Anda di halaman 1dari 9

RESUME

AKUNTANSI PERBANKAN
AKUNTANSI AKTIVA TETAP

Setelah Saya Membuat Resume Ini, Saya Sudah Memahaminya


Dan Layak Mendapat Nilai B+

OLEH:
NAMA

: HILMAN

NIM

: A1C013040

PRODI

: S1 AKUNTANSI REGULER PAGI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS MATARAM
2015

Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun
terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual, dalam rangka
kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari setahun. Aktiva tetap lazimnya
dicatat sejumlah harga perolehannya, dengan ketentuan:
a. Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai dicatat berdasarkan harga beli ditambah
biaya yang terjadi dalam rangka menempatkan aktiva tersebut dalam kondisi dan tempat yang
siap untuk digunakan, seperti: bea masuk, pajak penjualan, biaya pengangkutan, biaya
pemasangan, dan lain sebagainya.
b. Harga perolehan aktiva tetap yang dibangun sendiri meliputi seluruh biaya yang terjadi berkenaan
dengan pembangunan aktiva tersebut hingga siap digunakan.
c. Aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi pertukaran nonmoneter biasanya dinilai sebesar
nilai wajar dari aktiva yang diperoleh. Bila menyangkut pertukaran dengan aktiva yang tidak
sejenis, perbedaan antara nilai buku dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pencatatan
aktiva yang diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai laba atau rugi pertukaran
aktiva tetap. Kecuali dalam hal pertukaran aktiva sejenis dimana laba yang timbul akan
ditangguhkan.
d. Harga perolehan dari masing-masing aktiva tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan
dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masingmasing aktiva yang bersangkutan.
e. Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang
layak dengan mengkreditkan perkiraan modal yang berasal dari sumbangan.
Biaya sehubungan dengan penambahan, perbaikan, atau penggantian komponen aktiva tetap yang
memperpanjang masa manfaat, meningkatkan kapasitas atau mutu produksi dari aktiva tetap yang
bersangkutan harus ditangguhkan/dikapitalisasi dengan mendebit perkiraan aktiva/perkiraan akumulasi
penyusutannya yang didasarkan pada pertimbangan material tidaknya jumlah yang bersangkutan.
Lazimnya aktiva tetap di bank, penyusutannya dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
dengan didasarkan atas taksiran masa manfaat aktiva tetap, yaitu: aktiva tetap berupa tanah tidak
disusutkan, aktiva tetap berupa bangunan diperkirakan masa manfaatnya 15 tahun, dan aktiva tetap
lainnya (kendaraan, mesin, perabotan, dan sebagainya) diperkirakan masa manfaatnya 5 tahun.
Aktiva tetap dinyatakan sebesar nilai buku yaitu harga perolehan aktiva tetap tersebut dikurangi
dengan akumulasi penyusutannya. Apabila manfaat ekonomis suatu aktiva tetap tidak lagi sebesar nilai
bukunya, maka aktiva tersebut harus dinyatakan sebesar jumlah yang sepadan dengan nilai manfaat
ekonomis yang tersisa. Penurunan nilai kegunaan aktiva tetap tersebut dilaporkan sebagai kerugian. Nilai
buku aktiva tetap yang tidak dapat digunakan lagi harus dihapuskan sebagai kerugian. Jika terdapat aktiva
tetap yang tidak digunakan lagi dalam jumlah yang material, aktiva ini harus disajikan sebagai aktiva
lain-lain berdasarkan nilai realisasinya. Bangunan yang masih dalam penyelesaian, jika jumlahnya
material dapat dinyatakan sebagai bagian dari kelompok aktiva lain-lain, terpisah dari kelompok aktiva
tetap atau sebagai bagian dari kelompok aktiva tetap dengan penjelasan dalam catatan atas laporan

keuangan. Akumulasi penyusutan aktiva tetap harus dinyatakan sebagai pengurang atas perkiraan aktiva
tetap atau sebagai pengurang atas masing-masing jenis aktiva tetap yang bersangkutan.
Penilaian kembali/revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena prisip akuntansi
Indonesia menganut penilaian aktiva berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan
dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporan keuangan
harus menjelaskan mengenai penyimpangan dari konsep harga perolehan di dalam penyajian aktiva tetap
serta pengaruh dari penyimpangan tersebut terhadap gambaran keuangan perusahaan. selisih antara nilai
revaluasi dengan nilai buku aktiva tetap dibukukan dalam perkiraan modal dengan nama selisih
penilaian kembali aktiva tetap. Dasar penilaian, metode penyusutan, dan ikatan/penggunaan aktiva tetap
sebagai jaminan harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. aktiva tetap yang diperoleh dari
transaksi sewa guna usaha pembiayaan (capital lease) di atur sebagai berikut:
a. Transaksi sewa guna usaha diperlakukan dan dicatat sebagai aktiva tetap dan kewajiban pada
awal masa sewa guna usaha sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha
ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar penyewa guna usaha pada akhir masa sewa
guna usaha. Selama masa sewa guna usaha, setiap pembayaran sewa guna usaha dialokasikan dan
dicatat sebagai angsuran pokok kewajiban sewa guna usahas dan beban Bunga berdasarkan
tingkat bunga yang diperhitungkan terhadap sisa kewajiban penyewa guna usaha.
b. Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai tunai dari pembayaran sewa guna usaha
adalah tingkat bunga yang dibebankan oleh perusahaan sewa guna usaha atau tingkat bunga yang
berlaku pada awal masa sewa guna usaha.
c. Aktiva yang disewagunausahakan harus diamortisasi dalam jumlah yang wajar berdasarkan masa
manfaatnya.
d. Kalau aktiva yang disewa guna usaha dibeli sebelum berakhirnya masa sewa guna usaha, maka
perbedaan antara pembayaran yang dilakukan dengan sisa kewajiban dibebankan atau dikreditkan
pada tahun berjalan.
Dalam hal dilakukan penjualan dan penyewaan kembali, maka transaksi tersebut harus
diperlakukan sebagai dua transaksi yang terpisah, yaitu transaksi penjualan dan transaksi sewa
guna usaha. Selisih antara harga jual dan nilai buku aktiva yang dijual harus diakui dan dicatat
sebagai keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan. Amortisasi atas keuntungan dan kerugian
yang ditangguhkan harus dilakukan secara proporsional dengan biaya amortisasi aktiva yang
disewagunausahakan apabila lease back merupakan sewa guna atau secara proporsional dengan
biaya sewa apabila lease back merupakan operating lease.
Aktiva yang disewagunausahakan dilaporkan sebagai bagian aktiva tetap dalam kelompok tersendiri.
Kewajiban sewa guna usaha harus disajikan terpisah dari kewajiban lainnya. Pengungkapan yang cukup
harus dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan mengenai hal-hal sebagai berikut:

Jumlah pembayaran sewa guna usaha yang harus dibayarkan paling tidak untuk dua tahun
berikutnya.

Penyusutan aktiva yang disewagunausahakan yang dibebankan dalam tahun berjalan.

Jaminan yang diberikan sehubungan dengan transaksi sewa guna usaha.

Keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan dengan


transaksi (sale and leaseback).

Ikatan- ikatan penting yang dpersyaratkan dalam perjanjian sewa guna usaha (major covenants).

Kegiatan bank berkaitan dengan aktiva tetap meliputi pengadaan, pendistribusian, penyusutan dan
penghapusan. Pengadaan aktiva tetap dapat dilakukan dengan cara pembelian, membangun sendiri, atau
leasing. Sedangkan penghapusan aktiva tetap dilakukan karena adanya penjualan atau karena
pemusnahan.

Prosedur Akuntansi Aktiva Tetap


Misalkan pada pengadaan aktiva tetap (gedung, kantor/persediaan barang
percetakan/kendaaraan/meubel dan sebagainya) senilai Rp.100.000.000, maka transaksi
pembukuan adalah sebagai berikut:
Pengadaan Aktiva tetap dari Pembelian
Pada saat barang/aktiva tetap diterima diakukan pembukuan dengan jurnal pembukuan
a. Barang Investasi/Barang Modal
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor/
Aktiva Tetap Nonleasing- Rumah Dinas/
Aktiva Tetap dalam Penyelesaian/Persediaan Aktiva Tetap
Utang Pengadaan Aktiva Tetap Belum Ditagih

Rp. 100.000.000
Rp. 100.000.000

b. Barang Eksploitasi
Biaya Eksploitasi (sesuai perlakuannya)/Persediaan Barang
Cetakan
Utang Pengadaan Aktiva Tetap Belum Ditagih

Rp. 100.000.000
Rp. 100.000.000

Pada saat supplier/rekanan melakukan penagihan kepada perusahaan dilakukan


pembukuan dengan jurnal pembukuan:
Utang pengadaan aktiva tetap belum ditagih
Rp. 100.000.000
Utang pengadaan aktiva tetap
Rp. 100.000.000
Pada saat dilakukan pembayaran kepada supplier/rekanan dibuatkan jurnal pembukuan:
Utang pengadaan aktiva tetap
Rp. 100.000.000
Rekening Gro supplier/rekanan/ rekening tabungan
Supplier/ rekanan
Rp. 90.000.000
Titipan macam-macam pajak untuk Negara
Rp. 10.000.000
Pengadaan Aktiva Tetap dari Pembangunan Sendiri

Pada saat pengeluaran biaya- biaya yang berkaitan dengan pembangunan dilakukan
pembukuan dengan jurnal pembukuan
Bangunan Kantor dalam Penyelesaian
(sesuai pengeluaran
Kas Kantor
biayanya)
Pada saat bangunan/aktiva tetap telah selesai (misalkan total nilai sebesar
Rp100.000.000) dilakukan pemindahan klasifikasi aktiva tetap dengan jurnal pembukuan:
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Rp. 100.000.000
Bangunan Kantor dalam Penyelesaian
Rp. 100.000.000
Pengadaan Aktiva Tetap dari Leasing
Pada saat barang/aktiva tetap diterima dilakukan pembukuan dengan jurnal pembukuan :
Aktiva Tetap Leasing Kantor/ Aktiva Tetap
Leasing Rumah Dinas
Rp. 100.000.000
Utang Pengadaan Aktiva Tetap Belum Ditagih
Rp. 100.000.000
Pada saat dilakukan perjanjian antara perusahaan dengan vendor/rekanan, maka
dilakukan jurnal pembukuan sebagai berikut:
Utang Pengadaan Aktiva Tetap Belum Ditagih
Rp. 100.000.000
Utang Aktiva Tetap Leasing
Rp. 100.000.000
Pada saat dilakukan pembayaran pokok dan bunga utang Leasing di unit kerja
penggunaan aktiva tetap Leasing, misalkan bunga utang Leasing telah ditetapkan sebesar
Rp. 15.000.000 maka dilakukan jurnal pembukuan:
Utang Aktiva Tetap Leasing [pokok leasing]
Rp. 100.000.000
Biaya Aktiva Sewa Guna Usaha [sebesar bunga Leasing]
Rp. 15.000.000
Kas/rekening Perusahaan Vendor/Rekanan
Rp 115.000.000
Pada setiap bulan dilakukan pembukuan punyusutan aktiva tetap leasing , misalkan biaya
penyusunan sebesar Rp. 100.000.000 per bulan. Untuk memudahkan transaksi ini,
dilakukan secara otomatis sistem pembukuan, dengan jurnal pembukuan :
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Leasing Kantor/
Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Leasing Rumah Dinas
Rp. 100.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Leasing Kantor/
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Leasing Rumah Dinas Rp. 100.000.000
Pada saat kewajiban leasing jatuh tempo atau berakhirnya masa leasing, maka aktiva
Leasing akan dipindahkan menjadi aktiva tetap milik perusahaan tersebut (hal ini harus
disepakati pada saat pembelian leasing dilakukan, apakah akan menjadi hak perusahaan
penyewa atau dikembalikan ke perusahaan leasing). Pemindahbukuan dilakukan pada
harga perolehan (100%) dan akumulasi penyusutan aktiva tetap leasing (100%). Pada
umumnya untuk menunjukkan bahwa aktiva tetap masih ada, maka selisih harga
perolehan dengan penyusutannya seniai Rp. 1 dengan jurnal pembukuan:
a. Pemindahbukuan nilai perolehan aktiva tetap Leasing

Aktiva tetap Nonleasing Kantor


Aktiva tetap Nonleasing Rumah Dinas
Aktiva tetap leasing Kantor
Aktiva tetap Leasing Rumah Dinas

Rp. 100.000.000
Rp. 100.000.000

b. Pemindahbukuan akumulasi penyusutan aktiva tetap Leasing

Akumulasi penyusutan aktiva tetap leasing Kantor


Akumulasi Penyusutan aktiva tetap leasing Rumah Dinas
Akm. Peny. Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Akm. Peny. Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas

Rp. 99.999.999
Rp. 99.999.999

Distribusi
Pada umumnya bank yang mempunyai unit kerja banyak, pengadaan aktiva tetap disentralisasi
dengan maksud untuk mendapatkan harga yang paling murah. Dengan demikian setelah
pengadaan aktiva tetap dilakukan, harus dilakukan ditribusi aktiva tetap ke unit kerja yang
membutuhkan. Kegiatan ini akan dicatat sebagai berikut:
Unit kerja pengirim barang (misalkan nilai barang sebesar Rp. 100.000.000 dan biaya kirim
sebesar Rp 5.000.000) akan dillakukan jurnal pembukuan sebagai berikut:
Rekening Antarkntor Keluar dalam Rangka AT

Rp. 105.000.000

Persediaan Aktiva Tetap


Biaya Ekspedisi Aktiva Tetap

Rp. 100.000.000
Rp

5.000.0000

Sedangakan unit kerja penerima barang akan melakukan jurnal pembukuan sebagai berikut :
a. Transaksi pengiriman akan dicatat secara otomatis oleh sistem dengan jurnal:
Aktiva Tetap dalam perjalanan
Rekening Antarkantor Masuk dalam Rangka AT

Rp. 105.000.000
Rp. 105.000.000

b. Pada saat aktiva tetap secara fisik diterima, dilakukan pembukuan sebagai berikut:
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor/

Rp. 105.000.000

Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas


Aktiva Tetap dalam Perjalanan

Rp. 105.000.000

Penyusutan
Aktiva tetap tersebut setiap bulan disusutkan sebagai biaya. Untuk memudahkan perhitungan
biaya penyustan dapat digunakan metode garis lurus, sehingga beban biaya setiap bulan sama
(misalkan biaya penyusutannya sebesar Rp. 1.750.000 per bulan) akan dibuku dengan
jurnal:

Biaya Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Kantor

Rp. 1.750.000

Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Kantor

Rp. 1.750.000

Penghapusan
Aktiva tetap dapat diberhentikan pemakaiannya sebelum, pada saat, atau setelah berakhirnya
umur ekonomis aktiva tetap yang bersangkutan. Misalkan dari aktiva tetap di atas, setelah
berakhir umur ekonomisnya dilakukan penghapusan aktiva aktiva tetap dengan cara dijual dengan
harga Rp. 20.000.000 sehingga diperoleh keuntungan, maka dicatat dengan jurnal pembukuan
sebagai berikut:
Kas Kantor
Rp. 20.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Rp. 99.999.999
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap
Rp. 19.999.999
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor/
Rp. 100.000.000
Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Selanjutnya apabila nilai buku aktiva tetap sebesar Rp. 25.000.000 penyusutan sebesar
Rp75.000.000) namun penjualan hanya laku sebesar Rp 10.000.000, maka kerugiannya dicatat
sebagai kerugian penjualan aktivaa tetap yang dibukukan dengan jurnal sebagai berikut:
Kas Kantor
Rp. 10.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Rp. 75.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Kerugian Penjualan Aktiva Tetap
Rp. 15.000.000
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Rp. 100.000.000
Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Sedangkan apabila penghapusan aktiva tetap karena pemusnahan dapat dicatat dengan jurnal
pembukuan sebagai berikut :
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Rp. 75.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Kerugian Kehilangan / Penghapusan Aktiva Tetap
Rp. 25.000.000
Aktiva Tetap Nonleasing Kantor
Aktiva Tetap Nonleasing Rumah Dinas
Rp. 100.000.000

Asuransi Aktiva Tetap


Untuk mengurangi risiko kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran bangunan kantor/rumah
dinas, kehilangan kendaraan, dan sebainya maka perusahaan mewajibkan agar aktiva tetap

yang rawan kebakaran/kehilangan diasuransikan. Berkaitan dengan asuransi aktiva tetap ini
terdapat beberapa jurnal transaksi pembukuan sebagai berikut:

Saat pembayaran premi akuntansi:

Misalkan jumlah premi yang dibayarkan untuk jangka waktu 1 tahun sebesar
Rp 5.000.000 maka dicatat dengan jurnal pembukuan:
Biaya Premi Akuntansi Aktiva Tetap dan Inventaris Rp. 5.000.000
Rekening Simpanan Perusahaan Asuransi
Rp. 5.000.000
Saat menerima pembayaran klaim asuransi:
Misalkan terjadi kebakaran kantor dan mengajukan klaim sebesar Rp 80.000.000 maka

dicatat dengan jurnal pembukuan:


Rekening Simpanan Perusahaan Asuransi
Rp. 80.000.000
Titipan Hasil Klaim Aktiva Tetap
Rp. 80.000.000
Apabila hasil klaim diterima lewat waktu (ada denda keterlambatan misalnya sebesar
Rp1.000.000) maka dicatat dengan jurnal pembukuan:

Rekening Simpanan Perusahaan Asuransi


Rp. 81.000.000
Titipan Hasil Klaim Aktiva Tetap
Rp. 80.000.000
Pendapatan Non-operasional Lainnya
Denda Lambat
Rp. 1.000.000
Penihilan hasil klaim dilakukan setelah ada putusan penghapusan aktiva tetap.Apabila
hasil klaim sama dengan nilai buku aktiva kecil misalkan sebesar Rp. 80.000.000 maka
dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Titipan Hasil Klaim Aktiva Tetap


Rp. 80.000.000
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap nonleasing
Rp. 20.000.000
Aktiva Tetap Nonleasing
Rp. 100.000.000
Apabila hasil klaim lebih kecil dari nilai buku aktiva tetap, misalnya nilai buku
Rp90.000.000 sementara hasil klaim hanya sebesar Rp. 80.000.000 maka dicatat dengan
jurnal pembukuan:
Titipan Hasil Klaim Aktiva Tetap
Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap Nonleasing
Kerugian Karena Penghapusan Aktiva Tetap
Aktiva Tetap Nonleasing

Rp. 80.000.000
Rp. 10.000.000
Rp. 10.000.000
Rp. 100.000.000

Nilai perolehan aktiva tetap dan akumulasi penyusutan aktiva tetap inilah yang akan nampak
dalam laporan neraca pada pos aktiva tetap dan akumulasi penyusutan aktiva tetap. Sedangkan
biaya penyusutan, kerugian karena penjualan/kehilangan aktiva tetap, pendapatan karena
penjualan aktiva tetap, biaya bunga aktiva tetap leasing akan tercatat dalam laporan laba rugi
pada pos pendapatan non operasional/biaya bunga leasing.

Sumber:
Bastian, Indra, Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan Buku 1. Jakarta: Salemba Empat