Anda di halaman 1dari 7

Tugas Rekayasa Sistem Kenyamanan Termal

CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER

Oleh Kelompok 4 :
Putri Yeni Aisyah

(2412100004)

Vincensius Cahya

(2412100034)

Yusuf Adi Putra

(2412100068)

Talitha Nathania

(2412100094)

Ridha Pambela M

2412100118)

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA
2015

1. Boiler
Boiler atau yang dikenal dengan Ketel Uap, adalah suatu peralatan atau
sistem yang bertujuan untuk merubah air menjadi uap yang berguna. Uap yang
dihasilkan dapat digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan industri.
Salah satu boiler yang dibedakan atas jenis-jenis sistem pembakarannya
adalah Circulating Fluidized Bed Boiler.
1.2 Circulating Fluidized Bed Boiler
Boiler CFB adalah boiler stoker (unggun fluidisasi) dimana batu bara
dibakar diatas rantai berjalan (Belt Conveyor) dan diberi hembusan udara
dari sisi bawah sehingga batu bara membara diatas rantai berjalan tersebut.
Boiler jenis stoker adalah boiler yang memiliki sistem pembakaran
dengan memasukan bahan bakar padat pada bed pembakaran yang tetap,
udara yang digunakan untuk proses pembakaran dengan kecepatan yang
kecil, ukuran untuk tipe boiler ini terbatas sehingga kemampuan untuk
menghasilkan uap maksimum 50,4 kg/s. Keuntungan tipe boiler ini adalah
dapat merespon secara tiba-tiba perubahan beban dan dapat membakar bahan
bakar dalam jumlah besar sekaligus. Bahan metal tipe ini harus mempunyai
ketahanan terhadap panas yang tinggi karena pembakaran di ruang bakar
melebihi 1093 oC
1.3 Pengertian Circulating Fluidized Bed Boiler

Circulating : Terjadinya sirkulasi batubara yang belum


habis terbakar dari Furnace ke Cyclone kemudian masuk
ke Seal Pot dan kembali ke Furnace.

Fluidized

: Penghembusan udara primer untuk menjaga

material bed dan batubara tetap melayang didalam Furnace.

Bed

: Material

berupa partikel-partikel kecil (pasir

kuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagai media awal


transfer panas dari pembakaran HSD ke pembakaran
Batubara ( 100 ton)
1.4 Komponen Circulating Fluidized Bed Boiler
Pada boiler type CFB terdapat 3 bagian utama yaitu:

Furnace yang berfungsi sebagai tempat terjadinya pembakaran


bahan bakar. Komponen- komponen yang terdapat pada Furnace
yaitu Wall tube, Panel Evaporator, Panel Superheater .
Cyclone yang berfungsi untuk memisahkan batubara yang belum
terbakar dengan abu (ash) sisa pembakaran dan mengembalikannya
ke Furnace. Komponen- komponen yang terdapat pada Cyclone yaitu
Cyclone, Seal Pot, Seal Pot Duct.
Backpass yang berfungsi sebagai ruang pemanfaatan kalor yang
terdapat dalam flue gas. Komponen- komponen yang terdapat pada
Backpass

yaitu

Finishing

Superheater,

Low

Temperature

Superheater, Economizer, dan Tubular Air Heater.

Gambar 1. Bagian Utama Boiler Circulating Fluidized Bed (1. Gambar


Furnace, 2. Gambar Cyclone, 3. Gambar Backpass)

Gambar 2. Contoh Konfigurasi Circulating Fluidized Bed Boiler


1.5 Proses Pembakaran pada Circulating Fluidized Bed Boiler
1.5.1

Prosedur Umum Firing /Start Up pada Circulating Fluidized Bed


Boiler
Seperti jenis boiler lainnya, pertama-tama dilakukan Purging selama
5 menit untuk membersihkan ruang bakar dari gas-gas yang
berpotensial menimbulkan ledakan pada saat burner dinyalakan.
Setelah purging selesai 2 burner (sisi berseberangan ) dinyalakan.
Kenaikan temperature furnace di jaga tidak lebih dari 95 0C per jam
untuk menjaga material dari thermal stress dan menjaga refractory
agar tidak retak. Setelah temperature Furnace 530 oC Batubara
dimasukkan melalui 3 coal feeder pada minimum flow rate (6
Ton/jam) / coal feeder sambil kedua burner masih menyala. Setelah
temperature furnace mencapai 660 oC kedua burner dimatikan satu
persatu. Selanjutnya pembakaran dilakukan dengan batubara. Selama

boiler beroperasi tidak diperlukan support burner karena dapat


menyebabkan materal bed meleleh. Burner hanya digunakan pada
saat proses start up sampai temperature yang diizinkan diatas.
1.5.2

Konsep Pembakaran pada Furnace Circulating Fluidized Bed


Boiler
CFB Boiler mampu membakar dengan tingkat emisi yang
rendah (SOx dan NOX yang sangat rendah).
Coal dibakar pada bagian `bed of hot material` yang
mengambang dan sirkulasi dalam furnace karena kecepatan
udara yang tinggi sehingga menyebabkan fluidisasi pada bed
material.
Bed inventory terdiri dari coal fuel, sorbent, inert sand, dan
reinjected coal dari cyclone.

1.5.3

Proses Pembakaran dalam Furnace


Coal dan limestone dimasukkan ke dalam Furnace, serta
fluidizing air / primary air dari air plenum melalui nozzle
grate. Tekanan primary air menyebabkan bed material
melayang dibagian bawah furnace (primary zone).
Aliran udara turbulen menyebabkan coal cepat bercampur
dengan limestone secara merata dengan bed material.
Fluidizing air/primary air dan bed temperatur menyebabkan
material terbakar dan sirkulasi.
Material Batubara yang telah terbakar semakin lama naik ke
bagian upper furnace karena massanya berkurang kemudian
masuk cyclone melalui transition piece. Sebelum masuk ke
cyclone batubara menabrak vortex vendor sehingga flue gas
dan fly ash terpisah dari material.
Material solid berputar menuju cyclone outlet cone dengan
bantuan udara dari fuidizing air blower menuju seal pot dan
diinjeksikan kembali ke furnace melalui seal pot return duct.

1.5.4

Kontrol Pembakaran di Dalam Furnace

Pressure drop of primary zone (chamber utama) yang


mengindikasikan density dari bed material sebagai variabel
kontrol yang digunakan untuk mengontrol bed temperatur.
Pressure drop of secondary zone (chamber bagian atas)
mengindikasikan density dari upper furnace digunakan untuk
mengevaluasi jumlah material.
Bed temperatur sebagai parameter yang dikontrol untuk
menghasilkan pembakaran yang efisien.
Temperatur flue gas di tansition piece sebagai

variabel

kontrol.
Excess air sebagai parameter yang dikontrol (20 %).
1.5.5

Kelebihan dan Kekurangan Circulating Fluidized Bed Boiler


Kelebihan
Irit bahan bakar
Efisien energy
Ramah lingkungan (karena SO2 terserap oleh limestone dan
rendah emisi NO2 )
Tidak ada kerak yang tersisa
Kekurangan
Mahal
Masalah pemeliharaan
Kebutuhan udara adalah yang terbesar dari semua tipe boiler
Kadar carbon sisa adalah yang terbesar

Circulating Fluidized Bed Boiler

Temperatur pembakaran di Furnace rendah ( 800 oC)

Kadar SOx dan NOx yang rendah karena menggunakan Limestone

Ukuran batu bara yang masuk ke Furnace ( 6 mm)

Dapat menggunakan batubara dengan nilai kalor yang rendah. (4000 5000
kkal/kg)

Menggunakan Panel Evaporator dan Panel Superheater didalam Furnace untuk


pemanfaatan radiasi panas dari Pembakaran

Penggunaan StartUp Burner


temperatur Furnace.

tidak tergantung dari beban (MW) tetapi