Anda di halaman 1dari 8

Makalah Revaluasi Aktiva Tetap

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam keadaan inflasi, dimana harga-harga barang secara keseluruhan mengalami
kenaikan, maka nilai buku dari aktiva/aset yang dimiliki perusahaan dipandang tidak relevan
lagi. Bukan hanya dalam keadaan inflasi, dalam keadaan ekonomi normal pun sebenarnya
nilai buku dianggap tidak relevan karena tidak mencerminkan nilai aktiva/aset yang
sebenarnya.
Revaluasi merupakan salah satu cara untuk mewajarkan nilai aktiva/aset yang dimilki
perusahaan dan seringkali digunakan untuk menghemat pajak yang harus dibayar. Akan tetapi
ada banyak hal yang perlu diperhatikan apabila perusahaan ingin melakukan revaluasi
terhadap aktiva/aset yang dimilikinya.
Makalah ini akan membahas tentang pengertian revaluasi, dasar hukum yang
berkaitan dengan revaluasi, syarat dan prosedur revaluasi, serta manfaat yang akan diterima
perusahaan jika melakukan revaluasi. Dan perhitungan perbandingan jika perusahaan akan
mengadakan revaluasi dan tidak melakukan revaluasi.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah yang dimaksud dengan revaluasi ?
2.

Apakah undang-undang atau peraturan yang mengatur tentang revaluasi ?

3.

Apakah syarat dilakukannya revaluasi ?

4.

Bagaimana prosedur revaluasi ?

5.

Apakah manfaat revaluasi ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan revaluasi.
2. Untuk mengetahui undang-undang yang mengatur tentang revaluasi.
3. Untuk mengetahui syarat untuk melakukan revaluasi.
4. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan revaluasi.
5. Untuk mengetahui manfaat revaluasi.

BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN REVALUSI AKTIVA TETAP
Revaluasi aktiva tetap adalah penilaian kembali aktiva tetap perusahaan yang
diakibatkan adanya kenaikan nilai aktiva tersebut di pasaran atau karena rendahnya nilai
aktiva tetap dalan laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab

2.

lain. Hal ini mengakibatkan nilai aktiva tetap dalam laporan keuangan tidak mencerminkan
nilai yang wajar. Atau dapat juga dikatakan revaluasi aktiva tetap merupakan penilaian
kembali aktiva tetap yang tercatat didalam buku perusahaan dan masih digunakan untuk
kegiatan operasional perusahaan. Tujuan revaluasi adalah agar nilai yang tercantum didalam
buku perusahaan / laporan keuangan perusahaan sesuai dengan nilai wajar yang berlaku pada
saat dilakukannya revaluasi.
Revaluasi aktiva tetap dapat digunakan sebagai sarana bagi pemerintah atau
Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan penerimaan negara yang berasal dari Pajak
Penghasilan Badan, sedangkan bagi wajib pajak sendiri penilaian kembali aktiva dapat
dijadikan sebagai sarana untuk melakukan perencanaan perpajakannya dengan tujuan untuk
menghemat pembayaran pajak penghasilan badan.
Penilaian aktiva tetap memberikan keuntungan dan kerugian bagi perusahaan. Salah
satu keuntungannya adalah sebagai berikut :
neraca akan menunjukkan posisi kekayaan yang wajar sehingga pemakai laporan keuangan
dapat memperoleh informasi yang lebih akurat dan tepat.
Selisih lebih penilaian kembali juga akan meningkatkan struktur modal sendiri, yang artinya
perbandingan antara pinjaman (debt) dengan modal sendiri (equity) atau DER membaik.
Dengan membaiknya DER, perusahaan dapat menarik dana melalui pinjaman dari pihak
ketiga maupun emisi saham.
Kekurangan dari revaluasi aktiva tetap antara lain :
Naiknya beban penyusutan aktiva tetap yang dibebankan dalam laba rugi atau
dibebankan ke harga pokok produksi.
Dari sisi perpajakan, selisih lebih yang diakibatkan dari revaluasi aktiva tetap merupakan
objek pajak yang dikenai pajak final 10%.
Dengan adanya berbagai kelebihan dan kekurangan yang ditimbulkan oleh revaluasi,
pihak manajemen perusahaan harus mempertimbangkan secara baik-baik manfaat dan
kerugian yang akan dialami perusahaan di masa sekarang dan masa depan apabila
memutuskan untuk melakukan revaluasi aktiva tetap.
DASAR HUKUM REVALUASI
1.
Undang-undang RI nomor 17 tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga Atas UndangUndang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan

Pasal 4 huruf m : yang menjadi objek pajak penghasilan adalah selisih lebih karena
penilaian kembali aktiva.

Pasal 11 ayat (5) : apabila Wajib Pajak melakukan penilaian kembali aktiva maka
dasar penyusutan atas harta adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali aktiva tersebut.
Keputusan Dirjen Pajak KEP-519/PJ/2002 tanggal 2 Desember 2002 tentang Tata
Cara Prosedur Pelaksanaan Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan untuk Tujuan
Perpajakan
2.

Keputusan Menteri Keuangan RI No. 486/KMK.03/2002 tentang Penilaian Kembali


Aktiva Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan.
3.

Peraturan Menteri Keuangan nomor 79/PMK.03/2008 tentang Penilaian Kembali


Aktiva Perusahan untuk Tujuan Perpajakan.
4.

3. SYARAT REVALUASI
1.
WP badan dalam negeri (PT, CV, BUMN, Koperasi, Yayasan). Wajib Pajak Orang
Pribadi dalam negeri yang menyelenggarakan pembukuan tidak termasuk WP yang dapat
melakukan revaluasi.
2.
Telah memenuhi kewajiban pajak sampai dengan masa pajak terakhir sebelum
melakukan revaluasi. Kewajiban pajak tersebut adalah :
a. SPT Masa atau Tahunan, sepanjang belum ada SKP.
b. SKP, walaupun Wajib Pajak mengajukan keberatan dan belum ada keputusan keberatan.
c. Keputusan Keberatan, walaupun WP mengajukan banding dan belum ada putusan Banding
dari pengadilan pajak.
d. Keputusan PK dari MA.
e. STP, walaupun WP mengajukan permohonan pengurangan / penghapusan sanksi
administrasi atau pembetulan kembali pembetulan STP, tetapi belum mendapatkan keputusan.
3.
Yang dapat dinilai kembali aktiva tetap berwujud yang berada di Indonesia dan
dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan
obyek pajak. Aset Tetap SGU dengan hak opsi tidak dapat direvaluasi sebelum menggunakan
hak opsi, aktiva tidak berwujud tidak dapat direvaluasi.
4.
Dapat dilakukan terhadap seluruh aktiva tetap atau sebagian aktiva, dapat dilakukan
setiap tahun atau satu kali dalam setahun. Dilakukan oleh perusahaan penilai yang mendapat
ijin pemerintah.
5.
Penilaian kembali dilakukan perusahaan penilai atau Penilai yang mendapat ijin dari
Pemerintah. Penilaian kembali dihitung atau dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai
wajar yang berlaku pada saat penilaian kembali.
6.
Dalam hal nilai revaluasi yang ditetapkan tidak mencerminkan keadaan yang
sebenarnya maka Direktorat Jendral Pajak dapat menetapkan kembali nilai revaluasi. Setelah
WP melakukan revaluasi dan sudah mendapat persetujuan dari KPP, kemudian dilakukan
pemeriksaan, pemeriksa pajak dapat melakukan koreksi nilai revaluasi, dengan hasil :
a.
Nilai revaluasi lebih rendah daripada harga pasar
b.
Nilai revaluasi lebih tinggi daripada harga pasar.
Apabila nilai revaluasi lebih tinggi daripada harga pasar maka terdapat Selisih Lebih
Revaluasi, yaitu Nilai Pasar ( Nilai Revaluasi ) dikurangi Nilai Buku Fiskal pada awal bulan
dilakukan revaluasi dan dikenakan pajak revaluasi sebesar 10 % Final setelah dikurangi /
dikompensasi terlebih dulu dengan sisa kerugian fiskal.
Kompensasi Rugi Fiskal :
a. Tidak lebih dari 5 tahun.
b. Kalau belum dilakukan pemeriksaan pajak rugi fiskal berdasarkan SPT WP.
c. Sudah ada SKP, berdasarkan SKP meskipun WP mengajukan keberatan.

Bagi WP yang melakukan penggabungan usaha, PPh yang terutang 10% dapat dibayar
dalam jangka waktu paling lama 5 tahun sejak dilakukan penilaian kembali aktiva tetap. PPh
yang harus dilunasi setiap tahun paling sedikit sebesar 20%.
7.

4. PROSEDUR REVALUASI
Prosedur permohonan revaluasi :
1. Wajib pajak (WP) yang dapat mengajukan permohonan untuk melakukan penilaian kembali
aktiva tetap adalah WP Badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak termasuk WP yang
memperoleh ijin menyelenggarakan pembukuan dengan mata uang asing.
2. Syarat-syarat pengajuan permohonan :
a) WP dapat mengajukan permohonan dengan syarat telah memenuhi semua kewajiban
pajaknya sampai dengan masa pajak terakhir sebelum masa pajak dilakukannya penilaian
kembali.
b) Aktiva tetap yang dapat dinilai kembali adalah aktiva tetap berwujud yang terletak atau
berada di Indonesia yang dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan
memelihara penghasilan.
c) Penelilaian kembali dapat meliputi seluruh atau sebagian altiva tetap perusahaan termasuk
aktiva tetap yang sudah pernah dilakukan penilaian kembali berdasarkan ketentuan yang
berlaku. Dan hanya dapat dilakukan penilaian kembali paling banyak satu (1) kali dalam satu
tahun buku.
d) WP yang melakukan penilaian kembali aktiva tetap wajib mengajukan permohonan kepada
Kepala Kantor Wilayah yang membawahi KPP tempat WP terdaftar (KPP domisili) paling
lambat 30 hari kerja setelah tanggal dilakukan penilaian kembali aktiva tetap dengan
melampirkan :
1) Fotokopi surat ijin usaha jasa penilai yang dilegalisir oleh instansi pemerintah yang
berwenang untuk menerbitkan surat ijin usaha tersebut.
2) Laporan penilaian perusahaan jasa penilai atau ahli penilai profesional yang diakui
pemerintah.
3) Daftar Penilaian Kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan.
4) Laporan keuangan tahun buku terakhir sebelum penilaian kembali aktiva tetap yang telah
diaudit oleh akuntan publik.
5) Surat keterangan tidak mempunyai tunggakan pajak dari KPP tempat WP terdaftar.
e) Permohonan WP yang terlambat diajukan atau tidak dilengkapi dengan lampiran sampai
dengan batas waktu sebagaimana diatur tidak dapat dipertimbangkan.
f) Apabila permohonan WP menurut hasil penelitian telah memenuhi persyaratan formal dan
material, maka Kepala Kantor Wialayah wajib menerbitkan Keputusan persetujuan atau
penolakan Direktur Jendral Pajak paling lambat 30 hari kerja setelah tanggal diterimanya
permohonan WP.
g) Apabila setelah lewat batas waktu 30 hari kerja Kepala Kantor Wilayah belum menerbitkan
Keputusan persetujuan atau penolakan, maka permohonan WP dianggap diterima dan Kepala

Kantor Wilayah wajib menerbitkan keputusan paling lambat tiga (3) hari setelah tanggal
berakhirnya batas waktu tersebut.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan revaluasi :
1. Revaluasi parsial atau menyeluruh
Revaluasi parsial berarti perusahaan hanya melakukan revaluasi atas sebagian aktiva
tetap yang ada atas pertimbangan perusahaan. Bagi perusahaan perkebunan, revaluasi tanah
tidaklah menarik karena selisih revaluasi akan terkena pajak final sebesar 10% padahal tanah
tidak disusutkan sehingga tambahan biaya penyusutan tahun-tahun berikutnya hanya dari
selisih lebih revaluasi atas aktiva tetap selain tanah. Karena hal tersebut maka perusahaan
lebih untung jika tidak merevaluasi tanah.
2. Pembayaran PPh 10% yang bersifat final
Bagi perusahaan yang akan melakukan revaluasi perlu melakukan penghitungan apakah
membayar PPh 10% itu lebih menguntungkan dibanding dengan tariff PPh badan sebesar
25%. Aktiva tetap yang sudah direvaluasi dan biaya penyusutan akan mengurangi
Penghasilan Kena Pajak (PKP). Umur aktiva akan kembali seperti semula, meskipun
sebenarnya telah digunakan lebih dari separuh umur.
3. Pembayaran pajak lebih dari lima (5) tahun untuk perusahaan yang melakukan
penggabungan.

Perencanaan Pajak Terhadap Revaluasi Aktiva Tetap


Pertimbangan yang harus diperhatikan dalam perencanaan pajak terhadap revaluasi
aktiva tetap antara lain : a) Kondisi perusahaan, b) Laba dan rugi perusahaan, c) Dampak
revaluasi, dan d) Apakah perusahaan mempunyai atau tidak mempunyai rugi fiskal.
5. MANFAAT REVALUASI
Revaluasi aktiva tetap mempunyai manfaat bagi perusahaan, diantaranya yaitu:
1.
Dapat menciptakan performance of balance sheet yang lebih baik, sebagai akibat
meningkatnya nilai aktiva dan modal;
Meningkatkan kepercayaan para pemegang saham, karena kenaikan nilai aktiva dapat
dicatat sebagai tambahan nilai saham (saham bonus);
2.

Meningkatkan kepercayaan kreditur, sebagai dampak membaiknya beberapa rasio


keuangan perusahaan, khususnya yang ditunjukkan oleh debt to assets ratio dan deb
t to equity ratio.
3.

Penghematan pajak yang terjadi sebagai akibat bertambah besarnya nilai


penyusutan aktiva, yang dapat memberikan penghematan pajak sebesar 30% dari
nilai tambah penyusutan. Sementara keuntungan dari revaluasi aktiva hanya dikenakan
pajak final sebesar 10%
4.

CONTOH KASUS
Revaluasi Hotel Montana Dua Malang
Selisih nilai pada aktiva tetap sebelum dan sesudah revaluasi sebesar Rp.
5.420.090.031,24. Dari selisih revaluasi tersebut dikenakan pajak 10% bersifat final, sehingga
pajak yang harus dibayar akibat adanya revaluasi adalah sebesar Rp. 542.009.003,12. Selisih
revaluasi akan tampak pada neraca sisi pasiva di bagian modal. Sedangkan pengaruhnya
terhadap laporan laba rugi perusahaan terlihat pada biaya usaha pada poin depresiasi aktiva
tetap.
Perhitungan penghematan pajak
nilai komersial per 31 Desember 2001 sebagai berikut :
- Tanah Rp 900.000.000.
- Bangunan permanent (20 tahun) Rp 1.200.000.000.
- Akumulasi penyusutan bangunan 7 tahun (Rp 420.000.000)
- Peralatan dan kendaraan kelompok 2 Rp 1.600.000.000.
- Akumulasi penyusutan peralatan dan kendaraan 7 tahun (Rp 1.400.000.000).
Hasil penilaian sesuai harga pasar
- Tanah Rp 3.960.000.000
- Bangunan Rp 2.420.000.000
- Peralatan / kendaraan Rp 920.000.000
Prediksi laba tahun 2002 (sebelum penyusutan) : Rp 350.000.000

Jika melakukan revaluasi


Aktiva Tetap
Tanah
Bangunan
Peralatan dan
Kendaraan

Nilai Buku
(dalam Rp)
900.000.000
780,000,000
200,000,000

Harga Pasar
(dalam Rp)
3.960.000.000
2.420.000.000
920.000.000

1.880.000.000

5.420.000.000
542.000.000

PPh final 10%


Laba
Penyusutan
Bangunan = Rp 3.960.000.000 x 5%
Peralatan&kendaraan = Rp920.000.000
12,5%

Selisih Lebih Revaluasi


(dalam Rp)
3.060.000.000
1.640.000.000
720.000.000

Rp
(Rp
x (Rp

350.000.000
198.000.000)
115.000.000)

Penghasilan Kena Pajak


Pajak PPh badan 25%
Jumlah pajak yg harus dibayar

Jika tidak melakukan revaluasi


Laba
Penyusutan
Bangunan
Peralatan&kendaraan
Penghasilan Kena Pajak
Pajak PPh badan 25%

Rp
37.000.000
Rp
9.250.000
Rp 551.250.000

Rp 350.000.000
(Rp 60.000.000)
(Rp 20.000.000)
Rp 270.000.000
Rp 67.500.000

BAB III
SIMPULAN
Revaluasi aktiva tetap merupakan penilaian kembali aktiva tetap yang tercatat dalam
buku perusahaan dan masih digunakan untuk kegiatan perusahaan agar nilai yang tercantum
dalam buku/laporan keuangan tersebut sesuai dengan nilai pasar wajar yang berlaku pada saat
dilakukannya revaluasi tersebut. Bagi pemerintah, revaluasi dapat digunakan sebagai salah
satu sarana untuk meningkatkan pendapatan negara melalui pajak. Sedangkan bagi wajib
pajak revaluasi aktiva dapat digunakan untuk melakukan perencanaan perpajakan dengan
tujuan untuk menghemat pembayaran pajak penghasilan badan.
Manfaat revaluasi antara lain :
a. Dapat menciptakan performance of balance sheet yang lebih baik, sebagai akibat
meningkatnya nilai aktiva dan modal;

b. Meningkatkan kepercayaan para pemegang saham, karena kenaikan nilai aktiva dapat dicatat
sebagai tambahan nilai saham (saham bonus);
c. Meningkatkan kepercayaan kreditur, sebagai dampak membaiknya beberapa rasio
keuangan perusahaan, khususnya yang ditunjukkan oleh debt to assets ratio dan deb
t to equity ratio.

Posted by anggi atma bagus satria at 09:28