Anda di halaman 1dari 8

Nama : Norhasanah

NIM : 1601035002

Jurusan : Akuntansi

Hari / Tgl : kamis , 26 April 2018

Tugas : Akuntansi Keuangan 2 ( hal 194, pertanyaan 1-5)

PERTANYAAN

1. Bagaimana penilaian pengukuran awal atas investasi ?


Jawaban :
1) Referensi 1 buku Akuntansi Lanjutan (Advance Accounting) edisi ke 9 jilid 1 –
Floyd a. Beams, Joseph H. Anthony, Robin P. Clement, Suzane H. Lowensohn.
Pedoman dasar untuk mengukur biaya investasi meliputi kas yang dikeluarkan,
nilai wajar aktiva tertentu lainnya atau sekuritas yang di terbitkan, dan biaya
langsung tambahan untuk memperoleh investasi, selain biaya pendaftaran dan
penerbitan sekuritas ekuitas, yang dicatat sebagai tambahan moal disetor menurut
GAAP

2) Referensi 2 buku Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK buku 2 – Dwi


Martani, Sylvia Siregar, Ratna Wardhani Aria Farahmita, Edward Tanujaya,
Taufik Hidayat.
Pada saat pengakuwan awal investasi, entitas mengukur investasi pada nilai
wajarnya. Apabila investasi tidak diukur pada nilai wajar melaluli laporan laba
rugi, maka nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan investasi tersebut. Untuk aset
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi dibebankan
pada saat terjadinya.

3) Referensi 3 buku Intermidiate Accounting – Ni Luh Gede Erni Sulindawati, SE.,


Ak., M.Pd.
Pada saat pengukuran awal, properti investasi yang memenuhi kualifikasi unutk
diakui sebagai aset harus diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan
teresebut meliputi harga pembelian dan seriap pengeluaran yang dapat
diatribusikan sacara langsung. Pengeluaran yaang dapat diatribusukan secara
langsung termasuk, biaya jasa hukum, pajak penjualan, dan biaya transaksi
lainnya.

4) Referensi 4 buku Akuntansi Intermediate jilid 3 Donald E. Kieso


Properti investasi diukur sebesar biaya perolehan. Biaya transaksi termasuk dalam
pengukuran awal tersebut.

Biaya perolehan properti investasi yang dibeli meliputi harga pembelian dan
setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung. Termasuk biaya
yang diatribusikan secara langsung :
· Biaya jasa hukum
· Pajak penjualan
· Biaya transaksi lainnya

5) Referensi 5 buku Akuntansi Intermediate jilid 2 – Dyckman


Pada saat pengakuan awal investasi entitas mengukur investasi pada nilai wajar
nya . apabila investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi,maka nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan investasi tersebut. Untuk aset
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba-rugi,biaya transaksi dibebankan
pada saat terjadinya.

2. Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi untuk investasi di instrumen ekuitas


berdasarkan persentase kepemilikan!
Jawaban :
1) Referensi 1 buku buku Akuntansi Intermediate jilid 2 – Dyckman
Persentase saham dalam perusahaan lain yang jumlahnya kurang dari 20% maka
investor memandang investasi trsbt tidak dapat mempengaruhi perusahaan yang
saham dimilikinya. Sistem akuntansi dalam saham yang persentase pemilikannya
kurang dari 20% dapat dibedakan menjadi 2 bagian adalah a) Investasi saham
tersedia untuk dijual (available for sale), b) Invetasi untuk dapat diperdagangkan
(trading).

2) Referensi 2 buku buku Intermidiate Accounting – Ni Luh Gede Erni Sulindawati,


SE., Ak., M.Pd.
Perlakuan akuntansi investasi untuk kepemilikan yang persentasenya kurang dari
20% akan menggunakan nilai wajar (fair value method), menurut PSAK no.50
diartikan “jumlah yang dapat diperoleh dari pertukaran instrumen keuangan dalam
transaksi antar pihak-pihak yang bebas,bukan karena paksaan atau dilikuidasi”.lin
dan penjualan tinggi (sangat sering dilakukan) dan investor memilikinya dalam
rangka menapatkan laba dari perbedaan harga jangka pendek, maka investasi ini
harus dikelompokkan dalam kelompok diperdagangkan dan dineraca disajikan
dalam kelompok aktiva lancar.

3) Referensi 3 PSAK
untuk investasi dalam instrumen ekuitas(yang tidak masuk dalam PSAK 50 dan
PSAK 55, perlakuan akuntansinya diatur dalam PSAK 15 (revisi 2013) (apabila
memiliki perngaruh signifikan) dan PSAK 65(Apabila memperoleh
pengendalian). apabila perusahaan mempunyai pengaruh signifikan, maka
perusahaan menerapkan meode ekuitas.

4) Referensi 4 buku Akuntansi Keuangan jilid 1 – Horngren


Metode ekuitas (Persentase pemilikan 20% sampai dengan 50%)Pemegang saham
yang kepemilikannya sebesar 20% sampai dengan 50% dari seluruh jumlah saham
beredar akan mencatat akan mencatat investasinya dengan metode ekuitas (equity
method)

5) Referensi 5 buku Akuntansi Intermediate edisi 10 – Warfield


Sekuritas ekuitas (equity securities) digambarkan sebagai sekuritas yng
menunjukkan bagian kepemilikan seperti saham biasa, saham preferen, atau
modal saham lainnya. Sekuritas ekuitas juga mencakup hak untuk memperoleh
atau melepaskan bagian kepemilikan dengan harga yang sudah disepakati atau
yang dapat ditentukan seperti warren, hak, serta opsi beli (call option) atau opsi
jual tidak diperlakukan sebagi sekuritas ekuitas.
Sampai dimana satu perusahaan (investor) memperoleh bagian atas saham biasa
perusahaan lain (investee) biasanya biasanya menentukan perlakuan akuntansi
untuk Investasi tesebut sesudah akuisisi. Investasi oleh satu perusahaan dalam
saham biasa perusahaan lain dapat diklasifikasikan menurut persentase saham
dengan hak suatu investee yng dimiliki investor :
a. Kepemilikan kurang dari 20% (metode nilai wajar)- investor mempunyai hak
pasif.
b. Kepemilikan antara 20% dan 50% (metode ekuitas)-investor mempunyai
pengaruh yang signifikan.
c. Kepemilikan lebih dari 50% (laporan konsolidasi)-investor mempunyai hak
mengendalikannya.

3. Apa saja indikasi terdapat pengaruh signifikan dari investasi instrumen ekuitas ?
Jawaban :
1) Referensi 1 buku buku Intermidiate Accounting – Ni Luh Gede Erni Sulindawati,
SE., Ak., M.Pd.
Ada tidaknya pengaruh signifikan oleh investor umumnya di buktikan dengan satu
atau lebih cara berikut ini :
1. Keterwakilan dalam dewan direksi atau organ setara di investee.
2. Adanya transaksi material antara investor dengan investee.
3. Pertukaran personel manajerial.
4. Penyediaan informasi teknis pokok.

2) Referensi 2 buku Akuntansi Keungan Lanjutan edisi IFRS – Golrida Karyawati


Ada tidaknya pengaruh signifikan oleh investor umumnya di buktikan dengan satu
atau lebih cara berikut ini :
1. Keterwakilan dalam dewan direksi atau organ setara di investee.
2. Adanya transaksi material antara investor dengan investee.
3. Pertukaran personel manajerial.
4. Penyediaan informasi teknis pokok.

3) Referensi 3
http://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/190/mod_resource/content/0/AK2%20Pertemua
n%207%20Investasi%20Stock.pdf
Kekuasaan untuk berpartisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional
investee, tetapi Tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan
tersebut. Disebut juga investasi di entitas asosiasi
Umumnya dibuktikan dengan satu atau lebih cara berikut
1. Keterwakilan dalam dewan direksi atau organ setara di investee.
2. Adanya transaksi material antara investor dengan investee.
3. Pertukaran personel manajerial.
4. Penyediaan informasi teknis pokok.

4) Referensi 4 http://neracalabarugi.blogspot.co.id/2017/04/bab-16-investasi-
instrumen-ekuitas-dan.html
a. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
b. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo.
c. Pinjaman yang diberikan dan piutang
d. Aset keuangan yang diklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.
5) Referensi 5 buku buku Akuntansi Intermediate jilid 2 – Dyckman

Ada tidaknya pengaruh signifikan oleh investor umumnya di buktikan dengan satu
atau lebih cara berikut ini :
1. Keterwakilan dalam dewan direksi atau organ setara di investee.
2. Adanya transaksi material antara investor dengan investee.
3. Pertukaran personel manajerial.
4. Penyediaan informasi teknis pokok

4. Sebutkan klasifikasi investasi dalam instrumen utang


Jawaban :
1) Referensi 1 buku Akuntansi Keungan Menengah ( intermediate accounting) buku
2 - Iman Santoso, SE., MM., Ak.
Pada saat perolehan perusahaan harus mengklasifikasikan sekuritas hutang atau
sekuritas ekuitas ke dalam salah satu dari 3 kelompok yaitu
a. Dimiliki hingga jatuh tempo ( held to maturity)
b. Diperdagangkan (trading)
c. Tersedia untuk dijual( available for sale)
2) Referensi 2 buku Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK buku 2 – Dwi
Martani, Sylvia Siregar, Ratna Wardhani Aria Farahmita, Edward Tanujaya,
Taufik Hidayat.
Terapat 4 klasifikasi aset keuangan yaitu
a. Aset keuangan yang diukur yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
b. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo
c. Pinjaman yang diberikan dan piutang
d. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual

3) Referensi 3 Akuntansi Intermediate jilid 1 – Donald E


A. Aset Keuangan
- Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
- Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
- Pinjaman yang diberikan dan piutang
- Aset keuangan tersedia untuk dijual
B. Liabilitas Keuangan
- Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
- Liabilitas Keuangan lainnya.

4) Referensi 4 PSAK 55 (Revisi 2014


Investasi di instrumen utang dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
2. Investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo.
3. Pinjaman yang diberikan dan piutang.
4. Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual

5) Referensi 5 buku Akuntansi Keuangan Intermediate Accounting – Stice


Sekuritas hutang adalah instrumen yang menunjukkan hubungan kreditor dengan
suatu perusahaan.
Investasi dalam sekuritas hutang dikelompokkan menjadi tiga kategori terpisah
untuk tujuan akuntansi dan pelaporan. Ketiga kategori ini adalah sebagai berikut :
1. Dimiliki sampai jatuh tempo.
2. Perdagangan.
3. Tersedia untuk dijual.

5. Jelaskan perlakuan akuntansi untuk investasi dalam instrumen utang!


Jawaban :
1) Referensi 1 buku Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK buku 2 – Dwi
Martani, Sylvia Siregar, Ratna Wardhani Aria Farahmita, Edward Tanujaya,
Taufik Hidayat.
Pengukuran setelahnya dari investasi di intrumen utang yang merupakan aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi serta aset keuangan yang
tersedia untuk dijual adalah menggunakan nilai wajar.

2) Referensi 2 http://tama-anindita.blogspot.co.id/2014/04/investasi-v-investasi-
dalam-sekuritas.html
Biaya yang diamortisasi (amortized cost) adalah biaya perolehan/akuisisi
yang disesuaikan untuk memperhitungkan amortisasi diskonto atau premi,
jika dianggap tepat. Nilai wajar (fair value) adalah jumlah yang digunakan
bila instrumen keuangan dipertukarkan dalam transaksi berjalan antara pihak-
pihak yang berkeinginan, selain dari penjualan terpaksa atau likuidasi.

3) Referensi 3 buku Akuntansi Intermediate edisi 10 – Warfield


sekuritas hutang tertentu tetap dilaporkan pada biaya yang diamortisasi ( sekuritas
yang dimiliki sampai jatuh tempo) dan jenis sekuritas lainnya dikecualikan dari
lingkup standar ini. Selain itu, juga timbul masalah penilaian yang serius
sehubungan dengan jenis-jenis kewajiban tertentu. Akibatnya , kewajiban
dikecualikan dari pertimbangan

4) Referensi 4 http://sashaannisa18.blogspot.co.id/2015/03/akuntansi-investasi.html
Nama setiap investee dan persentase kepemilikan saham biasaKebijakan akuntansi
investor berkaitan dengan investasi saham biasa. Selisih, jika ada, antara jumlah
dalam akun investasi dan jumlah ekuitas yang mendasarinya dalam aktiva bersih
perusahaan investee Nilai aggregate dari setiap investasi yang diklasifikasikan
berdasarkan harga pasar
Ketika investasi yang dihitung dengan metode ekuitas itu material secara
keseluruhan, maka perusahaan mungkin perlu menyajikan ikhtisar informasi
yang berhubungan dengan aktiva, kewajiban dan hasil operasi perusahaan
investee.

5) Referensi 5 https://marieffauzi.wordpress.com/2013/11/16/resume-psak-55-
instrumen-keuangan-pengakuan-dan-pengukuran-2/

Setelah pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur pada nilai
wajar, biaya perolehan diamortisasi atau biaya perolehan tergantung klasifikasi
apakah nilai wajar dapat ditentukan dengan andal. Pengukuran awal (initial
measurement) dan pengukuran berikutnya (subsequent measurement) atas
instrumen keuangan dan perlakuan akuntansi atas perubahan nilai
wajar (keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi – unrealized
holding gain or loss) diklasifikasikan sebagai berikut :
Catatan :
a. Nilai pada awal juga disesuaikan dengan biaya transaksi, kecuali aset atau
liabilitas pada nilai wajar melalui laba rugi
b. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar
aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta derivatif yang
terkait dengan dan diselesaikan melalui penyerahan instrumen ekuitas yang
tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif tersebut, diukur pada biaya
perolehan.