Anda di halaman 1dari 4

PENGUJIAN TAHANAN KONTAK PMT

1.

Tujuan
Rangkaian tenaga listrik sebagian besar terdiri dari banyak titik sambungan. Sambungan adalah
dua atau lebih permukaan dari beberapa jenis konduktor bertemu secara fisik sehingga arus/energi listrik
dapat disalurkan tanpa hambatan yang berarti. Pertemuan dari beberapa konduktor menyebabkan suatu
hambatan/resistan terhadap arus yang melaluinya sehingga akan terjadi panas dan menjadikan kerugian
teknis. Rugi ini sangat signifikan jika nilai tahanan kontaknya tinggi.

2.

Teori Pendukung
Alat ukur tahanan kontak terdiri dari sumber arus dan alat ukur tegangan (drop Tegangan
pada obyek yang diukur). Dengan sistem elektronik maka pembacaan dapat diketahui dengan
baik dan ketelitian yang cukup baik pula (digital). Digunakannya arus sebesar 100 amp karena
pembagi dengan angka 100 A akan memudahkan dalan menentukan nilai tahanan kontak dan
lebih cepat. Dalam melakukan pengukuran skala yang digunakan harus diperhatikan jangan
sampai arus yang dibangkitkan sama dengan batasan skala sehingga kemungkinan akan terjadi
overload dan hasil penunjukan tidak sesuai dengan kenyataannya.
Sambungan antara konduktor dengan PMT atau peralatan lain merupakan tahanan kontak yang syarat
tahanannya memenuhi kaidah Hukum Ohm sebagai berikut:
E=I.R
Keterangan:
E =tegangan
I =arus
R =tahanan
Jika didapat kondisi tahanan kontak sebesar 1 Ohm dan arus yang mengalir adalah 100 Amp maka
ruginya adalah:
W = I2 . R
W = 10.000 watts

Pengujian tahanan kontak yang dilakukan pada komisioning diwajibkan karena jumlah
sambungan konduktor pada salah satu jalur terdapat banyak sambungan, sehingga kerugian
teknis juga menjadi besar, tetapi masalah ini dapat dikendalikan dengan cara menurunkan
tahanan kontak dengan membuat dan memelihara nilai tahanan kontak sekecil mungkin. Jadi
pemeliharaan tahanan kontak sangat diperlukan sehingga nilainya memenuhi syarat nilai tahanan
kontak.
3.

Waktu dan Lokasi


Pengujian tahanan kontak pemutus tegangan dilakukan di gardu induk 150 KV Cibogo
pada 18 desember 2015

4.

Langkah-langkah Pelaksanaan Komisioning


4.1 Persiapan
a) Micro ohmmeter (megger) : alat untuk mengukur tahananan
b) APD
4.2 Pelaksanaan
a) Pengujian tahanan kontak harus dalam keadaan cb yang telah mati
b) Persiapkan alat micro ohmmeter
c) Hubungkan konektor yang menghubungkan micro ohmmeter dan CB seperti gambar
rangkaian di bawah.
d) Menggunakan arus yang digunakan 100 A
e) Pengukuran akan membaca tahanan dan mencatat nilai temperatur
f) melakukan perlakuan yang sama pada tiap kutup.

contoh Micro ohmmeter


4.3 Pengujian pada trafo oleh ALSTOM
Test direct current 100A
Temperature at testing time 32 oC
Values in
Pole A
36,1

Pole B
37,0

Pole C

Acceptance

35,7

criteria
44

data hasil percobaan pada micro ohmmeter

Standar resistansi kontak pada tipe dan merk ALSTHOM dan ABB
5.

Referensi
Dokumen PT. PLN (Persero) Nomor : PDM/PGI/07:2014

6.

Kesimpulan
Hasil pengujian yang memiliki nilai akhir pada tiap tiap pole memenuhi standar dari
ALSTHOM yakni 44 dan pengujian tahanan kontak berhasil.