Anda di halaman 1dari 34

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

Teknik Dasar Permainan Sepakbola


Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan
untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat
bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain
harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola
adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan
sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.
2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil salah satu teknik dasar sepakbola yaitu
teknik menggiring bola (dribbling), karena teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai
variasi dalam melakukannya, antara lain menggiring bola menggunakan kaki bagian luar,
bagian dalam, dan punggung kaki.
E. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakangerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam
permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola).
Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar
bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat
yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh
karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian
kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain
untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.

3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak
terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada
teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan
mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa
menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan
baik.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan
dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut
dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak
terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring
bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki
kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya
adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan,
begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke
sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan
kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki
kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring
bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan
kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah
kanan.

Antara Passing, Dribbling, dan Running


Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu
disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga,
3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi
perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain,
3.boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling
hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman
yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang
Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan)
maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati
hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi

mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan
jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah
Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda.
Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring
saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada
mengumpankan bolanya, it doesnt matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang
bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus
mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa
dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam
waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada
yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu
formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu
sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan
yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong
lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
MENGUMPAN
Mengumpan dan menerima bola : yang terpenting dari sepakbola. Siapa tidak bisa
passing, ia tidak bisa bermain sepakbola. Mengapa umpan? Karena mengumpan lebih
efisien daripada menggiring. Camkan pula bahwa pembawa bola yang baik selalu
mengumpan bola sebelum ia habis. Jadi jangan kalau sudah habis baru
mengumpankan bolanya. Sebab jika demikian, bolanya pasti bola yang tidak enak.
Beberapa kesalahan dalam mengumpan: 1.Laju bola tidak sesuai dengan jarak passing
(terlalu keras atau terlalu lembek). Jika terlalu keras, bola tak terjangkau teman. Jika
terlalu lembek, bola terpotong lawan. 2.Umpan tidak akurat. 3.Mengumpan padahal
waktunya menembak
Jangan pernah asal tendang bola (kecuali dalam keadaan genting didepan gawang :
sapu bersih). Lihat situasi lalu ambil keputusan yang terbaik. Soal visi, posisikan diri
selalu memiliki pandangan terbuka pada lapangan (open to the field).
Mengumpan tidak harus pas ke orangnya. Contoh : 1.Jika teman kita sedang berlari,
kita memberinya umpan pada ruang kosong didepannya. 2.Jika kita ingin teman kita
merangsek ke depan dalam waktu yang lebih cepat, kita memberinya umpan pada ruang
kosong didepannya sehingga ia berlari kedepan untuk mengejar bola tersebut. 3.Umpan
terobosan.
Menerima bola tidak selalu harus menghentikannya: 1.Bisa langsung diarahkan pada
teman. 2.Diarahkan ke arah kita akan berlari membawa bola (sehigga lebih hemat waktu).
3.Diarahkan ke arah kosong menjauh dari lawan terdekat (untuk mengurangi pressing
pada diri kita)
Beberapa macam passing: umpan 1-2 (wall pass), umpan terobosan (through pass),
umpan silang (crossing), dan umpan diagonal.

KUNCI MEMBANGUN TIM YANG KUAT


Kunci pertama adalah kerja keras dan militansi. Ingat-ingatlah bahwa tim yang skillful
bisa kalah oleh tim yang ngoyo. Sebaliknya, tim yang diatas kertas dinyatakan lebih
unggul bisa kalah jika ia bermain tanpa daya juang. Kunci kedua: tidak ada prestasi
tanpa berlatih. Practice makes perfect! Itulah mengapa tim-tim besar yang sudah kesohor
sekalipun masih saja terus berlatih. Meski pemain-pemainnya sudah hebat
kemampuannya, terus berlatih adalah hal mutlak yang tidak bisa ditinggalkan. Itu pulalah
yang menjadi alasan mengapa pemain profesional yang sering mangkir latihan pasti tidak
akan dimasukkan dalam squad inti sebuah tim.
Kunci ketiga: percayalah kepada diri sendiri (self confidence). Percayalah, kemampuan
dan keterampilan akan berkurang dan bahkan hilang ketika kepercayaan diri telah hilang.
Sebaliknya, performa akan memuncak ketika kepercayaan diri juga memuncak. Kunci
keempat, disamping kita percaya kepada diri sendiri, kita juga harus memberikan
kepercayaan kepada teman-teman kita. Jangan pernah bersikap pilih kasih. Kelima, Anda
harus bekerjasama dan tidak boleh egois. Sepakbola adalah olahraga tim. Kekuatannya
akan hilang jika orang-orang yang ada dalam tim bermain sendiri-sendiri, meski bersamasama.
BEKAL BERMAIN SEPAK BOLA
Apa saja yang kita butuhkan untuk bisa bermain sepakbola dengan baik? Pertama-tama
adalah keunggulan fisik, yang meliputi: ketahanan (endurance), kekuatan (strength) dan
kecepatan (speed). Ketahanan berarti kita kuat bermain selama waktu yang cukup
panjang tanpa tersengal-sengal alias kehabisan nafas (ketahanan aerobik) ataupun ngilungilu (ketahanan otot). Kekuatan berarti otot-otot tubuh kita cukup kuat untuk
menendang dengan keras, melempar bola cukup jauh, melakukan body charge dengan
kuat, dan sebagainya. Adapun kecepatan bermakna kita bisa berlari dengan cepat (sprint)
baik ketika membawa bola ataupun ketika tidak membawa bola.
Bekal kedua adalah ketrampilan (skill). Yang disebut dengan skill disini terutama adalah
fundamen (teknik-teknik dasar) sepakbola, yang meliputi mengumpan dan menerima
(passing and receiving), menembak (shooting), mengontrol bola dengan berbagai anggota
badan, melindungi bola, dan menggiring (dribbling). Ketiga, kita membutuhkan
kerjasama (teamwork). Sebuah tim akan bermain dengan baik jika semua pemain saling
bekerjasama dengan jalinan komunikasi yang baik. Tidak ada yang egois. Semuanya
bermain untuk tim. Keempat, taktik dan strategi yang baik. Jika dua tim sama-sama
memiliki materi pemain yang kuat fisiknya, terampil mengolah bola, dan bisa
bekerjasama, maka faktor strategi dan taktik akan menentukan tim mana yang akan
menang. Tim yang bermain dengan strategi dan taktik yang lebih cerdas pastilah yang
akan menang. Dan selain keempat hal itu, yang tidak boleh ketinggalan adalah mental
yang positif. Semua pemain harus memiliki kepercayaan diri, optimisme dan semangat.
MENEKAN DAN DITEKAN
Jangan biarkan tim lawan menguasai bola. Jika tim lawan memegang bola, lakukan
pressing sesegera dan seketat mungkin. Begitu seorang pemain lawan diberi umpan,
segera hampiri dan press! Tapi ingat, yang lainnya harus menutup kemungkinan pemain

yang dipress tadi untuk melakukan passing kepada temannya. Jika yang lain tidak
menutup, ya sama aja bohong. Kasihan dong teman kita yang melakukan pressing. Dia
bakal sia-sia.
Bagaimana jika Anda di-press ? 1.Berikan segera bolanya kepada teman Anda yang
posisinya lebih bagus (yang tidak sedang di-press). 2.Giringlah bola terlebih dahulu ke
ruang kosong yang ada untuk lepas dari press. Ambil visi, pikirkan secepat mungkin yang
mesti Anda perbuat, dan segera lakukan. 3.Jika Anda hanya di-press 1 orang lawan dan
Anda yakin bisa mengalahkannya, kalahkan dia. Tapi jika Anda tidak yakin, jangan
memaksakan diri. Cari aman! Ingat juga: hindari berduel dengan cara gaprakan. Itu
gambling besar. Kalahkan dia dengan manuver yang cantik dan cerdas. [Catatan penting:
Untuk tahap awal, lebih baik jika Anda melakukan langkah 1 & 2 diatas]
SEMUA MENYEBAR
Ketika bermain sepakbola, sadarilah bahwa Anda sedang bermain di lapangan sepakbola,
bukan lapangan futsal. Manfaatkan luas lapangan. Ketika tim Anda memegang bola,
berpencarlah diatas luas lapangan! Mengapa? Untuk mengurangi pressing tim lawan
terhadap tim Anda. Tim Anda akan lebih leluasa untuk melakukan umpan-umpan dan
mengontrol bola, juga punya waktu yang cukup untuk mengambil visi terhadap lapangan
dan berpikir apa yang akan diperbuat terhadap bola.
Jangan bikin ruwet permainan akibat semua pemain ngruwel di sekitar bola. Jangan
main sepakbola seperti anak-anak! Tahu bagaimana itu? Dimana ada bola disitu semua
bergerombol. Kemana bola berhembus kesitu semua berebutan. Tahu nggak, sangat tidak
enak untuk ditonton.
Kalau ada 1 pemain lawan membawa bola, paling banyak 2 orang saja yang berusaha
melakukan pressing terhadapnya. Yang lainnya bergerak untuk menutup kemungkinan
pemain lawan tersebut melakukan passing kepada teman-temannya. Ingat: TUTUP!
BERLARI TANPA BOLA
Dalam sepakbola, Anda tidak hanya bergerak dan berlari ketika membawa bola. Para
pemain harus terus bergerak meski tidak sedang membawa bola. Inilah salah satu hal
yang membedakan sepakbola anak-anak dengan sepakbola orang dewasa. Ini pula yang
membedakan sepakbola orang dewasa yang ngerti sepakbola dengan orang dewasa yang
seperti anak-anak. Namun perlu diingat, bergerak disini tidaklah asal bergerak atau asal
berlari. Semuanya harus dilakukan dalam bingkai strategi dan taktik.
Berlari tanpa bola (run) ada dua macam : 1.run untuk menciptakan ruang bagi yang lain.
Lakukan run ini secara berisik (kentara) dan melewati depan lawan untuk menarik
perhatiannya agar mengikuti Anda. 2.run untuk siap diberi umpan. Lakukan run ini
secara sunyi (tidak kentara) agar tidak menarik perhatian lawan. Secara umum, jangan
terlalu dini melakukan run ini agar lawan tidak sempat untuk mengantisipasinya.
antara-passing-dribbling-dan-running
Karakteristik passing: 1.waktu tempuh lebih cepat, 2.perpindahan bola tidak selalu
disertai perpindahan pemain, konfigurasi posisi para pemain di lapangan relatif terjaga,
3.hemat tenaga. Adapun karakteristik dribbling: 1.waktu tempuh lebih lambat, 2.terjadi

perpindahan bola dan pemainnya sekaligus, terjadi overlap ataupun switch posisi pemain,
3.boros tenaga.
Kapan passing dan kapan dribbling? Pertama: utamakan passing. Lakukan dribbling
hanya jika Anda tidak mungkin untuk melakukan passing, yakni jika belum ada teman
yang bisa atau bagus untuk diberi umpan. Kedua: silakan dribbling, tapi jika bola yang
Anda bawa terancam terebut (ada hadangan pemain lawan atau ada pressing dari lawan)
maka umpankan bola kepada teman yang bisa diumpani. Ingat, berusaha melewati
hadangan atau pressing lawan belum tentu menyelamatkan bola, tetapi
mengumpankannya kepada teman sudah pasti menyelamatkan bola. Jangan gambling dan
jangan berspekulasi! Cari aman! Ketiga: lakukan dribbling untuk menarik lawan ke arah
Anda dan pada saat yang sama menciptakan ruang yang bagus untuk teman Anda.
Keempat: untuk striker: 1) jika satu-satunya peluang passing berarti offside maka giring
saja bolanya. 2) jika dribbling lebih prospektif untuk mencetak gol daripada
mengumpankan bolanya, it doesnt matter to dribble and then score!
Pemain belakang jangan banyak giring. Adalah berbahaya jika pemain belakang
bermain-main dengan bola di daerah pertahanannya.
Alirkan terus bolanya! Meski tim Anda tidak sedang di-press, tim Anda harus terus
mengalirkan bola dari kaki ke kaki, dalam rangka: 1.mencari-cari celah yang bisa
dimasuki untuk melakukan penyerangan. 2.menghargai setiap detik yang berjalan dalam
waktu 2 x 45 menit.
Pergerakan tanpa bola (running). 1.Para pemain harus terus bergerak agar selalu ada
yang siap untuk diberi umpan dalam jarak passing (Ini namanya support). Ciptakan selalu
formasi segitiga passing ketika tim Anda menguasai bola. Lakukan terus hal itu
sepanjang pertandingan. (Tentang jarak passing: jangan terlalu dekat jika tidak ada lawan
yang berusaha memotong, dan jangan pula terlalu jauh karena umpan akan bisa dipotong
lawan). 2.Lakukan pergerakan untuk menciptakan ruang bagi teman Anda.
beberapa-catatan-seputar-umpan-mengumpan
Perbandingan antara umpan bawah dan umpan lambung. Karakteristik umpan bawah:
1.biasanya dilakukan dengan foot inside (kaki bagian dalam), 2.akurasi lebih tinggi, 3.untuk
umpan jauh, waktu tempuh lebih lama, akibat gesekan bola dengan rumput, 4.lebih mudah
diterima (dikontrol), 5.bisa dipotong lawan, 6.bisa untuk umpan jauh, tetapi tidak bisa untuk
umpan yang sangat jauh. Adapun karakteristik umpan lambung: 1.dilakukan dengan foot instep
(punggung kaki bagian dalam), 2.akurasi lebih rendah, bola sering fifty-fifty, 3.untuk umpan jauh,
waktu tempuh lebih cepat, 4.lebih sulit diterima (dikontrol), 5.tidak bisa dipotong lawan, 6.cocok
untuk umpan yang sangat jauh.
Bagaimana mengumpan? Mengumpan tidak harus diarahkan persis ke kaki teman kita. Dalam
mengumpan, bola juga bisa diarahkan ke ruang kosong di sekitar teman kita. Contohnya, jika
teman kita sedang berlari, arahkan bola didepannya, sehingga semuanya berjalan lebih cepat.
Mengumpan balik dan mengumpan ke belakang: seringkali sangat mujarab! Lakukan
umpan balik kepada pengumpan jika Anda di-press hebat sementara tidak ada teman lain yang
lebih prospektif untuk Anda umpani. Tentu saja si pengumpan juga harus memungkinkan untuk
Anda beri umpan balik (tidak sedang di-press). Jika tidak ada satupun yang bisa Anda beri
umpan, termasuk mengumpan balik kepada pengumpan, maka Andalah yang harus berjuang
keras untuk menyelamatkan bola.
Mengumpan ke belakang dilakukan jika densitas pemain lawan di daerah mereka sangat rapat
sehingga tidak ada celah untuk menusuk ke depan. Dengan mengumpan ke belakang, beberapa
dari pemain lawan akan terpancing meninggalkan daerah mereka sehingga terbukalah celah bagi
kita untuk masuk ke depan.

Beberapa cara menerima bola : 1.menghentikan bola, 2.memantulkan ke ruang kosong,


3.langsung diumpankan kepada teman, 4.biarkan lewat dan kejar, 5.biarkan lewat untuk teman.
Umpan dari kiper: 1.Tendangan langsung ke depan. Langsung kearah pertahanan lawan, hanya
saja tidak menjamin penguasaan bola. Pada menit-menit terakhir, tim yang tertinggal hampir
selalu memakai umpan kiper jenis ini. 2.memberikan bola kepada pemain belakang. Lebih
menjamin penguasaan bola. Dilakukan kearah samping kiri atau kanan lapangan. Dilakukan jika
ada pemain belakang yang kosong.

pelanggaran-dan-tendangan-bebas
Ada dua macam tendangan bebas : tendangan bebas langsung (direct free kick) dan tendangan
bebas tidak langsung (indirect free kick). Tendangan bebas langsung adalah tendangan bebas
yang bisa langsung menjadi gol meskipun belum menyentuh pemain yang lain. Sedangkan
tendangan bebas tidak langsung hanya bisa menjadi gol jika terlebih dulu menyentuh pemain lain
(termasuk kiper). Jika tendangan bebas langsung dilesakkan kedalam gawang lawan sebelum
menyentuh pemain yang lain maka tim lawan mendapatkan tendangan gawang. Untuk
menunjukkan bahwa tendangan bebas adalah tidak langsung, wasit harus mengangkat salah
satu tangannya sampai bola ditendang.
Tendangan bebas langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :
1.menendang atau berusaha menendang lawan, 2.mengganjal atau berusaha mengganjal lawan,
3.menabrak lawan, 4.memukul atau berusaha memukul lawan, 5.mendorong lawan, 6.melompat
kepada lawan, 7.menarik anggota tubuh atau pakaian lawan, 8.membuat kontak dengan lawan
sebelum menyentuh bola saat melakukan tackling, 9.meludahi lawan, 10.hand-ball. Perlu
diketahui, wasit bisa memutuskan tendangan penalti jika pelanggaran-pelanggaran tersebut
dilakukan didalam kotak penalti.
Tendangan bebas tidak langsung diberikan karena pelanggaran-pelanggaran berikut ini :
Pertama, yang berlaku untuk semua pemain : 1.cara bermain yang berbahaya yakni
membahayakan diri sendiri ataupun lawan - (seperti : menendang terlalu tinggi didekat lawan,
menyundul bola yang terlalu rendah yang akan ditendang oleh lawan, dsb), 2.menghalangi
pergerakan lawan dengan badan, sementara ia jauh dari bola (lebih dari 3 feet), 3.menghalangi
kiper mengambil bola, 4.ketika kartu kuning atau kartu merah diberikan, sementara wasit tidak
memberikan tendangan bebas langsung.
Kedua, yang hanya berlaku untuk kiper : 1.memegang bola lebih dari enam detik, 2.memegang
bola yang diumpan balik dengan kaki oleh teman sendiri (namun jika bola tersebut diumpan balik
oleh teman tidak dengan kaki, boleh dipegang oleh kiper), 3.memegang bola yang dilempar
kedalam oleh teman sendiri, 4.secara sengaja mengambil kembali bola yang telah dilepas.
Tentang hand-ball, perlu diketahui bahwa bukanlah hand ball jika seorang pemain menyentuh
bola karena : 1.secara refleks berusaha melindungi dirinya dari cedera, atau 2.bukan dia yang
menyentuh bola tetapi bola yang mengarah kepada dirinya sementara lengannya dalam keadaan
pasif.

tips-singkat-tendangan-pojok
Tendangan pojok (corner kick, kadang juga disebut sepak pojok) merupakan salah satu jenis set
piece (bola mati) dalam permainan sepakbola. Bisa dibilang tiga puluh persen gol tercipta dari
tendangan pojok. Jika demikian, kita harus menaruh perhatian yang besar terhadap tendangan
pojok, baik sebagai tim yang mendapatkan tendangan pojok ataupun sebagai tim yang bertahan
dari tendangan pojok.
1.Tendangan pojok biasanya diterima dengan sundulan keras ke gawang lawan (attacking
header). Bertahan dari tendangan pojok biasanya juga dilakukan dengan sundulan jauh ke arah
depan samping menjauhi gawang (defensive header).
2.Tendangan pojok biasa dilakukan dengan bola lambung ke depan gawang. Jangan terlalu tinggi
karena kiper pasti akan memenangkan bola karena ia boleh menggunakan tangannya.
3.Kadangkala, tendangan pojok bisa diarahkan ke tiang jauh gawang jika ada teman satu tim
yang bersiaga disana.

4.Hendaknya ada satu atau dua orang teman yang berdiri bebas untuk mengantisipasi bola
mental.
5.Bertahan dari tendangan pojok biasanya dilakukan dengan mengawal lawan satu persatu
(man-to-man marking).
6.Bagi tim bertahan, hendaknya ada satu atau dua orang yang berdiri membantu kiper menjaga
gawang.
7.Menghadapi tendangan pojok, kiper biasanya berdiri di bagian belakang gawang karena berlari
kearah depan lebih mudah daripada berlari ke belakang.
8.Tendangan pojok juga bisa dilakukan dengan umpan pendek kepada teman satu tim, lalu
biasanya dilanjutkan dengan umpan lambung langsung ke depan gawang.

Minggu, 04 April 2010


Belajar Bermain Bulu Tangkis

Dasar-dasar petunjuk permainan bulu tangkis.


1. Pegangan Raket (Grip)
Bulutangkis dikenal sebagai olahraga yang banyak menggunakan pergelangan tangan.
Karena itu, benar tidaknya cara memegang raket akan sangat menentukan kualitas
pukulan seseorang.
Salah satu teknik dasar bulutangkis yang sangat penting dikuasai secara benar oleh setiap
calon pebulutangkis adalah pegangan raket. Menguasai cara dan teknik pegangan raket
yang betul, merupakan modal penting untuk dapat bermain bulutangkis dengan baik pula.
Oleh karena itu, apabila teknik pegangan raket salah dari sejak awal, sulit sekali
meningkatkan kualitas permainan. Pegangan raket yang benar adalah dasar untuk
mengembangkan dan meningkatkan semua jenis pukulan dalam permainan bulutangkis.

Cara pegangan raket yang benar adalah raket harus dipegang dengan menggunakan jarijari tangan (ruas jari tangan) dengan luwes, rileks, namun harus tetap bertenaga pada saat
memukul kok. Hindari memegang raket dengan cara menggunakan telapak tangan
(seperti memegang golok).
Jenis Pegangan Raket
Pada dasarnya, dikenal beberapa cara pegangan raket. Namun, hanya dua bentuk
pegangan yang sering digunakan dalam praktek, yaitu cara memegang raket forehand dan
backhand. Semua jenis pukulan dalam bulutangkis dilakukan dengan kedua jenis
pegangan ini.
Dua macam cara memegang raket di atas, pada kenyataannya digunakan secara
bergantian sesuai situasi dan kondisi permainan. Untuk tahap awal para pemula biasanya
diajarkan cara memegang forehand terlebih dahulu, kemudian baru backhand.
Pada akhirnya untuk pemain yang sudah terampil akan terlihat pegangan raketnya hanya
satu grip. Ini terjadi karena pergeseran pegangan tangan dari forehand ke backhand dan
sebaliknya hanya sedikit dan terjadi secara otomatis.
Pegangan raket yang benar, dan memanfaatkan tenaga pergelangan tangan pada saat
memukul kok, dapat meningkatkan mutu pukulan dan mempercepat laju jalannya kok. ini
berarti, telah menggunakan tenaga secara lebih efisien namun efektif. ltulah sebabnya,
sejak dini peserta latih harus membiasakan memukul kok dengan menggunakan tenaga
pergelangan tangan (tenaga pecut).

Cara Memegang Raket Forehand


1. Pegang raket dengan tangan kiri, kepala raket menyamping. Pegang raket dengan cara
seperti "jabat tangan". Bentuk "V" tangan diletakkan pada bagian gagang raket.
2. Tiga jari, yaitu jari tengan, manis dan kelingking menggenggam raket, sedangkan jari

telunjuk agak terpisah.


3. Letakkan ibu jari diantara tiga jari dan telunjuk.

Cara Memegang Raket Backhand


Untuk backhand griop, geser "V" tangan ke arah dalam. Letaknya di samping dalam.
bantalan jempol berada pada pegangan raket yang lebar.
Cara Latihan
Sebelum praktek melakukan latihan pukulan, perlu dilakukan latihan untuk adaptasi
menggerak-gerakkan pergelangan tangan dengan tetap memegang raket dengan benar.
1. Peserta latih dibiasakan selalu memegang raket dengan jari-jari tangan, luwes, dan
tetap rileks, tetapi tetap mempunyai tenaga.
2. Lakukan gerakan raket ke axah kanan dan kiri, dengan menggunakan tenaga
pergelangan tangan. Begitu juga gerakan ke depan dan ke belakang, sehingga terasa betul
terjadinya tekukan pada pergelangan tangan.
3. Gerakkan pergelangan tangan ke atas dan ke bawah.
4. Memukul bola (kok) ke tembok.
5. Bouncing ball.
Kesalahan Yang Terjadi
a. Memegang raket dengan menggenggam, jari-jari rapat dan sejajar.
b. Posisi "V" tangan berada pada bagian grip raket yang lebar.
2. Footwork
Footwork merupakan dasar untuk bisa menghasilkan pukulan berkualitas, yaitu apabila
dilakukan dalam posisi baik. Untuk bisa memukul dengan posisi balk, seorang atlet harus
memiliki kecepatan gerak. Kecepatan gerak kaki tidak bisa dicapai kalau footwork-nya
tidak teratur.

3. Sikap dan Posisi


Sikap dan Posisi Berdiri di Lapangan
Sikap dan posisi berdiri di lapangan harus sedemikian rupa, sehingga dengan sikap yang
baik dan sempurna itu, dapat secara cepat bergerak ke segala penjuru lapangan
permainan.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
1. Harus berdiri sedemikian rupa, sehingga berat badan tetap berada pada kedua kaki dan
tetap menjaga keseimbangan tubuh.
2. Tekuk kedua lutut, berdiri pada ujung kaki, sehingga posisi pinggang tetap tegak dan
rileks. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi kaki sejajar atau salah satu kaki
diletakkan di depan kaki lainnya.
3. Kedua lengan dengan siku bengkok pada posisi di samping badan, sehingga lengan
bagian atas yang memegang raket tetap bebas bergerak.
4. Raket harus dipegang sedemikian rupa, sehingga kepala (daunnya) raket berada lebih
tinggi dari kepala.
5. Senantiasa waspada dan perhatikan jalannya kok selama permainan berlangsung.
Sikap dan Tahap Kerja Langkah Kaki
Sikap dan langkah kaki yang benar dalam permainan bulutangkis, sangat penting dikuasai
secara benar oleh setiap pemain. Ini sebagai syarat untuk meningkatkan kualitas
ketrampilan memukul kok.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan:
1. Senantiasa berdiri dengan sikap dan posisi yang tepat di atas Iapangan.
2. Lakukan gerak Iangkah ke depan, ke belakang, ke samping kanan dan kiri pada saat
memukul kok, sambil tetap memperhatikan keseimbangan tubuh.
3. Gerak Iangkah sambil meluncur cepat, sangat efektif sebagai upaya untuk memukul
kok.
4. Hindari berdiri dengan telapak kaki di lantai (bertapak) pada saat menunggu datangnya
kok, atau pada saat bergerak untuk memukul kok.
4. Hitting Position
Posisi memukul bola atau kerap disebut preparation. Waktu sekian detik yang ada pada
masa persiapan ini juga dipakai untuk menentukan pukulan apa yang akan dilakukan.
Karena itu posisi persiapan ini sangat penting dilakukan dengan balk dalam upaya
menghasilkan pukulan berkualitas.
Hal yang perlu diperhatikan:
a. Overhead (atas) untuk right handed
- Posisi badan menyamping dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di belakang kaki
kid. Pada saat memukul bola harus terjadi perpindahan beban berat badan dari kaki kanan
ke kaki kiri.
- Posisi badan harus selalu berada di belakang bola yang akan dipukul.

b.Untuk pukulan underhand(bawah)/net


- Posisi memukul adalah kaki kanan selalu berada di depan dan kaki kid di belakang.
- Lutut kaki kanan dibengkokkan, sehingga paha bagian bawah agak turun.
Kerendahannya sesuai dengan ketinggian bola yang akan dipukul. Sedangkan saat bola
dipukul posisi kaki kid harus tetap berada di belakang dan hanya bergeser ke depan
sedikit.
c. Untuk footwork maju-mundur
Cara Latihan
1. Dari tengah ke depan; sebagai langkah dasar hanya dua langkah dimulai dengan kaki
kiri kemudian kanan.
2. Dari tengah ke belakang.
3. Dari depan ke belakang dan sebaliknya.
Kesalahan yang Terjadi
1. Pada ready position, tumpuan kaki tidak berada di bagian depan atas kaki. Akibatnya
reaksi menjadi lambat.
2. Posisi lutut lurus, tidak bengkok.
3. Pada posisi memukul kaki dan badan sejajar dengan net. Akibatnya pukulan tidak kuat.
4. Pada posisi underhand, kaki kiri berada di depan, keseimbangan kaki tidak ada dan
sulit mengarahakan bola dengan tepat.
5. Lutut/paha tidak turun, jangkauan kurang, lambat kembali ke bagian tengah lapangan.
5. Service (Service)
Dalam aturan permainan bulutangkis, servis merupakan modal awal untuk bisa
memenangkan pertandingan. Dengan kata lain, seorang pemain tidak bisa mendapatkan
angka apabila tidak bisa melakukan servis dengan baik.
Namun, banyak pelatih, juga pemain tidak memberikan perhatian khusus untuk melatih
dan menguasai teknik dasar ini. Oleh karena itu, sikap tersebut merupakan kekeliruan
besar. Kita mengetahui bahwa angka/poin dalam permainan bulutangkis tidak akan
tercipta, apabila pemain tidak mahir melakukan servis dengan benar.
Dalam permainan bulutangkis, ada tiga jenis servis, yaitu servis pendek, servis tinggi, dan
flick atau servis setengah tinggi. Namun, biasanya servis digabungkan ke dalam jenis
atau bentuk yaitu servis forehand dan backhand. Masing-masing jenis ini bervariasi
pelaksanaanya sesuai dengan situasi permainan di lapangan.

Servis Forehand
a. Servis Forehand Pendek
- Tujuan servis pendek ini untuk memaksa lawan agar tidak bisa melakukan serangan.
Selain itu lawan dipaksa berada dalam posisi bertahan.
- Variasi arah dan sasaran servis pendek ini dapat dilatih secara serius dan sistematis.
- Kok harus dipukul dengan ayunan raket yang relatif pendek.
- Pada saat perkenaan dengan kepala (daun) raket dan kok, siku dalam keadaan bengkok,
untuk menghindari penggunaan tenaga pergelangan tangan, dan perhatikan peralihan titik
berat badan Anda.
- Cara latihannya adalah menggunakan sejumlah kok dan dilakukan secara berulangulang.
b. Servis Forehand Tinggi
- Jenis servis ini terutama digunakan dalam permainan tunggal.
- Kok harus dipukul dengan menggunakan tenaga penuh agar kok melayang tinggi dan
jatuh tegak lurus di bagian belakang garis lapangan lawan.
- Saat memukul kok, kedua kaki terbuka selebar pinggul dan kedua telapak kaki
senantiasa kontak dengan lantai.
- Perhatikan gerakan ayunan raket. Ke belakang, ke depan dan setelah melakukan
pukulan, harus dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak peralihan titik berat badan
dari kaki belakang kekaki depan yang harus be langsung kontinu dan harmonis.
- Biasakan selalu berkonsentrasi sebelum memukul kok.
- Hanya dengan berlatih tekun dan berulang-ulang tanpa mengenal lelah, dapat mengusai
teknik servis forehand tinggi dengan sebalik-baiknya.
Servis Backhand
Jenis servis ini pada umumnya, arah dan jatuhnya kok sedekat mungkin dengan garis
serang pemain lawan. Dan kok sedapat mungkin melayang retatif dekat di atas jaring
(net).
Oleh karena itu, jenis servis ini kerap digunakan oleh pemain ganda.
1. Sikap berdiri adalah kaki kanan di depan kaki kiri, dengan ujung kaki kanan mengarah

ke sasaran yang diinginkan. Kedua kaki terbuka selebar pinggul, lutut dibengkokkan,
sehingga dengan sikap seperti ini, titik berat badan berada di antara kedua kaki. Jangan
lupa, sikap badan tetap rileks dan penuh konsentrasi.
2. Ayunan raket relatif pendek, sehingga kok hanya didorong dengan bantuan peralihan
berat badan dari belakang ke kaki depan, dengan irama gerak kontinu dan harmonis.
Hindari menggunakan tenaga pergelangan tangan yang berlebihan, karena akan
mempengaruhi arah dan akurasi pukulan.
3. Sebelum melakukan servis, perhatikan posisi dan sikap berdiri lawan, sehingga dapat
mengarahkan kok ke sasaran yang tepat dan sesuai perkiraan.
4. Biasakan berlatih dengan jumlah kok yang banyak dan berulang-ulang tanpa mengenal
rasa bosan, sampai dapat menguasai gerakan dan ketrampilan servis ini dengan utuh dan
baik/sempurna.
Selain itu, perlu diperhatikan adanya peraturan servis. Berikut aturan bagaimana
melakukan servis yang salah dan benar.
Servis yang Salah :
1. Pada saat memukul bola, kepala (daun) raket lebih tinggi atau sejajar dengan grip
raket.
2. Titik perkenaan kok, kepala (daun) raket lebih tinggi dari pinggang.
3. Posisi kaki menginjak garis tengah atau depan.
4. Kaki kiri melakukan langkah.
5. Kaki kanan melangkah sebelum kok dipukul.
6. Rangkaian mengayun raket dan memukul kok tidak boleh terputus.
7. Penerima servis bergerak sebelum kok servis dipukul.
Servis yang Benar :
1. Pada saat memukul, tigngi kepala (daun) raket harus berada dibawah pegangan raket.
2. Perkanaan kok harus berada di bawah pinggang.
3. Kaki kiri statis.
4. Kaki hanya bergeser, tetapi tidak lepas dari tanah.
5. Rangkaian mengayun raket, harus dalam satu rangkaian.
6. Penerima servis bergerak sesaat setelah servis dipukul.
6. Pengembalian Service
Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh setiap pemain
bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri lapangan lawan atau ke sudut
depan atau belakang lapangan lawan. Prinsipnya, dengan penempatan kok yang tepat,
lawan akan bergerak untuk memukul kok itu, sehingga is terpaksa meninggalkan posisi
strategisnya di titik tengah lapangannya.
1. Dalam permainan tunggal, sebaiknya servis lob lawan dikembalikan dengan teknik
pukulan keras dan tinggi ke salah satu sudut bagian belakang lapangan lawan, atau
dengan teknik "pukulan pendek" (drop pendek) ke sudut depan lapangan lawan.
2. Hindari melakukan "smes keras", tatkala berdiri pada posisi di bagian belakang
lapangan sendiri. Oleh karena, posisi pada saat itu kurang menguntungkan, apabila smes

dapat dikembalikan dengan penempatan yang akurat atau terarah oleh pemain lawan.
3. Dalam permainan ganda, seharusnya kok dipukul terarah cepat, dan arah pukulan
senantiasa menukik jatuh ke lapangan lawan atau ke bagian tubuh lawan.
7. Underhand (Pukulan dari Bawah)
Jenis pukulan ini dominant digunakan dalam permainan bulutangkis. Seperti halnya
teknik dasar "pukulan dari atas kepala", untuk menguasai teknik dasar ini, pertama-tama,
harus trampil berlari sambil melakukan langkah lebar, dengan kaki kanan berada di depan
kaki kiri untuk menjangkau jatuhnya kok.
Sikap menjangkau ini, hendaknya siku dalam keadaan bengkok dan pertahankan sikap
tubuh tetap tegak, sehingga lutut kanan dalam keadaan tertekuk.
Pada saat memukul kok, gunakan tenaga kekuatan siku dan pergelangan tangan, hingga
gerakan lanjut dari pukulan ini berakhir di atas bahu kiri. Perhatikan, agar telapak kaki
kanan tetap kontak dengan lantai sambil menjangkau kok. Jangan sampai gerak langkah
terhambat karena kaki kiri tertahan gerakannya.
Fungsi pukulan dasar ini antara lain:
- Untuk mengembalikan pukulan pendek atau permainan net lawan.
- Sebagai cara bertahan akibat pukulan serang lawan. Dalam situasi tertekan dalam
permainan, harus melakukan pukulan penyelamatan dengan cara mengangkat kok tinggi
ke daerah belakang lapangan lawan.
- Pukulan dasar ini dapat dilakukan dengan teknik pukulan forehand dan backhand.
Cara berlatih yang efektif untuk menguasai teknik dasar ini, adalah menciptakan suasana
berlatih bersama tim dengan memukul kok yang diarahkan relatif jauh dari jangkauan.
Berlatihlah dengan tekun dan selalu mengevaluasi sendiri kesalahan yang dilakukan, agar
tidak diulangi lagi.
Ada dua jenis pukulan underhand:
1. Clear Underhand, pukulan atau dorongan yang diarah kan tinggi ke belakang.
2. Flick Underhand, pukulan atau dorongan mendatar ke arah belakang.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket forehand untuk underhand forehand, dan pegangan backhand untuk
underhand backhand.
2. Pergelangan tangan agak bengkok ke belakang, siku juga agak bengkok.
3. Sambil melangkahkan kaki kanan ke depan, ayunkan raket ke belakang lalu pukul bola
dan pada saat perkenaan bola, posisi tangan lurus.
4. Bola dipukul kira-kira dekat kaki kanan bagian luar.
5. Posisi akhir raket sesuai arah bola.
Cara Latihan
Untuk tahap pemula, umpan dengan lemparkan banyak bola. Untuk koordinasi pukul

bola sambil melangkah kaki kanan.


8. Overhead Clear/Lob
Pusatkan perhatian lebih untuk menguasai pukulan overhead lob ini, karena teknik
pukulan lob ini banyak kesamaannya dengan teknik smes dan dropshort. Pukulan
overhead lob adalah bola yang dipukul dari atas kepala, posisinya biasanya dari belakang
lapangan dan diarahkan keatas pada bagian belakang lapangan.
Ada dua jenis overhead lob :
1. Deep lob/Clear, bolanya tinggi ke belakang.
2. Attacking lob/Clear, bolanya tidak terlalu tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pergunakan pegangan forehand, pegang raket dan posisinya di samping bahu.
2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net. Posisi kaki kanan berada di
belakang kaki kiri dan pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan
dari kaki kanan ke kaki kiri.
3. Posisi badan harus diupayakan selalu bera di belakang bola.
4. Bola dipukul seperti gerakan melempar.
5. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus. Posisi akhir raket mengikuti arah bola,
Ialu dilepas, sedang raket jatuh di depan badan.
6. Lecutkan pergelangan (raket) saat kena bola.
Cara Latihan
1. Untuk para pemula yang baru belajar, sebaiknya pertama-tama latihan dengan cara
mengumpan mereka dengan lemparan bola. Tujuannya supaya timing memukul bisa
diperoleh. Untuk mempermudah, bisa digunakan hitungan (1. Posisi siap; 2. Ayunkan; 3.
Pukul).
2. Untuk alat bantu guna membiasakan gerakan dan memperoleh timing memukul yang
pas, gunakan gantungan kok yang bisa diatur ketinggiannya.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Posisi preparation sama dengan overhead biasa.
2. Karena, biasanya bola berada jauh di belakang kepala kita, untuk menjangkaunya,
pertama badan diputar yaitu dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang, lalu
lompatkan kaki kanan sambil badan dan raket diputar untuk menjangkau kok yang berada
di belakang kepala, sehingga terjadi perpindahan berat badan.
3. Setelah memukul, kaki kiri mendarat lebih dulu, di bagian depan kaki (agak
berjingkat), badan harus condong ke depan.
9. Round The Head Clear/Lob/Drop/Smash
Adalah bola overhead (di atas) yang dipukul di bagian belakang kepala (samping telinga
sebelah kih). Dibanding dengan overhead yang biasa, pukulan di belakang kepala ini
relatif lebih sulit. Karena untuk bisa melakukan pukulan (teknik) ini diperlukan ekstra
kekuatan kaki, kelenturan, footwork yang balk, dan koordinasi. Biasanya pukulan ini

dilakukan secara terpaksa karena untuk melakukannya harus dengan pukulan backhand.

10. Smash
Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga
penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya
untuk mematikan lawan. Pukulan smes adalah bentuk pukulan keras yang sering
digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakteristik pukulan ini adalah; keras, laju
jalannya kok cepat menuju Iantai Iapangan, sehingga pukulan ini membutuhkan aspek
kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi
gerak tubuh yang harmonis.
Dalam praktek permainan, pukulan smes dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau
sambil loncat (King Smash).Oleh karena itu pukulan smes dapat berbentuk:
- Pukulan smes penuh - Pukulan smes potong - Pukulan sines backhand - Pukulan smes
melingkar atas kepala
Teknik pukulan smes tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya dengan
sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.
2. Perhatikan pegangan raket.
3. Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi
pada kok.
4. Perkenaan raket dan kok di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk
menjangkau kok itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada
saat memukul kok.
5. Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak Ian-jut ayunan raket yang sempurna
ke depan badan.

11. Dropshot (Pukulan Potong)


Adalah pukulan yang dilakukan seperti smes. Perbedaannya pada posisi raket saat
perkenaan dengan kok. Bola dipukul dengan dorongan dan sentuhan yang halus.
Dropshot (pukulan potong) yang balk adalah apabila jatuhnya bola dekat dengan net dan
tidak melewati garis ganda.
Karakteristik pukulan potong ini adalah, kok sentiasa jatuh dekat jaring di daerah
lapangan lawan. Oleh karena itu harus mampu melakukan pukulan yang sempurna
dengan berbagai sikap dan posisi badan dari sudut-sudut lapangan permainan. Faktor
pegangan raket, gerak kaki yang cepat, posisi badan dan proses perpindahan berat badan
yang harmonis pada saat memukul merupakan faktor penentu keberhasilan pukulan ini.
Sikap persiapan awal dan gerak memukul tidak berbeda dengan pukulan smes. Dalam
pelaksanaan pukulan potong ini, adalah menempatkan kok pada sudut-sudut lapangan
lawan sedekat mungkin jaring/net, dengan variasi gerak tipu badan dan raket sebelum
perkenaan raket dan kok, yang menyebabkan lawan terlambat mengatisipasi dan bereaksi
atas datangnya kok secara mendadak.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pergunakan pegangan forehand. Pegang raket dan posisinya di samping bahu.
2. Posisi badan menyamping (vertikal) dengan arah net, posisi kaki kanan berada
dibelakang kaki kiri. Pada saat memukul bola, harus terjadi perpindahan beban badan dari
kaki kanan ke kaki kiri.
3. Posisi badan harus selalu diupayakan berada di belakang bola.
4. Pada saat perkenaan bola, tangan harus lurus, menjangkau bola dan dorong dengan
sentuhan halus.
5. Untuk arah forehand lawan, pukul bagian Iengkungan bola sebelah kanan dan
lengkung kiri bola untuk tujuan backhand.
6. Posisi akhir raket mengikuti arah bola.Biasakan bergerak cepat mengambil posisi
pukul yang tepat di belakang kok.
7. Perhatikan gerak langkah dan keseimbangan badan pada saat dan setelah memukul
kok.
8. Kok harus dipukul dengan sikap lengan lurus dan hanya menggunakan tenaga kecil.
9. Pukulan potong ini mengandung aspek kehalusan gerak dan gerak tipu.
12. Netting
Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul
dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yaitu apabila bolanya
dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.
Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin
dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan,
keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah
faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.

Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks,
posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang
harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan
posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan
dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi
keseimbangan tubuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping
net.
2. Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedikit ke belakang.
3. Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi
mungkin.
4. Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola
pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket
menghadap atau sejajar dengan langit-langit.
Cara Latihan
1. Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
2. Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul
kok itu.
3. Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
4. Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
5. Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong
kok itu ke berbagai arah.
13. Return Smash
Adalah pukulan yang lebih identik dengan pola pertahanan. Namun demikian
pengembalian smash yang baik bisa menjadi serangan balik.
Jenis-jenis pengembalian smash:
1. Pengembalian pendek, yaitu pengembalian dimana bolanya jatuh dekat net. Banyak
terjadi pada permainan tunggal. Tujuannya untuk memaksa lawan berlari jauh.
2. Pengembalian drive (mendatar),lebih banyak dilakukan pada permainan ganda.
Tujuannya untuk tidak memberi kesempatan lawan melakukan serangan.
3. Pengembalian panjang, yaitu pengembalian bola ke arah belakang lagi. Pukulan ini
blasanya hanya bisa dilakukan oleh pemain yang sudah trampil dan mempunyai
pergelangan tangan kuat.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Posisi siap (stand), lihat keterangan dibagian footwork.
2. Untuk pengembalian dari forehand, apabila dekat biosa dilakukan dengan satu langkah
kaki kanan, tatapi apabila jauh, mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki
kiri.

3. Untuk pengembalian backhand, apabila dekat bisa dilakukan dulu langkah kecil dari
kaki kiri. Tetapi , aapbila jauh mungkin perlu dilakukan dulu langkah kecil dari kaki
kanan.
14. Backhand Overhead
Pukulan ini bisa dlkategorikan paling sulit, terutama bagi pemain pemula. Karena secara
biomekanik teknik pukulan ini selain menuntut koordinasi anggota badan yang sempurna,
juga penguasaan grip dan timing yang tepat.
Tanpa ketiga hal tersebut, tenaga besar sekalipun tidak bisa menghasilkan kualitas
pukulan yang baik.
Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Lakukan posisi slap dengan posisi raket di tangan.
2. Putar badan, dengan melangkahkan kaki kanan ke belakang kiri. Lutut dan siku kanan
agak bengkok.
3. Rangkaian memukul mulai dari mengayunkan raket (siku ke dekat ketiak) dorong
dengan pinggang dan siku menjadi lurus. Gerakan diakhiri dengan lecutan pergelangan
tangan.
4. Cara kedua, rangkaian pukulan di atas (No.3) bisa dilakukan sambil melangkahkan
kaki kanan, lalu ayun raket. Kaki kanan sudah mendarat pada saat bola dipukul.
Cara Latihan
Latih dahulu gerakan tanpa bola . Untuk mempermudah bisa digunakan alat bantu, yaitu
gantuingan kok setinggi timing seorang atlit
15. Drive
Adalah pukulan cepat dan mendatar banyak digunakan dalam permaianan ganda.
Tujuannya untuk menghindari lawan menyerang atau sebaliknya memaksa lawan
mengangkat bola dan berada pada posisi bertahan. Pukulan ini menuntut ketrampilan
grip, reflek yang sepat dan kekuatan pergelangan tangan. Pukulan ini akan diajarkan lebih
jauh pada tahap selanjutnya.
Sebagai Dasar Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Pegangan raket dengan satu grip/cepat berpindah.
2. Selain kekuatan bahu, gunakan "lecutan" pergelangan pada saat bola dipukul.
Cara Latihan
1. Gunakan raket yang lebih berat atau botol berisi pasir untuk melatih kekuatan
pergelangan tangan.
2. Latih reflek pukulan drive kiri/kanan ke tembok.
16. Variasi Stroke/Taktik Permainan

Setelah seorang atlit berhasil menguasai cara memegang raket, menguasai footwork, dan
seluruh tekni dasar (basic stroke) dengan baik, maka selanjutnya dapat membuat variasi
pukulan. Dengan kata lain, pada satu jenis posisi yang baik dapat melakukan beberapa
pilihan pukulan. Misalnya pukulan overhead, selain lob dengan sedikit mengubah grip
dan arah raket/putaran raket, bisa melakukan pada posisi underhand yang baik, selain
melalukan netting bisa juga melakukan flick.
Penguasaan pukulan dasar dan variasi akan terasa sekali manfaatnya pada saat mulai
bermain dalam game (hitungan). Berpikirlah menggunakan taktik apa agar bisa
mematikan lawan dan memenangkan pertandingan. Berikit adalah beberapa tips dan
taktik permainan.
Tunggal
Pada permainan tunggal, bisa dikatakan berada di atas angin apabila selalu bisa:
1. Melakukan pukulan dengan posisi selalu berada di belakang bola.
2. Sudah berada di tengah lapangan sebelum lawan memukul bola.
3. Sebaliknya berusaha untuk cepat berada pada posisi memukul sebelum lawan kembali
ke tengah. Dalam posisi ini artinya siap melakukan serangan yang mematikan.
Untuk bisa melakukan ketiga hal di atas, Pemain harus memillki footwork yang teratur
dan cepat. Dan gerakan-gerakan yang cepat itu bisa berlangsung untuk jangka waktu
lama maka diperlukan stamina yang memadai. Karenanya, footwork yang cepat, teratur,
dan stamina yang kuat menjadi faktor yang dominan diperlukan seorang pemain tunggal.
Ganda
Permainan ganda memllikl tuntutan yang agak berbeda dengan tunggal. Seorang pemain
yang footwork-nya kurang baik tetapi memiliki kecepatan dan reflek pukulan serta power
yang besar, bisa menjadi pemain ganda yang baik.
Walaupun penguasaan pukulan dasarnya sama dengan tunggal, tetapi seorang pemain
tunggal yang baik belum tentu bisa menjadi pemain ganda yang baik. Karena permainan
ganda memiliki jenis pukulan yang khusus. Pukulan cepat seperti drive, smash, return
smash, serve, dan wiping (menyapu) adalah jenis pukulan yang wajlb dan harus dikuasi
dengan trampll.
Dalam permainan ganda ada filosofi yang berbunyi "Siapa yang bisa menyerang lebih
dahulu dia akan menang". Filosofi Ini rata-rata dipegang oleh setiap pemain ganda. Ini
terlihat dalam karakter permainan ganda sekarang ini yang menganggap bahwa
pertahanan yang baik adalah dengan menyerang.
Selain itu ganda adalah permainan yang mengandalkan kerja sama. Pukulan harus
dirancang, kemudian mematikan lawan dengan pukulan hasil kerja sama.
Model, Variasi Gerak serta Penampilan

Pemain Bulutangkis Elite Indonesia


Kunggulan dan pencapaian prestasi puncak dalam olahraga bulutangkis, harus melalui
proses pelatihan dalam kurun waktu lama. Aspek kontinuitas, aplikasi pelatihan yang
sistematis, program pelatihan yang dirancang dengan baik, adanya dukungan sarana
pelatihan yang memadai serta terciptanya suasana pelatihan yang menyenangkan,
merupakan laktor-faktor pendukung yang selama ini tercipta di lembaga bulutangkis
Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa contoh dan model suasana pelatihan yang menggambarkan
betapa sistem pelatihan harus disikapi, dinikmati, dan disadari oleh peserta latih sebagai
alat/sarana untuk mencapai prestasi puncak.
Sejarah perbulutangkisan Indonesia mencatat, banyak pemain yang memiliki ketrampilan
yang baik dan satu dengan lainnya saling berbeda.
Tipe dan karakteristik serta gaya permainan Rudy Hartono, Lim Swie King, Icuk
Sugiarto, Lius Pongoh, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata, Ade Chandra,
Tony Gunawan, Candra Wijaya, Iie Sumirat, Ricky Soebagdja, Rexy Mainakai, Minarti
Timur, Susy Susanti, dll, masing-masing kaya dengan varlasi pukulan yang berbeda.
Ketrampilan itu diperoleh lewat proses pelatihan yang ketat.
"Jangan berpikir tentang hasil akhir yang dicapai, akan tetapi berpikirlah tentang proses
latihan yang benar".
Variasi pukulan dalam pembinaan bulutangkis, sarat dengan penampilan gerak yang
atraktif, konsentrasi dan ketrampilan teknik yang memukau.

Belajar Bermain Sepak Takraw

Pendahuluan
Permainan Sepak Takraw sampai sekarang ini masih merupakan salah satu cabang
olahraga yang belum memasyarakat, belum menjadi kegemaran masyarakat dari semua
lapisan. Permainan Sepak Takraw baru merambah kepada masyarakat lapisan menengah
ke bawah. Hal ini disebabkan permainan ini sulit dilakukan, berisiko cidera atau sakit
lebih besar, dan masih ada kelompok masyarakat yang menganggap permainan Sepak
Takraw sebagai olahraga yang kasar. Namun demikian perkembangan permainan Sepak
Takraw terjadi sangat pesat sekali. Hal ini dapat dilihat mulai tahun 1983, seluruh daerah
di Indonesia sudah memiliki Pengurus daerah (Pengda) atau sekarang bernama Pengurus
Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI).
Permainan Sepak Takraw secara internasional telah membentuk induk organisasi tingkat
asia sejak 1982, yang perkembangannya secara internasional sekarang ini sangat hebat.
Tidak hanya negara-negara Asia Tenggara yang mengembangkan olahraga ini, tapi
hampir seluruh bangsa di dunia ini mengembangkan permainan Sepak Takraw, seperti
Amerika, Australia, dan sebagainya.
Untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan permainan Sepak Takraw pada bab ini akan
dijelaskan bagaimana olahraga ini berkembang, baik dari bentuk permainannya sendiri
sampai pada aturan-aturan, teknik-teknik bermain, dan sebagainya.
Bentuk Permainan Sepak Takraw
Sepak Takraw adalah suatu permainan yang menggunakan bola yang terbuat dari rotan

(takraw), dimainkan di atas lapangan yang datar berukuran panjang 13,40 m dan lebar
6,10 m. Ditengah-tengah dibatasi oleh jaring/net seperti permainan Bulutangkis.
Pemainnya terdiri dari dua pihak yang berhadapan, masing-masing terdiri dari 3 (tiga)
orang. Dalam permainan ini yang dipergunakan terutama kaki dan semua anggota badan
kecuali tangan. Tujuan dari setiap pihak adalah mengembalikan bola sedemikian rupa
sehingga dapat jatuh di lapangan lawan atau menyebabkan lawan membuat pelanggaran
atau bermain salah. Definisi permainan Sepak Takraw sebagaimana tersebut di atas
adalah Sepak Takraw Kompetisi. Sepak Takraw Kompetisi ini dipertandingkan dalam 3
nomor, yaitu : Tim, Regu dan Double-event (ketiga nomor ini akan dijelaskan pada bab
selanjutnya. Pada tahun 2002 dikembangkan nomor Sepak Takraw baru yang disebut
Sepak Takraw Lingkaran (Circle-game), yaitu sepak takraw yang dimainkan di lapangan
berbentuk lingkaran, masing-masing regu terdiri dari 5 orang pemain, regu tersebut
memainkan bola dengan cara mengoper ke teman secara berhadapan dengan nomor yang
saling berurutan, dengan operan sesuai tingkat kesulitannya (tingkat kesulitan tinggi nilai
3, tingkat kesulitran rendah nilai 1. Permainan ini di batasi oleh waktu selama 10 menit
untuk masing-masing babak. Regu yang memenangkan perlombaan adalah regu yang
paling banyak mengumpulkan nilai selama waktu 10 menit tersebut. Pada tahun 2006
Sepak Takraw Lingkaran digantikan dengan nomor baru yaitu : Hoop-Takraw, bentuk
permainan nomor ini hampir sama dengan sepak takraw Lingkaran (circle-game), tetapi
pemain yang 5 orang tersebut harus memasukkan bola ke atas Ring berdiameter 1 meter
(bulatan besi) yang dipasang dengan tali setinggi 4,50 meter untuk puetri dan 4,75 meter
untuk putera di tengah bulatan pemain. Pemain berusaha memasukkan bola ke ring
sebanyak-banyaknya dengan pukulan yang telah ditentukan dalam waktu 30 menit
(bentuk permainan nomor ini akan dijelaskan lebih lanjut pada bab berikutnya.
Ada nomor Sepak Takraw kompetisi yang baru diperkenalkan mulai tahun 2005 yang
dikenal dengan nama Double-event, nomor ini dimainkan oleh 2 orang dalam satu
regunya. Aturan permainannya sama dengan Sepak Takraw kompetisi, hanya pemain
yang servis tidak dari daerah circle (tempat tekong biasa servis), tetapi dari garis
belakang (base-line) dengan bola dilambungkan sendiri dan disepak melewati net. Nomor
double-event ini akan dibahas lebih lanjut pada bab V halaman 56. .
Permainan Sepak Takraw kompetisi dasarnya adalah dari permainan Sepak Raga yang
dimodifikasi untuk menjadi suatu bentuk permainan yang dipertandingkan. Sedangkan
permainan Sepak Takraw lingkaran (Circle-game) adalah kembali kepada bentuk sepak
raga yang awalnya muncul secara tradisional yang diperlombakan. Seperti kita ketahui
permainan Sepak raga merupakan olahraga tradisional , yaitu suatu permainan rakyat
sejak dulu yang terdapat dan populer di beberapa daerah di Indonesia dan Semenanjung
Malaka mulai dari Myanmar sampai perbatasan Singapura. Permainan ini sangat
digemari masyarakat bahkan di Malaysia termasuk olahraga wajib di sekolah. Permainan
Sepak raga di Indonesia dan Malaysia, awalnya dimainkan oleh beberapa orang ( 6-9
orang) dalam suatu lingkaran yang disebut permainan Sepak raga bulatan.
Pada tahun 1945 di Malaysia permainan Sepak raga bulatan kemudian dimodifikasi
menjadi bentuk permainan yang dimainkan di atas lapangan empat persegi panjang dan di
tengah-tengahnya dipasang jaring yang dikenal dengan nama : Sepak raga Jaring .
Olahrtaga ini juga berkembang di laos, Thailand dan Singapura. Dalam musyawarah yang
diadakan Federasi Sepak Takraw Asia (ASTAF) pada tahun 1965 di Malaysia disepakati
nama Sepak raga Jaring diganti namanya menjadi permainan Sepak Takraw. Sepak

berasal dari bahasa Malaysia yang artinya memukul dengan kaki (menendang) dan
Takraw dari bahasa Thailand (Takraw = bola yang terbuat dari rotan).
Gambar Lapangan Sepak Takraw

# Panjang Lapangan: 13,42 meter.


# Lebar Lapangan : 6,10 meter.
# Garis Batas: adalah garis (lines) yang lebarnya+ 5 cm.
# Lingkaran Tengah: Ditengah sebuah lapangan ada lingkaran yaitu tempat melakukan
sepakan permulaan (service). dengan garis tengah lingkaran 61 cm.
# Garis seperempat lingkaran:
# Pada penjuru tengah kedua lapangan terdapat garis seperempat lingkaran tempat
melambungkan bola kepada pemain yang melakukan sepakan permulaan (service)
dengan jari-jari 90 cm.
# Tiang:
# Dua buah tiang sebagai tempat pengikat jaring, didirikan pada sebelah luar kedua garis
samping kiri dan kanan dengan jarak 30,5 cm dari garis samping.
# Tinggi tiang 1,55 meter untuk laki-laki dan 1.45 meter untuk perempuan.
# Jaring (net):
# Jaring dibuat dari bahan benang kasar, tali, atau dari nylon dengan ukuran lubanglubangnya 4-5 cm. Lebar jaring 72 cm dan panjangnya tidak lebih dari 6,71 m. Pada
pinggir atas, bawah dan samping dibuat pita selebar + 5 cm yang diperkuat dengan tali
yang diikatkan pada kedua ring. Tinggi jaring 1,55 m dari tanah/lantai.
Teknik-Teknik dalam sepak takraw
Upaya untuk dapat bermain sepak takraw yang baik haruslah mengenal dan mampu
menguasai ketrampilan yang baik tentang dasar bermain sepak takraw. Untuk itu atlet
harus menguasai teknik-teknik dasar dalam permainan sepak takraw. Teknik dasar
bermain sepak takraw menurut Ratinus Darwis :

1. Sepak Sila
Sepak sila adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki bagian dalam gunanya
untuk menerima dan menimang bola, mengumpan dan menyelamatkan serangan lawan.
2. Sepak Kuda (Sepak Kura)
Sepak kuda atau sepak kura adalah sepakan dengan menggunakan kura kaki atau dengan
punggung kaki. Digunakan untuk menyelamatkan bola dari serangan lawan, memainkan
bola dengan usaha menyelamatkan bola dan mengambil bola yang rendah.
3. Sepak Cungkil
Sepak cungkil adalah menyepak bola dengan menggunakan kaki (jari kaki). Digunakan
untuk mengambil bola yang jauh, rendah dan bola-bola yang liar pantulan dari bloking.
4. Menapak
Menapak adalah menyepak bola dengan menggunakan telapak kaki. Digunakan untuk :
smash ke pihak lawan, menahan atau membloking smash dari pihak lawan dan
menyelamatkan bola dekat net (jaring).
5. Sepak Simpuh atau Sepak Badek
Sepak badek adalah menyepak bola dengan kaki bagian luar atau samping luar.
Digunakan untuk menyelamatkan bola dari pihak lawan dan mengontrol bola dalam
usaha penyelamatan.
6. Main Kepala (heading)
Main Kepala (heading) adalah memainkan bola dengan kepala. Digunakan untuk
menerima bola pertama dari pihak lawan, meyelamatkan bola dari serangan lawan.
7. Mendada
Mendada adalah memainkan bola dengan dada, digunakan untuk mengontrol bola untuk
dapat dimainkan selanjutnya.
8. Memaha
Memaha adalah memainkan bola dengan paha dalam usaha mengontrol bola, digunakan
untuk menahan, menerima dan menyelamatkan bola dari serangan lawan.
9. Membahu
Membahu adalah memainkan bola dengan bahu dalam usaha mempertahankan dari
serangan pihak lawan yang mendadak, dimana pihak pertahanan dalam keadaan terdesak
dan dalam posisi yang kurang baik.

Selasa, 02 Februari 2010


Belajar Mengenai Teknik Dasar Bola Voly.

^.Teknik Dasar Servis


Pengertian servis adalah sebagai pukulan pertama untuk memulai permainan bola voly.
*Teknik dasar servis dibagi menjadi berbagai cara yaitu:
1.Teknik dasar servis bawah:

Pertama peganglah bola dengan tangan kiri,tangan kanan untuk memukul bola.
Kedua kaki dibuka depan dan belakang,badan agak menyamping.
Ketiga lambungkanlah bola ke atas kira-kira kurang lebih 30cm dan saat bola
turun,pukullah dengan ayunan tangan dari bawah ke arah atas depan menuju daerah
lawan.
2.Teknik dasar servis atas:

Pertama badan tegak,kaki kiri didepan dan kaki kanan di belakang di atas kepala.Badan
melenting ke belakang sambil menggerakkan badan ke depan,tangan dipukulkan dengan
berat badan dibawa ke depan.

^.Teknik Dasar Passing


Pengertian dari passing adalah mengambil bola,mengoperkan bola ke
teman,mengumpankan bola ke teman,memasukkan bola ke daerah lawan.teknik passing
dibagi menjadi 2 yaitu:

Teknik passing bawah dilakukan dengan 2 tangan,langkah-langkah passing bawah


adalah sebagai berikut:a.Sikap awal kita berdiri tegak,lalu kedua kaki dibuka
kebelakang,kedua lutut ditekuk.b.Kedua lengan dirapatkan dari pergelangan hingga
siku.c.Kedua telapak tangan mengepal dan dirapatkan dan saling berpegangan,dengan
posisi ibu jari di atas dan sejajar.d.posisi saat bola datang,ayunan kedua tangan

menyongsong bola.

Teknik passing atas,teknik passing atas dilakukan dengan 2 tangan.langkah-langkah


passing atas sebagai berikut:Sikap kaki kuda-kuda sedikit melipat,badan agak condong ke
depan siap di muka dada,pada saat bola tiba di tangan,maka tangan segera ditempatkan
dibawah bola,jari-jari tercerai membentuk setengah bulatan,perkenaan bola pada jari-jari
yang membentuk setengah lingkaran tadi lalu bola agak didorong lurus kedepan ditambah
lecutan pergelangan tangan.

^.Teknik dasar smes


Pengertian smes pada permainan bola voly adalah memukul bola dengan keras dan
menukik kedaerah lawan.Langkah-langkah melalukan smes adalah sebagai berikut:Sikap
permulaan sekitar dua langkah dari net.Kaki kanan dibelakang kaki kiri didepan,Pada
saat kaki kanan melangkah maju kaki kiri menolak tanah,kedua tangan ditarik kebelakang
lurus setinggi bahu kurang sedikit,Pada saat kaki kanan menapak kaki kiri segera
disejajarkan kaki kanan,dalam waktu bersamaan kedua kaki menolak ke atas sambil
tangan memukul bola dengan menukik kedaerah lawan.

^.Teknik Dasar Membendung(BLOCK)


Pengertian block adalah upaya menahan bola yang datang dari daerah lawan,yang
dilakukan oleh pemain depan.langkah-langkah melakukan block adalah sebagai
berikut:Dua atau tiga pemain yang akan melakukan block melakukan tolakan
bersamaan,semua pasangan tangan pemblock membuat benteng pertahanan yang
rapat,sehingga tidak ada celah yang bisa meloloskan pukulan lawan ke daerah kita.
JENIS-JENIS SMASH:

1. Open
Pemukul melakukan gerak awalan setelah bola lepas dari tangan pengumpan, bola
dipukul dipuncak loncatan dan jangkauan lengan yang tertinggi.

2. Semi
Setelah bola lepas dipasing kearah pengumpan, pemukul harus mulai bergerak perlahan
kedepan dengan langkah tetap menuju kearah pengumpan. Begitu pengumpan
menyajikan bola dengan ketinggian 1m ditepi atas net maka secepatnya pemukul

meloncat keatas dan memukul bola. Disini kecepatan gerak harus lebih cepat dari pada
smash dengan bola Open

3. Quick
Begitu melihat bola pasing ke pengumpan, maka pemukul melakukan awalan secepat
mungkin, dengan langkah yang panjang. Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan
jarak satu jangkauan lengan pemukul dengan bola yang akan diumpan. Pemukul
melayang dengan tangan siap memukul, pengumpan menyajikan bola tepat didepan
tangan pemukul. Lakukan pukulan dengan secepatnya, gerakan pergelangan tangan yang
cepat sangat baik hasilnya. Loncatan smasher vertikal, jagalah keseimbangan badan pada
saat melayang.

4. Straight
Smasher sebelum melakukan gerakan awalan, terlebih dahulu bergerak kearah luar
lapangan mendekati tiang net, smasher melakukan awalan bergerak arah paralel dengan
jaring. Begitu bola sampai dibatas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah
melompat dan langsung memukul secepatnya. Proses menjalankan teknik ini lebih cepat
dibandingkan smash dengan bola semi.

5. Drive
Smash ini biasanya digunakan oleh pemain untuk bola jauh dari net, saat meloncat
smasher agak dekat dibawah bola, berbeda dengan saat meloncat pada smash normal.
Bola yang akan di smash terletak diatas kanan bahu lengan pemukul. Gerak lecutan
tangan dari depan atas badan diputarkan kearah yang berlawanan dengan arah jarum jam,
telapak tangan membentuk cekungan seperti sendok. Cambukan keras, perkenaan bola
dibagian belakang kearah bagian muka dengan telapak tangan, aktifkan gerakan
pergelangan tangan . Gerakan cambukan harus dibantu oleh otot perut, samping dan
bahu. Akibat cambukan kurve jalan bola akan panjang dan putaran bola menjauhi net,
bola bergerak dengan cepat dan tajam.

6. Dummy
Pemain melakukan gerakan sama dengan pada waktu hendak melakukan smash, tetapi
pada waktu kontak dengan bola, bola tidak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari
tangan. Lengan pemukul tetap bergerak dan dengan gerakan jari pemukul mengarahkan

bola ketempat yang tidak terjaga ditempat lawan. Bola dapat dilambungkan pendek atau
panjang tergantung pada situasi.

7. Bola 3 meter
Smash ini adalah serangan yang dilakukan dari belakang garis serang, pemukul yang
berfungsi sebagai pemain belakang pada saat tolakan tidak boleh menginjak atau
melewati garis serang, tetapi pada saat mendarat boleh saja jatuh didalam garis serang.

8. Kijang
Biasanya umpan bola back, pemukul melakukan langkah panjang dan naik dengan
tolakan loncatan menggunakan satu kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan kaki
kiri.

9. Double Step
Smash dengan menggunakan gerak tipu, disini pemukul melakukan dua kali gerakan
untuk melakukan tolakan meloncat. Tolakan pertama hanya berupa tipuan untuk
mengecoh block, baru pada tolakan kedua pemukul meloncat dan melakukan serangan.

10. Step L
Smash ini hampir sama dengan smash normal, tetapi gerakan awalan berbeda. Pemukul
melangkah kedepan, kemudian melakukan langkah kesamping sebelum tolakan, baru
kemudian melompat naik untuk melakukan serangan.

JENIS-JENIS BLOCK:

Block bermanfaat untuk pertahanan di net.


Untuk melakukan block yang baik, pemain harus dapat memperkirakan jatuhnya bola,
atau dapat meramalkan kemana kira-kira lawan akan memukul bola.
Proses melakukan bendungan dapat dibagi menjadi : Awalan, Melompat, Kontak dengan
Bola & Mendarat.

Pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dan kaki ditekuk sedikit, kedua tangan didepan
dada, telapak kedua tangan menghadap net dan jari-jari dikembangkan lebar-lebar.
Sebagai awalan lutut ditekuk lebih dalam, posisi badan sedikit condong kedepan
kemudian diteruskan dengan tolakan keatas dengan kedua kaki secara eksplosif serta
mengayunkan kedua lengan lurus keatas secara bersamaan dan jari membuka agar kedua
tangan merupakan suatu bidang yang luas.
Pada saat melayang diudara dan ketika bola dipukul oleh lawan, segeralah tangan
dihadapkan kearah datangnya bola dan berusaha menguasai bola itu. Pada saat perkenaan
tangan dengan bola, pergelangan tangan digerakkan secara aktif agar tangan dapat
menekan bola dari arah atas depan kebawah secara tepat. Jari-jari kedua tangan pada saat
perkenaan ditegangkan agar tangan dan jari cukup kuat untuk menerima tekanan bola
yang keras. Saat perkenaan yang baik adalah saat sebelum bola dipukul, tangan blocker
sudah benar-benar dapat mengurung bola tersebut.
Setelah kontak dengan bola pemain mendarat kembali dengan tumpuan kedua kaki dan
lentur.
1. Block Bola Open

Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan berada
didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum
melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut
100, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

2. Block Bola Semi


Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan
dinaikkan berada diatas depan kepala. Blocker tetap melompat setelah spiker lawan
melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut
sehingga membentuk sudut 110, kemudian blocker melompat setinggi mungkin
dengan arah lompatan vertical.

3. Block Bola Quick


Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan
diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompat posisi
badan direndahkan dengan menekuk lutut tidak terlalu dalam (sudut lutut 135),
kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :


o Perhatikan gaya pasing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan
o Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama
mata dan gerakaannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan..
o Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak.
o Posisi tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang, agar gerak
tangan cepat mencapai titik block.
o Side step (Block 2 step) dilakukan untuk block jarak dekat, sedangkan Cross step
(Block 3 step) digunakan untuk block jarak yang cukup jauh.
o Blocker harus dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai
reaksi yang baik, bergerak secara cepat dan pandai membaca

Anda mungkin juga menyukai