Anda di halaman 1dari 15

LAS OKSI ASETILIN

PENGERTIAN
Mengelas artinya menyambung dua benda kerja
atau lebih tanpa menggunakan atau dengan
menggunakan bahan tambah, dengan cara
memanasi benda kerja tersebut sampai titik cair
dan menyatu menjadi satu, sehingga membentuk
suatu sambungan/kampuh.

Perlengkapan Las Oksi Asetilen


Keterangan :
Tabung oksigen dengan pengatur tekanan( regulator )
Tabung asetilen dengan pengatur takanan ( regulator )
Katup pengaman api balik
Selang oksigen
Selang asetilen
Brander las / pembakar las
Kawat Las
Mulut pembakar / nozzle
Benda kerja
Api las

Bagian-bagian Regulator
Keterangan:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Manometer tekanan isi


Manometer tekanan kerja
Filter
Selang pengatur tekanan
Membran
Dudukan katup kerucut
Katup penutup
Saluran keluar
Nipel penghubung

Pembakar Las
Keterangan:
a. Ganggang pembakar
b. Pembakar las
c. Saluran oksigen
d. Saluran asetilen
e. Katup oksigen
f. Katup asetilen
g. Mur pengikat
h. Nosel tekan
i. Injektor
j. Nosel pencampur
k. Pipa pencampur
l. Mulut pembakar

Peralatan
Peralatan untuk las gas sebaiknya
mempunyai perlengkapan antara lain: n
Pembakar komplit no: 1 5 n Palu pen
dengan berat 500 600 gram n Tang
panas dengan panjang 300 mm n Besi
siku atau kanal U n Korek api las n Balok
kayu yang keras n Sikat pembersih

Botol Zat Asam

Zat asam lebih berat dari udara, tidak berbau,


dan tidak berwarna.
Zat asam dapat disimpan dengan aman di
dalam silinder sampai tekanan 150 bar.
Warna botol di dalam perdagangan adalah biru,
hijau, dan abu-abu.
Katup botol dibuat dari bahan kuningan dan
dilengkapi dengan keping pengaman yang akan
pecah bila terjadi kenaikan tekanan di dalam
botol. Kenaikan tekanan dapat terjadi apabila
botol jatuh atau terkena panas.

Botol Gas Asetilen

Botol gas asetilen diisi dengan bahan berpori


seperti kapas, sutra tiruan, atau asbes yang
berfungsi sebagai penyerap aseton.
Aseton adalah bahan dimana asetilen dapat
larut dengan baik dan aman di bawah pengaruh
tekanan. n Isi bahan berpori dalam botol 25%
dan dapat menyerap aseton sebanyak 40%
dari isi botol. Tiap 1 liter aseton pada tekanan
15 bar dapat menyerap 360 l asetelin.
Botol akan bertambah panas setiap gas asetilen
keluar dari botol, maka itu janganlah memakai
gas asetilen lebih dari 750 l/jam agar botol tidak
panas dan aseton tidak terserap.

Keselamatan Kerja

Didalam pekerjaan las gas diperlukan pakaian


kerja yang dilindungi dengan pelindung dari
kulit (apron).
Kaca mata untuk melindungi mata dari
percikan-percikan api, dan sinar yang
menyilaukan dari ujung pembakar, serta untuk
mengurangi panasnya api terhadap mata.
Jangan lupa pula mengenakan pelindung untuk
sepatu.
Topi/helm dipergunakan untuk melindungi
kepala/rambut dari percikan api.

Teknik Pengelasan
Pengelasan metode ke kiri atau maju.

Pengelasan metode ke kanan atau mundur.

Pengelasan
Metode ke Kiri
atau Maju
Disebut pengelasan ke kiri atau maju apabila
kawat las dijalankan mendahului pembakar las.
Pengelasan maju diterapkan pada benda kerja
dengan ketebalan sampai dengan 3 mm, celah
pengelasan 0 2 mm, posisi las dan pembakar
tergantung pada posisi pengelasan.

Pengelasan
Metode ke Kanan
atau Mundur
Disebut pengelasan ke kanan atau mundur karena
apabila dijalankan kawat las akan mengikuti
pembakar las. Pengelasan mundur diterapkan
pada benda kerja dengan ketebalan di atas 3 mm,
celah pengelasan 2 4 mm. Posisi kawat las dan
pembakar las tergantung pada posisi pengelasan.

Mematikan Busur Api


Untuk mematikan busur api pada
pembakar,
caranya adalah kebalikan dari
menyalakan, yaitu:
1.Tutup katup gas asetilen.
2.Kemudian tutup katup zat asam.

Macam-macam Nyala Busur


Api
Nyala Netral:
Zat asam sebanding dengan gas asetilen.
Nyala Oksidasi:
Zat asam lebih banyak dari gas asetilen.
Nyala Karburasi:
Zat asam lebih sedikit dari gas asetilen.
Nyala Netral Besar:
Zat asam sebanding dengan gas Asetilen, tetapi
nyala busur api terlalu besar.

Membersihkan Ujung
Pembakar
Bila ujung dari pembakar tersumbat dan kotor,
maka dapat dibersihkan dengan cara:
Gosok-gosoklah pembakar yang masih menyala
di atas kayu.
Apabila dengan cara pertama tidak berhasil,
maka pergunakanlah pembersih yang terbuat
dari kawat baja dan sesuaikanlah besar kecilnya
lubang dengan diameter kawat baja pembersih
yang ada.