Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ALJABAR LINEAR
BASIS DAN DIMENSI

Dosen Pembimbing : A. Zainul Maarif, M.Pd.

Nama Anggota :
1 Ika Novita Sari
2 M. Haris Syafaat

(12 422 002)


(12 422 008)

PROGAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
2015

A. Basis Untuk Sebuah Ruang Vektor


Definisi :
Jika V adalah sembarang ruang vektor dan

S={v 1 , v 2 , , v n }

adalah suatu

himpunan vektor vektor dalam V, maka S disebut suatu basis untuk V jika dua
syarat berikut ini dipenuhi :
a. S bebas secara linear.
b. S merentangkan V.
Suatu basis adalah generalisasi ruang vektor dari suatu sistem koordinat dalam ruang
berdimensi 2 dan ruang berdimensi 3. Teorema berikut ini akan membantu kita melihat
mengapa hal tersebut demikian.
Teorema 5.4.1. :
Jika

S={v 1 , v 2 , , v n }

adalah suatu basis untuk suatu ruang vektor V, maka setiap

vektor v dalam V dapat dinyatakan dalam bentuk

v ={c 1 v 1+ c 2 v 2+ +c n v n }

Bukti :
Karena S merentangkan V, maka dari definisi suatu himpunan rentang kita dapatkan bahwa
setiap vektor dalam V dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari vektor vektor dalam
S. untuk melihat bahwa hanya ada satu cara untuk menyatakan suatu vektor sebagai
kombinasi lnear dari vektor vektor dalam S, anggap bahwa suatu vektor v dapat ditulis
sebagai
v ={c 1 v 1+ c 2 v 2+ +c n v n }
dan juga sebagai
v ={k 1 v 1 +k 2 v 2+ +k n v n }
Dengan mengurangkan persamaan kedua dari persamaan persamaan akan di dapatkan
0=( c 1k 1 ) v1 + ( c2 k 2 ) v 2 ++(c nk n ) v n
Karena ruas kanan dari persamaan ini adalah suatu kombinasi linear dan vektor vektor
dalam S, maka kebebasan linear dari S mengimplikasikan bahwa

c 1k 1=0 , c 2k 2=0 , , cn k n=0


yaitu,
c 1=k 1 , c 2=k 2 , , c n=k n
Jadi, kedua ekspresi untuk v adalah sama.
Contoh :
Tunjukkan bahwa himpunan matriks berikut :
M = 3 6 , 0 1 , 0 8 , 1 0
3 6 1 0 12 4 1 2

{[

][

][

][

]}

merupakan

basis

bagi

matriks

berukuran 2x2 !
Penyelesaian :
Jika kita menuliskan kombinasi linear dari persamaan tersebut dengan lengkap akan menjadi
3 6
0 1
0 8
1 0
a b
k1
+k 2
+k 3
+k 4
=
3 6
1 0
12 4
1 2
c d

] [

] [

] [

][ ]

atau
3 k 1 +0 k 2 +0 k 3+ k 4 6 k 11 k 28 k 3+ 0 k 4
=a b
c d
3 k 1k 212 k 3k 4 6 k 1 +0 k 24 k 3 +2 k 4

][ ]

Dengan menyamakan setiap unsur pada kedua ruas, diperoleh SPL :

3
0
0 1
6 1 8 0
3 1 12 1
6 0 4
2

][ ] [ ]
k1
a
k2
b
=
c
k3
d
k4

Determinan matriks koefisiennya (MK) = 48


Karena det (MK)0 SPL memiliki solusi untuk setiap a, b, c, d
M 2x 2
Jadi, M membangun

Ketika a=0, b=0, c=0, d=0


det (MK)0 SPL homogen punya solusi tunggal
Jadi, M bebas linear

Karena M bebas linear dan membangun

M 2x 2

maka M merupakan basis bagi

M 2x 2

B. Dimensi
Definisi 1:
Suatu ruang vektor tak nol V disebut berdimensi terhingga jika V berisi suatu
{v 1 , v 2 , , v n }
himpunan vektor terhingga
yang membentuk suatu basis. Jika
2
tidak ada himpunan yang seperti itu, maka V disebut berdimensi tak hingga. Di
samping itu, kita akan menganggap ruang vektor nol sebagai berdimensi terhingga.

Teorema 5.4.2. :
{v 1 , v 2 , , v n }

Jika V adalah suatu ruang vektor berdimensi terhingga dan

adalah

sembarang basis, maka :


a) Setiap himpunan dengan lebih dari n vektor adalah tak bebas secara linear.
b) Tidak ada himpunan dengan vektor yang kurang dari n yang merentang V.
Bukti (a) :
Anggap
dimana

S '={w1 , w2 , , wm }

adalah sembarang himpunan m vektor dalam V.

m>n . Kita ingin menunjukkan bahwa

S={v 1 , v 2 , , v n }

S'

adalah suatu basis, maka setiap

tak bebas secara linear. Karena


wi

dapat dinyatakan sebagai

kombinasi linear dari vektor vektor dalam S, misalkan


w 1={a 11 v 1+ a21 v 2+ +a n1 v n }
w 2={a 12 v 1 +a 22 v 2 ++ an 2 v n }

w m={a1 m v 1+ a2 m v 2 ++ anm v n }

(6)

Untuk menunjukkan bahwa S tak bebas secara linear, kita harus mencari skalar
k1 , k2 , , km

yang tidak semuanya nol sedemikian sehingga


k 1 w1 + k 2 w2 ++k m wm =0

(7)

Dengan menggunakan persamaan dalam (6), kita dapat menulis ulang (7) sebagai

(k 1 a11 + k 2 a12 + +k m a 1m )v 1
+( k 1 a21+ k 2 a22+ +k m a2 m )v 2

+ ( k 1 an 1 +k 2 a n2 + + k m anm ) v n=0
Jadi, dari kebebasan linear S, masalah membuktikan bahwa S adalah suatu himpunan yang
tak bebas secara linear berubah menjadi menunjukkan bahwa ada skalar

k1 , k2 , , km

yang tidak semuanya nol, yang memenuhi


a11 k 1+ a12 k 2+ +a1 m k m =0
a21 k 1 +a22 k 2 ++a 2 m k m=0

an 1 k 1 +an 2 k 2 ++ anm k m=0

(8)

Akan tetapi, (8) mempunyai peubah yang lebih banyak dari persamannya, sehingga bukti ini
menjadi lengkap karena Teorema 1.2.1 menjamin adanya penyelesaian yang tak trivial.
Sekedar mengingat
Teorema 1.2.1
Sebuah SPL homogen dengan jumlah peubah yang lebih banyak daripada jumlah
persamaan mempunyai tak hingga banyaknya penyelesaian.
Bukti (b) :
Anggap

S '={w1 , w2 , , wm }

oleh sembarang himpunan m vektor dalam V. dimana

m<n . Kita ingin menunjukkan bahwa

S'

tidak merentang V. Pembuktian akan

dilakukan dengan kontradiksi : Kita akan menunjukkan bahwa mengasumsikan bahwa S

merentang V akan membawa kita pada suatu kontradiksi kebebasan linear dari
{v 1 , v 2 , , v n }

Jika S merentang V, maka setiap vektor dalam V adalah suatu kombinasi linear dari
vektor vektor dalam S. Secara khusus, setiap vektor basis

vi

adalah uatu kombinasi

linear dari vektor vektor dalam S, misalkan


v 1=a11 w1 + a21 w 2+ +a m1 w m
v 2=a12 w1+ a22 w2 ++ am 2 wm

v n =a1 n w1 +a2 n w 2+ +amn w m }

(9)

Untuk memperoleh kontradiksi, kita akan menunjukkan bahwa ada skalar

k1 , k2 , , km

yang tidak semuanya nol sedemikian sehingga


k 1 v 1 +k 2 v 2 ++ k n v n=0

(10)

Akan tetapi, amati bahwa (9) dan (10) mempunyai bentuk yang sama dengan (6) dan (7),
kecuali bahwa m dan n dipertukarkan, serta w dan v dipertukarkan. Jadi, perhitungan yang
membawa pada (8) sekarang menghasilkan
a11 k 1+a12 k 2++a1 n k n=0
a21 k 1 +a22 k 2 ++a 2 n k n=0

am 1 k 1 +a m 2 k 2+ +amn k n =0
Sistem linear ini mempunyai peubah yang lebih banyak daripada persamaan, dan dengan
demikian mempunyai penyelesaian tak trivial berdasarkan Teorema 1.2.1.

Dari teorema sebelumnya kita ketahui bahwa jika

S={v 1 , v 2 , , v n }

adalah

sembarang basis untuk suatu ruang vektor V, maka semua himpunan dalam V yang secara
simultan merentang V dan merupakan himpunan yang bebas secara linear pasti mempunyai
tepat n vektor. Jadi, semua basis untuk V harus mempunyai jumlah vektor yang sama
sebagaimana sebarang basis S. Hal ini membawa pada hasil berikut ini, yang merupakan
salah satu teorema yang paling penting dalam aljabar linear.
Teorema 5.4.3. :
Semua basis untuk suatu ruang vektor berdimensi terhingga mempunyai jumlah
vektor yang sama.
Untuk melihat bagaimana teorema ini berkaitan dengan konsep dimensi, ingatlah
bahwa basis standar untuk

mempunyai n vector. Jadi, Teorema 5.4.3.

mengimplikasikan bahwa semua basis untuk


setiap basis untuk

R3

R2

mempunyai n vektor. Secara khusus,

mempunyai tiga vektor, setiap basis untuk

vektor, dan setiap basis untuk


berdimensi tiga,

R ( R)

R2

mempunyai dua

mempunyai satu vektor. Secara intuitif,

R3

(suatu bidang) berdimensi dua, dan R (suatu garis) berdimensi satu.

Jadi, untuk ruang ruang vektor yang kita kenal, jumlah vektor dalam suatu basis sama
dengan dimensinya. Hal ini menyatakan definisi berikut ini.
Definisi 2 :
Dimensi suatu ruang vektor berdimensi terhingga V, yang dinyatakan dengan
dim(V), di definisikan sebagai jumlah vektor dalam suatu basis untuk V. Disamping
itu, kita mendefinisikan ruang vektor nol mempunyai dimensi nol.
Mulai sekarang dan selanjutnya kita akan mengikuti kesepakatan umum yang
menganggap himpunan kosong sebagai suatu basis untuk ruang vektor nol. Hal ini konsisten
dengan definisi di atas karena himpunan kosong tidak mempunyai vektor dan ruang vektor
nol mempunyai dimensi nol.
Contoh
n
dim ( R ) =n

[Karena memiliki basis yang terdiri dari n vektor]


6

P =n+1
dim ( n )

[Karena memiliki basis yang terdiri dari n + 1 vektor ]

M =mn
dim ( mn )

[Karena memiliki basis yang terdiri dari mn vektor]. Jika M2 ruang

vektor yang terdiri dari matriks 2x2 dengan komponen real maka dimensi (M2) = 4, sebab
M2 mempunyai basis yang terdiri dari 4 unsur
Sifat :
Jika V ruang vektor berdimensi n, maka :
1. Setiap himpunan m vektor di V dengan m > n, senantiasa bergantung linier
2. Setiap himpunan n vektor di V yang bebas linier, membentuk basis untuk V
3. Setiap himpunan n vektor di V yang membangun V, membentuk basis untuk V
4. Setiap himpunan k vektor yang bebas linier di V, dengan k < n dapat diperluas menjadi
suatu basis untuk V
Contoh soal :
Tentukan basis dan dimensi ruang solusi dari SPL homogen
x+ y+ z+w=0
x +2 yw=0

Penyelesaian :
Kita dapat menyatakan sistem ini dalam bentuk perkalian matriks sebagai

[]

w
1
1 1 1 x
=0
0
1 1 2 0 y
z

] []

Matriks yang diperluas untuk sistem ini adalah

1
1 1 1 0
1 1 2 0 0

Yang dapat direduksi menjadi eselon baris tereduksi sebagai berikut

1 1 1 1 0
1
1 1 1 0
1 1 1 1 0 1
b +b
b
1
1 1 2 0 0 1 2 0 0 3 1 0 3 2 0 0 1
0
3

] [

b2 +b 1

2
3

1
0 0 1
3
1 1 0

0
0

]
7

Dari matriks yang terakhir kita memiliki

2
w=x z
3

dan

y=

1
z
. Karena nilai x
3

dapat ditetapkan dengan sembarang nilai s dan nilai z dapat ditetapkan dengan sembarang
nilai t, maka terdapat tak terhingga banyaknya pemecahan yang membentuk ruang solusi
SPL yaitu

{[ ] [ ] [ ] [ ] }
w
x
y
z

2
2
s t
3
1
3
s
=
= 1 s+ 0 t
1
0
1
t
0
3
3
t
1

yang menunjukkan bahwa vektor

tersebut. Karena

v 1 dan v 2

saling bebas linear. Jadi

[]

1
1
v 1=
0
0

[]

2
3
0
dan v 2=
1
3
1

merentang ruang solusi

tidak saling berkelipatan satu sama lain maka kedua vektor ini

{v 1 , v 2 }

adalah basis bagi ruang solusi SPL yang dimaksud yang

berdimensi 2.
C. Contoh Soal dan Pembahasan
1. Tentukan basis dan dimensi subruang

{( )| }

a
W = b a2 c=0
c

Penyelesaian :
Kondisi a2 c=0

menunjukkan bahwa b merupakan variabel bebas, misalkan

b=s . Karena tersisa sebuah persamaan dan dua bilangan yang belum diketahui
(a , c ) , maka kita memiliki sebuah variabel bebas lagi, misalkan
diperoleh a=2t . Dengan demikian kita dapat menulis W sebagai

c=t

sehingga

{( ) ( ) ( ) ( ) }

a
2t
0
2
W = b = s = 1 s+ 0 t
c
t
0
1

() ()

0
2
u= 1 dan v= 0
0
1

Yang menunjukkan bahwa vektor vektor

u dan v

merentang W. Karena

tidak saling berkelipatan satu sama lain, maka kedua vektor ini saling bebas
{u , v }

linear. Akhirnya kita simpulkan bahwa

adalah basis bagi W yang berdimensi

2.
2. Tentukan basis dan dimensi ruang solusi (ruang null) dari SPL homogen berikut
3 x1 + x 2 + x3 + x 4 =0
5 x1x 2 + x 3x 4 =0
x 1x 2x 4=0
Penyelesaian :
Menentukan basis dan dimensi ruang solusi (ruang null) dari SPL homogen

][ ] [ ]

x1
3 1
1 1
0
x
5 1 1 1 2 = 0
x
0
1 1 0 1 3
x4

Matriks yang diperluas untuk sistem tersebut adalah

3 1
1 1 0
5 1 1 1 0
1 1 0 1 0

yang dapat direduksi menjadi bentuk eselon baris teredusi sebagai berikut
b3 + b1
b3 +b 2

b1 b3
1
b
3 1
1 1 0
4 2
4 0
1 0 0
5 1 1 1 0
4 0
1 0 0
1 1 0 1 0
1 1 0 1 0
1 1 0 1 0
1
1 0
0 0
4
4 0
1 0 0

][

b1 +b 2

1 1 0 1 0
1
b1 +b 2
1
1 0
0 0
0 1
1 0
4
4
4 b 2+ b3

1
0 1
1 0
0 0
0 0 0
4
0 0 0 0 0

][

Dari matriks ini kita memiliki

sebagai variabel bebas.Misalkan

1
1
x 1+ x 3=0 dan x 2 + x3 + x 4 =0
4
4

x 3=s dan x 4=t

maka

x 1=

dengan

x 3 dan x 4

1
1
s dan x 2=
st
4
4

Denga demikian ruang penyelesaian SPL homogen di atas adalah sebagai berikut

{[ ] [ ] [ ] [ ] }
x1
t
1
0
x2
ts
1
1
=
=
t+
s
0
x 3 4 t 4
s
0
1
x4

yang menunjukkan bahwa vektor vektor


u dan v

merentang ruang penyelesaian SPL tersebut. Karena

tidak saling berkelipatan

satu sama lain, maka kedua vektor ini saling bebas linear. Akhirnya kita simpulkan
bahwa {u , v } adalah basis ruang solusi SPL di atas.
3. Diketahui

W=

{[

][

][

][

2 1 , 0 2 , 1 1 , 1 2
1 0 1 4 1 1 1 3

]}

. Periksa apakah W merupakan

basis bagi ruang vector matriks 2x2 !


Penyelesaian :
Memeriksa apakah
W = w 1= 2 1 , w 2= 0 2 , w 3= 1 1 , w 4 = 1 2
1 0
1 4
1 1
1 3

{ [

M 2x 2

] [

] [

10

] [

]}

merupakan basis bagi

Untuk mengetahui apakah W merupakan suatu basis bagi


M 2x 2

diperlihatkan apakah W membangun


bebas linear satu sama lain.

A=

matriks

[ ]
a b
c d

M 2x 2

pada

, maka harus

dan apakah setiap anggota dari W saling

M 2x 2

Untuk melihat apakah W membangun

M 2x 2

, harus kita periksa apakah sembarang

dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear

A=k 1 w1 +k 2 w 2+k 3 w3 +k 4 w4
Jika kita tuliskan persamaan tersebut dengan lengkap akan menjadi
a b
2 1
0 2
1 1
1 2
=k 1
+k 2
+ k3
+ k4
c d
1 0
1 4
1 1
1 3

[ ] [

] [

] [

] [

Dengan menyederhanakan ruas kanan kemudian membandingkan tiap tiap entri pada
kedua ruas akan diperoleh

)[

2 k 1+ 0 k 2 +k 3 + k 4=a
2
0
1 1
1
2
1 2
k 1 +2 k 2 +k 3+2 k 4=b
k 1 k 2k 3k 4=c
1 1 1 1
0
4
1
3
0 k 1 + 4 k 2 +k 3+ 3 k 4 =d

][ ] [ ]
k1
a
k2
b
=
c
k3
d
k4

Matriks yang diperluas untuk sistem tersebut adalah

2
0
1 1 a
1
2
1 2 b
1 1 1 1 c
0
4
1
3 d

yang dapat direduksi sebagai berikut

2
0
1 1 a
1 1 0 0 a+c
b3 +b1
1 1
0
1
2
1 2 b
0
1 0 1 b +c
b3 +b2
b3 +b 1 0 1
0
1 1 1 1 c
1 1 1 1 c 0 2 1
0
4
1
3 d
0
4
1
3 d
0 4
1

] [

] [

] [

1 1
0 0 a+c
0 1
0 1 b+ c

a+2 c 2b 2+ b4
b3 +b 4 0 2 1 1
0 2
0
2 a+2 c +d

11

1 1
0 0 a+ c
0 1
0 1 b+ c
0 2 1 1
a+2 c
0 0
0
0 a2 b+d

0 a+ c
1 b+c
1 a+2 c
3
d

Perhatikan bahwa agar sistem ini memiliki penyelesaian, maka haruslah berlaku
a2b +d=0

a 2bd

(baris terakhir). Jika

maka sistem ini tidak memiliki

penyelesaian yang berarti ada matriks A anggota dari

M 2x 2

yang tidak dapat

dinyatakan sebagai kombinasi linear

A=k 1 w1 +k 2 w 2+k 3 w3 +k 4 w4

dari W. Dengan

M 2x 2

sehingga W bukan basis bagi

M 2x 2

demikian W tidak membangun

4. Tentukan basis dan dimensi serta solusi dari SPL homogen berikut ini :
x 1+2 x 2+ 2 x 3x 4 +3 x 5=0
x 1+2 x 2+ 3 x 3 + x 4 + x 5=0
3 x1 +6 x 2 +8 x3 + x 4 +5 x 5=0
Penyelesaian :
Harus dicari solusi SPL dengan menggunakan eliminasi Gauss-Jordan

][

1 2 2 1 3 0
1 2 0 5 7 0
1 2 3 1 1 0 0 0 1 2 2 0
3 6 8 1 5 0
0 0 0 0 0 0

x 3+2 x 4 2 x 5=0 x 3=2 x 4 +2 x 5


x 1+2 x 25 x 4 +7 x 5=0 x 1=2 x2 +5 x 4 7 x 5

Solusinya :

[] [ ] [ ] [ ]
x1
x2
x3 =x 2
x4
x5

2
1
0 + x4
0
0

5
0
2 + x 5
1
0

7
0
2
0
1

Maka yang menjadi basisnya adalah :

[ ][ ] [ ]
2 5
1
0
,
0 2 , dan
0
1
0
0

7
0
2
0
1

Sedangkan dimensinya adalah 3 (karena basisnya ada 3)

12

Contoh :
Diketahui u= (1,3,2 ) dan a= (1,1,1 ) . Apakah merupakan basis di R2 ?
Jawab :
Syarat basis :
i)
Bebas secara linear
Tulis

k 1 u +k 2 a =0

atau

[ ][ ] [ ]
1 1
0
k1
=0
3
1
k
2 1 2
0

Dengan OBE dapat diperoleh :

R1 + R3
1
R
4 2

] [ ][ ] [ ]

1 1 0 1 x R1 1 1 0
3
1 0 3 R 1+ R 2 0 4 0
2 1 0 2 R 1+ R3 0 1 0

1 0 0
1 0 0
0 1 0 R3 R 2 0 1 0
0 1 0
0 0 0

Dengan demikian diperoleh solusi tunggal yaitu :


k 1=0 dan k 2=0
Ini berarti u dan a saling bebas linear
ii)

Membangun
Arinya jika semua vektor bisa membentuk kombinasi linear
Vektor nol merupakan kombinasi linear dari vektor apapun
Jadi (i) dan (ii) terpenuhi, maka u dan a basis di R2.

[ ]

B= 0 0
0 0

13