Anda di halaman 1dari 3

Soal 1.

Data pekerjaan kontrak konstruksi PT Maju Karya (dalam ribuan rupiah) pada akhir
tahun 2012 sbb:
Tagihan termin
2.230.000
Akumulasi biaya kontrak yang terjadi:
Tenaga kerja
464.000
Material dan subkon
1.098.000
Biaya tidak langsung
193.000
1.755.000
Estimasi terakhir atas total biaya
3.000.000
Dalam biaya yang terjadi di atas termasuk material listrik dan mekanik yang ada di
lapangan namun belum terpakai karena belum diinstal, yang nilainya sebesar Rp
105.000.
Diminta:
1. Hitung persentase penyelesaian kontrak pada akhir tahun 2012.
2. Hitunglah laba kotor yang akan dilaporkan untuk tahun 2012.
3. Buatlah ayat jurnal untuk mencatat laba atau rugi di tahun 2012.
4. Tunjukkan dan hitunglah nilai yang akan muncul di laporan posisi keuangan
pada kahir tahun 2012 terkait kontrak konstruksi ini. Tunjukkan pula, pos
tersebut apakah ada di asset atau liabilitas, sebagai tambahan informasi, nilai
piutang termin yang tertagih adalah Rp 1.980.000.
5. Jika diasumsikan estimasi total biaya kontrak pada akhir tahun 2012 adalah
Rp 4.050.000, maka berapa laba atu rugi yang dilaporkan untuk tahun 2012.

Soal 2.
Pada tahun 2015, PT Elang mengubah metode perhitungan persediaan dari
average cost method menjadi FIFO. Berikut adalah data persediaan akhir PT Elang
menggunakan kedua metode tersebut dalam 4 tahun terakhir.
2012
2013
2014
2015
Persediaan akhir FIFO
320.000.0
400.000.0
440.000.0
500.000.0
00
00
00
00
Persediaan akhir
300.000.0
370.000.0
400.000.0
450.000.0
Average Cost
00
00
00
00
Laba bersih (dihitung
900.000.0 1.250.000. 1.400.000. 1.650.000.
menggunakan average
00
000
000
000
cost), pajak 25%
Diminta:
1.
Hitunglah laba bersih PT Elang apabila menggunakan metoda FIFO.
2.
Jika perusahaan tahun 2015 mengubah metode persediaan dari rata-rata ke
metode FIFO, bagaimana dampak perubahan tersebut dalam laporan
keuangan komparatif?
3.
Bagaimana perubahan tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan
keuangan?

4.

Termasuk dalam perubahan jenis apakah kejadian di atas? Bagaimana


standar akuntansi mengharuskan pelaporan yang paling baik atas
perubahan tersebut dalam laporan keuangan?

Soal 3.
Pada saat pemeriksaan laporan keuangan PT Rumah Kita tahun 2015, ditemukan
beberapa kesalahan sebagai berikut:
1.

Utang kepada toko peralatan kantor sebesar Rp 50.000.000 yang berasal


dari transaksi pembelian tanggal 30 Desember 2014, baru dicatat pada saat
barang diterima yaitu tanggal 4 Januari 2015, karena menggunakan FOB
Destination Point, namun akun perlengkapan per tanggal 31 Desember 2014
sudah memasukkan transaksi tersebut.
2. PT Rumah Kita belum mencatat beban komisi penjualan kepada staf yang
berhasil melakukan penjualan unit rumah kluster Rumah Kita di luar target
sebesar Rp 20.000.000 terutang pada tanggal 31 Desember 2015.
3. Nilai persediaan akhir atas unit rumah PT Rumah Kita overstated sebesar Rp
500.000.000 pada tahun 2015.
4. Pada pertengahan tahun 2015, PT Rumah Kita membeli bangunan sebagai
kantor pemasaran baru senilai Rp 420.000.000 yang memiliki masa manfaat
6 tahun dengan nilai sisa Rp 60.000.000. Bangunan tersebut didepresiasikan
dengan metoda garis lurus. Pada saat pencatatan, nilai sisa belum
dikurangkan saat penghitungan beban depresiasi.
Diminta:
1. Buatlah jurnal penyesuaian yang harus dibuat oleh PT Rumah Kita pada tahun
2015 sehubungan dengan kesalahan di atas, dengan asumsi laporan
keuangan PT Rumah Kita belum tutup buku.
2. Buatlah jurnal penyesuaian/koreksi yang harus dibuat oleh PT Rumah Kita
pada tahun 2015 sehubungan dengan kesalahan di atas, dengan asumsi
laporan keuangan PT Rumah Kita sudah tutup buku.

Soal 4
PT Kenanga memulai usahanya pada tahun 2015. Untuk laporan keuangan tahun
2015 PT Kenanga melaporkan laba sebelum pajak sebesar Rp 600.000.000 dan
tahun 2016 sebesar Rp 1.200.000.000. Termasuk dalam laba sebelum pajak
tersebut, terdapat informasi yang diperoleh untuk melakukan koreksi fiscal berikut
ini:
1. Pendapatan sewa mesin sebesar Rp 120.000.000, secara akuntansi diakui
dalam jumlah yang sama pada 2015 dan 2016, sedangkan menurut pajak
diakui semua pada 2015.

2. Beban entertaintment yang tidak ada daftar nominatifnya pada tahun 2015
sebesar Rp 40.000.000 dan tahun 2016 sebesar Rp 60.000.000.
3. Kendaraan yang diperoleh tahun 2015 senilai Rp 400.000.000 didepresiasikan
dengan metoda garis lurus dan masa manfaat 4 tahun untuk akuntansi
dengan nilai sisa Rp 40.000.000. Untuk tujuan pajak depresiasi dilakukan
tanpa nilai sisa dengan masa manfaat 8 tahun.
4. Peralatan komunikasi yang digunakan manajemen kunci yang dibeli tahun
2015 senilai Rp 100.000.000 didepresiasikan dengan metoda garis lurus
tanpa nilai sisa selama 2 tahun. Menurut ketentuan pajak, depresiasi
dilakukan dengan metoda garis lurus dengan masa manfaat 4 tahun. Namun
untuk beban ini menurut pajak hanya dapat dibebankan 50%.
5. Perusahaan membeli bangunan seharga Rp 2.200.000.000. Menurut
akuntansi bangunan didepresiasikan dengan nilai sisa Rp 200.000.000 selam
40 tahun. Untuk tujuan pajak didepresiasikan selama 20 tahun tanpa nilai
sisa.
6. Penghasilan yang dikenakan pajak final sebesar Rp 40.000.000 untuk tahun
2015 dan Rp 80.000.000 pada tahun 2016.
Tarif pajak yang berlaku pada tahun 2015 dan tahun 2016 adalah 25%.
Diminta:
1. Buatlah tabel yang menunjukkan rekonsiliasi fiskal untuk tahun 2015 dan tahun
2016.
2. Hitunglah penghasilan kena pajak dan jumlah pajak terhutang.
3. Buatlah tabel yang menunjukkan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan perbedaan temporer kena pajak.
4. Hitunglah pajak tangguhan untuk 2 tahun tersebut.
5. Buatlah jurnal untuk mencatat beban pajak kini dan pajak tangguhan
perusahaan.
Sumber: Dwi Martani dkk, 2015, Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK,
Buku 2, Salemba Empat: Jakarta