiyah di Baghdad tahun 334 H/946 M.
Periode ini diawali dengan meninggalnya khalifah Al-Wasiq dan
berakhir ketika keluarga Buwaihiyah bangkit memerintah. Sepeninggal AlWasiq, Al-Mutawakkil naik tahta menjadi khalifah, masa ini ditandai
dengan bangkitnya pengaruh Turki.
Setelah Al-Mutawakkil meninggal dunia, para jendral yang berasal dari
Turki berhasil mengontrol pemerintahan. Ada empat khalifah yang
dianggap hanya sebagai simbol pemerintahan dari pada pemerintahan
yang efektif, keempat pemerintahan itu adalah Al-Muntasir (861-862 M ),
Al-Mustain (862-866 M), Al-Mutaz (866-896 M), dan Al-Muhtadi (869-870
M). Masa pemerintahan ini dinamakan masa disintegrasi, dan akhirnya
menjalar keseluruh wilayah sehinngga banyak wilayah yang memisahkan
diri dari wilayah Bani Abbas dan menjadi wilayah merdeka seperti
Spanyol, Persia, dan Afrika Utara.
3. Periode Ketiga (334 H/945 M 447H/1055M) disebut sebagai
periode kekuasaan Buwaihi dan disebut juga sebagai periode
pengaruh Persia kedua atau berdirinya Daulah Buwaihiyah tahun
334 H/946 M sampai masuknya kaum Saljuk ke Baghdad Tahun
447 H/1055 M.
Masa ini ditandai dengan berdirinya Dinasti Buwaihiyah, yaitu Pada masa
ini jatuhnya Khalifah Al-Muktafi (946 M) sampai dengan khalifah Al-Qaim
(1075 M). Kekuasaaan Buwaihiyah sampai ke Iraq dan Persia barat,
sementara itu Persia timur, Transoxania, dan Afganistan yang semula
dibawah kekuasaan Dinasti Samaniah beralih kepada Dinasti Gaznawi.
Kemudian sejak tahun 869 M, dinasti Fatimiyah berdiri di Mesir.
Kekhalifahan Baghdad jatuh sepenuhnya pada suku bangsa Turki. Untuk
keselamatan, khalifah meminta bantuan kepada Bani Buwaihiyah. Dinasti
Buwaihiyah cukup kuat dan berkuasa karena mereka masih menguasai
5

Baghdad yang merupakan pusat dunia islam dan menjadi kediaman


Khalifah.Pada akhir Abad kesepuluh, kedaulaulatan Bani Abbasiyah telah
begitu lemah hingga tidak memiliki kekuasaan diluar kota Baghdad.
Kekuasaan Bani Abbasiyah berhasil dipecah menjadi dinasti Buwaihiyah di
Persia (932-1055 M), dinasti Samaniyah di Khurasan (874-965 M), dinasti
Hamdaniayah di Suriah (924-1003 M), dinasti Umayyah di Spanyol (7561030 M), dinasti Fatimiyah di Mesir (969-1171 M), dan dinasti Gaznawi di
Afganistan (962-1187 M)
4. Periode Keempat (447H/1055M 590H/1194M) masa kekuasaan
Bani Saljuk didalam Daulah Abbasiyah dan periode ini disebut
juga sebagai periode Turki Kedua atau masuknya kaum saljuk di
Baghdad tahun 447 H/1055 M sampai jatuhnya Baghdad ketangan
bangsa Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan pada tahun 656
H/1258 M.
Masa ini ditandai dengan ketika kaum Saljuk menguasai dan mengambil
alih pemerintahan Abbasiyah. Masa seljuk berakhir pada tahun 656
H/1258 M, yaitu ketika tentara mongol menyerang serta menaklukkan
Baghdad dan hampir seluruh dunia Islam terutama bagian timur.