Anda di halaman 1dari 84

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

TEKNIK PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI


BIOTECH AGRO, KABUPATEN JOMBANG, PROPINSI JAWA TIMUR

PRAKTEK KERJA LAPANG


PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

Oleh :
DEBBY RATNASARI
SURABAYA - JAWA TIMUR

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2011

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

TEKNIK PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI


BIOTECH AGRO, KABUPATEN JOMBANG, PROPINSI JAWA TIMUR

PRAKTEK KERJA LAPANG


PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN

Oleh :
DEBBY RATNASARI
SURABAYA - JAWA TIMUR

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN


UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2011

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

TEKNIK PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI


BIOTECH AGRO, KABUPATEN JOMBANG, PROPINSI JAWA TIMUR

Praktek Kerja Lapang sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Perikanan pada Program Studi Budidaya Perairan Fakultas
Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga

Oleh :
DEBBY RATNASARI
NIM. 060810342 P

Mengetahui,

Menyetujui,

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan

Dosen Pembimbing,

Universitas Airlangga

Prof. Dr. Drh. Hj. Sri Subekti, B.S., DEA.


NIP. 19520517 197803 2 001

pkl

Ir. Yudi Cahyoko, M.Si


NIP. 19620927 198903 1 003

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Setelah Mempelajari dan Menguji dengan Sungguh-sungguh, Kami Berpendapat


bahwa Praktek Kerja Lapang (PKL) ini, Baik Ruang Lingkup maupun
Kualitasnya dapat Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Perikanan

Tanggal ujian :
5 Juli 2011
Menyetujui,
Panitia penguji,
Ketua

Yudi Cahyoko, Ir., M.Si


NIP. 19620927 198903 1 003
Sekretaris

Anggota

Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP.


NIP.19690912 199702 2 001

A. Shofi Mubarak, S.Pi, M.Si.


NIP. 19731101 200112 1 002

Surabaya, 5 Juli 2011


Fakultas Perikanan dan Kelautan
Universitas Airlangga
Dekan,

Prof. Dr. Drh. Hj. Sri Subekti, B.S., DEA.


NIP. 19520517 197803 2 001

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

RINGKASAN
DEBBY RATNASARI. Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo (Clarias
gariepinus) di Biotech Agro, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur.
Dosen Pembimbing Ir. Yudi Cahyoko, M.Si.
Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas
perikanan yang cukup populer di masyarakat. Ikan lele dumbo memiliki kelebihan
diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi
terhadap beberapa lingkungan, rasanya enak, dan kandungan gizinya cukup tinggi.
Maka tidak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo
sangat besar. Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mempelajari,
memahami, dan melaksanakan secara langsung bagaimana teknik pembesaran
ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Selain itu, juga untuk mengetahui faktor
faktor apa saja yang mempengaruhi dalam teknik pembesaran ikan lele dumbo.
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Pusat Studi dan Laboratorium
Bioteknologi Biotech Agro, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten
Jombang, Propinsi Jawa Timur pada tanggal 24 Januari sampai 24 Februari 2011.
Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode
deskriptif dengan pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipasi aktif
dan studi pustaka.
Teknik pembesaran lele dumbo meliputi persiapan kolam, seleksi dan
penebaran benih, pengamatan kualitas air, pemberian pakan, pengamatan
pertumbuhan, pengendalian hama dan penyakit. Persiapan kolam yang dilakukan
meliputi pengeringan, pembalikan tanah, pengapuran, pemupukan, dan pengairan.
Pengeringan dilakukan sekitar 3-7 hari. Pembalikan tanah dilakukan dengan alat
cangkul sampai kedalaman 20 cm. Pemupukan menggunakan pupuk kandang dari
kotoran ayam dengan dosis 4 kg/m2 dan mikromineral 36 dengan dosis 10 gr/m2,
pemupukan dilakukan dengan cara menaruh kantung-kantung pupuk di setiap
pojok kolam. Pengisian air dilakukan dengan cara mengalirkan air hingga

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

ketinggian 30 cm, pengisian secara bertahap akan ditambah ketinggiannya


mengikuti pertumbuhan ikan.
Benih lele dumbo yang dipelihara memiliki ukuran yang seragam, memiliki
kelengkapan organ, pergerakan lincah dan sehat. Sebelum ditebar, dilakukan
adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Benih yang ditebar berukuran 3-5 cm.
Pakan yang diberikan adalah pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami yang
diberikan adalah berudu katak. Pakan diberikan dengan frekuensi 2 kali sehari
yaitu pagi dan sore. Pakan buatan yang diberikan berupa pellet.
Hasil pengamatan kualitas air sebagai berikut: pH 7,5- 8, kandungan O2
terlarut (DO) 5-8 mg/l, NH3 0 mg/l, suhu 26-32 0C, TDS 74-306 mg/l dan air
media pembesaran (pemeliharaan) mengandung chlorella sp. Pengamatan
pertumbuhan dilakukan 7 hari sekali. Data pertumbuhan berat ikan lele dumbo
2,63 gr/hari. Nilai FCR adalah 0,85. Pada saat PKL tidak ditemukan serangan
penyakit pada ikan.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

SUMMARY
Debby Ratnasari. Enlargement Techniques of african Catfish (Clarias
gariepinus) in Biotech Agro, Jombang Regency, East Java Province.
Supervisor Ir. Yudi Cahyoko, M.Si.
African catfish (Clarias gariepinus) is one of fisheries commodity that is
quite popular in the people. African catfish has advantages including rapid
growth, has the ability to adapt to various environmental, has a delicious taste, and
high nutritional content. So no wonder, if the public is high interest to cultivate
african catfish. The purpose of Field Work Practice is to learn, to understand, and
to implement directly how to cultivate african catfish (Clarias gariepinus). In
addition, to find out factors that affect the african catfish cultivation techniques.
Field Work Practice was held at the study centre and Biotechnology
Laboratory of biotech agro, Sengon village, Jombang district, Jombang regency,
East Java Province on January, 24th to February, 24th 2011. Working methods
used in this Field Work Practice is descriptive. Data collection included primary
and secondary data. Data collections were taken by observation, interviews, active
participation and literature study.
Techniques of cultivation african catfish included pond preparation, stocking
and seed selection, water quality observation, feeding, growth observation, control
pests and diseases. Pond preparation was conducted on the drying, reversal of
land, liming, fertilizing, and irrigation. Drying is approximately 3-7 days.
Reversal of land carried with a tool of hoes that its depth of 20 cm after the state
began the cracked soil. Fertilization used manure from chicken with a dose of 4
kg/m2 and micromineral 36 with a dose of 10 gr/m2, fertilization done by placing
the bags of fertilizer in each corner of the pond. Watering was done by pouring
water to a height of 30 cm, water height would be added gradually to follow the
growth of fish.
The african catfish seed which cultivated were homogeneous size,
completed organ, active movement and healthy. Before stocking, seeds were
adapted to environmental condition. The african catfish seed that stocked had 3-5

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

cm long in size. Feeds given to the seed were natural feed and artificial feed. The
natural feed given to the seed was tadpole of frog. Feeding frequency was 2 time a
day that is morning and afternoon. The artificial feed given to the seed was
pellets.
Results of water quality observation was as follow: pH = 7.5 - 8, dissolved
Oxygen (DO) = 5-8 mg/l, NH3 = 0 mg/l, temperature = 26-32 0C, TDS = 74-306
mg/l and water media of cultivation contains chlorella sp. Growth observations
was conducted every week. Growth of cultured fish was 2.63 g/day. Value of FCR
was 0.85. During conducting Field Work Practice, worker had not found disease
that attack fish.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas
limpahan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Praktek Kerja Lapang (PKL) tentang teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias
gariepinus). Karya ilmiah ini disusun berdasarkan hasil Praktek kerja Lapang
yang telah dilaksanakan di Pusat Studi dan Laboratorium Bioteknologi Biotech
Agro, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa
Timur pada tanggal 24 Januari hingga 24 Februari 2011
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah Praktek Kerja Lapang (PKL) ini
masih sangat jauh dari kesempurnaan, sehingga kritik dan saran yang membangun
sangat penulis harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan karya ilmiah ini.
Penulis berharap semoga karya ilmiah ini berguna dan dapat memberikan
informasi bagi semua pihak, khususnya mahasiswa Fakultas Perikanan dan
Kelautan Universitas Airlangga Surabaya.

Surabaya, Juni 2011

Penulis

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

UCAPAN TERIMA KASIH


Pada kesempatan ini tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada
1. Kedua orang tua yang selalu memberikan dukungan materil maupun
spiritual.
2. Prof. Dr. Drh. Hj. Sri Subekti, B.S., DEA. selaku dekan Fakultas Perikanan
dan Kelautan Universitas Airlangga Surabaya.
3. Dosen pembimbing Ir. Yudi Cahyoko, M.Si yang telah memberi arahan
dan bimbingan sehingga laporan PKL ini terselesaikan dengan baik.
4. Dr. Endang Dewi Masithah, Ir., MP dan A. Shofi Mubarak, S.Pi, M.Si.
sebagai dosen penguji yang telah memberikan saran kritik dalam
penyempurnaan laporan PKL ini.
5. Kepala balai Drs. Eddy Pudjobasuki, MMT yang telah memberi
kesempatan untuk melakukan PKL di tempat beliau.
6. Pembimbing lapangan yang telah membantu dan membimbing saya selama
PKL disana.
7. Teman-teman seperjuangan saat PKL, yaitu Etin, Ima, Ria, Amalisa, Nana,
Maya, Echa, Sari, Nia, Merina, Rika, Rias dan Ranasti yang selalu
memberi motivasi dan menemani saat suka maupun duka di tempat PKL.
8. Teman-teman BUPER 2008 yang memberi motivasi dan semangat.
9. Semua pihak yang sudah membantu sehingga laporan PKL ini bisa selesai
dengan baik.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

DAFTAR ISI
Halaman
RINGKASAN ...............................................................................................

iv

SUMMARY..................................................................................................

vi

KATA PENGANTAR..................................................................................

viii

UCAPAN TERIMA KASIH.........................................................................

ix

DAFTAR ISI.................................................................................................

DAFTAR TABEL.........................................................................................

xiii

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................

xiv

DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................

xv

I.

PENDAHULUAN...................................................................................

1.1 Latar Belakang...................................................................................

1.2 Tujuan................................................................................................

1.3 Manfaat..............................................................................................

II. TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................

2.1 Klasifikasi dan Morfologi..................................................................

2.2 Habitat dan Tingkah Laku.................................................................

2.3 Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup............................................

2.4 Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo..............................................

2.4.1 Persiapan Kolam.......................................................................


2.4.2 Penebaran Benih.......................................................................
2.4.3 Pemberian Pakan......................................................................
2.4.4 Pengamatan Kualitas Air..........................................................
2.4.5 Pengamatan Pertumbuhan.
2.4.6 Pengendalian Hama dan Penyakit.
2.4.7 Panen dan Pasca Panen.

8
10
11
12
13
14
15

III. PELAKSANAAN
3.1 Tempat dan Waktu............................................................................

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

17

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

3.2 Metode Kerja....................................................................................

17

3.3 Metode Pengumpulan Data...............................................................

17

3.3.1 Data Primer ..............................................................................


3.3.2 Data Sekunder..........................................................................

17
19

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapang................................

20

4.1.1 Sejarah Berdirinya Biotech Agro Jombang..............................


4.1.2 Keadaan Topografi dan Geografi..........................................
4.1.3 Struktur Organisasi dan Tenaga Kerja...................................
4.1.4 Bentuk Usaha dan Permodalan..............................................

20
23
24
25

4.2 Sarana ................................................................................................

27

4.2.1 Sumber Air................................................................................


4.2.2 Kolam........................................................................................
4.2.3 Laboratorium.............................................................................
4.2.4 Sarana Produksi.........................................................................

27
28
28
29

4.3 Prasarana............................................................................................

29

4.3.1 Bangunan..................................................................................
4.3.2 Keadaan Jalan dan Transportasi...............................................
4.3.3 Sumber Tenaga Listrik.............................................................
4.3.4 Komunikasi...............................................................................

29
30
30
31

4.4 Teknik Pembesaran...........................................................................

31

4.4.1 Persiapan Kolam.....................................................................


4.4.2 Seleksi dan Penebaran Benih..................................................
4.4.3 Pemberian Pakan....................................................................
4.4.4 Pengamatan Kualitas Air........................................................
4.4.5 Pengamatan Pertumbuhan......................................................
4.4.6 Pengendalian Hama dan Penyakit..
4.4.7 Pemanenan dan Pemasaran.

31
33
35
39
42
45
46

4.5 Analisis Usaha 47


4.6 Hambatan dan Kemungkinan Pengembangan Usaha. 47
4.6.1 Hambatan yang dihadapi.. 47
4.6.2 Kemungkinan Pengembangan Usaha....................................... 48
V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan............................................................................................. 50

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

5.2 Saran................................................................................................... 50
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 51

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

DAFTAR TABEL

Tabel

pkl

Halaman

1. Kisaran optimum kualitas air pada pembesaran ikan lele dumbo...............

13

2. Dosis pemberian pakan disesuaikan dengan usia (tahap pertumbuhan)......

36

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

DAFTAR GAMBAR
Gambar

pkl

Halaman

1. Morfologi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus)....................................

2. Kolam pembesaran ikan..........................................................................

33

3. Benih ikan lele dumbo............................................................................

34

4. Jaring apung untuk tempat benih ikan lele dumbo..................................

35

5. Pengolahan pakan untuk benih ikan lele dumbo.....................................

36

6. Pakan yang digunakan ............................................................................

37

7. Kondisi kolam pembenihan kodok untuk pakan alami............................

38

8. Sampling pertumbuhan panjang ikan lele dumbo yang menunjukkan


panjang 19,5 cm.......................................................................................

43

9. Grafik hubungan pertumbuhan panjang ikan lele dumbo dengan lama


pemeliharaan............................................................................................

44

10. Grafik hubungan pertumbuhan berat ikan lele dumbo dengan lama
pemeliharaan............................................................................................

44

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran

pkl

halaman

1. Peta lokasi Praktek Kerja Lapang desa Sengon, kecamatan Jombang,


kabupaten Jombang, propinsi Jawa Timur............................................

54

2. Struktur organisasi dan lingkup kegiatan bioteknologi di Biotech Agro


Indonesia................................................................................................

55

3. Manajemen pemberian pakan ............................................

57

4. Data kualitas air per minggu selama PKL..............

60

5. Alat dan hasil pengukuran kualitas air...................................................

61

6. a. Data pertumbuhan berat ikan lele dumbo per minggu selama PKL..
b. Data pertumbuhan panjang ikan lele dumbo per minggu selama
PKL.....................................................................................................

64
65

7. Nilai SR,GR, dan FCR............................................................................

66

8. Analisis usaha pembesaran ikan lele dumbo di Biotech Agro Jombang.

67

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Permintaan ikan lele di dalam negeri cukup besar, selain itu ikan lele juga
mempunyai potensi pasar yang cukup besar di luar negeri. Potensi pasar di luar
negeri dibuktikan dengan telah diekspornya komoditas ini ke beberapa negara
seperti Malaysia dan Taiwan. Menurut Mahyuddin (2008), Jawa Timur pada
tahun 2007 sasaran produksi 48.450 ton, tahun 2008 sasaran produksi 58.140 ton,
tahun 2009 sasaran produksi 69.760 ton. Jawa Barat pada tahun 2007 sasaran
produksi 17.300 ton, tahun 2008 sasaran produksi 20.860 ton, tahun 2009 sasaran
produksi 25.800 ton. Jawa Tengah pada tahun 2007 sasaran produksi 18.850 ton,
tahun 2008 sasaran produksi 23.650 ton, tahun 2009 sasaran produksi 31.040 ton
dan beberapa propinsi lain. Hal ini menunjukkan peningkatan permintaan dari
tahun ke tahun. Permintaan ekspor ikan lele di Taiwan dalam bentuk surimi,
Singapura dalam bentuk fillet, Jepang dalam bentuk fillet dan surimi, Hongkong
dalam bentuk fillet, whole gill dan gutted (GG). Tetapi permintaan ikan lele ini
belum sepenuhnya bisa dipenuhi oleh pembudidaya ikan lele di Indonesia.
Permintaan ikan lele diperkirakan pada masa yang akan datang di pasaran dunia
meningkat tajam, sehingga masih sangat terbuka peluang pembudidaya ikan lele
dalam rangka mengisi pasar internasional (Bachtiar, 2006).
Salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah
lele dumbo (Clarias gariepinus). Lele dumbo merupakan hasil persilangan antara
lele asli dari Taiwan dan lele yang berasal dari Afrika. Lele hasil persilangan ini
diintroduksi ke Indonesia sekitar tahun 1986. Karena memiliki berbagai

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

kelebihan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat.
Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki
kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak, dan
kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tidak heran, apabila minat masyarakat
untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar (Khairuman dan Amri, 2002).
Ikan lele mempunyai manfaat yang bermacam-macam. Ikan lele bisa sebagai
bahan makanan sumber protein. Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat
dimanfaatkan sebagai ikan hias. Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat
bermanfaat untuk memberantas hama padi berupa serangga air, karena merupakan
salah satu makanan alami ikan lele (Menegristek Bidang Pendayagunaan dan
Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 2000).
Atas dasar pemikiran diatas maka pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL)
dilakukan untuk mengetahui secara langsung tentang teknik pembesaran ikan lele
dumbo (Clarias gariepinus). Selain itu, juga untuk memahami permasalahan
pembesaran ikan lele dumbo yang ada dengan memadukan teori yang diperoleh
dari perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
1.2 Tujuan
Tujuan dari Praktek Kerja Lapang (PKL) ini adalah
1. Untuk mempelajari, memahami, dan melaksanakan secara langsung
bagaimana teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).
2. Untuk mengetahui faktorfaktor apa saja yang mempengaruhi dalam teknik
pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) di Biotech Agro, Jombang,
Jawa Timur

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

1.3 Manfaat
Hasil

Praktek

Kerja

Lapang

ini

diharapkan

dapat

meningkatkan

pengetahuan, ketrampilan, dan menambah wawasan mahasiswa terhadap masalah


di lapang, sehingga mahasiswa dapat memahami dan memecahkan masalah
tentang teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan cara
memadukan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kenyataan yang
ada di lapangan.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Klasifikasi dan Morfologi
Menurut Saanin (1984) klasifikasi ikan lele dumbo adalah sebagai berikut:
Kingdom

: Animalia

Sub Kingdom : Metazoa


Phylum

: Vertebrata

Class

: Pisces

Sub Class

: Teleostei

Ordo

: Ostariophysoidei

Sub Ordo

: Siluroidea

Family

: Claridae

Genus

: Clarias

Spesies

: Clarias gariepinus

Seperti lele pada umumnya, ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memiliki
kulit yang licin, berlendir, dan tidak memiliki sisik sama sekali. Jika terkena sinar
matahari, warna tubuhnya otomatis menjadi loreng seperti mozaik hitam putih.
Mulut ikan lele dumbo relatif lebar, yaitu sekitar dari panjang total tubuhnya.
Tanda spesifik lainnya dari ikan lele dumbo adalah adanya kumis di sekitar mulut
sebanyak 8 buah yang berfungsi sebagai alat peraba. Kumis berfungsi sebagai alat
peraba saat bargerak atau mencari makan (Khairuman dan Amri, 2002).
Badan ikan lele dumbo berbentuk memanjang dengan kepala pipih dibawah
(depresed). Ikan lele dumbo memiliki tiga buah sirip tunggal yaitu, sirip
punggung, sirip ekor dan sirip dubur. Selain itu, ikan lele dumbo juga memiliki
dua buah sirip yang berpasangan untuk alat bantu berenang, yaitu sirip dada dan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

sirip perut. Ikan lele dumbo mempunyai senjata yang sangat ampuh dan berbisa
berupa sepasang patil yang terletak di depan sirip dada (Suyanto, 2009).
Menurut Puspowardoyo dan Djarijah (2003), ikan lele dumbo memiliki patil
tidak tajam dan giginya tumpul. Sungut ikan lele dumbo relatif panjang dan
tampak lebih kuat dari pada lele lokal. Kulit dadanya terletak bercak-bercak
kelabu seperti jamur kulit pada manusia (panu). Kepala dan punggungnya
berwarna gelap kehitam-hitaman atau kecoklat-coklatan.
Menurut Najiyati (2007), ikan lele dumbo memiliki alat pernapaasan
tambahan yang disebut arborescent organ terletak di bagian kepala. Alat
pernapasan ini berwarna kemerahan dan berbentuk seperti tajuk pohon rimbun
yang penuh kapiler-kapiler darah. Mulutnya terdapat di bagian ujung moncong
dan dihiasi oleh empat pasang sungut, yaitu 1 pasang sungut hidung, 1 pasang
sungut maksila (berfungsi sebagai tentakel), dan dua pasang sungut mandibula.
Insangnya berukuran kecil dan terletak pada kepala bagian belakang. Morfologi
ikan lele dumbo bisa dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Morfologi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) (Puspowardoyo dan


Djarijah, 2003)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

2.2 Habitat dan Tingkah Laku


Habitat ikan lele dumbo adalah semua perairan air tawar. Menurut Najiyati
(2007), ikan lele dumbo termasuk ikan air tawar yang menyukai genangan air
yang tidak tenang. Di sungai-sungai, ikan ini lebih banyak dijumpai di tempattempat yang aliran airnya tidak terlalu deras. Kondisi yang ideal bagi hidup ikan
lele dumbo adalah air yang mempunyai pH 6,5-9 dan bersuhu 24260C. Suhu air
akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan nafsu makan
ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Kandungan O2 yang terlalu tinggi akan
menyebabkan timbulnya gelembung-gelembung dalam jaringan tubuhnya.
Sebaliknya penurunan kandungan O2 secara tiba-tiba, dapat menyebabkan
kematiannya.
Ikan lele dumbo hidup dengan baik di dataran rendah sampai perbukitan
yang tidak terlalu tinggi. Apabila suhu tempat hidupnya terlalu dingin, misalnya
di bawah 20C, pertumbuhannya sedikit lambat. Di daerah pegunungan dengan
ketinggian di atas 700 meter di atas permukaan laut, pertumbuhan ikan lele dumbo
kurang begitu baik (Suyanto, 2009).
Ikan lele dumbo mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kadar oksigen
yang rendah, namun untuk menunjang agar ikan lele dumbo dapat tumbuh secara
optimal diperlukan lingkungan perairan dengan kadar oksigen yang cukup. Kadar
oksigen yang baik untuk menunjang pertumbuhan ikan lele dumbo secara
optimum adalah harus lebih dari 3 ppm. Tinggi rendahnya suatu pH dalam
perairan salah satunya dipengaruhi oleh jumlah kotoran dalam lingkungan
perairan tersebut khususnya sisa pakan dan hasil metabolisme (Arifin, 1991).

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Ikan lele dumbo termasuk jenis ikan pemakan segala atau omnivora tetapi di
alam bebas makanan alami ikan lele dumbo terdiri dari jasad-jasad renik yang
berupa zooplankton dan fitoplankton (Najiyati, 2007). Ikan lele dumbo termasuk
hewan nocturnal, yaitu hewan yang lebih aktif dalam beraktivitas dan mencari
makan pada malam hari. Sifat ini juga membuat ikan dumbo lebih menyenangi
tempat yang terlindung atau gelap (Bachtiar, 2006). Menurut Puspowardoyo dan
Djarijah (2003), ikan lele dumbo memiliki sifat tenang dan tidak mudah berontak
saat disentuh atau dipegang. Ikan lele dumbo suka meloncat bila tidak merasa
aman.
2.3 Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup
Menurut Mudjiman (1998), pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan
ikan dalam berat, ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu.
Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal
merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur,
dan sifat genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan
makanan, dan ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor
yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika
dan kimia air, ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan
kuantitas. Ikan lele dumbo biasanya memiliki kecepatan tumbuh yang lebih besar
dibandingkan ikan lele lokal. Ikan lele dumbo mencapai kedewasaan setelah
ukuran 100 gram atau lebih.
Pertumbuhan dari fase awal hidup ikan mula-mula berjalan dengan lambat
untuk sementara tetapi kemudian pertumbuhan berjalan dengan cepat dan diikuti

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dengan pertumbuhan yang lambat lagi pada umur tua. Pada ikan tua, pertumbuhan
berjalan lambat karena sebagian besar makanannya digunakan pemeliharaan
tubuh dan pergerakan (Effendie, 2002). Ikan lele dumbo pada umur 26 hari
memiliki panjang standar rata-rata 2-3 cm dengan bobot 0,004 gram dan umur 40
hari memiliki panjang standar rata-rata 3-5 cm dengan bobot 0,68 gram (Sunarma,
2004).
Kelangsungan hidup adalah peluang hidup suatu individu dalam waktu
tertentu, sedangkan mortalitas adalah kematian yang terjadi pada suatu populasi
organisme yang menyebabkan berkurangnya jumlah individu di populasi tersebut
(Effendi, 2002). Tingkat kelangsungan hidup akan menentukan produksi yang
diperoleh dan erat kaitannya dengan ukuran ikan yang dipelihara.
Faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup ikan lele dumbo yang perlu
diperhatikan adalah padat tebar, pemberian pakan, penyakit, dan kualitas air.
Meskipun ikan lele dumbo bisa bertahan pada kolam yang sempit dengan padat
tebar yang tinggi tapi dengan batas tertentu. Begitu juga pakan yang diberikan
kualitasnya harus memenuhi kebutuhan nutrisi ikan dan kuantitasnya disesuaikan
dengan jumlah ikan yang ditebar. Penyakit yang menyerang biasanya berkaitan
dengan kualitas air, sehingga kualitas air yang baik akan mengurangi resiko ikan
terserang penyakit dan ikan dapat bertahan hidup (Yuniarti, 2006).
2.4 Teknik Pembesaran Ikan Lele Dumbo
2.4.1 Persiapan Kolam
Jenis tanah yang baik untuk kolam budidaya ikan lele dumbo yaitu tanah
berlempung pasir. Jenis tanah ini akan membentuk pematang yang kuat dan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

kolamnya subur. Jenis tanah lempung berpasir dapat diketahui dengan cara
menggenggam. Bila tidak pecah dan tidak melekat di tangan maka tanah tersebut
sangat baik untuk lahan budidaya. Ikan lele dumbo bisa diusahakan dengan skala
besar atau skala kecil. Untuk skala kecil, ikan lele dumbo dapat dipelihara di
kolam seluas 20 m2 dengan kedalaman minimal 1 m. Sementara untuk skala besar,
ikan lele dumbo dapat dipelihara di kolam seluas 500-1000 m2 yang
kedalamannya lebih dalam daripada skala kecil (Prihartono dkk., 2007).
Sebelum digunakan kolam dipupuk dulu. Pemupukan dimaksudkan untuk
menumbuhkan plankton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami bagi
benih ikan lele dumbo. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran
ayam) dengan dosis 500-700 gram/m2. Dapat pula ditambah urea 15 gram/m2,
TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat 15 gram/m2. Selanjutnya dibiarkan selama 3
hari. Kolam diisi kembali dengan air segar. Mula-mula 30-50 cm dan dibiarkan
selama satu minggu sampai warna air kolam berubah menjadi coklat atau
kehijauan yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh
sebagai makanan alami ikan lele dumbo. Secara bertahap ketinggian air ditambah,
sebelum benih ikan lele dumbo ditebar (DJPB, 2010).
Kolam diberi perlakuan pengapuran dengan dosis 25-200 gram/m2 untuk
memberantas hama dan bibit penyakit. Air dalam kolam/bak dibersihkan 1 bulan
sekali dengan cara mengganti semua air kotor tersebut dengan air bersih yang
telah diendapkan 2 malam. Kolam yang telah terjangkit penyakit harus segera
dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 200 gram/m2 selama satu
minggu. Tepung kapur (CaO) ditebarkan merata di dasar kolam, kemudian

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dibiarkan kering lebih lanjut sampai tanah dasar kolam retak-retak (Menegristek
Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
2000).
2.4.2 Penebaran Benih
Benih yang baru saja diangkut dari jarak jauh tidak boleh langsung
ditebarkan ke kolam, tetapi harus ditampung atau diadaptasikan dahulu ke dalam
bak atau kolam khusus yang airnya bersih. Tujuannya agar benih tersebut sehat
dahulu dan kondisi badan lebih baik. Biasanya benih yang menempung perjalanan
jauh sangat lelah dan stres, ini disebabkan selama beberapa jam benih berada
dalam ruangan sempit dan dengan kondisi oksigen terbatas. Adapun cara
pengadaptasian benih tersebut sebagai berikut, masukkan kantong plastik berisi
benih ke dalam bak atau kolam. Selanjutnya ke dalam kantong plastik
ditambahkan air sedikit demi sedikit agar lambat laun suhunya menjadi sama.
Setelah itu barulah benih di dalam kantong plastik di tebarkan dalam kolam
pembesaran (Prihartono dkk., 2007).
Bila ada benih yang sakit atau luka, masukkan dalam bak tersendiri berisi
kalium permanganat (PK) 0,1 mg/l selama 60-90 menit. Atau masukkan dalam
larutan garam 10 g/l selama 10 menit. Setelah itu benih dipindahkan dalam bak
berisi air bersih sampai luka sembuh. Bila ingin memelihara ikan lele dumbo
dalam ukuran berbeda, kolam harus disekat. Penyekatan bisa menggunakan kasa,
plastik, atau seng (Najiyati, 2007).
Benih ikan lele dumbo untuk pembesaran sebaiknya berukuran 35 cm.
Kepadatan dalam usaha budidaya ikan lele dumbo yang intensif, dalam suatu unit

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

areal kolam diusahakan agar dapat dipelihara ikan sebanyak mungkin. Benih ikan
lele dumbo berukuran 2-3 cm dapat ditebarkan di kolam dengan kepadatan 50-100
ekor/m2 dan ukuran 5-8 cm dengan kepadatan 30-60 ekor/m2 (Suyanto, 2009).
2.4.3 Pemberian Pakan
Pakan merupakan unsur penting dalam budidaya ikan. Oleh karena itu,
pakan yang diberikan harus memenuhi standar nutrisi (gizi) bagi ikan agar
kelangsungan hidupnya tinggi dan pertumbuhan cepat. Pakan yang baik memiliki
komposisi zat gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin,
mineral. Pemberian pakan yang nilai nutrisinya kurang baik dapat menurunkan
kelangsungan hidup ikan dan pertumbuhannya lambat (kerdil), bahkan dapat
menimbulkan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi (malnutrition)
(Cahyono, 2001).
Pemberian pakan dimulai sejak hari kedua setelah benih ditebar. Pemberian
pakan sebaiknya dilakukan 2-3 kali sehari, yaitu pagi sekitar pukul 09.00, sore
sekitar pukul 17.00-18.00, dan malam sekitar pukul 20.00-22.00. Pakan ikan lele
dumbo berupa pakan alami yang paling baik dari jenis zooplankton dan pakan
tambahan berupa pellet yang mengandung protein diatas 20% (Prihartono dkk.,
2007).
Pemberian pakan dengan cara ditaburkan merata agar setiap ekor ikan
memiliki peluang yang sama untuk mendapatkannya. Hindarkan pemberian
pakan pada saat terik matahari, karena suhu yang tinggi akan mengurangi nafsu
makan ikan lele dumbo. Kadang pakan langsung turun ke dasar kolam dan
bercampur dengan lumpur tanpa sempat dimakan ikan lele dumbo. Untuk

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

mengatasinya pakan dimasukkan kedalam ayakan yakni saringan rapat terbuat


dari bambu atau plastik. Dengan bantuan tali masukkan ayakan sampai sekitar 50
cm di bawah permukaan air. Untuk menghindari persaingan, jumlah ayakan
hendaknya lebih dari sebuah pada tiap kolam (Najiyati, 2007).
Budidaya ikan lele dumbo secara intensif bercirikan padat penebaran tinggi
dan membutuhkan pakan bergizi tinggi. Untuk menjamin kelangsungan hidup dan
pertumbuhan ikan lele dumbo, pakan harus mengadung kadar protein tinggi dan
diberikan setiap hari sebanyak 3-5 % dari berat ikan yang dipelihara (Suyanto,
2009).
2.4.4 Pengamatan Kualitas Air
Menurut Gustav (1998) dalam Rukmana (2003) kualitas air memegang
peranan penting terutama dalam kegiatan budidaya. Penurunan mutu air dapat
mengakibatkan kematian, pertumbuhan terhambat, timbulnya hama penyakit, dan
pengurangan rasio konversi pakan. Faktor yang berhubungan dengan air perlu
diperhatikan antara lain oksigen terlarut, suhu, pH, amoniak, dan lain-lain. Air
yang terbaik bagi perkembangan ikan lele dumbo berasal dari sumur pompa,
sungai, atau irigasi yang tidak tercemari zat-zat kimia. Sebaiknya hindari
penggunaan air PAM karena mengandung kaporit (Bachtiar, 2006).
Kekurangan oksigen akan tampak jelas pada ikan saat pagi hari karena
sejumlah ikan akan berada di atas permukaan air untuk menghirup oksigen
langsung dari udara. Untuk mengetahui pH dapat menggunakan kertas lakmus dan
pHmeter. Sementara suhu air dapat diukur dengan termometer. Pemeriksaan
kualitas air sebaiknya dilakukan di labolatorium agar diperoleh hasil yang

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

memuaskan (Prihartono dkk., 2007). Kandungan amoniak dalam air sumber yang
baik tidak lebih dari 0,1 ppm. Air yang mengandung amoniak tinggi bersifat
toksik karena akan menghambat ekskresi pada ikan (Chen and Kau, 1993).
Kecerahan dapat diukur menggunakan sechidisk (piring sechi) yang
dimasukan kedalam wadah, ukuran kecerahan dengan mengukur jarak antara
permukaan air dengan batas piringan yang tampak jelas dalam satuan cm. Oksigen
terlarut dapat diukur dengan menggunakan DO meter, pengukuran oksigen air
dilakukan dipermukaan air dan dasar wadah, pengukuran dilakukan dengan
frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore. Pengukuran suhu air dan dasar wadah,
pengukuran dilakukan dengan frekuensi dua kali yaitu pagi dan sore. Parameter
kualitas air berdasarkan SNI 01-6484.5 (2002) dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Kisaran optimum kualitas air pada pembesaran ikan lele dumbo
Parameter
Suhu
Nilai pH
Oksigen terlarut
Amoniak (NH3)
kecerahan

Satuan
C

Mg/l
Mg/l
Cm

Kisaran optimum
25-30
6,5-8,5
>4
<0,01
-50

2.4.5 Pengamatan Pertumbuhan


Ketersediaan pakan dan oksigen sangat penting bagi ikan untuk
keberlangsungan pertumbuhannya. Bahan buangan metabolik akan juga
mengganggu pertumbuhan ikan, konsentrasi dan pengaruh dari faktor-faktor
diatas terhadap ikan dapat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan ikan. Pada kondisi
kepadatan ikan yang tinggi, ketersediaan pakan dan oksigen bagi ikan di kolam
akan berkurang, sedangkan metabolisme bahan buangan ikan tinggi. Jika faktor-

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

faktor tersebut dapat dikendalikan maka peningkatan kepadatan akan mungkin


dilakukan tanpa menurunkan laju pertumbuhan ikan (Hepher, 1978).
Berat ikan lele dumbo dapat diperiksa setiap 1-2 minggu sekali. Caranya,
beberapa (4-5 ekor) ikan lele dumbo dijaring secara acak untuk ditimbang,
kemudian beratnya dirata-rata. Rata-rata berat ikan ini dikalikan dengan jumlah
ikan lele dumbo yang ada di kolam, merupakan berat ikan lele dumbo secara
keseluruhan (Najiyati, 2007).
2.4.6 Pengendalian Hama dan Penyakit
Ikan lele dumbo termasuk jenis ikan yang tidak bersisik. Padahal pada jenis
ikan lain yang bersisik, sisik digunakan untuk melindungi kulit bagian dalam.
Oleh karena itu, ikan lele dumbo tidak memiliki pelindung tubuh dari gangguan
lingkungan. Akibatnya, bila terluka, dengan sangat mudah terjadi pengeluaran
lendir yang berlebihan dari tubuhnya. Lendir tersebut dapat dijadikan media hidup
bakteri. Menempelnya bakteri pada lendir menyebabkan penyakit dapat masuk ke
dalam tubuh ikan lele dumbo. Terjadinya luka inilah yang menjadikan ketahanan
tubuh ikan lele dumbo menurun dan menyebabkan sakit (Prihartono dkk., 2009).
Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencegah berkembangnya patogen
(penyebab penyakit) yang dapat menyerang ikan dapat dilakukan dalam beberapa
cara. Pertama, sanitasi lingkungan perairan dan desinfektan benih dengan kalium
permanganat (PK). Kedua, pemberian pakan yang berkualitas baik dengan jumlah
yang cukup sesuai dengan kebutuhan ikan. Ketiga, penebaran benih tidak terlalu
padat dan benih yang ditebarkan hanya yang sehat dan tidak terdapat luka atau
cacat. Keempat, vaksinasi benih ikan yang akan ditebar (Cahyono, 2001) .

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Beberapa jenis penyebab penyakit ikan lele dumbo, diantaranya bakteri,


virus, Lernaea sp., Ichtiophtirius sp., Trichodina sp., Dactylogyrus sp., dan
Aeromonas hydrophilla. Sedangkan organisme predator yang biasanya menyerang
antara lain insekta, ular, atau belut. Penyebab penyakit tersebut telah tersebar luas
dan diduga selalu dan pasti ada di semua perairan (Suyanto, 2009). Menurut
Zonneveld et al. (1991), ikan lele dumbo yang dipelihara hanya ada satu infeksi
virus (Channel Catfish Virus Disease, CCVD) dan infeksi bakteri edwardsiellosis.
Sedangkan penyakit non infeksi yang terjadi yaitu gejala usus pecah atau
Ruptured Intestine Syndrome (RIS) karena kekurangan makanan dan penyakit
kepala pecah atau retak karena kekurangan vitamin C.
2.4.7 Panen dan Pasca Panen
Penentuan waktu panen yang tepat sangat penting karena petani harus dapat
menyesuaikan keinginan pasar (pembeli). Berdasarkan waktu dalam hari (pagi,
siang, dan sore), waktu panen yang baik dilakukan pada pagi hari atau sore hari
karena suhu udara masih rendah. Waktu panen pada saat suhu udara rendah dapat
mempertahankan mutu ikan tetap segar dan mengurangi resiko kematian.
Pemanenan suhu rendah juga dapat menurunkan aktivitas metabolisme dan gerak
ikan (Cahyono, 2001).
Lecet atau luka pada tubuh ikan lele dumbo bisa disebabkan oleh
penggunaan peralatan yang sembarangan. Oleh sebab itu, peralatan yang
digunakan harus dari bahan halus seperti waring dan kain. Cara panen yang baik
adalah dengan menyurutkan air kolam secara perlahan, yaitu dengan membuka
pintu pengeluran air (Prihartono dkk., 2007).

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Pengangkutan ikan lele dumbo ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu cara
tertutup dan terbuka. Cara tertutup diterapkan untuk pengangkutan ikan lele
dumbo ukuran kecil atau jarak angkutnya jauh. Wadah angkutnya dapat berupa
kantong plastik berisi air sebanyak bagian dan oksigen. Kebutuhan oksigen
untuk setiap kantong plastik tergantung jarak dan waktu pengangkutan.
Pengangkutan jarak jauh dengan waktu yang lama biasanya membutuhkan
oksigen sebanyak 2/3 bagian kantong plastik. Sementara untuk jarak dekat dan
waktu yang tidak lama hanya membutuhkan oksigen sebanyak bagian kantong
plastik. Sementara pengangkutan cara terbuka diterapkan untuk ikan ukuran besar
atau jarak angkutnya dekat. Wadah angkutnya dapat berupa tong plastik yang diisi
air sebanyak bagian. Pada cara terbuka wadahnya tidak diberi oksigen. Setelah
diisi air, ikan lele dumbo dapat dimasukkan ke dalam tong dan ditutup agar tidak
loncat (Prihartono dkk., 2007).

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

III PELAKSANAAN PKL


3.1 Tempat dan Waktu
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Pusat Studi dan Laboratorium
Bioteknologi Biotech Agro, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten
Jombang, Propinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari
sampai 24 Februari 2011.
3.2 Metode Kerja
Metode yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode
diskriptif. Menurut Suryabrata (1993), metode diskriptif adalah metode yang
bertujuan untuk membuat gambaran secara sistimatis, faktual, dan akurat
mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu dari suatu kegiatan di daerah
tertentu.
3.3 Metode Pengumpulan Data
3.3.1 Data Primer
Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya,
diamati dan dicatat untuk pertama kalinya melalui prosedur dan teknik
pengambilan data yang berupa interview, observasi, partisipasi aktif, maupun
memakai instrument pengukuran khusus sesuai tujuan (Saifudin, 1998).
A. Observasi
Observasi atau pengamatan secara langsung adalah pengambilan data
dengan menggunakan indera mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk
keperluan tersebut (Nazir, 1988). Dalam Praktek Kerja Lapang ini observasi

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dilakukan terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan pembesaran


ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yaitu meliputi persiapan kolam, seleksi dan
penebaran benih, pemberian pakan, pengamatan kualitas air, pengamatan
pertumbuhan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen.
B. Wawancara
Wawancara merupakan cara mengumpulkan data dengan cara tanya jawab
dua pihak yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan
penelitian. Dalam wawancara memerlukan komunikasi yang baik dan lancar
antara peneliti dengan subyek (narasumber) sehingga pada akhirnya diperoleh
data yang dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan (Nazir, 1988).
Wawancara di sini dilakukan dengan cara tanya jawab antara pegawai mengenai
latar belakang berdirinya Biotech Agro Jombang, struktur organisasi dan
permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan pembesaran ikan lele dumbo
(Clarias gariepinus).
C. Partisipasi Aktif
Partisipasi aktif adalah keterlibatan dalam suatu kegiatan yang dilakukan
secara langsung di lapangan (Nazir, 1988). Kegiatan yang dilakukan adalah
pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Kegiatan tersebut diikuti secara
langsung mulai dari persiapan kolam, seleksi dan penebaran benih, pemberian
pakan, pengamatan kualitas air, pengamatan pertumbuhan, pengendalian hama
dan penyakit, panen dan pasca panen, serta kegiatan lainnya yang berkaitan
dengan Praktek Kerja Lapang yang dilakukan.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

3.3.2 Data Sekunder


Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung dan
telah dikumpulkan serta dilaporkan oleh orang diluar dari penelitian itu sendiri
(Azwar, 1998). Data ini dapat diperoleh dari data dokumentasi, lembaga
penelitian, dinas perikanan, pustaka-pustaka, laporan-laporan pihak swasta,
masyarakat dan pihak lain yang berhubungan dengan usaha pembesaran ikan lele
dumbo (Clarias gariepinus).

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapang
4.1.1 Sejarah Berdirinya Biotech Agro
Berawal dari keprihatinan kepada masyarakat khususnya petani di lahan
pertanian (padi, jagung, ketela, hortikultura, problema pupuk, dan penyakit),
perikanan (budidaya ikan, pakan, lingkungan, dan air), peternakan (sapi, unggas,
dan lain-lain) yang sudah bekerja dengan tenaga maksimal untuk menghasilkan
produksi yang berlimpah, ternyata berakhir dengan kegagalan. Dalam arti hasil
yang mereka dapat tidak sebanding dengan apa yang diharapkan. Tenaga, pikiran,
dan biaya yang dikeluarkan belum sebanding dengan hasil produksinya dan masih
sangat tergantung dengan pupuk kimia, pola, dan cara budidaya yang salah
(tradisional atau konvensional) serta bibit yang dipersiapkan tanpa memperhatikan
mutu genetisnya. Mereka telah diberi informasi dari berbagai pihak. Pemerintah
sudah memberikan penyuluhan dengan biaya yang tinggi, demikian pula di dunia
kampus (perguruan tinggi) dengan segudang para cendekiawannya. Tetapi realita
di lapangan dan yang terjadi di masyarakat yaitu teknologi belum sampai pada
lahan masyarakat.
Produksi pertanian, perikanan, dan peternakan kita belum stabil, terkadang
jumlahnya lebih dan terkadang jumlahnya kurang, akan tetapi banyak mengalami
jumlah yang kurang. Sebagai contoh ikan-ikan konsumsi atau hias yang berada di
pasaran ternyata semuanya masih import. Dan lebih parahnya, semua itu hasil
rekayasa genetika dan persilangan yang semestinya harus melalui seleksi mutu,

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

itupun banyak didapatkan di pasar bebas dan diperoleh dari hasil pekerjaan negara
lain.
Plasma nuftah asli Indonesia banyak yang sudah tidak berada di Indonesia
lagi, tapi berada di negara lain. Plasma nutfah kembali ke negara kita sudah dalam
bentuk baru yaitu species yang di modifikasi dan strain baru. Kondisi ini ternyata
karena penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memegang peranan
penting dalam upaya peningkatan produktifitas dari sisi pertanian, perikanan, dan
peternakan yang apabila dicermati kita ketinggalan teknologi dengan bangsa lain,
misalnya Jepang dan Amerika.
Hati kami terketuk secara perorangan untuk mencoba memulai dan merintis
serta berupaya membangun suatu pusat studi untuk masyarakat umum. Pusat studi
ini memainkan peran teknologi tinggi dengan menjembatani dan menterjemahkan
materi di perguruan tinggi yang diolah dalam kemasan kurikulum praktis yang
sederhana. Kurikulum ini dapat dengan mudah dicerna, diaplikasikan, dan di
peroleh manfaatnya secara langsung oleh masyarakat secara luas di segmen
pertanian, perikanan, dan peternakan. Keinginan itu muncul secara perlahan dari
tahun ke tahun sejak tahun l9901995 dengan pola absorbsi melalui studi formal,
penelitian, kajian teknologi, dan memperoleh dari berbagai sumber baik di dalam
negeri maupun di luar negeri.
Sejarah berdirinya Biotech agro dimulai dari terbentuknya suatu
kelembagaan perorangan yang diberi nama BIOTECH pada tanggal 7 Agustus
1995. Nama BIOTECH disempurnakan menjadi BIOTECH AGRO yang secara
resmi mendapatkan izin pendirian usaha laboratorium bioteknologi dari Dinas

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Sidoarjo pada tanggal 24 Januari 2005.


kelembagaan ini berpusat di Perumahan Tawangsari Permai B.11 di desa
Tawangsari, kecamatan Taman, kabupaten Sidoarjo.
Surat izin diperoleh secara bertahap yang dilengkapi sesuai dengan fungsi
pendirian. Pertama, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan nomor
510/89/704/3/7/2005 pada tanggal 24 Januari 2005, SIUP diperbaharui pada
tanggal 03 Maret 2010 menjadi nomor 510/157-89/404.6.2/2010. Kedua, Nomor
Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan nomor PEM-49/WPJ.24/KP.0103/2005(08.541.821.8.603.000). Ketiga, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dengan nomor
13.17.5.93.06052 yang diperbaharui pada tanggal 03 Maret 2010 menjadi nomor
13.17.5.71.06121. Keempat, izin kepada dinas pendidikan nasional (DIKNAS)
untuk

penyelenggaraan

pendidikan

luar

sekolah

(diklat)

nomor

4219/1352/404.3.14/2007, izin diklat diperbarui pada tanggal 2 September 2010


menjadi nomor 4219/2936/404.3.1/2009.
Biotech agro memiliki tujuan yang ingin dicapai. Pertama, mewujudkan
Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di bidang pertanian, perikanan,
peternakan, dan bioenergi terdepan yang berkualitas, produktif, berteknologi dan
berdaya saing tinggi. Kedua, menjembatani konsep-konsep dan hasil penelitian
perguruan tinggi dengan masyarakat, memformulasikan pada tataran bentuk
kurikulum praktis dan sederhana, agar masyarakat pengguna di lapangan dapat
melaksanakan terapan teknologi tinggi di bidang pertanian, perikanan, peternakan
dan bioenergi. Ketiga, mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu
bersaing, handal dan produktif dengan mengedepankan kualitas komoditi yang

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

didasarkan pada peran teknologi. Keempat, menciptakan peluang-peluang usaha,


kerja sama di sektor Agribis dan Aquabis.
Visi Biotech agro ialah mewujudkan sumber daya manusia (SDM) bidang
pertanian, perikanan, peternakan dan bioenergi yang terdepan dan berkualitas,
produktif, berteknologi dan berdaya saing tinggi. Misi Biotech agro meliputi
melaksanakan terapan teknologi tinggi bidang pertanian, perikanan, dan
peternakan, mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing, handal,
produktif, mengedepankan kualitas komoditas yang didasarkan pada peran
teknologi, menciptakan peluang-peluang usaha di sektor agribis dan agricultural.
Motto Biotech agro adalah kehidupan semakin terasa mudah dengan teknologi.
4.1.2 Keadaan Topografi dan Geografi
Pusat Studi dan Laboratorium Bioteknologi Biotech Agro Jombang terletak
di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No. 3 dan no. 6. Terletak di desa Sengon,
kecamatan Jombang, kabupaten Jombang, propinsi Jawa Timur. Peta lokasi
praktek kerja lapang terdapat pada lampiran 1. Lokasi terletak pada ketinggian
200 DPL (diatas permukaan air laut), memiliki iklim tropis. Sumber air yang
digunakan di Biotech agro jombang berasal dari sumur gali dan air tadah hujan,air
tanah serta air PDAM, dengan kualitas air rata rata memiliki PH 79 dengan debit
5 liter/detik.
Secara geografis Lokasi Biotech agro Jombang berbatasan dengan beberapa
wilayah. Pertama, sebelah utara berbatasan dengan Jl Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Kedua, sebelah Timur berbatasan dengan persawahan warga. Ketiga, sebelah

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Barat berbatasan dengan desa Sengon. Keempat, sebelah Selatan berbatasan


dengan SMA Negeri 2 Jombang.
4.1.3 Struktur Organisasi dan Tenaga Kerja
Pusat studi dan laboratorium bioteknologi pertanian, perikanan, peternakan,
dan bioenergi untuk menjalankannya diperlukan struktur organisasi yang bagus,
sehingga menjadi layak disebut sebagai perusahaan. Bagian personalia telah
disusun dan masing-masing menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
Direktur Utama yang berfungsi sebagai penanggung jawab, mempunyai
tanggung jawab penuh terhadap segala manajemen perusahaan dan aktivitas yang
ada di Biotech agro yang sebagai pusat studi dan laboratorium bioteknologi.
Dewan Pertimbangan mempunyai fungsi memberikan pertimbangan tentang
kebijakan dan langkah-langkah administratif dan teknis yang akan ditetapkan oleh
perusahaan (Biotech agro). Direktur yang berfungsi mengatur pelaksanaan
kegiatan secara administratif dan teknis di Biotech agro. Konsultan teknis
mempunyai fungsi memberikan layanan teknis tentang hal-hal yang bersifat
sangat aplikatif di lapangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masingmasing dan memiliki peranan sebagai pemberi informasi kepada masyarakat
mengenai pertanian, perikanan, peternakan, dan bioenergi. Tata Usaha
mempunyai fungsi dalam pelaksanaan administrasi ketata usahaan, layanan teknis,
pengadaan sarana dan aset serta penataan pemenuhan kebutuhan administratif lain
yang dibutuhkan di Biotech agro. Bendahara bertugas mengatur bidang
administrasi keuangan berupa uang pembelanjaan dan pemasukan perusahaan.
Divisi bertanggung Jawab pada aktivitas teknis sesuai bidang tugasnya masing

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

masing (pertanian, perikanan, peternakan, dan

bioenergi). Manager Cabang

mempunyai tugas sesuai dengan kewenangan dan mandat yang diberikan oleh
Direktur Utama untuk mengelola

administrasi, teknis, personal, dan

mempersiapkan segala aktivitasnya baik berkaitan dengan kediklatan, penelitian,


dan lahan budidaya bidang pertanian, perikanan, peternakan, bioenergi, dan
laboratorium bioteknologi.
Biotech agro memiliki 2 jenis pegawai yaitu pegawai tetap dan pegawai
tidak tetap. Pegawai tidak tetap terdiri dari 5 orang. Tingkat pendidikan para
pegawai di Biotech Agro ini mulai dari lulusan Sekolah Dasar (SD) yang biasanya
menjadi pegawai tidak tetap, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), lulusan
Sekolah Menengah Atas (SMA), lulusan sarjana (S1), lulusan S2, dan lulusan S3.
Struktur organisasi dan lingkup kegiatan bioteknologi di Biotech Agro dapat
dilihat pada lampiran 2.
Sistem penerimaan tenaga kerja dengan memilih orang yang pernah
menangani bidang perikanan, memiliki background perikanan dan berdomisili di
sekitar jombang. Cara pembagian tugas sesuai dengan kompetensi dan jabatan
masing-masing, sedangkan cara pembagian gaji tenaga kerjanya sesuai dengan
UMR (Upah Minimum Regional) daerah sekitar Rp. 600.000,- -850.000,-.
4.1.4 Bentuk Usaha dan Permodalan
Bentuk usaha dari biotech agro Indonesia adalah usaha perorangan yang
melakukan kerjasama dengan beberapa intansi. Dalam rangka mengembangkan
tujuan yang telah digariskan, maka Biotech agro telah merintis model kerja sama
baik bidang kediklatan, penelitian, permagangan mahasiswa. Biotech agro telah

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas, PT atau CV, maupun antar


personal dan lain-lain.
Kerjasama dengan universitas terdiri dari Universitas Gajah Mada (UGM)
Jogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Airlangga Surabaya, UPN
Veteran Surabaya, Universitas Surabaya. Kerjasama dengan Universitas Gajah
Mada (UGM) Jogyakarta tertuang dalam piagam kerja sama yang ditandatangani
pada tanggal 25 Desember 2009 berlaku sampai dengan tahun 2012 dengan Pusat
Studi Agro ekologi yang meliputi 6 Fakultas, yaitu Pertanian, Biologi, Kehutanan,
Geografi, Ekologi dan Peternakan. Kerjasama dengan PT atau CV meliputi PT.
Santoso Farm Surabaya, CV. Elegant Fish Sidoarjo, PT. HAC. Enginering Batam.
kerjasama antar personal dilakukan pada daerah Surabaya, Batu, Mojokerto,
Kediri, Tulungagung, Semarang, Jogyakarta, Makasar, Pekanbaru, Banjarmasin,
Medan, Malang, Pasuruan, Blitar, Jakarta, Bogor, Bandung.
Permodalan di Biotech Agro diperoleh dari berbagai kerjasama dan
kerjasama penelitian. Jumlah total modal yang digunakan di Biotech Agro ini
sekitar dua milyar yang meliputi 1,2 milyar untuk pembangunan Biotech agro
Sidoarjo, sekitar 400 juta untuk pembangunan Biotech agro Batam, sekitar 200
juta untuk pembangunan Biotech agro jombang, dan untuk pembangunan Biotech
agro pasuruan dan mojokerto.
Komoditas yang ada di biotech agro jombang adalah ikan hias dan ikan
komsumsi. Ikan hias terdiri dari ikan plati (Xiphophorus maculatus), ikan cupang
(Betta splendens), ikan guppy (Poecillia reticullata), ikan maskoki (Carrasius
auratus), sedangkan untuk ikan konsumsi terdiri dari ikan gurami (Osphronemus

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

gouramy), ikan patin (Pangasius pangasius), ikan lele dumbo (Clarias


gariepinus), ikan gabus (Channa striata), kepiting bakau (Scylla serrata) dan lainlain.
4.2 Sarana di Biotech Agro
4.2.1 Sumber Air
Air merupakan bagian terpenting dalam pembesaran ikan karena air sebagai
tempat hidup ikan. Tanpa ada air yang cukup kuantitas dan kualitas, maka akan
mempengaruhi mekanisme metabolisme dan kelangsungan hidup ikan. Oleh
karena itu, sumber air perlu diperhatikan kuantitas dan kualitasnya.
Sumber air yang digunakan untuk lahan perkolaman biotech agro adalah
berasal dari sumur gali, air tadah hujan, dan air tanah. Sumber air ini bisa
mencukupi kebutuhan air untuk lahan perkolaman. Sumur gali yang memiliki
kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan tanah diambil dengan pompa air dan
memiliki jarak 15 meter. Pasokan air kolam mengalami fluktuasi mengikuti
musim. Selama musim penghujan pasokan air banyak, sedangkan saat musim
kemarau pasokan air berkurang. Apabila pasokan air tidak cukup, maka dilakukan
pendalaman sumur untuk menambah volume air di dalam sumur.
Cara pengairan yang digunakan oleh biotech agro dalam distribusi air adalah
sistem pengairan paralel yaitu setiap kolam mempunyai saluran pemasukan air
serta pengeluaran air sendiri-sendiri. Dengan debit air yang masuk ke dalam
saluran 5 liter/detik. Air yang akan masuk kolam tidak diendapkan karena tidak
terdapat tandon untuk pengendapan air, akan tetapi air diendapkan bila sudah

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dialirkan di kolam. Air masuk ke kolam melalui pompa air yang digerakkan
dengan tenaga diesel.
4.2.2 Kolam
Sarana umum yang ada pada biotech agro meliputi kolam 8 buah kolam
beton dengan ukuran 8 m x 8m dan 4 m x 6 m yang digunakan untuk budidaya
ikan konsumsi antara lain ikan gurami (Osphronemus gouramy), ikan patin
(Pangasius pangasius), ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), ikan gabus
(Channa striata) dan pendederan benih ikan platy (Xiphophorus maculatus).
Sarana khusus untuk pembesaran ikan lele dumbo yaitu kolam beton dengan
dasar tanah yang memiliki ukuran 4 x 6 m. Tidak memiliki kolam penampungan
untuk adaptasi atau aklimatisasi. Sehingga untuk adaptasi atau aklimatisasi
menggunakan jaring yang ditaruh di atas kolam-kolam yang ada di lahan
perkolaman.
4.2.3 Laboratorium
Laboratorium memiliki 10 buah aquarium ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm
yang digunakan untuk ikan hias antara lain ikan guppy (Poecillia reticullata), ikan
platy (Xiphophorus maculatus), ikan cupang (Betta splendens), ikan maskoki
(Carrasius auratus), dan 10 buah bak fiber glass ukuran 2m x 120 cm x 40 cm
yang digunakan untuk kepiting bakau (Scylla serrata). Memiliki peralatan
meliputi 1 buah autoclave untuk seterilisasi, 1 buah mikroskop dan 4 set toolset
untuk analisa penyakit, 1 buah magnetic hot plate Stirer,1 buah almari pendingin
untuk menyimpan bahan-bahan yang diperlukan seperti pakan, 4 buah enkas

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

beserta kelengkapannya, 2 buah mixer dan blender, 1 buah shaker, 40 jenis bahan
kimia penunjang, glass ware dan penunjangnya, 1 buah timbangan analitik untuk
menimbang jumlah obat dan pakan, 6 unit rak kultur beserta botol kultur, 30 unit
meja dan kursi kuliah, 1 unit AC. Obat-obatan yang digunakan di Biotech agro
adalah antibiotika ikan, chlorine dan methylene blue.
4.2.4 Sarana Produksi
Sarana yang digunakan untuk pembesaran meliputi jaring 2 buah, seser 2
buah, timbangan analitik 1 buah, cangkul, tes kit kualitas air, termometer, TDS
meter, mikroskop. Jenis pakan yang digunakan pelet FF 999, cacing sutera
(Tubifex tubifex), pakan mark up. Jenis pupuk yang digunakan pupuk kandang dan
mikromineral 36. Jenis kapur yang digunakan kapur tohor.
4.3 Prasarana di Biotech Agro
4.3.1 Bangunan
Biotech Agro Jombang bekerjasama dengan Unit Pelayanan Teknis (UPT)
Pelayanan Sosial Remaja Terlantar (PSRT) Jombang sehingga seluruh gedung
dan bangunannya adalah gedung dan bangunan yang dimiliki UPT PSRT. Gedung
yang ada di UPT PSRT tersebut adalah gedung serbaguna yang berjumlah satu
buah yang digunakan untuk mengadakan acara-acara penting, satu buah guest
house (rumah tamu) yang digunakan sebagai tempat menginap jika ada
mahasiswa yang magang atau PKL (Praktek Kerja Lapang), asrama anak-anak
binaan yang terbagi menjadi dua bagian yaitu asrama khusus putra dan asrama
khusus putri, rumah dinas yang digunakan sebagai tempat tinggal para karyawan,

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

bangunan untuk laboratorium perikanan dan pertanian, serta ruangan untuk


DIKLAT yang berkapasitas sekitar 30 orang, lapangan basket serta lapangan
tennis. Sedangkan untuk aktivitas Pertanian terdapat lahan tanaman Produktif
seluas 1 Ha dan 4 Green House serta Hidroponik tanaman sayur dan out door
tanaman Hortikultura dengan pengairan intensif springkel.
4.3.2 Keadaan Jalan dan Transportasi
Keadaan jalan menuju biotech agro sebagai lokasi Praktek Kerja Lapang
(PKL) cukup baik yaitu jalan sudah beraspal, tidak ada yang berlubang-lubang,
dan bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Akan tetapi, untuk
menuju ke lahan perkolaman, tidak bisa dilewati oleh roda empat karena jalannya
sempit dan hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Biotech Agro Jombang
dapat dijangkau menggunakan kendaraan umum dan kendaraan pribadi, serta
dekat dengan stasiun kereta api Jombang.
Sarana transportasi yang ada di biotech agro berupa 8 buah sepeda motor
dan 4 buah mobil yang digunakan untuk mempermudah kegiatan (memperlancar
jalannya usaha) dan mempermudah menjangkau tempat lain seperti pembelian
pakan buatan dan obat-obatan, pengambilan benih dan bahan kimia yang
dibutuhkan di kantor pusat biotech agro sidoarjo, dan lain-lain.
4.3.3 Sumber Tenaga Listrik
Tenaga listrik yang digunakan berasal dari perusahaan listrik negara (PLN)
Jombang. Tenaga listrik ini digunakan untuk kegiatan perikanan dan pertanian.
Kegiatan perikanan seperti memberi penerangan, kegiatan operasional dan lain-

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

lain. Biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran listrik adalah sekitar satu juta
rupiah
4.3.4 Komunikasi
Suatu usaha diperlukan adanya suatu upaya komunikasi dan mempunyai
peralatan untuk berkomunikasi. Alat komunikasi yang digunakan dalam PKL di
Biotech agro Jombang adalah telepon selular (handphone), telepon kantor,
memiliki 1 buah faximile, memiliki 5 buah komputer, dan internet seperti
facebook yang berguna untuk memperlancar proses kegiatan dan juga untuk
memperlancar proses pemasaran dalam usaha pembesaran lele dumbo. Sedangkan
secara umum, untuk memperbesar perusahaan dan memasarkan Biotech Agro.
4.4 Teknik Pembesaran
4.4.1 Persiapan Kolam
Di Biotech agro Jombang persiapan kolam yang dilakukan meliputi
pengeringan, pembalikan tanah, pengapuran, pemupukan, dan pengairan.
Pengeringan dilakukan sekitar 3-7 hari. Tujuan pengeringan adalah menguapkan
gas beracun pada tanah, memperbaiki struktur tanah dasar kolam, mengembalikan
unsur hara mineral yang sudah terpakai dalam budidaya, membunuh hama
penyakit (Mahasri dkk., 2009).
Pembalikan tanah dilakukan dengan alat cangkul yang kedalamannya 20 cm
setelah keadaan tanah mulai retak-retak. Tujuan dari pembalikan tanah ialah
membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel
tanah dan untuk menggemburkan tanah. Pengapuran menggunakan kapur tohor

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dengan dosis 30 gr/m2, pengapuran dilakukan dengan cara menebar secara merata
pada kolam. Tujuan dari pengapuran adalah mengurangi sifat asam tanah dasar
(Afrianto, 1998).
Pemupukan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam dengan dosis 4
kg/m2 dan mikromineral 36 dengan dosis 10 gr/m2. Menurut DJPB (2010) pupuk
yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700
gram/m2 yang ditambah urea 15 gram/m2, TSP 20 gram/m2, dan amonium nitrat
15 gram/m2. Pemupukan saat PKL kurang baik karena dosis yang diberikan lebih
banyak dari DJPB (2010) yang menyebabkan blooming plankton. Pemupukan
dilakukan dengan cara menaruh kantung-kantung pupuk di setiap pojok kolam.
Tujuan dari pemupukan ialah menumbuhkan zooplankton dan fitoplankton
(plankton hewani dan nabati) yang menjadi makanan alami bagi ikan (DJPB,
2010). Pengairan dilakukan dengan cara mengalirkan air hingga ketinggian 30 cm,
kemudian diamkan selama 1,5 minggu. Pengairan secara bertahap akan ditambah
ketinggiannya mengikuti pertumbuhan ikan, karena semakin besar (tumbuh) ikan
maka membutuhkan ruang gerak yang lebih banyak (luas).
Menurut Mahyuddin (2008) bahwa pengeringan kolam memakan 3-7 hari,
tergantung pada kondisi cuaca dan keadaan tanah. Pengeringan dianggap selesai
jika tanah dasar kolam menjadi retak-retak. Menurut Afrianto (1998) sebelum
dipupuk dapat dilakukan pengapuran dengan kapur tohor 100-500 g/m2, tetapi di
Biotech agro hanya 30 g/m2 karena kondisi tanah sudah cukup basa dan
ketersediaan unsur hara cukup untuk organisme makanan ikan (pakan alami). Hal
ini menunjukkan bahwa persiapan kolam yang dilakukan cukup sesuai untuk

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

pembesaran lele dumbo. Gambar kolam pembesaran ikan dapat dilihat pada
gambar 2.

Gambar 2. Kolam pembesaran ikan; lele dumbo (a) dan ikan konsumsi lain (b)
4.4.2 Seleksi dan Penebaran Benih
Pada pembesaran lele dumbo ini menggunakan benih yang berasal dari
kantor pusat Biotech agro sendiri. Benih yang digunakan memiliki ukuran 3-5 cm.
Seleksi benih dilakukan melalui penyeragaman benih agar dalam 1 kolam terdapat
benih yang berukuran seragam, memiliki kelengkapan organ (tidak cacat),
pergerakan lincah, kondisi baik atau tidak sakit (Khairuman dan Amri, 2002).
Benih ikan lele dumbo yang akan ditebar sebelumnya perlu beradaptasi dengan
lingkungan baru.
Adaptasi lingkungan bertujuan untuk menyesuaikan suhu, pH dan oksigen
terlarut dalam plastik dengan suhu, pH dan oksigen terlarut dalam kolam
pembesaran. Arie (2002) berpendapat bahwa penebaran benih sebaiknya
dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu sedang rendah. Hal ini dikarenakan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

pada pagi atau sore hari, pH, suhu dan oksigen terlarut tidak terlalu fluktuatif dan
mencegah stress pada benih.
Proses adaptasi lingkungan pada benih ikan lele dumbo yaitu dengan cara
masukkan kantong plastik berisi benih ke dalam kolam. Selanjutnya ke dalam
kantong plastik ditambahkan air sedikit demi sedikit agar lambat laun suhunya
menjadi sama. Setelah itu barulah benih di dalam kantong plastik ditebarkan
dalam jaring apung yang ada di kolam. Benih ditebar dalam 2 buah jaring apung
yang ukurannya 6 x 2 x 0,5 m pada kolam dengan padat tebar 200 ekor/m2 yaitu
2400 ekor. Ikan ditaruh dalam jaring apung selama 1 minggu untuk menunggu
pakan alami (berudu katak) berada di kolam pembesaran. Sekitar ukuran 5-7 cm
dipindah ke kolam pembesaran yang sudah terdapat pakan alami (berudu katak).
Gambar benih ikan lele dumbo bisa dilihat pada gambar 3. Gambar jaring apung
untuk tempat sementara benih ikan lele dumbo dapat dilihat pada gambar 4.

a.

b.

Gambar 3. Benih ikan lele dumbo; ukuran 5,3 cm (a) dan memiliki berat 1
gram (b)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Gambar 4. Jaring apung untuk tempat sementara benih ikan lele dumbo
4.4.3 Pemberian Pakan
Pakan merupakan unsur penting dalam budidaya ikan. Oleh karena itu,
pakan yang diberikan harus memenuhi standar nutrisi (gizi) bagi ikan agar
kelangsungan hidupnya tinggi dan pertumbuhan cepat. Pakan yang baik memiliki
komposisi zat gizi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin,
mineral (Cahyono, 2001).
Pemberian pakan ikan lele dumbo dilakukan 2 kali sehari setiap pagi hari
dan sore hari. Pagi hari pukul 06.30 WIB dan sore hari pukul 16.30 WIB.
Pemberian pakan dengan cara ditebar secara merata. Pakan yang diberikan pada
benih ikan lele dumbo ukuran 3-5 cm adalah cacing sutra dan pelet FF 999 yang
dihaluskan menggunakan blender. Ikan lele dumbo ukuran 5-7 cm diberi pakan
alami (berudu katak) dan pakan mark up. Pakan mark up merupakan pakan buatan
dengan bahan dasar tepung ikan yang ditingkatkan kandungan nutrisinya dengan
cara diberi feed additive, Spirulina bubuk, macro mineral, antitoksin, antimikroba,
dan premix. Gambar pengolahan pakan untuk benih ikan lele dumbo dapat dilihat
pada gambar 5. Dosis pemberian pakan terdapat pada tabel 2.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Gambar 5. Pengolahan pakan untuk benih ikan lele dumbo; blender


(a) dan pakan FF-999 (b)
Tabel 2. Dosis pemberian pakan disesuaikan dengan usia (tahap pertumbuhan)
Usia (tahap pertumbuhan)

Dosis pemberian

Jenis pakan yang diberikan

Bibit 2
(40 hari,1 gr)

20-30%

Pertumbuhan 1
(46 hari, 7 gr)

10-20%

Pertumbuhan 2
(60 hari, 49 gr)

5-10%

Pakan FF-999 yang dihaluskan


dengan dosis 0,24-0,36 kg/hari dan
cacing sutra dengan dosis 6-9
kg/hari untuk 2400 ekor ikan lele
dumbo
Pakan mark up dengan dosis 0,741,47 kg/hari dan berudu katak
dengan dosis 2,96-5,88 kg/hari
untuk 2100 ekor ikan lele dumbo
Pakan mark up dengan dosis 4,6-9,2
kg/hari untuk 1875 ekor ikan lele
dumbo

Sumber: Pudjobasuki (2005)

Komposisi pakan FF 999 terdiri dari protein kasar minimal 38%, lemak
kasar minimal 2%, serat kasar maksimal 3%, abu maksimal 13%, kadar air
maksimal 12%. Pakan katak bullfrog memiliki kandungan protein sebesar
19,76%, lemak 0,63%, air 75,63%, dan abu 2,36%. Pakan cacing sutra terdiri dari
protein 57 %, lemak 13,3%, pigmen astaxantin. Pakan mark up yaitu pakan yang
terdiri dari protein kasar minimal 35%, serat kasar minimal 4%, Spirulina, macro
mineral, antitoksin, antimikroba, dan premix. Cara menghitung dosis pemberian

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

pakan dan data pemberian pakan selama PKL terdapat pada lampiran 3. Gambar
pakan yang digunakan dapat dilihat pada gambar 6.

a.

b.

c.

Gambar 6. pakan yang digunakan; FF-999 (a), mark up (b), cacing sutra (c)
A. Penyediaan Berudu Katak Sebagai Pakan Alami
Untuk mendapatkan pakan alami yaitu berudu katak dengan cara melakukan
pembenihan katak. Cara pembenihan katak yaitu pertama mencari katak sebagai
induk (yang sudah matang gonad), lalu masukkan indukan katak dengan
perbandingan jantan dan betina 1:2. Sebelum katak dimasukkan ke kolam
pembenihan, mempersiapkan kolam pembenihan terlebih dahulu. Dengan cara
memberi semacam gundukan dari tanah atau batu yang dimasukkan ke dalam
karung dan tumbuhan enceng gondok di dalam kolam. Sebelumnya telah diberi air
dengan ketinggian 30 cm. Diamati pemijahan katak dalam waktu 2-3 hari.
Proses pemijahan terjadi saat posisi katak jantan di atas katak betina. Kaki
depan katak jantan memegang katak betina dan kaki belakang menekan perut
betina agar sel telur keluar untuk kemudian segera dibuahi dengan sperma yang
dipancarkan (Pujaningsih, 2004). Proses pembuahan terjadi di luar (fertilisasi
eksternal). Hal ini terjadi dengan cara beberapa spermatozoa menempel pada satu
sel telur, tetapi hanya satu spermatozoa yang dapat melewati mikrofil (lubang

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

masuk spermatozoa pada sel telur). Kepala spermatozoa menerobos mikrofil dan
bersatu dengan inti sel telur, sedangkan spermatozoa yang lainnya tertinggal atau
mati di sekitar mikrofil lainnya (Fujaya, 2004).
Telur yang telah dibuahi menempel pada daun enceng gondok bentuknya
seperti kumpulan buih. Kemudian induk katak dikeluarkan dari kolam dan telur
akan menetas sekitar 28 jam. Setelah telur menetas sekitar 3 hari kemudian benih
ikan lele dumbo ukuran 5-7 dimasukkan ke dalam kolam ini sebagai kolam
pembesaran yang sebelumnya ketinggian airnya ditambah 30 cm. Selama
pembenihan katak diberi pakan yaitu jangkrik. Gambar kondisi kolam
pembenihan katak untuk pakan alami dapat dilihat pada gambar 7.

Gambar 7. Kondisi kolam pembenihan katak untuk pakan alami


Manfaat dari protein pada ikan adalah sumber tenaga yang paling utama.
Mutu protein dipengaruhi oleh kandungan asam amino terutama asam amino
essensial. Ikan pemakan daging (karnivora) membutuhkan protein lebih banyak
dibandingkan pemakan tumbuhan (herbivora). Lemak merupakan sumber tenaga
ke 2 bagi ikan. Nilai lemak dipengaruhi oleh kandungan asam lemak terutama

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

asam lemak tak jenuh. Kabohidrat merupakan sumber tenaga ke 3 bagi ikan
(Mudjiman, 1998).
4.4.4 Pengamatan Kualitas Air
Kualitas air dalam budidaya terdiri dari 3 parameter yaitu parameter fisika,
parameter kimia, parameter mikrobiologi. Parameter fisika meliputi suhu,
kecerahan, TDS (padatan terlarut), bau dan warna air dan lain-lain. Parameter
kimia terdiri dari pH, DO (kandungan oksigen terlarut), kandungan amoniak,
kandungan CO2 dan lain-lain. Parameter mikrobiologi meliputi zooplankton dan
phytoplankton (Pudjobasuki, 2005).
Air kolam selalu dilakukan pengontrolan kualitas, misalnya pengontrolan
pH, suhu, oksigen terlarut (Dissolve oxygen/DO), dan juga dilakukan penggantian
air. Apabila air di kolam sudah mulai keruh, sebaiknya dilakukan pergantian air
dengan yang baru. Semua kolam di Biotech agro pergantian air dilakukan secara
bertahap yaitu sedikit demi sedikit yaitu 25% dari jumlah air. Pergantian air
dilakukan ketika kondisi kualitas air sudah mulai menurun yang ditandai dengan
perubahan warna air yang berubah menjadi lebih keruh.
Alat yang digunakan dalam pengamatan kualitas air di biotech agro meliputi
menggunakan seperangkat alat tes titrasi (tes kit), termometer, TDSmeter
merupakan alat untuk mengukur padatan terlarut dalam air dan mikroskop.
Pengamatan kualitas air dilakukan 3 kali dalam sehari yaitu pagi, siang, dan sore.
Pengamatan pagi hari dilakukan pada pukul 06.15 WIB, siang hari pada pukul
12.15 WIB, dan sore hari pada pukul 16.15 WIB. Data kualitas air per minggu
selama PKL disajikan pada lampiran 4.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

A. pH
Cara yang dilakukan untuk pengamatan pH yaitu ambil sampel air 5 ml,
lalu ditambah 7 tetes pereaksi (reagent) pH dari botol. Kocok air sampel ini ke
atas-bawah, kemudian nilai warna air sesuai dengan warna standar pH.
Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan nilai pH terlalu tinggi sekitar 810 pada minggu pertama diatasi dengan cara diberi pelepah (daun) pisang kering.
Daun pisang memiliki kandungan golongan organik acid yang terdiri dari zat
polyfenolik, flavonoid, tannin, sulfur, kumarin yang dapat menurunkan kadar pH
dalam air. Hasil pengamatan pH memiliki nilai sekitar 7,5-9 pada minggu ke 2
sampai minggu ke 5 yang merupakan kondisi ideal bagi hidup lele dumbo
menurut Najiyati (2007). Nilai pH perairan yang sangat rendah dapat
menyebabkan kematian pada ikan. Demikian pula, nilai pH yng sangat tinggi
menyebabkan pertumbuhan ikan terhambat. Perairan yang asam juga berpengaruh
terhadap nafsu makan ikan, yakni nafsu makan menjadi berkurang (Cahyono,
2001).
B. Oksigen terlarut (DO)
Pengamatan kandungan oksigen terlarut (DO) dilakukan dengan cara ambil
sampel air 15 ml, lalu ditambah 5 tetes pereaksi (reagent) O2 botol 1. Kocok air
sampel ini ke atas-bawah, kemudian ditambah 5 tetes pereaksi (reagent) O2 botol
2 dan didiamkan 30 detik. Setelah itu ditambah 5 tetes pereaksi (reagent) O2 botol
3 dan kocok sampel air ke atas-bawah. Terakhir nilai warna air sesuai dengan
warna standar O2.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan nilai DO 5-11 mg/l. Hasil ini
menunjukkan kualitas air pada pembesaran lele dumbo berada pada kisaran
optimum berdasarkan SNI (2002) yaitu lebih dari 4 mg/l. Ikan memerlukan
oksigen guna pembakaran bahan bakarnya (makanan) untuk menghasilkan
aktivitas, seperti aktivitas berenang, pertumbuhan, reproduksi, atau sebaliknya
(Zonneveld et al., 1991).
C. Amoniak (NH3)
Cara yang dilakukan untuk pengamatan kandungan NH3 yaitu ambil sampel
air 5 ml, lalu ditambah 14 tetes pereaksi (reagent) NH3 botol 1. Goyang air sampel
ini ke kanan-kiri, kemudian ditambah 7 tetes pereaksi (reagent) NH3 botol 2.
Setelah itu ditambah 7 tetes pereaksi (reagent) NH3 botol 3 dan digoyang ke
kanan-kiri. Terakhir didiamkan 20 menit dan nilai warna air sesuai dengan warna
standar NH3.
Hasil pengamatan kualitas air menunjukkan nilai NH3 0 mg/l. Menurut
Pudjobasuki (2005) standart amoniak untuk budidaya lele dumbo yang ideal
adalah < 1 mg/l. Kualitas air kolam pembesaran lele dumbo dianggap optimal
dalam meminimalkan zat beracun amoniak karena kolam diberi enceng gondok.
Enceng gondok berfungsi untuk menyerap racun di sekitar air kolam.
D. TDS
Pengamatan TDS (padatan terlarut) dilakukan dengan cara ambil sampel air
ditaruh pada gelas. Alat TDS meter dinyalakan dengan menekan tombol yang ada.
Tunggu nilai pada layar menunjukkan nilai 0, lalu masukkan alat TDS meter ke
dalam air sampel dan lihat nilai yang muncul pada layar. Hasil pengamatan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

menunjukkan nilai 306-74 ppm. Berdasarkan Pudjobasuki (2005) bahwa kadar


TDS antara 01000 ppm merupakan perairan tawar. Hal ini menunjukkan bahwa
kolam lele dumbo merupakan habitat yang baik bagi kehidupan lele sebagai ikan
air tawar.
E. Suhu
Pengamatan suhu dilakukan dengan cara memasukkan termometer ke dalam
air kolam, lalu lihat nilai yang ada di termometer. Hasil pengamatan menunjukkan
nilai suhu 26-32 0C. Suhu pada kolam pembesaran lele dumbo ini merupakan
kondisi yang ideal bagi hidup ikan yaitu 25-32 0C (Pudjobasuki, 2005). Menurut
Rounsefell dan everhart (1953), pada temperatur yang rendah, proses pencernaan
makanan ikan berlangsung lambat, sedangkan pada suhu yang hangat (tinggi),
proses pencernaan pada ikan berlangsung lebih cepat. Dengan demikian
temperatur mempengaruhi nafsu makan ikan. Air kolam pembesaran lele dumbo
juga mengandung Chlorella sp. Alat dan hasil pengukuran kualitas air dapat
dilihat pada lampiran 5.
4.4.5 Pengamatan Pertumbuhan
Pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam berat, ukuran,
maupun volume seiring dengan berubahnya waktu (Mudjiman, 1998). Ikan lele
dumbo ditebar pada umur 40 hari yang memiliki panjang sekitar 3-5 cm dan berat
sekitar 0,3-2 gram. Pengamatan pertumbuhan dilakukan seminggu sekali. Dengan
cara mengambil beberapa sampel (10 ekor) ikan lele dumbo secara acak
menggunakan jaring atau seser kemudian ditimbang menggunakan timbangan
analitik dan diukur menggunakan penggaris. Hasil pengamatan berat dan panjang

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

tubuh ikan dirata-rata. Hasil dari rata-rata berat tubuh yang dikalikan dengan
jumlah ikan lele dumbo yang ada di kolam merupakan berat ikan secara
keseluruhan (berat total ikan) di kolam (Najiyanti, 2007). Sampling pertumbuhan
panjang ikan lele dumbo yang menunjukkan panjang 19,5 cm dapat dilihat pada
gambar 8. Data pengamatan pertambahan berat dan panjang ikan lele dumbo per
minggu terdapat pada lampiran 6.

Gambar 8. Sampling pertumbuhan panjang ikan lele dumbo yang


menunjukkan panjang 19,5 cm.
Hasil rata-rata panjang dan berat tubuh ikan yaitu sampling minggu 1 memiliki
panjang 4,42 cm dan berat 0,9 gram, sampling minggu 2 memiliki panjang 6,27
cm dan 6,57 gram. Pertambahan panjang dan berat dari sampling minggu 1 ke
minggu 2 yang jarak (range) tidak terlalu jauh menunjukkan bahwa ikan lele
dumbo masih berada pada fase awal (fase adaptasi). Sampling minggu 3 memiliki
panjang 10,91 cm dan berat 23,84 gram, sampling minggu 4 memiliki panjang
17,44 cm dan berat 49,59 gram, sampling minggu 5 memiliki panjang 22,38 cm
dan berat 74,62 gram. Pertambahan panjang dan berat dari sampling minggu 2
sampai minggu 5 yang jarak (range) jauh menunjukkan bahwa ikan lele dumbo
mengalami pertumbuhan yang berjalan cepat. Menurut Effendie (2002),

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

pertumbuhan dari fase awal hidup ikan mula-mula berjalan dengan lambat untuk
sementara tetapi kemudian pertumbuhan berjalan dengan cepat dan diikuti dengan
pertumbuhan yang lambat lagi pada umur tua. Grafik hubungan pertumbuhan
panjang dan berat ikan lele dumbo dengan lama pemeliharaan dapat dilihat pada
gambar 9 dan 10.

Pertumbuhan panjang (cm)


30
20
rata-rata

10
0
minggu 0

minggu 1

minggu 2

minggu 3

minggu 4

Lama pemeliharaan

Gambar 9. Grafik hubungan pertumbuhan panjang ikan lele dumbo dengan lama
pemeliharaan
Pertumbuhan berat (gr)
80
60
40

rata-rata

20
0
minggu 0

minggu 1

minggu 2

minggu 3

minggu 4

Lama pemeliharaan

Gambar 10. Grafik hubungan pertumbuhan berat ikan lele dumbo dengan lama
pemeliharaan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Hubungan pertumbuhan dengan FCR dinyatakan dengan nilai FCR (Feed


Convertion Ratio). Dalam suatu budidaya bila nilai FCR tinggi dikatakan bahwa
kualitas pakan rendah karena diperlukan jumlah pakan yang banyak untuk
pemenuhan kebutuhan ikan sehingga biaya operasional yang dikeluarkan menjadi
besar. Nilai FCR dari pembesaran ikan lele dumbo yaitu 0,850 yang berarti untuk
menaikkan 1 kg daging (bobot) ikan dibutuhkan 0,850 kg pakan. Nilai FCR
terdapat pada lampiran 7.
4.4.6 Pengendalian Hama dan Penyakit
Selama PKL di biotech agro tidak terjadi serangan penyakit terhadap ikan
lele dumbo. Tetapi biasanya ikan lele dumbo terserang oleh penyakit yang
disebabkan oleh bakteri, virus, Lernaea sp., Ichtiophtirius sp., Trichodina sp.,
Dactylogyrus sp., dan Aeromonas hydrophilla. Sedangkan organisme predator
yang biasanya menyerang antara lain insekta, ular, atau belut (Suyanto, 2009).
Sedangkan penyakit non infeksi yang terjadi yaitu gejala usus pecah atau
Ruptured Intestine Syndrome (RIS) karena kekurangan makanan dan penyakit
kepala pecah atau retak karena kekurangan vitamin C (Zonneveld et al., 1991).
Lele termasuk jenis ikan yang tidak bersisik. Padahal pada jenis ikan lain
yang bersisik, sisik digunakan untuk melindungi kulit bagian dalam. Oleh karena
itu, lele tidak memiliki pelindung tubuh dari gangguan lingkungan. Akibatnya,
bila terluka, dengan sangat mudah terjadi pengeluaran lendir yang berlebihan dari
tubuhnya. Lendir tersebut dapat dijadikan media hidup bakteri. Menempelnya
bakteri pada lendir maka dengan segera penyakit dapat masuk hingga ke dalam
tubuh lele. Terjadinya luka inilah yang menjadikan ketahanan tubuh lele menurun

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

dan menyebabkan sakit (Prihartono dkk., 2009). Pengendalian penyakit di biotech


agro pada kolam pembesaran lele dumbo dilakukan dengan cara pengapuran dan
tiap-tiap kolam disediakan alat sendiri seperti jaring, seser, dan termometer.
Penggunaan alat sendiri-sendiri untuk menghindari penularan (penyebaran)
penyakit. Penggunaan peralatan yang bergantian antar kolam bisa menjadi
perantara agen infeksius (virus, bakteri, dan parasit), karena agen infeksius yang
ada di air menempel pada peralatan bisa terbawa (menyebar) ke kolam yang lain.
4.4.7 Pemanenan dan pemasaran
Pemanenan dilakukan pada saat ikan lele dumbo mencapai ukuran konsumsi
dengan berat sekitar 100 gr. Lama pemeliharaan lele dumbo sekitar 1,5 bulan.
Cara pemanenan dilakukan dengan cara mengurangi ketinggian air secara
perlahan dengan membuka saluran pengeluaran

hingga ketinggian 15 cm,

kemudian saluran pengeluaran ditutup. Menurut Afrianto (1998), pengurangan air


saat pemanenan tidak dilakukan tergesa-gesa agar tidak menimbulkan stress pada
ikan pasca panen. Setelah itu ikan diambil menggunakan jaring dan dimasukkan
ember yang berisi air sebelum dilakukan penimbangan. Setelah penimbangan
menggunakan timbangan analitik, ikan disortir (dipilih yang ukurannya hampir
sama dan tidak ada cacat atau luka).
Pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu udara masih
rendah. Waktu panen pada saat suhu udara rendah dapat mempertahankan mutu
ikan tetap segar dan mengurangi resiko kematian. Pemanenan suhu rendah juga
dapat menurunkan aktivitas metabolisme dan gerak ikan (Cahyono, 2001).

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Tidak memiliki tempat penampungan sebelum dijual, maka sebelum


pembelian harus ada kontak antara pembeli dan penjual sekitar 1 minggu sebelum
panen. Pengepakan menggunakan tong plastik yang diisi air bagian dan bagian
atasnya ditutup dengan kasa. Pemasaran dilakukan dengan cara pembeli datang
lansung ke lokasi (kontak lansung) dan dijual ke pasar sekitar lokasi. Lele dumbo
dijual dengan harga Rp. 10.500,-/kg.
4.5 Analisis Usaha
Usaha budidaya perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang
mempunyai potensi dan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Seorang
pengusaha pastinya menginginkan keuntungan yang berkelanjutan dari hasil
usahanya. Hal ini untuk mengetahui tingkat kelayakan dari suatu jenis usaha.
Dengan melakukan analisis usaha kita bisa mengetahui tingkat keuntungan,
pengembalian investasi, titik impas suatu usaha juga sebagai antisipasi untuk
memperbaiki dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
Usaha pembesaran ikan lele dumbo cukup menguntungkan yaitu dengan
nilai keuntungan Rp. 2.269.000,- dan dalam waktu 3,41 bulan sudah dapat
mengembalikan biaya investasi. Memiliki kelayakan usaha yang baik yaitu nilai
B/C ratio 1,65 yang berarti pendapatan yang diperoleh tiap produksi 1,65 kali dari
total biaya. Dengan BEP harga Rp. 6374,- dan BEP produksi 333,90 kg yang
berarti titik impas pengusaha akan dicapai pada saat harga jual sebesar Rp 6374,dan produksi sebesar 333,90 kg. Analisis usaha pembesaran ikan lele dumbo di
Biotech agro jombang terdapat pada lampiran 8.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

4.6 Hambatan dan Kemungkinan Pengembangan Usaha


4.6.1 Hambatan yang dihadapi
Dalam pembesaran lele dumbo ini hambatan yang dihadapi adalah serangan
penyakit apabila kondisi cuaca yang tidak stabil karena kualitas air akan
mengalami fluktuasi yang sangat besar. Hal ini dapat diatasi dengan memberi
tutup dengan terpal diatas kolam. Kurangnya pengontrolan yang intensif, karena
kurangnya karyawan dan terbatasnya jam kerja. Penambahan jumlah karyawan
dan pembuatan jadwal kerja merupakan salah satu cara untuk tercapainya kualitas
dan kuantitas ikan yang dihasilkan pada Biotech agro Jombang.
Dalam pembenihan katak sebagai pakan alami, apabila salah memilih induk
yang belum benar-benar saatnya memijah (belum matang gonad) akan membuat
lama waktu menunggu pakan alami. Akibatnya membuat ikan lele dumbo
kekurangan asupan makanan yang sesuai kebutuhannya dan ruang gerak yang
semakin sempit karena pertumbuhan ikan. Ikan yang semakin besar (tumbuh)
membutuhkan tempat yang ukurannya sesuai sebagai ruang gerak, sehingga
dibutuhkan pemindahan ikan dari jaring apung ke kolam pembesaran yang
ukurannya lebih besar pada waktu yang tepat. Bila tidak tepat waktu akan menjadi
hambatan karena terjadi kepadatan yang tinggi, bisa membuat ikan saling
bergesekan.
4.6.2 Kemungkinan Pengembangan usaha
Permintaan ikan lele dumbo dalam negeri cukup besar. Ikan lele dumbo
termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat karena memiliki kelebihan
yaitu pertumbuhan cepat, rasanya enak, dan kandungan gizi yang cukup baik.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Permintaan pasar yang cukup tinggi, maka tidak heran banyak orang yang ingin
membudidayakan ikan lele dumbo.
Ikan lele dumbo pada ukuran 100 gr sudah dapat dijual dengan harga Rp.
10.500,- (1 kg berisi 8-12 ekor). Budidaya lele dumbo bisa berkembang menjadi
lebih baik (besar), bila usaha ini menggunakan prinsip ekonomis dan
menguntungkan. Prinsip ekonomis bisa dilakukan dengan cara pemilihan pakan
yang murah tetapi memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan lengkap.
Penggunaan maggot sebagai pakan alami atau sebagai pakan buatan dalam bentuk
tepung bisa untuk pakan alternatif karena maggot mudah dibudidaya dan harga
cukup murah. Beberapa lahan yang belum terpakai bisa digunakan untuk lahan
budidaya ikan lele dumbo. Pengembangan bisa dengan peningkatan kinerja
karyawan dan penambahan wawasan dengan mengikutkan karyawan pada
seminar dan lokakarya.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

V SIMPULAN DAN SARAN


5.1 Simpulan
Hasil praktek kerja lapang tentang pembesaran lele dumbo di Biotech agro
Jombang dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada pembesaran lele dumbo memiliki beberapa teknik (tahapan) meliputi
persiapan kolam, seleksi dan penebaran benih, pengamatan kualitas air,
pemberian pakan, pengamatan pertumbuhan, pengendalian hama dan
penyakit, serta pemanenan dan pemasaran.
2. Faktor lain yang mempengaruhi pembesaran lele dumbo yaitu faktor iklim
(cuaca) yang tidak pasti (berubah-ubah dalam waktu cepat) dan padat tebar
tinggi bisa menimbulkan penyakit pada ikan lele dumbo bila tidak
dipelihara dengan baik.
5.2 Saran
1. Menggunakan benih ikan lele dumbo yang tidak jauh asalnya agar tidak
stress selama transportasi.
2. Peningkatan pengontrolan kualitas air, pakan, hama dan penyakit saat
cuaca yang tidak pasti (berubah-ubah dalam waktu cepat).
3. Penggunaan pakan alami alternatif lain yang murah tetapi memiliki
kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan lengkap.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, E.1998. Beberapa Metode Budidaya Ikan. Kanisius. Yogyakarta.
Arie, U. 2002. Budidaya Bawal Air Tawar untuk Konsumsi dan Hias. Penebar
Swadaya. Jakarta.
Arifin, M. Z. 1991. Budidaya Lele. Dohara prize. Semarang.
Azwar, S. 1998. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 146 hal.
Bachtiar, Y. 2006. Panduan Lengkap Budi Daya Lele Dumbo. Agro Media.
Bogor.
Cahyono, B. 2001. Budidaya Ikan di Perairan Umum. Kanisius. Yogyakarta.
Chen, J. C. and Y. Z. Kou. 1993. Accumulation of Ammonia in the Haemolymph
of Penaeus Monodon Exposed to Ambient Ammonia. Aquaculture.
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB). 2010. Budidaya Lele Dumbo.
http://www. perikanan-budidaya.dkp.go.id/ index.php budidaya-leledumbo.html. 4 Januari 2011.
Effendie, M.I. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Bogor.
Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Rineka
Cipta. Jakarta.
Google maps. 2011. Peta Jawa Timur, Jombang, Sengon. http://
maps.google.co.id/ maps? f=q dan source=s_q dan hl= id dan geocode= dan
q=jawa+timur,+jombang,sengon dan aq= dan sll=-7.537539,112.230817 dan
sspn=0.044076,0.110378 dan g =jawa+timur,+jombang dan ie=UTF8 dan
hq = dan hnear = Sengon,+Jombang,+Jawa+Timur dan ll =7.543571,112.230062 dan spn=0.022038,0.055189 dan z=14. 10 Januari
2011.
Hepher, B. 1978. Ecological Aspects of Warm-Water Fishpond Management. Hal
447-468. Dalam Geeking. S. D. (Ed). Ecology of Freshwater Fish
Production. New York.
Khairuman dan K. Amri. 2002. Budidaya Lele Dumbo Secara Intensif. Agro
Media Pustaka. Jakarta.
. 2008. Budidaya 15 Ikan Konsumsi. Agromedia
Pusaka. Jakarta.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Mahasri, G., A.S. Mubarak, dan M. A. Alamsjah.2009. Bahan Ajar Manajemen


Kualitas Air. Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas airlangga.
Surabaya.
Mahyuddin, K. 2008. Panduan Lengkap Agribisnis Lele. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi. 2000. Budidaya Ikan Lele. http:// www.warintek.ristek.go.id/
perikanan / air % 20tawar/ lele. pdf. 4 Januari 2011.
Mudjiman. A. 1998. Makanan Ikan. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.
Najiyati, S. 2007. Memelihara Lele Dumbo di Kolam Taman. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Nazir, M. 1988. Metodolgi Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta. 622 hal.
Prihartono, R. E., J. Rasidik dan U. Arie. 2007. Mengatasi Permasalahan
Budidaya Lele Dumbo. Penebar Swadaya. Jakarta.
. 2009. Mengatasi Permasalahan
Budidaya Lele Dumbo. Penebar Swadaya. Jakarta.
Pudjobasuki, E. 2005. Aplikasi Teknologi Budidaya Ikan Lele Secara Intensif.
Biotech Agro Indonesia. Sidoarjo.
Pujaningsih, R, I. 2004. Pengembangan Peternak Kodok Lembu di Indonesia.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Puspowardoyo, H. dan A. Djarijah. 2003. Pembenihan dan Pembesaran Lele
Dumbo Hemat Air. Kanisius. Yogyakarta.
Rounsefeel, G.A and W.H everhart.1953. Fishery Science its Methods and
Application. John Wiley and Son. New York.
Rukmana, R. 2003. Lele Dumbo Budidaya dan Pascapanen. Aneka Ilmu.
Semarang.
Saanin, 1984. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan Volume I dan II. Bina Rupa
Aksara. Jakarta.
Saifudin. A. 1998. Metode Penelitian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta. 146 hal.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

SNI 01-6484.5-2002. 2002. Ikan Lele Dumbo Bagian 5 Produksi Kelas


Pembesaran di Kolam. http:// www.perikanan-budidaya.dkp.go.id/
index.php? option = com_docmandantask = doc_downloaddangid =
112danItemid = 60. 4 Januari 2011.
Sunarma, A. 2004. Peningkatan Produktifitas Usaha Lele Sangkuriang (Clarias
sp.) Makalah disampaikan pada Temu Usaha Direktorat Jendral Perikanan
Budidaya Dinas Kelautan Perikanan, Bandung 4-7 Oktober 2004. Bandung.
13 hal
Suryabrata, S. 1993. Metode Penelitian. CV. Rajawali. Jakarta. 115 hal.
Suyanto, S. R. 2009. Budidaya Ikan Lele Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Yuniarti. 2006. Pengaruh Kepadatan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.)
Terhadap Produksi pada Sistem Budidaya dengan Pengendalian Nitrogen
melalui Penambahan Tepung Terigu. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu
Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Zonneveld, N., E. A. Huismann dan J. H. Boon. 1991. Prinsip-prinsip Budidaya
Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

LAMPIRAN
Lampiran 1. Peta lokasi Praktek Kerja Lapang desa Sengon, kecamatan
Jombang, kabupaten Jombang, propinsi Jawa Timur.

Sumber : // http: www.googlemaps.co.id (2011)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 2. Struktur organisasi dan lingkup kegiatan bioteknologi di Biotech


Agro Indonesia.

SUSUNAN PERSONALIA
PUSAT STUDI DAN LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI
BIOTECH AGRO INDONESIA

DIREKTUR
UTAMA/PENANGGUNG JAWAB
DRS. EDDY PUDJOBASUKI,MMT

DEWAN PERTIMBANGAN
1. Dr. RETNO HANDAYANI
2. Ir. ESTI PUDJIUTAMI,M.Si
3. Ir. SENTOT, M.S.i

KONSULTAN TEKNIS

DIREKTUR

1. Ir. EDDY SANDRA, MS


(Laboratorium)
2. Ir. KARTOYO
(Perikanan)
3. Ir. SISWANTO,MM
(Pertanian)
4. DR. ERNY PUDJIRAHAYU

DENTA BATARA KUSUMA,SPi

TATA USAHA
ITA MUDJIATI
BENDAHARA
IDOM PANDJI K,S.Psi

DIVISI PERTANIAN
1. Ir. AGUNG PRIHATIN
2. Ir. RIA TRIANDINI

DIVISI PERIKANAN
1. Ir. DICKY
2. Ir. SINARTO
3. DRS. WAKIDI

DIVISI PETERNAKAN
1.DR. ERNYPUDJIRAHAYU,
2.Drh. DWI HARTANTO

KANTOR CABANG BIOTECH AGRO DI SELURUH INDONESIA

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 2. Struktur organisasi dan lingkup kegiatan bioteknologi di Biotech


Agro Indonesia (lanjutan).

LINGKUP KEGIATAN
BIOTEKNOLOGI

DIVISI PENDIDIKAN
& PELATIHAN
(DIKLAT)

BIOTEKNOLOGI (34 ITEM DIKLAT)


PERTANIAN PERIKANAN - PETERNAKAN

DIVISI
LABORATORIUM
KLINIS PENYAKIT

DETEKSI & TERAPY KUALITAS AIR &


LINGKUNGAN DETEKSI & TERAPY PENYAKIT
BIOTA AIR TERNAK TANAMAN

DIVISI BUDIDAYA &


PEMBENIHAN

TANAMAN HORTIKULTURA (BUAH HIAS


SAYUR)
HEWAN AKUATIK
TERNAK & UNGGAS

pkl

ARTEMIA KISTA/INSTAN, SPIRULINA, OKSIGEN


KRISTAL, QUAPRIM, METHYL TESTOSTERON,
ESTRADIOL, MIKRO ELEMEN, ANTIBIOTIKA,
PROBIOTIK, PUPUK CAIR, PERALATAN & BAHAN
LABORATORIUM

DIVISI STOCK &


PRODUCT

DIVISI REKAYASA
GENETIKA (R2D)

KULTUR SEL & KROMOSOM (DNA-RNA)


TRANSGENIK HYBRIDISASI, KLONING,
REPRODUKSI IN VITRO

DIVISI BULETIN
BIOTECH AGRO
NEWS

INFORMASI & KOMUNIKASI WAHANA TERAPAN


BIOTEKNOLOGI AQUACULTURE AGRICULTURE

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 3. Manajemen pemberian pakan


A. Cara menghitung dosis pemberian pakan
Bibit 2 (minggu 0)
Berat total ikan = 2,4 kg
Berat pakan (20-30%/hari)
Dosis 20%= 20 x 2,4 = 0,48 kg/hari
100
Dosis yang digunakan sekitar 0,6 kg/hari

Dosis 30%= 30 x 2,4 = 0,72 kg/hari


100
untuk pakan FF-999 0,24-0,36
kg/hari dan cacing sutra 6-9
kg/hari

Pertumbuhan 1
Berat total ikan = 14,700 kg (minggu 1)
Berat pakan (10-20%/hari)
Dosis 20%= 20 x 14,700 = 2,94 kg/hari Dosis 10%= 10 x 14,700 = 1,47 kg /hari
100
100
Dosis yang digunakan sekitar 2,2 kg/hari
untuk pakan mark up 0,74-1,47
kg/hari dan berudu katak 2,965,88 kg/hari
Berat total ikan = 45,892 kg (minggu 2)
Berat pakan (10-20%/hari)
Dosis 20%= 20 x 45,892 = 9,18 kg/hari Dosis 10%= 10 x 45,892 = 4,6 kg /hari
100
100
Dosis yang digunakan sekitar 6,89 kg/hari
untuk pakan mark up 2,3-4,59
kg/hari dan berudu katak 9,218,36 kg/hari
Pertumbuhan 2
Berat total ikan = 92,981 kg (minggu 3)
Berat pakan (5-10%/hari)

untuk pakan mark up

Dosis 5%= 5 x 92,981 = 4,6 kg/hari


Dosis 10%= 10 x 92,981 = 9,3 kg /hari
100
100
Dosis yang digunakan sekitar 6,95 kg/hari

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 3. Manajemen pemberian pakan (lanjutan)

Berat total ikan = 137,525 kg (minggu 4)


Berat pakan (5-10%/hari)

untuk pakan mark up

Dosis 5%= 5 x 138 = 6,9 kg/hari


100

Dosis 10%= 10 x 138 = 13,8 kg /hari


100

Dosis yang digunakan sekitar 10,35 kg/hari

B. Data pemberian pakan selama PKL

Jumlah pakan
Tanggal

Harian (kg)

Umur

Jaring 1
Pagi

Sore

Pagi

Sore

Kumulatif
(kg)

26 Januari 2011

40 hari 0,6

0,6

0,6

0,6

2,4

27 Januari 2011

41 hari 0,6

0,6

0,6

0,6

4,8

28 Januari 2011

42 hari 0,6

0,6

0,6

0,6

7,2

29 Januari 2011

43 hari 0,6

0,6

0,6

0,6

9,6

30 Januari 2011

44 hari 0,6

0,6

0,6

0,6

12

Tanggal

pkl

Jaring 2

Umur

Kumulatif

Kolam
Pagi

Sore

(kg)

31 Januari 2011

45 hari

2,2

2,2

16,4

1 Februari 2011

46 hari

2,2

2,2

20,8

2 Februari 2011

47 hari

2,2

2,2

25,2

3 Februari 2011

48 hari

2,2

2,2

29,6

4 Februari 2011

49 hari

2,2

2,2

34

5 Februari 2011

50 hari

2,2

2,2

38,4

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 3. Manajemen pemberian pakan (lanjutan)

pkl

6 Februari 2011

51 hari

2,2

2,2

42,8

7 Februari 2011

52 hari

6,89

6,89

56,58

8 Februari 2011

53 hari

6,89

6,89

70.36

9 Februari 2011

54 hari

6,89

6,89

84,14

10 Februari 2011

55 hari

6,89

6,89

97,92

11 Februari 2011

56 hari

6,89

6,89

111,7

12 Februari 2011

57 hari

6,89

6,89

125,48

13 Februari 2011

58 hari

6,89

6,89

139,26

14 Februari 2011

59 hari

6,95

6,95

153,16

15 Februari 2011

60 hari

6,95

6,95

167,06

16 Februari 2011

61 hari

6,95

6,95

180,96

17 Februari 2011

62 hari

6,95

6,95

194,86

18 Februari 2011

63 hari

6,95

6,95

208,76

19 Februari 2011

64 hari

6,95

6,95

222,66

20 Februari 2011

65 hari

6,95

6,95

236,56

21 Februari 2011

66 hari

10,35

10,35

257,26

22 Februari 2011

67 hari

10,35

10,35

277,96

23 Februari 2011

68 hari

10,35

10,35

298,66

24 Februari 2011

69 hari

10,35

10,35

319,36

Total

319,36

Rata-rata

10,64

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 4. Data kualitas air per minggu selama PKL


No Parameter

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

Minggu 5

Pagi

7,5

7,5

Siang

10

7,5

Sore

7,5

7,5

7,5

7,5

Pagi

8 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

Siang

11mg/l

8 mg/l

8 mg/l

8 mg/l

8 mg/l

Sore

5 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

5 mg/l

pkl

pH

O2

NH3

0 mg/l

0 mg/l

0 mg/l

0 mg/l

0 mg/l

TDS

306 ppm

136 ppm

80 ppm

74 ppm

77 ppm

Suhu Pagi

28 0c

27 0c

28 0c

27 0c

27 0c

Siang

32 0c

31 0c

31 0c

32 0c

31 0c

Sore

27 0c

26 0c

27 0c

26 0c

28 0c

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 5. Alat dan hasil pengukuran kualitas air

a.

b.

c.
Pengukuran nilai pH air; botol reagent pH (a), standar pH (b), dan hasil
pengamatan pH menunjukkan nilai pH 7,5 (c)

a.

b.

Pengukuran nilai TDS air; alat TDS meter (a) dan hasil pengamatan
TDS (padatan terlarut) menunjukkan nilai77 ppm (b)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 5. Alat dan hasil pengukuran kualitas air (lanjutan)

a.

b.

c.
Pengukuran nilai O2 terlarut; botol reagent O2 (a), standar O2 (b), dan hasil
pengamatan kandungan oksigen terlarut (DO) menunjukkan 5 mg/l (c)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 5. Alat dan hasil pengukuran kualitas air (lanjutan)

a.

b.

c.
Pengukuran nilai NH3 air; botol reagent NH3 (a), standar NH3 (b), dan hasil
pengamatan NH3 yang menunjukkan nilai 0 mg/l (c)

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 6a. Data pertumbuhan berat ikan lele dumbo per minggu selama PKL
No

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

ke 0 (gr)

ke 1 (gr)

ke 2 (gr)

ke 3 (gr)

ke 4 (gr)

7,3

27

53

76,1

8,5

32

60

88,7

0,7

22,1

45

70,5

7,3

27,6

55

87,9

0,3

16,5

41

65

1,7

30

59

78

0,5

5,2

18

44,1

68

0,7

6,4

24

47,5

72

0,8

25,2

50,3

73

10

0,3

16

41

67

Rata-rata

0,9

6,57

23,84

49,59

74,62

Berat ikan keseluruhan (berat total ikan) = berat rata-rata x jumlah ikan

pkl

Berat ikan keseluruhan minggu 0 = 1 x 2400 = 2400 g

2,4 kg

Berat ikan keseluruhan minggu 1 = 7 x 2100 = 14700 g

14,700 kg

Berat ikan keseluruhan minggu 2 = 23,84 x 1925 = 45892 g

45,892 kg

Berat ikan keseluruhan minggu 3 = 49,59 x 1875 = 92981 g

92,981 kg

Berat ikan keseluruhan minggu 4 = 74,62 x 1843 = 137525 g

137,525 kg

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 6b. Data pertumbuhan panjang ikan lele dumbo per minggu selama
PKL
Pertumbuhan berat = 74,62-0,9 = 2,63 gr/hari
28
No

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

ke 0 (cm)

ke 1 (cm)

ke 2 (cm)

ke 3 (cm)

ke 4 (cm)

5,3

12

18

25,1

5,5

7,2

12,3

18,7

25,4

4,2

10,5

16

21

5,3

11,6

16,5

23

9,1

14,3

19,5

5,4

7,1

12,4

18

25

3,7

5,5

10

14

19

4,2

6,1

11

16

23,5

4,6

6,8

11,2

14,1

21

10

14,2

21,3

Rata-rata

4,42

6,27

10,91

17,44

22,38

Pertumbuhan panjang = 22,38-4,42 = 0,64 cm/hari


28

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 7. Nilai SR, GR, dan FCR*


Jumlah tebar 4800 ekor
Berat awal 0,9 gram
Lama pemeliharaan 50 hari
Total pakan 467,5 kg
Biomass panen 550 kg
1 kg berisi 8 ekor ikan
Jumlah panen = biomass panen x isi
= 550 x 8 = 4400
SR = jumlah panen x 100% = 4400 x 100% = 91,67 %
jumlah tebar

4800

wo = 4800 x 0,9 = 4320 kg = 4,32 g


GR = wt-wo = 550- 4,32 = 10,91 g/hari
T

50

FCR = jumlah pakan


jumlah total hasil panen

= 467,5 = 0,850
550

Nb:
SR = kelangsungan hidup
GR = laju pertumbuhan
FCR = konversi pakan

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 8. Analisis usaha pembesaran ikan lele dumbo di Biotech agro Jombang
Biaya investasi
Bahan
Kolam
Tes kit kualitas air,
termometer, TDS meter

Satuan
m2
buah

Jumlah
48
1

Harga satuan
20.000
450.000

Total
Rp. 960.000,Rp. 450.000,-

Jaring
Seser
Timbangan
Pompa
Mesin diesel
Blender
Total investasi

buah

2
2
1
2
2
1

62.500
50.000
75.000
600.000
1.000.000
250.000

Rp. 125.000,Rp. 100.000,Rp. 75.000,Rp. 1.200.000,Rp. 2.000.000,Rp. 250.000,Rp. 5.160.000,-

buah
Buah
buah

Biaya tetap
Penyusutan
Kolam
Tes kit kualitas air,
termometer, TDS meter
Jaring
Seser
Timbangan
Pompa
Mesin diesel
Blender
Total penyusutan

Tenaga kerja

pkl

Hitungan
1/36 x 1,5 bulan x Rp. 960.000,1/6 x 1,5 bulan x Rp. 450.000,-

Total
Rp. 40.000,Rp. 112.500,-

1/24 x 1,5 bulan x Rp.300.000,-

Rp. 18.750,-

1/48 x 1,5 bulan x Rp. 1.200.000,1/48 x 1,5 bulan x Rp. 2.000.000,1/60 x 1,5 bulan x 250.000,-

Rp. 37.500,Rp. 62.500,Rp. 6.250,Rp. 277.500,-

Satuan

Jumlah satuan

Harga

/ 2 bulan

600.000,-

Total penyusutan

277.500,-

Total biaya tetap

877.500,-

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga

Lampiran 8.Analisis usaha pembesaran ikan lele dumbo di Biotech agro Jombang
(lanjutan)
Biaya variable
Pupuk kandang
Kapur tohor
Benih ikan lele
Pelet FF 999
Pakan mark up
Cacing sutera
Katak
Jangkrik
Total biaya variabel

karung
Kg
Ekor
karung
Kg
Ekor
kantung

8
1,44
4800
2
15
12
60
4

10.000,15.625,130,120.000,100.000,10.000,300,6.000,-

Rp. 80.000,Rp. 22.500,Rp. 624.000,Rp. 240.000,Rp. 1.500.000,Rp. 120.000,Rp. 18.000,Rp. 24.000,Rp. 2.628.500,-

BIAYA OPERASIONAL
Total biaya tetap + total biaya variabel = 877.500,- + 2.628.500,- =
Rp. 3.506.000,PENDAPATAN
Ikan lele 550 kg @ Rp. 10.500,-

Rp. 5.775.000,-

KEUNTUNGAN
Pendapatan- biaya operasional = 5.775.000,- -3.506 .000,- = Rp. 2.269.000,PERTIMBANGAN USAHA
BEP harga = biaya operasional : total produksi
= 3.506.000,- : 550 kg = Rp. 6374,BEP volume produksi = biaya operasional : biaya satuan
= 3.506.000,- : 10.500,- = 333,90 kg
PP = total investasi x 1,5 bulan = 5.160.000,- x 1,5 bulan
Keuntungan
2.269.000,= 3,41 bulan
B/C RATIO = pendapatan
= 5.775.000,Biaya operasional 3.506.000,= 1,65

pkl

Teknik pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) ...

Debby Ratnasari